close
DaerahNews

Festival Jappa Jokka Jadi Simbol Persatuan, Appi: Makassar Rumah untuk Semua

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya menjaga toleransi dan merawat kebersamaan dalam keberagaman saat pagelaran Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026, yang digelar di Jalan Sulawesi, tepatnya di perempatan Jalan Timor, Kota Makassar, Sabtu (28/2/2026) sore.

Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan lintas etnis dan agama, Munafri menyampaikan bahwa Festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, tetapi telah menjadi simbol kuat persatuan masyarakat Kota Makassar.

Menurutnya, festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, tetapi telah menjadi simbol keberagaman dan persatuan masyarakat Kota Makassar.

“Kegiatan ini telah menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi, di Kota Makassar,” ujar Munafri.

Ia menambahkan, penyelenggaraan festival tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan.

Perpaduan dua perayaan yang sarat makna tersebut, menurutnya, menjadi gambaran nyata harmonisasi kehidupan masyarakat Makassar.

“Tahun ini, penyelenggaraan festival terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan. Tema yang diangkat, ‘Harmony in Light’, menggambarkan perpaduan indah antara cahaya lampion Cap Go Meh dan cahaya spiritual Ramadan,” jelasnya.

Tema tersebut, lanjut Munafri, mengandung pesan mendalam bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat dalam harmoni dan toleransi.

Cahaya lampion dan cahaya spiritual Ramadan menjadi simbol bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan dalam semangat saling menghormati.

Pria yang akrab disapa Appi, juga menegaskan bahwa sejak dahulu Kota Makassar dikenal sebagai kota yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman.

Masyarakatnya hidup berdampingan dengan semangat saling menghormati, saling menghargai, dan saling menjaga satu sama lain.

“Nilai-nilai inilah yang terus kita pelihara agar kota ini tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Appi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Permabudhi, seluruh panitia, relawan, serta masyarakat yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini.

Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan pelaku industri kreatif di Kota Makassar.

Melalui kegiatan seperti Festival Jappa Jokka Cap Go Meh, Pemerintah Kota Makassar juga berupaya memperkuat citra Makassar sebagai kota wisata budaya yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal.

Munafri berharap festival ini dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar serta mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

“Momentum kebersamaan seperti ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberagaman adalah anugerah,” tuturnya.

“Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, kita dapat menjaga kedamaian serta membangun Kota Makassar menjadi kota yang maju, inklusif, dan harmonis,” sambung Munafri.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan festival tersebut sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan tradisi yang dimiliki bersama.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, meriah, dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (*)

read more
DaerahNews

Sinergi Pemkot–Kemenhaj, Pemberangkatan Jemaah Haji Makassar Dimatangkan

LANGITKU.NET, Makassar – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, melaporkan secara langsung kesiapan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam pertemuan di Balai Kota Makassar, Kamis (26/2/2026).

Dalam audiensi tersebut, Amrullah menyampaikan sebanyak ratusan jemaah asal Kota Makassar dipastikan berangkat tahun ini dan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 17 dan kloter 37.

Pertemuan ini sekaligus menjadi bagian dari koordinasi dan sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Pemerintah Kota Makassar guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan lancar hingga hari pemberangkatan.

Kehadiran kami disini, melaporkan sejumlah perkembangan terkait persiapan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Kota Makassar tahun 2026 ini,”jelasnya.

“Jumlah calon jemaah haji asal Makassar yang akan berangkat sekitar kurang lebih 325 orang,” katanya.

Penetapan jumlah tersebut mengacu pada sistem waiting list berbasis pendaftaran, bukan lagi menggunakan perhitungan satu persen seperti sebelumnya.

“Sekarang sistemnya berdasarkan pendaftaran dan waiting list. Daftar tunggu yang sebelumnya mencapai 48 tahun, kini berdasarkan aturan terbaru dari Menteri menjadi 26 tahun,” jelasnya.

Amrullah juga melaporkan bahwa seluruh rangkaian manasik haji telah dilaksanakan, baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kota.

Dalam pelaksanaannya, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar, khususnya Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra).

Ia menegaskan, amanah dari Kantor Wilayah dan arahan Menteri agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah terus dijalankan, termasuk meminta saran dan petunjuk dari Wali Kota Makassar terkait kesiapan pemberangkatan.

“Kami siap bekerja sama dan mohon arahan dari Pak Wali dalam hal persiapan keberangkatan haji, khususnya untuk jemaah Kota Makassar,” tambahnya.

Selain itu, Amrullah turut melaporkan bahwa Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar kini menempati kantor baru di kawasan Asrama Haji Sudiang. Fasilitas tersebut disiapkan pemerintah pusat mengingat keterbatasan lokasi di Kota Makassar.

“Kami berharap bapak Wali Kota dapat berkenan melepas secara resmi calon jemaah haji Kota Makassar sebelum keberangkatan yang dijadwalkan mulai April mendatang,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berharap Pemerintah Kota Makassar, bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen memastikan seluruh proses persiapan, mulai dari manasik hingga pemberangkatan, berjalan lancar dan tertib demi kenyamanan serta keselamatan jemaah. (*)

read more
DaerahNews

Ramadhan Leadership Camp Sulsel Hadirkan Mentan Amran Sulaiman, Tekankan Integritas dan Keberanian Ubah Mindset

LANGITKU.NET, Makassar – Kepemimpinan bukan tentang jabatan, melainkan tentang keberanian memikul tekanan dan kesanggupan menjaga integritas.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat kembali ke kampung halamannya di Makassar dan didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp yang berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis, 26 Februari 2026.

Mentan membagikan perjalanan hidupnya dari seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga dipercaya memimpin Kementerian Pertanian.

Pada kegiatan bertema “Profesional dalam Berkinerja, Berkarakter dan Amanah dalam Kepemimpinan” yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan hampir 1.000 peserta. Amran tampil reflektif kembali ke Sulawesi Selatan.

Suasana forum kemudian menguat ketika ia menyinggung makna kepemimpinan yang sesungguhnya.

“Pemimpin itu indah dalam mimpi tetapi tidak indah dalam kenyataan. Itu sangat mudah diucapkan. Tetapi kalau menjadi pemimpin yang baik, adil dan jujur, insya Allah surga akan menunggu, itu diridhai, yang tidak adil akan kehilangan kehormatan,” kata Amran.

Amran menuturkan, sekitar 40 tahun lalu ia seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), buruh kebersihan, hingga bertugas 8,5 tahun di wilayah perbatasan. Ia mengabdi selama 15 tahun sebelum akhirnya memilih keluar dan menjadi pengusaha, hingga dipercaya menjadi menteri.

“Gaji saya Rp125 ribu rupiah,” kenangnya.

Pengalaman itu, katanya, membentuk karakter disiplin dan tahan uji.

“Bayangkan hingga berdiri di sini banyak kisah menarik dalam perjalanan. Atasan ada dua tipe, ada yang menekan perasaan, ada juga yang menyanjung. Dua-duanya guru kita,” ujarnya.

Amran menekankan bahwa tekanan bukan untuk dihindari dalam menjalankan tugas atau amanah, melainkan dijalani. Menganalogikan dengan proses terbentuknya sebuah berlian.

“Ketika menjadi pemimpin gunakan kalbu, gunakan mata hati. Itu pasti berada di jalan yang benar,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.

“Untuk jadi pemimpin maka pimpin diri terlebih dahulu. Jika ingin jadi pemimpin, insya Allah bisa memimpin,” tuturnya.

Menurutnya, kepercayaan diri menjadi fondasi penting.

“Untuk bercita-cita jangan berada dalam keraguan. Kalau mau berhasil, self confidence Anda harus tinggi.”

Ia mengutip pernyataan Albert Einstein tentang definisi kegilaan: Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.

“Artinya orang-orang yang dianggap gila melakukan sesuatu yang sama terus tetapi ingin hasil yang berbeda,” jelasnya.

Selain itu, ia mengutip QS. Ar-Ra’d ayat 11:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Dua kutipan tersebut menjadi pengantar Amran untuk menegaskan perubahan nasib pegawai, termasuk di lingkup pemerintahan daerah, bergantung pada perubahan pola pikir dan integritas.

“Pegawai harus mengubah mindset-nya dan harus menjadi teladan yang baik,” tegasnya.

Ia mengisahkan pengalaman paling menegangkan saat target swasembada pangan dipercepat dari empat tahun menjadi satu tahun.

“Saat itu sidang kabinet disampaikan tahun 2025 Indonesia stop impor, saya keringatan. Ada media (meliput) dan wartawan ingin mengklarifikasi yang dari 4 tahun menjadi 1 tahun swasembada. Itulah tekanan 4 kali lipat,” ujarnya.

Tekanan itu dijawab dengan kolaborasi lintas sektor.

“Akhirnya kami kerja keras dengan TNI-Polri dan Kejaksaan. Terima kasih, ini tidak akan mungkin jadi kalau sendirian. Ini sukses tercapai karena kolaborasi,” katanya, seraya mengapresiasi Forkopimda yang hadir dalam forum tersebut.

Target swasembada, kata dia, tercapai pada 31 Desember 2025.

Data yang dipaparkan menunjukkan stok beras per Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton. Per 25 Februari 2026 tercatat 3,58 juta ton dan diproyeksikan mencapai 5 juta ton pada Mei mendatang.

“Stok hari ini, tadi pagi dicek 3,5 juta ton. Tidak pernah terjadi selama merdeka pada bulan Januari beras setinggi ini,” ujarnya.

Ia bahkan menyampaikan rencana ekspor beras perdana ke Arab dalam jumlah besar.

Di akhir pemaparannya, Amran menegaskan bahwa pertanian adalah sektor strategis masa depan. Swasembada bukan sekadar capaian angka, tetapi simbol kedaulatan dan martabat bangsa. (*)

read more
DaerahNews

Lewat Salat Subuh, Wali Kota Makassar Rajut Sinergi dengan Masyarakat

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui momentum Safari Ramadan dengan melaksanakan salat Subuh berjamaah di berbagai wilayah setiap hari.

Di hari ke delapan Ramadan, Munafri bersama jajaran Kepala OPD Kota Makassar tampak hadir di Masjid Jamiul Ihsan, Kecamatan Panakkukang, Rabu subuh (26/02/2026).

Pada kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan bahwa Safari Ramadan dilakukan pemerintah kota untuk terus membangun dan menjaga silaturahmi dengan masyarakat di seluruh wilayah Makassar.

“Kegiatan di bulan suci Ramadan ini adalah kegiatan yang langsung kami lakukan untuk membangun terus silaturahmi dengan masyarakat yang ada di wilayah Makassar,” ujarnya.

Munafri juga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan MULIA, pemerintah sangat memperhatikan dampak dari setiap kebijakan yang dijalankan agar benar-benar memberikan manfaat langsung kepada warga.

Ia juga menegaskan program-program pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan memberikan dampak positif terhadap keberhasilan pelaksanaan program.

“Tentu membangun kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar program-program pemerintah berjalan dengan baik. Tujuannya tidak lain untuk kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kurang lebih satu tahun sejak kepemimpinannya, berbagai program telah diupayakan untuk dijalankan dengan orientasi pada dampak langsung kepada masyarakat.

Dalam konteks pelayanan, Munafri menekankan penguatan struktur pemerintahan hingga tingkat RT/RW. Ia menjelaskan bahwa struktur tersebut harus menjadi bagian dari proses pelayanan yang mampu memberikan akses dan kemudahan langsung bagi masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.

Dipilihnya RT/RW secara langsung, lanjutnya, menjadi gambaran bahwa pemerintah ingin lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Munafri menekankan peran RT/RW sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat wilayah, sehingga diharapkan dapat menjadi perwakilan pemerintah di wilayah yang paling dekat dan paling memahami kondisi warga.

“Dipilihnya RT/RW secara langsung ini memberikan gambaran bahwa kami ingin masyarakat itu lebih dekat. Aparat RT/RW harus bisa menjadi perwakilan pemerintah di wilayah yang paling intim untuk bisa merespon apa yang menjadi persoalan-persoalan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, Munafri mendorong para RT/RW Kecamatan Panakkukang uang juga menjadi bagian dari jamaah subuh, untuk terus membangun interaksi yang baik dengan masyarakat.(*)

read more
DaerahNews

Ribuan Jamaah Nikmati Buka Puasa Program Raja Salman di Makassar, Gubernur Sulsel: Semoga Berkah

LANGITKU.NET, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas program buka bersama yang dihadiri oleh Wakil Atase Kedutaan Besar Arab Saudi di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, CPI Kota Makassar, Selasa (24/2/2026).

Program ini merupakan bagian dari pelayanan istimewa kepada umat Muslim Indonesia yang didukung oleh YM Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud serta turut dihadiri Forkopimda Sulsel, sejumlah Bupati/Wali Kota dan ribuan jamaah.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat berbuka puasa bersama ribuan masyarakat Sulawesi Selatan. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, masyarakat umum yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Andi Sudirman.

Program buka puasa ini merupakan bentuk kepedulian Kerajaan Arab Saudi kepada umat Muslim di berbagai negara, termasuk Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

Andi Sudirman juga mendoakan agar Raja Arab Saudi beserta jajaran pimpinan kerajaan senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah, khususnya dalam menjaga dua masjid suci umat Islam, yaitu Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kemudahan serta pahala kepada beliau semua dalam menjalankan amanah, khususnya dalam menjaga dua Masjid Suci umat Islam,” tutupnya.

read more
DaerahNews

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Hadir di Makassar, Perkuat Tata Kelola Fiskal yang Akuntabel

LANGITKU.NET, Makassar – Kehadiran Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat tata kelola fiskal yang lebih akuntabel dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Agus Fatoni hadir langsung di Balaikota Makassar, Selasa (24/02/2026), didampingi Direktur BUMD, BLUD, dan BMD Kemendagri, Yudia Ramli, untuk melakukan sosialisasi sistem pengelolaan keuangan daerah kepada jajaran Pemerintah Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengarahan langsung dari pemerintah pusat menjadi ruang peningkatan wawasan bagi seluruh perangkat daerah guna memastikan APBD Kota Makassar dikelola dengan penuh tanggung jawab.

“Kehadiran Pak Dirjen di tengah jajaran Pemerintah Kota Makassar tentu hal yang sangat baik, memberikan makna yang mendalam bagi kita semua terutama dalam sistem pengelolaan keuangan daerah,” ujar Munafri.

Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan daerah merupakan tanggung jawab mutlak yang tidak hanya berbicara soal administrasi dan prosedur, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik serta dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap rupiah yang dikelola pemerintah bersumber dari masyarakat dan harus kembali dalam bentuk program yang terukur serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Uang yang kita kelola berasal dari masyarakat. Maka harus kembali kepada masyarakat,” tegasnya.

Munafri pun mendorong seluruh peserta sosialisasi untuk aktif memahami setiap detail regulasi yang dipaparkan Dirjen Agus Fatoni. Hal ini penting agar tidak terjadi multitafsir dalam implementasi kebijakan, terutama dalam percepatan realisasi belanja daerah.

“Kesempatan ini harus kita maksimalkan dengan baik untuk mendapat pengarahan dari Bapak Dirjen. Kita sadar betul bahwa aturan-aturan yang ada tidak semua memberikan penjelasan secara utuh, harus dipertanyakan sehingga tidak menjadi ranah abu-abu,” tambahnya.

Sementara itu, Agus Fatoni menegaskan bahwa pengelolaan anggaran merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, baik dalam mengelola pendapatan maupun belanja.

Menurutnya, di tengah kondisi fiskal yang mengalami tekanan dan penurunan di berbagai sektor, pemerintah daerah dituntut mampu mengoptimalkan pengelolaan keuangan secara lebih efektif dan efisien.

“Pengelolaan anggaran itu sangat penting, baik mengelola pendapatan maupun belanja. Apalagi saat ini kondisi fiskal kita sedang banyak yang turun, maka optimalisasi pengelolaan keuangan perlu kita maksimalkan,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Agus Fatoni memaparkan secara komprehensif sistematika pengelolaan keuangan daerah yang dibagi dalam tujuh aspek utama. Mulai dari kekuasaan pengelolaan keuangan daerah, struktur APBD, mekanisme pergeseran dan perubahan anggaran, hingga kebijakan implementasi Instruksi Presiden dan Surat Edaran terkait efisiensi.

Ia juga menguraikan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, faktor penyebab lambatnya realisasi belanja, serta solusi percepatan penyerapan APBD Tahun Anggaran 2025.

Tak hanya itu, Agus Fatoni turut memetakan program prioritas pemerintah pusat dan postur APBN 2026 sebagai arah sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, sehingga pengelolaan keuangan daerah dapat semakin selaras, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (*)

read more
DaerahNews

Ketua DPRD Sulsel Tekankan Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Good Governance

LANGITKU.NET, Makassar – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, drg. Rahmawati Dewi Yustitia Iqbal, menegaskan bahwa penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang baik atau good governance hanya dapat terwujud melalui sinergi solid antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Penegasan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Ramadhan Leadership Camp (RLC) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Asrama Haji Makassar, Sudiang, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan, integritas, dan etika birokrasi selama bulan Ramadan. Dalam paparannya, Rahmawati menekankan bahwa DPRD memiliki peran strategis sebagai mitra sejajar pemerintah daerah, khususnya dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Tentu saja DPRD dan eksekutif merupakan mitra yang sejajar, sehingga banyak hal yang perlu kita selaraskan bersama demi kemajuan Sulawesi Selatan,” ujar Rahmawati.

Ia juga mengapresiasi berbagai program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk capaian penurunan angka kemiskinan tertinggi dalam enam tahun terakhir serta inovasi Ramadhan Leadership Camp sebagai upaya peningkatan kapasitas ASN.

“Kami mengapresiasi program-program pemerintah provinsi yang memang perlu diapresiasi. Salah satunya penurunan angka kemiskinan, kemudian kegiatan Ramadhan Leadership Camp ini, yang merupakan sesuatu yang baru dalam peningkatan kapasitas ASN,” katanya.

Rahmawati berharap kolaborasi lintas sektor antara eksekutif, legislatif, dan Forkopimda dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. “Kami berharap kerja sama lintas sektor ini, baik eksekutif, legislatif, maupun Forkopimda, dapat bersama-sama memajukan Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan,” ujarnya. Ia pun mengaku awalnya mengira program tersebut lebih bernuansa spiritual semata.

“Awalnya saya pikir ini kegiatan spiritual modelnya seperti pesantren, tetapi ternyata diisi berbagai materi yang sangat bermanfaat bagi ASN,” tambahnya.

Pada sesi pertama, RLC menghadirkan unsur Forkopimda yang membahas good governance dari berbagai perspektif kelembagaan. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Ali Syahdi, memaparkan peran penegak hukum dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan keuangan serta aset daerah. Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, Brigjen Pol Nasri, menyoroti pentingnya transparansi pengadaan barang dan jasa, akuntabilitas penggunaan APBD, serta penegakan hukum tanpa tebang pilih, termasuk pada sektor pengelolaan dana desa dan perizinan investasi.

Dari perspektif pertahanan, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memaparkan kontribusi TNI dalam mendukung program strategis pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terpencil dan penguatan desa sebagai pusat ketahanan pangan serta stabilitas sosial. Seluruh materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada ASN mengenai pentingnya integritas, kolaborasi lintas sektor, serta orientasi pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, guna mewujudkan birokrasi yang profesional dan berdaya saing(*).

read more
DaerahNews

Ramadan Leadership Camp 2026, Gubernur Sulsel Bekali ASN Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

LANGITKU.NET, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan kegiatan Ramadan Leadership Camp 2026 dirancang sebagai sarana pembekalan komprehensif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan wawasan kebangsaan, pemahaman terhadap program prioritas Presiden dan Pemerintah Provinsi, serta peningkatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Program ini meliputi pendalaman sinergi pusat dan daerah dalam pelaksanaan program strategis Asta Cita Bapak Presiden Prabowo-Gibran, wawasan kebangsaan, pengelolaan keuangan daerah, pengawasan, pengadaan barang dan jasa, swasembada pangan, serta pembinaan karakter dan akhlak keagamaan,” ungkap Andi Sudirman saat membuka Ramadan Leadership Camp 2026 di Asrama Haji Sudiang, Senin (22/2/2026).

Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas ASN menjadi hal krusial dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, terlebih di tengah berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan tata kelola yang akuntabel dan responsif.

Sebanyak 938 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 735 pejabat struktural lingkup Pemprov Sulsel, 100 kepala sekolah, 16 direksi BUMD, serta panitia pelaksana yang juga menjadi peserta.

Selain peningkatan kompetensi teknis, pembekalan ini turut menitikberatkan pada pembinaan karakter dan akhlak ASN agar semakin profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ramadan Leadership Camp 2026 menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Program ini akan berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan pemateri dari pusat maupun daerah sebagai bentuk penguatan kolaborasi dan harmonisasi kebijakan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Sulsel berharap lahir ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas terhadap negara, serta komitmen kuat dalam mendukung program strategis nasional dan pembangunan daerah.

read more
DaerahNews

PSM Makassar Lirik SuperApps Lontara+, Wali Kota Munafri Sambut Kolaborasi Promosi Digital

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar membuka peluang kolaborasi dengan pihak Persatuan Sepak bola Makassar (PSM) dalam rangka memperluas promosi. Penawaran kerja sama tersebut disampaikan langsung jajaran manajemen PSM dalam pertemuan bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Balaikota, Senin (23/02/2026).

Pada audensi tersebut, Commercial Director PSM Makassar, Hafit Timor Mas’ud, menyampaikan bahwa pihaknya ingin berkolaborasi dari sisi media exposure maupun aktivasi komunitas. Dengan kekuatan media sosial dan fanbase PSM yang masif, promosi melalui Lontara+ dinilai dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

“Kami melihat Lontara+ punya potensi besar. Pola kerja samanya bisa beragam, mulai dari penjualan jersey hingga penjualan tiket pertandingan, meskipun mainnya nanti di Kota Pare-pare. Kalau jutaan warga Makassar sebagian besar fans PSM, ini momentum yang tepat untuk mengajak mereka menggunakan Lontara+,” katanya.

Hafit melanjutkan, uji coba integrasi layanan ditargetkan dapat dilakukan pertengahan tahun ini, sebelum musim kompetisi berakhir. Ia optimis, ke depan jika infrastruktur Stadion Untia di Makassar telah rampung, potensi promosi digital melalui Lontara+ diyakini akan semakin besar.

Menanggapi hal itu, Munafri merespon baik sinergi yang tercipta dari klub kebanggaan warga Sulawesi Selatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini merupakan langkah strategis yang saling menguatkan.

Munafri juga menambahkan, terkadang biaya promosi melalui eksposur media seringkali jauh lebih besar. Karena itu, menurutnya, promosi kolaboratif berbasis aktivasi di Lontara+ Pemkot Makassar dapat menjadi langkah strategis.

“Memang harus di combine. Kadang-kadang yang susah itu mengevaluasi value-nya. Dengan jumlah aktivasi itu nilai keuntungan promosi selalu bisa dihitung secara angka,” pungkas Munafri.

Ia pun menginstruksikan pembahasan teknis kolaborasi promosi PSM dan Kota Makassar untuk dilanjutkan bersama dinas terkait agar sesuai regulasi dan memiliki skema yang terukur.

“Bentuk kerja samanya nanti diatur detail dengan dinas terkait, supaya bisa dimunculkan secara konkret dan memberi dampak nyata,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Makassar, Muhammad Roem, menjelaskan Lontara+ menyambut kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PSM Makassar yang memiliki basis pendukung sangat besar. Menurutnya, kolaborasi yang tercipta akan saling berkebutuhan dalam mempromosikan produk pemerintah.

“Lontara+ ini salah satu produk unggulan pemerintah kota, siap berkolaborasi untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Dengan animo PSM yang sangat tinggi, tentu ini menjadi peluang saling menguatkan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Roem, Dinas Kominfo dan PSM akan membahas fitur tambahan untuk mendukung integrasi kegiatan promosi PSM. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah unduhan dan penggunaan aktif Lontara+ di kalangan warga Makassar, khususnya para pendukung PSM

“Dengan hadirnya Fitur promosi PSM, Lontara+ ini semakin kaya. Bukan hanya fitur ajuan, tempat wisata, dan layanan publik, tetapi juga untuk unsur sepak bola dan kebanggaannya sendiri terhadap PSM itu juga ada di Lontara+,” tutupnya.(*)

read more
DaerahNews

Subuh Bersama Warga di Masjid Darun Naim, Munafri Serukan Ramadan Bersih, Tertib, dan Khusyuk

LANGITKU.NET, Makassar – Memasuki hari kelima Ramadan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali melanjutkan agenda Safari Ramadan. Pada safari masjid ke-5 ini, ia melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Darun Naim, Kecamatan Wajo, Senin (23/2/2026).

Kehadiran Munafri bersama jajaran perangkat daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antara Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat. Ia menegaskan, hubungan yang harmonis antara pemerintah dan warga menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda pembangunan.

“Kalau hubungan pemerintah dan masyarakat tidak terbangun dengan baik, daerah ini tidak akan berjalan maksimal. Ada hak dan kewajiban yang harus kita tunaikan bersama,” ujarnya di hadapan jamaah.

Munafri juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan MTR (Makassar Tidak Rantasa). Menurutnya, kebersihan bukan sekadar program, tetapi wujud kepedulian bersama terhadap kota yang dicintai.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah curah hujan yang masih tinggi. Ia menyoroti kondisi sejumlah pohon di Kota Makassar yang sudah berusia tua dan akarnya terhimpit beton, sehingga rawan tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.

“Kita lihat beberapa pohon tumbang bukan karena batangnya patah, tetapi karena akarnya tercabut. Artinya, kondisinya sudah tidak kuat lagi. Saya harap kita semua tetap mawas diri,” jelasnya.

Momentum Ramadan juga dimanfaatkan Munafri untuk mengajak warga menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah. Ia meminta agar tradisi sahur berkelompok dengan konvoi kendaraan bermotor yang menimbulkan kebisingan tidak lagi dilakukan karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sebagai upaya peringatan dini, Munafri menekankan menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, ia berharap agar masyarakat tidak menyalakan petasan atau mercon yang dapat mengganggu ketenangan ibadah. Ia meminta camat, kapolsek, dan danramil setempat untuk memberi perhatian pada hal tersebut.

“Isi Ramadan dengan kegiatan yang lebih positif. Perbanyak membaca Al-Qur’an, lakukan kegiatan sosial, dan perhatikan tetangga kita yang mungkin kurang beruntung,” pesannya.

Terakhir, Munafri menyampaikan apresiasi dengan memberikan paket pangan Ramadhan kepada para marbot masjid yang selama ini menjaga kebersihan dan operasional rumah ibadah.

“Bayangkan kalau tidak ada yang mau menjadi marbot. Siapa yang menjaga kebersihan masjid dan mengatur jadwal? Peran mereka sangat besar,” tutupnya.(*)

read more
1 … 12 13 14 15 16 … 283
Page 14 of 283