LANGITKU.NET, Makassar – Menanggapi maraknya laporan kasus caleg melakukan politik uang dalam bentuk pembagian uang maupun sembako kepada masyarakat, Abdul Rachmat Noer caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil Sulsel 1 mengajak para caleg untuk tidak melakukan pragmatisme politik yang justru melanggar undang-undang.
Jangan sampai rakyat diseret ke praktek politik uang karena sama saja mendorong rakyat ke dalam jurang kebodohan, ujar Rachmat.
Sebagai calon wakil rakyat, seharusnya kita memiliki rasa percaya diri untuk menyakinkan rakyat agar memilih kita melalu praktek demokratis. Misalnya dengan membawa pikiran-pikiran konstruktif melalui sosialisasi visi dan misi sebagai wakil rakyat, ungkap Rachmat.
Jadikan pemilu ini sebagai media untuk adu gagasan, ide dan pikiran konstruktif untuk memajukan daerah, menyejahterakan rakyat, dan menghadirkan keadilan sosial sebagaimana cita-cita pendirian bangsa, tegas Rachmat.
Rachmat yang juga Sekjen PP KKT Jeneponto menghimbau kepada para caleg pada semua tingkatan menghindari politik uang, membagikan sembako yang justru akan menurunkan kualitas demokrasi di Indonesia. Selain itu, praktek money politik dan semacamnya merupakan proses pembodohan rakyat yang menjauhkan rakyat dari hakikat demokrasi, pungkas ARN panggilan akrab Abdul Rachmat Noer .
Pemilu ini adalah ajang pendidikan politik buat rakyat sehingga para caleg seharusnya membuat rakyat semakin cerdas dlaam berdemokrasi, bukan justru sebaliknya, ungkap Rachmat yang juga Wakil Ketua Umum IKA Fakuktas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Hasanuddin.





