close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Konjen Jepang Temui Wali Kota Munafri, Perkuat Kemitraan Strategis Pembangunan Kota

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat kerja sama internasional dalam mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan.

Hal ini ditandai dengan kunjungan Konsulat Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, yang diterima langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (28/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, membahas penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, dengan sejumlah kota di Jepang, khususnya dalam penanganan persampahan, pengendalian banjir, serta pengembangan program pertukaran pelajar.

Konsulat Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi mengatakan, bahwa peluang kelanjutan kerjasama antara Kota Makassar dengan kota-kota di Jepang terus dilakukan.

“Salah satu yang kembali kita perkuat adalah kolaborasi Jepang melalui program Makassar dan Kawasaki Project,” jelasnya.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas jejaring global, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di kawasan Indonesia Timur.

Lebih lanjut, Ohashi menyebutkan bahwa terdapat beberapa isu strategis yang menjadi perhatian bersama, antara lain pengelolaan sampah, potensi banjir, serta kemacetan lalu lintas di wilayah perkotaan.

Kerja sama tersebut sebelumnya telah berjalan di sektor penyediaan air minum, dan pada tahun ini kembali mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang sebagai proyek kolaborasi lanjutan antar kedua kota.

“Kolaborasi antara Makassar dan Kawasaki kita lanjutkan, juga dalam bidang lingkungan,” katanya.

“Ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan kota yang lebih berkelanjutan,” lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah Jepang memiliki pengalaman dan teknologi yang dapat dikolaborasikan dengan Kota Makassar untuk menjawab tantangan tersebut.

“Kami melihat ada peluang besar untuk kerja sama, terutama dalam penanganan persampahan, pengendalian banjir, dan transportasi. Kota-kota di Jepang siap berkolaborasi dengan Makassar,” tambahnya.

Tidak hanya itu, kerja sama juga diarahkan pada penguatan hubungan antar generasi muda melalui program pertukaran pelajar antara Indonesia dan Jepang.

Ohashi menilai, program tersebut penting sebagai upaya membangun pemahaman, pertukaran pengetahuan, serta mempererat hubungan kedua negara di masa depan.

“Kami sangat gembira dengan rencana pertukaran pelajar ini. Generasi muda Indonesia dan Jepang perlu saling bertukar wawasan dan memperkuat hubungan sebagai mitra,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang ditawarkan, serta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional.

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah dan kota-kota di Jepang diharapkan mampu memperkuat kapasitas Kota Makassar dalam menghadapi tantangan perkotaan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.

“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama yang memberikan dampak positif, baik dalam penanganan lingkungan, infrastruktur, maupun pengembangan SDM lewat pertukaran pelajar,” jelas Munafri. (*)

read more
DaerahNews

Groundbreaking Ruas Sabbang-Tallang-Sae, Bupati Lutra: Alhamdulillah Ini Langkah Strategis Bapak Gubernur

LANGITKU.NET, Luwu Utara – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman atas pelaksanaan Groundbreaking pembangunan jalan ruas Sabbang-Tallang-Sae di Kecamatan Rongkong, Luwu Utara, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yag bersumber dari APBN dan APBD Provisi Sulsel kurang lebih Rp70-80 miliar tahun anggaran 2026, memiliki posisi strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah pegunungan Luwu Utara.

“Posisi jalan ini sangat strategis untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Luwu Utara,” ujar Abdullah Rahim saat menghadiri prosesi groundbreaking bersama jajaran Forkopimda Lutra dan tokoh masyarakat.

Ia menegaskan kehadiran akses jalan yang memadai akan membuka keterisolasian sejumlah wilayah, sekaligus menjadi solusi atas berbagai kendala geografis yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama di Rongkong menuju Seko dan Rampi.

“Apa yang dilakukan oleh Bapak Gubernur merupakan langkah strategis, tentunya akan sangat membantu kami dalam menuntaskan kemiskinan dan mendorong kemakmuran di wilayah pegunungan Luwu Utara nantinya,” jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan kondisi jalan sebelumnya cukup memprihatinkan, dengan medan yang sulit dilalui serta rawan longsor, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta hasil pertanian.

“Alhamdulillah kami bersyukur atas bantuan dari Bapak Gubernur. Dengan adanya pengerjaan jalan ini, yang sebelumnya sulit dilewati dan sering terjadi longsor, kini sudah mulai terlihat progresnya,” ungkapnya. (*)

read more
DaerahNews

Buka Raker KORMI 2026, Appi: Jangan Seremonial, Harus Ada Program Nyata!

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri dan membuka Rapat Kerja Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar Tahun 2026 di Hotel Aryaduta, Sabtu (25/04/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Munafri hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.

Pada kegiatan bertajuk “Satu Frekuensi Menuju Makassar MULIA” tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kormi yang dinilai telah menghadirkan berbagai kegiatan positif bagi masyarakat.

Wali kota yang akrab disapa Appi ini menggarus bawahi, keberadaan KORMI sangat strategis karena menjadi wadah olahraga rekreasi sekaligus ruang silaturahmi dan interaksi sosial warga.

“Organisasi ini dibentuk agar masyarakat bisa hidup sehat, hidup lebih baik, bermasyarakat dengan baik,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan maksimal bagi keberlanjutan program-program Kormi Kota Makassar ke depan.

Sebab, KORMI dinilai mampu menjangkau masyarakat luas melalui ragam cabang olahraga yang fleksibel dan bisa dilakukan di mana saja.

Appi mendorong KORMI menghadirkan kegiatan rutin minimal satu kali setiap bulan. Menurutnya, Makassar memiliki potensi besar dengan 15 kecamatan yang dapat menjadi pusat penyelenggaraan event olahraga masyarakat secara bergilir.

“Minimal satu bulan sekali ada kegiatan yang dilaksanakan oleh KORMI,” tuturnya.

“Bahkan saya berharap dalam satu bulan bisa dua kecamatan digabung melaksanakan kegiatan bersama,” lanjutanya.

Dia menilai kegiatan rutin semacam itu akan memperkuat budaya hidup sehat, mempererat kebersamaan warga, sekaligus menghidupkan ruang-ruang publik di tingkat kecamatan.

Appi juga mengingatkan agar rapat kerja tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Ia meminta seluruh pengurus benar-benar memanfaatkan forum tersebut untuk mengevaluasi program sebelumnya dan merancang langkah baru yang lebih relevan.

Menurut Appi, setiap tahun tantangan organisasi pasti berubah, sehingga program kerja harus disusun berdasarkan kebutuhan aktual masyarakat serta target yang jelas.

Selain program kerja, Munafri menekankan pentingnya kekompakan internal organisasi. Ia mengingatkan bahwa dukungan pemerintah akan lebih mudah diberikan apabila organisasi berjalan rapi, solid, dan bebas dari konflik internal.

“Kalau organisasinya rapi, organisasinya berjalan dengan baik, kita juga dengan senang hati akan memberikan support,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru KORMI Kota Makassar dapat segera melakukan konsolidasi, membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder, dan membagi tanggung jawab secara merata agar beban kerja tidak hanya ditanggung segelintir orang.

Di akhir arahannya, Appi berharap KORMI Kota Makassar semakin hadir sebagai rumah besar olahraga masyarakat, khususnya bagi warga yang ingin aktif berolahraga namun tidak berada di jalur olahraga prestasi.

“Kormi harus menjadi wadah masyarakat untuk hidup sehat, olahraga bermasyarakat, dan berkompetisi,” tutupnya.

Sedangkan, Ketua KORMI Kota Makassar, Andi Ryan Adrianto, menegaskan komitmennya dalam memperkuat olahraga masyarakat melalui berbagai agenda strategis hingga tahun 2027.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja KORMI Kota Makassar Tahun 2026 yang menjadi momentum penyusunan program kerja ke depan.

Ryan mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah kegiatan besar, termasuk penyelenggaraan event olahraga masyarakat di seluruh 15 kecamatan yang ditargetkan rampung pada tahun ini.

“Dalam Raker ini kami fokus membahas agenda kegiatan 2026 hingga 2027. Salah satunya kegiatan di 15 kecamatan yang insyaallah kami selesaikan tahun ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini KORMI Makassar telah cukup aktif dengan rata-rata dua kegiatan olahraga masyarakat setiap bulan. Ke depan, intensitas dan skala kegiatan tersebut akan terus ditingkatkan.

“Alhamdulillah, dalam satu bulan kami sudah melaksanakan hampir dua kali kegiatan. Ke depan, kami akan jauh lebih produktif dan gaungnya lebih besar lagi,” katanya.

Dengan kolaborasi yang kuat, KORMI Makassar optimistis dapat mendorong kota ini menjadi tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga unggul dalam budaya olahraga masyarakat.

Menurut Ryan, tujuan utama dari seluruh program tersebut adalah mendorong masyarakat agar semakin sehat dan bugar melalui olahraga massal yang mudah diakses.

“Kami ingin bagaimana olahraga masyarakat ini semakin berkembang, sehingga masyarakat Makassar bisa hidup lebih sehat dan lebih aktif,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada partisipasi, KORMI Makassar juga menargetkan prestasi di tingkat nasional. Salah satu target utama adalah ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027.

Ryan menyebut, pihaknya akan menyiapkan para pegiat olahraga terbaik untuk diberangkatkan dan bersaing di ajang tersebut.

“Tentu ada target prestasi. FORNAS 2027 menjadi fokus kami, bagaimana para pegiat olahraga ini bisa kita siapkan menjadi atlet yang siap berkompetisi,” jelasnya.

Saat ini, KORMI Kota Makassar menaungi 23 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang seluruhnya dinilai memiliki potensi besar untuk berprestasi.

Berkaca dari pengalaman FORNAS sebelumnya di Nusa Tenggara Barat, Ryan menyebut seluruh Inorga yang dikirim berhasil menorehkan prestasi, bahkan menyumbangkan medali emas.

“Alhamdulillah, dari 23 Inorga yang kami kirim di FORNAS NTB, semuanya berprestasi. Bahkan ada beberapa medali emas yang berhasil diraih,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam menunjang prestasi para pegiat olahraga masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara organisasi dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan.

“Semua Inorga punya potensi, tinggal bagaimana kita kelola dan berikan dukungan maksimal,” tegasnya.

read more
DaerahNews

Pemprov Sulsel Perkuat Layanan Perpustakaan, Perkuat Minat Baca Generasi Muda

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus memperkuat upaya peningkatan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Langkah ini sejalan dengan agenda nasional peningkatan literasi yang menjadi salah satu indikator penting dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Penguatan tersebut diwujudkan melalui optimalisasi layanan perpustakaan yang berada di bawah naungan Pemprov Sulsel. Saat ini, tersedia dua layanan utama, yakni perpustakaan di Jalan Sultan Alauddin Makassar dan Perpustakaan Ibu dan Anak di Jalan Lanto Daeng Pasewang Makassar. Serta layanan Perpustakaan Abdul Rasyid Dg. Lurang di Jalan Malino Kabupaten Gowa. Juga didukung layanan Perpustakaan Mobil Keliling.

Pengembangan ini turut mencakup peningkatan fasilitas, koleksi bahan bacaan, serta kemudahan akses bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, menegaskan bahwa peningkatan minat baca menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kami terus mendorong peningkatan minat baca masyarakat. Literasi merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga budaya membaca harus diperkuat,” ujarnya.

Hal itu disampaikan saat mendampingi Sekda Sulsel, Jufri Rahman melakukan kunjungan ke UPT Jasa Kearsipan di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 12 Makassar, Selasa, 21 April 2026.

Menurutnya, Pemprov Sulsel berupaya menghadirkan layanan perpustakaan yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok usia, termasuk anak-anak. Kehadiran Perpustakaan Ibu dan Anak menjadi salah satu langkah strategis untuk menanamkan budaya literasi sejak dini.

Tidak hanya menyediakan koleksi buku anak, fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan area bermain edukatif. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kedekatan anak dengan buku sejak usia dini. Model integrasi edukasi dan rekreasi ini dinilai efektif untuk menarik minat baca anak di tengah dominasi penggunaan gawai.

“Perpustakaan ini juga diperuntukkan bagi ibu dan anak. Para orang tua dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mengajak anak-anaknya mengenal dan mencintai buku sejak dini,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembiasaan mengunjungi perpustakaan sejak usia dini menjadi kunci dalam membentuk karakter gemar membaca.

“Untuk anak-anak, meskipun belum sepenuhnya mampu membaca, kehadiran rutin di perpustakaan akan menumbuhkan kecintaan terhadap buku. Ini adalah proses pembiasaan yang sangat baik jika dimulai sejak usia muda,” tuturnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menekankan pentingnya literasi sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Orang bijak mengatakan, gudang ilmu adalah buku, dan kuncinya adalah membaca. Siapa yang tidak bersedia belajar hari ini, harus siap menghadapi pekerjaan yang lebih berat di masa depan akibat keterbatasan pengetahuan,” ungkapnya.

Pemprov Sulsel menargetkan peningkatan indeks literasi masyarakat sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah di tingkat nasional.

Adapun Dispusarsip Sulsel menorehkan sejumlah capaian strategis sepanjang tahun 2025, yang mencerminkan penguatan peran institusi dalam pengembangan literasi, inovasi layanan publik, serta pembinaan perpustakaan berbasis masyarakat.

Salah satu prestasi utama adalah keberhasilan sebagai pelaksana terbaik Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) tingkat provinsi. Capaian ini menegaskan komitmen dalam menghadirkan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup.

Di sisi lain, pengelolaan layanan juga menunjukkan performa unggul melalui predikat sebagai pengelola BI Corner teraktif tahun 2025. Hal ini mencerminkan optimalisasi kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam menghadirkan akses informasi dan literasi ekonomi kepada masyarakat.

Dalam aspek pembinaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan turut mengantarkan Perpustakaan Mandiri Desa Bacu, Kabupaten Bone, meraih predikat terbaik wilayah III (Kalimantan dan Sulawesi) untuk kategori perpustakaan desa/kelurahan. Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal.

Selain itu, komitmen terhadap inovasi pelayanan publik ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB. Tiga inovasi unggulan yang diusung, yakni “Gemas De”, “Gempita Sjaya”, dan “Gempur Pustaka”, menjadi representasi upaya transformasi layanan yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Secara keseluruhan, capaian ini memperlihatkan arah kebijakan yang konsisten dalam memperkuat ekosistem literasi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong inovasi sebagai fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Selatan. (*)

read more
DaerahNews

Tak Mau Pasar Sentral Sepi, Appi Tiru Konsep Blok M untuk Hidupkan Ekonomi Makassar

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, menunjukkan komitmen serius dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan perdagangan melalui rencana transformasi Pasar Sentral atau yang dikenal sebagai New Makassar Mall.

Pasar yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat lokal, kini menghadapi tantangan berupa penurunan aktivitas dan berkurangnya daya tarik pengunjung.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Munafri melakukan kunjungan langsung ke kawasan Blok M di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Diterima langsung Iqbal Bimo Arifianto, selaku Kepala Divisi Property Managemen MRT Jakarta.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari keberhasilan penataan kawasan yang telah direvitalisasi menjadi ruang publik modern berbasis integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan budaya masa kini.

Dalam keterangannya, Munafri menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari upaya benchmarking Pemerintah Kota Makassar, dalam mengaktivasi kembali aset-aset strategis daerah agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Hari ini kita berada di Blok M, melihat bagaimana M Bloc Space dan Blok M Hub diaktivasi kembali dengan sangat baik,” jelas Appi.

“Kawasan ini menjadi sentra kegiatan ekonomi, mampu merespons UMKM, sekaligus menyediakan ruang-ruang interaksi bagi masyarakat,” tambah Munafri.

Orang nomor satu Kota Makassar itu, terus memperkuat langkah strategis dalam menghidupkan kembali kawasan perdagangan legendaris kota melalui rencana revitalisasi Pasar Sentral yang akan direvitalisasi.

Kawasan Blok M Hub menjadi salah satu referensi utama, yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).

Konsep ini mengintegrasikan sistem transportasi publik dengan kawasan komersial dan ruang publik, sehingga menciptakan mobilitas yang efisien sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.

Revitalisasi Blok M turut menghadirkan berbagai ruang publik kreatif seperti Taman Literasi dan M Bloc Space, yang kini menjadi pusat interaksi masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain itu, keberadaan kuliner khas Blok M memperkuat identitas kawasan sebagai destinasi gaya hidup dan modern.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Sentral tidak sekadar menyentuh aspek fisik, tetapi diarahkan menjadi kawasan terpadu yang modern, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat perkotaan.

“Kami menargetkan kawasan pasar Sentral dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru,” tuturnya.

Melalui studi ini, Pemerintah Kota Makassar akan mengadopsi pendekatan penataan kawasan yang komprehensif, mencakup penguatan konsep ruang terbuka hijau, pengaturan sirkulasi yang terintegrasi, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan aktivitas ekonomi kreatif berbasis kolaborasi.

Revitalisasi Pasar Sentral diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi kawasan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang hidup baru yang menggabungkan fungsi perbelanjaan, hiburan, budaya, dan interaksi sosial dalam satu ekosistem perkotaan yang modern dan berkelanjutan.

Appi menegaskan, konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan fungsi ekonomi, sosial, dan ruang publik tersebut menjadi referensi penting dalam merancang penataan kawasan di Makassar, khususnya Pasar Sentral.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar memiliki sejumlah aset potensial yang perlu diaktivasi kembali agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Kini menjadi perhatian utama adalah Pasar Sentral yang dulunya dikenal sebagai ikon perdagangan Kota Makassar, namun kini mengalami penurunan aktivitas.

“Makassar dulu memiliki ikon kuat, yakni Pasar Sentral sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

“Namun saat ini kondisinya mulai mengalami pergeseran dan cenderung sepi. Karena itu, kami mencoba melakukan benchmarking untuk mengembalikan peran strategis kawasan tersebut,” lanjut Appi.

Dia menambahkan, konsep yang akan diterapkan tidak serta-merta meniru secara utuh, melainkan mengadaptasi prinsip dasar pengembangan kawasan seperti yang diterapkan di Blok M.

“Kita melihat dasar pemikirannya ada di sini. Kita ingin memastikan bahwa Pasar Sentral bisa kembali diaktivasi sebagai pusat ekonomi yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” jelas Munafri.

Kawasan Blok M, dinilai sukses bertransformasi dari pusat lama yang sempat lesu menjadi ruang publik modern yang kembali hidup dan digandrungi.

Revitalisasi ruang publik seperti Taman Literasi dan M Bloc Space menghadirkan wajah baru kawasan yang lebih humanis dan atraktif.

Terinspirasi dari keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan konsep serupa untuk diterapkan di Pasar Sentral. Kedepan, penataan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik.

Tetapi juga mencakup integrasi transportasi, penguatan identitas kawasan, penyediaan ruang publik, hingga pengembangan aktivitas ekonomi kreatif yang mampu menarik berbagai segmen masyarakat.

Dengan pendekatan ini, Pasar Sentral diharapkan tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi bertransformasi menjadi pusat ekonomi, budaya, dan gaya hidup baru, ruang yang hidup, inklusif, dan mampu mengembalikan kejayaan kawasan sebagai jantung kota Makassar.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Makassar turut didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait guna memastikan adanya kesamaan visi dan pemahaman dalam proses perencanaan ke depan.

Ia berharap, melalui kunjungan ini, seluruh jajaran dapat memperoleh perspektif baru dalam merancang konsep revitalisasi kawasan yang lebih terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.

Munafri juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan selama kunjungan tersebut, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan kawasan di Makassar.

“Kunjungan ini, menjadikan pengalaman bagaimana pasar Sentral menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan aktivitas ekonomi, ruang publik, serta interaksi sosial dalam satu ekosistem perkotaan,” kata politisi Golkar itu.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Makassar turut didampingi Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perdagangan, dan jajaran Direktur PD Pasar Makassar Raya.

“Kami mengajak seluruh dinas terkait untuk melihat langsung, agar nantinya memiliki gagasan yang selaras dalam menjalankan proses ini,” beber Appi.

“Yang terpenting, kawasan yang akan kita aktivasi ke depan bisa menghadirkan kehidupan baru, seperti yang kita lihat di Blok M,” tutup Munafri.

Sedangkan, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto, menjelaskan konsep pengembangan kawasan di Blok M.

Menurutnya, PT MRT Jakarta terus memperkuat peran strategisnya tidak hanya sebagai operator transportasi publik, tetapi juga sebagai penggerak pengembangan kawasan berbasis integrasi.

Iqbal mengungkapkan bahwa sejak awal beroperasi pada 2018, MRT Jakarta telah memiliki tiga mandat utama, yakni pembangunan infrastruktur, pengoperasian layanan transportasi, serta pengembangan kawasan bisnis di sekitar stasiun.

“Kami tidak hanya membangun dan mengoperasikan transportasi, tetapi juga mengembangkan kawasan di sekitar stasiun agar terintegrasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham, yang mendorong optimalisasi ruang-ruang di sekitar stasiun menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Salah satu contoh konkret adalah kawasan Blok M yang kini terintegrasi dengan terminal dan berbagai fasilitas publik.

Iqbal menjelaskan, terdapat delapan prinsip utama dalam penerapan konsep di antaranya peningkatan konektivitas pejalan kaki, pengembangan kawasan dengan kepadatan tinggi, peningkatan mobilitas dan akses transportasi, serta penyediaan fasilitas sosial yang mendukung kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam setiap perencanaan kawasan.

“Konsep ini tidak hanya soal transportasi, tetapi bagaimana menciptakan kawasan yang hidup, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, layanan MRT Jakarta telah beroperasi dari kawasan Bundaran HI hingga Lebak Bulus. Ke depan, pengembangan akan dilanjutkan hingga kawasan Kota Tua, yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada periode 2027 hingga 2029.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas antarkawasan di Jakarta sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sekitar jalur MRT.

Lebih lanjut, Iqbal menambahkan bahwa MRT Jakarta juga memiliki mandat untuk mengembangkan kawasan tematik di sejumlah titik strategis.

“Ke depan, kami juga memastikan kawasan di sekitarnya berkembang sebagai pusat aktivitas yang produktif dan terintegrasi,” tutupnya. (*)

read more
DaerahNews

Munafri Alihkan Anggaran Pengadaan Randis, untuk Pendidikan dan Infrastruktur di Daratan Hingga Pulau

LANGITKU.NET, Makassar – Di tengah tekanan efisiensi anggaran, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memilih mengambil jalur yang tidak lazim bagi seorang kepala daerah pada umumnya.

Disaat sebagian kepala daerah atau instansi lain memilih memperbarui fasilitas jabatan dengan kendaraan dinas baru, lewat pengadaan setiap tahun.

Orang nomor satu Kota Makassar itu, justru mempertahankan penggunaan kendaraan lama sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan anggaran yang lebih bijak dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Munafri yang akrab disapa Appi, justru memilih tetap menggunakan kendaraan dinas pengadaan tahun 2023 dari era kepemimpinan Wali Kota sebelumnya.

Bahkan, untuk aktivitas hariannya di kantor, ia cukup menggunakan Hyundai Ioniq 5, kendaraan listrik dengan kisaran harga di angka Rp700 jutaan, tanpa perlu pergantian kenderaan baru.

“Saya sampaikan bahwa tidak ada pengadaan kendaraan Dinas baru di Pemkot Makassar. Saya saja, sejak awal menjabat, kendaraan operasional mobil listrik Hyundai Ioniq 5 keluaran 2023,” ujarnya, di Kantor Bali Kota Makassar, Rabu (15/4/2026).

“Ada juga kendaraan cadangan satu unit lain seperti Toyota Alphard keluaran sekitar tahun 2022, bisa dipakai,” sambung orang nomor satu Kota Makassar itu.

Keputusan tersebut bukan sekadar simbol kesederhanaan, tetapi juga bagian dari arah kebijakan yang lebih luas, karena mendahulukan kepentingan dan kebutuhan Masyarkat.

Apalagi, di tengah tekanan penghematan anggaran dari pemerintah pusat, Munafri secara tegas menolak pengadaan kendaraan dinas baru untuk tahun 2026 di lingkup Pemkot Makassar.

Anggaran yang semula berpotensi terserap untuk sewa kendaraan, dialihkan ke program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Fokus tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, mulai dari penguatan sektor pendidikan lewat penyediaan seragam sekolah, percepatan perbaikan infrastruktur jalan hingga ke lorong-lorong permukiman.

Kemudian, dialihkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui subsidi iuran sampah gratis, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah kepulauan.

Dengan pilihan kebijakan ini, Munafri tidak hanya menunjukkan sikap efisien dalam tata kelola anggaran, tetapi juga menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah kota berada pada peningkatan kesejahteraan warga, bukan pada kemewahan fasilitas pejabat.

Pada kesempatan ini, Appi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan riil operasional pemerintahan di Kota Makassar.

Ia menyampaikan, kendaraan dinas yang tersedia saat ini masih sangat memadai untuk menunjang aktivitas pemerintahan.

“Jadi, saya pikir kendaraan lama yang saya pakai sekarang, sudah sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mengarahkan belanja daerah ke sektor-sektor yang lebih prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, langkah ini sangat bijak, jika dibandingkan dengan sejumlah kepala daerah lain di Sulawesi Selatan yang masih menggunakan kendaraan dinas dengan nilai fantastis dan spesifikasi terkini.

Menurut Munafri, dengan kondisi kendaraan yang relatif masih baik, pengadaan mobil dinas baru tidak menjadi prioritas.

“Kondisi medan di Makassar juga tidak ekstrem seperti di daerah lain. Jadi, saya bilang, tidak usah belanja mobil baru. Saya pakai saja yang ada (lama),” jelasnya.

“Makanya sampai hari ini saya masih mempergunakan Ioniq 5, yang bukan baru, tapi dari pemerintahan sebelumnya,” tambahnya.

Selain efisien, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai lebih hemat karena tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM).

Politisi Golkar itu, juga memastikan bahwa penggunaan kendaraan listrik tersebut tidak menemui kendala berarti.

Dukungan fasilitas purna jual seperti bengkel dan dealer di Kota Makassar membuat operasional kendaraan tetap aman dan terkendali.

“Pernah ada satu kali kendala, tapi gampang. Di sini ada bengkel dan dealernya, jadi sangat aman. Kalau pun ada masalah, ada dealer yang bisa bertanggung jawab,” tuturnya.

Munafri bahkan menggambarkan kenyamanan penggunaan mobil listrik tersebut dalam aktivitas perkotaan.

“Enak dipakai, seperti naik bom-bom car di dalam kota,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Munafri kembali menegaskan bahwa tidak akan ada pengadaan kendaraan dinas, baik untuk Wali Kota maupun Wakil Wali Kota, dan kepala Dinas, sepanjang tahun 2026 ini.

“Tahun ini, saya pastikan tidak ada pengadaan mobil dinas atau mobil operasional, baik untuk Wali Kota maupun Wakil Wali Kota, serta Kepala Dinas,” tegasnya, menutup keterangan. (*)

read more
DaerahNews

Sekda Sulsel Dorong Akselerasi Manajemen Talenta ASN, Tekankan Sistem Berbasis Kinerja

LANGITKU.NET, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, secara resmi membuka Workshop Akselerasi Implementasi Manajemen Talenta ASN dan Layanan Kenaikan Pangkat pasca terbitnya Peraturan BKN Nomor 4 Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 13 April 2026, dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten/kota se-Sulsel.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah, sekaligus memperkuat penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian.

Dalam sambutannya, Jufri Rahman menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dalam agenda yang dinilai strategis bagi penguatan sistem kepegawaian daerah.

Menurutnya, manajemen talenta dan periodisasi kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukan sekadar perubahan administratif, melainkan instrumen penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Manajemen talenta mendorong pengembangan karier ASN yang adil, berbasis kinerja dan potensi, sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas prestasi dan pengabdian kepada negara,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa implementasi Peraturan BKN Nomor 4 Tahun 2025 menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan manajemen talenta di instansi pemerintah. Kebijakan ini sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat sistem merit dan profesionalisme ASN.

Regulasi tersebut memberikan standar baku mengenai kriteria serta mekanisme penetapan instansi dalam menjalankan manajemen talenta secara terukur, objektif, dan akuntabel.

Jufri juga mengungkapkan bahwa pada 2025 seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan telah menandatangani komitmen bersama pelaksanaan manajemen talenta ASN bersama Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh.

“Melalui forum ini, kita menyamakan persepsi sekaligus menuntaskan kendala teknis secara langsung,” kata Jufri saat membuka kegiatan.

Ia mengimbau seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan memanfaatkan forum tersebut guna mempercepat implementasi di daerah masing-masing.

“Pastikan setelah kegiatan ini, progres pelaksanaan manajemen talenta dan layanan kenaikan pangkat mengalami peningkatan signifikan,” tambahnya.

Jufri berharap penerapan manajemen talenta di Sulawesi Selatan dapat berjalan secara objektif, transparan, dan berkelanjutan.

“Dengan sistem yang baik, kita akan melahirkan ASN profesional dan pemimpin masa depan yang ditempatkan sesuai kompetensi terbaiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN Badan Kepegawaian Negara, Herman, menjelaskan bahwa manajemen talenta merupakan kebijakan nasional untuk memastikan penempatan ASN dilakukan secara tepat berbasis data.

Ia menyebut Sulawesi Selatan telah menunjukkan progres dalam penerapan sistem tersebut melalui proses assessment dan pemetaan kompetensi ASN.

“Berbeda dengan seleksi terbuka, manajemen talenta memanfaatkan data potensi dan kinerja yang telah terukur,” jelasnya.

Menurut Herman, penentuan jabatan dilakukan melalui komite talenta yang diketuai Sekda dan mendapat persetujuan kepala daerah.

“Setiap posisi memiliki persyaratan spesifik, mulai dari kualifikasi pendidikan, kinerja, hingga integritas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa integritas menjadi faktor kunci dalam menentukan kandidat terbaik.

“Bukan hanya yang paling baik, tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan jabatan,” tutupnya.

Pemprov Sulsel menargetkan seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mengimplementasikan sistem manajemen talenta ASN secara optimal dalam waktu dekat guna mendorong birokrasi yang profesional dan berdaya saing. (*)

read more
DaerahNews

Wali Kota Makassar Resmikan KSB Tamalanrea, Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Warga

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengukuhkan Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea dalam Apel Pengukuhan dan Uji Simulasi SOP di Anjungan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Senin (13/4/2026).

Total sebanyak 60 warga Kecamatan Tamalanrea dikukuhkan sebagai Tim KSB setelah sebelumnya menerima pembekalan pemahaman terkait potensi bencana, penyusunan jalur evakuasi, hingga peran masing-masing dalam sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas.

Kecamatan Tamalanrea menjadi wilayah ketiga yang menjadi KSB di Kota Makassar, setelah sebelumnya tim serupa telah dikukuhkan di dua kecamatan rawan banjir lainnya, Manggala dan Biringkanaya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam upaya bertahap memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Serta memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan di tingkat kecamatan yang rawan bencana.

Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Appi ini menyampaikan apresiasi atas terbentuknya tim KSB yang dinilai memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar, baik bencana alam maupun sosial.

Ia menekankan bahwa kehadiran KSB bukan semata untuk merespons bencana, tetapi sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi berbasis masyarakat.

“Pengukuhan ini sangat penting, karena Makassar memiliki berbagai potensi persoalan kebencanaan. Namun kita semua berharap tim ini tidak perlu bekerja, karena jika bekerja berarti ada bencana. Yang utama adalah kesiapsiagaan,” ujarnya.

Appi menegaskan, anggota KSB memiliki tanggung jawab besar sebagai pihak pertama yang hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Mereka dituntut memahami alur penyelamatan, pembagian peran, hingga mampu memberikan ketenangan bagi warga terdampak.

“Bapak dan Ibu yang dikukuhkan hari ini adalah yang paling memahami kondisi wilayahnya. Ketika bencana terjadi, merekalah yang pertama hadir memberikan penanganan dan memastikan masyarakat tetap tenang,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, stakeholder, dan pilar sosial untuk berperan aktif menjadikan KSB sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan solidaritas sosial demi keselamatan bersama.

Lebih jauh, Appi menjelaskan bahwa program KSB merupakan inisiasi Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk membangun standar mitigasi bencana di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan adanya standar ini, masyarakat tahu bagaimana mengisi pos-pos saat terjadi bencana, memahami alur koordinasi, hingga memaksimalkan bantuan sehingga dapat meminimalisir korban,” jelasnya.

Ia juga memastikan pembentukan KSB Kota Makassar akan terus diperluas di wilayah lain dengan mempertimbangkan tingkat risiko kebencanaan.

“Kita akan melihat wilayah dengan risiko tinggi untuk menjadi prioritas pembentukan kampung siaga berikutnya,” ujarnya.(*)

read more
DaerahNews

Lewat Syawalan, Appi Ajak Muhammadiyah Ambil Peran Strategis Bangun Makassar

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan organisasi Muhammadiyah di Kota Makassar.

Fokusnya, dalam berbagai sektor strategis seperti pembangunan, pengelolaan sampah, hingga pengembangan urban farming.

Hal tersebut disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi saat memberikan sambutan pada kegiatan Syawalan 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, yang digelar di Gedung BBPMP Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (12/4/2025).

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar Muhammadiyah Kota Makassar, atas peran aktifnya dalam mendukung pembangunan Kota.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah, menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemajuan Kota Makassar.

“Pertemuan ini mungkin bukan yang pertama, tetapi menjadi bagian penting bagaimana pemerintah kota bersama organisasi besar seperti Muhammadiyah, terus membangun sinergi,” jelasnya.

“Juga bekerja sama, dan berkolaborasi untuk membangun Kota Makassar yang kita cintai,” sambung Appi.

Munafri menilai, organisasi Muhammadiyah merupakan elemen penting yang tidak terpisahkan dalam pembangunan kota.

Dengan banyaknya tokoh, kader, serta jaringan yang dimiliki, Muhammadiyah dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program pemerintah kota, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Khusus dunia pendidikan, keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah harus tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kota pun, mendorong kerja sama agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat diarahkan ke sekolah Muhammadiyah dengan skema pembiayaan ditanggung Pemerintah Kota.

“Ini bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan di Kota Makassar,” tutur orang nomor satu Kota Makassar itu.

Selain pendidikan, di sektor lingkungan, Munafri menilai persoalan sampah yang saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per hari di Kota Makassar.

Ia mengajak Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam membantu pemerintah Kota dalam menyelesaikan persoalan tersebut melalui pendekatan edukasi di masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dia mencontohkan pemilahan sampah plastik yang memiliki nilai jual hingga Rp6.000–Rp8.000 per kilogram, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos.

“Ini bisa menjadi peluang, sumber penghasilan tambahan bagi keluarga, khususnya ibu rumah tangga, jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Dijelaskan, Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, juga telah mengembangkan metode pengolahan sampah organik melalui sistem kompos berbasis rumah tangga dan pemanfaatan maggot (larva lalat) sebagai pengurai sampah.

Program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus mendukung sektor pertanian perkotaan atau urban farming.

Ia bahkan mengusulkan agar kader Muhammadiyah dapat membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah terintegrasi, yang hasil akhirnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Dari sampah menjadi maggot, dari maggot menjadi pakan ternak, dari kompos menjadi pupuk, lalu kita gunakan untuk urban farming,” Terangnya.

“Ini sistem yang saling terhubung dan memberi manfaat langsung kebutuhan,” lanjut Appi.

Dia juga menambahkan, bahwa Kota Makassar saat ini tengah mendapatkan peluang investasi besar melalui proyek pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup sambutannya, Munafri kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan ke depan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan ini sendiri, kecuali dengan membangun kolaborasi dan kerja sama,” pungkasnya. (*)

read more
DaerahNews

Tinjau Pasar Sentral, Appi Tekankan Revitalisasi Total dan Penguatan UMKM

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan peninjauan langsung ke kawasan New Makassar Mall yang lebih dikenal sebagai Pasar Sentral, Kamis (9/4/2026).

Sebagai bagian dari upaya merumuskan langkah strategis dalam menghidupkan kembali pusat perdagangan legendaris tersebut.

Peninjauan ini tidak sekadar melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyusun konsep penataan baru yang berorientasi pada revitalisasi aktivitas ekonomi sekaligus pemberdayaan pedagang.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali kawasan New Makassar Mall atau yang selama ini dikenal sebagai Pasar Sentral, sebagai pusat pergerakan ekonomi rakyat di Kota Makassar.

Munafri menyebut, Pasar Sentral pada masanya merupakan ikon utama pergerakan ekonomi kerakyatan di Makassar. Seluruh akses ekonomi masyarakat, kata dia, pernah bertumpu di lokasi tersebut.

“Hari ini saya meninjau langsung melihat kondisi yang dulu kita sebut Pasar Sentral. Ini dulu adalah ikon pergerakan ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Makassar. Seluruh akses ekonomi masyarakat tertumpu di tempat ini,” ujarnya.

Dalam peninjauan ini, Appi turut didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika beserta jajaran, Kepala Bidang terkait, Kepala Bagian Protokol, serta pimpinan dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Penataan Ruang, Dinas BPKAD, hingga Direksi Perusahaan Daerah Pasar.

Kehadiran lintas perangkat daerah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam merancang solusi terpadu, mulai dari aspek teknis, tata ruang, hingga pengelolaan keuangan dan operasional pasar.

Dalam kunjungan tersebut, Munafri, yang akrab disapa Appi, menyusuri hampir seluruh bagian gedung hingga lantai tujuh atau rooftop. Ia menemukan bahwa sebagian besar lantai di dalam bangunan masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Aktivitas perdagangan saat ini terpusat di area basement, lantai dasar, dan lantai satu, sementara lantai-lantai di atasnya tampak kosong dan belum berfungsi maksimal.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah kota karena Pasar Sentral selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar dan tertua di Makassar.

Melihat realitas tersebut, Appi menegaskan perlunya konsep baru yang tidak hanya fokus pada pembenahan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek distribusi pedagang, kenyamanan pengunjung, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi di dalam kawasan pasar.

“Dari hasil pemantau, menjadi bahan bagi kami, memastikan bahwa seluruh ruang yang tersedia dapat dihidupkan kembali secara bertahap, sehingga Pasar Sentral kembali menjadi pusat perdagangan yang ramai, tertata, dan kompetitif,” terang Appi.

Dia mengakui bahwa kondisi saat ini, pasar mengalami perubahan signifikan, baik dari sisi aktivitas maupun sistem pengelolaan. Karena itu, diperlukan pendekatan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Sekarang kita melihat apa yang terjadi hari ini dan bagaimana kita bisa kembali mengaktivasi wilayah ini, tempat ini bisa kembali menjadi sentra ekonomi rakyat di Kota Makassar, tentu dengan zaman yang berbeda dan sistem pengelolaan yang berbeda,”jelansya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Makassar, dibawa kepemimpinan Munafri berjanji Pasar Sentral dapat kembali menjadi ikon perdagangan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi.

Tetapi, juga sebagai ruang ekonomi yang modern, tertib, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di lokasi tersebut.

Appi menegaskan, langkah awal yang dilakukan pemerintah kota adalah mengkaji kondisi eksisting secara menyeluruh, lalu mendiskusikannya bersama seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan konsep baru yang tepat.

Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintah kota untuk bersama-sama melihat kondisi di lapangan dan menyusun gagasan secara kolektif.

“Maka dari itu, saya mengajak rekan-rekan di PD Pasar, serta jajaran SKPD untuk bersama-sama melihat kondisinya, kita diskusikan supaya bisa terbangun sebuah konsep yang baru,” katanya.

Menurutnya, prinsip utama dari pengelolaan Pasar Sentral ke depan adalah memastikan bahwa pasar tersebut benar-benar menjadi milik masyarakat, serta memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi warga.

Yang jelas intinya bahwa pasar ini harus menjadi milik masyarakat dan harus kembali kepada masyarakat. Keuntungan-keuntungan yang terjadi di setiap transaksi harus menjadi keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan para pedagang. Ia menilai, pembangunan kota tidak akan berjalan optimal jika dilakukan secara parsial tanpa sinergi.

“Makassar ini tidak akan selesai kalau jalan sendiri-sendiri. Harus dibangun kolaborasi, kerja sama, dan sinergi untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan pemerintah tujuannya bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal,” imbuh Appi.

Munafri menyebut, revitalisasi Pasar Sentral menjadi salah satu alternatif strategis untuk membangkitkan kembali ekonomi rakyat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Ke depan, konsep yang disiapkan akan mengarah pada penguatan fungsi pasar sebagai sentra UMKM yang modern dan terintegrasi. Pemerintah kota juga berencana mempelajari berbagai model pengelolaan pasar dari daerah lain sebagai referensi.

“Ada berbagai alternatif yang akan kita lakukan. Mungkin dalam minggu depan kami bersama PD Pasar, instansi terkait, dan pengelola akan melihat contoh konsep yang bisa kita bangun,” tuturnya.

Appi menambahkan, Pasar Sentral diharapkan menjadi ruang yang layak dan setara bagi para pelaku usaha lokal untuk berkembang, agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup.

Minimal ini menjadi sentra UMKM, tempat yang layak bagi pengusaha di Kota Makassar. Tapi masuknya tidak boleh satu-satu, harus masif supaya ada crowd dan terbentuk ekosistem baru.

Selain itu, Munafri juga menekankan, potensi sektor pariwisata yang dapat tumbuh seiring dengan penataan kawasan pasar. Menurutnya, daya tarik wisata akan muncul jika didukung oleh infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

“Seluruh konsep yang akan kita dijalankan nantinya, akan melalui proses diskusi bersama semua pihak, termasuk pengelola dan pedagang, guna menghindari adanya pihak yang dirugikan,” terangnya.

Munafri menutup dengan menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM akan menjadi langkah awal dalam proses revitalisasi Pasar Sentral, sementara konsep detailnya akan segera disusun dan diumumkan dalam waktu dekat.

“Intinya UMKM yang akan kita gerakkan. Kita mulai dari situ, dan konsep detailnya nanti akan kita sampaikan,” pungkasnya. (*)

read more
1 2 3 229
Page 1 of 229