close

admin

DaerahNews

Prof Rudy Ajak Sektor Usaha Ciptakan Inovasi Berbasis Protokol Kesehatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengajak seluruh sektor usaha untuk bangkit dengan menciptakan inovasi layanan berbasis protokol kesehatan yang mendukung lahirnya kebiasaan baru di tengah pandemi virus Covid-19. Menurutnya, inovasi layanan menitik beratkan pada upaya mengurangi kontak langsung, menerapkan protokol kesehatan, namun tetap memiliki daya dorong terhadap pergerakan ekonomi.

Hal ini ditegaskan Prof Rudy ketika menghadiri peluncuran Virtual Grab Driver Center (GDC) di Kantor Pelayanan Pengaduan Grab Kota Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin (28/9/2020).

“Saat ini kita masih terus bergulat pada upaya pengendalian virus Covid-19. Melalui berbagai inovasi, kita berharap mampu mengatasi dua problematika yang sedang kita hadapi saat ini, yani kesehatan dan pemulihan ekonomi” ujar Prof Rudy.

Ditempat ini, Prof Rudy menyampaikan apresiasi kepada pihak Grab Indonesia yang telah menciptakan inovasi virtual Grab Center Indonesia yang berbasis pada upaya meminimalisasi terjadinya interaksi secara langsung demi mengurangi resiko paparan virus.

“Kami selalu mendukung inovasi yang menekankan pada upaya meminimalisasi terjadinya kontak langsung seperti yang dilakukan Grab Indonesia hari ini. Layanan ini tidak mengurangi kualitas layanan, namun sangat efektif dalam melawan penyebaran virus. Ini yang kami inginkan, ekonomi berjalan, tapi sektor kesehatan tetap menjadi perhatian utama” lanjutnya.

Sementara itu, Head Of Sulawesi, Grab Indonesia, Ahmad Hidayat mengatakan, layanan Virtual Grab Driver Center (GDC) diluncurkan untuk memudahkan Mitra Grab dalam mendapatkan pelayanan, namun tetap mengedepankan pada upaya terciptanya adaptasi kebiasaan baru di era pandemi.

Sejumlah layanan virtual yang disiapkan memudahkan bagi para driver dalam mengakses sejumlah layanan seperti penggantian data Mitra, akun dinonaktifkan, dan keluhan mitra lainnya. Sebelumnya, untuk mendapatkan layanan tersebut, para driver mendapatkan layanan langsung dari operator melalui pertemuan fisik.

“Kita ingin mendukung program protokol kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah dalam pencegahan penularan virus Covid-19. Layanan virtual yang kami siapkan ini tidak lagi mengharuskan Driver untuk melakukan tatap muka langsung dengan operator, namun cukup dengan layanan video call” ujar Ahmad Hidayat.

Rencananya, Virtual Grab Driver Center akan ditempatkan disejumlah titik strategis di Kota Makassar demi menjangkau seluruh mitra Grab di Makassar.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
Health

Waktu Terbaik untuk Minum Air Putih Agar Manfaatnya Optimal

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Kurang mengkonsumsi air putih akan memberikan dampak buruk untuk kesehatan. Setiap harinya kita disarankan minum setidaknya 8 gelas air karena 80 persen tubuh terdiri dari air.

Pada dasarnya, keseimbangan cairan tubuh harus terjaga sepanjang hari. Karenanya, minum air putih harus dilakukan secara teratur jangan sampai tubuh kekurangan cairan pada waktu-waktu tertentu.

Menurut para pakar, minum air putih dapat memberikan manfaat paling optimal ketika diminum pada waktu-waktu berikut:

1. Pagi hari

Memulai hari dengan minum air putih merupakan hal yang tepat agar terhindar dari dehidrasi. Saat kamu tidur di malam hari, tubuh mengeluarkan banyak cairan seperti berkeringat dan buang air kecil sehingga saat bangun tidur mengalami dehidrasi ringan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi ringan berdampak buruk pada memori, konsentrasi, tingkat kecemasan, dan kelelahan.

2. Sebelum makan

Minum segelas air putih sebelum makan merupakan strategi yang tepat untuk menurunkan berat badan. Sebuah penelitian menemukan bahwa minum air 500 mL pada 30 menit sebelum sarapan, akan mengurangi asupan kalori sebesar 13 persen. Studi lain juga menemukan bahwa minum air 300-500 mL sebelum makan siang akan mengurangi nafsu makan sehingga mencegah kamu makan berlebihan.

3. Sebelum dan sesudah berolahraga

Minum air putih sebelum dan sesudah berolahraga penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu mengisi kembali cairan yang hilang. Kehilangan cairan yang berlebihan selama latihan dapat merusak kinerja fisik dan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.

4. Jangan berlebihan

Tubuh punya mekanisme untuk mengatur keseimbangan air. Jika tubuh kelebihan air, akan dikeluarkan melalui kulit, paru-paru, ginjal, dan sistem pencernaan.

Meskipun jarang terjadi, minum terlalu banyak air dapat mengganggu kadar natrium dan keseimbangan cairan tubuh yang menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, kebingungan, kelelahan, kejang, dan koma.

Cobalah untuk mengatur waktu minum air putih secara teratur agar tidak kelebihan dan kekurangan yang memberikan dampak buruk pada tubuh.

 

source : Defara Millenia Romadhona – detikHealth

read more
Health

Mengapa Banyak Orang Mengantuk Usai Makan?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta- Sebagian besar orang pasti pernah merasa mengantuk dan sulit berkonsentrasi usai makan.

Sebenarnya, kondisi ini normal terjadi sebagai bagian dari pola pencernaan dan siklus tidur.

Tubuh memerlukan energi agar berfungsi optimal. Energi tersebut tentu didapatkan dari makanan yang kita konsumsi.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa memicu rasa kantuk usai melahap makanan.

Makanan dipecah menjadi bahan bakar atau glukosa oleh sistem pencernaan.

Makronutrien seperti protein kemudian memberikan energi untuk tubuh kita.

Selain itu, siklus yang terjadi pada pencernaan juga bisa meningkatkan produksi hormon tetentu.

Misalnya, hormon kolesistokinin lukagon, dan amylin dilepaskan untuk meningkatkan rasa kenyang.

Hormon-hormon tersebut juga memungkinkan kenaikan gula darah dan produksi insulin untuk memungkinkan penyaluran energi ke sel.

Menariknya, tubuh juga menghasilkan hormon serotonin yang bisa memicu kantuk ketika kadarnya meningkat di otak.

Saat proses mencerna makanan, tubuh juga melepaskan hormon melatonin yang bisa menyebabkan rasa kantuk.

Namun, produksi hormon melatonin dipengaruhi oleh apa yang kita makan.

Makanan pemicu kantuk

Selain bagian dari siklus pencernaan, beberapa jenis makanan tertentu juga bisa memicu rasa kantuk.

Banyak riset membuktikan orang merasa mengantuk usai makan karena tubuh memproduksi banyak hormon serotonin.

Serotonin adalah zat kimia yang berperan dalam mengatur suasana hati dan siklus tidur.

Peningkatan serotonin ini bisa terjadi ketika kita mengonumsi Asam amino yang disebut triptofan.

Sedangkan karbohidrat membantu tubuh menyerap triptofan. Itu sebabnya, mengonsumsi makanan kaya triptofan dan karbohidrat bisa memicu rasa kantuk.

Selain itu, makan dalam porsi besar juga bisa memicu rasa kantuk karena menyebabkan kenaikkan gula darah.

Naiknya gula darah juga bisa menyebabkan energi menurun. Kondisi inilah yang bisa membuat kita mudah mengantuk.

Mencegah kantuk usai makan

Mengantuk usai makan bisa saja menganggu aktivitas harian kita, terutama rasa kantuk yang datang usai makan siang.

Mengantuk di siang hari tentu bisa membuat aktivitas terhambat, khususnya bagi mereka yang harus bekerja.

Untuk mencegah hal ini terjadi, kita bisa melakukan tips berikut:

1. Makan dalam porsi kecil dan sering

Daripada makan dalam porsi besar, sebaiknya kita makan dalam porsi kecil ssetiap beberapa jam untuk menjaga tingkat energi.

Sepotong buah atau segenggam kacang sudah cukup untuk meningkatkan energi kita.

2. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup di malam hari akan membuat kitamerasa lebih berenergi saat bangun.

Itu sebabnya,ornag yang cukup tidur jarang merasakan kantuk di siang hari.

3. Lakukan olahraga ringan

Berolahraga ringan di siang hari, terutama setelah makan, dapat membantu mengurangi rasa lelah.

4. Hindari minum alkohol saat makan

Alkohol bisa membuat orang merasa lebih lelah yang memicu rasa kantuk.

 

source : Healthline,Medical News Today

Editor: Ariska Puspita Anggraini

Kompas.com

read more
DaerahNews

Pilot Project Di Mulai, Wagub Sulsel Tinjau Pembangunan Embung Irigasi Pallae

LANGITKU NETWORKS, Bone – Infrastruktur pertanian menjadi salah satu program kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dikepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

Melalui pembangunan bendung dan jaringan irigasi. Seperti yang tengah dalam proses pengerjaan pada bendung dan jaringan irigasi Pallae.

Melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Bone, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meninjau progres bendung Pallae yang terletak di Desa Turu Adae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, 26 September 2020.

Keberadaan embung selain untuk irigasi sawah juga bermanfaat untuk konservasi air yang dapat digunakan sebagai sumber air baku, sumber air bagi ternak terutama pada saat musim kemarau.

“Kami meninjau pilot project pembangunan embung irigasi pallae,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Bendung ini menjadi harapan masyarakat, sebab dapat menjadi sumber irigasi sawah. Dirinya pun mendengarkan masukan-masukan oleh masyarakat setempat.

“Kami juga hadir untuk mereview konstruksi untuk memastikan air bisa mengalir grativitasi menuju embung, cukup untuk irigasi sawah sekitar,” sambungnya.

Nantinya, kata dia, embung ini akan menjadi objek agrowisata di wilayah itu.(jalu)

read more
DaerahNews

Muh. Taslis: Ajak Berkolaborasi Demi Majukan Gerakan Literasi di Kabupaten Gowa

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa, Muh. Taslis, SH, MH, menaruh perhatian besar pada pengembangan gerakan literasi di wilayahnya. Hal ini mengemuka saat Muh. Taslis menerima sejumlah penggiat literasi yang bertandang ke kantornya di Jalan Beringin, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Jumat, 25 September 2020.

“Kita perlu sama-sama bersinergi dan berkolaborasi dalam memajukan gerakan literasi di Gowa untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” katanya.

Muh. Taslis, yang didampingi Irfan Latief, SE, Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan dan Pengembangan Minat Baca, ketika menerima panitia kegiatan peresmian Perpustakaan Sejarah Bukit Tamalate, yang akan mengadakan kegiatan besok (Sabtu, 26/9/2020) mendukung dilakukannya penulisan sejarah, khususnya yang terkait dengan para tokoh yang telah berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten Gowa.

Saat itu, hadir pula Rusdin Tompo, penulis dan editor buku, yang datang untuk menyerahkan beberapa buku. Ada tiga judul buku yang diberikan, yakni Sehimpun Puisi “Kata Sebagai Senjata”, buku “Dark Number” yang berisi tentang penanganan narkoba dan HIV/Aids di Sulsel, serta buku “Pekerja Anak di Pannampu, Makassar” yang merekam tentang kegiatan pendampingan anak oleh Lembaga Investigasi Studi Advokasi Media dan Anak (LISAN) atas dukungan Plan Indonesia. Sebelumnya, mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel itu pernah pula menyumbang 4 judul buku yang ditulisnya.

Rusdin Tompo sepakat bahwa pengalaman dan pembelajaran dari para tokoh dibukukan. Bahkan,menurutnya, ada banyak pembelajaran berupa best practices dan inovasi yang dilakukan oleh komunitas dan lembaga juga layak didokumentasikan dalam bentuk buku, supaya tidak mudah hilang dan dilupakan. Dia lalu berbagi pengalaman tentang beberapa naskah bukunya yang ditulis puluhan tahun lalu, tapi karena terdokumentasi baik, maka dapat dibukukan.

Pada kesempatan yang sama, Muh. Taslis menyerahkan bantuan hibah kepada Kepala Desa Je’netallasa, Asrul.ST, MM, berupa 2 unit komputer, 2 rak buku dan 150 judul buku atau sebanyak 300 eksemplar. Bantuan hibah ini berasal dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel.

Sementara itu, Irfan Latief, SE, Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan dan Pengembangan Minat Baca, mengatakan di Gowa komunitas literasi tumbuh subur. Dia berharap, komunitas-komunitas ini bisa saling memperkuat, sehingga gerakan literasi kian berkontribusi dalam memajukan budaya baca masyarakat.(jalu)

read more
Sains & Techno

Mengapa Masa Depan Mengarah ke Kamera Full Frame?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Meskipun masih dalam kondisi pandemi global, dalam tiga bulan terakhir (Juli-September 2020), perusahaan kamera sangat aktif dalam meluncurkan kamera baru. Tujuh kamera baru yang diluncurkan bersensor full frame, dan dua diantaranya micro four thirds.

Kamera tersebut adalah Canon EOS R5 & 6, Nikon Z5, Sony A7S IV & A7C, Lumix S5, Leica M10-R, dan kamera micro four thirds adalah Lumix G100 dan Olympus OMD EM10 IV.

Pertama, membuat kamera dengan sensor besar dapat memperoleh profit margin yang lebih besar daripada membuat sensor yang lebih kecil. Fotografer sepertinya akan lebih bisa menerima membayar lebih untuk kamera bersensor besar daripada kamera bersensor APS-C.Melihat pola ini saya jadi berpikir, apa kabar kamera bersensor APS-C? Mengapa semua pabrikan tidak hanya membuat kamera mirrorless tapi juga bersensor full frame belakangan ini? Alasan melakukannya bisa bermacam-macam, dua perkiraan saya antara lain:

Di benak konsumen ada perasaan bahwa kamera bersensor APS-C seharusnya memiliki harga antara Rp 5 – 15 juta, sedangkan untuk kamera full frame, konsumen sudah terbiasa menerima bahwa kamera full frame memiliki harga sekitar 15-50 juta atau bisa juga lebih sesuai kinerja kameranya.

Dengan pasar kamera yang makin menyusut, tentunya membuat dan menjual kamera APS-C dengan harga rendah akan semakin sulit untuk pabrikan kamera saat ini dan ke depannya.

Kedua, dengan berkembangnya kamera mirrorless, kamera dengan sensor full frame bisa dibuat jauh lebih compact dibandingkan dalam bentuk kamera DSLR karena ketiadaan kotak cermin (mirror box SLR) dan jendela bidik optik. Dengan ukuran kamera yang lebih compact, kamera full frame jadi lebih menarik bagi fotografer enthusiasts dan profesional.

Meskipun kamera full frame sudah bisa dibuat compact, bahkan lebih compact dan ringan dari kamera bersensor APS-C, tapi lensa-lensa full frame masih agak besar, terutama lensa zoom yang berkualitas tinggi atau lensa fix berbukaan besar, f/1.4 misalnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, fotografer bisa menggunakan lensa yang lebih kecil, yang ditujukan untuk sensor APS-C, karena sebagian besar pabrikan kamera mengadopsi sistem one mount, artinya kamera APS-C dan full frame mereka memiliki mount lensa yang sama, sehingga kita bisa memasang lensa APS-C ke kamera full frame dan sebaliknya, memasang lensa full frame ke kamera APS-C.

Dengan memasang lensa APS-C yang berdiameter lebih kecil ke kamera full frame, bukannya itu merupakan kerugian? APS-C crop akan menurunkan resolusi foto, misalnya kamera full frame 61 MP akan mendapat 26MP, 45MP akan mendapat 20MP, dan 24MP akan mendapatkan 10MP. Memang hal ini merupakan ketidakoptimalan.

Tapi jika melihat kamera full frame sudah ada yang mencapai 61MP (Sony A7R IV) dan APS-C Cropnya 26MP (setara dengan kamera Fuji X-T4 yang sensornya APS-C), dan ke depannya mungkin yang lain akan menyusul atau bahkan di masa depan akan ada kamera full frame dengan sensor 80 atau 100MP, yang mana APS-Crop-nya menghasilkan sekitar 41 dan 33MP.

Di lain pihak, pengembangan teknologi sensor untuk kamera APS-C atau micro four thirds lebih pelan perkembangannya dan sepertinya jika melihat penyusutan volume penjualan kamera, maka pengembangannya akan lebih lambat dan tergantung dari pengembangan sensor full frame.

Dengan munculnya beberapa kamera full frame mirrorless baru yang makin terjangkau dan good value seperti Nikon Z5 (Rp 22 juta), Sony A7C (Rp 26 juta) dan Lumix S5 (Rp 30 juta), saya memprediksikan akan semakin banyak kamera mirrorless full frame yang akan dirilis di beberapa tahun ke depan.

Bagaimana dengan APS-C atau sensor micro four thirds? Beberapa pabrikan kamera akan tetap membuatnya tapi tidak dalam jumlah besar dan tiap kameranya mungkin punya desain/kelebihan khusus yang tidak dimiliki oleh kamera lain seperti Fuji X-PRO, kamera Ricoh GR, dan seri Lumix GH yang unggul di video.

 

source : Enche Tjin, – detikInet

read more
DaerahNews

Tim lembaga perlindungan saksi dan korban Temui Wagub Andi Sudirman Sulaiman

LANGITKU NETWORKS, Makassar –  Livia Istania DF Iskandar menemui Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Rujab Wagub Sulsel, Kamis (24/9/2020).

Livia merupakan Wakil Ketua Lembaga perlindungan saksi dan korban Indonesia.

Dengan tujuan bersilaturahmi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Livia menyampaikan kasus kekerasan yang terjadi di Sulawesi Selatan

“Setiap ada kasus atau berbagai macam kasus kami dampingi. LPSK juga melakukan pendampingan kepada korban dan keluarganya,” jelasnya.

Kami menyampaikan dan bersilaturahmi kepada Wagub Andi Sudirman Sulaiman guna berharap dukungan dari Pemerintah daerah sangat di perlukan.

“Perlu diberikan intervensi khusus oleh Pemerintah Pusat dan Daerah untuk melindungi para korban kekerasan,” lanjutnya.

Berdiskusi panjang bersama Wakil Ketua LPSK tersebut, Wagub Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi langkah perlindungan di Sulawesi Selatan.

Ia merespon, dan meminta data para korban kekerasan di Sulawesi Selatan, dan berharap seluruh pihak dapat memberikan solusi yang terbaik untuk para korban.

“Ini perlu perhatian khusus, jika ada kasus di lapangan, kami butuh data dan bantuan komunikasi dari LPKS, sehingga solusi bisa kami berikan kepada korban,” tegasnya.

Di Sulawesi Selatan penanganan seperti hal tersebut terus di lakukan. Salah satunya dengan penanganan kasus stunting.

“Penurunan kasus stunting di Sulsel dapat dicapai dengan adanya sejumlah program strategis, salah satunya dengan intervensi anggaran kepada sejumlah kabupaten/kota dan pilot project,” ungkapnya.

“Kami melakukan intervensi dan menurun, Tahun ini kami melakukan intervensi anggaran khusus untuk stunting. Kami berdiskusi dengan beliau program apa saja yang harus disinergikan untuk ditindaklanjuti” tambahnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar Kunjungi SD Negeri Borong

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Drs Andi Irwan Bangsawan, M.Pd, mengunjungi SD Negeri Borong dan SD Inpres Borong, yang berada satu kompleks di Jalan Borong Raya, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Makassar, Rabu, 23 September 2020.

Begitu tiba, Andi Irwan Bangsawan langsung ke SD Inpres Borong melihat-lihat beberapa ruang kelas dari luar kaca jendela karena kelas dalam keadaan terkunci. Setelah itu, dia menuju ke perpustakaan SD Inpres Borong lalu lanjut masuk ke ruang kelas 5 SD Negeri Borong yang letaknya memang bersebelahan.

Dari situ, Andi Irwan Bangsawan yang didampingi Kabid Pendidikan Dasar, Ahmad Hidayat, S.Pd, M.Pd, dan beberapa staf, menuju ke perpustakaan SD Negeri Borong, sambil melihat kelas-kelas yang dilaluinya. Saat kunjungan, Kadis Pendidikan Kota Makassar dan rombongan diterima Kepala UPT SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, beberapa guru dan pustakawan SD Negeri Borong, Saparuddin Numa, S.I.P.

Dalam kunjungan itu, Kadis Pendidikan menjanjikan pengadaan satu set meja dan kursi sebanyak satu kelas untuk tahun 2020 ini. Sedangkan untuk buku-buku bagi perpustakaan SD Negeri Borong, akan diberikan pada tahun anggaran 2021.

Andi Irwan Bangsawan mengapresiasi perpustakaan SD Negeri Borong karena punya inovasi berupa perpustakaan online. Selain itu, penataan perpustakaan yang baru berdiri sekira 2 tahun itu juga dinilai cukup baik.

Saat berada di ruang kantor SD Negeri Borong, Saparuddin, sempat memperlihatkan webside sekolah dan cara kerja perpustakaan online yang baru dikembangkan. Disampaikan tentang kendala pengelolaan perpustakaan online karena harus memiliki buku-buku berformat pdf. Sedangkan, untuk menjadikan sebuah buku ke naskah pdf, syaratnya harus memiliki hak cipta, baru bisa dipublikasikan.

SD Negeri Borong, kata Hendriati Sabir, bertekad untuk terus menata perpustakaan agar bisa memberi layanan bukan hanya kepada murid-muridnya tapi juga bisa diakses orang lain. Dia berharap, ke depan perpustakaan sekolahnya dapat meraih Akreditasi A, melalui aktivitas rutin dan inovasi yang dilakukan.(jalu)

read more
DaerahNews

Prof Rudy Bantu Produk Lokal Masuk Swalayan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin tengah fokus membantu peningkatan kualitas produk lokal untuk bisa tembus di swalayan-swalayan ternama, baik yang ada di Makassar maupun di Kota lain. Upaya pemberdayaan usaha kecil menengah ini dilakukan agar bisa survive di masa pandemi ini. Hal ini dijelaskan Prof Rudy saat berbicara dengan pengurus Badan Promosi Parawisata Daerah (BPPD) Propinsi Sulawesi Selatan Di Rumah jabatan Walikota Makassar, Rabu (23/9/2020).

“Saat ini kita sudah bentuk tim evaluasi kesiapan produk-produk UMKM kita agar bisa Go To Market. Kita juga sedang membangun komunikasi dengan seluruh manajer swalayan termasuk hotel yang memiliki outlet agar menyiapkan etalase khusus untuk produk yang dihasilkan oleh UMKM kita” ujar Prof Rudy.

Menurutnya, potensi ekonomi kreatif dan UKM yang dikelola warga meruoakan aset yang besar untuk menjadikan icon dan mempunyai nilai jual bagi sektor wisata di Makassar

‘Kata kuncinya hanya dua kata yakni memuaskan wisatwan yang berkunjung dan memiliki daya tarik, sehingga wisatawan tersebut dapat mempromosikan secara langsung dinegaranya untuk mengunjungi Makassar. Jangan harap turis mau datang kalau tidak ada daya tarik ditempat tujuan wisata yang dikunjungi,” terang Prof Rudy.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Parawisata Makassar (BPPM) Andi Rahmat Manggabarani mengatakan bahwa pitensi ekonomi krearif dan UKM Di Makassar saat ini sangat besar dan perlu untuk mendapat support khususnya terkait pengembangannya hingga mampu bersaing secara global.

“Apalagi jika kita mampu tembus ke pasar manca negara, otomatis akan memberi informasi positif tentang Kota Makassar. Ini sekaligus menjadi ajang promosi dalam menarik wisatawan untuk datang ke kota Makassar, sekaligus menstimulus pergerakan ekonomi warga dari sisi pariwisata,” ucap A. Rahmat.

Sementara itu Direktur Eksekutif Badan Promosi Parawisata Daerah (BPPD) Propinsi Sulsel Irham Samad mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan konsolidasi di 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan, Karena menurutnya pintu masuknya pariwisata di Sulsel ada di kota Makassar, sehingga Kota Makassar harus memperkuat penyampaian informasi yang menarik bagi wisatawan yang akan berkunjung.

“Sebagai pintu masuk pariwisata di Sulsel Informasi pariwisata harus ada dan berpusat di kota Makassar Kedepan makassar harus lengkap informasi tempat wisata di 24 kab / Kota di Sulsel,” ujarnya.

Irham berharap Ikon Kota Makassar tidak hanya menonjol dari sektor kuliner, namun juga ikon budaya, termasuk bangunan-bangunan bersejarah yang dimiliki kota Makassar.

Pada kesempatan itu pengurus baru BPPM yang sudah dibentuk mengundang Prof Rudy Untuk mengukuhkan dan melantik pengurusan BPPM yang rencananya akan dilangsungkan pada bulan Oktober mendatang.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Prof Rudy Dorong Smart City Makassar Berorientasi Wisata dan Ramah Investasi

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mendorong pengembangan Smart City Kota Makassar berorientasi wisata dan ramah terhadap investasi. Menurutnya, pemaknaan kota cerdas untuk Kota Makassar harus menunjukkan efisiensi dan kenyamanan bagi warga saat melakukan aktifitas. Hal tersebut ditegaskan saat berbicara pada saat berlangsung pertemuan secara daring dengan tim Asian Development Bank, tim dari Universitas Hasanuddin, serta tim dari ASEAN Australia Smart Cities Trust Fund di Rumah Jabatan Walikota Makassar, Rabu (23/9/2020).

“Saya yakin hampir semua warga menginginkan layanan publik yang cerdas dan efisien. Makanya kita ingin menghasilkan kota yang smart dengan beberapa langkah strategis, termasuk mengintegrasikan teknologi dan komunikasi sebagai perangkat pendukung. Jadi tidak hanya berbasis slogan saja, tapi harus berkelanjutan, termasuk membantu dari segi tata kelola pemerintahan yang cerdas” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Prof Rudy memberi apresiasi kepada seluruh tim yang telah berkolaborasi dalam menyusun konsep, serta ikut membantu mengimplementasikan seluruh program Smart City di Kota Makassar.


Sementara itu, Prof. Dr. Ir Ananto Yudono, M.Eng selaku Deputy Task Team Leader Urban Planner Universitas Hasanuddin mengatakan bahwa pihaknya ikut membantu dalam meningkatkan sejumlah inisiatif dan rencana dalam kerangka program Smart City yang dibangun oleh Pemkot Makassar.

“Tentu saja kita banyak melakukan kajian termasuk dalam melihat pertumbuhan populasi yang tinggi di Kota Makassar, serta ikut mensinkronkan dengan program-program yang terbangun di tingkat Propinsi maupun nasional” ujarnya.

Sementara itu, Mr. Joris van Etten, Senior Urban Development Specialist at the Asian Development Bank (ADB) dalam diskusi daring tersebut mengatakan bahwa sejumlah faktor dalam konsep Smart City di Kota Makassar meliputi Smart Mobility, Smart People, Smart Livability, Smart Economy, Smart Government serta Smart Environment.

“Bagi IDB, Pengembangan smart city Makassar sebagai pilot project memiliki nilai strategis untuk diimplementasikan secara serius dan terukur. Tentu saja ukurannya yang akan kita gunakan yakni tingkat kebahagiaan warga saat berada di Makassar termasuk ketersedian fasilitas yang efisien dan efektif” ujarnya.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
1 229 230 231 232 233 278
Page 231 of 278