LANGITKU NETWORKS, Makassar – Spirit kemaritiman dihadirkan SD Hang Tuah Makassar dalam memperingati Hari Dharma Samudra, Sabtu, 29 Januari 2022. Spanduk bergambar kapal, puisi-puisi bertema samudra dan kebaharian, hingga busana bernuansa biru mewarnai sekolah yang terletak di Jalan Serdako Usman Ali, Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah itu.
“Kegiatan ini sedianya akan dilakukan di Hari Dharma Samudra, yang diperingati setiap tanggal 15 Januari. Tapi karena bertepatan dengan HUT ke-75 Yayasan Hang Tuah, maka baru diadakan pada hari ini,” demikian Arpin, S.Pd, M.Pd, Kepala SD Hang Tuah Makassar mengawali sambutannya.
Arpin menyampaikan hal itu di hadapan pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orangtua murid. Dia kemudian mengukuhkan Tim “Gen-H” secara simbolik, dengan memakaikan kaos bertuliskan “Gen-H” ke Senatria Suryayudha Patria, murid kelas 5A.
“Gen-H” bisa dibaca Generasi Hijau atau Generasi Hang Tuah. Yakni sebagai upaya melahirkan anak-anak yang punya visi green leadership melalui sekolah Adiwiyata. Tim ini juga merupakan bagian dari literasi kemaritiman yang merupakan ciri sekolah tersebut.
Peringatan Hari Dharma Samudra ini diawali dengan Senam Poco-poco dan Sajojo bersama, dipandu Dwi Jatmoko, S.Pd, guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Acara dipandu oleh Megawati, S.Pd sebagai MC.
Acara kian semarak begitu kelompok drum band tampil memenuhi halaman sekolah. Mereka membawakan lagu “Kembali ke Sekolah”, “Sorak-sorak Bergembira” dan “Mars Hang Tuah”. Para pemain drum band ini terdiri dari murid-murid kelas 4 hingga kelas 6.
Senatria Suryayudha Patria, yang baru sekira 2 bulan pindah di SD Hang Tuah Makassar, mengaku seru bisa ikut drum band. Ketika, masih di Taman Kanak-kanak (TK), katanya, dia memang pernah ikut drum band. Jadi tidak ada kendala saat memainkan drum bas.
Kemudian musikalisasi puisi “Aku Anak Bahari” oleh Ardana, Della, dan Jasmin. Puisi karya Rusdin Tompo ini dipadukan dengan lagu “Anak Nelayan” yang pernah dipopulerkan Julius Sitanggang. Musikalisasi puisi ini, merupakan Juara I antar satuan pendidikan saat perhelatan Pentas Seni yang digelar Yayasan Hang Tuah Cabang Makassar, beberapa hari lalu.

Partisipasi dan keakraban orangtua siswa juga terlihat pada acara peringatan Hari Dharma Samudra ini. Ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Orangtua Siswa Peduli Anak (PuSPA) tampil membawakan lagu medlei “Selayang Pandang”, “Tanah Surga”, dan “Marendeng Marampa”.
Setelah itu, guru-guru secara bergantian tampil bernyanyi di panggung depan Perpustakaan Aneka Ilmu. Mereka bernyanyi diiringi player dari Penerbit Erlangga. Sinergitas dan dukungan dunia usaha sangat diperlukan bagi pengembangan pendidikan, salah satunya melalui program CSR. Apalagi untuk gerakan literasi sekolah.
Ramlawati, S.Pd, guru kelas 3A, yang menyaksikan sejawatnya bernyanyi, mengaku senang. Katanya, biarkan guru-guru mengekspresikan diri, menyalurkan hobi bernyanyinya. Ini momen penyegaran di tengah rutinitas belajar-mengajar.
“Begitu pula dengan ibu-ibu, kasi kesempatan dan beri ruang bagi mereka tampil, biar terlihat potensinya,” pungkasnya. (*)




