close

admin

Health

Sering Bawa Ponsel Saat BAB? Hentikan, Ini 3 Risiko Terburuknya

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Pernah bawa ponsel ketika buang air besar? Jika sering, sebaiknya hentikan kebiasaan itu karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Sebenarnya tidak selalu ponselnya yang salah, terkadang perilaku ketika memegang ponsellah yang menghadirkan malapetaka. Misalnya, jadi berlama-lama di toilet sehingga panggul kelelahan.

Risiko lainnya bisa dialami oleh saluran pencernaan. Buang air besar (BAB) yang terlalu lama bisa memicu kekambuhan wasir atau ambeien.

Selengkapnya, ini 3 risiko BAB dengan membawa ponsel, dikutip dari Brightside.

1. Menyebarkan bakteri

Sebuah studi menunjukkan bahwa ponsel lebih kotor daripada dudukan toilet. Ponsel yang digunakan sepanjang hari rentan menjadi sarang bakteri karena sering dipegang-pegang.

Ketika sedang buang air besar, kemungkinan besar ponsel membawa bakteri E.coli yang menyebabkan masalah usus.

2. Risiko terkena wasir

Ketika main ponsel saat BAB, seseorang akan duduk untuk waktu yang lebih lama. Jelas saja, konsentrasi untuk mengeluarkan feses terdistraksi dengan apa yang dilihat di ponsel.

Kondisi ini meningkatkan kemungkinan kamu terkena ambeien karena lebih banyak waktu yang dihabiskan di toilet di mana tekanan diberikan pada organ tubuh.

3. Disfungsi panggul

Menghabiskan waktu lama saat BAB dapat mengganggu sel-sel di tubuh dan menimbulkan masalah otot. Organ tubuh seperti usus, kandung kemih, dan organ intim bisa bermasalah karena otot dasar panggul tidak cukup kuat untuk menopangnya.

Postur tubuh juga berpengaruh pada pinggul, terutama jika membungkuk dalam waktu lama.(jalu)

 

 

 

source : Defara Millenia Romadhona – detikHealth

read more
DaerahNews

Terima Kunjungan Kakanwil Kemenag Sulsel, Wagub Bahas Persiapan MTQ Tingkat Nasional

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, Khaeroni mengunjungi Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Kota Makassar, Selasa (6/10/2020).

Ia didampingi oleh jajaran Kemenag Sulsel diantaranya Kabag TU, Kabid PHU, Kabid PAIS disambut oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala Biro Kesra Sulsel.

Dikatakannya, bahwa kunjungan ini dalam rangka silaturahmi. Mengingat, Khaeroni baru saja menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Sulsel pada 15 September 2020 setelah dilantik oleh Menteri Agama RI, Fachrul Razi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Khaeroni menyampaikan jejak karirnya yang sebelum di Sulsel sempat menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Salatiga. Dan juga sempat bertugas di Kendari.

Mereka pun membahas terkait Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Yang bisa menjadi masukan untuk pelaksanaan MTQ selanjutnya.

“Kunjungan kami untuk silaturahim bersama pak Wagub. Kami meminta masukan,” ujarnya.

Mereka pun membahas kondisi pandemi Covid-19 di Sulawesi Selatan. Dengan kasus terkonfirmasi (positif) yang melandai.

Menanggapi hal itu, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku, “Alhamdulillah, Rt (angka reproduksi) kami turun 0,76. Hal itu juga karena adanya operasi yustisi dari gabungan TNI, Polri dan Satpol PP,” ungkapnya.

Selain itu, hal itu karena adanya sikap disiplin dari masyarakat Sulawesi Selatan.

“Kami menerima audiens Bapak Drs. H. Khaeroni, M.Si selaku Kakanwil Agama sebagai pejabat baru di lingkup Provinsi Sulawesi Selatan. Semoga bisa bersinergi bersama Pemprov Sulsel untuk kemaslahatan bersama,” tuturnya.

Pemprov Sulsel, kata dia, mempersiapkan lebih matang kafilah yang akan melaju pada MTQ Tingkat Nasional ke 28 di Padang Sumatra Barat bulan November mendatang.

“Kami melakukan pelatihan secara virtual untuk kafilah dengan menghadirkan pelatih Nasional,” katanya.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an ( LPTQ) Sulsel ini pun akan memberikan reward untuk kafilah asal Sulsel yang bisa meraih juara 1, 2 dan 3 dalam MTQ Tingkat Nasional nantinya.(jalu)

read more
DaerahNews

Satgas Covid-19 Sebut Sulsel Bebas Zona Merah, Wagub : Berkat Kerja Bersama

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Kabar baik dari Sulawesi Selatan. Kabar terbaru menyebutkan, jika Sulsel tidak lagi tercatat sebagai wilayah yang berstatus zona merah.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, jika dua Provinsi yakni Jawa Timur dan Sulawesi Selatan tidka lagi berstatus zona merah.

“Dari segi zona risiko, kabupaten/kota zona merah di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan pada pekan ini seluruhnya sudah berpindah menjadi zona oranye. Ini artinya tidak ada lagi zona merah,” kata Juru Bicara Satgas, Wiku Adisasmito, Selasa 6 Oktober 2020.

Wiku menyampaikan apresiasinya kepada dua wilayah tersebut. Hal baik ini diharapkan juga diikuti daerah-daerah lain. “Ini adalah prestasi yang luar biasa dari dua provinsi ini,” akunya.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman turut senang atas kabar itu. Dirinya berharap Sulsel bisa tidak lagi zona merah ataupun bisa meningkatkan status pada zona hijau.

Upaya yang dilakukan Pemprov Sulsel bisa membuat angka positif (terkonfirmasi) tampak melandai dan angka kesembuhan yang tinggi. Seperti data harian Covid-19 tanggal 6 Oktober 2020, sulsel tercatat terjadi penambahan kasus positif (terkonfirmasi) 46, dengan angka kesembuhan 200 dan 0 angka kematian.

Untuk angka reproduksi (Rt), per 4 Oktober 2020, Sulawesi Selatan paling rendah di Indonesia. Dengan Rt 0,76.

Upaya intervensi sektor hulu dan hilir menjadi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui program Duta Wisata Covid-19.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, “Alhamdulillah, Sulawesi Selatan sudah keluar dari zona merah,” ucapnya.

Dirinya pun mengakui, bahwa hal ini tentunya berkat kerja bersama dari sektor hulu dan hilir.

“Kami memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih ke seluruh Tim Hulu diantaranya Operasi Yustisi yang melibatkan TNI, Polri dan Satpol-PP; Program Swab Gratis, Dinkes/Nakes, Duta Wisata Covid-19, serta jajaran Pemda/Pemkot. Hal itu pula untuk tim dari sektor Hilir diantaranya tim Nakes, Management RS dan lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, “Ini kerja tim kerja bersama dan semangat bersama. Ini belum usai tapi kita sudah di jalan yang benar dan progresif,” tegasnya.(jalu)

 

read more
Health

Sering Sakit Pinggang? Waspadai Penyakit Ginjal

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Keluhan sakit pinggang cukup sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sakit pinggang dirasakan mulai di bawah tulang rusuk atau disebut di daerah lumbar. Rasa sakitnya bisa menjadi sangat kuat, sehingga mengganggu pengidapnya menjalani aktivitas sehari-hari. Penyebabnya pun beragam mulai dari kelelahan, kelebihan mengangkat beban, faktor hormon, dan terlalu lama duduk.

Namun, sakit pinggang juga dapat menjadi gejala penyakit ginjal. Dikutip dari Webdm, sakit pinggang dapat muncul akibat ginjal yang bermasalah karena organ tersebut berfungsi untuk menyaring limbah dan cairan dari aliran darah ini terletak di bawah tulang rusuk yang berada tepat di sebelah kanan perut. Hal itulah yang menyebabkan pinggang dapat sakit karena lokasinya yang berdekatan dengan ginjal.

Apa bedanya dengan sakit pinggang biasa?

Dikutip dari Healthline, ciri-ciri sakit pinggang gejala penyakit ginjal bisa dikenali dari lokasi nyeri, jenis nyeri, dan tingkat keparahan nyeri. Lokasi nyerinya berada di salah satu atau kedua sisi pinggang dekat panggul. Lebih tepatnya berada di kanan atau kiri tulang belakang, di antara bagian bawah tulang rusuk dan pinggul.

Perbedaan jenis nyeri sakit pinggang gejala penyakit ginjal dengan sakit pinggang pada umumnya adalah rasa sakit yang menetap. Sedangkan pada sakit pinggang yang marak dialami dapat diatasi dengan cara memperbanyak gerak. Pada orang dengan penyakit batu ginjal, rasa sakit akan semakin parah jika bergerak dan cenderung menjalan ke bagian tubuh lain seperti paha.

Jika anda mengalami sakit pinggang dan gejala penyakit ginjal lainnya seperti demam atau meriang sampai menggigil, mual dan muntah, urine berwarna keruh atau cokelat, sering kencing, buang air kecil terasa sakit, ada riwayat infeksi saluran kencing, ada darah dalam urine dan keluar batu kecil-kecil saat kencing, maka periksakan diri anda. Bisa jadi sakit pinggang yang Anda alami merupakan gejala penyakit ginjal.

 

source : Thalitha Yuristiana – detikHealth

read more
DaerahNews

Akan Gelar Silatnas, Pengurus Adpertisi Sowan Ke Wagub Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyambut kehadiran pengurus Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi).

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, pertemuan itu digelar secara terbatas dan tetap menggunakan masker di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Senin (5/10/2020).

Ketua Adpertisi, Buyung menyampaikan maksud dan tujuan berkunjung ini untuk sowan kepada Wagub Sulsel. Mengingat Adpertisi berkantor pusat di Kota Makassar.

Dalam kesempatan itu pula, Buyung memperkenalkan rekan-rekan pengurus yang mendampinginya.

Ia pun menyampaikan rencana silaturahmi nasional (Silatnas) Adpertisi Tahun 2020. Yang menjadi salah satu agenda, yakni Webinar.

“Kami meminta kesediaan bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan untuk hadir dalam seminar (Webinar) kami,” ujarnya.

Hadirnya Adpertisi bertujuan untuk mewadahi PTS dalam bergerak bersama utamanya pada aktivitas-aktivitas yang berdasar pada Tri Darma perguruan tinggi dan menilai kinerja para dosen.

Ia pun memaparkan beberapa kegiatan-kegiatan Adpertisi. “Diantaranya PKM (pengabdian pada masyarakat) di Kabupaten Takalar, terkait masalah kesehatan dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik kegiatan-kegiatan Adpertisi. Terlebih yang menyangkut tujuan ke masyarakat.

Dirinya menyarankan, “membuat kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Misalnya pameran atau pasar-pasar UMKM-UMKM untuk masyarakat. Lakukan pendampingan untuk pelaku-pelaku UMKM rumah tangga,” ujarnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Kunker Pansus DPRD Sulsel, Prof Rudy Berharap Rencana Tata Ruang Berorientasi Investasi

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin berharap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulawesi Sulawesi Selatan tahun 2020-2040 berorientasi investasi dan pariwisata. Menurutnya,

pertumbuhan sebuah wilayah sangat ditentukan oleh sistem konsep tata ruang yang ada di dalamnya. Hal ini disampaikan Prof Rudy saat menerima kunjungan kerja pansus DPRD sulsel, Ranperda Tata Ruang Sulsel 2020-2040 di Balaikota Makassar, Senin (5/10/2020).

“Tata ruang yang baik itu adaptif terhadap perubahan, mempermudah gerakan investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. RTRW juga merupakan basis data dalam mengambil kebijakan” ujar Prof Rudy.

Menurutnya, tata ruang Kota Makassar idealnya berwawasan investasi dan pariwisata sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Dinamika pembangunan Makassar tidak bisa berdiri sendiri, tapiterkait dengan isu-isu terkini mengenai arah pergerakan ekonomi global yang mempengaruhi sejumlah elemen seperti tata ruang. Sektor investasi dan pariwisata menjadi titik tolak dalam menyusun tata ruang” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Prof Rudy juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah tim pansus yang kini terus bekerja menghasilkan RTRW demi optimalisasi pembangunan di Sulsel, termasuk di Kota Makassar.

Sementara itu, Ketua pansus RTRW DPRD Sulsel, Rahman Pina mengatakan
sejumlah isu strategis yang menjadi titik perhatian di Makassar oleh tim pansus yang di pimpinnya yakni terkait reklamasi, pembangunan New Port, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir, pembangunan jalan Mamminasata, dan beberapa hal starategis lain.

“Makassar merupakan kiblat Sulawesi Selatan dan Indonesia timur. Olehnya rancangan RTRW tentu kita konsultasikan dulu dengan pemkot sebelum di tetapkan”
Ujar Rahman Pina.

Selain Rahman Pina, sejumlah tim Pansus RTRW Sulsel hadir yakni Fadriaty AS, John Rende Mangontan, Suwardi Haseng, Ady Ansar, Andre Prasetyo Tanta, H. Irwan dan lain-lainnya.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
Lifestyle

Alasan Sampo Perlu Digunakan Dua Kali Saat Keramas

LANGITKU NETWORKS – Keramas adalah aktivitas rutin yang kita lakukan untuk menjaga rambut dan kulit kepala tetap bersih.

Meski sudah menjadi aktivitas rutin seseorang sejak masih bayi, namun tak sedikit orang yang masih belum berkeramas dengan tepat.

Salah satunya adalah hanya melakukan satu kali proses sampo. Padahal, idealnya proses sampo dilakukan sebanyak dua kali setiap sesi keramas. Mengapa demikian?

“Dengan melakukan dua kali proses sampo setiap keramas, kita akan menjaga kulit kepala dan rambut bersih dan meminimalisir terkena masalah kulit kepala, seperti sensitif, ketombe dan berminyak.”

Demikian diungkapkan oleh Senior Education Manager Kérastase Indonesia, Sitoresmi pada peluncuran rangkaian peluncuran Chronologiste, belum lama ini.

Sitoresmi menjelaskan, proses sampo pertama berfungsi membersihkan sebum (minyak) dan polutan (debu) yang menempel di rambut dan permukaan kulit kepala.

Sementara proses sampo kedua berfungsi membersihkan sisa kotoran, polutan dan sebum yang menempel di pori-pori dan terjebak di kutikula batang rambut.
“Dengan begitu, kulit kepala dan rambut akan bersih optimal dan siap menerima perawatan selanjutnya,” kata dia.

Keramas sebetulnya bisa dilakukan dua hari sekali, namun kebutuhan keramas juga tergantung pada aktivitas yang dilakukan individu.

Seseorang yang sangat aktif atau sekadar ingin berkeramas setiap hari, sah saja melakukannya sebagai rutinitas harian.

Namun, selain melakukan dua kali proses sampo, lakukan pula tahap berikut untuk mengoptimalkan kebersihan kulit kepala dan rambut:

  • Gunakan conditioner setiap kali keramas untuk menutup kutikula rambut setelah proses shampoo, agar kutikula terawat, kuat, berkilau, serta menjadikan rambut tidak kusut dan mudah ditata.
  • Gunakan masker untuk kulit kepala atau rambut satu kali dalam seminggu untuk memberikan nutrisi tertinggi dan menjaga vitalitas kulit kepala dan rambut.

 

source : Kompas.com

Editor: Nabilla Tashandra

read more
DaerahNews

Hadiri Kalla Meet, Prof Rudy Minta Pengembangan Sektor Pariwisata

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin hadir dalam acara Kalla Meet (Mind, Education, Exhibition, Talks) yang di adakan oleh Kalla Development & Constructure di Mall Nipah Makassar, Sabtu (3/10/2020).

Kalla Meet ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengunjung mengenai produk dan jasa unit-unit bisnis yang berada di bawah naungan Kalla Development & Construction dengan menghadirkan beberapa stand perumahan yang di tawarkan di Kota Makassar.

Pj Wali Kota Makassar dalam sambutannya meminta agar pihak Kalla dapat bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama memperbaiki roda perekonomian dengan mengembangkan sektor pariwisata.

“Tugas kita saat ini menjaga diri agar tidak terpapar virus covid-19 dan juga tidak terkapar akibat perekonomian yang tidak berjalan. Mari bersama kita bangun Makassar dengan pengembangan pariwisata. Hadirkan inovasi yang bisa memikat para investor”,ungkapnya.

Usai memberikan sambutannya, nampak Prof Rudy Djamaluddin mengelilingi stand perumahan dan properti yang mengambil bagian dari acara tersebut sekaligus juga mengunjungi pameran hasil kerajinan tangan UMKM binaan Dekranasda Kota Makassar yang menghadirkan olahan enceng gondok juga kreasi perak.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Disambut Wagub Sulsel, Komisi VIII DPR RI Serap Masukan RUU Penanggulangan Bencana

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI bidang Agama dan Sosial melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan. Rombongan Kunjungan kerja spesifik Panja Komisi VIII DPR RI mengenai RUU Tentang Penanggulangan Bencana.

Mereka terdiri dari Ketua Tim yang juga selaku Wakil Ketua Komisi, M. Ihsan Yunus dan Moekhlas Sidik beserta Anggota Komisi yakni John Kenedy Azis; Jefry Romdonny; Lisda Hendrajoni; Maman Imanul Haq; Buchori Yusuf; M. Ali Taher.

Dalam kunjungan kerja ini, berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jum’at (2/10/2020). Rombongan disambut oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Turut hadir dari Bappelitbangda, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan; beserta Lembaga Penyandang Disabilitas dan LSM.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, beberapa kasus bencana alam di Sulawesi Selatan. “Seperti bencana banjir bandang di Luwu Utara ada 14 ribu yang mengungsi; bencana di Kabupaten Jeneponto longsor dan menimbung rumah; dan Kabupaten Bantaeng terjadi banjir dan merusak infrastruktur. Di Luwu Utara kita buat hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara),” ujarnya.

Bencana-bencana alam ini, kata dia, tidak bisa diprediksi dan menjadi ujian yang harus diwaspadai dengan mitigasi bencana. Ia pun mengaku, bahwa kehadiran DPR RI ini sangat antusias, untuk membahas terkait masukan-masukan untuk pembahasan Rancangan Undang-undang penanggulangan bencana. Yang akan memperbaharui UU Nomor 24/2007, mengingat bencana non alam seperti pandemi Covid-19 belum termasuk dalam UU tersebut.

Andi Sudirman melaporkan, upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kondisi pandemi Covid-19. Upaya hulu dan hilir terus dilakukan intervensi Pemprov Sulsel. Mulai dari peningkatan RS rujukan Covid-19; massif tes; hadirkan laboratorium PCR di Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta menghadirkan program Duta Wisata Covid-19.

“Duta Wisata Covid-19 ini dilakukan karantina bagi ODP, OTG di Kabupaten/Kota untuk dibawa di Makassar di isolasi di hotel-hotel (program Duta Wisata Covid-19). Jadi dilakukan intervensi di hotel-hotel. Yang kami pikirkan di daerah harus pertahankan pangan dan menjaga zona hijau,” jelasnya.

Ia pun berharap Indonesia memiliki UU spesifik yang mengatur tentang kebencanaan.

“Diantaranya yang mengatur kriteria penerapan status darurat bencana alam dan non alam; kajian, Edukasi/Simulasi Fire drill Kebencanaan, Pencegahan, Mitigasi, Penanganan/Pemulihan, Alokasi/Realokasi anggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, Perbendaharaan dll; SOP, Satgas dan Matrix Tupoksi dan Timeline; serta Inventaris dan sarana pendukung. Kita harap nantinya untuk masalah refocusing, jika terjadi bencana, maka Pemerintah bisa lakukan refocusing APBN/APBD jika dibutuhkan dan BTT (Bantuan tidak terduga) tidak mencukupi, bisa melakukan refocusing tanpa persetujuan DPR lagi,” pintanya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ihsan Yunus menyampaikan, bahwa kunjungan Panja Komisi VIII DPR RI ini untuk mendengarkan masukan-masukan dari OPD, serta lembaga-lembaga dan Civitas Akademika untuk RUU Penanggulangan Bencana.

“Ini penting diubah (revisi UU Nomor 24/2007), untuk disesuaikan dengan kondisi terkini. Seperti bencana non alam seperti pandemi covid-19, belum ada landasan hukumnya,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi inovasi Pemprov Sulsel. “Saya senang dengan Program Duta Wisata Covid-19. Baru saja dilakukan BNPB untuk memberikan fasilitas hotel untuk isolasi mandiri, ternyata Sulsel lebih duluan dan selalu terdepan,” ungkapnya.

Dirinya pun mengaku senang atas masukan-masukan dari semua pihak yang hadir. “Kehadiran kami untuk menggali informasi dan masukan dari seluruh lini masyarakat. Bisa jadi permulaan masukan kami untuk Undang-Undang yang akan kita rancang jadi kaya integral dan holistik. Kita berharap bisa segera disahkan menjadi Undang-undang,” imbuhnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Launching Gollata, Wagub Sulsel Ajak Cintai Produksi Lokal

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan launching Gollata di The Rinra Hotel Makassar, Jum’at (2/10/2020).

Gollata merupakan produk gula retail yang diproduksi oleh BUMN, PT. Perkebunan Nusantara XIV dari pabrik gula di Bone, Camming dan Takalar. Produk Gollata ini bertagline ‘Teman Manis Kita’ ini asli dari gula tebu dan sesuai standar SNI. Sehingga dijamin kehalalan, kemurnian dan kemanisannya. Disaksikan pula proses produksi Gollata, mulai dari pembibitan, perawatan tebu, tebang dan angkut sampai proses pengemasan. Untuk produksi awal sebanyak 1.500 ton.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Mohammad Abdul Ghani menyampaikan, jika hadirnya Gollata ini dilakukan mengingat gula menjadi salah satu kebutuhan dasar.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beserta Kabupaten/Kota dan lainnya yang membantu pelaksanaan dan mendukung upaya kontribusi bagi PT. Perkebunan Nusantara XIV,” ujarnya.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan harapannya, agar PT. Perkebunan Nusantara XIV turut memberikan bantuan dana Corporate Social and Responsibility (CSR) untuk masyarakat sekitar pabrik. Serta untuk memperhatikan pembangunan sekolah di sekitar pabrik, yang juga menjadi tempat sekolah bagi anak-anak pekerja di pabrik.

Ia pun mendukung hadirnya produksi gula dari Sulawesi Selatan. “Alhamdulillah, 100 persen saya sangat setuju. Luar biasa. Bagaimana kita mencintai produk sekitar kita,” pintanya.

Ia pun meminta, “PT. Perkebunan Nusantara XIV bisa juga menjadikan UMKM-UMKM sebagai distributor. Saya rasa, Pak Presiden akan mendukung dan suka ini,” ungkapnya

Ia pun mendorong Dinas Perdagangan agar ada potensi kerjasama untuk pemasaran Gollata.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung sekali. Jika ada yang dibutuhkan, datang saja,” ujarnya yang direspon baik para tetamu.

Ia pun mengajak masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan untuk mencintai produk lokal sendiri. “Saya berharap produk ini bisa dinikmati, khususnya di Sulawesi Selatan. Dan harganya bisa bersaing,” pungkasnya.(jalu)

read more
1 227 228 229 230 231 278
Page 229 of 278