close

Umum

Umum

Namanya Masuk Dalam Daftar Calon Pimpinan Muhammadiyah Sulsel, Ini Komentar Abdul Rachmat Noer

LANGITKU.NET, Enrekang – Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulsel ke 40 di Enrekang akan dilaksanakan 3 – 5 Maret 2023. Musyawarah organisasi tertua di Indonesia untuk tingkat Propinsi ini mengambil tema “Mencerahkan Ummat, Memajukan Sulawesi Selatan”.

Sesuai mekanisme yang telah diatur dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah, setiap Anggota Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah dan Ortom Tingkat Wilayah memberi usulan nama bakal calon pimpinan ke Panitia Pemilihan.

Selanjutnya Panitia Pemilihan melakukan evaluasi terhadap calon yang diusulkan untuk disesuaikan dengan syarat-syarat menjadi pimpinan Muhammadiyah. Calon yang memenuhi syarat selanjutnya ditetapkan sebagai Bakal Calon Pimpinan Muhammadiyah Sulsel.

Untuk Musywil Muhammadiyah Sulsel ke 40 ini, Panitia Pemilihan telah menetapkan 65 nama bakal calon yang akan dipilih pada forum Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah pada 3 Maret 2023.

Di forum ini akan dipilih 39 nama calon pimpinan yang selanjutnya akan dibawa di forum Musywarah Wilayah Muhammadiyah Sulsel pada 4 Maret 2023.

Setelah penetapan 39 nama calon pimpinan, peserta Musyawarah Wilayah akan memilih 13 orang nama atau Formatur 13 yang akan menjadi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2022 – 2027.

Sejumlah nama besar masuk dalam 65 daftar bakal calon yang telah ditetapkan Panitia Pemilihan. Ada 10 guru besar Unhas dan UIN Alauddin Makassar yang lolos seleksi.

Latar belakang bakal calon juga sangat beragam, akademisi, profesional, guru, LSM, pengusaha dan profesional.

Salah seorang bakal calon pimpinan adalah H. Abdul Rachmat Noer. Posisinya saat ini di Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Sulsel sebagai Wakil Bendahara.

“Saya bersyukur dan berterima kasih karena masih dipercaya untuk mengurusi Muhammadiyah”, ungkapnya saat ditemui Langitku Networks.

Rachmat tidak banyak berkomentar seputar dirinya masuk dalam daftar bakal calon Pimpinan Muhammadiyah Sulsel.

Dia hanya berharap akan lebih fokus mengurus Muhammadiyah pada periode berikutnya jika sekiranya musyawirin mempercayakan kembali duduk sebagai pimpinan.

Rachmat mengenal Muhammadiyah saat menjadi anggota IPM tahun 1982. Kemudian melanjutkan aktivitasnya di Ortom IMM ketika masuk kuliah di Fak. Ekonomi Universitas Hasanuddin tahun 1985.

Di IMM, Rachmat pernah menjadi Ketua Komisariat IMM Fakuktas Ekonomi Unhas tahun 1988 – 1989. Kemudian menjadi Ketua Cabang IMM Ujung Pandang 1991 – 1993. Dia juga pernah menjabat Sekretaris Korps Instruktur DPD IMM Sulsel 1987 – 1989.

Perjalanan organisasi Rachmat di Ortom Muhammadiyah berlanjut ketika dipercayakan menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah Wilayah Sulawesi Selatan 2006 – 2010.

Pada Musyawarah Wilayah Muhamadiyah Sulsel ke 39 tahun 2019 di Palopo, Rachmat berada diurutan 14. Karena ada anggota pimpinan yang meninggal, akhirnya dia ditetapkan sebagai Wakil Bendahara.

Di Musyawarah Muhammadiyah Sulsel ke 40 di Enrekang, Rachmat tidak memasang target masuk ke pimpinan 13. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada musyawirin untuk memilih dirinya.

“Insya Allah saya tidak berambisi menjadi pimpinan Muhammadiyah karena menjadi pimpinan Muhammadiyah itu sangat berat. Jika tidak dilandasi ikhlas, ihsan dan iman, sulit untuk menjalankan amanah sebagai pimpinan di Muhammadiyah, di semua tingkatan”, kunci Rachmat.

read more
Umum

Dosen Unismuh Nur Khadijah Razak, Raih Gelar Doktor di Pascasarjana UNM

LANGITKU.NET, Makassar – Senang, terharu, dan lega. Itu yang dirasakan Nur Khadijah Razak, setelah meraih gelar doktor pada Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM). Meski begitu, dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini, mengaku pencapaiannya itu bukan merupakan akhir dari perjuangan. Karena ada tanggung jawab besar ke depan dengan gelar yang dia dapatkan itu.

Setelah Promosi Doktor, pada Senin, 13 Februari 2023, perempuan kelahiran Juli 1989 itu, kini punya nama lengkap: Dr Nur Khadijah Razak, S.Pd, M.Pd. Judul disertasinya saat meraih gelar doktor adalah, “Pengembangan Bahan Ajar Pragmatik Berbasis Blended Learning Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar”.

Nur, begitu dia akrab disapa punya pendidikan yang linier. S1-nya adalah Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNM, tahun 2011. Magisternya, yakni Prodi Pendidikan Bahasa Kekhususan Pendidikan Bahasa Indonesia, PPs UNM, 2014. Begitupun dengan program doktoralnya, Prodi Pendidikan Bahasa, PPs UNM, tahun 2023.

Dosen tetap yayasan di Unismuh Makassar, sejak 2015 itu, mengungkapkan selama menyelesaikan disertasinya, dia menghadapi tantangan, terutama bagaimana mengembangkan bahan ajar pragmatik berbasis blended learning yang, menurutnya, sangat tidak mudah. Katanya, butuh pemikiran ekstra dalam merancang konsep materi secara sistematis sesuai kebutuhan mahasiswa sebelum melaksanakannya.

Selain itu, jelasnya, dia harus keluar dari bidangnya supaya mampu mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Karena posisinya tidak saja sebagai perancang alur pelaksanaan. Bahkan harus terjun langsung mengedit dan membuat sendiri tahap demi tahap proses pembelajaran, baik luring maupun daring, melalui LMS SPADA Unismuh Makassar.

Bersyukur, dia dapat menghasilkan tiga buku, yaitu Buku Pragmatik Berbasis Blended Learning, Buku Panduan SPADA Unismuh Makassar Berbasis Blended Learning untuk Dosen, dan Buku Panduan SPADA Unismuh Makassar Berbasis Blended Learning untuk Mahasiswa. Belum lagi pembuatan video Tutorial Konten SPADA Dosen dan Mahasiswa, serta Video Pembelajaran.

Pada waktu itu, paparnya, dia tidak hanya sebagai peneliti, tetapi sebagai penulis, produser, bahkan sutradara pada pembuatan video pembelajaran tersebut.

“Selepas itu, terbaring di rumah sakit pun saya telah rasakan. Melawan titik terendah dalam hidup saya yang sempat ingin berhenti melanjutkan studi S3. Belum lagi anak-anak yang masih membutuhkan perhatian ekstra dari ibunya,” kisah alumnus SD Inpres Perumnas Antang II Makassar, tahun 2001 itu.

Nur beruntung, punya keluarga yang selalu mendukungnya. Dukungan keluarga, diakui, sangat besar dalam proses penyelesaian Studi S3-nya. Tidak hanya dalam bentuk materi, tapi selalu mendoakan, mensupport, juga menggantikan tugasnya sebagai ibu  di tengah kesibukannya menyelesaikan studi.

Disampaikan, dia menyusun disertasi tentang Bahan Ajar Pragmatik Berbasis Blended Learning ini karena punya beberapa alasan. Pertama, bahwa bahan ajar yang digunakan sebelumnya masih memiliki kelemahan dan kekurangan dari segi penyajian materi yang tidak sistematis. Kedua, sumber belajar pada mata kuliah Pragmatik yang digunakan di Perguruan Tinggi khususnya di Sulawesi Selatan kebanyakan mengambil contoh kasus secara umum. Ketiga, metode pembelajaran dan media pembelajaran daring yang digunakan kurang variatif dan berinovasi.

Karya disertasi itulah yang dipaparkan saat Promosi Doktor di PPs UNM, ketika Makassar tengah diguyur hujan lebat. Saat itu, Nur Khadijah Razak didampingi Promotor Prof Dr H Akmal Hamsa, M.Pd dan Kopromotor Dr Syamsudduha, M.Hum.

Penguji Internalnya adalah Prof Dr Muhammad Rapi, M.S, Prof Dr Kembong Daeng, M.Hum dan Prof Dr Baso Jabu, M.Hum. Sedangkan Penguji Eksternal adalah Dr Kasma F. Amin, M.Pd.
[14:00, 02/03/2023] Rusdin Tompo: Alumnus SMP dan SMA Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Makassar, berharap disertasinya itu akan memberi kemanfaatan. Yakni, penggunaan media pembelajaran ini, dosen dan mahasiswa tidak terpaku pada keterbatasan alat yang tersedia. Juga mahasiswa dapat meningkatkan daya analisis dalam menganalisis konteks tuturan dalam kajian pragmatik. Selain itu, memudahkan mahasiswa dalam proses memahami materi yang disampaikan oleh dosen.

Manfaat lainnya adalah belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas melainkan dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Dengan begitu, akan berdampak pada hasil belajar dan prestasi belajar mahasiswa.

Sebagai dosen, tentu dia menjalani profesinya penuh suka dan duka. Sukanya, kata Nur, karena dia bisa berdiskusi, bekerja sama dalam penelitian dan pengabdian bersama rekan-rekan dosen. Dia juga dapat berbagi pengalaman, baik itu dari bidang yang sama bahkan di luar dari bidang keilmuannya.

“Dukanya, kadang jika saya tidak berhasil memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang materi yang diajarkan pada saat itu,” ungkap ibu dua anak itu. (*)

read more
Umum

Rumah Tahfidz Nurul Yaqin Kampung Jangka Pallangga Gowa Dikelola Profesional

LANGITKU.NET, Gowa – Pendirian rumah tahfidz itu bukan semata-mata agar anak-anak menjadi penghapal Al-Qur’an tapi juga kelak terbentuk keluarga Qur’ani. Demikian harapan dan semangat yang dicetuskan saat Grand Launching Rumah Tahfidz Nurul Yaqin di Kampung Jangka, Kelurahan Pangkabinanga, Ahad, 19 Februari 2023.

Karena itu, tema kegiatan grand launching adalah “Keluarga Pecinta Al-Qur’an, Berakhlak Qur’ani”. Setelah peluncuran ini, pengelolaan rumah tahfidz di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berjalan reguler dan dikelola secara profesional.

“Semoga kehadiran kita dalam peluncuran ini akan jadi amal jariyah bagi kita. Karena ini pekerjaan dunia dan akhirat,” kata Lurah Pangkabinanga, Maknun, SS, sebelum grand launching.

Maknun mengaku, ini pengalaman pertamanya meluncurkan rumah tahfidz dan berbicara di depan anak-anak santri/santriwati. Kepada anak-anak itu disampaikan agar tidak patah semangat dalam menuntut ilmu. Dia berharap, semoga nanti anak-anak tumbuh jadi generasi yang cinta Al-Qur’an.

Sementara H Danial Dg Nyikko, S.Pd, M.Si, Sekretaris Yayasan Rumah Tahfidz Nurul Yaqin, mewakili Ketua Yayasan, H Adnan Dg Ngitung, S.Pd, M.Pd, menyampaikan sebelumnya rumah tahfidz hanya berlangsung saat week end. Namun setelah peluncuran, rumah tahfidz yang dibangun dengan dana 1,2 miliar ini, diharapkan akan semakin berkembang. Karena punya pengelola yang profesional. Para pengajarnya tinggal di rumah tahfidz. Sehingga mendukung aktivitas mereka sebagai guru (ustadz/ustadzah).

Rumah Tahfidz Nurul Yaqin dilengkapi fasilitas gedung permanan berlantai tiga. Letaknya tersambung dengan Masjid Nurul Yaqin. Ruang kelasnya luas, nyaman dan ber-AC, menggunakan fasilitas multimedia, wifi, dan lapangan bermain.

Sebelumnya, Ustaz Nasaruddin, S.Pd, M.Sc, menyambut baik kerjasama antara Rumah Tahfidz Nurul Yaqin dengan Rumah Tahfidz Ibnu Amir. Kerjasama dilakukan sampai ada pengelola sendiri.

“Saya hanya datang berdakwah, yang akan melanjutkan itu anak-anak muda. Kami datang untuk membina,” terang Nasaruddin dalam sambutannya.

Diakui, tempat di sini (Rumah Tahfidz Nurul Yaqin) jauh lebih mewah, berlantai tiga dengan fasilitas AC. Kalau nanti ada santri 150an, itu masih terbilang sedikit. Karena ruangnya memadai.

Disampaikan, sebagai pengelola, mereka profesional. Pengelola dan guru-gurunya konsisten dan punya loyalitas mengajar. Setiap santri diabsen, daftar hadir diperhatikan. Ada rapor, sama seperti sekolah formal pada umumnya. Metodenya belajar sambil bermain. Jadwal mengaji diadakan Senin-Jumat. Kalau anak-anak sekolah pagi, dia bisa mengaji sore. Sedangkan kalau dia sekolah siang, bisa ambil kelas pagi.

Kelas rumah tahfidz ini terdiri dari Kelas Ali (usia 5-7 tahun), Kelas Usman (usia 8-9 tahun), Kelas Umar (usia 10-12 tahun), Kelas Abu Bakar (usia di atas 12 tahun) dan Tahassus/remaja dan dewasa.

Kelas regulernya diadakan setiap hari Senin-Jumat, pukul 14.30-17.30 wita. Sedangkan, kelas week end, diadakan pada hari Sabtu, pukul 14.30 dan Ahad, pukul 16.00 wita.

Nasaruddin menekankan pentingnya peran orangtua dalam memotivasi anak-anaknya. Orangtua bisa melihat perkembangan anaknya. Karena ada pertemuan bulanan untuk silaturahmi. Di rumah tahfidz ini ada infaq bulanan dan akad pendidiikan untuk membangun komitmen antara orangtua dan pengelola.

Grand launching ini dihadiri pengurus Yayasan Rumah Tahfidz Nurul Yaqin, pengurus Masjid Nurul Yaqin, Pengelola serta ustadz/ustadzah Rumah Tahfidz Nyrul Yaqin  Juga hadir perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pallangga, dan Karang Taruna Pangka Binanga. Hadir pula Kepala Lingkungan Kampung Jangka, ibu-ibu majelis taklim Kampung Jangka, serta orangtua santri dan santriwati yang berasal dari Gowa dan Makassar. (*)

read more
Umum

Semarakkan Musywil Muhammadiyah Ke 40 Di Enrekang, Alumni IPM Dan IMM Sulsel Gelar Reuni Alumni Bersama

LANGITKU.NET, Makassar – Koordinator Wilayah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sulawesi Selatan akan menggelar reuni alumni dalam rangkaian Musyawarah Wilayah Muhammadiyah ke 40 di Enrekang. Pelaksanaan reuni alumni IMM dijadwalkan 3 Maret 2023, atau dihari pertama Musywil Muhammadiyah.

Hal tersebut disampaikan Abdul Rachmat Noer, Ketua Korwil Fokal IMM Sulsel usai rapat bersama panitia pelaksana Baksos dan Reuni Alumni IMM Sulsel, Kamis malam di kediaman Dr. Usman Lonta, M. Pd, anggota DPRD Prop. Sulawesi Selatan (26/01).

Menurut Rachmat, reuni dan Silaturrahim alumni IMM dimaksudkan untuk mempererat kembali tali persaudaraaan alumni IMM sebagai kader Muhammadiyah dan kader bangsa.

Selain reuni alumni, Korwil Fokal IMM Sulsel juga akan mengadakan bakti sosial diantaranya pembagian sembako dan penyuluhan dan pengobatan gratis, jelas Rachmat Sekjen PP KKT Jeneponto.

Kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan Korwil IKA Alumni Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan.

Memang betul teman-teman Alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) juga melaksanakan kegiatan yang sama, jelas Rachmat.

Kami sudah berkoordinasi dengan Korwil IKA IPM Sulsel untuk menyukseskan kegiatan ini, yaitu bakti sosial dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat Enrekang, ujar Rachmat.

Rachmat menjelaskan jika sebagian besar alumni IPM juga adalah alumni IMM. Makanya kegiatannya kita gabung bersama, biar lebih ramai dan lebih kompak sesama kader Muhammadiyah, papar Rachmat Dirut PT. Biringkassi Raya.

Saat ditanyakan apakah kegiatan reuni alumni ini bertujuan untuk memperkenalkan kandidat formatur pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Rachmat mengatakan soal kandidat Formatur Pimpinan Muhammadiyah Sulsel menjadi urusan peserta Musywil yang memiliki hak suara. Bahwa ada kader alumni IMM dan IPM yang akan terpilih nanti, kita serahkan kepada musyawirin, kata Rachmat yang saat ini menjabat Wakil Bendahara Pimpinan Muhammadiyah Sulsel.

read more
Umum

PT. Biringkassi Raya Lakukan Assesment Promosi Jabatan Koordinator

LANGITKU.NET, Pangkep – Untuk mengisi posisi jabatan Koordinator yang kosong, Divisi SDM PT. Biringkassi Raya melakukan assesment karyawan untuk mengisi jabatan Koordinator.

Sebanyak 28 karyawan diundang mengikuti assesment yang dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 26 hingga 27 Desember 2022 di Kantor Pusat PT. Biringkassi Raya, Pangkep.

Menurut Abdul Rachmat Noer Direktur Utama PT. Biringkasi Raya, kegiatan assessment ini bertujuan untuk menggali kemampuan calon terhadap jenis pekerjaan dan posisi yang akan diisi.

Kegiatan ini sebagai bagian dari pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Bahwa pengisian jabatan struktural di perusaaan berbasiskan kompetensi karyawan, bukan karena kedekatan secara personal dengan Direksi, ujar Rachmat.

Kita ini perusahaan yang profesional, menjalankan proses bisnis juga berdasarkan profesionalisme. Kata Rachmat, karyawan yang memenuhi persyaratan kompetensi lah yang nantinya akan mendapatkan promosi jabatan.

Rachmat mengingatkan tantangan dunia bisnis tahun 2023 yang lebih berat dibanding sebelumnya. Karena tantangannya begitu berat maka kami harus menyeleksi karyawan yang pantas menduduki jabatan Koordinator. Kemampauan dan kompetensi karyawan menjadi salah satu jawaban menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif, imbuh Rachmat

read more
Umum

Korwil FOKAL Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulsel Narasikan Pembatasan Periodesasi Kepengurusan Muhammadiyah

LANGITKU.NET, Makassar – Perhelatan terbesar organisasi massa Persyerikatan Muhammadiyah yaitu Muktamar ke 48 sebentar lagi akan digelar di Kota Solo. Beragam opini, saran dan kritikan terkait organisasi ini pun mulai bermunculan.

Salah satu diantaranya wacana yang dilemparkan Prof. Dr. Dien Syamsuddin tentang perlunya darah segar di tubuh Muhammadiyah.

Setelah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah melemparkan perlunya darah segar ditubuh Muhammadiyah, kini muncul narasi untuk membatasi masa periode kepemimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan.

Narasi tersebut disampaikan Abdul Rachmat Noer Ketua Koordinator Wilayah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korwil Fokal IMM) Sulawesi Selatan pada pertemuan dengan Koordinator Nasional (Kornas) Fokal IMM di Rumah Masagena, Jumat malam (04/11/22).

Hadir pada diskusi terbatas Azrul Tanjung Sekjen Kornas FOKAL IMM, Dr. Andi Nurpati Baharuddin Wakil Ketua Kornas FOKAL IMM dan Dr. Pantja Nurwahidin Sekretaris Korwil FOKAL IMM Sulsel.

Menurut Abdul Rachmat Noer, ada beberapa alasan perlunya pembatasan masa periode kepemimpinan ditubuh Muhammadiyah khususnya pengurus harian.

Sejak Muktamar Muhammadiyah ke 45 di Malang yang telah memutuskan pembatasan masa periode kepengurusan Ketua Umum, nyaris tak ada lagi evaluasi terhadap jalannya periodesasi kepengurusan, padahal masalah ini sangat urgent, jelas Rachmat.

Sebagai organisasi kader, Muhammadiyah seharusnya memberi ruang dan kesempatan kepada kader-kader yang telah dilahirkan dari proses pengkaderan organisasi otonominya. Seperti diketahui Muhammadiyah memiliki organisaai otonomi (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah.

Disetiap periode kepemimpinan selalu ada pengkaderan yang dilakukan oleh organisasi otonomi tersebut. Nah mereka inilah sebagai darah segar di Persyerikatan Muhammadiyah. Masa iya darah segarnya dibiarkan mubazir, tidak diberdayakan, ungkap Rachmat mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel periode 2006 – 2010.

Kata Rachmat, dari sisi governancy atau tata kelola organisasi, pembatasan masa periode kepengurusan menjadi 3 periode untuk pengurus harian akan menguatkan kelembagaan kepemimpinan ditubuh Muhammadiyah. Pembatasan periodesasi kepengurusan akan menciptakan effective leadership yang dibutuhkan organisasi seperti Muhammadiyah, ungkapnya

Faktor fairness juga menjadi pertimbangan utama, dimana sejak Muktamar ke 45 di Malang sudah ada pembatasan masa periode Ketua Umum hanya 2 periode saja. Jika posisi Ketua Umum hanya bisa dijabat sebanyak 2 periode, idealnya posisi lain pun perlu pembatasan. Yah maksimal 3 periode sudah cukup, kata mantan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kodya Ujung Pandang periode 1991 – 1993.

Kata Rachmat, jika ada pimpinan yang ingin terus berkhidmad sebagai pimpinan tidak mesti harus menjabat selama-lamanya. Kan bisa naik kelas menjadi pimpinan setingkat diatasnya atau menjadi pengurus majelis atau bagian. Menjadi pimpinan Muhammadiyah beda dengan birokrasi pemerintahan, bahwa jika sudah pernah menjabat eselon tinggi, tidak mungkin menjabat di eselon dibawahnya. Contoh Prof. Dien Syamsuddin, dari Ketua Umum PP Muhammadiyah turun menjadi Ketua Pimpinan Ranting di Jakart, papar Rachmat Sekjen Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto.

Sementara itu Dr. Pantja Nurwahidin Sekretaris Korwil FOKAL IMM Sulsel menyatakan perlunya pembatasan periodesasi untuk regenerasi kader. Kader-kader muda perlu diberi kesempatan untuk tampil, kata Pantja.

Menanggapi usulan Korwil FOKAL IMM Sulsel, Sekjen Kornas FOKAL IMM setuju wacana pembatasan periodesasi kepengurusan di tubuh Muhammadiyah. Memang seharusnya ada pembatasan tidak hanya posisi Ketua Umum tetapi juga posisi pimpinan yang lain. Dan pembatasan maksimal 3 periode adalah wajar dan cukup ideal, jelas Azrul Tanjung

read more
Umum

Kerukunan Keluarga Turatea Jeneponto Dirikan Koperasi Serba Usaha Ci’nong Atia Turatea

LANGITKU.NET, Makassar – Rapat Pleno Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto memutuskan membentuk badan khusus, yaitu Koperasi Serba Usaha atau KSU. Hal itu tertuang dalam hasil rapat yang berlangsung di Hotel Jolin, Makassar, Selasa 01/11/2022.

Ketua umum PP KKT Dr. Alimuddin, SH, M. Kn didampingi Sekjen Abdul Rachmat Noer memimpin rapat pleno dalam sambutannya memberikan atensi dan apresiasi rencana program dari bidang ekonomi, koperasi dan UKM ini.

“Kita sambut baik niatan bidang ini untuk membentuk koperasi” kata Alimuddin di awal sambutannya.

Pendiri kampus Universitas Megarezky Makassar itu lalu mengharapkan agar badan khusus yang bernama koperasi yang akan dibentuk nanti tidak perlu muluk-muluk dan berjalan apa adanya dan jangan berhayal terlalu tinggi.

“Kita bisa berhayal, tapi jangan terlalu tinggi. Karena jangan sampai seperti fenomena yang sering terjadi di kebanyak lembaga koperasi, bahwa membentuk koperasi simpan pinjam, di saat pinjamnya saja yang ramai, tapu bayarnya sepi” kelakar politisi PDI Perjuangan itu disambut tawa peserta rapat.

Senada dengan ketua umum, sekjen Abdul Rachmat Noer juga merasa optimis pengurus koperasi yang dibentuk ini dapat berkembang maksimal.
“Saya optimis Koperasi yang akan dibentuk bisa berkembang, jika semua warga Jeneponto di Makassar bisa terjangkau, dan itu bisa lebih baik lagi” kata Dirut PT. Biringkassi Raya perusahaan afiliasi PT. Semen Tonasa.

Alasan sambung Rachmat karena warga Jeneponto di rantau karakternya komunalistik, tinggi semangat kebersamaannya, kekeluargaannya.
“Orang jeneponto itu komunalistik, itu bisa menjadi pondasi bagi masa depan koperasi ini” tegasnya.

Rapat yang dibidani bidang ekonomi, koperasi dan UKM kemudian bersepakat untuk langsung membentuk badan khusus itu dengan nama Koperasi Serba Usaha (KSU) Ci’nong Atia Turatea. Dengan menetapkan badan pengurus yang diketuai Dr Muhammad Nadhar dan badan pengawas dibawah komando Dr. Sunusi Hamid.

Berikut komposisi pengurus dan badan pengawas KSU Ci’nong Atia Turatea:
Badan Pengawas
Ketua: Dr. Sunusi Hamid
Sekretaris: Suharto, M. Si.
Anggota : Asmin Amin

Badan Pengurus
Ketua : Dr. Muh. Nadhar
Wakil ketua : Baharuddin Hafid
Sekretaris: Suprianto
Wakil sekretaris: Heri
Bendahara: Rosvita
Wakil bendahara: Laras

Sesuai ketentuan yang berlaku, semua peserta rapat yang menghadiri rapat sekaligus menjadi pendiri Koperasi.

read more
Umum

Sekjen PP KKT Jeneponto : Irwan Adnan Figur Calon Walikota Makassar 2024 Pilihan Warga Turatea Jeneponto

LANGITKU.NET, Makassar – Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto mendorong Irwan Rusfiady Adnan untuk maju sebagai calon walikota Makasasar tahun 2024 mendatang. Irwan Adnan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Turatea (PD KKT) Jeneponto Kota Makassar.

Penegasan tersebut disampaikan Sekjen PP KKT Jeneponto Abdul Rachmat Noer dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus Cabang Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Jeneponto Kecamatan Panakkukang, di Aula SMA Mahaputra Makassar, Ahad (30/11).

Menurut Rachmat, semua kriteria menjadi Walikota Makassar ada pada diri Wawan, panggilan akrab Irwan Adnan.

Kata Rachmat, Irwan itu punya pengalaman birokrasi, punya leadership yang kuat, jujur, punya integritas dan tentu sudah siap dengan segala macam yang terkait dengan pemenangan. Satu hal yang harus diingat bahwa dijaman beliau sebagai Kepala Bapenda, pendapatan asli daerah kota Makassar mengalami peningkatan yang fantastis. Itu prestasinya sebagai birokrat yang tidak boleh dilupakan dan patut dihargai, puji Sekjen KKT.

Maka sebagai komunitas yang jumlahnya sekitar 30% penduduk kota Makassar, saya menghimbau kepada seluruh warga Turatea Jeneponto untuk mendukung Pak Irwan sebagai calon walikota Makassar tahun 2024 nanti, imbuh Rachmat.

Insya kalau kita semua warga Turatea Jeneponto bersatu padu, abbulo sibatang, maka peluang orang Turatea kembali memimpin kota Makassar akan menjadi kenyataan, tegas Rachmat.

Ketua Umum PD Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Kota Makassar Drs. Irwan Adnan, M.Si melantik PC KKT Jeneponto Kecamatan Panakkukang periode 2022 – 2025. Terpilih sebagai Ketua Umum Rahmat Amir, S.Ksi, Sekretaris Abdul Jalil, S. Sos.

Turut hadir diacara pelantikan PP KKT Jeneponto, Dr. Abdul Haris Hamid, SH, MH, Ir. Yusdih Gani, Drs. Kahar Sijaya, M.Si, SekretarisnPD KKT Kota Makassar Ir. Faidar Mile, dan sejumlah tokoh masyarakat Panakkukang dan Manggala.

read more
Umum

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Terima Panitia Pelantikan Pengurus IKAFE Unhas

LANGITKU.NET, Makassar – Untuk memantapkan pelaksanaa kegiatan pelantikan Pengurus Pusat IKA Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (IKAFE) Universitas Hasanuddin, panitia pelaksana pelantikan dipimpin Ketuanya, Abdul Rachmat Noer menemui Dekan Fakultas Ekonomi Unhas, Prof. Dr. Abdul Rahman Kadir, M.Si., CIPM, CWM, CRA., CRP. di kampus Tamalanrea Unhas, Selasa (11/10).

Prof. Rahman Kadir mengharapkan agar kegiatan yang akan dihelat IKAFE Unhas dilaksanakan didalam kampus dan melibatkan para alumni. Kami mengharapkan event ini bisa mendekatkan dan melibatkan para alumni lintas generasi. Saya siapkan gedung dan tempat kegiatan IKAFE di kampus, silakan lihat tempat untuk kegiatan IKAFE Unhas, kata Dekan FEB Unhas dua periode ini.

Rachmat didampingi sejumlah panitia sekaligus melaporkan persiapan pelantikan pengurus yang akan dirangkaikan dengan rapat kerja pengurus IKAFE Unhas. Insya Allah pelantikan dan raker dilaksanakan hari Jumat, 21 Oktober 2022 di Kampus FEB Unhas.

Menurut Rachmat, beberapa kegiatan pendukung akan meramaikan acara pelantikan dan raker, diantaranya Stadium Generale, Praktisi Mengajar, Donor Darah, Sharing Session dalam bentuk Webinar, Musik Senja dan jalan santai untuk meramaikan puncak Dies Natalis ke 74 Fakultas Ekonomi Unhas.

Untuk kegiatan stadium generale, webinar dan praktisi mengajar melibatkan alumni yang saat ini sedang menduduki posisi dan jabatan strategis di lembaga pemerintah, Kementrian dan BUMN, ungkap Rachmat Dirut PT. Biringkassi Raya.

Sementara kegiatan donor darah yang pelaksanaannya bersamaan jalan santai dalam rangka puncak Dies Natalis Fakultas Ekonomi Unhas diharapkan mampu mengumpulkan 100 kantong darah, jelas Rachmat.

Khusus untuk jalan santai, saya menghimbau kepada seluruh alumni agar turut meramaikan kegiatan ini. Kami akan menyiapkan kostum kepada alumni yang ikut jalan santai hari Sabtu pagi, 22 Oktober 2022, jelas Rachmat.

Hendra Noor Saleh Ketua IKAFE Unhas terpilih menyebutkan sebelum pelantikan pengurus, Walikota Makassar Danny Pomanto akan menjamu makan malam dan ramah tamah. “Kita mendapatkan kesempatan untuk bersilaturrahim dengan Pak Wali,” pungkasnya.

read more
Umum

Pengurus IKAFE Unhas Hadiri Pelantikan Rektor Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

LANGITKU.NET, Jakarta – Sejumlah pengurus IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFE) Universitas Hasanuddin menghadiri pelantikan Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, SE, M. Si sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin periode 2022 – 2026 hari Selasa (4/10) di Jakarta.

Prosesi pelantikan Ahmad Alim Bachri oleh Nadiem Anwar Makarim dilakukan secara sederhana bertempat di Graha Utama Gedung Ki Hadjar Dewantara Lantai 3 Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Sejumlah pengurus IKAFE Unhas turut hadir diantaranya Abdul Rachmat Noer, M. Iqbal Samad Suhaeb, Imsan Muhaimin dan Warta Bone. Selain pengurus IKAFE Unhas, turut hadir puluhan teman seangkatan Prof. Ahmad dari Fakultas Ekonomi Unhas angkatan 1985 baik yang domisili di Jakarta maupun yang datang dari Makassar khusus menghadiri pelantikan Rektor ULM.

Prosesi pelantikan Prof Ahmad diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor 58843/MPK.A/KP.06.02/2022 Tentang Pengangkatan Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri Periode 2022-2026 di Lingkungan Kemendikbud Ristek RI.

Kepada Prof. Ahmad Alim Bahri sebagai pimpinan perguruan tinggi, Menteri Nadiem Makarim mengingatkan pendidikan kita saat ini sedang dalam tahap transisi menuju perwujudan kampus yang aman dan nyaman dengan kualitas pembelajaran kelas dunia. Kita harus terus maju bersama untuk bertransformasi, jangan sekalipun mengenal kata mundur.

Nadiem menitipkan harapan agar pendampingan dan pengawasan kualitas satuan pendidikan akan terus menjadi salah satu fokus utama kita agar terobosan merdeka belajar benar benar dirasakan oleh warga satuan pendidikan.

Dikonfirmasi terkait pelantikannya, Prof Ahmad menyatakan bersyukur upacara pelantikan yang dipimpin Mendikbud berlangsung lancar. Apalagi hari ini keluarga dekat saya bersama teman-teman kuliah hadir mendampingi saya, turut merasakan kebahagiaan yang saya rasakan, ujar Ahmad.

Program pertama yang akan dilakukan Prof Ahmad sebagai Rektor ULM adalah melakukan konsolidasi internal. Setelah itu dilanjutkan dengan semua stakeholder Universitas, ujar Ahmad.

Ahmad dimata sahabatnya termasuk mahasiswa yang tekun, ulet dan rajin. Hal tersebut disampaikan Abdul Rachmat Noer, Ketua 1 IKAFE Unhas saat dimintai komentarnya tentang sosok Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, SE, MSi.

Beliau itu mahasiswa yang rajin, rasanya tidak pernah absen di setiap mata kuliah. Tugas-tugas yang diberikan dosen pun tak ada yang dilewati. Bahkan semasa kuliah dulu, Prof. Ahmad sering sekali menjadi Ketua Kelas, jelas Rachmat.

Selain tergolong mahasiswa bureng, beliau juga aktif di organisasi ekstra kemahasiswaan. Kami sama-sama aktif dan menjadi pengurus di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Ekonomi periode 1988- 1989. Waktu itu saya Ketua Umumnya dan beliau Wakil Ketua, sebut Rachmat, Direktur Utama PT. Biringkassi Raya (Group Semen Tonasa).

“Alhamdulillah kami sebagai alumni Unhas, khususnya IKAFE sangat bersyukur dan bangga atas capaian prestasi Prof Ahmad yang hari ini dilantik sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Ini sekaligus membuktikan kualitas dan kompetensi alumni Unhas yang dapat diterima dimana saja. Bayangkan beliau bisa menjadi Rektor di negeri seberang”, tutur Rachmat.

read more
1 2 3
Page 2 of 3