close
DaerahNews

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Hadir di Makassar, Perkuat Tata Kelola Fiskal yang Akuntabel

LANGITKU.NET, Makassar – Kehadiran Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat tata kelola fiskal yang lebih akuntabel dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Agus Fatoni hadir langsung di Balaikota Makassar, Selasa (24/02/2026), didampingi Direktur BUMD, BLUD, dan BMD Kemendagri, Yudia Ramli, untuk melakukan sosialisasi sistem pengelolaan keuangan daerah kepada jajaran Pemerintah Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengarahan langsung dari pemerintah pusat menjadi ruang peningkatan wawasan bagi seluruh perangkat daerah guna memastikan APBD Kota Makassar dikelola dengan penuh tanggung jawab.

“Kehadiran Pak Dirjen di tengah jajaran Pemerintah Kota Makassar tentu hal yang sangat baik, memberikan makna yang mendalam bagi kita semua terutama dalam sistem pengelolaan keuangan daerah,” ujar Munafri.

Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan daerah merupakan tanggung jawab mutlak yang tidak hanya berbicara soal administrasi dan prosedur, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik serta dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap rupiah yang dikelola pemerintah bersumber dari masyarakat dan harus kembali dalam bentuk program yang terukur serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Uang yang kita kelola berasal dari masyarakat. Maka harus kembali kepada masyarakat,” tegasnya.

Munafri pun mendorong seluruh peserta sosialisasi untuk aktif memahami setiap detail regulasi yang dipaparkan Dirjen Agus Fatoni. Hal ini penting agar tidak terjadi multitafsir dalam implementasi kebijakan, terutama dalam percepatan realisasi belanja daerah.

“Kesempatan ini harus kita maksimalkan dengan baik untuk mendapat pengarahan dari Bapak Dirjen. Kita sadar betul bahwa aturan-aturan yang ada tidak semua memberikan penjelasan secara utuh, harus dipertanyakan sehingga tidak menjadi ranah abu-abu,” tambahnya.

Sementara itu, Agus Fatoni menegaskan bahwa pengelolaan anggaran merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, baik dalam mengelola pendapatan maupun belanja.

Menurutnya, di tengah kondisi fiskal yang mengalami tekanan dan penurunan di berbagai sektor, pemerintah daerah dituntut mampu mengoptimalkan pengelolaan keuangan secara lebih efektif dan efisien.

“Pengelolaan anggaran itu sangat penting, baik mengelola pendapatan maupun belanja. Apalagi saat ini kondisi fiskal kita sedang banyak yang turun, maka optimalisasi pengelolaan keuangan perlu kita maksimalkan,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Agus Fatoni memaparkan secara komprehensif sistematika pengelolaan keuangan daerah yang dibagi dalam tujuh aspek utama. Mulai dari kekuasaan pengelolaan keuangan daerah, struktur APBD, mekanisme pergeseran dan perubahan anggaran, hingga kebijakan implementasi Instruksi Presiden dan Surat Edaran terkait efisiensi.

Ia juga menguraikan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, faktor penyebab lambatnya realisasi belanja, serta solusi percepatan penyerapan APBD Tahun Anggaran 2025.

Tak hanya itu, Agus Fatoni turut memetakan program prioritas pemerintah pusat dan postur APBN 2026 sebagai arah sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, sehingga pengelolaan keuangan daerah dapat semakin selaras, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (*)

Leave a Response