close

Showbiz

Showbiz

Panitia Makassar Jazz Festival 2026 Sambangi Dinas Pariwisata Makassar, Matangkan Persiapan Event

LANGITKU.NET, Makassar – Panitia penyelenggara Makassar Jazz Festival (MJF) 2026 melakukan audiensi dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar guna memantapkan persiapan pelaksanaan event yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026 di kawasan bersejarah Fort Rotterdam. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pariwisata Kota Makassar dan menjadi bagian dari koordinasi intensif menjelang pelaksanaan festival musik jazz terbesar di Kota Makassar.

Dalam pertemuan tersebut, pihak promotor, Makassar Media One, memaparkan berbagai rencana teknis dan konsep pelaksanaan Makassar Jazz Festival 2026. Selain membahas kesiapan venue dan rangkaian acara utama, panitia juga menyampaikan agenda pelaksanaan launching Road to Makassar Jazz Festival yang akan digelar dalam waktu dekat sebagai bagian dari promosi awal festival.

Launching Road to Makassar Jazz Festival direncanakan melibatkan berbagai komunitas jazz di Makassar, mulai dari praktisi musik, pemerhati, hingga para penggiat jazz. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung perkembangan ekosistem musik jazz di Kota Makassar.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, yang didampingi Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Makassar, Zulkifli Salam. Sementara dari pihak Makassar Media One hadir Yosi NR, Jerry Toisa, dan Darul sebagai perwakilan panitia penyelenggara.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyambut baik rencana pelaksanaan Makassar Jazz Festival 2026 dan menilai kegiatan tersebut memiliki potensi besar dalam memperkuat citra Makassar sebagai kota kreatif dan destinasi wisata berbasis event.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Makassar Jazz Festival 2026. Event seperti ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi seni dan musik, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan sukses,” ujarnya.

Perwakilan Makassar Media One, Yosi NR, mengungkapkan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Makassar. Menurutnya, sinergi antara penyelenggara dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menghadirkan festival yang berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas sambutan dan dukungan dari Dinas Pariwisata Kota Makassar. Makassar Jazz Festival 2026 kami harapkan menjadi ruang kolaborasi bagi para musisi, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat luas. Dukungan pemerintah menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan festival yang lebih baik dan lebih besar tahun ini,” kata Yosi.

Dengan semakin matangnya persiapan yang dilakukan panitia bersama Pemerintah Kota Makassar, Makassar Jazz Festival 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pusat perkembangan musik jazz di Indonesia.

read more
Showbiz

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Resmi Perkenalkan Lineup dan Konsep Baru

LANGITKU.NET, Jakarta – Suasana penuh antusias terasa dalam kegiatan press conference myBCA International Java Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 di Geneva Ballroom lantai 7, Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Konferensi pers ini menjadi momentum penting menjelang perhelatan festival jazz terbesar di Asia Tenggara yang akan digelar pada 29–31 Mei 2026 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition) PIK 2, Tangerang. Sejumlah musisi seperti Slank, Nikita Dompas, Elfa Zulham dll turut hadir, selain media partner, hingga sponsor juga terlibat di acara konferensi pers ini untuk menyambut gelaran yang memasuki tahun ke-21 penyelenggaraannya tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur PT Java Festival Production, Dewi Gontha, menegaskan bahwa myBCA International Java Jazz Festival 2026 hadir dengan semangat transformasi melalui venue baru dan pengalaman festival yang lebih segar. “Tahun ini kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih fresh dan lebih luas bagi audiens. Venue baru memberi kami ruang lebih besar untuk berkreasi dan menghadirkan konsep festival kelas dunia,” ujar Dewi dalam sesi konferensi pers.

Selain menghadirkan konsep baru, festival tahun ini juga akan diramaikan sederet musisi internasional dan nasional lintas generasi. Nama-nama besar seperti Jon Batiste, wave to earth, Earth, Wind & Fire featuring Al McKay, hingga Incognito dipastikan tampil memeriahkan panggung festival. Dari Indonesia, penonton juga akan disuguhkan penampilan dari Slank, Maliq & D’Essentials, RAN, dan sejumlah nama lainnya.

Dalam konferensi pers tersebut, pihak sponsor utama juga menyoroti kolaborasi strategis antara myBCA dan Java Jazz Festival sebagai bagian dari dukungan terhadap industri kreatif Indonesia. Perwakilan BCA menyebut kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi digital bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat ekosistem hiburan dan musik tanah air. Berbagai promo tiket hingga sistem cashless disiapkan demi memberikan pengalaman festival yang lebih nyaman dan modern bagi para penonton.

myBCA International Java Jazz Festival 2026 diharapkan kembali menjadi magnet bagi pecinta musik dari dalam maupun luar negeri. Dengan konsep baru, venue yang lebih luas, serta lineup musisi internasional dan nasional yang beragam, festival ini diyakini akan menghadirkan pengalaman musik yang lebih imersif dan berkelas dunia. Gelaran tahun ini juga menjadi simbol perjalanan panjang Java Jazz Festival dalam menjaga eksistensinya sebagai salah satu festival musik paling bergengsi di kawasan Asia.

 

 

liputan dan foto oleh : Mutiara

read more
Showbiz

Java Festival Production Sediakan Layanan Shuttle Khusus ke myBCA International Java Jazz Festival 2026

LANGITKU.NET, Jakarta – Memasuki perhelatan myBCA International Java Jazz Festival 2026 yang akan berlangsung pada 29, 30, dan 31 Mei 2026 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition) PIK 2, Java Festival Production terus berupaya menghadirkan pengalaman festival yang lebih nyaman dan terintegrasi bagi para pengunjung. Layanan ini tersedia di beberapa titik strategis yang mudah diakses oleh masyarakat. 

Layanan Shuttle Khusus/Rutin myBCA International Java Jazz 2026

Seiring dengan lokasi baru festival, Java Festival Production berkomitmen untuk memudahkan mobilitas pengunjung dan pekerja melalui layanan shuttle khusus menuju venue dengan jadwal waktu rutin, sehingga memudahkan akses masyarakat untuk menghadiri acara festival ini melalui titik-titik keberangkatan dan kepulangan strategis di Jakarta hingga beberapa area di luar Jakarta. 

“Selain menyajikan pertunjukan musik kelas dunia, kami juga ingin memastikan perjalanan menuju dan dari festival dapat dinikmati dengan nyaman, tidak hanya oleh pengunjung tetapi juga oleh para pekerja acara, dengan menyediakan layanan transportasi khusus ke lokasi festival. Kami berkolaborasi dengan perusahaan transportasi umum untuk menyediakan layanan ini dengan harapan dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu bagi penonton dan pekerja, serta mengurangi kemacetan lalu lintas.” ujar Dewi Gontha, Direktur Utama PT Java Festival Production. 

AKU JEJE dalam Kemeriahan Bus Tour Experience myBCA International Java Jazz Festival 2026
AKU JEJE dalam Kemeriahan Bus Tour Experience myBCA International Java Jazz Festival 2026

Untuk mendukung kemudahan akses menuju dan dari area festival, Java Festival Production bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menyediakan layanan shuttle khusus/rutin, antara lain Blue Bird Group, TransRoyal dari TransJakarta, dan KAI Bandara. 

Baik pengunjung maupun pekerja dapat memanfaatkan layanan shuttle khusus/rutin secara cuma-cuma dari Bluebird Group yang akan langsung menuju NICE PIK 2. Layanan ini akan tersedia dari Lippo Mall Kemang, Plaza Senayan, fX Sudirman, dan Sarinah Thamrin (PP), serta tersedia secara eksklusif selama periode festival pada 29–31 Mei 2026. 

Selain itu, akan tersedia pula layanan Cititrans dari Bluebird Group yang menyediakan rute langsung menuju NICE PIK 2 dari Bandung, dengan titik keberangkatan di Dipati Ukur, Cihampelas Walk, dan Pasteur, serta beroperasi pada 29–31 Mei 2026. 

Layanan shuttle khusus/rutin menuju NICE, PIK 2 juga hadir melalui layanan Royaltrans dari TransJakarta dari berbagai lokasi strategis, termasuk Dukuh Atas, Cilandak Town Square (CITOS), Alam Sutera, Gambir, TMII, Tanjung Duren, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta (PP). Layanan ini tersedia secara eksklusif pada 30–31 Mei 2026.

Selama penyelenggaraan festival, jam operasional KAI Bandara rute Stasiun BNI City – Stasiun Bandara Soekarno-Hatta akan ditambah. Dan untuk memudahkan para penonton serta pekerja, dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta ke NICE, PIK 2, serta sebaliknya, akan tersedia juga layanan shuttle khusus/rutin dari TransRoyal dari TransJakarta. 

Info lengkap rute, jadwal, dan cara pemesanan tempat duduk untuk layanan shuttle khusus/rutin akan tersedia di situs resmi www.javajazzfestival.com. 

read more
Showbiz

Pranayama Concert Dewa Budjana di Kemang: Ketika Musik Menjadi Ruang Hening yang Penuh Makna

LANGITKU.NET, Jakarta – Malam turun tanpa tergesa di Deheng House Kemang, Jumat, 10 April 2026. Dalam ruang yang intim, nada-nada mulai tumbuh perlahan, seperti napas pertama setelah jeda panjang. Konser bertajuk “Pranayama” dari Dewa Budjana tidak terasa seperti sebuah permulaan, melainkan kelanjutan dari sesuatu yang telah lama hidup dan berkembang dalam dirinya.

Di tengah lanskap industri musik yang serba cepat dan instan, konser ini hadir sebagai bentuk perlawanan yang tenang namun tegas. “Hari ini musik sering dituntut untuk langsung ‘kena’, padahal tidak semua hal harus tergesa,” ungkap Budjana dalam suasana santai usai pertunjukan. Ia menegaskan bahwa konser ini bukan tentang relevansi, melainkan upaya menjaga esensi musik agar tidak kehilangan kedalaman.

Perjalanan musikal Budjana sendiri menunjukkan transformasi yang signifikan. Dikenal luas lewat kiprahnya bersama GIGI sebagai gitaris dengan disiplin rock yang presisi, kini ia bergerak menuju wilayah yang lebih cair seperti jazz fusion dan eksplorasi etnik. “Saya tidak lagi bermain untuk menunjukkan teknik, tapi untuk mendengar,” ujarnya, menggambarkan fase bermusiknya saat ini.

Dalam sejumlah nomor seperti “Naurora” hingga “Dedaraku,” Budjana menunjukkan pendekatan yang lebih menahan diri. Ia memberi ruang pada komposisi untuk bernapas, alih-alih mengisinya dengan kompleksitas teknis. Pilihan ini menghadirkan kedalaman emosional yang justru menjadi kekuatan utama konser tersebut.

Kekuatan “Pranayama Concert” juga terletak pada para kolaborator yang tampil bukan sekadar sebagai pengiring. Shadu Rasjidi menghadirkan permainan bass yang naratif, sementara Yandi Andaputra menciptakan ketegangan lewat pendekatan ritmis yang ekonomis. Di sisi lain, Dio Siahaan dan Irsa Destiwi membangun dialog antara elektronik dan akustik, khususnya dalam lagu “Surya Namaskar.”

Nuansa etnik turut diperkuat oleh Jaeko Siena yang menghadirkan warna tradisi tanpa terjebak pada eksotisme berlebihan. Sementara itu, kehadiran Endah Widiastuti dalam segmen “Dawaiku” hingga “Karma” memberi sentuhan personal yang intim. “Saya ingin vokal hadir sebagai rasa, bukan sekadar lirik,” kata Endah singkat.

Puncak reflektif konser terjadi saat nomor “Pranayama” dimainkan. Seluruh elemen musik menyatu tanpa dominasi, termasuk gitar Budjana yang justru melebur dalam harmoni. Seorang penonton, Dinda, yang datang dari Bogor, mengungkapkan kesannya, “Rasanya bukan habis nonton konser, tapi seperti habis diam bersama banyak orang—diam yang penuh. Jarang ada musik yang membuat saya tidak ingin langsung bicara setelahnya.”

Konser ditutup melalui “Dreamland” dan “Waturenggong” tanpa ledakan besar, namun meninggalkan kesan mendalam. “Pranayama Concert” tidak menawarkan kepuasan instan, melainkan pengalaman kontemplatif yang baru terasa maknanya setelah waktu berlalu. Dalam kesederhanaannya, konser ini menegaskan bahwa musik bukan sekadar produk, melainkan laku—proses masuk ke dalam diri yang semakin jarang ditemukan di tengah hiruk-pikuk industri modern.

 

 

Foto: dok.Mudya Musikeras

read more
Showbiz

“100 Swara Eid Catch-up”, Lebih dari Sekadar Reuni, Ini Perayaan Persaudaraan

LANGITKU NET, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan digital yang serba cepat dan sementara, momen pertemuan nyata kembali menghadirkan makna mendalam melalui gelaran halal bihalal bertajuk “100 Swara Eid Catch-up”. Acara ini menjadi lebih dari sekadar ajang temu kangen, melainkan ruang untuk merayakan kebersamaan, persahabatan, dan persaudaraan lintas waktu.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 4 April 2025, di Kofi&Ti Deheng House ini merupakan hasil kolaborasi antara WAG Swara, Deheng House, dan DSS Music Studio. Sinergi antarpenyelenggara menghadirkan energi positif yang mempertemukan kembali hubungan yang sebelumnya terjalin di ruang digital ke dalam kehangatan dunia nyata.

Sebanyak 100 anggota WAG Swara yang terdiri dari artis, musisi, dan pelaku industri hiburan turut hadir memeriahkan acara tersebut. Sejak awal kegiatan, suasana akrab langsung terasa melalui gelak tawa, pelukan hangat, serta percakapan yang mengalir tanpa sekat. Halal bihalal ini pun menjadi momentum memperbarui ikatan emosional yang sempat terhalang kesibukan.

Salah satu panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan biasa. “Ini bukan hanya soal berkumpul, tetapi bagaimana kami merayakan kembali hubungan yang sudah terbangun lama. Ada rasa kekeluargaan yang kuat di sini,” ujarnya.

Musik menjadi elemen penting yang menghidupkan suasana sepanjang acara. Deretan penampilan live music menghadirkan nuansa emosional yang mendalam, di mana setiap lagu menjadi medium untuk mengekspresikan kenangan dan harapan. “Musik di sini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi bahasa yang menyatukan kami semua,” ungkap salah satu peserta.

Atmosfer yang tercipta pun terasa begitu organik tanpa batas antara penampil dan audiens. Semua yang hadir larut dalam satu frekuensi yang sama, menciptakan pengalaman kolektif yang intim. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa musik mampu menjadi ruang pertemuan yang menyatukan, bukan sekadar tontonan.

Lebih dari itu, “100 Swara Eid Catch-up” menjadi simbol kuat bahwa sebuah komunitas dapat tumbuh menjadi keluarga yang solid. WAG Swara tidak lagi sekadar grup percakapan, melainkan entitas sosial yang saling mendukung dan menjaga satu sama lain. Acara ini pun meninggalkan pesan mendalam bahwa di tengah dunia yang semakin bising, harmoni justru lahir dari keberagaman suara yang bersatu.

read more
Showbiz

Kolaborasi Al Markaz dan Bank Mega Syariah Hadirkan Festival Bedug Ramadhan 2026

LANGITKU.NET, Makassar – Festival Bedug Ramadhan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar resmi digelar pada tanggal 18–19 Maret 2026 di panggung utama Plaza Al Markaz Al Islami. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda “Kemilau Ramadhan” yang menghadirkan nuansa religi dengan sentuhan seni budaya khas Islam, sekaligus menjadi ruang silaturahmi masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi
Selatan.

Selain Festival Bedug, panitia juga menyelenggarakan lomba Senandung Asmaul Husna antar Majelis Taklim. Kedua kegiatan ini menjadi daya tarik utama karena tidak hanya menampilkan kreativitas peserta, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual melalui lantunan dzikir dan irama bedug yang khas.

Festival Bedug diikuti oleh enam peserta yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar. Sementara itu, lomba Senandung Asmaul Husna diikuti oleh delapan Majelis Taklim yang juga mewakili berbagai wilayah di
Sulawesi Selatan, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan.

Panitia kegiatan dari Darul Aqsa menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk menghidupkan syiar Islam dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjadi wadah ekspresi seni religi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Mega Syariah sebagai sponsor utama. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah bagi para pemenang lomba. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung kegiatan positif berbasis syariah dan pemberdayaan umat,” ungkap perwakilan Bank Mega Syariah.

Kolaborasi antara Masjid Al Markaz Al Islami dan Bank Mega Syariah mencerminkan kesamaan visi dalam mengembangkan syiar Islam melalui pendekatan seni dan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan industri kreatif di Sulawesi Selatan, dengan tetap merangkul inovasi digital serta melibatkan berbagai komunitas lokal.

Dengan terselenggaranya Festival Bedug dan lomba Senandung Asmaul Husna ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam semakin tumbuh di tengah masyarakat. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas (*).

read more
Showbiz

myBCA International Java Jazz Festival 2026 Masuki Tahun ke-21, Hadir di Lokasi Baru NICE PIK 2

LANGITKU.NET, Jakarta – Memasuki tahun ke-21 penyelenggaraannya, myBCA International Java Jazz Festival 2026 menghadirkan babak baru yang lebih ambisius dengan menggandeng PT Bank Central Asia Tbk sebagai sponsor utama. Festival musik jazz terbesar di Asia ini juga akan berpindah ke lokasi baru bertaraf internasional, yakni NICE (Nusantara International Convention Exhibition) di kawasan Pantai Indah Kapuk 2. Diselenggarakan oleh Java Festival Production, festival ini dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Mei 2026 dengan konsep yang lebih luas, modern, dan inklusif bagi penikmat musik dari berbagai generasi.

Kolaborasi antara penyelenggara festival dan BCA disebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri kreatif di Indonesia. Selain dukungan sebagai sponsor utama, BCA juga menghadirkan berbagai solusi pembayaran digital terintegrasi, program promosi tiket eksklusif, hingga berbagai aktivitas keterlibatan pelanggan yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, mulai dari pembelian tiket hingga transaksi selama festival berlangsung.

Direktur Utama Java Festival Production, Dewi Gontha, menyebut kolaborasi tersebut sebagai kemitraan strategis jangka panjang. “Kolaborasi ini mewakili lebih dari sekadar sponsor. Ini adalah kemitraan strategis yang mendukung keberlanjutan jangka panjang ekosistem kreatif Indonesia. Bersama BCA, kami membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan musik live di Indonesia,” ujar Dewi dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa selama lebih dari dua dekade festival ini berkembang bersama komunitas musik lintas generasi. “Selama lebih dari dua dekade, Java Festival Production tumbuh bersama para musisi, partner, dan penikmat musik lintas generasi. Di tahun ke-21 ini, myBCA International Java Jazz Festival 2026 membuka babak baru dengan semangat yang lebih segar, lokasi baru NICE PIK 2 yang lebih dekat dengan akses internasional, serta komitmen untuk menghadirkan pengalaman festival berkelas dunia yang lebih luas,” kata Dewi. Ia juga menyebut bahwa selain pertunjukan musik, festival tahun ini akan menghadirkan karya seni dari sejumlah seniman Indonesia.

[Ki-Ka] The Seciorias, Norisa, Dewi Gontha, Willy Budiman, Nikita Dompas, Sandy dalam Press Conference 1 myBCA International Java Jazz Festival

Pada edisi tahun ini, festival akan menghadirkan 10 panggung megah yang tersebar di area NICE PIK 2. Setiap panggung akan menampilkan kurasi musikal yang berbeda, mulai dari jazz klasik hingga berbagai eksplorasi genre turunannya. Area yang lebih luas dan fasilitas yang modern diharapkan dapat menghadirkan pengalaman festival yang lebih imersif bagi pengunjung.

Dari sisi lineup, festival ini kembali menghadirkan perpaduan musisi internasional dan nasional. Salah satu penampil yang paling dinanti adalah penyanyi R&B peraih Grammy Award Ella Mai yang dikenal lewat lagu hits seperti Boo’d Up dan Trip. Selain itu, deretan musisi internasional lain yang akan tampil antara lain Jenevieve, aron!, João Sabiá, Frank McComb, hingga orkestra Brasil Camerata Florianopolis. Sementara dari Indonesia, nama-nama seperti Maliq & D’Essentials, RAN, Slank, Ziva Magnolya, hingga Bilal Indrajaya akan turut meramaikan panggung festival, menjadikan perayaan musik tahun ini sebagai salah satu yang paling dinanti di kawasan Asia.

read more
Showbiz

Wujudkan Cinta Budaya Sulawesi Selatan Melalui Festival Societeit De Harmonie

LANGITKU.NET, Makassar – Dinas Kebudayaan Dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan,melalui UPT Museum Mandala dan Societeit De  Harmonie menyelenggarakan Festival Societeit De Harmonie Makassar yang berlangsung pada Senin (26/6/2023) di gedung kesenian Societeit De Harmonie Makassar.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel yang disampaikan Sekretaris Disbudpar Devy Khadafi menyatakan bahwa kegiatan Festival Societeit De Harmonie bertujuan untuk meningkatkan apresiasi seni masyarakat pada umumnya dan para pelaku seni yang ikut berpartisipasi pada festival tersebut.

“Gedung Societeit De Harmonie sebagai bangunan cagar budaya peninggalan era kolonialisme merupakan sarana berkesenian di daerah yang di harapkan dapat membangun citra budaya Sulawesi Selatan” ungkapnya.

Kegiatan festival Societeit De Harmonie sebagai wahana untuk bersilaturahmi bagi para pelaku seni serta saling berbagai pengalaman dalam melahirkan karya – karya seni yang bernilai tinggi yang menjadi kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Gedung Kesenian Societeit De Harmonie sebagai rumah strategis untuk terus menampilkan produk – produk budaya untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa khususnya budaya Sulawesi Selatan” ujar Devy Khadafi.

Diakhir sambutannya kepala dinas kebudayaan dan pariwisata sulawesi selatan menyampaikan terimakasih yang sebesar besarnya kepada narasumber pengamat seni budaya dan seluruh insan seni yang turut berpartisipasi dalam  kegiatan ini. (*)

read more
Showbiz

Mantan Bos BlackBerry Bingung Lihat Film BlackBerry

LANGITKU.NET, Jakarta – Jim Balsillie dulu adalah co-CEO BlackBerry yang awalnya bernama Research in Motion (RIM), bersama koleganya Mike Lazaridis. Dia pun ikut menonton film BlackBerry yang baru-baru ini mulai ditayangkan di bioskop. Apa tanggapannya?
Dalam film itu, pendiri BlackBerry Mike Lazaridis dan Douglas Fregin menjadi bintang utama, demikian juga Balsillie yang mereka ajak membesarkan BlackBerry. Karakter Balsillie yang diperankan oleh Glenn Howerton berhasil menarik perhatian.

Balsillie digambarkan sebagai perpaduan antara antagonis dan protagonis, meledak-ledak dan penuh sumpah serapah, dan di saat yang sama membuat BlackBerry berjaya. Balsillie yang sebenarnya pun menontonnya dan kaget karena merasa sosok di layar lebar tidak menggambarkan dirinya.

“Ketika aku pertama kali melihatnya, aku merasa kebingungan selama sekitar lima meni. Dan kemudian kupikir oke, kami memang sedang di-roast di sini. Ini satir,” kata Balsillie.

Balsillie pun tak keberatan digambarkan seperti itu. “Mereka mengambil sebagian elemen kebenaran, yaitu siapa aku, dan mereka memainkan hal itu. Aku agresif, aku kompetitif, aku ambisius. Aku punya hal itu,” tambah dia.

Memang film BlackBerry yang mulai tayang di Kanada pada 12 Mei, bernuansa komedi satir. Adegannya pun tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Film ini menceritakan kelahiran BlackBerry, kejayaannya dan kejatuhannya yang tragis.

Film ini berhasil menuai pujian dari banyak kritikus, di mana situs Rotten Tommatoes yang menghimpun review memberinya rating 97%. “BlackBerry adalah salah satu biopik bisnis terbaik yang pernah saya lihat. Film ini adalah roller coaster yang bisa dinikmati penonton,” sebut The Atlantic.

“Skenarionya yang tajam dan sinematografi bergaya dokumenter membuat BlackBerry terasa realistis,” tulis kritikus Russ Simmons.

“Sebuah drama yang benar-benar menghibur dengan komedi yang sempurna dari para pemerannya. Ada banyak kemanusiaan dalam menggambarkan tiga kutu teknologi yang rumit dan sangat ambisius ini dan sutradara Matt Johnson lebih dari mampu membuatnya tetap membumi dan menarik,” tulis kritikis Jim Laczkowski.

 

 

 

 

 

 

source : inet.detik.com

read more
Showbiz

Youn Yuh-jung, Pemain Minari dan Aktris Korea Pertama Peraih Oscar

LAMGITKU NETWORKS, Jakarta – Kejutan demi kejutan terus berlanjut dalam pergelaran Oscar 2021.

Setelah Chloe Zhao sukses mencatatkan namanya sebagai sutradara perempuan Asia pertama yang meraih Oscar, Youn Yuh-jungmengikuti jejaknya dengan menjadi aktris Korea pertama yang memenangi Academy Awards.

Yuh-jung sukses mengalahkan Maria Bakalova, Glenn Close, Olivia Colman, dan Amanda Seyfried.

Pidato kemenangan Youn Yuh-jung sekaligus menjadi pidato kemenangan terlucu yang berhasil mengocok perut para tamu undangan.

Sebelum memulainya, ia bahkan sempat menggoda Brad Pitt yang bertugas sebagai orang yang mengumumkan pemenang di kategori Aktris Pendukung Terbaik.

“Tuan Brad Pitt, akhirnya kita bertemu. Senang bertemu dengan Anda,” ucap Yuh-jung diiringi tawa membahana para tamu undangan.

Lalu, Youn Yuh-jung berkelakar tentang orang-orang Eropa dan Amerika yang kerap salah menyebutkan namanya.

“Seperti yang kalian tahu, aku berasal dari Korea. Banyak orang Eropa dan Amerika yang salah menyebutkan namaku. Namun, malam ini kalian semua aku maafkan,” katanya.

Youn Yuh-jung tampil memukau sebagai Soon-ja di film Minari.

Kemenangan Youn Yuh-jung sekaligus menggagalkan mimpi Glenn Close untuk meraih Oscar perdananya.

Sepanjang kariernya, Glenn Close sudah delapan kali masuk nominasi, tetapi tak pernah berhasil pulang membawa Piala Oscar.

 

 

 

 

 

source : kompas.com

read more
1 2 3
Page 1 of 3