LANGITKU.NET, Jeneponto – Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto Abdul Rachmat Noer menyebutkan Jeneponto tidak seharusnya masuk kategori daerah termiskin di Sulsel. Alasannya, potensi daerah ini tidak kalah dengan daerah lain di Sulsel atau di Indonesia. Bahkan Jeneponto memiliki keunggulan kompetitif dibanding daerah lain dari sisi sumber daya energi.
Hal tersebut disampaikan Rachmat pada acara Diseminasi Kerukunan Ummat Beragama Kabupaten Jeneponto Kerjasama UIN Alauddin dengan Kesbangpol Kab. Jeneponto, di Ruang Pola Kantor Bupati, Ahad (27/08).
Di depan 300 peserta utusan berbagai Ormas Islam di Jeneponto, Rachmat mengungkapkan satu-satunya daerah di Sulsel yang memiliki pembangkit listrik terbanyak adalah Jeneponto. Disini ada dua pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU dan satu pembangkit listrik tenaga bayu atau PLTB. Kondisi ini mendukung terciptanya investasi dan industrialisasi dimana salah satu syaratnya adalah ketersediaan energi. Bahkan sangat terbuka peluang untuk membangun lagi pembangkit listrik yang berkonsep energi terbarukan seperti tenaga bayu karena potensi angin di Jeneponto memiliki kualitas terbaik di Indonesia, ujar Rachmat.
Caleg DPR RI Dapil Sulsel 1 Partai Demokrat ini lebih lanjut mengatakan Jeneponto ini ibarat mutiara yang teredam dalam lumpur.
Menurutnya begitu banyak sumber daya alam yang butuh sentuhan lebih serius untuk mendapatkan nilai tambah. Jeneponto ini memiliki garis pantai yang panjang, sekitar 114 KM. Seharusnya ini dimanfaatkan untuk pengembangan perikanan, tambak modern dan kelautan, ungkap Rachmat.
Garis pantai yang panjang salah satu keunggulan kompetitif yang mesti dikelola secara baik, misalnya utk budidaya rumput laut dan industri garam. Apalagi saat ini negara kita masih mengimpor garam untuk industri. Ini peluang besar bagi Jeneponto untuk naik kelas menjadi daerah maju dan makmur, tegasnya.
Di sektor pertanian, Jeneponto berpeluang menjadi produsen terbesar produksi jagung kuning. Kualitas jagung kuning Jeneponto yang memiliki kadar karotine terbaik di ASEAN perlu mendapatkan sentuhan teknologi agar produksinya bisa dilipatgandakan, kata Rachmat.
Lebih lanjut Sekjen PP KKT Jeneponto ini menyebutkan jika Jeneponto juga memiliki potensi bisnis pariwisata. Jangan salah sangka, sekalipun Jeneponto terkenal gersang tapi di daerah dataran tinggi dan beberapa lokasi, ada 10 obyek wisata yang sangat menarik dan tidak kalah dengan destinasi wisata yang ada di Indonesia, tutur Rachmat.
Karena itu menurut saya, tidak ada alasan Jeneponto masuk daerah termiskin karena potensi alamnya menyimpan sumber daya melimpah dan memiliki nilai tambah yang tinggi. Sekarang tergantung pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama bersama masyarakat untuk membangun Jeneponto, kunci Rachmat.





