LANGITKU.NET , Makassar – Warga Muhammadiyah patut mewaspadai ideologi import yang mengajarkan paham agama Islam yang konservatif. Paham ini tidak sejalan dengan paham Islam berkemajuan yang diusung Persyerikatan Muhammadiyah.
Peringatan tersebut disampaikan Abdul Rachmat Noer, Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel saat tampil membawakan materi di kegiatan pengkaderan Baitul Arqam Dasar se Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar di Kampus Politeknik Kesehatan Muhammadiyah, Ahad sore (24/04).
Rachmat mengingatkan agar warga Muhammadiyah tetap pada jalur paham agama Islam berkemajuan sebagaimana yang dipedomani Muhammadiyah, jelasnya
Di Muhammadiyah itu tidak pernah mengajarkan taklid buta kepada person tertentu, karena hal demikian akan melahirkan fanatisme buta. Fanatisme buta berpotensi melahirkan sikap radikalisme, yang pada akhirnya merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, tegas Rachmat.
Bagi Muhammadiyah, konsep bernegara sudah final. Kita meyakini bahwa negara kesatuan republik Indonesia berdasarkan Pancasila adalah konsep bernegara yang sesuai dengan kondisi Indonesia yang beragam suku, agama dan ras, ujar Rachmat.
Perlu diketahui bahwa Muhammadiyah sejak awal pendirian negara telah menjadi integrator antara keislaman dengan keindonesiaan. Muhammadiyah perpendapat ummat Islam dan bangsa bagian integral dalam membangun fondasi kebangsaan.
Bahkan beberapa tokoh Muhammadiyah telah berjasa dalam melahirkan negara kesatuan republik Indonesia dan ideologi Pancasila, diantaranya Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo dan Kahar Muzakkir, jelas mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel 2006-2010.





