close
DaerahNews

Wali Kota Makassar Dukung Pencak Silat sebagai Warisan Budaya dan Olahraga Prestasi

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam melestarikan sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa dan cabang olahraga berprestasi.

Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar, yang digelar di Max One Hotel Makassar, Sabtu (17/1/2027) malam.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IPSI Kota Makassar atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam membina generasi muda melalui pencak silat.

Menurutnya, peran IPSI sangat strategis, tidak hanya dalam mencetak atlet berprestasi, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai budaya dan pembentukan karakter.

“Pemerintah Kota Makassar, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan olahraga, termasuk pencak silat, agar dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Munafri.

Ia berharap kepengurusan baru IPSI Kota Makassar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjadikan organisasi semakin solid, serta menjadi wadah pembinaan yang inklusif bagi seluruh masyarakat pencinta pencak silat.

Mantan Bos PSM itu, menekankan bahwa pencak silat harus terus tumbuh dan berkembang di Kota Makassar. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur.

“Pencak silat ini adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan. Harus punya ruang dan tempat untuk tumbuh bersama, sejajar dengan olahraga bela diri lainnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam setiap gerakan dan jurus pencak silat terdapat makna filosofis yang sarat pesan moral serta pengaruh budaya. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting dalam membangun karakter generasi muda.

Appi menegaskan, di dalam orgnisasi pencak silat bukan hanya ada unsur olahraga dan prestasi, tetapi juga pesan-pesan moral. Setiap gerakan dan jurus memiliki arti yang tidak lepas dari budaya bangsa.

Dia juga menyebut Indonesia dikenal sebagai gudangnya atlet pencak silat berprestasi yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Appi berharap Kota Makassar, dapat memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan atlet-atlet pencak silat unggulan melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami berharap ini bisa menjadi bagian dari sumbangsih Pemerintah Kota Makassar melalui pengurus IPSI untuk dunia bela diri, khususnya pencak silat,” harap orang nomor satu Kota Makassar itu.

Lebih lanjut, Munafri mendorong agar pencak silat dapat diperkenalkan sejak usia dini, termasuk masuk ke lingkungan sekolah dasar.

Langkah tersebut dinilai penting agar pencak silat menjadi bagian dari proses pembangunan karakter dan pembinaan keagamaan di Kota Makassar.

“Saya berharap pencak silat bisa masuk ke tingkat sekolah dasar, agar budaya dan olahraga kita ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan karakter anak-anak kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Munafri turut menyampaikan harapannya agar Kota Makassar kembali menjadi tuan rumah kejuaraan pencak silat berskala nasional, bahkan internasional.

Ia menilai sudah terlalu lama Makassar tidak menggelar kejuaraan nasional pencak silat.

“Mudah-mudahan, kalau tidak tahun ini, tahun depan kita bisa menggelar kejuaraan nasional di Makassar. Saya ingin Makassar dikenal sebagai salah satu kota ikonik penyelenggara kejuaraan pencak silat,” imbuh Appi.

Menurut Munafri, dengan menjadikan pencak silat bagian dari kehidupan masyarakat, proses penjaringan dan pembentukan atlet berprestasi akan berjalan lebih mudah dan masif.

Di akhir sambutannya, Munafri memberikan apresiasi khusus atas terpilihnya perempuan sebagai Ketua IPSI Kota Makassar. Ia menilai hal tersebut sebagai bukti kepedulian dan komitmen kuat dalam memajukan pencak silat di daerah.

“Ini menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Pemerintah Kota Makassar siap mendukung penuh agar pencak silat terus berkembang dan berjaya di Kota Makassar,” pungkasnya. (*)

read more
DaerahNews

Trans Sulsel Gantikan Layanan Teman Bus, Lanjutkan Koridor 1,2 dan 5: Fokus Jaga Konektivitas Antarwilayah

LANGITKU.NET, Makassar – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan survei uji coba layanan terbatas Bus Trans Sulsel di Koridor 5 yang melayani rute Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea, Makassar–Kampus Teknik Unhas, Gowa. Uji coba ini berlangsung sejak Senin, 12 Januari 2026, dan masih berjalan hingga saat ini.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sulsel, Setyawan Dwiharto Sutrisno, mengatakan uji coba layanan terbatas tersebut dilakukan untuk melihat respons masyarakat sekaligus sebagai sarana sosialisasi operasional koridor baru Trans Sulsel.

“Tanggapan masyarakat positif. Jadi kita juga mensosialisasikan bahwa sudah terlayaninya koridor 5,” ungkap Setyawan pada Kamis, 14 Januari 2026.

Setyawan menjelaskan, saat ini jumlah armada yang beroperasi masih terbatas, yakni tujuh unit dari total ideal 15 unit bus. Kondisi tersebut berpengaruh pada jarak waktu keberangkatan antarbus.

Selain itu, Dishub Sulsel juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa setelah masa survei uji coba berakhir, layanan Trans Sulsel akan mulai memberlakukan tarif. Namun, hingga kini belum ditetapkan batas waktu pasti berakhirnya uji coba tersebut.

“Kita juga sampaikan ke depannya akan dilakukan pembayaran pemberlakuan tarif. Harapan kita kalau semua sudah siap kita jalan (pemberlakuan tarif). Tidak ada target, harapannya Januari ini kalau sudah siap, kita jalan,” tegasnya.

Dalam masa uji coba, sejumlah penumpang juga memberikan masukan kepada Dishub Sulsel, terutama terkait percepatan layanan dengan penambahan jumlah armada. Menurut Setyawan, dengan tujuh unit bus yang beroperasi saat ini, masing-masing armada diberangkatkan setiap 30 menit.

“Tapi, nanti setelah total 15 unit bus beroperasi, maka masing-masing diharapkan dapat dilepas setiap 15 menit,” terangnya.

Selain Koridor 5, Trans Sulsel juga masih melakukan survei uji coba layanan terbatas di Koridor 1 dan Koridor 2. Kehadiran Trans Sulsel menjadi kelanjutan layanan transportasi publik setelah Teman Bus berhenti beroperasi, guna memastikan mobilitas warga Sulawesi Selatan tetap lancar, nyaman, dan terkoneksi.

Adapun rute Trans Sulsel yang saat ini disiapkan meliputi Koridor 1 Panakkukang Square–Pelabuhan Galesong Takalar (PP), Koridor 2 Kampus Unhas Tamalanrea–Stasiun Kereta Api Mandai melalui Bandara Sultan Hasanuddin, serta Koridor 5 Kampus Unhas Tamalanrea–Kampus Teknik Unhas Gowa (PP).

Diketahui, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, resmi meluncurkan Bus Trans Sulsel pada 14 Juli 2025 untuk wilayah Mamminasata.

Layanan ini memudahkan mobilitas mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan untuk menjangkau titik-titik strategis, sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum guna mengurangi kemacetan dan polusi.

Respons positif juga datang dari warga pengguna layanan. Pemilik akun media sosial @annis17nur menuliskan, “Alhamdulillah, terima kasih banyak @sulselprov sangat terbantu sekali dengan fasilitas umum yg disediakan.”

Akun @andifauziahstrid menyampaikan, “Alhamdulillah terimakasih pemprov. Mana naiknya masih gratis.”

Sementara itu, @musdalipah61 memberikan masukan terkait layanan, “

read more
DaerahNews

Wali Kota Makassar Serukan Penguatan Peran AIPIM dalam Pembangunan Sosial dan Moral

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri pengukuhan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (AIPIM) masa bakti 2025–2030 yang digelar di Gedung Balai Prajurit M. Jusuf, Jumat malam (16/01/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan roda organisasi secara solid dan berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus AIPIM yang telah dikukuhkan. Amanah ini tidak ringan, tetapi saya yakin dengan kebersamaan dan semangat pengabdian, AIPIM akan mampu memberi manfaat luas bagi umat, bangsa, dan daerah,” ujarnya.

Pesantren IMMIM, menurut Appi – sapaan akrab Munafri-, telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan kebangsaan.

Ia menyebutkan, para alumni Pesantren IMMIM saat ini tersebar di berbagai bidang pengabdian, mulai dari pendidikan, dakwah, pemerintahan, profesional, hingga dunia usaha.

Sehingga, potensi alumni tersebut dinilai sebagai kekuatan strategis AIPIM untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial, moral, dan spiritual masyarakat.

“Potensi alumni inilah yang menjadi kekuatan strategis AIPIM untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat. Pembangunan yang kuat tidak hanya berbicara soal fisik, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan spiritual,” tegasnya.

Munafri juga menegaskan bahwa pembangunan yang kuat tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi harus disertai dengan pembangunan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, sangat terbuka untuk membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni pesantren, sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

Ia berharap pengurus AIPIM periode 2025–2030 dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Makassar yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Makassar siap bersinergi dengan AIPIM dalam mendukung pembangunan Kota Makassar yang kita cintai,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah, menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada jajaran Pengurus IAPIM yang baru saja dikukuhkan agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing.

“Ikatan Alumni Pesantren IMMIM memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu menjadi motor penggerak lahirnya kontribusi nyata alumni pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Kota Makassar.” ujarnya.(*)

read more
DaerahNews

Pemkot Makassar Sulap Mobil Bekas Jadi Armada Sosial, Munafri Luncurkan 6 Unit TRC Saribattang

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, menunjukkan komitmen dalam menghadirkan pelayanan sosial yang responsif dan berdaya guna.

Melalui Dinas Sosial, Pemkot Makassar, melakukan langkah inovatif dengan menyulap mobil-mobil bekas menjadi kendaraan operasional yang layak pakai, guna menunjang penanganan anak jalanan (anjal), penyaluran bantuan sosial, hingga kegiatan penjangkauan dan razia terpadu.

Upaya tersebut tak hanya mencerminkan efisiensi anggaran, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan di lapangan.

Inovasi ini secara resmi ditandai dengan launching enam unit kendaraan operasional penjangkauan yang digunakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang Dinas Sosial Kota Makassar.

Peluncuran dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Anjungan Pantai Losari, Rabu (14/1/2026), sebagai simbol keseriusan pemerintah dalam memperkuat layanan sosial yang humanis, cepat, dan tepat sasaran.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi inovasi Dinas Sosial Kota Makassar yang berhasil memanfaatkan aset kendaraan idle menjadi armada operasional penjangkauan sosial.

Munafri menjelaskan, pemilihan Makassar Creative Hub sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, tempat tersebut merepresentasikan semangat kreativitas yang sejalan dengan terobosan yang dilakukan Dinas Sosial.

“Menurut saya, ini sesuatu yang sangat kreatif yang dilakukan oleh teman-teman di Dinas Sosial. Ini memperlihatkan bahwa ketika ada niat dan upaya, insyaallah akan berbuah hasil yang baik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kebutuhan kendaraan operasional untuk kegiatan penjangkauan sosial sebelumnya telah disampaikan oleh Dinas Sosial.

Menindaklanjuti hal itu, Pemkot Makassar memaksimalkan sejumlah mobil aset daerah yang sudah lama tidak terpakai untuk direvitalisasi dan digunakan kembali.

“Saya disampaikan bahwa Dinas Sosial butuh kendaraan operasional untuk melakukan jangkauan-jangkauan terhadap kegiatan sosial yang akan dilaksanakan,” tuturnya.

“Di bagian aset kita, ada beberapa mobil yang sebenarnya sudah lama tidak terpakai dan bisa dimaksimalkan dengan baik,” sambung Appi.

Munafri bahkan membuka peluang penambahan kendaraan jika masih terdapat aset serupa yang belum dimanfaatkan. Ia juga menegaskan, langkah ini seharusnya menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

“Kalau masih ada, saya akan coba cek, dan kalau ada lagi akan saya serahkan. Ini juga harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain untuk terus berinovasi, tidak selalu menunggu anggaran besar,” tegasnya.

Menurutnya, optimalisasi aset idle merupakan solusi cerdas dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan efisien.

Kendaraan-kendaraan yang telah dibranding oleh Dinas Sosial dinilai mampu menjawab kebutuhan lapangan, khususnya dalam penanganan persoalan sosial di Kota Makassar.

Meski demikian, Munafri juga mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kendaraan agar operasional berjalan maksimal.

“Kalau mobil bekas memang harus disiapkan bengkelnya. Jangan sampai satu kali jalan, tiga kali mogok. Pastikan semuanya bisa berjalan dengan baik,” pesannya.

Dia optimistis, dengan sedikit perbaikan, kendaraan-kendaraan tersebut masih sangat layak digunakan.

Kehadiran armada operasional ini diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya mobil ini, persoalan-persoalan sosial di Kota Makassar bisa lebih cepat kita selesaikan secara bersama-sama,” tutup Munafri.

Sedangkan, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menjelaskan bahwa kendaraan operasional yang diluncurkan merupakan hasil optimalisasi aset pemerintah daerah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Mobil-mobil tersebut kini difungsikan untuk mendukung kegiatan penjangkauan dan pelayanan sosial di lapangan.

“Mobil yang kita maksimalkan ini. Satu di antaranya berasal dari Dinas Kesehatan, kemudian ada juga kendaraan dari Dalmas,” ungkap Andi Bukti Djufrie.

Ia menyampaikan, kendaraan tersebut telah melalui proses rebranding sehingga layak digunakan sebagai armada operasional Dinas Sosial.

Proses tersebut sepenuhnya didukung dari sisi anggaran oleh pihak internal yang terlibat. Lanjut dia, ini merupakan hasil branding oleh salah satu kepala bidang di Dinsos.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa dengan adanya mobil ini, sangat membantu teman-teman di rehabilitasi sosial (resos) dalam melakukan penjangkauan,” jelasnya.

Menurut Andi Bukti, keberadaan armada operasional tersebut sangat penting untuk mendukung mobilitas petugas dalam menjangkau persoalan-persoalan sosial yang membutuhkan penanganan cepat dan responsif.

Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan lanjutan dari Wali Kota Makassar, khususnya dalam pemanfaatan aset kendaraan lain yang masih berstatus idle.

Dia menegaskan, optimalisasi aset daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan sosial tanpa harus bergantung pada anggaran besar.

“Pemanfaatan kendaraan yang ada akan berdampak langsung pada efektivitas penanganan masalah sosial di Kota Makassar,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muhammad Zuhur Daeng Ranca, menjelaskan bahwa saat ini Dinas Sosial telah menyiapkan enam unit.

Dimana, kendaraan operasional penjangkauan yang digunakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang untuk menangani berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Zuhur mengungkapkan, TRC Saribattang merupakan tim gabungan yang melibatkan Dinas Sosial Kota Makassar, Kepolisian, Satpol PP, serta unsur TNI.

Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan penanganan masalah sosial berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

“Enam unit kendaraan operasional ini digunakan untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan berdasarkan laporan warga terkait permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Zuhur.

Ia menjelaskan, penjangkauan dilakukan dengan mengacu pada laporan yang masuk melalui aplikasi Lontara. Salah satu fokus utama penanganan adalah anak jalanan yang kerap beraktivitas di persimpangan lampu merah maupun titik-titik rawan lainnya.

“Misalnya ada laporan anak jalanan yang berkeliaran di lampu merah, maka tim kami langsung melakukan penjangkauan ke titik yang dilaporkan melalui aplikasi Lontara,” jelasnya.

Selain anak jalanan, TRC Saribattang juga melakukan penanganan terhadap kelompok rentan lainnya, seperti orang terlantar dan lanjut usia yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal.

” Tim kami tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan,” ungkapnya.

“Jika yang dibutuhkan bersifat mendesak seperti makanan, maka langsung kami bantu,” lanjut dia.

Mantan Kabag Protokol Pemkot Makassar ini menambahkan, penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan fasilitas penampungan milik Kementerian Sosial yang berada di Kota Makassar.

“Untuk penanganan lanjutan, kami juga berkolaborasi dengan penampungan yang ada di bawah Kementerian Sosial di Kota Makassar, sehingga perhatian dan perlindungan terhadap warga yang membutuhkan bisa lebih optimal,” tutupnya. (*)

read more
DaerahNews

Aliyah Mustika Ilham Hadiri Panen Raya di Lapas Kelas I Makassar, Dukung Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

LANGITKU.NET, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di seluruh Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti secara serentak oleh lapas dan rutan di berbagai daerah, termasuk Lapas Kelas I Makassar.

Kegiatan panen raya di Makassar turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar Jayadikusumah, jajaran pemerintah daerah, serta unsur pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

Di tingkat pemasyarakatan, kegiatan ini diikuti oleh Lapas Kelas I Makassar, Lapas Perempuan Makassar, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas Maros, Lapas Anak Maros, serta Rutan Kelas I Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi program ketahanan pangan yang dijalankan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian dan peningkatan keterampilan warga binaan.

“Program ini sangat positif karena memberikan bekal keterampilan sekaligus menanamkan semangat produktif bagi warga binaan. Ini merupakan langkah nyata dalam proses pembinaan agar mereka siap kembali dan berdaya di tengah masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Para tamu undangan meninjau langsung hasil pertanian yang dikelola oleh warga binaan, mulai dari hortikultura hingga berbagai komoditas pangan lainnya.

Program ini tidak hanya memenuhi sebagian kebutuhan internal lapas, tetapi juga menjadi media pelatihan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Sianturi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan produktif serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan produktif dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi. Harapannya, program ketahanan pangan ini terus diperkuat sebagai kontribusi nyata Pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan bahwa panen raya merupakan hasil dari pembinaan berbasis kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Panen raya ini menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan semakin memberikan nilai tambah,” ungkapnya.

Secara nasional, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi melaporkan bahwa Panen Raya Serentak Kemenimipas periode Januari 2026 mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Hasil panen sektor pertanian dan perkebunan mencapai 99.930 kilogram, sektor peternakan 4.019 kilogram, serta sektor perikanan 19.608 kilogram.

Berdasarkan data Kemenimipas, hingga akhir Desember 2025, program ketahanan pangan di lapas dan rutan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan luas lahan garapan mencapai 4.424.101 meter persegi. Dari program tersebut, total premi yang diterima warga binaan tercatat lebih dari Rp905 juta.

Khusus di Sulawesi Selatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat produksi 2,6 ton bahan pangan dari sektor pertanian, 600 kilogram ikan lele dan nila dari sektor perikanan, serta 110 kilogram hasil peternakan ayam. Total hasil penjualan mencapai sekitar Rp35 juta yang akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.

Program ketahanan pangan ini menjadi salah satu upaya Kemenimipas dalam menanamkan nilai kemandirian dan keterampilan praktis bagi warga binaan, sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Melalui kehadirannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

read more
DaerahNews

Menghadapi Bulan Ramadan, Kominfo: Gubernur Mengajak Berkah Ramadan Bagi Fakir Miskin dan Warga Tidak Mampu

LANGITKU.NET, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan imbauan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Imbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial, khususnya kepada fakir miskin dan warga kurang mampu.

Melalui imbauan tersebut, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, swasta, BUMN, dan BUMD untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh berkah dengan mengedepankan kebersamaan serta keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ramadan adalah bulan ibadah dan kepedulian sosial. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat empati dan berbagi kepada fakir miskin, anak yatim piatu, serta warga yang kurang mampu,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam rangka menjaga efektivitas kehadiran dan pelaksanaan tugas pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Gubernur mengimbau agar pelaksanaan peringatan Hari Jadi Kabupaten/Kota maupun event daerah yang mengundang Gubernur, Wakil Gubernur, dan/atau pejabat Pemprov Sulsel selama Bulan Ramadan dapat dijadwalkan kembali dan dilaksanakan setelah Bulan Ramadan, yakni pada April 2026.

Namun demikian, apabila Pemerintah Kabupaten/Kota tetap melaksanakan kegiatan tersebut, Gubernur mengimbau agar pelaksanaannya dilakukan secara internal di daerah masing-masing, tanpa mengganggu fokus ibadah dan pelayanan publik selama Ramadan.

Selain itu, bagi Pemerintah Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan buka puasa bersama, Gubernur mengimbau agar mengutamakan kehadiran fakir miskin dan anak yatim piatu sebagai wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sosial di Bulan Suci Ramadan.

Gubernur Andi Sudirman juga mengimbau agar intensitas kegiatan pejabat yang saling mengundang dapat dikurangi, dan lebih diarahkan pada kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat kurang mampu.

Tak hanya itu, sektor swasta, perusahaan, BUMN, dan BUMD di Sulawesi Selatan juga diimbau untuk melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan melibatkan warga di sekitar lingkungan kerja masing-masing. Termasuk para rekanan dan mitra kerja, diharapkan turut melaksanakan kegiatan serupa dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Semangat Ramadan adalah kebersamaan dan keberkahan. Mari kita hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” tutup Andi Sudirman Sulaiman. (*)

read more
DaerahNews

Super Apps Lontara+ Pemkot Makassar Kian Lengkap, Munafri Luncurkan Fitur Pariwisata

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, terus mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital.

Munafri secara resmi meluncurkan fitur layanan pariwisata pada aplikasi terpadu Lontara+ Pemerintah Kota Makassar di Makassar Creative Hub, Rabu (14/01/2026).

Peluncuran ini menandai penguatan Lontara+ sebagai Super Apps Kota Makassar, yang dirancang untuk menyatukan seluruh layanan pemerintah kota dalam satu platform digital yang mudah diakses masyarakat.

“Kami menggabungkan kurang lebih 300 aplikasi yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar ke dalam satu Super Apps. Pengembangannya tidak instan, ada roadmap lima tahun yang kita jalankan secara bertahap,” jelas Munafri.

Munafri juga menjelaskan bahwa pengembangan Lontara+ hingga saat ini masih berbasis pada aduan dan feedback masyarakat yang menjadi instrumen evaluasi kinerja perangkat daerah serta dasar perencanaan pembangunan kota.

“Aduan masyarakat memberikan gambaran nyata tentang kebutuhan kota. Dari situ kita tahu apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki, lalu kita respon melalui kebijakan dan pengembangan layanan,” ungkapnya.

Penambahan fitur pariwisata, jelas Munafri, merupakan bagian dari tahapan pengembangan Lontara+. Aplikasi ini ke depan tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisata, tetapi akan terus diperluas ke berbagai layanan strategis lainnya.

“Setelah fitur pariwisata, kita akan menambah layanan pendidikan, kesehatan, kependudukan, dan layanan publik lainnya, sehingga pada saatnya seluruh informasi dan layanan utama Kota Makassar bisa diakses hanya dari satu smartphone,” tambahnya.

Dengan hadirnya fitur pariwisata, Munafri berharap aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah dalam merencanakan aktivitas di Makassar, mulai dari penentuan rute, destinasi wisata, hingga kuliner.

“Bukan hanya untuk warga Makassar, tetapi juga untuk orang luar yang ingin datang ke Makassar. Mereka sudah bisa menentukan mau ke mana dan mau ngapain lewat aplikasi ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, A. Hendra Hakamuddin, menjelaskan bahwa pengembangan fitur pariwisata dalam Lontara+ sejalan dengan prioritas strategis pembangunan Kota Makassar, khususnya pada penguatan seni, budaya, dan pariwisata.

“Lontara Plus kami posisikan sebagai kanal resmi Pemerintah Kota Makassar yang menyatukan informasi destinasi, pemesanan tiket, kalender event, serta promosi pariwisata dalam satu platform digital yang mudah diakses dan terpercaya,” jelas Hendra.

Pada tahap awal atau Minimum Viable Product (MVP), fitur pariwisata Lontara Plus menghadirkan layanan berbasis konsep 4A kepariwisataan, yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan aktivita. 4A kepariwisataan dilengkapi layanan ticketing destinasi wisata serta sistem pengelolaan tiket yang transparan dan terstandarisasi.

Ke depan, lanjut Hendra, layanan pariwisata ini akan dikembangkan melalui fitur gamifikasi, bundling paket wisata, dan experience packaging. Hal itu dilakukan guna mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan di Makassar yang tentu akan memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai bagian dari pengembangan layanan pariwisata digital, fitur Pariwisata juga melakukan identifikasi user persona melalui segmentasi pengguna, agar layanan pada Lontara+ dapat diterima dan diakses secara lebih efisien oleh masyarakat.

Hendra menjelaskan bahwa terdapat beberapa segmen utama pengguna layanan pariwisata di Kota Makassar. Mulai dari warga Makassar yang ingin berwisata lokal, wisatawan domestik dari luar daerah, budget traveler, milenial traveler dan Gen-Z travel yang terbiasa merencanakan perjalanan secara digital.

Selain itu terdapat segmen pengguna keluarga dengan anak, atau dengan lansia, atau dengan kelompok rentan. Terakhir segmen pengelola destinasi tempat wisata.

“Kami merancang Lontara Plus agar mampu menjawab kebutuhan setiap segmen tersebut. Karena karakter dan kebutuhan pengguna berbeda-beda, maka pendekatan layanan digitalnya juga harus disesuaikan,” jelasnya.

Melalui pendekatan berbasis kebutuhan pengguna tersebut, Hendra berharap Lontara+ tidak hanya menjadi platform informasi, tetapi juga sarana perencanaan dan akses layanan pariwisata yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Atensi pemerintah kota terhadap keluarga dan kelompok rentan menunjukkan komitmen kami untuk mendorong kepariwisataan Kota Makassar yang inklusif,vramah bagi semua kalangan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutup Hendra.(*)

read more
DaerahNews

Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Hadapi Banjir, Air Bersih, dan Sanitasi di Hadapan WRI–RISE Indonesia

LANGITKU NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan berbagai program unggulan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi persoalan banjir, akses air bersih, sanitasi, dan kontaminasi lingkungan perkotaan di hadapan World Resources Institute (WRI) Ruan dan Program Penelitian RISE Indonesia.
Paparan tersebut disampaikan saat Munafri menghadiri wawancara singkat bersama WRI Ruan yang dipimpin oleh Diego Rivera dari Monash University, di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (13/1/2026).

Munafri menjelaskan bahwa persoalan banjir, air minum, dan sanitasi merupakan tantangan klasik perkotaan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan besar Pemerintah Kota Makassar karena berdampak langsung pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama, terutama banjir, akses air minum, air bersih, dan sanitasi,” ujar Munafri.

Ia menegaskan, sistem penanganan banjir di Makassar belum sepenuhnya stabil dan tidak dapat diselesaikan secara mandiri karena erat kaitannya dengan wilayah penyangga di sekitar kota. Oleh karena itu, kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor menjadi kunci utama.

Dalam forum tersebut, Munafri secara khusus menyoroti Proyek RISE sebagai program luar biasa yang berbasis riset dan partisipasi masyarakat di kawasan permukiman informal. Menurutnya, intervensi infrastruktur hijau melalui RISE terbukti mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga secara signifikan.

Program RISE tidak hanya membangun sanitasi komunal, tetapi juga menghadirkan ruang hijau, pengelolaan air hujan, hingga ruang publik yang mendorong gotong royong dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Keberhasilan kolaborasi Pemerintah Kota Makassar dan Proyek RISE turut berkontribusi terhadap capaian Makassar sebagai Kota Sehat Nasional dan Kota Sehat Asia Tenggara dari WHO tahun 2025. Bahkan, kawasan RISE kini menjadi rujukan studi bagi berbagai kota dan perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri.

Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus membangun kota yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan program RISE, kami berharap Makassar tidak hanya menjadi kota ramah air, tetapi juga menjadi referensi global dalam penanganan sanitasi permukiman,” pungkasnya.

read more
Health

Ternyata Ini 5 Alasan Perlu Minum Air Putih saat Bangun Tidur

LANGITKU.NET, Jakarta – Saat tidur, tubuh kita ‘berpuasa’ secara alami karena tidak ada asupan cairan selama beberapa jam. Padahal, tubuh tetap kehilangan air lewat napas dan keringat. Akibatnya, banyak orang bangun dalam kondisi sedikit dehidrasi.
Kekurangan cairan ini bisa membuat tubuh terasa lemas, pikiran lebih lambat, dan konsentrasi menurun. Karenanya, minum air putih setelah bangun tidur sangat penting dilakukan untuk membantu mengembalikan cairan yang hilang. Lalu, apa kata sains soal manfaat minum air putih di pagi hari? Berikut penjelasannya, dikutip dari Times of India.

1. Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang saat tidur
Saat malam, tubuh tetap mengeluarkan cairan lewat keringat dan napas, sehingga kita bangun dalam kondisi lebih ‘kering’ dari biasanya. Kondisi ini bisa membuat tubuh terasa lebih ngantuk, fokus menurun, dan performa fisik terasa lebih berat.

Penelitian yang dilakukan oleh Jéquier & Constant (2010) menunjukkan kurang cairan dalam tubuh berkaitan dengan gangguan konsentrasi, daya ingat, dan rasa tidak nyaman. Minum air putih setelah bangun tidur membantu memulihkan kondisi hidrasi dan membuat tubuh terasa lebih segar sepanjang hari.

2. Membantu mempercepat metabolisme
Minum air putih saat perut masih kosong saat bangun tidur dapat meningkatkan metabolisme. Efek ini disebut thermogenesis, dan membantu tubuh membakar lebih banyak kalori saat mencerna dan menyerap air.

Metode ini dapat meningkatkan pemanfaatan energi sekitar 30 persen hingga selama 40 menit.

Penelitian yang dilakukan Boschmann dkk (2003) menemukan minum 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme sekitar 30 persen selama kurang lebih 30 hingga 40 menit setelahnya. Artinya, kebiasaan minum air putih di pagi hari bisa membantu tubuh ‘aktif’ lebih cepat.

3.Membantu detoksifikasi dan pencernaan
Air sangat penting untuk pencernaan lantaran membantu menggerakan makanan dan limbah melalui usus. Air juga membantu ginjal bekerja lebih baik dengan membuang racun yang menumpuk saat tidur.

Sebuah studi oleh Popkin dkk (2010) menemukan minum air yang cukup membantu makanan mengalir melalui usus dengan lebih mudah, yang membantu pencernaan dan buang air besar secara teratur. Minum air yang cukup juga membantu ginjal berfungsi dengan benar, yang membantu tubuh membuang polutan.

4. Membantu mood dan fungsi otak
Dehidrasi ringan saja bisa berdampak pada kemampuan berpikir. Saat cairan tubuh berkurang, sebagian orang lebih mudah merasa lelah, sulit fokus, mudah terdistraksi, hingga suasana hati menurun.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Ganio dkk (2011) menemukan dehidrasi ringan dapat memperburuk suasana hati dan kinerja kognitif. Karena itu, minum air putih segera setelah bangun tidur membantu rehidrasi dan membuat otak bekerja lebih optimal untuk memulai aktivitas.

5. Mencegah sakit kepala dan rasa lelah berlebihan
Sakit kepala dan lemas bisa dipicu oleh kurang cairan. Mengonsumsi air putih di pagi hari membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah gejala-gejala tersebut muncul.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Benton (2011) menyebut sakit kepala dan kelelahan berhubungan langsung dengan kurang minum air. Dengan memulai hari lewat rehidrasi, tubuh jadi lebih siap beraktivitas dan energi terasa lebih stabil.

read more
DaerahNews

Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

LANGITKU.NET, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di Kota Makassar, hingga bulan depan.

Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Februari 2026 dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, S.Si., MT, mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil analisis BMKG, wilayah Kota Makassar dan sekitarnya akan mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan.

“Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada bulan Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan,” kata Nasrol Adil, saat memberikan keterangan pers di media center Kantor Balai Kota, usai bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Senin (12/1/2026).

Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Hadir pada kesempatan ini, Wali Kota Munafri, tampak mendampingi Wali Kota, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar.

Pada kesmepatan ini, Nasrol Adil menjelaskan, tingginya curah hujan tersebut berpotensi besar menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan genangan dan daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal.

Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang laut.

“Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar,” ujar Nasrol Adil.

Atas kondisi tersebut, pihaknya dari BMKG merekomendasikan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menetapkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Kami sangat merekomendasikan adanya siaga darurat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang akan kita hadapi, baik pada bulan ini maupun hingga Februari mendatang,” tegas Nasrol.

Lebih lanjut, Nasrol menjelaskan bahwa secara regional saat ini terdapat sejumlah faktor atmosfer yang turut memengaruhi peningkatan intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

“Secara regional, saat ini terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah kita,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dari BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara resmi.

Serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan kawasan pesisir.

“Informasi cuaca dan iklim akan terus kami perbarui sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer,” pungkas Nasrol.

Merujuk pada keterangan BMKG wilayah IV, Pemerintah Kota Makassar resmi menetapkan status siaga menyusul perkembangan kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Keputusan tersebut diambil setelah dilaksanakannya rapat koordinasi lintas instansi yang membahas situasi cuaca saat ini serta proyeksi kondisi ke depan berdasarkan data dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan bahwa penetapan status siaga merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh peningkatan curah hujan.

“Setelah dilakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sudah sepakat bahwa hari ini Kota Makassar berada pada tahapan siaga,” ujar Munafri Arifuddin.

Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil bukan berdasarkan asumsi, melainkan bersumber dari data ilmiah dan analisis resmi yang disampaikan oleh BMKG.

Pemerintah Kota Makassar, kata dia, menjadikan rekomendasi BMKG sebagai dasar utama dalam menetapkan langkah kebencanaan.

“Hasil keputusan ini benar-benar diperoleh dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah,” tegasnya.

Dengan ditetapkannya status siaga di Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar bersama unsur terkait diharapkan dapat meningkatkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

Munafri berharap, penetapan status siaga ini dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat Kota Makassar, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara mandiri, terutama dalam menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik,” imbuh Appi.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase dan area sekitar permukiman, sebagai upaya meminimalisasi risiko genangan dan banjir.

Lebih lanjut, Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa penjelasan teknis terkait kondisi cuaca, potensi risiko, serta langkah mitigasi sudah disampaikan secara lebih rinci oleh pihak BMKG agar masyarakat memperoleh pemahaman yang komprehensif.

“Sehingga penetapan status siaga ini, bisa dipahami secara utuh oleh masyarakat,” tutup Munafri.

read more
1 2 3 4 266
Page 2 of 266