close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Di Hari Anak, Liza Serahkan Karyanya ke Perpustakaan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Sitti Narwastu Journaliza Daeng Ratu atau disapa Liza dengan didampingi Ibundanya, Dian Muhtadiah Hamna menyerahkan karyanya ke Dinas Perpustakaan Makassar yang diterima langsung oleh Pustakawan, Tulus Wulan Juni di ruang kerjanya, Kamis (23/07). Buku cerpen berjudul Baju Koko Ahmad adalah buku pertamanya yang hari ini diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2020.

Buku setebal 126 halaman ini memuat 10 cerita pendek yakni tentang Baju Koko Ahmad, Belajar Menabung, Jerawat Palsu, Juara Kelas, Si Miskin Jadi Penulis, Kejutan di Kolam Renang, Market Day, Noda di Baju Arif, Rahasia Gigi Sehatku dan No! Rayakan Tahun Baru. Liza yang saat ini duduk di kelas VI SDIT Wahdah Islamiyah Makassar memiliki hobi membaca dan menulis. Berkat hobinya yang banyak membaca itu, Liza juga dinobatkan sebagai Duta Baca Pelajar Tingkat SD se-Kota Makassar yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar untuk periode tahun 2019-2020.

Pembuatan buku ini merupakan bagian program Liza sebagai Duta Baca Pelajar untuk memberi motivasi diri sendiri dan juga kepada teman-teman seusianya. Selain membuat buku Liza juga membuat program mendirikan Perpustakaan pribadi yang dapat diakses gratis oleh teman-teman di sekitar rumah tempat tinggalnya. Nama Perpustakaannya adalah Perpustakaan “GOSIP” atau akronim dari Generasi Orang Suka Inspirasi Pustaka.

Pustakawan, Tulus Wulan Juni sangat bangga kepada Liza karena masih kecil mampu menghasilkan sebuah tulisan. Sebagai figur pelajar teladan, Liza juga telah membuktikan amanahnya sebagai Duta Baca Pelajar yang bisa memberi inspirasi kepada pelajar lain dan membantu Dinas Perpustakaan Kota Makassar mengkampanyekan kegemaran membaca di masyarakat khususnya kepada para pelajar.

Tunggu cerita Liza di program Sobat “Anak Muda Berkarya Bersama Perpustakaan” (AMBYAR) dipandu Yuna Munadian Yunadia yang akan tayang di Channel YouTube. Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2020. Terus berkarya Anak Muda Harapan Bangsa.(jalu)

read more
NasionalNews

Kemenparekraf Dorong Promotor Musik Indonesia Bentuk Asosiasi

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong promotor musik lokal untuk membentuk Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) sebagai forum komunikasi dan bertukar pikiran dalam menyelesaikan berbagai isu yang muncul dalam bidang pertunjukan musik, terlebih dalam masa pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama para promotor musik, mengatakan, keberadaan asosiasi dapat membantu memberi masukan pemerintah terkait pengembangan event musik di Indonesia.

FGD dihadiri oleh para Promotor Musik antara lain Anas Syahrul Alimi (Rajawali Indonesia), Tommy Pratama (Original Production), Dino Hamid (Berlian Entertainment), Donny Junardy (Ravel Entertainment/Hammersonic), Darshan Pridhnani (HYPE Music Asia), Aminah (Mecimapro), dan Emil Mahyudin (Nadapromotama).

“Perlu ada forum atau asosiasi event untuk membantu pemerintah dalam mengkurasi event-event terbaik di Tanah Air. Dan ini sejalan dengan tugas dan fungsi bidang Event Kemenparekraf, diantaranya mendukung event-event daerah, membesarkan event nasional, serta membawa event internasional ke dalam negeri. Karena, DNA Indonesia adalah kreatif,” kata Rizki Handayani dalam FGD yang berlangsung di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Sehingga kerja sama antara pemerintah dan industri ke depan dapat terjalin semakin intensif mengenai pengembangan event musik, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan pergerakan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

Kemenparekraf/Baparekraf tengah menyusun buku panduan protokol kesehatan di bidang pertunjukan musik, sebagai panduan teknis yang mengacu dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020. Asosiasi dapat memperkuat pembentukan buku panduan tersebut dengan memberi masukan, terutama terhadap titik-titik penting dalam penyelenggaraan pertunjukan musik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik pembentukan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) dan akan mempelajari lebih lanjut masukan dari para promotor.

 

Agustini Rahayu

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

read more
DaerahNews

Guru-guru SDN KoSamJa Buat Buku Pengalaman PJJ Selama Pandemi Covid-19

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Buku adalah kenangan terbaik menyimpan sebuah pembelajaran bagi seorang guru. Apalagi buku dan guru sulit dipisahkan. Menyebut guru, kita akan diingatkan pada buku-buku pelajaran, bacaan aktivitas pembelajaran yang terkait dengan buku. Menyebut buku, kita akan diingatkan pada pengalaman belajar di sekolah, yang lagi-lagi tak bisa lepas dari buku.

Buku tak hanya berisi rumus dan teori, tapi juga menyimpan catatan, perasaan dan kisah-kisah sarat pembelajaran dan inspirasi. Sayangnya, masih kurang kita temukan kisah-kisah hidup para guru yang ditulis oleh guru itu sendiri. Meski telah banyak gerakan literasi yang memotivasi guru untuk menulis, selalu saja tak mudah untuk memulainya. Padahal kisah para guru, apalagi selama masa pandemi Covid-19, penuh warna, penuh dinamika.

Itulah mengapa, Kepala SD Negeri Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati, S.Pd, terus mendorong gurunya agar berani menuangkan pikiran, perasaan dan gagasannya dalam bentuk buku. Walaupun dia mengakui, dirinya pun berproses bersama guru-gurunya itu agar bisa menelurkan buku.

Fahmawati mengemukakan hal itu di sela-sela Pelatihan Menulis, yang diadakan di sekolahnya, di Jalan Baji Gau, Makassar, Rabu, 8 Juli 2020. Pelatihan dengan peserta guru-guru dari sekolah yang namanya biasa disingkat KoSamJa itu, keluarannya nanti berupa buku. Pelatihan ini mengundang Rusdin Tompo, sebagai narasumber sekaligus orang yang nanti menjadi editor buku.

“Jadi nanti guru-guru kami akan menulis pengalamannya memberikan pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19,” kata Fahmawati.

Tulisan dari para guru selama murid-murid dirumahkan sehingga dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu akan dikumpul jadi satu bunga rampai. Dikatakan, ada banyak kisah dan cerita yang menunjukkan dedikasi para guru sebagai pendidik.

Pada saat pelatihan, Rusdin Tompo, yang memang merupakan penulis dan editor buku itu lebih banyak berbagi pengalaman dan memberi kiat praktis. Ia juga memberi motivasi agar guru tak ragu menulis, termasuk menulis buku. Ia meyakini ada banyak pengalaman, pembelajaran dan pandangan-pandangan guru yang sangat layak ditulis dan dibukukan.

Sri wahyuningsih Naim, S.Pd dalam sesi tanya jawab mengajukan pertanyaan, bagaimana kalau tulisannya baru sedikit ditulis dan kemudian tersimpan begitu saja. Menurut Rusdin, tulisan belum jadi atau setengah jadi, tetap masih bisa dilanjutkan. Tulisan-tulisan seperti itu anggap saja sebagai modal, tabungan, atau bahan dasar untuk dikembangkan jadi tulisan.

Lain lagi yang ditanyakan Iswati, S.Pd. Ibu guru yang suka bernyanyi ini bertanya, apakah jika seseorang mampu menulis kosakata yang banyak maka ia berpotensi menjadi penulis? Pertanyaan ini diajukan setelah games menyambung kata yang dilakukan peserta. Rusdin Tompo menjelaskan, memiliki perbendaharan kata yang banyak bisa jadi awal bagi seseorang untuk bisa menulis. Karena dengan banyak stok kata maka tentu saat menulis dia tidak kesulitan membuat kalimat atau punya banyak pilihan diksi.

Pelatihan dengan kelas kecil ini rupanya cukup interaktif. Peserta tampaknya berupaya mendapatkan tips-tips praktis dari narasumber yang sudah menulis dan menjadi editor puluhan buku dengan ragam genre itu. Salah satu yang juga didiskusikan adalah bagaimana mengatasi kemandekan saat menulis.

“Bagaimana cara mengatasi moody saat menulis,” tanya Irwan Ali, S.Pd, guru kelas IVB yang ikut dalam pelatihan hari itu.

Rusdin Tompo kemudian berbagi pengalaman cara mengatasi semangat menulis yang drop. Katanya, ia biasa membaca tulisan-tulisan pendek dan ringan, yang habis sekali baca, seperti puisi atau artikel. Selain itu, ia biasa juga me-refresh diri dengan jalan-jalan ke toko buku atau bersilaturahmi dengan temannya di warkop atau kafe sembari berdiskusi tentang kepenulisan dan perbukuan.

“Tentu masing-masing orang punya cara sendiri untuk men-treatment dirinya agar kembali semangat menulis,” pungkas mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan itu.(*)

read more
DaerahNews

FKUB Sulsel Silaturahmi Bersama Wagub Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel berkunjung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Jum’at (17/7/2020).

Silaturahmi FKUB Sulsel ini diterima oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman yang juga sebagai Dewan Penasehat FKUB Sulsel.

Ketua FKUB Sulsel, Prof Abd Rahim Yunus menyampaikan, jika pertemuan ini membicarakan perihal rapat kerja FKUB yang akan dilakukan secara virtual melalui Zoom. Salah satunya terkait langkah FKUB dalam membantu pemerintah dalam pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah pak Wagub mendukung itu dan memang kita sudah lama rencanakan untuk mencari kebersamaan dalam menanggulangi Pandemi ini,” ujarnya.

Diketahui, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

Mengingat FKUB ini adalah organisasi yang didalamnya ada para tokoh agama, ulama, pendeta dan pemuka agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga FKUB bisa ikut mensosialisasikan ke masyarakat terkait Covid-19.

Namun sebelum itu, kata Abd. Rahim, jika nantinya anggota FKUB terlebih dahulu melakukan rapid tes. Jika hasilnya tidak reaktif, kemudian harus mendapat persetujuan dari tokoh-tokoh agama untuk turun berkomunikasi ke masyarakat.

FKUB, kata dia, berencana membentuk FKUB milenial. Yang nanti di dalamnya terdiri dari pemuda-pemuda.

Dirinya pun melaporkan hasil rapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel. Dengan imbauan, yakni umat Islam di Sulawesi Selatan agar berdoa, baik sendiri-sendiri atau bersama-sama untuk keselamatan saudara-saudara yang tertimpa musibah di Luwu Utara. Serta MUI mengimbau kepada seluruh masjid di Sulawesi Selatan agar menggelar salat gaib untuk korban banjir dan longsor, seusai pelaksanaan salat Jumat, 17 Juli 2020.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mendorong, FKUB sebagai yang terdepan untuk membina jemaahnya. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19.

“FKUB menjadi garda terdepan dalam mencounter isu-isu hoax yang beredar di masyarakat yang berpotensi jadi sumbu provokasi,” tuturnya.

“Juga kita dorong dalam aksi-aksi sosial seperti (korban banjir) di Luwu Utara,” harapnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, diantaranya Kepala Kesbangpol Sulsel, Asriady Sulaiman; serta pengurus FKUB Sulsel.(jalu)

read more
DaerahNews

KKGO Kecamatan Manggala Beri Bantuan ke Luwu Utara, SDN Borong Jadi Posko Induk

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Kelompak Kerja Guru Olahraga Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan (KKGO SD PJOK) Kecamatan Manggala, Makassar, sejak 15 Juli 2020, menggalang bantuan bagi korban banjir di Luwu Utara. Bantuan dikumpulkan di SD Negeri Borong, Jalan Borong Raya No. 8, yang dijadikan sebagai Posko Induk untuk Kecamatan Manggala.

“Kami tergerak menggalang bantuan dan donasi setelah melihat kondisi korban banjir bandang yang begitu memprihatinkan, sehingga butuh uluran tangan,” kata Sumardani, S.Pd, Ketua KKGO SD PJOK Kecamatan Manggala, periode 2020-2023, yang dijumpai di Posko Induk, Jumat, 17 Juli 2020.

Sumardani bersama guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Guru Olahraga lantas menyampaikan rencana penggalangan dana itu kepada Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Manggala, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd. Setelah mengadakan meeting secara virtual dengan pengurus K3S Kecamatan Manggala, diputuskan untuk menggalang bantuan sebagai bentuk empati kepada para korban. Hendriati Sabir, yang juga Kepala SD Negeri Borong, bahkan ikut menyumbang demi meringankan beban para korban.

Bantuan kemudian mengalir ke Posko Induk dari sekolah-sekolah, tak hanya dari sekolah di wilayah Kecamatan Manggala, tapi juga berasal dari Kecamatan Panakkukang, Tallo, dan Tamalate. Bantuan itu ada yang dari guru-guru, orangtua siswa, juga murid. Bantuan antara lain berupa pakaian, mie instan, beras, air mineral, popok bayi, perlengkapan salat, ada juga Alquran. Bantuan dari guru dan orangtua juga diberikan dalam bentuk uang yang ditransfer ke rekening bendahara KKGO Kecamatan Manggala, Evawati Bahtiar, S.Pd.

Hingga hari Jumat, bantuan terus berdatangan, termasuk bantuan sebanyak 1 mobil pickup dari SD Inpres Perumnas Antang III dan bantuan sebanyak 2 mobil jenis city car dari SD Inpres Bangkala dan SIT Nurul Fikri.

“Insya Allah, tanggal 18 Juli, besok, kami akan mengantar langsung bantuan ke Posko Induk di Kecamatan Baebunta yang dikelola oleh teman-teman guru olahraga di sana,” jelas Sumardani, yang juga guru olahraga di SD Inpres Kajenjeng itu.

Koordinator lapangan Posko Induk, M Amin Syam, S.Pd, mengatakan, informasi penggalangan bantuan bagi korban bencana Luwu Utara dilakukan dalam bentuk flyer yang disebar di berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan grup-grup WhatsApp.

Neni Wahyuni Wahab, S.Pd, guru kelas 1 SD Negeri Borong mengatakan, beberapa muridnya yang baru saja naik ke kelas 2 juga ikut menyumbang.

Sumardani mengatakan, penggalangan bantuan ini baru pertama kali dilakukan KKGO SD PJOK Kecamatan Manggala, pada periode kepengurusannya. Sejauh ini, dia selalu berkomunikasi dengan teman-temannya di Luwu Utara untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan para korban.

“Dari info yang kami peroleh, warga yang tertimpa musibah sangat membutuhkan lilin sebagai alat penerangan,” ungkap Sumardani.

Namun begitu, lanjutnya, bantuan berupa apapun akan sangat membantu meringankan beban para korban di Luwu Utara.(jalu)

read more
DaerahNews

DPK Provinsi Sulsel Tetap Produktif di Masa Pandemi Covid-19

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan tetap produktif selama pandemi Covid-19. Sejak merebaknya virus Corona, bulan Maret 2020, sama sekali tidak menurunkan semangat jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) itu. Rupanya, semangat mereka yang terjaga, lantaran selalu dimotivasi oleh Mohammad Hasan, SH, MH, yang selama kurang lebih dua tahun terakhir memimpin instansi tersebut.

“Kalau kami adaptif dan tetap produktif selama masa pandemi, hal itu karena saya selalu menekankan kepada seluruh staf agar kerja, kerja, kerja,” ungkap Mohammad Hasan tentang kiatnya memompa semangat timnya, melalui rilis yang dikirim oleh Heri Rusmana, pustakawan pada DPK Provinsi Sulsel, kepada media ini, Senin, 13 Juli 2020.

Produktivitas DPK dapat diukur dari kemampuan instansi itu mengoptimalkan potensi, daya dan motivasi yang dimiliki agar menjadi produk yang bermanfaat dan punya dampak positif. Produktivitas yang dimaksud di sini, bisa berupa kebijakan, program, dan kegiatan untuk menghasilkan sesuatu, baik itu berupa produk yang berwujud fisik maupun berupa jasa atau layanan.

Mohammad Hasan menambahkan, di masa adaptasi kebiasaan baru, DPK mengadakan berbagai kegiatan. Ada kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat pengguna perpustakaan, ada juga sejumlah kegiatan yang diselenggarakan bersama mitra kerja dari berbagai kalangan.

“Mitra kerja kami cukup beragam, seperti penggiat literasi, komunitas perpustakaan lorong, penulis buku, budayawan, seniman, jurnalis dan mitra lainnya,” jelasnya.

Kepedulian dan dukungan DPK terhadap mitra kerjanya, juga ditunjukkan ketika Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng mengalami musibah saat banjir bandang beberapa wakgtu lalu. Dengan sigap, Kadis DPK Provinsi Sulsel, Mohammad Hasan, mengadakan kunker ke Bantaeng untuk memberikan bantuan. Bantuan itu berupa hibah buku, peminjaman peralatan untuk perbaikan buku, serta bantuan pengiriman tenaga pustakawan dan arsiparis untuk memperbaiki bahan pustaka dan arsip yang rusak terkena banjir.

Pada tahun ini, DPK Provinsi Sulsel menggelar even Festival Aksara Lontaraq 2020 bekerja sama dengan KabarMakassar dan KGI Network yang akan menjadi momentum untuk membudayakan aksara lontaraq di tengah-tengah masyarakat. Perhelatan berskala internasional itu, sudah di-launching pada 25 Juni 2020 oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, dengan menghadirkan pembicara mancanegara.

“Puncak acaranya nanti pada tanggal 29 Agustus 2020, sekaligus malam kebudayaan dengan memberikan award kepada tokoh yang dinilai punya kontribusi nyata bagi pelestarian aksara lontaraq,” kata Upi Asmaradhana, Founder dan CEO KGINetwork, yang merupakan salah seorang inisiator festival.

Sejumlah penyair, sastrawan, penggiat literasi, jurnalis, seniman, budayawan, dan akademisi terlibat dalam kegiatan yang disebut sebagai gotong royong kebudayaan ini.  Sebut di antaranya Prof. Nurhayati Rahman, Yudhistira Sukatanya, Rusdin Tompo, Idwar Anwar, Zaenal Beta, Bahar Merdhu, Rimba, Chaeruddin Hakim, Asis Nojeng, Muh. Alifi serta duo Arman Pio dan Andi Ananda Putri. Mereka yang berasal dari lintas generasi ini punya peran berbeda, mulai dari panitia, tim juri, juga pengisi acara.(*)

read more
DaerahNews

Enam Kali Banjir Selama Dua Bulan , Wagub Harap Normalisasi Sungai di Luwu

LANGITKU NETWORKS, Luwi – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman tiba di Kabupaten Luwu, Selasa (14/7/2020) sore. Ia disambut oleh Sekda Luwu, Ridwan Tumbalolo; Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Rahman Mandaria dan Lurah Suli, Sukmawati Gusalim. Mengenakan pakaian dinas BPBD, Andi Sudirman langsung menuju Sungai Suli di Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Sungai itu merupakan salah satu penyebab banjir akibat air yang meluap dari sungai. Hingga menyebabkan banjir di Kabupaten Luwu beberapa hari lalu.

Diketahui, sekitar seminggu lalu puluhan desa/kelurahan di Kabupaten Luwu terendam banjir.

Desa terendam banjir tersebar di empat kecamatan yang berada di bagian selatan daerah ini. Yakni Kecamatan Suli, Kecamatan Suli Barat, Kecamatan Larompong, dan Kecamatan Larompong Selatan.

Lurah Suli, Sukmawati Gusalim mengaku, bahwa di daerahnya ini sudah enam kali terjadi banjir dalam waktu dua bulan.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman pun menyarankan, perlunya normalisasi sungai.

“Ini harus normalisasi Sungai, dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Harus duduk bersama karena ini bukan pekerjaan kecil,” jelasnya.

Lanjutnya, “kehutanan perlu sisir di hulu bahwa alih fungsi lahan dan penebangan perlu diintervensi baik pengawasan yang ketat maupun penataan dan penghijauan kembali,” ujarnya.

Andi Sudirman hanya sebentar di Kabupaten Luwu. Ia kemudian melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Luwu Utara. Diketahui, banjir bandang melanda Luwu Utara, Senin malam (13/07/2020). Akibatnya, ribuan rumah warga dihantam banjir bandang. Banjir ini dilaporkan sebagai banjir terparah yang melanda wilayah tersebut.

read more
DaerahNews

Hari Pertama Penerapan Perwali 36, Prof Rudy Keliling Perbatasan Kota Makassar

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin berkeliling disejumlah posko perbatasan kota untuk melihat secara langsung implementasi penerapan Pembatasan Pergerakan lintas Wilayah yang diatur didalam Peraturan Walikota Makassar Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Virus Covid-19 di Kota Makassar yang efektif diberlakukan hari ini, Senin (13/7/2020).

Tidak kurang delapan pos jaga yang terletak di daerah yang berbatas langsung dengan kabupaten tetangga didatangi oleh Prof Rudy diantaranya perbatasan Makassar-Gowa di Jalan Sultan Alauddin, posko Makassar-Takalar di Jalan Barombong, posko Makassar-Maros di Jalan Perintis Kemerdekaan, serta posko Makassar – Gowa di Samata.

Di masing-masing pos jaga ini, terlihat sejumlah personil gabungan yang terdiri atas anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, serta Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas baik yang hendak masuk ke Kota Makassar maupun sebaliknya. Masing-masing pengendara baik roda dua maupun roda empat di minta berhenti untuk di ukur suhu tubuhnya dan dimintai surat keterangan bebas Covid-19. Untuk pengendara yang tidak menggunakan masker diminta turun dari kendaraan untuk diberi teguran dan masker. Tidak sedikit dari mereka di beri hukuman push Up sebelum diminta melanjutkan perjalanannya. Bahkan, diperbatasan Makassar-Maros, petugas terlihat menghentikan sejumlah pengendara yang tidak menggunakan masker untuk kemudian di giring ke bawah tenda untuk dilakukan Rapid Test.

“Di hari pertama ini, kita masih memberi toleransi kepada warga yang melanggar, yang tidak menggunakan masker kita berikan masker untuk di pakai. Meskipun di beberapa tempat seperti di perbatasan Makassar-Maros kita berikan hukuman Rapid Test secara random bagi yang melanggar. Beberapa metode kita coba terapkan agar tidak terjadi antrian kendaraan yang panjang. Insya Allah dihari berikutnya, sanksi sosial yang lebih tegas akan kita terapkan agar kedisplinan masyarakat smakin bertambah” ujar Prof Rudy kepada Wartawan.

Ia juga meminta maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan.

“Kami memohon kesabaran dan jiwa besar semuanya. Yang kita lakukan ini adalah demi untuk kepentingan bersama. Jika Makassar ini mampu kita landaikan penyebaran virusnya, maka itu bisa dikatakan delapan puluh persen masalah Covid-19 selesai di Sulawesi Selatan” lanjutnya.

Menurut Prof Rudy, Pembatasan Pergerakan lintas wilayah hanyalah bagian kecil dari usaha untuk melandaikan kurva penyebaran Covid di Makassar. Pihaknya juga berencana untuk melakukan pengecekan di tempat-tempat usaha, baik itu rumah makan, Cafe, mal, pasar tradisional, termasuk juga di pemukiman-pemukiman warga.

“7.950 Personil gabungan yang kita siapkan tidak hanya bertugas di wilayah perbatasan kota, namun juga bekerja untuk memastikan seluruh protokol kesehatan dijalankan di semua tempat-tempat umum. Kita ingin seluruh warga kota Makassar menggunakan masker saat berada di luar rumah” lanjutnya.

Sepeti yang diatur di dalam perwali 36, Pembatasan Pergerakan antar Wilayah mengharuskan warga yang keluar masuk wilayah Makassar untuk memperlihatkan surat keterangan bebas Covid-19.

Beberapa kelompok warga yang dikecualikan dari aturan ini diantaranya ASN/TNI/Polri dan pegawai swasta dengan menunjukkan bukti diri bahwa benar bekerja di Makassar. Buruh dan pedagang yang bekerja di Kota Makassar dengan menunjukkan keterangan dari Lurah/ kepala desa asal bahwa benar bekerja di Makassar.

Untuk penduduk Makassar-Maros-Gowa-Takalar (Mamminasata) yang bekerja di Makassar diminta untuk menunjukkan bukti diri bahwa bekerja di Makassar dan KTP bahwa benar penduduk menetap di Mamminasata.

Pengecualian juga diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang mendaftar di Makassar dengan menunjukkan kartu peserta tes atau pendaftaran. Juga untuk orang sakit yang dirujuk ke Makassar dengan menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit daerah asal, serta hal-hal lainnya yang dianggap penting dan darurat.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Tinjau Perbatasan, Rudy : Kita Upayakan Pengawasan 24 Jam

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Permberlakuan Perwali Nomor 36 resmi diberlakukan besok, Senin, 13 Juli 2020. Setiap perbatasan Kota Makassar akan diawasi ketat oleh para personil gabungan.

Sebanyak sebelas posko perbatasan serta empat posko penindakan di siapkan untuk mengawal pelaksanaan Pembatasan Pergerakan antar wilayah, baik akses keluar maupun akses masuk ke Kota Makassar.

Terkait hal tersebut, Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin meninjau langsung kesiapan dan melakukan simulasi di salah satu perbatasan Alauddin- Gowa, Minggu, (12/7/20).

Pada peninjauan ini, Rudy mengecek sejumlah skema dan cara kerja para petugas dilapangan dalam melakukan edukasi, pengawasan dan penindakan terhadap warga yang melintas di perbatasan. Persiapan sudah kita matangkan, termasuk kesiapan 7.950 personil gabungan, baik itu TNI Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, camat lurah, termasuk sejumlah elemen masyarakat yang akan ikut menjadi edukator terhadap warga kita.

“ Kita mengecek kesiapannya dilapangan, dan meminta kepada seluruh petugas agar mengedepankan sikap humanis, lakukan pendekatan persuasif. Dengan usaha bersama yang kita lakukan ini, mudah-Mudahan dalam waktu yang tidak lama kurva penyebaran Virus Covid-19 ini dapat kita landaikan, khususnya di Kota Makassar” ujar Rudy.

Dalam simulasi tersebut, petugas gabungan yang terdiri atas TNI Polri, Dishub, Satpol,BPBD, serta Dinas Kesehatan menemukan sejumlah penggunakan jalan yang melintas tidak menggunakan masker untuk kemudian diberhentikan dan di beri edukasi secara langsung.

“Kita beri edukasi tentang pentingnya menggunakan masker ditengah pandemi ini. Kenapa pembatasan ini kita lakukan, tidak lain untuk mempersempit peluang penyebaran Covid-19. Ingat, Kota Makassar itu adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan barometer ekonomi Sulawesi Selatan. Sehingga kita tidak ingin daerah luar yang sudah bersih dan sudah hijau, berkunjung ke Makassar, lantas pulang dari Makassar membawa virus korona,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, bagi warga yang punya keperluan masuk Makassar agar menyertakan surat keterangan bebas Covid-19 di terbitkan rumah sakit atau puskesmas di daerah asalnya.

“Begitu juga yang mau keluar Makassar, kita batasi juga. Persiapan terbut hari ini, kami bersama Pak Dandim dan Pak Wakapolres memastikan kesiapan dilapangan. Insya Allah besok pagi, aturan Perwali ini kita berlakukan secara efektif,” jelasnya.

Rudy berharap proses pemeriksaan diperbatasan berlangsung cepat sehingga tidak membuat pengfuna jalan tidak terganggu. Namun ia juga berharap masyarakat bisa memahami bahwa proses ini bagian dari upaya untuk melindungi warga dari pandemi yang kini masih mewabah.

Target utama dari Perwali 36 ini menurutnya untuk mempercepat pengendalian wabah Covid-19 di Kota Makassar secara khusus.

“Sebisa mungkin tidak prosesnya tidak menghambat aktivitas masyarakat. Kita akan melakukan pemeriksaan dibeberapa titik dan kita upayakan pemeriksaan dilakukan selama 24 jam,” tegasnya.

Dalam mengawal Perwali ini, sebanyak 7.950 personil gabungan yang terdiri atas anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Camat Lurah, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya akan bekerja di lapangan dan memastikan seluruh aturan dijalankan oleh seluruh warga Kota Makassar. (jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Masyarakat Berperan Menegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

LANGITKU NETWORKS, Makassar – “Tabe, jangan ki pindahkan kursi ta’ karena kita harus tetap jaga jarak sesuai protokol kesehatan,” begitu kata seorang panitia, mengingatkan peserta Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok, di Jalan Sunu 1A Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu, 11 Juli 2020.

Kegiatan ini merupakan program DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menghadirkan Sri Rahmi, S.A.P., M.ADM.K.P.. anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, periode 2019-2024. Narasumber lain yakni Rusdin Tompo dan Susi Smita Patisahusiwa. Hadir dalam acara ini Lurah Suangga, Aharuddin, S.Sos, Ketua RT 2/RW 3, Asdar Darwis, dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Sri Rahmi menyampaikan bahwa bersamaan dengan kegiatan ini, sebanyak 85 anggota DPRD turun ke daerah pemilihan (dapil) mereka untuk menyosialisasikan produk hukum daerah. Katanya, sosialisasi ini bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota dewan agar Perda yang dihasilkan DPRD dan pemprov diketahui masyarakat.

“Sosialisasi ini agar masyarakat tahu bahwa ada aturan tentang Kawasan Tanpa Rokok. Jangan sampai begitu diberi sanksi, masyarakat kaget karena belum tahu ada aturannya,” jelas perempuan yang akrab disapa Bunda itu.

Ditambahkan bahwa dirinya dan anggota dewan lainnya melakukan sosialiaasi agar masyarakat tergerak berperan serta. Masyarakat, menurutnya, mesti jadi mata dan telinga, dalam hal implementasi dan pengawasan, supaya bisa diketahui sejauh mana efektif Perda ini. Termasuk melihat, apakah masih banyak yang melanggar atau semakin dipatuhi. Sri Rahmi memberi apresiasi kepada Pemkot Makassar karena mendorong hadirnya lorong bebas rokok di setiap kelurahan.

Susi Smita, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah duduk di parlemen, mengajak warga untuk tidak ragu menegur orang yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR), menurutnya, sikap tegas dengan menegur para perokok yang merokok di sembarang tempat itu merupakan bagian dari peran serta masyarakat. Peran lain, jelasnya, bisa juga dimulai dari rumah dan lingkungan tempat tinggal.

“Kalau kita tenang-tenang saja sementara ada orang merokok di situ maka kita membiarkan diri kita menghirup asap rokok yang penuh racun berbahaya. Padahal, sebagai perokok pasif, kitalah yang paling rentan terserang penyakit akibat asap rokok,” papar Susi Smita meyakinkan warga.

Sementara Rusdin Tompo, aktivis perlindungan anak yang merupakan alumni Fakultas Hukum Unhas, menjelaskan aspek hukum kehadiran sebuah regulasi. Katanya, ada fiksi hukum yang mengasumsikan bahwa semua warga negara mengetahui suatu peraturan begitu peraturan itu dicatat di lembaran negara kalau dalam bentuk undang-undang atau dicatat di lembaran daerah kalau itu berupa perda. Jadi sosialisasi Perda ini bermaksud agar jelas dan terang bagi warga mengetahui apa saja yang diatur dalam Perda KTR itu dengan cara sederhana.

Kehadiran Perda KTR itu, lanjutnya, untuk mengubah dan mengatur perilaku masyarakat agar tidak boleh perokok pada beberapa area atau kawasan. Yakni, pada fasilitas layanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, rumah ibadah, fasilitas olah raga tertutup, angkutan umum, tempat kerja serta fasilitas umum lainnya, seperti bandara dan terminal.

Kehadiran Perda KTR, jelasnya, akan memberikan kemanfaatan bagi orang banyak, sekakigus menghadirkan keadilan bagi mereka yang selama ini kurang terlindungi akibat paparan asap rokok. Jika Perda ditegakkan dengan menjatuhkan sanksi bagi setiap pelanggar maka akan memberikan kepastian hukum bagi semua orang.

“Sifat dari hukum itu mengatur dan memaksa,” imbuhnya.

Kegiatan ini dilakukan dalam situasi kenormalan baru sehingga harus sesuai protokol kesehatan. Sehingga kegiatan dilakukan sebanyak 4 sesi di mana pada setiap sesi hanya diikuti 35 orang, dan mereka patuh menjaga jarak sesuai imbauan pemerintah. Setiap orang yang hadir juga mesti memastikan diri dalam keadaan sehat dengan menggunakan masker selama acara.(jalu)

read more
1 212 213 214 215 216 227
Page 214 of 227