LANGITKU.NET, Makassar – Komunitas Anak Down Syndrome (KOADS) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Sulawesi Selatan, baru baru ini meresmikan Perpustakaan KOADS yang terletak di Jl. Bonto Mangape Gunungsari, Makassar, Selasa (20/6/2023).
Kegiatan peresmian perpustakaan KOADS ini dilaksanakan secara sederhana namun penuh keakraban dan antusias dari para undangan dan anak-anak down syndrome.
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Selatan, Dinas Perpustakaan Sulsel dan Dinas Perpustakaan kota Makassar, Dinas Sosial kota Makassar, Ikatan Dokter Indonesia dan beberapa komunitas yang punya kepedulian terhadap anak down sydrome.

Dalam sambutannya, ketua KOADS Sulsel, Andi Rahmatullah menyampaikan bahwa pendirian perpustakaan KOADS ini diinisiasi oleh Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Sulsel dan juga Langitku.Net.
Perpustakaan KOADS binaan KICI ini diharapkan dapat menjadi tempat bermain dan belajar bagi anak down syndrome.
Andi Rahmatullah, juga menyampaikan terima kasih kepada para stakeholder yang mendukung perpustakaan ini.
“Kami selaku pengurus KOADS Sulsel sangat bersyukur, akhirnya anak-anak penderita down syndrome dapat memiliki perpustakaan sendiri. Tentunya ini berkat dukungan dari berbagai pihak dan juga para stakeholder di daerah ini”, imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DP3A Sulsel, Andi Mirna, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa, pemerintah provinsi Sulsel melalui DP3A sangat mendukung keberadaan Perpustakaan ini. Dan kedepan, DP3A Sulsel akan memberikan bantuan berupa buku-buku spesifik bagi anak-anak down syndrome.
“Pemerintah sangat mengapresiasi pengurus KOADS Sulsel atas inisiatifnya mendirikan perpustakaan ini. Kedepan, pemprov Sulsel melalui DP3A akan terlibat lebih jauh dalam setiap kegiatan KOADS. Disamping itu Kami juga akan memberikan bantuan berupa buku-buku yang khusus diperuntukkan untuk anak down syndrome”, ujar Mirna.

Dalam acara peresmian perpustakaan KOADS ini, beberapa anak down syndrome turut terlibat dalam mengisi acara, seperti membaca do’a dan mengaji. Selain itu, mereka juga dihibur oleh pendongeng anak yang disiapkan oleh Dinas Perpustakaan Sulsel.





