close

admin

Health

5 Manfaat Tempe, dari Atasi Pencernaan hingga Kurangi Stres

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Tanggal 6 Juni ditetapkan sebagai hari tempe sedunia. Tempe merupakan makanan Indonesia dan berbahan dasar kedelai. Tempe terbuat dari kacang kedelai yang telah difermentasi atau dipecah oleh mikroorganisme.
Selain kedelai, tempe juga dapat dibuat dari varietas kacang lainnya, gandum atau campuran kedelai dan gandum. Tempe memiliki tekstur kering dan keras tetapi kenyal. Dapat digoreng dikukus, ditumis, atau dipanggang. Sama seperti sumber protein tanpa daging lainnya, seperti tahu tempe terkenal di kalangan vegan dan vegetarian karena gizinya. Tempe memiliki banyak gizi seperti protein, vitamin, dan mineral tetapi rendah sodium dan karbohidrat.

Berikut manfaat tempe :

1. Membantu Pencernaan dan Mengurangi Peradangan

Tempe mengandung prebiotik, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi mengurangi peradangan. Fermentasi adalah proses yang melibatkan pemecahan gula oleh bakteri dan ragi. Melalui fermentasi, asam fitat yang ditemukan dalam kedelai dipecah, lalu membantu meningkatkan pencernaan dan penyerapan. Makanan fermentasi yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung probiotik, yang merupakan bakteri menguntungkan yang dapat memberikan manfaat kesehatan saat dimakan. Namun, tempe tampaknya kaya akan prebiotik-jenis serat yang meningkatkan pertumbuhan bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan Anda. Studi telah menemukan bahwa prebiotik meningkatkan pembentukan asam lemak rantai pendek di usus besar. Ini termasuk butyrate yang merupakan sumber energi utama untuk sel-sel yang melapisi usus besar Anda.

2. Tinggi Protein

Tempe mengandung banyak protein. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet kaya protein dapat menstimulasi termogenesis, yang mengarah pada peningkatan metabolisme dan membantu tubuh Anda membakar lebih banyak kalori setelah setiap kali makan. Diet tinggi protein pada tempe dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Satu studi menemukan bahwa makanan ringan kedelai protein tinggi memberikan rasa kenyang dibandingkan dengan makanan ringan tinggi lemak.

3. Mengurangi Kolesterol

Tempe secara tradisional dibuat dari kedelai, yang mengandung senyawa tumbuhan alami yang disebut isoflavon. Isoflavon kedelai telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol. Satu ulasan mengamati 11 studi dan menemukan bahwa isoflavon kedelai mampu secara signifikan menurunkan kolesterol total dan LDL. Studi lain melihat efek protein kedelai pada kadar kolesterol dan trigliserida. 42 peserta diberi diet yang mengandung protein kedelai atau protein hewani selama periode enam minggu.

Dibandingkan dengan protein hewani, protein kedelai menurunkan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) 5,7% dan kolesterol total 4,4%. Ini juga menurunkan trigliserida sebesar 13,3% (21 Sumber terpercaya).

4. Mengurangi Stres

Studi menunjukkan bahwa isoflavon kedelai juga memiliki sifat antioksidan dan dapat mengurangi stres oksidatif. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas, atom yang sangat tidak stabil, dan dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kronis.

Akumulasi radikal bebas berbahaya telah dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa isoflavon dapat mengurangi penanda stres oksidatif dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh. Studi lain telah menemukan bahwa suplemen dengan isoflavon kedelai memiliki efek yang menguntungkan pada beberapa penyakit yang terkait dengan stres oksidatif.

5. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Tempe adalah sumber kalsium yang baik dan mineral yang bertanggung jawab menjaga tulang kuat dan padat. Asupan kalsium yang memadai dapat mencegah perkembangan osteoporosis, suatu kondisi yang berhubungan dengan keropos tulang. Walaupun produk susu adalah sumber kalsium yang paling umum, penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam tempe diserap sebaik kalsium dalam susu. Sehingga menjadikan tempe pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan asupan kalsium. Namun beberapa orang mempertimbangkan untuk membatasi asupan tempe mereka. Mereka yang alergi kedelai harus menghindari tempe sama sekali. Makan tempe dapat memicu respons alergi bagi mereka yang alergi terhadap kedelai, yang dapat mencakup gejala seperti gatal-gatal, pembengkakan atau kesulitan bernapas.

Selain itu, kedelai dianggap sebagai goitrogen, suatu zat yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa asupan kedelai memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada fungsi tiroid, namun mereka yang mengalami gangguan fungsi tiroid membatasi mengonsumsi tempe.(nwy/erd)

source : Tim detikhealth – detikHealth

read more
Health

Manakah Posisi Tidur yang Baik, Telentang atau Tengkurap?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Saat tidur, pasti setiap orang punya posisi nyamannya masing-masing. Ada yang lebih suka telentang, tengkurap, miring, bahkan meringkuk. Tahukah kamu selain durasi tidur, posisi juga bisa mempengaruhi kesehatan kita di pagi harinya?

Masing-masing posisi tidur punya manfaat sampai dampak terburuknya juga untuk kesehatan. Dikutip dari Health, berikut perbandingan posisi tidur yang paling baik untuk kesehatan.

1. Telentang

Posisi tidur telentang mungkin yang paling jadi favorit banyak orang setelah lelah beraktivitas. Tak hanya itu, telentang juga ternyata baik untuk mencegah nyeri di bagian leher dan punggung karena keduanya berada pada posisi yang netral.

Selain itu, posisi ini juga bisa mengurangi refluks asam, mengurangi keriput, dan menjaga kekencangan payudara. Tapi, buat kamu yang suka mendengkur harus hati-hati dengan posisi ini, karena bisa memperparahnya. Pilih bantal yang empuk dan nyaman agar kepala dan leher berada pada posisi yang baik.

2. Menyamping

Tidur menyamping juga ternyata baik lho buat kesehatan, terutama mengurangi dengkuran. Selain itu, posisi ini juga bisa mencegah nyeri di leher dan punggung serta refluks asam.

Tapi, posisi menyamping ini bisa membuat kamu lebih cepat keriput di satu sisi wajah saja. Untuk wanita, posisi ini juga bisa menyebabkan payudara melorot, karena saat menyamping salah satu payudara akan menggantung dan meregangkan ligamennya.

3. Meringkuk

Tidur meringkuk termasuk posisi yang kurang ideal. Jika tidur meringkuk semalaman, punggung dan sendi tubuh akan terasa nyeri di pagi harinya. Tak hanya itu, posisi ini bisa mengganggu pernapasan diafragma, meningkatkan risiko keriput di wajah, dan payudara yang menurun.

Jika kamu lebih suka dan nyaman dengan posisi ini, bisa diusahakan dengan memposisikan punggung agar tidak terlalu membungkuk.

4. Tengkurap

Saat lelah, sebagian orang sering tertidur dengan posisi tengkurap. Tapi, posisi ini adalah yang paling buruk dari posisi tidur lainnya. Ini karena sulit membuat tulang punggung sejajar, sehingga memberikan tekanan berlebih pada sendi dan otot yang mengakibatkan iritasi saraf.

Efek yang muncul akan terasa sakit, mati rasa, dan kesemutan. Pada posisi ini, kepala pasti akan berada pada satu sisi dalam waktu yang lama. Dampak baiknya, posisi ini bisa mengurangi dengkuran karena saluran pernapasan bagian atas terbuka dengan baik.(sao/up)

source : Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

read more
Sains & Techno

iPad Air Bakal Adopsi USB Type C

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ada perubahan menarik yang akan dibawa iPad Air terbaru. Tablet ini disebut-sebut akan menanggalkan port lightning dan mengadopsi USB Type C.

Demikian diungkap laman asal Jepang, Mac Otokara. Mereka mengaku mendapat informasi tersebut dari pemasok asal China.

Disebutkan pula iPad Air terbaru akan mengacu pada iPad Pro 11. Informasi ini selaras dengan bocoran sebelumnya yang menyebut Apple tengah menggarap iPad Air berukuran 11 inch.

Perangkat tersebut bakal hadir tanpa ada tombol home. Meski begitu bukan FaceID yang akan dipakai untuk keamanan.

Apple akan memasang sensor sidik jari di layar. Ini dimungkinkan lantaran raksasa teknologi asal Cupertino itu penggunaan layar mini-LED.

Laman Mac Otakara menyakini iPad Air anyar bakal diumumkan paruh kedua tahun ini. Tablet tersebut akan melenggang berbarengan dengan iPad Mini yang berukuran 9 inch.(afr/fay)

source : Adi Fida Rahman – detikInet

read more
Lifestyle

Sempat Tak Suka Olahraga, Ariel Tatum Kini Tekuni Yoga

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Penerapan physical distancing karena virus Corona COVID-19 berdampak pada penutupan pusat-pusat kebugaran. Namun hal ini jangan kamu jadikan alasan untuk tidak melakukan olahraga ya detikers. Walaupun di rumah, kamu tetap bisa melakukannya guna menjaga kesehatan.

Ariel Tatum yang dulu mengaku tak suka melakukan aktivitas fisik pun sekarang ‘memaksakan diri’ untuk tetap berolahraga untuk mendapatkan kesehatan yang prima.

“Aku dulu nggak suka olahraga, karena mama aku nge-gym jadi aku mikir aku gak bisa olahraga deh. Tapi kita harus tau apa yang cocok buat kita, karena bukan berarti aku gak suka nge-gym terus aku gak suka olahraga, nggak,” kata Ariel Tatum di live Instagram, Jumat (29/5/2020).

“A long the way aku ketemu yoga, ada banyak banget jenis olahraga yang bisa lakukan kok,” lanjutnya.

Disamping itu, selama pandemi Corona Ariel tetap menjaga asupan nutrisi yang dikonsumsi demi kesehatan tubuhnya.

“Aku mencoba untuk tau betul apa yang aku makan, nggak kelebihan protein, nggak kekurangan lemak baik, jadi aku benar-benar ngurusin makan aku apa,” pungkasnya.(fds/fds)

source : Ayunda Septiani – detikHealth

read more
Lifestyle

Diet Han So Hee Saat Dituntut Langsing untuk ‘The World of The Married’

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Dituntut memiliki tubuh yang langsing saat berperan sebagai Da Kyung dalam drama ‘The World of The Married’, aktris Han So Hee menjalani diet.

Han So Hee dikenal sebagai aktris Korea yang telah membintangi beberapa judul drama. Namun namanya melejit ketika ia dipilih menjadi Da Kyung, pemeran pelakor dalam drama Korea berjudul ‘The World of The Married’.

Dara kelahiran 18 November 1994 ini membagikan pengalaman bagaimana ia telah bekerja keras untuk memainkan peran Da Kyung. Ia menyebut bahwa hal itu tidak mudah.

Han So Hee mengatakan bahwa karakter Da Kyung digambarkan sebagai perempuan yang cantik dan bertubuh langsing. Karenanya Han So Hee menjalani pola diet tertentu.

“Produser mengatakan kepada saya bahwa Yeo Da Kyung itu cantik. Jika tidak, akan sulit bagi penonton untuk bersimpati dengan cerita,” ungkap Han So Hee seperti yang dikutip dari Kstarlive (29/05).

Diet Han So Hee Foto: Istimewa

Han So Hee kemudian memberi perhatian ekstra pada penampilannya, termasuk soal bentuk tubuh dan berat badan. Sebelum berperan sebagai Da Kyung, ia memiliki bobot tubuh sekitar 47 kilogram.

“Saya biasanya menimbang sekitar 47 kilogram, tetapi berat badan saya turun menjadi 45 kilogram,” ujar Han So Hee.

Lebih lanjut, perempuan lulusan Ulsan Girls’ High School menyebut bahwa ia tetap harus menurunkan berat badan pada beberapa bagian tubuhnya. Untuk itu, ia melakukan diet.

Dalam pola diet yang dijalani itu, Han So Hee melewatkan sarapan. Sementara untuk makan malam, ia makan makanan tertentu.

“Kalau makan malam saya makan dada ayam berporsi kecil. Saya juga khawatir perut saya jadi buncit sehingga saya juga membatasi asupan air,” ungkap Han So Hee.(adr/adr)

Riska Fitria – detikFood

read more
Sains & Techno

Google Tunda Peluncuran Android 11 Beta, Kenapa?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sejatinya Google bakal mengungkap sejumlah fitur baru di Android 11 pada 3 Juni mendatang. Namun kini mereka memutuskan untuk menunda peluncuran tersebut. Apa alasannya?

Dalam kicauannya Jumat (29/5/2020) lalu, Google menyebut kalau sekarang bukan waktu yang tepat untuk merayakan peluncuran tersebut, dan memutuskan untuk menunda acara 3 Juni tersebut.

Google memang tak secara eksplisit mengungkap alasan penundaan tersebut. Namun pengumuman tersebut terjadi hampir bersamaan dengan aksi protes dan kerusuhan yang terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat.

Kerusuhan tersebut dipicu oleh kematian George Floyd yang tewas di tangan oknum polisi di Minneapolis, demikian dikutip  dari The Verge, Minggu (31/5/2020).

Kerusuhan tersebut juga terjadi di banyak kota di Amerika Serikat, termasuk di San Francisco Bay Area, tempat di mana banyak karyawan Google bermukim.

Kematian Floyd memicu aksi protes tak cuma di dunia nyata melainkan juga di dunia maya. Tagar untuk membela pria kulit hitam itu pun mewarnai dunia maya khususnya Twitter.

Lewat tagar #BlackLiveMatters dan #JusticeForGeorgeFloyd berseliweran di lini masa untuk meminta pemerintahan menindak tegas mengenai kasus ini. Kematian Floyd bahkan memicu rakyat turun ke jalan dan bentrok dengan polisi.

Lalu Presiden Donald Trump pun ikut mengomentari peristiwa tersebut, tentunya dengan kicauan yang kontroversial. Trump menyamakan demonstran dengan preman dan memperingatkan bahwa militer sedang dalam perjalanan menuju Minneapolis.

“Para PREMAN ini tidak menghormati memori George Floyd, dan saya tidak akan membiarkannya terjadi. Baru saja berbicara dengan Gubernur Tim Walz dan mengatakan kepadanya bahwa Militer akan terus mendukungnya,” tulis Trump dalam cuitannya.(asj/jsn)

Anggoro Suryo Jati – detikInet

read more
Sains & Techno

Kisah Suku Ainu di Hokkaido, Penduduk Asli Jepang yang Terlupakan

LANGITKU NETWORKS – Masyarakat adat Jepang, Ainu, adalah pemukim awal Hokkaido, pulau utara Jepang. Namun, sebagian besar pelancong tidak pernah mendengar tentang mereka.

Suku Ainu memiliki sejarah yang sulit. Asal-usul mereka suram, tapi beberapa sarjana percaya bahwa mereka adalah keturunan dari penduduk asli yang pernah menyebar ke seluruh Asia Utara.

Ainu menyebut Hokkaido ‘Ainu Moshiri” (Tanah Ainu) dan aktivitas mereka adalah berburu dan memancing. Mereka tinggal di sepanjang pantai selatan Hokkaido.

Namun, sejak restorasi meiji sekitar 150 tahun lalu, orang-orang daratan Jepang mulai bermigrasi ke Hokkaido. Praktik diskriminatif pun dilakukan di Hokkaido dengan Undang-Undang Perlindungan Aborigin Hokkaido 1899–memindahkan Ainu dari tanah tradisional mereka ke area pegunungan yang tandus.

“Ini adalah kisah yang sangat buruk,” kata Profesor Hukum Universitas Hokkaido, Kunihiko Yoshida di halaman BBC (20/05/2020).

Setelah pindah ke pegunungan suku Ainu tak bisa lagi menangkap ikan salmon di sungai dan berburu rusa menurut Yoshida. Mereka juga diminta untuk mengadopsi nama Jepang, berbicara bahasa Jepang, perlahan budaya dan tradisi mereka pun menghilang.

Karena stigmasisasi yang luas, banyak Ainu menyembunyikan nenek moyang mereka. Efek jangka panjangnya terlihat sampai hari ini, sebagian besar penduduk Ainu tetap miskin dan kehilangan haknya secara politis, dengan sebagian besar pengetahuan leluhur mereka hilang.

Para peneliti Jepang dari akhir abad ke-19 hingga 1960-an juga melakukan praktik buruk dengan mengobrak-abrik kuburan Ainu. Mereka mengumpulkan koleksi besar Ainu untuk penelitian mereka dan tidak pernah mengembalikan tulangnya.

Pada April 2019, Ainu diakui secara hukum sebagai penduduk asli Jepang oleh pemerintah. Setelah bertahun-tahun musyawarah, akhirnya tercipta apresiasi yang lebih positif terhadap budaya Ainu dan kebanggaan baru dalam bahasa dan warisan mereka.

“Penting untuk melindungi kehormatan dan martabat orang-orang Ainu dan menyerahkan mereka kepada generasi berikutnya untuk mewujudkan masyarakat yang dinamis dengan nilai-nilai yang beragam,” kata juru bicara pemerintah Yoshihide Suga, seperti dilaporkan dalam The Straits Times(15/02/2019).

Para pelancong dapat melihat informasi tentang Ainu di Sapporo Pirka Kotan (Pusat Promosi Budaya Ainu) di Hokkaido, fasilitas kota pertama di Jepang yang menampilkan penduduk asli, di mana pengunjung dapat menikmati kerajinan tangan Ainu, menonton tarian tradisional dan membayangkan kehidupan Ainu tradisional ketika daerah ini adalah hutan belantara yang luas dan penduduknya hidup di tanah.

Karena 97% penduduk Ainu tinggal di bawah tanah, menurut Jeffry Gayman, seorang Pendidik Antropolog Universitas Hokkaido yang telah bekerja dengan Ainu selama 15 tahun.

Kotan sendiri terletak sekitar 40 menit dengan mobil dari pusat kota Sapporo, ibu kota Hokkaido, pusat dibuka pada tahun 2003 untuk mengajari pengunjung Jepang dan asing lain tentang budaya Ainu dan menyebarkan pesan mereka kepada dunia.

Kotan adalah replika untuk menunjukkan kepada orang-orang seperti apa kehidupan tradisional Ainu. Namun, tidak ada yang tinggal di sana.

Hanya beberapa dari orang Ainu yang tersisa, tersebar di Hokkaido, dengan sebagian besar dari sekitar 20.000 Ainu (tidak ada angka resmi) berasimilasi dengan kota-kota kecil di sekitar pulau.

Meski begitu, para pelancong yang melihat dengan cermat akan dapat melihat jejak budaya mereka di mana-mana. Banyak nama tempat di Hokkaido memiliki asal Ainu, seperti “Sapporo”, yang berasal dari kata Ainu sat (kering), poro (besar) dan hewan peliharaan (sungai) karena lokasinya di sekitar Sungai Toyohira; atau “Shiretoko”–sebuah semenanjung yang menonjol dari ujung timur laut Hokkaido–yang dapat diterjemahkan sebagai “tanah” (siri) dan “titik yang menonjol” (etuk).

source :BBC,Straits Times       editor : Gita Laras Widyaningrum    Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Tidur Berperan dalam Menjaga Kekebalan Tubuh, Ini 3 Cara Agar Tidur Nyenyak

LANGITKU NETWORKS – Selama bekerja dari rumah, batas hari kerja dan akhir pekan perlahan-lahan semakin memudar—yang pada akhirnya memengaruhi jam tidur. Selain itu, kecemasan dan stres di tengah pandemi juga memengaruhi kualitas tidur yang berperan pada sistem kekebalan tubuh kita.

Nicole Avena, Ph.D, seorang ahli saraf, membagikan beberapa kebiasaan yang mendukung tidur nyenyak, pada situasi yang tidak menentu:

1. Membuat jadwal yang konsisten

Jika bekerja dari rumah tiba-tiba menambah waktu ekstra di pagi hari, artinya Anda tidak boleh tidur terlalu malam sebelumnya. Gunakan waktu yang biasanya digunakan di perjalanan untuk berolahraga, meditasi, atau membuat sarapan sehat. Memiliki rutinitas setiap harinya dapat memudahkan tidur lebih cepat.

2. Atur jam tidur

Menciptakan jam tidur setiap malam dapat membantu ‘memisahkan’ jam kerja Anda. Rutinitas ini tidak hanya menyediakan kenormalan di tengah masa yang tak jelas, tapi juga membantu kita tidur berkualitas. Rileks tubuh dan pikiran sesaat sebelum terlelap.

3. Hindari makanan berat dan manis sebelum tidur

Menurut Avena, makanan ‘berat’ dan terlalu manis dapat membuat kita sulit tidur. Jika Anda merasa lapar di malam hari, konsumsi camilan bergizi atau minum tek chamomile.

Selain itu, jangan konsumsi alkohol dekat dengan waktu tidur. “Itu mungkin bisa membuat lebih rileks, tapi akan mengganggu kualitas tidur sehingga Anda akan terbangun dalam keadaan lelah keesokan harinya,” ungkap Avena.

Bagaimana jika terlalu stres sehingga tidak bisa tidur? 

Jika stres akibat COVID-19 membuat Anda terjaga di malam hari, cobalah mendengarkan audio meditasi untuk membantu melepaskan stres. Bisa juga dengan mengonsumsi suplemen yang mengurangi kecemasan dan membantu tidur lebih cepat.

Terlepas dari memastikan Anda bisa bangun lebih pagi dan produktif menjalani hari esok, mendapatkan tidur berkualitas sangat penting agar tetap sehat.

“Ketika kurang tidur, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik. Padahal, di tengah pandemi seperti ini, menjaga sistem imun menjadi prioritas kita saat ini,” pungkas Avena.

source : Mind Body Green

editor : Gita Laras Widyaningrum

Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Tips Agar Tubuh Tetap Sehat di Era New Normal

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Setelah dua bulan lebih menerapkan anjuran stay at home, pemerintah akhirnya mulai memberlakukan fase new normal. Adapun fase new normal sendiri merupakan fase dimana masyarakat akan hidup berdampingan dengan virus hingga ditemukannya vaksin COVID-19. Hal ini dilakukan demi menjaga perekonomian dan bisnis di Indonesia.

Memasuki fase new normal tentunya menuntut masyarakat untuk selalu hidup sehat dan bersih. Selain mengikuti protocol kesehatan seperti cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, masyarakat juga harus menjaga daya tahan tubuhnya masing-masing. Dilansir dari Business Inquirer, berikut beberapa tips untuk menjaga tubuh agar tetap sehat selama beradaptasi di era new normal.

Sistem kekebalan adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap mikroorganisme dan virus penyebab penyakit. Itulah mengapa kamu perlu menjaga sistem imun yaitu dengan menjaga keseimbangan nutrisi dan gaya hidup yang sehat. Pasalnya, tubuh tidak dapat secara alami menghasilkan semua vitamin dan mineral yang diperlukan. Kamu bisa mulai dengan mempertahankan diet seimbang dan hindari makanan yang kaya akan pengawet atau gula gula. Jangan lupa juga untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, istirahat cukup, dan tidur di malam hari.

Konsumsi Vitamin dan Suplemen

Vitamin dan mineral merupakan kunci lain untuk hidup sehat. Tanpa vitamin, sistem kekebalan tubuh tentu tidak akan berfungsi dengan baik. Sumber vitamin terbaik adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, kamu bisa dapatkan nutrisi dari makanan segar dan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi multivitamin sebagai pelengkap.

Jaga Kebersihan

Menjaga kebersihan sangat lah penting dalam menjalani kehidupan new normal. Selain dengan rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah beraktivitas, pastikan juga kebersihan lingkungan rumah kamu terjaga. Jangan lupa untuk selalu membersihkan rumah dengan cairan desinfektan. Selain itu, pastikan kamu untuk selalu membawa hand sanitizer kemanapun kamu pergi.

Olahraga Secara Teratur

Memasuki fase new normal tentu memberi rasa cemas tersendiri untuk beberapa orang. Agar terhindar dari stress yang berlebih, lakukanlah olahraga ringan sekitar 20 hingga 30 menit per hari. Kamu bisa lakukan olahraga seperti yoga, jogging, atau bersepeda. Selain bisa mengurangi stress, olahraga juga bisa menstabilkan sistem kekebalan tubuh.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan guna beradaptasi dengan kehidupan new normal. Jika sistem imun kamu terjaga, maka kamu bisa tetap terus sehat dan beraktivitas sehari-hari di tengah era new normal ini. Selain itu, pastikan juga untuk menggunakan masker setiap keluar rumah.(ega/ega)

Inkana Putri – detikHealth

read more
DaerahNews

Kejati Support Pemkot Makassar Amankan 2 Aset Pulau

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Menindaklanjuti hasil Video Coferensi (Vicon) bersama KPK Sulawesi Selatan terkait pengamanan – pengamanan aset. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati), melakukan Momerandum Of Understanding (MoU), Kamis (28/5/20).

MoU tersebut terkait pengamanan dua aset yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yakni Pulau Lae- Lae dan Pulau Kayangan.

Kedua pulau tersebut dinilai sangat potensial bagi masa depan Kota Makassar khususnya dari sektor ekonomi.

“Yang petama ini adalah bagian komitmen pak kejati mensupport Pemerintahan kita di dalam penanganan aset. Ini merupakan sebuah prestasi yang selama ini Kota Makassar torehkan. Dalam hal ini Kejati sangat membantu,” ucap, Prof. Yusran, Penjabat Wali Kota Makassar, usai menandatangani MoU. Ia menjelaskan dua pulau tersebut akan dijadikan sebagai tempat wisata bagi warga kota Makassar.

Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Firdaus Dewilmar menambahkan jikalau kerjasama ini juga banyak dibantu oleh jaksa negara penertiban aset.

“Kita minta kepada pak wali untuk segera di kuasa khususkan. Dengan harapan dua pulau ini bisa dikelola dengan baik dan bisa menaikkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Pengelolaan ini pula kedepannya diharapkan juga harus bersinergitas dengan pihak GMTD, Pelindo dan CPI. Selain itu, kata Firdaus, dua pulau ini akan juga menjadi tempat bahari dan wisata konservatif. (*).

source : Humas Pemkot Makassar

read more
1 255 256 257 258 259 278
Page 257 of 278