LANGITKU.NET, Makassar – Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel periode 2006 – 2010, Abdul Rachmat Noer mengharapkan peran serta kader pemuda Muhammadiyah didalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di usianya yang lebih tua dari republik ini, sudah seyogyanya kader pemuda Muhammadiyah mengisi jabatan-jabatan politik dalam bingkai kekuasaan di negara ini.
Pesan tersebut disampaikan Rachmat saat menjadi pembicara pada Pelatihan Kader Politik Muda dan Pelatihan Kepemimpinan Muda yang di selenggarakan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel di Makassar, Jumat (25/08).
Rachmat mengajak agar Pemuda Muhammadiyah memiliki kurikulum pendidikan kader politik untuk melatih dan mempersiapkan kadernya memasuki dunia politik. Tidak ada yang instan pada setiap pekerjaan yang kita lakukan, termasuk untuk menjadi seorang politisi, harus melalui persiapan yang matang, melalui tahapan proses pendidikan politik, ujar Rachmat.
Aktivis Muhammadiyah yang juga maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Sulsel 1 Partai Demokrat ini menyebutkan jika kader pemuda Muhamadiyah itu perlu mempersiapkan diri memasuki dunia politik. Menurutnya, satu-satunya Ortom Muhammadiyah yang memiliki wilayah kerja politik adalah Pemuda Muhammadiyah sehingga sebagai kader, tidak boleh buta terhadap politik, ungkap Sekjen PP KKT Jeneponto.
Namun Rachmat berpesan agar setiap kader yang masuk ke dunia politik tetap mengedepankan akhlak mulia sebagai ciri khas kader Muhammadiyah. Silakan berpolitik, kritis tapi tetap junjung tinggi akhlakul karimah. Jangan menjadi kader yang justru kehilangan akhlak ketika masuk dalam dunia politik, tegas Rachmat.
Pelatihan Kader Politik Muda Pemuda Muhamadiyah menghadirkan Menko PMK RI Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M. AP sebagai Keynote Speaker. Juga sejumlah pembicara ikut meramaikan kegiatan ini diantaranya Dr. H. Usman Lonta, Dr. Syamsu Rizal, Hj. Husniah Talenrang dan sejumlah kader Muhamamdiyah yang berkiprah di bidang politik.





