close

DPRD Makassar

DPRD MakassarNews

Rudianto Lallo: Berkat Gerakan ALDERA dan Pius Lustrilanang Semua Bisa Jadi Pemimpin

LANGITKU.NET, Makassar – Yayasan Anak Rakyat Indonesia (YARI) bersama Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) Kota Makassar menggelar bedah buku yang berjudul Aldera, Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999.

Kegiatan bedah buku yang dilaksanakan di Hotel Claro Makassar, Jumat 11/11/2022 turut dihadiri sejumlah Kepala Daerah, diantaranya Bupati Gowa Adnan Purichta Ihsan, Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa. Selain juga hadir Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah, dan Mantan Wali Kota Makassar, Prof Yusran Yusuf.

Bedah buku yang membahas gerakan era reformasi oleh Pemuda dan Mahasiswa yang menjatuhkan rezim Presiden Soeharto pada 21 April 2022 semakin lengkap dengan hadirnya aktivis 98 Kota Makassar, diantaranya, Attock Suharto, Anno Suparno, Syawaluddin Arif dan lainnya.

Sementara pembedah hadir yakni Wakil Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Asnawi, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Prof Amran Razak (Era 98) dan aktivis 1998 Makassar, Akbar Endra.

Ketua Panitia Bedah Buku Aldera Rudianto Lallo mengatakan, kemerdekaan yang dirasakan hari ini oleh masyarakat, berkat perjuangan aktivis 1998.

“Kebebasan yang kita rasakan hari ini buah perjuangan dari aktivis 1998, salah satunya yang dimotori oleh mantan Sekjen Aldera Bang Pius Lustrilanang,” kata Ketua DPRD Makassar itu.

Rudianto Lallo menambahkan dengan suksesnya gerakan senior-senior ALDERA, maka siapa saja masyarakat indonesia dapat menikmati kebebasan seperti yang dirasakan saat ini. Termasuk bisanya anak rakyat menjadi bagian penting dari struktur pemerintahan.

“Sekarang anak rakyat juga bisa menjadi pemimpin, semua tak lepas dari perjuangan aktivis era reformasi atau 98,” ujar Rudianto Lallo.

Sementara itu, Pius Lustrilanang, mengatakan pergerakan ALDERA pada masa 1993-1999 untuk mengubah tatanam negara ini. Diapun menyebut syarat bergabung menjadi bagian dari ALDERA siap mempertaruhkan nyawa,”ujar Pius Lustrilanang yang juga Anggota BPK RI.

Pius juga menegaskan jika gerakan dalam membangun bangsa ini tidak akan pernah berhenti. Dia juga turut menolak perubahan konstitusi, diantaranya perpanjangan masa jabatan presiden atau adanya penambahan menjadi tiga periode.

read more
DPRD MakassarNews

Legislator Hasanuddin Leo Minta Revitalisasi Pasar Perlu Dilakukan Secara Maksimal

LANGITKU.NET, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar meminta agar revitalisasi pasar tidak dilakukan setengah-setengah. Kondisi pasar yang semrawut dan jorok sudah sepatutnya dibenahi secara maksimal.

Tahun ini, satu pasar yaitu Pasar Sawah telah diajukan untuk direvitalisasi dengan anggaran Rp2,7 milliar yang bersumber dari Kementerian Perdagangan. Sementara pada tahun 2023 mendatang, dua pasar juga direncanakan untuk segera direvitalisasi, yaitu Pasar Sambung Jawa dan Pasar Cendrawasih.

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo berujar, anggaran yang sudah diajukan untuk merevitalisasi dua pasar tersebut masih minim. Dia menilai, itu belum mampu mengakomodasi pembenahan sepenuhnya.

Untuk Pasar Sambung Jawa, misalnya, berdasarkan Detail Engineering Design (DED), pembangunannya membutuhkan anggaran setidaknya Rp40 miliar sebab, ada banyak perombakan yang akan dilakukan. Hanya saja, anggaran yang diajukan hanya Rp6 miliar

“Ketika itu dibangun tiga lantai dengan luasan areal yang ada, maka menurut hasil DED itu memerlukan dana Rp40 milliar,” ujarnya.

Sementara, anggaran untuk Pasar Cenderawasih hanya diajukan Rp10 milliar. Padahal hasil review DED setidaknya membutuhkan anggaran Rp14 milliar.

“Lagi-lagi dianggarkan juga hanya Rp10 milliar. Ini kan tanggung-tanggung,” ucap Leo.

Agar pembenahan dua pasar itu bisa maksimal, pihaknya sendiri mengusulkan anggaran mencapai Rp54 miliar. Dia berharap usulan itu bisa dipertimbangkan dalam pembahasan anggaran APBD Pokok 2023.

“Mudah-mudahan di pembahasan itu nanti terakomodir kebutuhan anggaran,” tandasnya.

Humas Perumda Pasar Karya Makassar, Idris, mengaku jika revitalisasi pasar ini memang sudah cukup dinantikan. Namun, revitalisasi bukan hanya fokus pada konstruksi fisik, melainkan juga perlu pertimbangan relokasi pedagang.

Berkaca pada revitalisasi Pasar Sawah, beruntung pada saat itu ada lahan yang bisa digunakan di dekat pasar sebagai tempat berdagang sementara.

“Jadi relokasi tidak makan biaya. Tinggal dipindahkan itu pedagang,” jelasnya.

Revitalisasi, kata dia, membutuhkan waktu tak sebentar, cukup disayangkan jika revitalisasi dilakukan tanpa mempertimbangkan pedagang.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Karya Makassar, Ichsan Abduh Hussein menambahkan, pihaknya memang tengah menggodok revitalisasi pasar. Bukan hanya Pasar Sambung Jawa dan Cenderawasih, melainkan juga Makassar Mal alias Pasar Sentral.

Apalagi, banyak los di sana yang sudah tidak aktif. Padahal, los itu bisa menjadi potensi pendapatan bagi Pemda.

“Ada sekitar hampir 60 los tidak aktif. Ini kan potensi jadi pendapatan kami. Ini yang kami kembali progres supaya kami manfaatkan kembali,” katanya.

Rencananya, pembenahan awal akan dilakukan pada blok B yang saat ini ditempati pedagang kaki lima. Seharusnya, kata dia, pembenahan langsung dilakukan pasca terjadi kebakaran pada tahun 2014 lalu.

“Inilah yang rencana kami lagi telaah secara hukum, telaah aspek ekonominya segala macam, Inshaa Allah di RKP 2023 akan kami programkan,” pungkasnya.

read more
DPRD MakassarNews

Legislator Apiaty Amin Syam, Gelar Sosper Perlindungan Anak, Tuntut Pemkot Makassar Tindak Tegas Pelaku Pelanggaran Perda

LANGITKU.NET, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Dr.Ir.Hj. Apiaty K Amin Syam,M.Si, kembali menemui konstituen. Agendanya, mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 5 tahun 2018 tentang Perlindungan Anak di Hotel Aston, Minggu (20/11/2022).

Politisi Golkar ini, menyebutkan bahwa pembuatan perda ini adalah sebagai payung hukum untuk anak. Artinya, semua kebutuhan dan hak anak menjadi penting dan perhatian pemerintah. Sebab, ada sanksi bagi mereka yang melanggar perda ini. Sekalipun disadari bahwa tidak satupun orang tua yang ingin menyakiti anaknya, namun dari beberapa kejadian, kadang orang tua akhirnya melakukan ekploitasi dan kekerasan terhadapa anak, untuk tujuan tertentu. Misalnya saja memaksa anak anak untuk menjadi peminta minta di jalan ataupun pekerjaan lain yang bukan menjadi tugas dari si anak.

“Perda ini bisa melindungi anak-anak kita dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Ini tujuan regulasi dibuat, walaupun tentu tidak satupun orang tua yang ingin menyakiti ataupun mengekploitasi anaknya, namun kadang kondisi yang kerap kali menjadikan anak akhirnya dieksploitasi untuk tujuan tertentu” jelas Apiaty K Amin Syam.

Sejak awal perencanaan regulasi ini, Apiaty yang merupakan anggota DPRD kota Makassar dari Komisi D, memberikan dukungan penuh untuk segera disahkan. Sebab, Perda tentang Perlindungan Anak dinilai sangat penting untuk dimiliki pemerintah kota.
“Bukan hanya pemerintah punya kewajiban untuk melindungi anak tetapi masyarakat terutama orang tua. Semua diatur dalam Perda tentang Perlindungan Anak,” ungkapnya.

Ia mengajak peserta untuk membantu menyebarluaskan Perda tentang Perlindungan Anak, sehingga masyarakat tahu mereka memiliki kewajiban melindungi anak.

“Saya minta warga ikut membantu sebarluaskan perda di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Moderator Lina Mariana yang memandu acara sosper ini, berturut turut memberikan kesempatan kepada narasumber untuk memaparkan materinya. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah, Muhammad Akbar Rasid, ST, yang membawakan materi tentang Manfaat Perda No 5 tahun 2018. Disamping itu juga hadir nara sumber lainnya yaitu Drs.H. Andi Badi Sommong.,M.Si yang memberikan materi tentang Sanksi Hukum bagi yang melanggar Perda tersebut.

Diujung acara, Apiaty K Amin Syam kembali menenkankan agar pemerintah kota Makassar bersungguh sungguh dalam menindak tegas bagi yang melanggar aturan perda perlindungan anak ini.

“Kami selaku anggota DPRD Makassar akan mendorong dan mengawasi pemerintah kota Kota agar bersungguh sungguh menindak tegas pelaku pelanggaran perda perlindungan anak ini” pungkas Apiaty.

read more
DPRD MakassarNews

Ketua DPRD Rudianto Lallo Lepas Jalan Sehat Tallo Fest

LANGITKU.NET, Makassar – Ketua DPRD Makassar melepas dan mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Tallo Kota Makassar. Kegiatan Tallo Fest ini dihadiri ribuan masyarakat Tallo dari 15 kelurahan.

Politisi Partai NasDem itu menyampaikan respek kepada Camat Tallo, Alamsyah Sahabuddin yang menyelenggarakan kegiatan positif yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kota Makassar yang ke-415.

“Kegiatan jalan sehat ini penuh manfaat. Dikegiatan ini berbagai kegiatan sosial dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Tallo, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, zumba bersama dan pameran kuliner hasil UMKM Warga Makassar. Semoga kegiatan ini dapat diikuti oleh pemerintah kecamatan lainya,” kata Rudianto Lallo, di Makassar, Minggu 20/11/2022.

Dihadapan ribuan masyarakat Tallo, Rudianto Lallo juga menyampaikan jika asal muasal Kota Makassar berawal dari Kerajaan Tallo. Pada abad ke 16 Tallo merupakan salah satu Kerajaan terbesar bersama Gowa, olehnya kedua kerajaan dikenal dengan kerajaan kembar, Gowa-Tallo. Kedua kerajaan itu tidak bisa dipisahkan dan selalu bekerjasama.

“Asal muasal Makassar itu dari Tallo. Dari Tallo untuk Makassar,” tambah Rudianto Lallo saat menyapa masyarakat.

Rudianto Lallo yang hadir bersama komunitas anak rakyat juga ikut senam zumba bersama Camat Tallo dan warga. Tampak orang nomor satu di DPRD Makassar itu antusias mengikuti gerakan dari instruktur diatas panggung.

“Hari ini saya senang sekali. Jika kemarin kami hanya kirim mesin cuci dan TV, maka hari ini saya tambahkan hadiahnya satu unit motor lagi,”ujar Rudianto Lallo.

Sementara itu, Camat Tallo, Alamsyah Sahabudin menyampaikan terima kasih atas kehadiran ketua DPRD Makassar di kegiatan Tallo Fest. Kegiatan ini bagian dari peringatan HUT Kota Makassar ke- 415.

Kegiatan jalan santai ini di mulai dari Ade Irma, menuju Jalan Gatot Subroto, Jalan Sunu, Ar Hakim dan Kembali finish di Jalan Ade Irma.

read more
DPRD MakassarNews

Gelar Sosper Penyelenggaraan Pendidikan, Apiaty Amin Syam Jelaskan Hak dan Kewajiban Orang Tua Peserta Didik

LANGITKU.NET, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Dr. Ir. Hj. Apiaty K Amin Syam, M.Si, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Khas Hotel Makassar, Jalan A. Mappanyukki, Kamis (10/11/2022).

Sosialisasi perda (sosper) ini juga menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. H. Amiruddin MM,Phd yang membahas tentang manfaat perda penyelenggaraan pendidikan, dan juga Suarman, S.Pd.,M.Pd, yang membawakan materi tentang sanksi hukum bagi yang melanggar perda nomor 1 tahun 2019.

Apiaty dalam sambutannya mengatakan pendidikan dalam Perda Nomor 1 Tahun 2019 ini merupakan urusan wajib bagi pelayanan publik yang harus betul-betul menjadi perhatian daerah terutama di Kota Makassar dan stakeholder terkait.

“Saya sering katakan bahwa dunia pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Bukan hanya terkait siswa dan guru, namun menyangkut banyak hal termasuk soal kurikulum. Banyak stakeholder yang harus menjadi pendukung dalam dunia pendidikan,” ujar Apiaty.

Legislator Golkar ini menambahkan dunia pendidikan harus mempunyai dukungan yang baik dari lingkungan sekolah, sarana prasarana, pemerintah, termasuk orang tua siswa.

Apiaty pun berharap dengan sosialisasi perda ini, terjadi kesepahaman antara orang tua, terkait dengan bagaimana sebenarnya bentuk penyelenggaraan pendidikan itu sendiri sehingga bisa paham apa yang menjadi hak dan kewajibannya .(*)

read more
DPRD MakassarNews

Ketua DPRD Rudianto Lallo Kenakan Baju Adat Toraja Saat Bacakan Sejarah Kota Makassar di HUT ke- 415

LANGITKU.NET, Makassar – Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo didaulat membacakan sejarah Kota Makassar pada peringatan hari jadi Kota Makassar ke-415 yang dilaksanakan di Lapangan Karebosi, Selasa, 9/11/2022.

Dalam pembacaan sejarah Kota Makassar, Politisi Partai NasDem itu tampil mengenakan pakaian adat Toraja dengan baju berwarna biru dipadukan sarung warna putih, songkok khas Toraja menyempurnakan pakaian orang nomor satu di DPRD Makassar itu.

Dalam pembacaan sejarah Makassar, Rudianto Lallo mengatakan jika awal kota dan bandar Makassar berada di muara Sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil. Pada pertengahan abad XVI, Gallo bersatu dengan kerajaan kecil lainnya bernama Hoqa dan mulai melepaskan diri dari Kerajaa Siang dan menaklukkan kerajaa sekitarnya.

Pada masa pemerintahan Raja Gowa XVI didirikan Benteng Roterdam dan terjadi peningkatan aktivitas pada sektor perdagangan lokal, regional dan internasional, sektor politik serta sektor pembangunan fisik oleh kerajaan. Masa itu merupakan puncak kejayaan Kerajaan Gowa, namun selanjutnya dengan adanya perjanjian Bungaya menghantarkan Kerajaan Gowa pada awal keruntuhan.

“Hanya dalam seabad saja, Makassar menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia yang dihuni lebih 100.000 orang yang menjadika sebagai kota terbesar ke 20 dunia. Sampai pada abad ke-17, Makassar berupaya merentangkan kekuasaannya kesebagian besar indonesia Timur debgab menaklukkan Pulau Selayar, Kerajaan Walio du Buton, Bima du Sumbawa, Bangai dan gorongtalo di Sulawesu Bagian Timur dan Utara,”kata Rudianto Lallo.

Lanjut dia, Hubungan Makassar dengan dunia Islam diawali dengan kehadiran Abdul Ma’mur Khatib Tunggal atau Dato’ Ri Bandang yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Ulama tersebut tiba di Tallo pada September 1605. Sang ulama mengislamkan Raja Gowa ke-XIV II Mangngerangi Daeng Manrabia dengan gelar Sultan Alauddin bersama Raja Tallo, Karaeng Katangka Mangkubumi I Mallingkaang Daeng Manyonri, Karaemf Katangka tang juga sebafau raja Tallo, kedua raja ubu yang mulai memeluk islam di Sulawesi Selatan.

“Pada 9 November 1607, diadakan salat Jumat pertama di Masjid Tallo sehingga dinyatakan secara resmi bahwa penduduk Kerajaan Gowa Tallo telah memeluk Islam. Pada waktu bersamaan pula, diadakan salat Jumat di Masjid Mangallekana di Somba Opu, dan tanggal ini selanjutnya diperingati sebagai hari jadi Kota Makassar sejak tahun 2000,”Tambah Anak Rakyat sapaan Rudianto Lallo.

Makassar dan Ujung Pandang
Makassar sebagai sebuah nama kota sempat berubah menjadi Ujung Pandang, sejalan dengan perluasan wilayah dari 21 Km menjadi 175,77 km persegi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1971 tentang perubahan batas-batas daerah Kota Madya Makassar dan Kabupaten Gowa, Maros, dan Pangkajene dan Kepulauan dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan pada 31 Agustus 1971.

“Kemudian Kota ini dinamakan kembali menjadi Makassar pada 13 Oktober sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang menjadi Kota Makassar dalam Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai wujud keinginan masyarakat yang mendapat dukungan DPRD bersama Pemerintah Kota,”sebutnya.

Usai membacakan Sejarah Kota Makassar, Rudianto Lallo yang dikonfirmasi tentang mengenakan pakaian adat Toraja dijelaskan jika Tallo, Makassar tidak dapat dipisahkan dengan Toraja, yakni Sultan Mudaffar (Imanginyarrang Dg Makkiyo, Raja Tallo VII, beristrikan atas nama Sawerannu yang merupakan putri dari Toraja.

“Melihat posisi makam Sawerannu yang ada pas didepan makam Sultan Mudaffar, maka tentulah Sawerannu merupakan sosok yang sangat istimewa dihati Sultan Mudaffar sehingga makam mereka berdua diletakkkan berdampingan satu sama lain yang ada di Kompleks Makam Raja-raja Tallo. Inilah jadi saksi jika Toraja tak bisa dipisahkan dari Tallo, Makassar,”tutup Rudianto Lallo.

read more
DPRD MakassarNews

Apiaty Amin Syam Gelar Sosper RTH, Ingatkan Pengembang Perhatikan Ruang Terbuka Hijau

LANGITKU.NET, Makassar – Anggota DPRD Makassar, Dr. Ir. Hj. Apiaty K Amin Syam, M.Si menggelar sosialisasi penyebaran produk hukum daerah ” Perda Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Penataan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau” di Hotel Khas, Jl. A. Mappanyukki Makassar, pada Senin (6/11/2022).

Hadir selaku narasumber, Hidayat Mamin yang membahas tentang manfaat Penataan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau. Juga narasumber Nur Rahmah yang secara rinci membedah tentang sanksi hukum bagi yang melanggar Perda nomor 3 tahun 2014 ini.

Dalam sambutannya, Apiaty Amin Syam mengungkapkan pentingnya Perda ruang terbuka hijau (RTH) ini disosialisasikan, mengingat pertumbuhan pesat Kota Makassar itu juga berdampak terhadap RTH, sehingga perlu pengelolaan ruang publik dengan baik.

Kata Apiaty, pihaknya sengaja mengangkat Perda ini agar masyarakat mengetahui bahwa ada kewajiban Pemerintah kota untuk menata ruang terbuka hijau di Kota Makassar, 20 persen hingga 30 persen RTH.

“Dibanding kota-kota lain, RTH kita di Makassar diperingkat paling rendah. Hal ini dikarenakan ketidak tegasan pemerintah kota terhadap pengembang yang berinvestasi di Kota Makassar,” terang Apiaty.

Minimnya RTH kata Apiaty membuat tempat bermain bagi anak dan olahraga warga nyaris tidak ada. Taman kota makin menyempit. Belum lagi persoalan banyaknya papan reklame yang terpasang sembarangan di pinggir jalan dan berpotensi merusak pohon.

Untuk itu, Politisi Golkar ini mengaku akan mendorong pemerintah kota untuk mengoptimalkan RTH, dengan cara tidak mengeluarkan izin membangun perumahan kepada pengembang sebelum menyerahkan RTH nya 30 persen.

“Kita sudah sampaikan PTSP dan Dinas Tata Ruang untuk tidak mengeluarkan izin membangun sebelum menyerahkan fasum fasosnya dan itu sudah dalam bentuk sertiifkat,” terangnya lagi.

Apiaty juga menyinggung beberapa pengembang yang masih mempunyai lahan namun belum digunakan, sebaiknya dipergunakan untuk kepentingan ruang terbuka hijau, sehingga dapat menjadi paru-paru kota Makassar (*)

read more
DPRD MakassarNews

Rudianto Lallo: Selamat Kepada Danny Pomanto dan Fatmawati Sebagai Ketua MABI dan Ketua Kwartir Pramuka Kota Makassar

LANGITKU.NET, Makassar – Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengucapkan selamat kepada Wali Kota Makassar, Danny Pomanto dan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi yang dikukuhkan selaku Ketua Majelias Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar dan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar sisa Masa Bakti 2019-2024 di Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu 4/11/2022.

“Selamat kepada Pak Wali Kota Makassar
yang baru saja dilantikan dan dikukuhkan selaku Ketua Majelis Pembimbing (Mabi)
Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar dan juga kepada Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi selaku Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Kota Makassar,”ujar Rudianto Lallo saat menghadiri pelantikan di Four Points by Sheraton Makassar.

Ketua DPRD Makassar itu yakin jika keduanya akan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik untuk Gerakan Pramuka di Kota Makassar. Sebab, kata Politisi NasDem itu Danny-Fatma memiliki pengalaman memimpin organisasi.

“Dibawah Komando Pak Wali dan Ibu Wawali maka Gerakan Pramuka di Makassar akan lebih kreatif dengan berbagai program inovatif serta melahirkan generasi generasi muda yang berkarakter,”paparnya.

Pengukuhan dan pelantikan ini dilakukan oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang juga selaku Mentri Pertanian Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu berharap kepada seluruh pengurus dan anggota Pramuka Kota Makassar agar terus bersemangat dalam memajukan negara. Anggota pramuka, lanjut dia dapat meningkatkan sinergitas untuk mensukseskan program pemerintah termasuk program di Kementrian Pertanian.

“Pramuka organisasi resmi oleh negara yang harus dojaga oleh pemerintah, jika dijaga oleh pemerintah maka tentunya seluruh masyarakat harus turut serta menjaga dan membesarkan organisasi pramuka ini,”tutur SYL sapaan Akrab Syahrul Yasin Limpo.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto, menyampaikan akan membersarkan pramuka di Kota Makassar, pendidikan pramuka disebut tidak hanya lagi di sungai, di gunung, tetapi kedepan, pendidikan dan pelatihan dilakukan dari lorong ke lorong

read more
DPRD MakassarNews

Rudianto Lallo Konsolidasi Calon Pengurus IKA Unhas Makassar Jelang Pelantikan

LANGITKU.NET, Makassar – Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanudin (Unhas) Kota Makassar terus melakukan konsolidasi menjelang pelantikan yang rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Karebosi, Desember 2022 mendatang.

Ketua IKA Unhas Kota Makassar terpilih, Rudianto Lallo, mengumpulkan para calon pengurusnya di Rumah Jabatan Ketua DPRD Kota Makassar, Jumat (28/10/2022).

Kegiatan ini digelar dalam suasana kekeluargaan dan makan malam bersama untuk memperkuat silaturahmi antar sesama calon pengurus IKA Unhas Kota Makassar.

“Terima kasih atas kehadiran saudara-saudara sekalian. Kita sengaja membuat pertemuan ini, dalam suasana santai makan malam bersama dan hiburan guna memperkuat silaturahmi sesama calon pengurus IKA Unhas Kota Makassar. Ini pertemuan kedua kalinya setelah musda (musyawarah daerah) I IKA Unhas Kota Makassar di Pulau Samalona, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar, 3 September 2022 lalu. Pertemuan pertama juga dulu kita gelar di sini,” ucap Rudianto Lallo yang juga Ketua DPRD Kota Makassar.

Rudianto Lallo mengatakan, pertemuan malam ini, sebagai persiapan menjelang pelantikan IKA Unhas Desember 2022 mendatang.

“Informasi yang kita dapatkan, Insya Allah, bulan 12 (Desember) 2022 itu, pelantikan IKA Unhas Kabupaten/Kota Se-Sulsel, termasuk IKA Unhas Kota Makassar. Pengurus IKA Unhas Kota Makassar akan diisi kalangan milenial,” katanya.

“Makanya, kita berkumpul di sini sesama calon pengurus IKA Unhas Kota Makassar. Kita akan buat seragam pengurus yang akan digunakan saat pelantikan nantinya. Silahkan isi absensi dengan masing-masing ukuran bajunya,” tambah Rudianto Lallo yang disambut tepuk tangan ratusan alumni Unhas yang hadir.

Rudianto Lallo menjelaskan, meskipun belum dilantik dan dikukuhkan, namun IKA Unhas Kota Makassar sudah melaksanakan kegiatan.

“Saya laporkan IKA Unhas Kota Makassar baru-baru ini, mengikuti Kejuaraan Mini Soccer IKA Unhas-AAS 2022, belum lama ini. Bahkan, pada kegiatan ini, satu-satunya IKA daerah yang berpartisipasi adalah IKA Unhas Kota Makassar, peserta lainnya adalah IKA Fakultas Unhas. Ini artinya IKA Unhas Makassar survive dan akan lebih survive lagi ke depannya,” terang Anak Rakyat, sapaan akrab Rudianto Lallo. (***)

read more
DPRD MakassarNews

Ketua DPRD Rudianto Lallo Hadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Panwascam se Makassar

LANGITKU.NET, Makassar – Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan anggota Panwaslu Kecamatan se-Kota Makassar pada pemilihan umun serentak 2024 mendatang, di Makassar, Jumat, 28/10/2022.

Menurut dia, Panwaslu kecamatan merupakan ujung tombak dalam menciptakan pemilihan umum pada 2024 mendatang yang adil dan demokrasi. Olehnya itu, dia berharap agar seluruh Panwascam yang berjumlah 45 orang melaksanakan tanggungjawabnya sesuai dengan amanat Undang-Undang.

” Panwas Kecamatan ini harus menciptakan pemilihan yang jujur dan adil, demi terciptanya demokrasi yang sehat, sebagaimana dalam undnag-undang,” kata Rudianto Lallo.

Legislator dua periode Makassar itu berharap kepada seluruh penyelenggara yang baru saja dikukuhkan menjaga netralitas, independen, dan menjauhi potensi terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Jabatan sebagai Panwascam dianggap berpotensi dimasuki oleh oknum yang mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan negara.

“Tugas dan tanggungjawab Panwascam jelas. Dalam pengambilan sumpah janji jabatan yang baru dilaksanakan ini, point utamanya mereka harus jujur dan adil. Sumpah ini memiliki keterikatan dengan Tuhan yang Maha Esa, semoga seluruh penyelenggara diberikan kekuatan, kesehatan mewujudkan demokrasi, dan tentunya tahan godaan materi dari pihak luar,”kata Rudianto Lallo.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Makassar, Abdillah Mustari menyatakan dalam penentuan 45 anggota Panwaacam ini penuh dengan tekanan, baik yekanan dari sampinh dan atas.

“Namun kami yakin jika yang kami putuskan adalah yang mampu direkeng (Diperhitungkan) di masyarakatnya, dan kami percaya kalian akan menjadi pandu ibu negara kita ini, sebagaimana lagi kebangsaan Indonesia Raya,”kata

Dia juga menambahkan, sesuai mars Bawaslu, integritas yang diutamakan, kapan penyelenggara pengawas tercederai, maka sampai hari kiamat, tak boleh menjadi penyelenggara. Olehnya kita harus bekerja dengan maksimal, berpodaman pada aturan.

“ketika banyak yang mencurigai, maka kita harus tunjukkan kinerja yang baik,on the track,”paparnya.

Dalam kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpaj janji Panwascam se Kota Makassar ini turut di hadiri Asisten I Pemkot Makassar, Andi Yasir, Kesbangpol dan sejumlah pejabat lingkup Kota Makassar.

read more
1 4 5 6 7 8 19
Page 6 of 19