close
DaerahNews

Swasembada Pangan, Fondasi Kebangkitan Pertanian Indonesia

LANGITKU.NET, Jakarta – Swasembada pangan menjadi poros utama pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sejak awal pemerintahannya, Prabowo menegaskan bahwa kedaulatan pangan merupakan syarat utama kemerdekaan sejati sebuah bangsa, karena negara tidak akan berdaulat bila bergantung pada pasokan pangan dari luar.

Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo dalam kunjungan kerjanya di Bengkayang pada 5 Juni 2025. Ia menyatakan bahwa perjuangannya di dunia politik selalu diarahkan pada terwujudnya swasembada pangan. Presiden bahkan menegaskan tidak akan merasa tenang sebelum Indonesia mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.

Arah politik yang kuat itu diterjemahkan ke dalam langkah konkret oleh Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara konsisten mempercepat target swasembada, dari empat tahun menjadi tiga tahun, lalu dua tahun, hingga akhirnya ditargetkan tercapai dalam satu tahun. Percepatan ini didorong melalui penguatan produksi, reformasi kebijakan, dan keberpihakan pada petani.

Hasilnya mulai terlihat pada 2025. Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton berdasarkan KSA November 2025, melampaui kebutuhan domestik. Surplus tersebut diperkuat dengan pengadaan beras terbesar sepanjang sejarah Bulog, serta cadangan beras pemerintah yang sempat menyentuh rekor 4,2 juta ton, mencerminkan stabilitas pasokan dan peran aktif negara dalam menjaga harga serta stok pangan.

Dari sisi ekonomi, sektor pertanian mencatat kinerja impresif. Pada triwulan I 2025, pertanian tumbuh 10,52 persen, tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Kesejahteraan petani juga meningkat, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 yang mencapai 125,35, tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini diperkuat dengan kebijakan pupuk bersubsidi yang lebih sederhana, harga lebih terjangkau, dan distribusi yang makin tepat sasaran.

Mentan Amran menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, mulai dari Kementerian Pertanian, Bulog, Badan Pangan Nasional, hingga TNI, Polri, BUMN, dan penyuluh lapangan, dengan petani sebagai aktor utama. Dengan kepemimpinan politik yang tegas dan kebijakan yang progresif, swasembada pangan kini bukan sekadar target, melainkan penanda Era Kebangkitan Pertanian Indonesia. (*)

Leave a Response