LANGITKU.NET . Makassar – Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan menggelar program reguler yang diberi nama NGOPI BAWAH POHON Disbudpar Sulsel. Program ini bertujuan sebagai wadah bertukar informasi dan mencari solusi bagi setiap isu hangat yg berkembang di masyarakat khususnya sektor kepariwisataan.
Episode perdana Ngopi Bawah Pohon baru-baru ini membahas isu hangat soal kenaikan harga tiket pesawat dan pengaruhnya bagi pariwisata di Sulsel. Diskusi sore hari yang di gelar secara santai dibawah pohon yang berada di taman kantor dinas pariwisata sulsel ini menghadirkan ketua ASITA , Ketua PHRI, Ketua GIPI, anggota BPPD Sulsel, Ketua SMSI Rasid Alfarisi, Para Kabid lingkup Disbudpar Sulsel dan juga beberapa awak media. Di moderatori oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Sulsel, Devo Khaddafi, diskusi ini berjalan santai, seru namun mampu menghadirkan beberapa poin yang bisa menjadi solusi dari persoalan tersebut.

Ketua ASITA sulsel Didi Leonardo Manaba menjelaskan bahwa akibat kenaikan harga tiket pesawat cukup banyak para calon wisatawan yang membatalkan atau mengatur ulang rencana berwisata di Sulsel. Sementara Anggita Sinaga sebagai ketua PHRI juga menjelaskan bahwa sejak bulan Juli banyak kegiatan yang rencananya dilaksanakan di hotel terpaksa dibatalkan atau di reschedule akibat kenaikan harga tiket ini. Bahkan menurut Anggiat pihak hotel sampai harus ke Jakarta utk mengkonfirmasi kegiatan yang akan di laksanakan tersebut. Namun hingga saat ini belum mendapatkan jawaban yg menggembirakan.
Sementara itu, Bambang Haryanto, Anggota BPPD Sulsel menyampaikan kalau kenaikan harga tiket ini akibat kenaikan harga avtur yang hampir mencapai 70%, dan ini terjadi di seluruh dunia.
Selanjutnya Devo menjelasan juga beberapa langkah yang dipersiapkan oleh Disbudpar Sulsel yang antara lain akan memperbanyak event untuk menarik wisatawan, mempersiapkan langkah-langkah bersama dengan para stakeholder kepariwisataan untuk terus berpromosi bersama dan akan meminta kepada kementerian agar memberikan event dukungan bagi kegiatan G20 yang di laksanakan di kota makassar atau di Sulsel. “kami sangat berharap dari diskusi yang ringan ini akan melahirkan sebuah langkah kecil namun kongkrit bagi pergerakan industri pariwisata di Sulsel” ujar devo sambil menutup acara Ngopi Bawah Pohon.(*)




