close

Health

Health

Benarkah Keju Bikin Kolesterol Naik? Ini Faktanya

LANGITKU.NET, Jakarta – Saat seseorang punya riwayat kolesterol tinggi, keju sering menjadi salah satu makanan yang langsung dicoret dari menu. Alasannya sederhana: keju mengandung lemak jenuh yang selama ini diketahui dapat meningkatkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang sering disebut sebagai “kolesterol jahat”.
Namun, penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa hubungan antara keju dan kolesterol ternyata tidak sesederhana itu. Para peneliti menemukan bahwa efek keju terhadap kesehatan jantung tidak bisa dinilai hanya dari kandungan lemak jenuhnya saja. Ada faktor lain yang ikut berperan, mulai dari struktur makanan hingga pola makan secara keseluruhan.

Mengapa Keju Sering Dianggap Menaikkan Kolesterol?

Pandangan ini berasal dari berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Karena itu, sejumlah organisasi kesehatan, termasuk World Health Organization dan American Heart Association, masih merekomendasikan pembatasan asupan lemak jenuh sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir para ilmuwan mulai mempertanyakan apakah dampak suatu makanan dapat dinilai hanya dari satu zat gizi yang dikandungnya. Menurut tinjauan ilmiah yang dipimpin Thorning dkk. dan diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2021, efek produk susu terhadap kesehatan jantung tidak dapat diprediksi hanya berdasarkan kandungan lemak jenuhnya. Peneliti menilai struktur makanan secara keseluruhan atau food matrix juga perlu diperhitungkan.

Temuan serupa juga disampaikan dalam tinjauan ilmiah yang diterbitkan di jurnal Advances in Nutrition pada 2023. Para peneliti menyebut bahwa bukti ilmiah saat ini menunjukkan hubungan antara produk susu dan kesehatan kardiovaskular lebih kompleks dibandingkan yang selama ini dipahami.

Dengan kata lain, keju memang mengandung lemak jenuh dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL bila dikonsumsi berlebihan. Namun, para peneliti mulai menemukan bahwa efek keju terhadap kolesterol tidak selalu sama dengan makanan lain yang juga tinggi lemak jenuh.

Karena itu, sejumlah studi kemudian membandingkan keju dengan sumber lemak susu lain, seperti mentega, untuk melihat apakah keduanya memberikan dampak yang sama terhadap kadar kolesterol.

Penelitian Terbaru: Efek Keju Ternyata Lebih Kompleks

Salah satu penelitian yang paling sering dijadikan rujukan dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Clinical Nutrition pada 2011. Dalam studi yang dipimpin Janne Hjerpsted dan rekan-rekannya, peneliti membandingkan konsumsi keju dan mentega yang memiliki kandungan lemak setara.

Hasilnya cukup menarik. Setelah enam minggu, peserta yang mengonsumsi keju memiliki kadar kolesterol LDL lebih rendah dibandingkan kelompok yang mengonsumsi mentega dengan jumlah lemak yang sama. Peneliti juga menemukan bahwa konsumsi keju tidak meningkatkan LDL dibandingkan pola makan biasa yang dijalani peserta sebelum penelitian.

Temuan serupa sebenarnya telah muncul lebih awal. Dalam penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition pada 2005, Tholstrup dkk. menemukan bahwa lemak susu yang dikonsumsi dalam bentuk mentega meningkatkan kolesterol total dan LDL secara lebih besar dibandingkan jumlah lemak yang sama yang dikonsumsi dalam bentuk keju.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu penjelasan yang banyak diterima adalah konsep food matrix. Dalam tinjauan yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition pada 2021, Thorning dkk. menjelaskan bahwa tubuh tidak mencerna zat gizi secara terpisah. Kandungan protein, kalsium, proses fermentasi, serta struktur fisik keju dapat memengaruhi cara tubuh menyerap dan memetabolisme lemak.

Karena itu, efek keju terhadap kolesterol bisa berbeda dibandingkan makanan lain yang memiliki kandungan lemak jenuh serupa.

Temuan ini diperkuat oleh meta-analisis Alexander dkk. yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada 2016. Setelah menganalisis berbagai penelitian observasional, para peneliti menemukan bahwa konsumsi keju tidak berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner maupun penyakit kardiovaskular secara keseluruhan.

Meski demikian, bukan berarti keju dapat dikonsumsi tanpa batas. Keju tetap mengandung kalori, lemak jenuh, dan natrium yang perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki kolesterol tinggi atau faktor risiko penyakit jantung lainnya. Para ahli menekankan bahwa yang paling menentukan adalah pola makan secara keseluruhan, bukan satu jenis makanan saja.

Jadi, benarkah keju bikin kolesterol naik? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Meski mengandung lemak jenuh, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa efek keju terhadap kolesterol dan kesehatan jantung dapat berbeda dibandingkan sumber lemak jenuh lain. Karena itu, keju tidak dapat dinilai hanya dari kandungan lemak jenuhnya. Namun, keju tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang.

 

 

 

 

 

source : DetikHealth

read more
HealthLifestyle

Lagi Tren Main Padel Waspadai Saraf Kejepit, Ini Kata Dokter

LANGITKU.NET, Jakarta – Olahraga padel kini tengah menjadi primadona baru di kota-kota besar. Gabungan antara tenis dan skuas (squash) ini digandrungi karena dinilai lebih mudah dimainkan oleh pemula, seru, dan tentunya sangat estetik untuk diunggah ke media sosial.
Namun di balik keseruan memukul bola di dalam lapangan kaca, ada risiko kesehatan yang mengintai jika kita tidak berhati-hati. Salah satu cedera yang mungkin bisa terjadi adalah saraf kejepit.

Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio, SpBS dari Lamina Hospital mengatakan bahwa setiap orang sebaiknya tidak menganggap remeh olahraga ‘fun’ seperti padel.

“Olahraga padel berisiko terkena saraf kejepit itu apabila biasanya pada posisi swing atau saat kita memutar tulang pinggang kita. Kadang-kadang mengejar bola terlalu jauh,” kata dr Rio.

“Itu juga membuat diskus atau bantalan itu kaget, sehingga itu yang membuat bantalannya rusak, robek yang kalau terus-terusan dilakukan, itu bisa terjadi saraf kejepit,” lanjutnya.

Berbeda dengan tenis biasa, lapangan padel lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca. Ini membuat ritme permainannya sangat cepat, menuntut pemainnya untuk terus bergerak aktif.

dr Rio menekankan pentingnya persiapan yang layak sebelum turun ke lapangan. Salah satunya adalah dengan ‘pemanasan’ sebelum tubuh digunakan untuk bermain padel.

“Pemanasan dan juga kita mampu mengukur kegiatan kita jangan berlebihan,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

source : DetikHealth

read more
Health

Jalan Kaki Saja Nggak Cukup! Ini 5 Trik untuk Menurunkan Berat Badan Saat Berjalan

LANGITKU.NET, Jakarta – Mencapai berat badan ideal menjadi dambaan bagi banyak orang. Salah satu cara untuk membantu menurunkan berat badan adalah dengan berolahraga.
Berjalan kaki menjadi salah satu olahraga yang diminati untuk mencapai berat badan yang diinginkan. Namun, jalan kaki seperti apa yang harus dilakukan demi mencapai tujuan ini?

Jalan Kaki Saja Bisa Menurunkan Berat Badan?
Spesialis kedokteran olahraga, Dr dr Listya Tresnani Mirtha, SpKO, CCD, Subsp APK (K) mengatakan bahwa aktivitas berjalan tentunya memiliki manfaat kesehatan. Namun, jika tujuannya untuk pengelolaan beat badan, tentunya harus dilakukan lebih terstruktur.

“Kalau ditanya bisa? Bisa dari berjalan, cuma bukan jalan yang biasa aja, jalan yang memang lebih terstruktur ada aturannya,” kata dr Listya.

Dia mengatakan, organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa yang melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150-300 menit per minggu. Jika dikonversikan, waktu tersebut setara dengan 7.000-10.000 langkah kaki per hari.

“Jantung memang harus dibuat untuk berdetak lebih cepat untuk bisa mendapatkan manfaat yang lebih dibandingkan sekedar berjalan biasa,” katanya.

Kendati demikian, kebutuhan langkah setiap individu bervariasi tergantung usia, kondisi kesehatan, dan tingkat kebugaran.

“Misalnya, untuk lansia, target langkah harian mungkin lebih rendah karena pertimbangan kemampuan fisik,” ucapnya.

Trik Menurunkan Berat Badan dengan Jalan Kaki
Selain memerhatikan jumlah langkah dan waktu berjalan, seperti yang direkomendasikan WHO serta menerapkan pola makan yang baik, berikut sejumlah tips menurunkan berat badan dengan jalan kaki mengutip Medical News Today.

1. Percepat Langkah
Seperti halnya berlari, berenang, atau bentuk latihan aerobik lainnya, kecepatan sangatlah penting. Berjalan dengan langkah cepat membakar lebih banyak kalori dibandingkan berjalan lebih lambat.

Dikutip dari laman Today, personal trainer Stephanie Mansour mengatakan berjalan cepat merupakan cara efektif untuk mengelola berat badan dan memperbaiki komposisi tubuh. Dia mendefinisikan jalan cepat yaitu dengan kecepatan 3-4 mil/jam atau sekitar 4,8-6,4 km/jam.

CEO American Council on Exercise, Cedric Bryant juga mencatat bahwa 4,8 km/jam adalah kecepatan yang baik untuk memulai berjalan kaki dengan tujuan menurunkan berat badan. Dengan begitu, seseorang bisa meningkatkan hingga 6,4 km/jam atau lebih cepat, seiring bertambahnya kebugaran.

2. Gunakan Rompi Pemberat
Menambah beban ekstra saat berjalan kaki akan meningkatkan kesulitan dan jumlah energi yang harus digunakan dalam proses tersebut. Namun, diperlukan latihan secara bertahap untuk terbiasa mengenakan beban tambahan tersebut. Orang dengan masalah punggung atau leher juga mungkin perlu menghindari cara ini.

3. Berjalan Menanjak
Berjalan kaki di area menanjak akan meningkatkan kesulitan dan menambah jumlah kalori yang dibakar. Cara lainnya bisa dengan lebih memilih menggunakan tangga atau eskalator.

Dikutip dari laman Healthline, jika menggunakan treadmill, lakukan hal berikut:

  • Atur treadmill ke posisi datar. Berjalan dengan kecepatan 3,2 km/jam selama lima menit untuk pemanasan
  • Atur kemiringan 1 persen. Berlari kecil dengan kecepatan 6,4 km/jam-9,6 km per jam selama 1 menit.
  • Tingkatkan kemiringan 1 persen setiap menit. Ulangi hingga mencapai kemiringan 8 persen-10 persen
  • Kurangi kemiringan sebesar 1 persen setiap menit. Ulangi hingga mencapai kemiringan 0 persen-1 persen
  • Berjalan dengan kecepatan 3,2 km per jam untuk pendinginan.

4. Fokus pada Bentuk dan Postur Tubuh
Penting untuk menjaga bentuk tubuh dan postur yang seimbang saat berjalan. Terkadang, hal ini sudah bisa membantu seseorang memperkuat otot-otot baru. Untuk memiliki postur yang baik, lakukan hal berikut:

  • Berdiri tegak dengan kepala, tulang belakang, bahu, dan pinggul sejajar
  • Tarik otot perut ke dalam
  • Letakkan kedua kaki selebar pinggul dan sejajar satu sama lain
  • Berjalan dengan pola dari tumit ke jari kaki.
  • Tekuk siku membentuk sudut siku-siku dan ayunkan lengan. Jaga agar tetap dekat dengan tubuh.

5. Gabungkan dengan Latihan Beban
Menambahkan latihan beban bisa membantu membakar lebih banyak kalori dan meningkatkan pertumbuhan otot baru. Adapun beberapa latihan yang bisa dicoba meliputi:

  • Squat
  • Push-up
  • Burpee.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

source : detikhealth

read more
HealthLifestyle

Butuh Tidur Berapa Lama untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Temuan Riset Ilmiah

LANGITKU.NET, Jakarta – Pola makan yang sehat dan olahraga teratur menjadi andalan dalam pengelolaan berat badan. Tapi bukan itu saja, tidur yang cukup juga dapat membantu mengatur hormon nafsu makan dan asupan kalori.
Tidur bisa menjadi hal yang penting untuk penurunan dan pemeliharaan berat badan. Saat kurang tidur, mungkin seseorang akan tergoda untuk memesan makan malam hingga tidur larut karena terlalu kenyang.

Mengapa Kurang Tidur Membuat Orang Ingin Makan?
Dikutip dari laman Nature, ada dua alasan mengapa kurang tidur meningkatkan keinginan untuk makan. Pertama, saat kurang tidur pusat penghargaan di otak lebih aktif dan mendorong seseorang mencari ‘imbalan’. Hal ini termasuk makanan, terutama yang tinggi kalori dan tidak sehat. Kemampuan untuk menghambat dorongan untuk makan juga berkurang.

Kedua, saat tidur, kadar hormon ghrelin atau hormon lapar akan lebih tinggi. Dengan begitu, seseorang akan merasa lebih lapar dan mengonsumsi lebih banyak kalori.

Sebuah studi di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa ketika orang kurang tidur, kebiasaan ngemil larut malam meningkat dan mereka cenderung memilih camilan tinggi karbohidrat. Sementara, studi lainnya di Universitas Chicago menyebut, peserta yang kurang tidur memilih camilan dengan kandungan lemak dua kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidur setidaknya 8 jam.

Berapa Jam Tidur Ideal untuk Menurunkan Berat Badan?
Spesialis kesehatan tidur di University of Chicago, Esra Tasali mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan bersama rekan-rekannya, durasi waktu di tempat tidur yang ditargetkan adalah hingga 8,5 jam.

Artinya, orang dewasa dianjurkan menghabiskan setidaknya 8 jam di tempat tidur dan tidak kurang dari 7 jam sebagai langkah awal yang baik. Penambahan durasi tidur tetap memberi manfaat.

Menariknya, ada hubungan antara bertambahnya waktu tidur dengan penurunan asupan kalori. Bahkan tambahan tidur selama 30 menit saja bisa mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi.

Para peneliti dari University of Chicago mengatakan bahwa kurang tidur membuat ‘lesu secara metabolik’ Hanya dalam waktu 4 hari kurang tidur, kemampuan tubuh untuk memproses insulin menjadi kacau.

Saat tidak bisa merespons insulin dengan benar, tubuh akan kesulitan memproses lemak dari aliran darah, sehingga menyimpannya sebagai lemak. Jadi, bukan berarti tidur akan menurunkan berat badan, tapi kurang tidur akan menghambat metabolisme dan berkontribusi pada penambahan berat badan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

source : detikhealth

read more
Health

Ternyata Ini 5 Alasan Perlu Minum Air Putih saat Bangun Tidur

LANGITKU.NET, Jakarta – Saat tidur, tubuh kita ‘berpuasa’ secara alami karena tidak ada asupan cairan selama beberapa jam. Padahal, tubuh tetap kehilangan air lewat napas dan keringat. Akibatnya, banyak orang bangun dalam kondisi sedikit dehidrasi.
Kekurangan cairan ini bisa membuat tubuh terasa lemas, pikiran lebih lambat, dan konsentrasi menurun. Karenanya, minum air putih setelah bangun tidur sangat penting dilakukan untuk membantu mengembalikan cairan yang hilang. Lalu, apa kata sains soal manfaat minum air putih di pagi hari? Berikut penjelasannya, dikutip dari Times of India.

1. Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang saat tidur
Saat malam, tubuh tetap mengeluarkan cairan lewat keringat dan napas, sehingga kita bangun dalam kondisi lebih ‘kering’ dari biasanya. Kondisi ini bisa membuat tubuh terasa lebih ngantuk, fokus menurun, dan performa fisik terasa lebih berat.

Penelitian yang dilakukan oleh Jéquier & Constant (2010) menunjukkan kurang cairan dalam tubuh berkaitan dengan gangguan konsentrasi, daya ingat, dan rasa tidak nyaman. Minum air putih setelah bangun tidur membantu memulihkan kondisi hidrasi dan membuat tubuh terasa lebih segar sepanjang hari.

2. Membantu mempercepat metabolisme
Minum air putih saat perut masih kosong saat bangun tidur dapat meningkatkan metabolisme. Efek ini disebut thermogenesis, dan membantu tubuh membakar lebih banyak kalori saat mencerna dan menyerap air.

Metode ini dapat meningkatkan pemanfaatan energi sekitar 30 persen hingga selama 40 menit.

Penelitian yang dilakukan Boschmann dkk (2003) menemukan minum 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme sekitar 30 persen selama kurang lebih 30 hingga 40 menit setelahnya. Artinya, kebiasaan minum air putih di pagi hari bisa membantu tubuh ‘aktif’ lebih cepat.

3.Membantu detoksifikasi dan pencernaan
Air sangat penting untuk pencernaan lantaran membantu menggerakan makanan dan limbah melalui usus. Air juga membantu ginjal bekerja lebih baik dengan membuang racun yang menumpuk saat tidur.

Sebuah studi oleh Popkin dkk (2010) menemukan minum air yang cukup membantu makanan mengalir melalui usus dengan lebih mudah, yang membantu pencernaan dan buang air besar secara teratur. Minum air yang cukup juga membantu ginjal berfungsi dengan benar, yang membantu tubuh membuang polutan.

4. Membantu mood dan fungsi otak
Dehidrasi ringan saja bisa berdampak pada kemampuan berpikir. Saat cairan tubuh berkurang, sebagian orang lebih mudah merasa lelah, sulit fokus, mudah terdistraksi, hingga suasana hati menurun.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Ganio dkk (2011) menemukan dehidrasi ringan dapat memperburuk suasana hati dan kinerja kognitif. Karena itu, minum air putih segera setelah bangun tidur membantu rehidrasi dan membuat otak bekerja lebih optimal untuk memulai aktivitas.

5. Mencegah sakit kepala dan rasa lelah berlebihan
Sakit kepala dan lemas bisa dipicu oleh kurang cairan. Mengonsumsi air putih di pagi hari membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah gejala-gejala tersebut muncul.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Benton (2011) menyebut sakit kepala dan kelelahan berhubungan langsung dengan kurang minum air. Dengan memulai hari lewat rehidrasi, tubuh jadi lebih siap beraktivitas dan energi terasa lebih stabil.

read more
Health

Kaki Nyeri gegara Asam Urat Kambuh, Begini 5 Cara Sederhana Mengatasinya

LANGITKU.NET, Jakarta – Asam urat atau gout adalah bentuk radang sendi yang menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan. Seringkali, nyeri terasa di jari kaki, pergelangan kaki, dan lutut.
Nyeri asam urat yang datang tiba-tiba bisa terasa sangat menyiksa. Tak jarang nyeri ini mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika merasakan nyeri asam urat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Cara Mengatasi Nyeri Asam Urat
Berikut beberapa cara yang bisa membantu mengatasi nyeri asam urat:

1. Minum Banyak Air

Asam urat bisa menyebabkan pembengkakan dan peradangan yang signifikan. Dehidrasi merupakan salah satu faktor peyebab dari asam urat. Jad, minum air yang cukup bisa membanu mengurangi kambuhnya gejala asam urat.

Menurut Arthritis Foundation, minum air yang cukup mendorong ginjal untuk melepaskan cairan berlebih dan mengeluarkan asam urat dari tubuh, sehingga mengurangi gejala asam urat.

Air putih merupakan pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tapi, cairan seperti kaldu dan teh herbal juga merupakan pilihan yang baik.

2. Kompres Es pada Persendian yang Sakit

Dikutip dari laman Medical News Today, mengompres sendi dengan es yang dilapisi kain bisa membantu mengurangi peradangan karena asam urat. Coba gunakan kompres es atau benda dingin lainnya yang dibungkus handuk tipis selama 20 menit untuk membantu meredakan nyeri.

3. Angkat Bagian yang Nyeri

Penyakit asam urat bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan, terutama di bagian kaki, tangan, lutut, dan pergelangan kaki. Salah satu cara untuk mengurangi pembengkakan adalah mengangkat sendi yang sakit. Cara ini mendorong darah dan cairan untuk menjauh dari sendi dan kembali ke jantung.

4. Minum Obat Pereda Nyeri

Meski obat antiinflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan natrium naproxen bukanlah obat alami, obat-obatan ini bisa dipilih untuk mengobati nyeri dan peradangan akibat asam urat. Pastikan untuk mengonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

5. Minum Kopi

Sebagian orang percaya bahwa minum kopi bisa menurunkan risiko terkena asam urat. Berdasarkan sebuah studi tahun 2024, kopi mengurangi risiko asam urat dengan menurunkan kadar urat dan urea, sekaligus meningkatkan jumlah globulin pengikat hormon seks atau sex hormone-bindig globulin (SHBG) dalam darah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

source : detikhealth

read more
Health

Punya Tekanan Darah Tinggi? Jangan Pilih Menu Sarapan Ini!

LANGITKU.NET, Jakarta – Tekanan darah tinggi atau hipertensi seringkali disebut sebagai silent killer sebab gejalanya seringkali tidak terlihat. Kondis ini sering disebabkan oleh faktor genetik, pola makan yang buruk, hingga gaya hidup yang kurang aktif.
Meski tekanan darah tinggi bisa menyebabkan masalah yang lebih serius jika tidak diobati, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelola dan menurunkan tekanan darah, salah satunya dengan mengonsumsi makanan rendah sodium. Selain itu, penting untuk mengetahui beberapa makanan yang sebaiknya dihindari.

Menu Sarapan yang Perlu Dihindari Pengidap Hipertensi

Dikutip dari laman Eat This, beberapa menu sarapan yang perlu dihindari oleh pengidap hipertensi yaitu:

1. Makanan Asin

Tanpa disadari, beberapa makanan sarapan populer mengandung banyak sodium. Padahal, banyak ahli gizi yang telah mengingatkan bahwa peningkatan natrium bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.
Sebuah laporan dalam jurnal Nutrients menyatakan bahwa mengurangi asupan natrium tak hanya bisa mengurangi risiko hipertensi, tapi juga risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Menurut ahli gizi Amy Goodson, MS, RD, CSSD, LD, banyak dari sosis atau beberapa sandwich frozen yang dikonsumsi untuk sarapan mengandung sodium tinggi yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu lama.

“Jika Anda memilih salah satu makanan ini, penting untuk memadukannya dengan sesuatu yang rendah sodium, seperti buah atau biji-bijian utuh seperti oat,” kata Goodson.

2. Tidak Ada Buah dan Sayur

Kebiasaan lain yang tidak baik untuk pengidap tekanan darah tinggi adalah tidak mengonsumsi cukup buah dan sayuran di pagi hari. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, orang dewasa yang mencoba menurunkan tekanan darah disarankan untuk mengonsumsi 5-9 porsi buah dan sayur dalam sehari. Jika tidak mengonsumsi 1-2 porsi saat sarapan, maka tujuan ini akan sulit tercapai.
“Buah dan sayuran secara alami bebas natrium dan banyak di antaranya mengandung kalium, yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi pada beberapa orang,” kata Goodson.

3. Terlalu Banyak Gula

Mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan bisa menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan gula juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik.
“Gula dan makanan olahan sangat memicu peradangan dan meningkatkan kadar gula darah serta respons insulin, juga respons peradangan dalam tubuh Anda. Peradangan juga dapat meninkatkan tekanan darah,” kata ahli diet Dana Ellis Hunnes, PhD, MPH, RD.

Hindari Melakukan Diet Ketat

Tak hanya beberapa menu sarapan yang perlu dihindari, kebiasaan melakukan diet ketat juga tidak baik untuk pengidap tekanan darah tinggi. Mungkin banyak orang yang berasumsi bahwa melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan bisa membantu menurunkan tekanan darah. Namun, beberapa ahli gizi menyarankan untuk berhati-hati dalam seberapa ketat diet yang diterapkan.
“Menerapkan pola makan ketat dalam upaya menurunkan berat badan dengan cepat dapat membahayakan tekanan darah Anda,” kata ahli diet Rachel Fine, RDN.

Diet ketat diketahui bisa mengurangi banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan bisa merugikan orang-orang yang perlu menurunkan tekanan darah. Jadi jika ingin menurunkan bera badan, coba konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi tentang pola makan yang ramah hipertensi.

read more
Health

Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Minum Air Jahe Setiap Hari? Begini Penjelasannya

LANGITKU.NET, Jakarta – Jahe merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat herbal. Cara mengolahnya pun beragam, salah satu yang paling populer adalah dengan merebusnya bersama air untuk diminum.
Mengonsumsi air jahe dapat memberikan efek kesehatan yang beragam, mulai dari mengatasi mual, meredakan flu, hingga menurunkan tekanan darah tinggi. Air jahe juga dapat dicampurkan dengan perasan lemon atau madu untuk meningkatkan khasiatnya.

Adapun manfaat yang bisa dirasakan dari mengonsumsi air jahe setiap hari, antara lain:

  • Membantu menurunkan berat badan
  • Mengurangi mual, dan morning sickness pada ibu hamil
  • Menyeimbangkan kadar gula darah
  • Melancarkan fungsi pencernaan
  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi
  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  • Mengatasi peradangan dalam tubuh
  • Memperkuat imun tubuh terhadap infeksi penyakit
  • Melindungi dari risiko penyakit jantung

Anjuran Minum Air Jahe dan Efek Samping

Dokter merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 3-4 gram ekstrak jahe per hari. Sedangkan ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 1 gram ekstrak jahe setiap hari. Selain itu, air jahe juga tidak dianjurkan untuk anak-anak yang masih berusia di bawah dua tahun.

Berikut efek samping yang bisa terjadi jika mengonsumsi air jahe secara berlebihan:

  • Memicu heartburn atau nyeri di bagian dada
  • Menyebabkan diare, kembung, dan sakit perut
  • Menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah
  • Meningkatkan risiko perdarahan, terutama jika dikonsumsi bersama obat pengencer darah
  • Memperlambat proses pembekuan darah
  • Meningkatkan risiko perdarahan pada ibu hamil
  • Menyebabkan hipoglikemia atau gula darah rendah jika dikonsumsi bersama obat diabetes

Meski air jahe aman dikonsumsi secara umum, orang yang ingin rutin mengonsumsi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mencegah terjadinya komplikasi atau interaksi dengan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

 

 

 

 

 

 

 

 

source : health.detik.com

read more
Health

Apel Merah Vs Apel Hijau, Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

LANGITKU.NET, Jakarta – Apel merupakan salah satu buah yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Sebab, apel kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
Ada banyak jenis-jenis apel yang dijual di pasaran. Namun, pada umumnya masyarakat membedakannya dari segi warna, yakni apel merah dan apel hijau.

Meski sama-sama apel, tetapi apel merah dan apel hijau memiliki kandungan nutrisi yang sedikit berbeda. Lantas, lebih sehat apel merah atau apel hijau? Biar nggak penasaran, simak pembahasannya dalam artikel ini.

Apel Merah Vs Apel Hijau, Lebih Sehat Mana?

Sebagian orang meyakini kalau apel merah lebih baik daripada apel hijau. Namun, beberapa masyarakat justru percaya sebaliknya. Hal ini kerap menjadi perdebatan ketika ingin membeli apel di pasar atau toko buah.

Mengutip Times of India, sebenarnya baik apel merah maupun apel hijau sama-sama mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Kedua jenis apel ini mengandung antioksidan tinggi, pektin, flavonoid, dan quercetin.

Sejumlah nutrisi tersebut mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif serta mengurangi risiko berbagai penyakit, seperti jantung dan hati kronis.

Apel juga termasuk salah satu buah yang rendah serat dan kalori. Alhasil, apel sangat cocok dikonsumsi bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan.

Meski begitu, memang ada sejumlah perbedaan kecil antara apel merah dan apel hijau, terutama dari segi kandungan nutrisinya.

Dilansir Only My Health, apel hijau mengandung sumber vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K yang lebih baik daripada apel merah. Selain itu, apel hijau juga mengandung lebih banyak zat besi, kalium, serta protein dibandingkan apel merah.

Baik apel merah dan apel hijau memiliki jumlah serat yang sama. Tetapi, apel hijau 10 persen lebih rendah kalori dan karbohidrat ketimbang apel merah.

Menurut sejumlah penelitian, apel hijau lebih baik dikonsumsi bagi orang-orang yang sedang diet. Apabila yang ingin mencoba mengurangi asupan gula, maka disarankan untuk mengkonsumsi apel hijau.

Perlu diketahui, kandungan gula pada apel merah sedikit lebih tinggi daripada apel hijau. Namun jangan khawatir, sebab gula pada apel merah merupakan sumber antioksidan yang baik untuk tubuh.

Selain itu, kandungan zat beta karoten pada apel merah lebih tinggi sekitar 50 persen daripada apel hijau. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh warna apel. Sedikit informasi, warna kulit pada apel merah disebabkan oleh pigmen khusus yang disebut antosianin.

Kesimpulannya, baik apel merah dan apel hijau memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama. Meski apel hijau dinilai lebih kaya gizi, namun bukan berarti apel merah jadi dianggap sebelah mata.

Sederhananya, jika ingin mendapatkan asupan antioksidan tinggi maka disarankan mengkonsumsi apel merah. Apabila ingin menurunkan berat badan sebaiknya konsumsi apel hijau. Tapi, tidak ada salahnya juga untuk mengkonsumsi kedua jenis apel tersebut karena sama-sama sehat.

Manfaat Apel Merah dan Apel Hijau

Karena kandungan nutrisinya tak jauh berbeda, maka manfaat yang didapat dari apel merah dan apel hijau juga hampir sama. Sejumlah manfaat dari kedua jenis apel tersebut di antaranya:

  1. Membantu melancarkan sistem pencernaan
  2. Meredakan sembelit
  3. Mendorong pertumbuhan bakteri sehat di usus
  4. Dapat menurunkan berat badan
  5. Meningkatkan kesehatan fungsi paru-paru.

Demikian perbedaan antara apel merah dan apel hijau dari segi kandungan gizi dan nutrisinya. Agar lebih sehat, perbanyak makan buah-buahan ya!

 

 

 

 

 

 

 

source : health.detik.com

read more
Health

Good Bye Bau Mulut! Ini Tips Jitu untuk Menjaga Kesehatan Mulut saat Berpuasa!

“Meski bau mulut saat puasa kerap kali terjadi dan merupakan hal yang wajar, kamu tetap bisa mengatasinya dengan beberapa hal ini!

 

LANGITKU.NET, Jakarta – Masalah bau yang kurang sedap pada mulut saat berpuasa memang wajar terjadi. Hal ini dikarenakan produksi air liur yang berkurang, yang disebabkan oleh kurangnya asupan cairan. Namun, yang paling penting adalah memastikan bau mulut yang terjadi bukan karena suatu penyakit pada mulut. Makanya, penting banget melakukan beberapa hal berikut supaya kesehatan mulut terjaga selama berpuasa!

Menyikat gigi sebelum tidur dan setelah sahur

Supaya kamu terhindar dari bau mulut, menyikat gigi adalah sebuah keharusan yang nggak boleh dilupakan. Sebelum tidur, kamu wajib menyikat gigi supaya sisa makanan setelah berbuka puasa nggak menempel di sela-sela gigi. Nggak cuma sebelum tidur saja, kamu bisa menambahkan rutinitas menyikat gigi setelah sahur. Hal ini perlu dilakukan supaya sisa makanan nggak menumpuk di sela-sela gigi saat berpuasa. Saat puasa pun produksi air liur bisa berkurang dan makin menyebabkan bau yang nggak sedap.

Supaya menyikat gigi lebih optimal, kamu bisa memilih sikat gigi elektrik, lho. Philips baru saja meluncurkan Philips Sonicare Seri 3000 dan Seri 1000 dengan teknologi SmarTimer 2 menit dan QuadPacer 30 detik sebagai pengatur waktu. Jadi, kamu nggak bisa asal-asalan sikat gigi dengan cepat Selain itu, terdapat 31.000 getaran bulu sikat per menit yang lembut, tapi tetap kuat membersihkan gigi dan gusi. Jadi, hasil menyikat gigi juga lebih maksimal, deh!

Hindari makanan berbau tajam

Supaya aroma mulut nggak makin bau, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang berbau menyengat. Makanan dengan bau yang tajam misalnya petai, jengkol, durian, dll ini bisa menyisakan bau di mulut dan bikin aroma yang nggak sedap. Nggak cuma itu saja, aromanya juga bisa bertahan lama selama kamu puasa, lho.

Gunakan obat kumur

Untuk membuat mulut terasa lebih segar dan nggak bau, kamu bisa berkumur dengan obat kumur. Lakukanlah di malam hari, supaya menghindari obat kumur tertelan saat berpuasa. Nah, salah satu tips yang bisa kamu lakukan yaitu memilih obat kumur yang nggak mengandung alkohol, supaya nggak bikin mulut kering! Opsinya juga ada banyak, mulai dari Dentiste Premium and Natural Oral Rinse, Listerine Multi Protect Zero, Pepsodent Mouthwash Sensitive Expert, Total Care Siwak Salt, dan juga Colgate Plax Peppermint Fresh.

Konsumsi buah dan sayur

Dibanding mengonsumsi makanan yang berbau tajam, kamu bisa memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Yup, buah dan sayur mengandung banyak vitamin, misalnya vitamin C. Vitamin C jadi dalah satu vitamin yang baik untuk mengatasi masalah mulut, seperti sariawan, infeksi, dan lainnya. Sehingga, mulut kamu pun terasa lebih sehat!

Itulah keempat tips yang bisa kamu ikuti untuk mengatasi bau mulut saat puasa. Mudah sekali, kan? Jangan lupa diikuti selama berpuasa, ya!

 

 

 

 

 

 

source : editorial.femaledaily.com

images : freeprik

read more
1 2 3 14
Page 1 of 14