LANGITKU.NET, Makassar – PSM Juara! Begitu berita dan vidio yang seliweran di media sosial dan portal berita, Jumat, 31 Maret 2023. Setelah menanti selama 23 tahun, kesebelasan berjuluk pasukan Ramang itu, lebih cepat mengunci titel juara Liga 1, musim 2022/2023. Kepastian juara ini diraih anak-anak asuhan Bernardo Tavares, setelah PSM mengalahkan Madura United 3-1 di Stadion Gelora Madura Ratu Ramelingan, Pamekasan, Madura.
Wiljan Pluim mencetak brace dalam laga krusial itu. Satu gol lainnya disarangkan Kenzo Nambu. Sedangkan gol balasan Madura United dicetak Hugo Gomez. Torehan 3 poin di pekan ke-32 membuat PSM mengoleksi 72 poin. Tak terkejar lagi oleh lawan-lawannya, termasuk oleh Persib Bandung maupun Persija Jakarta.
Malam itu, saya langsung menjapri Syamsuddin Umar, mantan pemain dan pelatih PSM. Syamsuddin Umar merupakan coach pasukan Juku Eja, ketika merengkuh juara Liga Indonesia, musim 1999/2000. Pada babak final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, PSM mengkandaskan Pupuk Kaltim dengan skor tipis 3-2.

Konvoi pendukung PSM yang viral, pasca kemenangan atas Madura United, segera membawa saya pada kenangan ketika masih jadi reporter di Radio Bharata FM, tahun 1996-2000. Di radio ini, ada program acara “PSM Mania”, yang menerjemahkan konsep sport, talk and information. Program ini bukan cuma bertujuan memberikan informasi kepada pendengar tapi juga sebagai bentuk dukungan kepada PSM Makassar.
Konsep acara “PSM Mania” dirancang Adham Hermanto, sebagai produser, sekaligus penyiarnya. Bagian produksi didukung oleh Darul Aqsa dan Hamzah (Anca), mantan pemain bola voli, yang biasa ikut mengisi suara. Penyiar lain juga kerap diminta mengisi suara, setelah narasi dibuat. Mereka akan diajak masuk studio, setelah selesai bersiaran.
Saya kebagian mewawancarai pelatih, pemain, pengamat sepak bola dan pendukung PSM. Tugas saya yang lain, yakni membuat skrip hasil wawancara. Kadang kami juga mengolah materi siaran “PSM Mania” dari surat kabar.
Acara yang disiarkan melalui frekuensi 95,2 FM ini, tayang setiap hari Sabtu, ketika Radio Bharata FM masih beralamat di Jalan Rajawali 16 Makassar. Acara ini berisi prediksi pertandingan dan tebak skor, review hasil pertandingan, profil pemain, dan info-info aktual lainnya. Ketika Radio Bharata pindah ke Jalan Nikel II Blok A 21/18 Makassar, jadwal siaran PSM Mania juga pindah ke hari Minggu.
Sebagai special program, “PSM Mania” tentu dikemas secara khusus pula. Kami berupaya menyuguhkan sajian acara yang eksklusif, terutama pada segmen wawancara. Eksklusivitasnya terasa pada actuality voice yang diselipkan di antara suara narator. Kami memang mendapatkan narasumber langsung dari lapangan dan sendiri melakukan wawancara. Kami berburu narasumber ke Stadion Matoanging, Lapangan Hasanuddin, Markas Supporter “Mappanyukki” atau ke Wisma Hasanuddin, milik Kodam VII/Wirabuana, di Jalan Amanagappa, Makassar, yang jadi mess pemain PSM, kala itu.
Biasanya, sepulang meliput kami singgah makan nasi Bibi di Jalan Belibis. Nasi bungkus murah meriah ini terdiri dari nasi putih, ikan goreng bolu yang dipotong kecil dan sedikit sambal. Begitu tiba di kantor pun, suasana akrab sebagai tim berlanjut. Kopi sachet atau minuman berenergi akan menemani kami selama membuat produksi siaran.
Saya suka terlibat dalam pekerjaan ini karena ada nuansa jurnalisme sepak bola, dengan gaya bahasa yang luwes dan dinamis. Ada permainan diksi saat membuat naskah siaran. Sebagai reporter, saya juga dituntut meng-update informasi sepak bola, yang diperoleh lewat koran atau obrolan dengan kru Radio Bharata, yang rerata memang penggemar PSM. (*)
Oleh: Rusdin Tompo (Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Provinsi Sulawesi Selatan)





