close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Aliyah Mustika Ilham Hadiri Panen Raya di Lapas Kelas I Makassar, Dukung Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

LANGITKU.NET, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di seluruh Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti secara serentak oleh lapas dan rutan di berbagai daerah, termasuk Lapas Kelas I Makassar.

Kegiatan panen raya di Makassar turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar Jayadikusumah, jajaran pemerintah daerah, serta unsur pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

Di tingkat pemasyarakatan, kegiatan ini diikuti oleh Lapas Kelas I Makassar, Lapas Perempuan Makassar, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas Maros, Lapas Anak Maros, serta Rutan Kelas I Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi program ketahanan pangan yang dijalankan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian dan peningkatan keterampilan warga binaan.

“Program ini sangat positif karena memberikan bekal keterampilan sekaligus menanamkan semangat produktif bagi warga binaan. Ini merupakan langkah nyata dalam proses pembinaan agar mereka siap kembali dan berdaya di tengah masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Para tamu undangan meninjau langsung hasil pertanian yang dikelola oleh warga binaan, mulai dari hortikultura hingga berbagai komoditas pangan lainnya.

Program ini tidak hanya memenuhi sebagian kebutuhan internal lapas, tetapi juga menjadi media pelatihan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Sianturi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan produktif serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan produktif dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi. Harapannya, program ketahanan pangan ini terus diperkuat sebagai kontribusi nyata Pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan bahwa panen raya merupakan hasil dari pembinaan berbasis kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Panen raya ini menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan semakin memberikan nilai tambah,” ungkapnya.

Secara nasional, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi melaporkan bahwa Panen Raya Serentak Kemenimipas periode Januari 2026 mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Hasil panen sektor pertanian dan perkebunan mencapai 99.930 kilogram, sektor peternakan 4.019 kilogram, serta sektor perikanan 19.608 kilogram.

Berdasarkan data Kemenimipas, hingga akhir Desember 2025, program ketahanan pangan di lapas dan rutan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan luas lahan garapan mencapai 4.424.101 meter persegi. Dari program tersebut, total premi yang diterima warga binaan tercatat lebih dari Rp905 juta.

Khusus di Sulawesi Selatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat produksi 2,6 ton bahan pangan dari sektor pertanian, 600 kilogram ikan lele dan nila dari sektor perikanan, serta 110 kilogram hasil peternakan ayam. Total hasil penjualan mencapai sekitar Rp35 juta yang akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.

Program ketahanan pangan ini menjadi salah satu upaya Kemenimipas dalam menanamkan nilai kemandirian dan keterampilan praktis bagi warga binaan, sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Melalui kehadirannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

read more
DaerahNews

Menghadapi Bulan Ramadan, Kominfo: Gubernur Mengajak Berkah Ramadan Bagi Fakir Miskin dan Warga Tidak Mampu

LANGITKU.NET, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan imbauan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Imbauan tersebut menekankan pentingnya menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial, khususnya kepada fakir miskin dan warga kurang mampu.

Melalui imbauan tersebut, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, swasta, BUMN, dan BUMD untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh berkah dengan mengedepankan kebersamaan serta keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ramadan adalah bulan ibadah dan kepedulian sosial. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat empati dan berbagi kepada fakir miskin, anak yatim piatu, serta warga yang kurang mampu,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam rangka menjaga efektivitas kehadiran dan pelaksanaan tugas pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Gubernur mengimbau agar pelaksanaan peringatan Hari Jadi Kabupaten/Kota maupun event daerah yang mengundang Gubernur, Wakil Gubernur, dan/atau pejabat Pemprov Sulsel selama Bulan Ramadan dapat dijadwalkan kembali dan dilaksanakan setelah Bulan Ramadan, yakni pada April 2026.

Namun demikian, apabila Pemerintah Kabupaten/Kota tetap melaksanakan kegiatan tersebut, Gubernur mengimbau agar pelaksanaannya dilakukan secara internal di daerah masing-masing, tanpa mengganggu fokus ibadah dan pelayanan publik selama Ramadan.

Selain itu, bagi Pemerintah Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan buka puasa bersama, Gubernur mengimbau agar mengutamakan kehadiran fakir miskin dan anak yatim piatu sebagai wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sosial di Bulan Suci Ramadan.

Gubernur Andi Sudirman juga mengimbau agar intensitas kegiatan pejabat yang saling mengundang dapat dikurangi, dan lebih diarahkan pada kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat kurang mampu.

Tak hanya itu, sektor swasta, perusahaan, BUMN, dan BUMD di Sulawesi Selatan juga diimbau untuk melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan melibatkan warga di sekitar lingkungan kerja masing-masing. Termasuk para rekanan dan mitra kerja, diharapkan turut melaksanakan kegiatan serupa dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Semangat Ramadan adalah kebersamaan dan keberkahan. Mari kita hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” tutup Andi Sudirman Sulaiman. (*)

read more
DaerahNews

Super Apps Lontara+ Pemkot Makassar Kian Lengkap, Munafri Luncurkan Fitur Pariwisata

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, terus mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital.

Munafri secara resmi meluncurkan fitur layanan pariwisata pada aplikasi terpadu Lontara+ Pemerintah Kota Makassar di Makassar Creative Hub, Rabu (14/01/2026).

Peluncuran ini menandai penguatan Lontara+ sebagai Super Apps Kota Makassar, yang dirancang untuk menyatukan seluruh layanan pemerintah kota dalam satu platform digital yang mudah diakses masyarakat.

“Kami menggabungkan kurang lebih 300 aplikasi yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar ke dalam satu Super Apps. Pengembangannya tidak instan, ada roadmap lima tahun yang kita jalankan secara bertahap,” jelas Munafri.

Munafri juga menjelaskan bahwa pengembangan Lontara+ hingga saat ini masih berbasis pada aduan dan feedback masyarakat yang menjadi instrumen evaluasi kinerja perangkat daerah serta dasar perencanaan pembangunan kota.

“Aduan masyarakat memberikan gambaran nyata tentang kebutuhan kota. Dari situ kita tahu apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki, lalu kita respon melalui kebijakan dan pengembangan layanan,” ungkapnya.

Penambahan fitur pariwisata, jelas Munafri, merupakan bagian dari tahapan pengembangan Lontara+. Aplikasi ini ke depan tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisata, tetapi akan terus diperluas ke berbagai layanan strategis lainnya.

“Setelah fitur pariwisata, kita akan menambah layanan pendidikan, kesehatan, kependudukan, dan layanan publik lainnya, sehingga pada saatnya seluruh informasi dan layanan utama Kota Makassar bisa diakses hanya dari satu smartphone,” tambahnya.

Dengan hadirnya fitur pariwisata, Munafri berharap aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah dalam merencanakan aktivitas di Makassar, mulai dari penentuan rute, destinasi wisata, hingga kuliner.

“Bukan hanya untuk warga Makassar, tetapi juga untuk orang luar yang ingin datang ke Makassar. Mereka sudah bisa menentukan mau ke mana dan mau ngapain lewat aplikasi ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, A. Hendra Hakamuddin, menjelaskan bahwa pengembangan fitur pariwisata dalam Lontara+ sejalan dengan prioritas strategis pembangunan Kota Makassar, khususnya pada penguatan seni, budaya, dan pariwisata.

“Lontara Plus kami posisikan sebagai kanal resmi Pemerintah Kota Makassar yang menyatukan informasi destinasi, pemesanan tiket, kalender event, serta promosi pariwisata dalam satu platform digital yang mudah diakses dan terpercaya,” jelas Hendra.

Pada tahap awal atau Minimum Viable Product (MVP), fitur pariwisata Lontara Plus menghadirkan layanan berbasis konsep 4A kepariwisataan, yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan aktivita. 4A kepariwisataan dilengkapi layanan ticketing destinasi wisata serta sistem pengelolaan tiket yang transparan dan terstandarisasi.

Ke depan, lanjut Hendra, layanan pariwisata ini akan dikembangkan melalui fitur gamifikasi, bundling paket wisata, dan experience packaging. Hal itu dilakukan guna mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan di Makassar yang tentu akan memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai bagian dari pengembangan layanan pariwisata digital, fitur Pariwisata juga melakukan identifikasi user persona melalui segmentasi pengguna, agar layanan pada Lontara+ dapat diterima dan diakses secara lebih efisien oleh masyarakat.

Hendra menjelaskan bahwa terdapat beberapa segmen utama pengguna layanan pariwisata di Kota Makassar. Mulai dari warga Makassar yang ingin berwisata lokal, wisatawan domestik dari luar daerah, budget traveler, milenial traveler dan Gen-Z travel yang terbiasa merencanakan perjalanan secara digital.

Selain itu terdapat segmen pengguna keluarga dengan anak, atau dengan lansia, atau dengan kelompok rentan. Terakhir segmen pengelola destinasi tempat wisata.

“Kami merancang Lontara Plus agar mampu menjawab kebutuhan setiap segmen tersebut. Karena karakter dan kebutuhan pengguna berbeda-beda, maka pendekatan layanan digitalnya juga harus disesuaikan,” jelasnya.

Melalui pendekatan berbasis kebutuhan pengguna tersebut, Hendra berharap Lontara+ tidak hanya menjadi platform informasi, tetapi juga sarana perencanaan dan akses layanan pariwisata yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Atensi pemerintah kota terhadap keluarga dan kelompok rentan menunjukkan komitmen kami untuk mendorong kepariwisataan Kota Makassar yang inklusif,vramah bagi semua kalangan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutup Hendra.(*)

read more
DaerahNews

Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Hadapi Banjir, Air Bersih, dan Sanitasi di Hadapan WRI–RISE Indonesia

LANGITKU NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan berbagai program unggulan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi persoalan banjir, akses air bersih, sanitasi, dan kontaminasi lingkungan perkotaan di hadapan World Resources Institute (WRI) Ruan dan Program Penelitian RISE Indonesia.
Paparan tersebut disampaikan saat Munafri menghadiri wawancara singkat bersama WRI Ruan yang dipimpin oleh Diego Rivera dari Monash University, di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (13/1/2026).

Munafri menjelaskan bahwa persoalan banjir, air minum, dan sanitasi merupakan tantangan klasik perkotaan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan besar Pemerintah Kota Makassar karena berdampak langsung pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama, terutama banjir, akses air minum, air bersih, dan sanitasi,” ujar Munafri.

Ia menegaskan, sistem penanganan banjir di Makassar belum sepenuhnya stabil dan tidak dapat diselesaikan secara mandiri karena erat kaitannya dengan wilayah penyangga di sekitar kota. Oleh karena itu, kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor menjadi kunci utama.

Dalam forum tersebut, Munafri secara khusus menyoroti Proyek RISE sebagai program luar biasa yang berbasis riset dan partisipasi masyarakat di kawasan permukiman informal. Menurutnya, intervensi infrastruktur hijau melalui RISE terbukti mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga secara signifikan.

Program RISE tidak hanya membangun sanitasi komunal, tetapi juga menghadirkan ruang hijau, pengelolaan air hujan, hingga ruang publik yang mendorong gotong royong dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Keberhasilan kolaborasi Pemerintah Kota Makassar dan Proyek RISE turut berkontribusi terhadap capaian Makassar sebagai Kota Sehat Nasional dan Kota Sehat Asia Tenggara dari WHO tahun 2025. Bahkan, kawasan RISE kini menjadi rujukan studi bagi berbagai kota dan perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri.

Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus membangun kota yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan program RISE, kami berharap Makassar tidak hanya menjadi kota ramah air, tetapi juga menjadi referensi global dalam penanganan sanitasi permukiman,” pungkasnya.

read more
DaerahNews

Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

LANGITKU.NET, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di Kota Makassar, hingga bulan depan.

Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Februari 2026 dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, S.Si., MT, mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil analisis BMKG, wilayah Kota Makassar dan sekitarnya akan mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan.

“Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada bulan Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan,” kata Nasrol Adil, saat memberikan keterangan pers di media center Kantor Balai Kota, usai bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Senin (12/1/2026).

Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Hadir pada kesempatan ini, Wali Kota Munafri, tampak mendampingi Wali Kota, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar.

Pada kesmepatan ini, Nasrol Adil menjelaskan, tingginya curah hujan tersebut berpotensi besar menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan genangan dan daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal.

Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang laut.

“Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar,” ujar Nasrol Adil.

Atas kondisi tersebut, pihaknya dari BMKG merekomendasikan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menetapkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Kami sangat merekomendasikan adanya siaga darurat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang akan kita hadapi, baik pada bulan ini maupun hingga Februari mendatang,” tegas Nasrol.

Lebih lanjut, Nasrol menjelaskan bahwa secara regional saat ini terdapat sejumlah faktor atmosfer yang turut memengaruhi peningkatan intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

“Secara regional, saat ini terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah kita,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dari BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara resmi.

Serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan kawasan pesisir.

“Informasi cuaca dan iklim akan terus kami perbarui sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer,” pungkas Nasrol.

Merujuk pada keterangan BMKG wilayah IV, Pemerintah Kota Makassar resmi menetapkan status siaga menyusul perkembangan kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Keputusan tersebut diambil setelah dilaksanakannya rapat koordinasi lintas instansi yang membahas situasi cuaca saat ini serta proyeksi kondisi ke depan berdasarkan data dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan bahwa penetapan status siaga merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh peningkatan curah hujan.

“Setelah dilakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sudah sepakat bahwa hari ini Kota Makassar berada pada tahapan siaga,” ujar Munafri Arifuddin.

Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil bukan berdasarkan asumsi, melainkan bersumber dari data ilmiah dan analisis resmi yang disampaikan oleh BMKG.

Pemerintah Kota Makassar, kata dia, menjadikan rekomendasi BMKG sebagai dasar utama dalam menetapkan langkah kebencanaan.

“Hasil keputusan ini benar-benar diperoleh dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah,” tegasnya.

Dengan ditetapkannya status siaga di Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar bersama unsur terkait diharapkan dapat meningkatkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

Munafri berharap, penetapan status siaga ini dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat Kota Makassar, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara mandiri, terutama dalam menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik,” imbuh Appi.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase dan area sekitar permukiman, sebagai upaya meminimalisasi risiko genangan dan banjir.

Lebih lanjut, Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa penjelasan teknis terkait kondisi cuaca, potensi risiko, serta langkah mitigasi sudah disampaikan secara lebih rinci oleh pihak BMKG agar masyarakat memperoleh pemahaman yang komprehensif.

“Sehingga penetapan status siaga ini, bisa dipahami secara utuh oleh masyarakat,” tutup Munafri.

read more
DaerahNews

BPBD Sulsel Serahkan Bantuan Logistik ke Pengungsi Banjir Kelurahan Katimbang

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel menyalurkan bantuan logistik dari Gubernur Sulawesi Selatan kepada warga terdampak banjir di Kota Makassar, Minggu (11/1/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Selatan, Amson Padolo, bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah wilayah terdampak banjir, di antaranya kawasan Kodam III Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, serta Blok 8 dan Blok 10 Antang, Kecamatan Manggala.
Peninjauan dilakukan menyusul rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menetapkan sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berstatus awas akibat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem.

“Wilayah yang masuk status awas di antaranya Kota Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, Barru, serta Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Bone. Kemarin kami melakukan pengecekan ke beberapa titik rawan banjir, termasuk Kelurahan Katimbang yang hampir setiap tahun terdampak,” ujar Amson.

Dalam kesempatan tersebut, BPBD Sulsel juga menyerahkan bantuan logistik dari Gubernur Sulawesi Selatan berupa logistik pangan, perlengkapan keluarga, serta shelter kit bagi para pengungsi yang berada di Posko Induk Kantor Lurah Katimbang.

“Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya para pengungsi, selama masa tanggap darurat,” tambahnya.

Selain itu, BPBD Sulsel bersama TRC turut meninjau kondisi luapan Sungai Biring Je’ne bersama Tim Drainase Kota Makassar. Berdasarkan hasil pantauan, banjir dipicu oleh curah hujan deras disertai penyempitan aliran sungai.

“Kami juga memantau Blok 8 dan Blok 10 Antang. Kondisi kemarin relatif kondusif, namun berdasarkan informasi terbaru terdapat pergerakan air sehingga tetap perlu diwaspadai,” jelas Amson.

Terkait kondisi pengungsian, Amson memastikan seluruh lokasi pengungsian dalam kondisi baik. Layanan kesehatan juga telah disiagakan dengan melibatkan tenaga medis dari puskesmas setempat.

Berikut data terbaru pengungsi banjir di Kelurahan Katimbang per 11 Januari 2026 pukul 23.41 Wita:

1. Kantor Lurah Katimbang
Jumlah: 17 KK / 61 jiwa
Dewasa laki-laki: 22 jiwa
Dewasa perempuan: 20 jiwa
Anak laki-laki: 5 jiwa
Anak perempuan: 5 jiwa
Balita laki-laki: 4 jiwa
Balita perempuan: 3 jiwa
Ibu hamil: 2 jiwa

2. SD Paccerakkang
Jumlah: 55 KK / 201 jiwa
Dewasa laki-laki: 53 jiwa
Dewasa perempuan: 68 jiwa
Anak laki-laki: 36 jiwa
Anak perempuan: 18 jiwa
Balita laki-laki: 15 jiwa
Balita perempuan: 3 jiwa
Lansia perempuan: 3 jiwa
Bayi laki-laki: 3 jiwa
Bayi perempuan: 2 jiwa

3. Masjid Nurul Ikhlas Kodam III
Jumlah: 4 KK / 18 jiwa
Dewasa laki-laki: 8 jiwa
Dewasa perempuan: 7 jiwa
Anak laki-laki: 1 jiwa
Anak perempuan: 1 jiwa
Balita laki-laki: 1 jiwa

4. Masjid Lailatul Qadar Blok AF
Jumlah: 10 KK / 39 jiwa
Dewasa laki-laki: 15 jiwa
Dewasa perempuan: 16 jiwa
Anak laki-laki: 2 jiwa
Anak perempuan: 3 jiwa
Balita laki-laki: 1 jiwa
Lansia perempuan: 1 jiwa
Ibu hamil: 1 jiwa

BPBD Sulsel mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor ke pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.

read more
DaerahNews

Munafri Resmi Buka Registrasi Makassar Half Marathon 2026, Target 12.000 Pelari

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka registrasi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dalam acara Press Launch yang digelar di Mall Ratu Indah, Minggu (11/01/2026).

Turut hadir di acara pembukaan tersebut Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Founder MHM Ki Harry, Co Founder MHM Arief Rachman Nur, Race Director Safrita Aryana, Kadispora Makassar Syamsul Bahri, Kadisdik kota Makassar Achi Solaeman CEO dan, dan Para club Runners.

Launching tersebut menandai dimulainya penjualan 8.000 tiket reguler MHM 2026 setelah sebelumnya kuota early bird sebanyak 4.000 peserta ludes terjual dalam waktu singkat.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan MHM yang dinilai semakin diminati pelari dari berbagai daerah. Ia mengungkapkan, sejak pelaksanaan tahun lalu, Ia telah berdiskusi dengan para founder MHM untuk mendorong peningkatan jumlah peserta.

“Target kita tahun ini 12.000 pelari. Di 2027 kita ingin naik ke 15.000. Artinya, akan ada puluhan ribu orang berkumpul di Kota Makassar dalam satu momentum,” ujar Munafri.

Munafri menegaskan, dari sisi penyelenggaraan lomba, ia memberikan kepercayaan penuh kepada panitia dan founder MHM. Namun, tanggung jawab pemerintah kota adalah memastikan seluruh aspek pendukung berjalan optimal.

“Bola sekarang ada di pemerintah kota. Bagaimana menyiapkan jalanan yang mulus, lampu yang terang saat subuh, pengamanan jalur, hingga kesiapan tenaga kesehatan. Itu bagian kami,” tegasnya.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, Munafri menekankan bahwa MHM merupakan event strategis untuk memperkenalkan wajah Kota Makassar kepada ribuan tamu dari luar daerah, bahkan mancanegara. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan keramahan dan hospitality khas Makassar.

“Bagaimana tamu mau belanja kalau kita tidak ramah? Bagaimana mereka mau happy kalau kita tidak memberikan kesan yang baik. Ini tugas kita bersama,” ujarnya.

Munafri juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan dari event berskala besar ini, mulai dari sektor UMKM, kuliner, hingga perhotelan. Ia optimistis efek domino MHM akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Untuk itu, Ia menekankan pentingnya kepemilikan sertifikat standar kebersihan dan sanitasi, khususnya bagi restoran dan rumah makan di Kota Makassar.

“Saya ingin restoran-restoran kita memperhatikan sertifikasi higienitas dan sanitasi. Jangan sampai tamu dari luar kota atau luar negeri mendapatkan kesan yang tidak baik,” pesannya.

Munafri juga mengapresiasi MHM sebagai salah satu race paling ditunggu oleh komunitas lari nasional, serta menjadi satu-satunya ajang lari di Indonesia Timur yang rutenya telah tersertifikasi PB PASI.

Ke depan, ia bercita-cita menjadikan Makassar sebagai kota tujuan utama para pelari di Indonesia, dengan penguatan event olahraga berkelanjutan. Komitmen tersebut ia teguhkan dengan menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk mulai menggelar kegiatan lari rutin setiap pekan.

“Setelah Lebaran kedepan, saya minta setiap minggu start dan finish di Balai Kota. Kita tunjukkan bahwa Makassar siap menyambut para pelari,” katanya.

Terakhir, Munafri meminta agar panitia menyediakan skema pendaftaran alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mengakses pendaftaran daring, serta membuka ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas.

“Tidak ada yang bisa menjamin suksesnya acara ini kecuali kita semua. Pemerintah, panitia, dan seluruh warga Kota Makassar,” tutupnya.

Adapun MHM 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di kawasan Pantai Losari, dengan rangkaian kegiatan mulai dari Race Pack Collection, Shake Out Run, Kid Dash, hingga Race Day. Event ini diharapkan menjadi penggerak sport tourism sekaligus pengungkit ekonomi Kota Makassar.(*)

read more
DaerahNews

Sukses Tingkatkan Pertanian, Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

LANGITKU.NET, Karawang – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Penghargaan bergengsi ini diberikan atas jasa dan kontribusi besar Pemprov Sulsel dalam meningkatkan pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden Prabowo kepada Gubernur Sulsel dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang berlangsung di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).

“Penghargaan ini sebagai apresiasi bersama seluruh Petani se-Sulsel, Penyuluh, Kades, KDH, Dinas Pertanian Prov dan Kabupaten Kota, TNI/Polri, Kejaksaan, Bulog, Kementrian Pertanian dan seluruh stakeholder lainnya,” ujar Andi Sudirman.

Di bawah kepemimpinan Andi Sudirman bersama Fatmawati Rusdi, Sulsel dinilai konsisten menghadirkan kebijakan yang berpihak pada petani dan ketahanan pangan nasional.

Dalam mendukung program swasembada pangan, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Salah satu program unggulan adalah pemberian Mandiri Benih Andalan untuk lahan seluas 200 ribu hektare, serta penyaluran ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

“Pemprov Sulsel mengalokasikan ratusan miliar untuk peningkatan produktivitas pangan khusus padi dengan pemberian 200 Ribu Hektare Mandiri Benih Andalan dan Ratusan Alsintan kepada petani se-Sulsel,” terangnya. (*)

read more
DaerahNews

Munafri Dorong Peran Swasta Perkuat Infrastruktur, Targetkan Kemantapan Jalan Makassar 98 Persen di 2026

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pembangunan infrastruktur jalan dengan melibatkan peran sektor swasta secara profesional dan transparan.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri peresmian Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Tujuh Wali Wali, unit Bisnis Bosowa Corporindo dibidang konstruksi yang dihelat di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jumat (09/01/2026).

Peresmian AMP PT Tujuh Wali Wali sendiri ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Munafri Arifuddin, disaksikan langsung oleh Founder Bosowa Corporindo Aksa Mahmud, CEO Bosowa Corporindo sekaligus Director in Charge (DIC) Bosowa Property Group Subhan Aksa, Ketua Yayasan Aksa Mahmud sekaligus Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa serta mitra perbankan dan pengelola kawasan industri.

Munafri mengungkapkan, tingkat kemantapan jalan di Kota Makassar saat ini telah mencapai 97 persen. Pada tahun anggaran 2026, Pemkot Makassar menargetkan peningkatan hingga 98 persen melalui pembangunan dan pemeliharaan jalan secara berkelanjutan.

“Setiap tahun kami membangun dan memelihara sekitar 50 kilometer jalan. Pembangunan baru berada di kisaran 32–33 kilometer, sementara sisanya adalah pemeliharaan. Ini menunjukkan kebutuhan material konstruksi, khususnya aspal, beton, dan paving, sangat besar,” ujar Munafri.

Ia menjelaskan, pasca musim penghujan, hampir seluruh wilayah kota mengalami kerusakan jalan yang membutuhkan perbaikan cepat dan berkualitas. Karena itu, Pemkot Makassar mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mendukung ketersediaan material infrastruktur.

Namun demikian, terlepas dari posisi personalnya sebagai menantu Founder Bosowa Corporindo, Munafri menegaskan kepada jajaran pimpinan Bosowa bahwa seluruh proses pengadaan di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tetap dilakukan secara terbuka dan kompetitif.

“Semua proyek dilakukan melalui mekanisme lelang, baik e-katalog maupun mini kompetisi. Kami ingin memastikan proyek dikerjakan oleh perusahaan yang kompeten dan mampu menjamin mutu serta kualitas pekerjaan,” tegasnya.

Lebih jauh, Munafri menyampaikan selain infrastruktur jalan, Pemkot Makassar juga menggenjot pembangunan fasilitas publik lainnya, seperti puskesmas, kantor camat, dan kantor lurah. Ia menargetkan pada tahun 2026, dua puskesmas baru akan dibangun untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

Di sektor pendidikan, Munafri menyampaikan Pemkot Makassar tengah memperluas kerja sama dengan sekolah swasta unggulan. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar dapat mengakses pendidikan berkualitas melalui skema beasiswa pemerintah.

Tak hanya itu, Munafri juga memaparkan rencana besar pembangunan Stadion Makassar yang akan dimulai melalui skema multiyears. Stadion berkapasitas sekitar 15–17 ribu penonton tersebut direncanakan menjadi pemicu pengembangan kawasan baru di Untia.

“Pembangunan stadion akan menjadi trigger pengembangan kawasan baru. Ini membuka peluang besar bagi dunia usaha, khususnya perusahaan lokal, untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur kota,” jelasnya.

Pemkot Makassar juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar per bulan untuk mendukung pelaksanaan event berskala nasional dan internasional. Langkah ini ditargetkan mendatangkan lebih dari 20 ribu pengunjung setiap bulan guna menggerakkan UMKM, perhotelan, dan sektor ekonomi lainnya.

Dengan total belanja daerah tahun 2026 mencapai sekitar Rp3 triliun, Munafri menegaskan Kota Makassar terbuka bagi dunia usaha untuk berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami ingin Makassar terus tumbuh sebagai kota yang ramah investasi, memiliki infrastruktur yang andal, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

read more
DaerahNews

HUT ASITA ke-55, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Komitmen Pemkot Makassar Kembangkan Pariwisata

LANGITKU.NET, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar yang juga Wakil Ketua DPD ASITA Sulawesi Selatan, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri acara Syukuran dan Doa Bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ASITA ke-55 Tahun, yang mengusung tema “Mewujudkan Pariwisata yang Berkelas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini digelar di Kapal Phinisi, Anjungan Pantai Losari, Jalan Penghibur, Makassar, Rabu (7/1/2026).

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada ASITA yang ke-55 tahun, baik atas nama pribadi, Pemerintah Kota Makassar, maupun atas nama DPD ASITA Sulawesi Selatan.

“Selamat ulang tahun untuk ASITA ke-55 tahun. Semoga ASITA terus jaya dan menjadi motor penggerak kemajuan pariwisata, khususnya di Kota Makassar,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Ketua FKPPI Sulsel itu juga menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata akan terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk ASITA, guna meningkatkan kualitas dan daya saing pariwisata Makassar.

“Kami mengajak ASITA untuk terus berkolaborasi dan bersama-sama mengembangkan potensi pariwisata Kota Makassar agar semakin berkelas, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Menurut Aliyah Mustika Ilham, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memajukan pariwisata.

Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, hingga perbankan, dapat bergandengan tangan dalam mempromosikan destinasi wisata Makassar secara berkelanjutan.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem serta Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Informatika, dan Komunikasi Publik Abdullah, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Makassar Benyamin Budianto Turupadang, dan Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Yulianti Jabir.

Acara ini juga dihadiri jajaran pengurus ASITA, perwakilan asosiasi pariwisata, serta perwakilan dari sektor perbankan, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap pengembangan pariwisata Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

read more
1 6 7 8 9 10 227
Page 8 of 227