close
DaerahNews

Munafri Beberkan Kondisi Kritis TPA, Ajak DPRD Kawal Gerakan Pilah Sampah

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kebijakan pemilahan sampah dari rumah tangga yang saat ini diterapkan Pemerintah Kota Makassar bukan sekadar program inisiatif. Melainkan langkah darurat untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman krisis pengelolaan sampah.

Penegasan itu disampaikan Munafri saat menanggapi masukan sejumlah fraksi pada Rapat Paripurna Persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Aula Sipakalebbi Balaikota Makassar, Rabu (29/07/2026). Terlepas dari Ranperda yang disetujui, sejumlah fraksi menyoroti minimnya sosialisasi kebijakan pemilahan sampah.

Munafri mengakui masih terdapat kekurangan dalam proses edukasi kepada masyarakat. Namun, ia menegaskan pelaksanaan kebijakan tersebut tidak bisa ditunda mengingat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makassar yang sudah berada pada kondisi kritis.

“Kami mengakui sosialisasinya belum maksimal. Tetapi kondisi yang kami hadapi tidak memungkinkan untuk menunggu lebih lama. Ini bukan sekadar soal sampah, tetapi menyangkut keselamatan lingkungan dan masa depan Kota Makassar,” ujarnya.

Munafri mengungkapkan, sistem pengelolaan persampahan Makassar selama ini termasuk salah satu yang paling bermasalah di Indonesia. Status TPA seluas sekitar 21 hektare masih beroperasi dengan sistem open dumping berpotensi mendapatkan sanksi pidana karena tidak lagi memenuhi standar pengelolaan lingkungan.

“Pemerintah tidak punya pilihan selain mempercepat transformasi dari open dumping menuju sanitary landfill. Alhamdulillah, hari ini progres pembenahan sudah mencapai hampir 80 persen,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah TPA bertransformasi penuh menjadi sanitary landfill pada 1 Agustus mendatang, hanya sampah residu yang boleh dibuang ke lokasi tersebut. Karena itu, pemilahan sampah sejak dari rumah tangga menjadi syarat utama agar sistem baru dapat berjalan.

“Modalnya cuma dua ember. Satu untuk sampah organik, satu lagi untuk sampah nonorganik. Tidak ada yang sulit kalau kita mulai bersama,” ucapnya.

Lebih jauh, ia menyebut pemilahan sampah bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi anggaran daerah. Selama ini lebih dari 70 persen biaya pengelolaan sampah terserap untuk operasional pengangkutan.

Apabila hanya sampah residu yang diangkut menuju TPA, beban operasional dapat ditekan secara signifikan sehingga anggaran dapat dialihkan untuk pembangunan sektor lain yang lebih produktif.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Makassar juga telah memperluas pembangunan TPS 3R di seluruh kecamatan, mendistribusikan komposter dan Teba-Teba modern di tingkat RT/RW, memperkuat bank sampah unit, hingga mengembangkan rumah maggot sebagai bagian dari sistem ekonomi sirkular.

Munafri juga mengungkapkan potensi ekonomi dari pemilahan sampah plastik. Menurutnya, harga plastik bekas di Makassar saat ini berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram, sementara industri daur ulang membutuhkan pasokan hingga 40–50 ton setiap hari.

Artinya, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai justru dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat apabila dipilah sejak dari rumah.

Selain itu, Pemkot juga tengah mengembangkan pemanfaatan gas metana dari TPA untuk disalurkan ke rumah tangga sebagai energi alternatif, sehingga dapat membantu mengurangi pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan gas memasak.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan tersebut adalah membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir yang berkelanjutan.

“Kita tidak sedang bicara soal memilah sampah semata. Kita sedang bicara tentang masa depan lingkungan, efisiensi anggaran, dan ekonomi sirkular yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Tidak sampai disitu, Munafri turut mengajak seluruh anggota DPRD menjadi teladan di tengah masyarakat. Munafri mengajar para anggota dewan memulai kebiasaan memilah sampah dari rumah masing-masing serta ikut menyosialisasikan kebijakan tersebut di daerah pemilihannya.

Menurutnya, perubahan kebiasaan memang tidak mudah, tetapi harus dimulai sekarang agar Kota Makassar tidak menghadapi persoalan lingkungan yang lebih besar di masa mendatang.

“Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?” pungkasnya.(*)

read more
DaerahNews

Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu, Minta Dukungan Masyarakat

LANGITKU.NET, Toraja Utara – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan Ground Breaking pembangunan ruas Rantepao-Pangala-Baruppu-Batas Provinsi Sulawesi Barat, di Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Tana Toraja Frederik Victor Palimbong, dan Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi.

Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu-Batas Provinsi Sulbar merupakan bagian dari Paket 6 Multiyears Project (MYP) dengan total nilai anggaran Rp239 miliar.

Khusus di Kabupaten Toraja Utara, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp42,7 miliar untuk penanganan empat ruas jalan, yakni ruas Tedong Bonga-Buntao-Batas Kabupaten Luwu, ruas Rantepao-Sa’dan-Batas Kabupaten Luwu, ruas Batas Kabupaten Tana Toraja (Madandan)-Alang Alang-Rantepao, serta ruas Rantepao-Pangala-Baruppu-Batas Provinsi Sulbar.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman mengatakan, pembangunan ruas tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang dinantikan masyarakat, mengingat kondisi jalan yang cukup ekstrem dan kerap mengalami longsor.

“Saya berharap dukungan masyarakat. Ini adalah pekerjaan jalan yang dinantikan karena kondisi jalan yang cukup ekstrem karena jalan sering longsor,” kata Andi Sudirman.

Ia berharap seluruh proses pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita doakan semoga sukses dan lancar,” ujarnya.

Pembangunan ruas jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Toraja Utara dan sekitarnya. (*)

read more
DaerahNews

Munafri Resmikan MCH Kedua di Jalan Nusantara, Jadi Ruang Tumbuh Anak Muda Kreatif

LANGITKU.NET, Makassar – Komitmen Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam menghadirkan ruang-ruang kreatif sebagai pusat kolaborasi, edukasi, dan akselerasi bagi pemuda serta pelaku ekonomi kreatif di Kota Makassar kembali diwujudkan.

Wujud komitmen tersebut ditandai dengan dilakukannnya launching Makassar Creative Hub (MCH) kedua bertajuk “Nabuka Nusantara” yang berlokasi di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Minggu (26/7/2026).

Launching MCH ditandai dengan penabuhan gendang oleh Munafri, didampingi Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Digital Kota Komdigi RI, Rama Krisna Prasetya, Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, Sekda Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, serta Koordinator MCH, Muhammad Sabeq.

Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Appi ini menyampaikan sukacitanya karena gedung ruang kreatif kedua akhirnya dapat diresmikan dan dimanfaatkan masyarakat, khususnya bagi anak muda Makassar.

“Pada malam hari ini saya begitu gembira karena apa yang lama kita nantikan, kita cita-citakan, malam hari ini bisa terwujud dan kita resmikan bersama. Ini adalah Creative Hub yang kedua yang dihadirkan oleh Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.

Appi menegaskan, kehadiran MCH merupakan bentuk keseriusan pemerintah kota dalam menyediakan infrastruktur pendukung bagi aktivitas anak muda, khususnya di bidang kreativitas, digitalisasi, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

Peresmian MCH kedua ini sekaligus menegaskan keberhasilan MCH pertama yang lebih dulu hadir dan berkembang pesat di kawasan Pantai Losari, dengan ratusan kegiatan yang telah berlangsung di dalamnya.

“Kita membuat Creative Hub ini dengan satu keyakinan bahwa ruang-ruang kreatif yang ada di Kota Makassar harus disediakan sebagai infrastruktur utama untuk mensupport segala kegiatan yang akan dilakukan oleh anak muda Kota Makassar,” katanya.

Appi menjelaskan MCH Losari telah membuktikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari lokasi tersebut, telah terlaksana berbagai kegiatan mulai dari kegiatan lokal, nasional, internasional, hingga berbagai aktivitas yang mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Kota Makassar.

“Di MCH ini kita mempertemukan para pencari kerja dan pemberi kerja, para konsumen dan produsen. Ini menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kemampuan anak-anak muda kita,” tambahnya.

Appi juga bercerita bagaimana kehadiran MCH pertama menyambut sejumlah pandangan miring pada awal hadirnya program tersebut. Namun, lanjutnya, hasil yang ditunjukkan MCH justru membuktikan bahwa ruang kreatif ini benar-benar dibutuhkan warga.

“Dulu sempat ada negative tone. Tapi kami buktikan bahwa tempat ini dipakai anak-anak muda untuk upskilling dan upgrading kemampuan mereka. Bahkan menjadi salah satu tujuan belajar bagi saudara-saudara kita dari berbagai daerah di Indonesia,” tambahnya.

Pada momen tersebut, Ia juga menekankan kepada seluruh kepala perangkat daerah yang hadir bahwa pemerintah dalam pengelolaan MCH hanya berperan sebagai fasilitator yang menyediakan sarana dan prasarana.

Sementara, pengelolaan kegiatan dan pengembangan ruang kreatif tersebut, kata Appi, harus dikelola oleh anak-anak muda itu sendiri tanpa intervensi kepentingan dari perangkat daerah.

“Pemerintah hanya menjadi fasilitator. Jangan bawa alur birokrasi ke dalam Creative Hub ini. Biarkan anak-anak muda yang mengurus dan mengembangkan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh kepala perangkat daerah agar memaksimalkan fasilitas yang tersedia di MCH Nusantara sebagai lokasi kegiatan dan kolaborasi lintas sektor.

Appi mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kota Makassar menargetkan hadirnya tiga MCH. Ia pun berharap ke depan pengelolaan MCH semakin matang dan mampu menjadi embrio lahirnya lebih banyak event positif di Kota Makassar.

“Mudah-mudahan di tahun ini akan ada tiga Creative Hub yang ada di Kota Makassar,” harapnya.(*)

read more
DaerahNews

Gubernur Sulsel Hadiri Panen Raya Tebu Bersama TNI, Tegaskan Dukungan pada Program Presiden Prabowo

LANGITKU.NET, Takalar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Panen Raya TNI dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang dipusatkan di Desa Massamaturu, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Jumat (17/7/2026).

Sebelum itu, Gubernur Andi Sudirman bersama Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra beserta jajaran, Bupati Jeneponto, Wakil Bupati Takalar serta para petani, terlebih dahulu mengikuti acara seremoni panen raya secara virtual.

Panen raya ini dilaksanakan serentak di 43 lokasi se-Indonesia, khususnya komoditas tebu yang dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Andi Sudirman mengatakan Sulawesi Selatan merupakan daerah penghasil produksi komoditas tebu yang ada di Kabupaten Takalar dan Kabupaten Bone dalam pengembangan kawasan tebu nasional.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI Khususnya di angkatan udara yang telah melakukan pendampingan kuat untuk mencapai swasembada pangan khususnya di bidang produksi tebu,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Sultan Hasanuddin, atas komitmennya dalam mendukung pengembangan produksi tebu di Sulawesi Selatan.

“Tentu apresiasi kepada jajaran TNI yang telah melampaui daripada panggilan tugas demi mendukung program asta cita Bapak Presiden dalam rangka ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Kabupaten Takalar sendiri menjadi salah satu sentra utama pengembangan kawasan tebu nasional di Sulawesi Selatan, didukung oleh Kabupaten Gowa dan Jeneponto sebagai daerah penunjang.

Sementara itu, Kabupaten Bone juga memiliki peran strategis sebagai sentra pengembangan tebu yang didukung oleh dua pabrik gula. (*)

read more
DaerahNews

Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Local Fest 2026, Siap Gaet 15 Ribu Pengunjung

LANGITKU.NET, Makassar – Kota Makassar, kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda berskala nasional.

Kali ini, ibu kota Sulawesi Selatan dipastikan akan menggelar Local Fest 2026, festival kreatif besutan USS Networks yang untuk pertama kalinya hadir di kawasan Indonesia Timur, tepatnya di Makassar.

Founder USS Networks, Sayed Muhammad, mengatakan persiapan penyelenggaraan Localfest Makassar saat ini masih berada pada tahap finalisasi.

“Berbagai aspek teknis, termasuk penentuan lokasi pelaksanaan, tengah dimatangkan agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai jadwal,” jelasnya, usai audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di kantor Balai kota Makassar, Selasa (14/7/2026).

Festival yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026 tersebut diproyeksikan menjadi salah satu agenda hiburan dan ekonomi kreatif terbesar di Makassar tahun ini.

Mengusung konsep festival sehari penuh, Localfest akan memadukan pertunjukan musik, fashion, seni, budaya kreatif, hingga ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, brand lokal, komunitas, dan para kreator muda.

Kehadiran Localfest di Makassar dinilai menjadi sinyal semakin besarnya daya tarik kota ini sebagai destinasi penyelenggaraan berbagai event nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Makassar semakin sering dipilih menjadi lokasi festival, konferensi, maupun ajang olahraga dan hiburan berskala besar karena didukung infrastruktur, akses transportasi, serta tingginya antusiasme masyarakat.

“Localfest rencananya digelar pada awal Oktober. Saat ini kami masih dalam tahap finalisasi dan berharap seluruh persiapan dapat berjalan lancar sehingga acara bisa terlaksana sesuai rencana,” ujar Sayed.

Menurutnya, Kota Makassar dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki ekosistem kreatif yang terus berkembang dengan dukungan komunitas yang aktif, pelaku industri kreatif yang semakin bertumbuh, serta pasar yang dinamis terhadap berbagai event musik dan gaya hidup.

Sayed menjelaskan, konsep Localfest Makassar akan mengadopsi standar penyelenggaraan yang selama ini diterapkan di berbagai kota di Indonesia.

Festival tersebut akan menghadirkan panggung musik sebagai magnet utama, yang dipadukan dengan pameran fashion, karya seni, produk kreatif, serta berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan masyarakat.

“Kami memiliki standar penyelenggaraan yang sudah diterapkan di beberapa kota. Di dalamnya akan ada festival musik, kegiatan kreatif, fashion, seni,” tuturnya

“Dan yang paling penting kami akan banyak berkolaborasi dengan kreator lokal, mulai dari brand, seniman, hingga musisi asal Makassar,” lanjutanya.

Dia menegaskan, kolaborasi dengan pelaku kreatif daerah merupakan identitas utama Lokalfest. Karena itu, setiap kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan selalu menghadirkan karakter yang berbeda dengan menonjolkan potensi lokal masing-masing.

Dikatakan, yang membedakan Localfest di setiap kota adalah kolaborasinya dengan para pelaku kreatif lokal.

“Sesuai namanya, kami ingin menjunjung tinggi karakter dan nilai-nilai dari setiap kota yang kami kunjungi,” ungkapnya.

Selain melibatkan kreator lokal, Localfest Makassar juga dipastikan akan menghadirkan deretan musisi nasional. Namun, daftar pengisi acara belum dapat diumumkan karena masih dalam proses penyelesaian kontrak.

“Kami pastikan akan ada sekitar delapan musisi yang tampil. Kemungkinan sekitar satu bulan lagi kami akan mengumumkan secara resmi,” ungkap Sayed.

Penyelenggara menargetkan sekitar 15.000 pengunjung akan memadati Localfest Makassar selama satu hari pelaksanaan.

Target tersebut didasarkan pada tingginya minat masyarakat Makassar terhadap berbagai festival musik dan kegiatan ekonomi kreatif yang selama ini selalu mendapat sambutan positif.

“Melihat antusiasme masyarakat Makassar yang luar biasa, kami optimistis Localfest dapat menarik sekitar 15 ribu pengunjung dalam satu hari penyelenggaraan,” tuturnya.

Lebih dari sekadar festival hiburan, penyelenggaraan Localfest di Makassar diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Ribuan pengunjung yang datang diperkirakan akan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga penjualan produk-produk UMKM dan brand lokal yang terlibat dalam festival.

Kehadiran Localfest juga menjadi momentum penting bagi pelaku ekonomi kreatif Makassar untuk memperluas jejaring, memperkenalkan karya kepada pasar nasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai kreator dari daerah lain.

Dengan masuknya Makassar dalam kalender penyelenggaraan Lokalfest 2026, posisi kota ini semakin menguat sebagai salah satu pusat industri kreatif dan destinasi event nasional di Indonesia Timur.

“Festival ini, kami harapkan tidak hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga memperkuat citra Makassar sebagai kota yang ramah terhadap kreativitas, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi berbasis industri kreatif,” tukasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, mengatakan penyelenggaraan Localfest tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang luas bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.

“Mulai dari UMKM, brand lokal, seniman, komunitas, hingga musisi asal Makassar,” ungkapnya.

Menurutnya, kepercayaan USS Networks memilih Makassar sebagai salah satu kota penyelenggara merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Localfest merupakan salah satu intellectual property (IP) milik USS Networks dan menjadi salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia.

“Ini adalah kesempatan emas bagi Kota Makassar karena dipercaya menjadi tuan rumah. Kami ingin momentum ini dimanfaatkan dengan melibatkan sebanyak mungkin pelaku ekonomi kreatif lokal,” ujar Hendra.

Dia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut.

Dukungan itu tidak hanya sebatas fasilitasi administrasi, tetapi juga pendampingan sejak tahap awal persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Pemkot Makassar, kata Hendra, akan mengawal seluruh proses perizinan agar dapat berjalan sesuai ketentuan serta selesai tepat waktu sehingga penyelenggara dapat mempersiapkan kegiatan secara maksimal.

Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait guna memastikan seluruh aspek teknis penyelenggaraan terpenuhi, termasuk keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas pengunjung.

“Kami akan mendampingi seluruh proses perizinan sejak awal hingga seluruh rekomendasi diterbitkan,” katanya.

“Soal venue juga menjadi perhatian utama, termasuk potensi kemacetan, parkir, dan langkah-langkah mitigasi agar pelaksanaan berjalan aman dan tertib,” tambah dia.

Menurut Hendra, kesiapan lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung suksesnya Lokalfest.

Karena itu, pemerintah akan memastikan venue yang dipilih memiliki kapasitas memadai, didukung sistem parkir yang baik, rekayasa lalu lintas yang terukur, serta skema mitigasi risiko apabila terjadi lonjakan pengunjung.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang menghadiri festival sekaligus menjaga kelancaran aktivitas di sekitar lokasi acara.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat Makassar terhadap berbagai festival musik dan kegiatan ekonomi kreatif, Hendra optimistis Lokalfest akan mendapat sambutan yang sangat besar.

Namun demikian, ia mengingatkan seluruh pengunjung agar ikut menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung sehingga pelaksanaan festival dapat berjalan sukses dan memberikan kesan positif bagi seluruh tamu yang hadir.

“Kami melihat acara ini akan sangat meriah. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menunjukkan antusiasme secara positif, menjaga keamanan, keselamatan, dan nama baik Kota Makassar,” terangnya.

Hendra berharap penyelenggaraan Lokalfest 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Kota Makassar.

Ribuan pengunjung yang diproyeksikan hadir diharapkan mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga meningkatkan penjualan produk-produk UMKM dan brand lokal.

“kehadiran festival tersebut semakin memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia Timur sekaligus kota yang semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional maupun internasional,” tutup Hendra. (*)

read more
DaerahNews

Munafri-Aliyah: Digitalisasi Pemkot Makassar Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

LANGITKU NET, Makassar  – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar harus menghasilkan perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan, bukan sekadar menjadi agenda rutin yang dipenuhi wacana tanpa implementasi.

Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 yang dirangkaikan dengan Launching Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026, di Aston Hotel Makassar, Jalan Sultan Hasanuddin, Senin (13/7/2026).

Munafri menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tidak boleh berhenti pada tataran wacana, perencanaan, maupun kegiatan seremonial semata.

“Digitalisasi, harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan melalui peningkatan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik. Jangan hanya serimoni terus menerus kita bahas,” jelas Appi.

Dalam arahannya, orang nomor satu Kota Makassar itu mengaku ingin melihat data dan perkembangan konkret dari implementasi digitalisasi yang selama ini dijalankan.

Dia menilai, pembahasan mengenai digitalisasi hampir selalu dilakukan setiap tahun, namun belum menunjukkan hasil yang benar-benar terasa dalam pelaksanaan pemerintahan.

“Hari ini kita masih bisa hadir bersama dalam rangka mengikuti kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau TP2DD Kota Makassar tahun 2026,” tuturnya.

“Sebenarnya saya ingin menyampaikan, saya butuh data dan progres dari digitalisasi ini. Hampir setiap tahun kita begini-begini saja. Artinya dibutuhkan realisasi dan implementasi yang jelas terhadap penggunaan digitalisasi,” tambah Appi Munafri.

Dia menilai forum TP2DD tidak boleh hanya menjadi agenda rutin tahunan yang berakhir tanpa tindak lanjut. Ditegaskan, tidak dibutuhkan acara seremonial yang pada awal dibukanya kita mengangguk lalu setelah itu pulang dan bubar.

“Lalu nanti tahun depan ada lagi rapat ini baru kita berpikir lagi apa lagi yang kita bikin. Semuanya dalam tahapan rencana-rencana yang tidak ada ujungnya, yang tidak memberikan dampak eksekusi yang baik,” imbuh politisi Golkar itu.

Munafri menekankan bahwa setiap kebijakan digital harus diawali dengan perencanaan yang lahir dari kebutuhan nyata organisasi.

Menurutnya, konsep digitalisasi harus dibangun berdasarkan dua dasar berpikir, yakni needs (kebutuhan) dan wants (tujuan yang ingin dicapai).

Ia menyampaikan bahwa tataran berpikir itu harus dimulai dari sebuah perencanaan yang baik, yang lahir dari sebuah kajian berdasarkan kebutuhan atau needs.

“Dari kebutuhan itu, kita mau menyelesaikan persoalan, artinya kita punya wants. Dua dasar berpikir inilah yang harus mampu melaksanakan apa yang menjadi tugas-tugas kita, terutama dalam rangka menyelesaikan persoalan digitalisasi ini,” jelasnya.

Menurut Munafri, istilah digitalisasi selama ini memang menjadi kata yang paling sering muncul dalam setiap pembahasan mengenai pertumbuhan, perubahan, maupun percepatan pembangunan. Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi bukan sekadar slogan.

Appi kemudian menggambarkan tujuan utama digitalisasi, yakni meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja secara signifikan.

Wali Kota Makassar itu, juga mengingatkan bahwa transformasi digital tidak akan berhasil apabila tidak dibangun dengan kesamaan cara pandang di seluruh organisasi perangkat daerah.

Dia menilai masih terdapat kondisi di mana pimpinan perangkat daerah telah mendorong penggunaan sistem digital, namun di tingkat pelaksana masih mempertahankan pola kerja konvensional.

“Jangan kepala dinasnya sudah mendorong digitalisasi, tetapi di bawahnya tetap menggunakan cara-cara konvensional,” ungkapnya.

“Menurut saya digitalisasi ini sangat kompleks. Bukan hanya perubahan sebuah sistem, tetapi bagaimana digitalisasi mampu mengubah tatanan kerja,” lanjut Appi.

Untuk menggambarkan pentingnya perubahan yang menyeluruh, Munafri mengibaratkan digitalisasi seperti renovasi sebuah rumah.

Menurut Appi, memperbaiki bagian luar rumah tidak akan menyelesaikan persoalan apabila struktur pondasinya tidak ikut diperbaiki.

Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa implementasi digitalisasi harus disertai sistem evaluasi yang jelas, termasuk adanya konsekuensi bagi perangkat daerah yang tidak menjalankannya secara optimal.

Ia menambahkan, digitalisasi menjadi instrumen penting untuk membangun pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Seluruh proses transparansi dan akuntabilitas sangat bisa dilakukan kalau kita menggunakan dasar digitalisasi.

Selqin itu, bagaimana digitalisasi memberikan kemudahan, memberikan dampak yang bisa terlihat secara transparan dan akuntabel, menghilangkan langkah-langkah panjang dalam proses birokrasi, dan meminimalisir persoalan-persoalan, khususnya di bidang keuangan yang selalu berpotensi menjadi fraud.

Menurutnya, penerapan sistem digital yang terintegrasi juga akan mempersempit ruang terjadinya praktik-praktik yang tidak sehat dalam proses pengadaan maupun pelayanan publik.

Jika digitalisasi terus dihindari, menurut Munafri, birokrasi akan tetap dibayangi praktik-praktik subjektif yang mengedepankan faktor kedekatan, suka atau tidak suka, hingga kepentingan tertentu.

“Tapi kalau kita menghindari ini, yang

ada persoalan kita ke depan adalah persoalan enak dan tidak enak, suka atau tidak suka, malu atau tidak malu. Itu yang harus kita ikuti atau tinggalkan,” pungkasnya.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa transformasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Menurut Aliyah, Pemerintah Kota Makassar terus berkomitmen mempercepat transformasi digital melalui TP2DD dengan memperluas digitalisasi layanan publik dan transaksi keuangan daerah.

Upaya ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Aliyah.

Melalui kolaborasi antara percepatan digitalisasi dan inovasi aparatur sipil negara, Pemerintah Kota Makassar optimistis mampu membangun sistem pemerintahan yang semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Ia menjelaskan, percepatan digitalisasi daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan efisien. Karena itu, sinergi seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan implementasi transformasi digital di Kota Makassar.

Selain itu, Aliyah juga mengapresiasi peluncuran proyek perubahan yang digagas peserta PKN Angkatan IV Tahun 2026.

“Menurut saya, setiap inovasi yang lahir dari program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi mampu diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup politisi Demokrat itu.

Pada kesempatan ini, Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, mengatakan digitalisasi layanan perpajakan bertujuan memberikan kemudahan kepada wajib pajak sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Sebenarnya ini memberikan kemudahan kepada masyarakat. Saat ini memang masih fokus pada layanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tetapi ke depan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan untuk seluruh jenis pajak daerah,” ujarnya usai High Level Meeting TP2DD Kota Makassar.

Menurut Asminullah, melalui TP2DD Pemerintah Kota Makassar terus didorong memperluas implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, baik pada sisi pendapatan maupun belanja daerah.

Pihaknya ingin efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta memberikan layanan publik yang lebih cepat dan mudah bagi masyarakat.

“Melalui TP2DD, kita didorong untuk memperluas implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, baik pada sisi pendapatan maupun belanja daerah,” katanya.

Dia menambahkan, optimalisasi pembayaran pajak dan retribusi secara digital diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengurangi potensi kebocoran penerimaan, sekaligus mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih modern.

Melalui integrasi layanan ke aplikasi Lontara+, masyarakat kini dapat mencetak Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara mandiri, mendaftarkan objek pajak, mengajukan perubahan data, melakukan pembayaran secara elektronik, hingga mencetak bukti pembayaran tanpa harus datang ke kantor Bapenda.

Asminullah menjelaskan, salah satu pembaruan penting dibandingkan aplikasi sebelumnya adalah hadirnya fitur cetak SPPT secara mandiri serta pengakuan resmi terhadap bukti pembayaran digital.

Selama ini, kata dia, bukti pembayaran yang dicetak melalui aplikasi kerap mengalami penolakan karena dianggap berbeda dengan bukti pembayaran manual.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Makassar telah menerbitkan surat edaran yang menegaskan bahwa bukti pembayaran yang dicetak melalui aplikasi memiliki kekuatan hukum yang sama dengan bukti pembayaran manual.

“Termasuk untuk cetak SPPT secara online dan ini sudah terintegrasi ke Lontara+. Jadi kami tidak membuat aplikasi baru, tetapi mengintegrasikan layanan yang sudah ada ke dalam Lontara+ sehingga seluruh layanan nantinya berada dalam satu platform,” jelasnya.

Meski demikian, Bapenda masih mengoperasikan aplikasi lama selama masa transisi hingga seluruh fitur di Lontara+ dapat berjalan optimal.

“Sementara aplikasi lama tetap digunakan sampai semua fitur siap. Tetapi seluruh sistem sudah saling terkoneksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asminullah menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan di Bapenda pada dasarnya telah berjalan secara menyeluruh.

Seluruh pembayaran pajak kini dilakukan secara non-tunai dan langsung disetorkan ke bank, sehingga tidak ada lagi penerimaan uang tunai oleh petugas Bapenda.

“Kalau kami sebenarnya sudah 100 persen digitalisasi. Tidak ada lagi penerimaan uang tunai di Bapenda. Kalaupun masyarakat datang ke loket, pembayaran tetap dilakukan langsung melalui bank,”tuturnya.

Selain melalui Lontara+, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran elektronik yang telah bekerja sama dengan Bapenda, seperti layanan perbankan, Indomaret, Alfamart, hingga Kantor Pos.

Semakin banyak kanal pembayaran yang tersedia diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban perpajakannya.

Kemudahan layanan digital tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap penerimaan daerah. Asminullah mengungkapkan realisasi PAD Kota Makassar hingga triwulan kedua 2026 meningkat lebih dari Rp100 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kalau kepatuhan masyarakat semakin baik, tentu berdampak pada peningkatan PAD. Hingga triwulan kedua, capaian kita sudah meningkat sekitar Rp100 miliar lebih dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” pungkasnya. (*)

read more
DaerahNews

Gubernur Andi Sudirman Terima Penghargaan Dekranas, Mendagri Puji Kesuksesan Syukuran Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54 di Sulsel

LANGITKU.NET, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima penghargaan dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Ananda Rakabuming, atas kontribusi nyata dan peran aktif dalam pengembangan wastra dan kriya Sulawesi Selatan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Penutupan Syukuran Dekranas ke-46 yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung pelestarian dan pengembangan kerajinan daerah, sekaligus keberhasilan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Syukuran Dekranas ke-46 yang dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Syukuran Dekranas.

“Terima kasih banyak kepada panitia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pak Gubernur Sulawesi Selatan. Penyelenggaraan acara ini berjalan dengan sangat baik,” ujar Tito.

Menurut Tito, kegiatan berskala nasional tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi kerajinan Nusantara, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Acara ini mendapatkan banyak manfaat. Transportasi lokal bergerak, penginapan penuh, kuliner berkembang, termasuk penjualan produk UMKM yang terlihat dari tingginya transaksi para tenant UMKM,” katanya.

Ia menambahkan, Syukuran Dekranas menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali potensi kerajinan Indonesia agar terus berkembang dan memiliki daya saing.

“Acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kembangkan. PR kita sekarang adalah bagaimana kerajinan Indonesia bisa mendunia,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Ketua Dekranas serta kepercayaan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Syukuran Dekranas ke-46 dan HKG PKK ke-54.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus memperkuat pembinaan terhadap para perajin, pelaku UMKM, dan ekonomi kreatif agar produk wastra dan kriya Sulawesi Selatan semakin berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Dekranas Ibu Selvi Ananda Rakabuming beserta seluruh jajaran Dekranas atas kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Syukuran Dekranas ke-46. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat pengembangan kerajinan Indonesia dan membuka peluang yang lebih luas bagi para perajin untuk menembus pasar dunia,” ujar Andi Sudirman. (*)

read more
DaerahNews

Munafri Dampingi Fadly Zon Tinjau Benteng Rotterdam Persiapan Revitalisasi

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meninjau kawasan Benteng Rotterdam, Kota Makassar, Minggu (12/7/2026). Kedatangan Fadly Zon disambut langsung oleh Munafri bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan kondisi salah satu cagar budaya nasional sekaligus ikon sejarah terpenting di kawasan Indonesia Timur oleh Kementerian Kebudayaan.

Wali Kota yang akrab disapa Appi mendampingi Fadly Zon menjelajahi satu per satu bangunan dan ruang-ruang bersejarah yang telah berdiri kokoh selama lebih dari empat abad.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik benteng, termasuk sejumlah bagian bangunan yang mulai mengalami kerusakan akibat faktor usia. Di sela-sela kunjungan, Fadly Zon juga memperoleh penjelasan mengenai perjalanan sejarah Benteng Rotterdam oleh Pengelola Benteng Rotterdam.

Selain melihat kondisi bangunan, Fadly Zon turut meninjau koleksi museum dan arsip sejarah yang tersimpan di dalam kompleks benteng. Ia juga memberikan sejumlah masukan terkait pengelolaan arsip serta penguatan fungsi edukasi agar kawasan Benteng Rotterdam semakin menarik sebagai destinasi wisata sejarah dan kebudayaan.

Fadli Zon, mengatakan Benteng Rotterdam merupakan salah satu benteng paling penting dalam sejarah Indonesia. Benteng yang cikal bakal pembangunannya dimulai pada abad ke-16 itu kemudian dibangun kembali oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-17 dan menjadi benteng terbesar di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, Benteng Rotterdam juga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena menjadi lokasi penahanan Pangeran Diponegoro setelah berakhirnya Perang Jawa pada 1830 hingga wafatnya.

“Tahun ini kita harapkan akan dilakukan revitalisasi Benteng Rotterdam dengan melakukan berbagai perbaikan. Ternyata masih banyak dinding yang terkelupas, terjadi kebocoran, dan membutuhkan penataan kawasan agar benteng ini dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat edukasi, pusat kebudayaan, pusat sejarah, sekaligus ruang aktivitas seni budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi akan dilakukan dengan tetap mengedepankan kaidah-kaidah pelestarian cagar budaya. Sejumlah fasilitas yang ada juga akan dimaksimalkan seperti museum dan perpustakaan sebagai ruang edukasi. Hingga pengembangan fasilitas baru seperti penyajian sejarah secara imersif agar pengalaman pengunjung semakin menarik.

“Kita harapkan dalam waktu dekat revitalisasi ini segera dilaksanakan. Kementerian Kebudayaan akan melakukan kajian yang cepat namun tetap tepat sesuai prinsip-prinsip pemugaran cagar budaya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik komitmen pemerintah pusat untuk merevitalisasi Benteng Rotterdam. Bagi Munafri pelestarian kawasan budaya bersejarah tidak hanya untuk menjaga warisan bangsa tapi sebagai investasi jangka panjang kota.

“Pelestarian kawasan bersejarah tersebut bukan hanya penting untuk menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.

Munafri berharap revitalisasi nantinya mampu memperkuat posisi Benteng Rotterdam sebagai salah satu destinasi unggulan nasional. Sehingga tidak hanya menghadirkan nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang publik yang semakin hidup bagi berbagai aktivitas seni, budaya, riset, dan edukasi masyarakat.(*)

read more
DaerahNews

Temui Munafri, Bupati Brebes Studi Tiru Program Unggulan Pemkot Makassar

LANGITKU.NET, Makassar – Berbagai inovasi yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar terus menarik perhatian daerah lain. Kali ini, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, datang langsung ke Balai Kota Makassar.

Ia melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar, lokasi di Kantor Balai Kota Makassar dan bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Jumat (10/7/2026).

Politisi PDIP itu mengaku, tertarik mengetahui berbagai inovasi yang diterapkan Pemkot Makassar untuk meningkatkan PAD sekaligus menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Terima kasih Bapak Wali Kota, kami ingin belajar inovasi dan program dimiliki Pemkot Makassar,” kata Paramitha Widya Kusuma.

“Apa inovasi dan strategi yang dilakukan sehingga bisa membantu meningkatkan PAD. Kami juga ingin mendapatkan banyak masukan karena saya juga baru di Pemerintahan” sambung Paramitha.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Brebes mempelajari berbagai program unggulan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Makassar, mulai dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Serta penataan kota, pengelolaan pemerintahan, hingga pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam pertemuan tersebut, Paramitha mengatakan dirinya ingin menggali pengalaman Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi berbagai tantangan pemerintahan di tengah kondisi fiskal yang cukup menantang bagi daerah.

“Kami tertarik mengetahui berbagai inovasi yang diterapkan Pemkot Makassar untuk meningkatkan PAD sekaligus menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal,” terangnya.

Selain membahas aspek fiskal, Paramitha juga ingin mempelajari sistem penataan kota yang diterapkan Pemkot Makassar, termasuk penertiban kawasan, pengelolaan parkir, hingga tata kelola pemerintahan yang dinilai mampu berjalan secara efektif.

Ia menaruh perhatian terhadap berbagai potensi yang dimiliki Kota Makassar, mulai dari sektor pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, hingga pengembangan investasi daerah.

“Kunjungan ini, kami harapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan Pemerintah Kota Makassar dalam pengembangan inovasi pelayanan publik, penataan kota dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Salah satu program yang menjadi perhatian khusus adalah Makassar Creative Hub yang dinilai menjadi ruang pengembangan kreativitas generasi muda sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Makassar.

Selain itu, ia juga ingin mengetahui bagaimana kondisi kewilayahan Kota Makassar, pola koordinasi antarperangkat daerah, serta berbagai program unggulan yang menjadi penopang jalannya pemerintahan.

“Kunjungan ini penting, untuk bertukar pengalaman antardaerah sehingga berbagai praktik baik yang telah diterapkan di Makassar dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Brebes,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kunjungan kerja tersebut dan mengapresiasi semangat kolaborasi antar pemerintah daerah.

“Selamat datang di Makassar, Bu. Mudah-mudahan kunjungan ini bisa menjadi ruang berbagi pengalaman dan saling belajar untuk kemajuan daerah masing-masing,” kata Munafri.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain membahas program pemerintahan, keduanya juga berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi pemerintah kota saat ini serta peluang kerja sama di berbagai sektor pembangunan.

read more
DaerahNews

Gubernur Andi Sudirman Lepas Bantuan Pertanian Rp323 Miliar untuk 24 Kabupaten Kota di Sulsel

LANGITKU.NET, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi melepas penyaluran bantuan bibit dan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian RI untuk 24 kabupaten/kota se-Sulsel di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati dan Wali kota, kepala OPD, serta para petani penerima bantuan tersebut.

Gubernur Andi Sudirman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman atas bantuan kepada Sulsel melalui alokasi bantuan pertanian senilai lebih dari Rp1 triliun. Pada tahap pertama, bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp323 miliar.

“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan. Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang luar biasa bagi daerah kita,” ujar Andi Sudirman.

Andi Sudirman berharap seluruh bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Ia mengingatkan agar seluruh bibit yang diterima benar-benar ditanam, dijaga, dan dirawat sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Saya mengajak seluruh penerima bantuan untuk memanfaatkan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Bibit yang dibagikan harus benar-benar ditanam, dijaga dan dirawat agar memberikan hasil yang maksimal bagi petani dan masyarakat,” serunya.

Ia juga menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Sulawesi Selatan. Berdasarkan data tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar 23,01 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel.

Selain itu, produksi padi Sulsel terus menunjukkan peningkatan hingga mencapai 5,47 juta ton gabah kering giling (GKG), yang semakin memperkuat posisi provinsi ini sebagai salah satu penyangga utama stok beras nasional.

Di sektor hortikultura, produksi bawang merah Sulawesi Selatan juga berhasil menempati peringkat ketiga nasional.

Sementara itu, sektor perkebunan terus berkembang melalui komoditas unggulan seperti kakao, kopi, lada, pala, dan cengkeh yang menjadi sumber penghidupan bagi ratusan ribu petani di Sulawesi Selatan.

Sekadar diketahui, bantuan yang disalurkan ke 24 kabupaten/kota mencakup benih padi untuk lahan seluas 142.920 hektare dan benih jagung seluas 126.415 hektare.

Sedangkan bantuan pengembangan kakao seluas 8.000 hektare, serta pengembangan kawasan cabai seluas 115 hektare dan kawasan durian seluas 200 hektare.

Selain itu, berbagai alat dan mesin pertanian untuk mendukung peningkatan produksi. Bantuan tersebut meliputi 50 unit combine harvester, 150 unit traktor roda empat, 100 unit traktor roda dua, 300 unit pompa air, dan 50 unit hand sprayer. (*)

read more
1 2 3 280
Page 1 of 280