close
DaerahNews

Tinjau Pasar Sentral, Appi Tekankan Revitalisasi Total dan Penguatan UMKM

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan peninjauan langsung ke kawasan New Makassar Mall yang lebih dikenal sebagai Pasar Sentral, Kamis (9/4/2026).

Sebagai bagian dari upaya merumuskan langkah strategis dalam menghidupkan kembali pusat perdagangan legendaris tersebut.

Peninjauan ini tidak sekadar melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyusun konsep penataan baru yang berorientasi pada revitalisasi aktivitas ekonomi sekaligus pemberdayaan pedagang.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali kawasan New Makassar Mall atau yang selama ini dikenal sebagai Pasar Sentral, sebagai pusat pergerakan ekonomi rakyat di Kota Makassar.

Munafri menyebut, Pasar Sentral pada masanya merupakan ikon utama pergerakan ekonomi kerakyatan di Makassar. Seluruh akses ekonomi masyarakat, kata dia, pernah bertumpu di lokasi tersebut.

“Hari ini saya meninjau langsung melihat kondisi yang dulu kita sebut Pasar Sentral. Ini dulu adalah ikon pergerakan ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Makassar. Seluruh akses ekonomi masyarakat tertumpu di tempat ini,” ujarnya.

Dalam peninjauan ini, Appi turut didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika beserta jajaran, Kepala Bidang terkait, Kepala Bagian Protokol, serta pimpinan dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Penataan Ruang, Dinas BPKAD, hingga Direksi Perusahaan Daerah Pasar.

Kehadiran lintas perangkat daerah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam merancang solusi terpadu, mulai dari aspek teknis, tata ruang, hingga pengelolaan keuangan dan operasional pasar.

Dalam kunjungan tersebut, Munafri, yang akrab disapa Appi, menyusuri hampir seluruh bagian gedung hingga lantai tujuh atau rooftop. Ia menemukan bahwa sebagian besar lantai di dalam bangunan masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Aktivitas perdagangan saat ini terpusat di area basement, lantai dasar, dan lantai satu, sementara lantai-lantai di atasnya tampak kosong dan belum berfungsi maksimal.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah kota karena Pasar Sentral selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar dan tertua di Makassar.

Melihat realitas tersebut, Appi menegaskan perlunya konsep baru yang tidak hanya fokus pada pembenahan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek distribusi pedagang, kenyamanan pengunjung, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi di dalam kawasan pasar.

“Dari hasil pemantau, menjadi bahan bagi kami, memastikan bahwa seluruh ruang yang tersedia dapat dihidupkan kembali secara bertahap, sehingga Pasar Sentral kembali menjadi pusat perdagangan yang ramai, tertata, dan kompetitif,” terang Appi.

Dia mengakui bahwa kondisi saat ini, pasar mengalami perubahan signifikan, baik dari sisi aktivitas maupun sistem pengelolaan. Karena itu, diperlukan pendekatan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Sekarang kita melihat apa yang terjadi hari ini dan bagaimana kita bisa kembali mengaktivasi wilayah ini, tempat ini bisa kembali menjadi sentra ekonomi rakyat di Kota Makassar, tentu dengan zaman yang berbeda dan sistem pengelolaan yang berbeda,”jelansya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Makassar, dibawa kepemimpinan Munafri berjanji Pasar Sentral dapat kembali menjadi ikon perdagangan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi.

Tetapi, juga sebagai ruang ekonomi yang modern, tertib, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di lokasi tersebut.

Appi menegaskan, langkah awal yang dilakukan pemerintah kota adalah mengkaji kondisi eksisting secara menyeluruh, lalu mendiskusikannya bersama seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan konsep baru yang tepat.

Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintah kota untuk bersama-sama melihat kondisi di lapangan dan menyusun gagasan secara kolektif.

“Maka dari itu, saya mengajak rekan-rekan di PD Pasar, serta jajaran SKPD untuk bersama-sama melihat kondisinya, kita diskusikan supaya bisa terbangun sebuah konsep yang baru,” katanya.

Menurutnya, prinsip utama dari pengelolaan Pasar Sentral ke depan adalah memastikan bahwa pasar tersebut benar-benar menjadi milik masyarakat, serta memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi warga.

Yang jelas intinya bahwa pasar ini harus menjadi milik masyarakat dan harus kembali kepada masyarakat. Keuntungan-keuntungan yang terjadi di setiap transaksi harus menjadi keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan para pedagang. Ia menilai, pembangunan kota tidak akan berjalan optimal jika dilakukan secara parsial tanpa sinergi.

“Makassar ini tidak akan selesai kalau jalan sendiri-sendiri. Harus dibangun kolaborasi, kerja sama, dan sinergi untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan pemerintah tujuannya bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal,” imbuh Appi.

Munafri menyebut, revitalisasi Pasar Sentral menjadi salah satu alternatif strategis untuk membangkitkan kembali ekonomi rakyat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Ke depan, konsep yang disiapkan akan mengarah pada penguatan fungsi pasar sebagai sentra UMKM yang modern dan terintegrasi. Pemerintah kota juga berencana mempelajari berbagai model pengelolaan pasar dari daerah lain sebagai referensi.

“Ada berbagai alternatif yang akan kita lakukan. Mungkin dalam minggu depan kami bersama PD Pasar, instansi terkait, dan pengelola akan melihat contoh konsep yang bisa kita bangun,” tuturnya.

Appi menambahkan, Pasar Sentral diharapkan menjadi ruang yang layak dan setara bagi para pelaku usaha lokal untuk berkembang, agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup.

Minimal ini menjadi sentra UMKM, tempat yang layak bagi pengusaha di Kota Makassar. Tapi masuknya tidak boleh satu-satu, harus masif supaya ada crowd dan terbentuk ekosistem baru.

Selain itu, Munafri juga menekankan, potensi sektor pariwisata yang dapat tumbuh seiring dengan penataan kawasan pasar. Menurutnya, daya tarik wisata akan muncul jika didukung oleh infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

“Seluruh konsep yang akan kita dijalankan nantinya, akan melalui proses diskusi bersama semua pihak, termasuk pengelola dan pedagang, guna menghindari adanya pihak yang dirugikan,” terangnya.

Munafri menutup dengan menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM akan menjadi langkah awal dalam proses revitalisasi Pasar Sentral, sementara konsep detailnya akan segera disusun dan diumumkan dalam waktu dekat.

“Intinya UMKM yang akan kita gerakkan. Kita mulai dari situ, dan konsep detailnya nanti akan kita sampaikan,” pungkasnya. (*)

read more
Showbiz

“100 Swara Eid Catch-up”, Lebih dari Sekadar Reuni, Ini Perayaan Persaudaraan

LANGITKU NET, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan digital yang serba cepat dan sementara, momen pertemuan nyata kembali menghadirkan makna mendalam melalui gelaran halal bihalal bertajuk “100 Swara Eid Catch-up”. Acara ini menjadi lebih dari sekadar ajang temu kangen, melainkan ruang untuk merayakan kebersamaan, persahabatan, dan persaudaraan lintas waktu.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 4 April 2025, di Kofi&Ti Deheng House ini merupakan hasil kolaborasi antara WAG Swara, Deheng House, dan DSS Music Studio. Sinergi antarpenyelenggara menghadirkan energi positif yang mempertemukan kembali hubungan yang sebelumnya terjalin di ruang digital ke dalam kehangatan dunia nyata.

Sebanyak 100 anggota WAG Swara yang terdiri dari artis, musisi, dan pelaku industri hiburan turut hadir memeriahkan acara tersebut. Sejak awal kegiatan, suasana akrab langsung terasa melalui gelak tawa, pelukan hangat, serta percakapan yang mengalir tanpa sekat. Halal bihalal ini pun menjadi momentum memperbarui ikatan emosional yang sempat terhalang kesibukan.

Salah satu panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan biasa. “Ini bukan hanya soal berkumpul, tetapi bagaimana kami merayakan kembali hubungan yang sudah terbangun lama. Ada rasa kekeluargaan yang kuat di sini,” ujarnya.

Musik menjadi elemen penting yang menghidupkan suasana sepanjang acara. Deretan penampilan live music menghadirkan nuansa emosional yang mendalam, di mana setiap lagu menjadi medium untuk mengekspresikan kenangan dan harapan. “Musik di sini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi bahasa yang menyatukan kami semua,” ungkap salah satu peserta.

Atmosfer yang tercipta pun terasa begitu organik tanpa batas antara penampil dan audiens. Semua yang hadir larut dalam satu frekuensi yang sama, menciptakan pengalaman kolektif yang intim. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa musik mampu menjadi ruang pertemuan yang menyatukan, bukan sekadar tontonan.

Lebih dari itu, “100 Swara Eid Catch-up” menjadi simbol kuat bahwa sebuah komunitas dapat tumbuh menjadi keluarga yang solid. WAG Swara tidak lagi sekadar grup percakapan, melainkan entitas sosial yang saling mendukung dan menjaga satu sama lain. Acara ini pun meninggalkan pesan mendalam bahwa di tengah dunia yang semakin bising, harmoni justru lahir dari keberagaman suara yang bersatu.

read more
DaerahNews

PDSKJI Makassar Gelar Musycab dan Halal Bi Halal, dr. Israeni Nur Terpilih Secara Aklamasi

LANGITKU NET, Makassar – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Makassar menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bi Halal, Sabtu (4/4), di Hotel FourPoints Makassar. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepengurusan organisasi ke depan sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota.

Ketua Panitia Musycab PDSKJI Makassar, dr. Agus Japari, Sp.KJ, menyampaikan bahwa agenda utama Musycab adalah pemilihan pengurus baru untuk periode 2026–2029. “Musycab ini dilakukan untuk pemilihan pengurus PDSKJI periode 2026–2029. Musycab dihadiri utusan dari daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Selain menggelar musyawarah, juga dirangkaikan dengan Halal Bi Halal,” ujar dr. Agus.

Kegiatan ini dihadiri oleh para psikiater dari berbagai wilayah di Indonesia Timur, yang turut memberikan kontribusi pemikiran dalam merumuskan program kerja organisasi ke depan. Suasana musyawarah berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kolegialitas di antara para anggota.

Peserta Muscab Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Makassar

Ketua PDSKJI Makassar periode 2023–2026, dr. Irma Santi, Sp.KJ., M.HKes, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya. Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh anggota yang telah berperan aktif dalam menjalankan berbagai program organisasi. “Sejumlah program telah dilaksanakan, dan itu semua tidak terlepas dari dukungan seluruh anggota dan pengurus,” ungkap dr. Irma.

Musycab yang berlangsung pada hari tersebut berhasil menetapkan ketua baru secara aklamasi. Para peserta secara bulat mendaulat dr. Israeni Nur, Sp.KJ, sebagai Ketua PDSKJI Makassar untuk periode 2026–2029. Penetapan ini mencerminkan kepercayaan penuh anggota terhadap kepemimpinan yang baru.

Sebagai ketua terpilih, dr. Israeni Nur, Sp.KJ, menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan peran psikiater di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara PDSKJI cabang dengan pengurus pusat dalam menjalankan program kerja. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan peran psikiater di masyarakat serta menyelaraskan program kerja dengan Pengurus Pusat PDSKJI,” kata dr. Israeni.

Rangkaian kegiatan Musycab ditutup dengan Halal Bi Halal yang berlangsung penuh kehangatan. Hikmah Halal Bi Halal disampaikan oleh Ust. Andi Quartz Ayatullah, SHI, MHI, yang mengajak seluruh peserta untuk memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

read more
DaerahNews

Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan Perizinan Usaha Pariwisata

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui rapat koordinasi memperketat pengawasan terhadap perizinan usaha sektor pariwisata sebagai langkah strategis untuk memastikan kepatuhan hukum dan menjaga kualitas investasi di daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, memimpin rapat pembahasan terkait perizinan usaha sektor pariwisata di Hotel Claro Makassar, Senin, 30 Maret 2026.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran lingkup Pemprov Sulsel, antara lain Inspektur Daerah Marwan Mansyur, Kepala Satpol PP Andi Arwin Azis, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Asrul Sani, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Andi Mirna, serta perwakilan dari Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Kesbangpol, dan Biro Hukum.

“Kita akan melakukan pengecekan perizinan terhadap usaha sektor pariwisata di Sulsel, mulai dari awal proses penerbitan izin sampai proses terkini, untuk mengetahui pada tahapan mana terjadi pelanggaran atau pelampauan aturan,” ujar Sekda Sulsel.

Langkah pengawasan ini akan mencakup seluruh sektor usaha pariwisata di Sulawesi Selatan.

Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran, maka akan dilakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bersama instansi terkait.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, Asrul Sani, menjelaskan bahwa pihaknya mengelola layanan perizinan berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS) sebagai instrumen utama dalam proses perizinan usaha secara nasional.

Selain melibatkan perangkat daerah tingkat provinsi, pengawasan ini juga akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah pusat sesuai dengan kewenangan masing-masing. (*)

read more
DaerahNews

Pendaftaran BAZNAS Makassar Dibuka hingga 10 April 2026, Terbuka bagi Masyarakat Umum

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, resmi membuka pendaftaran calon Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar untuk masa jabatan 2026–2031.

“Pendaftaran Ketua dan anggota Komisioner BAZNAS Kota Makassar, dibuka mulai tanggal 31 Maret hingga 10 April 2026,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, M. Syarief, yang juga menjadi bagian dari Panitia Seleksi (Pansel), Selasa (31/3/2026).

Melalui proses ini, Pemkot Makassar berharap dapat menjaring figur-figur terbaik yang memiliki integritas dan profesionalitas dalam mengelola zakat secara transparan dan akuntabel, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia menyampaikan bahwa kesempatan ini, pihak panitia membuka ruang seluas-luasnya, sehingga terbuka bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.

“Kami mengundang seluruh masyarakat yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam seleksi pimpinan BAZNAS Kota Makassar,” ujarnya.

Adapun persyaratan yang ditetapkan antara lain Warga Negara Indonesia, beragama Islam, berusia minimal 40 tahun, serta memiliki integritas, akhlak mulia, dan kapasitas dalam pengelolaan zakat.

Selain itu, calon pendaftar juga harus sehat jasmani dan rohani, tidak terlibat dalam politik praktis maupun menjadi anggota partai politik.

Peserta juga diwajibkan bersedia bekerja penuh waktu, tidak pernah terlibat tindak pidana berat, serta tidak merangkap jabatan di lembaga pengelola zakat lainnya.

Khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetap diperbolehkan mendaftar dengan syarat bersedia diberhentikan sementara sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proses pendaftaran dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni secara daring melalui situs resmi simzat.kemenag.go.id atau dengan memindai barcode yang telah disediakan,” tuturnya.

Selain itu, pendaftaran juga dapat dilakukan secara langsung dengan menyerahkan berkas ke Bagian Kesra Kota Makassar.

Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan administrasi pada 12–13 April 2026, ujian tertulis berbasis CAT pada 18–19 April 2026, serta wawancara pada 19–20 April 2026.

“Hasil seleksi dijadwalkan kita umumkan pada 23–25 April 2026,” terangnya.

Syarief menjelaskan, tim seleksi telah dibentuk dan terdiri dari unsur Pemerintah Kota Makassar, Kementerian Agama Kota Makassar, serta kalangan akademisi.

Ia juga menegaskan bahwa pimpinan BAZNAS yang saat ini menjabat masih memiliki peluang untuk kembali mendaftar, mengingat baru menjalani satu periode.

Nantinya, dari seluruh peserta yang lolos tahapan seleksi, panitia bersama Pemerintah Kota Makassar akan mengusulkan maksimal 10 nama calon pimpinan kepada BAZNAS Republik Indonesia.

Proses seleksi lanjutan hingga penetapan akhir akan menjadi kewenangan BAZNAS RI.

“Seluruh hasil seleksi akan kami konsultasikan kepada Wali Kota Makassar selaku pembina,” tambahnya. (*)

—————————-

Persyaratan Calon Komisioner BAZNAS Kota Makassar:

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Beragama Islam

3. Bertakwa kepada Allah SWT

4. Berakhlak mulia

5. Berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun

6. Sehat jasmani dan rohani

7. Tidak menjadi anggota partai politik

8. Tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis

9. Memiliki kompetensi di bidang pengelolaan zakat

10. Bersedia bekerja penuh waktu

11. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun

12. Tidak merangkap jabatan sebagai pengurus dan/atau pegawai pada lembaga pengelola zakat lainnya

13. Berasal dari unsur masyarakat, yang meliputi:

– Ulama

– Tenaga profesional

– Tokoh masyarakat Islam

14. Bagi pelamar dari unsur ASN, wajib bersedia diberhentikan sementara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

15. Belum pernah menjabat sebagai pimpinan BAZNAS kabupaten/kota selama 2 (dua) kali masa jabatan pada daerah yang sama

16. Bukan berasal dari unsur panitia seleksi atau sekretariat panitia seleksi

17. Pendidikan terakhir minimal SMA/sederajat.

read more
DaerahNews

Wali Kota Makassar Minta Kader IMM Berdaya Bina Dua Lorong, Pemkot Siapkan Dukung Penuh

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat melalui program konkret berbasis kebutuhan lokal, seperti urban farming hingga pengelolaan sampah.

Arahan tersebut disampaikan Munafri saat membuka Darul Arqam Madya (DAM) Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Pengurus Cabang (PC) IMM Kota Makassar di Pusdiklat Unismuh Makassar, Minggu (29/03/2026).

Munafri menekankan, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori kepemimpinan di ruang kelas, tetapi harus mampu membaca peluang dan mengimplementasikannya langsung di tengah masyarakat.

Salah satu peluang yang ia contohkan adalah tingginya kebutuhan pangan, khususnya telur dan ayam di Kota Makassar, yang dapat dijawab melalui program urban farming berbasis lorong.

“Mahasiswa harus menjadi motor penggerak. Caranya bagaimana? Lihat peluang. Hari ini harga telur di Makassar tinggi sekali, ini peluang besar yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia bahkan menantang kader IMM untuk membina minimal dua lorong sebagai percontohan, dengan program “satu lorong satu kandang” yang terintegrasi dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar, kata wali kota yang akrab disapa Appi ini, siap memberikan dukungan infrastruktur serta pendampingan melalui dinas terkait.

“Kalau satu lorong saja kita bisa gerakkan, membuat satu kandang ayam, ini bisa jadi percontohan bahwa anak muda mampu memberi dampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Selain sektor peternakan, Appi juga mendorong pengembangan budidaya ikan dengan metode sederhana seperti penggunaan drum atau wadah terbatas yang mudah diterapkan di wilayah perkotaan.

Appi menggaris bawahi bahwa keterbatasan lahan tidak boleh menjadi hambatan untuk berinovasi, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat urban.

“Sekarang orang tidak harus punya empang luas. Pakai drum, pakai wadah sederhana, itu sudah bisa. Tinggal bagaimana kita melihat pasarnya yang sebenarnya sangat terbuka,” tambahnya.

Lebih jauh, Appi menjelaskan isu strategis ekoteologi dan pengelolaan sampah sebagai tantangan utama Kota Makassar. Ia mengungkapkan komitmen pemerintah untuk mentransformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill.

Serta mengembangkan proyek waste to energy sebagai bagian dari solusi jangka panjang terhadap produksi sampah yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

“Kita akan ubah sistem TPA dari open dumping menjadi sanitary landfill, lalu kita dorong ke tahap berikutnya, waste to energy, bagaimana sampah bisa jadi listrik,” jelasnya.

Ia menegaskan, persoalan kebersihan harus menjadi kesadaran kolektif, karena menjadi fondasi utama pembangunan kota. Menurutnya, kota yang bersih akan membuka peluang investasi, sementara lingkungan yang kotor justru memicu berbagai persoalan kesehatan dan infrastruktur.

Appi menegaskan Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya antara pemuda IMM dalam menjalankan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Ia berharap setelah proses pengkaderan, para kader IMM dapat mengambil langkah awal untuk menciptakan sebuah gerakan pemberdayaan.

“Pikir dulu kegiatannya, pastikan bisa jalan. Lalu mulai saja dulu, karena yang tersulit adalah memulai,” tutupnya(*)

read more
DaerahNews

Setelah Jalan Hertasning, Aroepala Segera Dikerjakan, Didahului Pengerjaan Drainase

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus memperkuat pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.

Salah satu fokus utama berada pada ruas Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Kota Makassar yang masuk dalam Paket 1 skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2027.

Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp2,5 triliun untuk periode 2025–2027. Anggaran tersebut terbagi dalam enam paket pekerjaan Multi Years Project (MYP) serta didukung skema Single Years Contract (SYC) setiap tahunnya.

Khusus Paket 1 MYC memiliki nilai kontrak sebesar Rp430 miliar yang mencakup penanganan 13 ruas jalan di empat kabupaten/kota, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba, dengan total panjang penanganan mencapai 300,24 kilometer.

Adapun ruas jalan yang ditangani meliputi Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Kota Makassar, Jalan Tun Abdul Razak, Jalan HM Yasin Limpo, Burung-Burung–Bili-Bili, Sungguminasa–Malino, serta Malino–Batas Sinjai di Kabupaten Gowa.

Kemudian ruas Batas Gowa–Tondong, Botolempangan–Batubelerang–Batas, dan Batas Bulukumba–Sinjai di Kabupaten Sinjai. Sementara di Kabupaten Bulukumba meliputi ruas Batas Sinjai–Palampang, Tanete–Tanaberu, serta Kalimporo–Sumalaya–Batas Sinjai.

Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, ZN Ahmad Wildani, menjelaskan bahwa sepanjang 1,8 kilometer Jalan Hertasning dan 1,8 kilometer Jalan Aroepala menjadi fokus penanganan pada Paket 1.

Ia menjelaskan bahwa Jalan Hertasning dimulai dari pertigaan Jalan AP Pettarani hingga eks Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar. Sementara dari titik tersebut hingga perbatasan Kabupaten Gowa merupakan bagian dari Jalan Aroepala.

“Kita perlu jelaskan, bahwa untuk Jalan Hertasning sepanjang 1,8 km sampai di eks Kantor Disdik itu sudah ditangani pengaspalan. Untuk selanjutnya sampai perbatasan Gowa itu juga masuk dalam Paket 1, dan akan ditangani,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penanganan Jalan Hertasning dilakukan melalui pengaspalan, sementara Jalan Aroepala menggunakan dua metode, yakni pengaspalan dan beton (rigid pavement).

“Kalau Hertasning pengaspalannya telah selesai, selanjutnya perbaikan pedestrian dan pembersihan saluran. Untuk Aroepala akan ditangani 1,8 km dengan dua macam penanganan yakni aspal dan beton. Belum dimulainya penanganan jalan di sana karena kita menunggu pengerjaan saluran terlebih dahulu, untuk salurannya menggunakan U-Ditch beton dan sementara dalam tahap pabrikasi,” jelasnya.

Penanganan Jalan Aroepala diawali dengan pembangunan saluran untuk memastikan kelancaran aliran air saat hujan serta mengurangi potensi kemacetan selama proses pengerjaan.

“Kita harap kesabaran masyarakat, dan mohon doa agar pengerjaan jalan Aroepala dapat berjalan lancar. Tentunya Bapak Gubernur memfokuskan jalan ini, karena termasuk LHR tinggi yang akan membantu konektivitas wilayah dan berpengaruh pada perekonomian masyarakat,” tuturnya. (*)

read more
DaerahNews

Dipimpin Wali Kota Munafri, Makassar Jadi yang Pertama Serahkan LKPD 2025 ke BPK Sulsel

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, kembali mencatatkan langkah progresif dalam tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA), Pemkot Makassar menjadi daerah pertama di Sulawesi Selatan yang menyerahkan Laporan Keuangan (unaudited) Pemerintah Daerah (LKPD), tahun anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan.

Penyerahan tersebut berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (26/3/2026), dalam suasana formal dan penuh optimisme terhadap penguatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Penyerahan LKPD secara langsung dari Wali Kota Munafri Arifuddin kepada Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Selatan, Winner Franky Halomoan Manalu.

Langkah cepat ini menandai komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar, dalam menghadirkan tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan tepat waktu.

Tidak hanya menjadi yang pertama dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, capaian ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah kota dalam membangun kepercayaan publik melalui pengelolaan anggaran yang profesional dan bertanggung jawab.

Munafri Arifuddin menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas penggunaan anggaran yang bersumber dari masyarakat.

“Ini merupakan sebuah proses pertanggungjawaban yang kami laporkan, bagaimana penggunaan anggaran yang kami lakukan yang berasal dari masyarakat,” katanya.

“Dengan memaksimalkan proses penggunaan tersebut untuk kembali kepada masyarakat melalui program-program dan kegiatan yang memberikan dampak langsung,” lanjutnya.

Ini membuktikan, komitmen Pemkot tidak hanya menjadi prestasi administratif, tetapi juga mencerminkan arah baru kepemimpinan di Kota Makassar yang menempatkan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja sebagai fondasi utama dalam setiap program pembangunan.

Dengan langkah ini, Pemkot Makassar menunjukkan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata dan terukur.

Momentum ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pemeriksa dalam memastikan setiap penggunaan anggaran berjalan sesuai prinsip good governance.

Pada kesempatan ini, Appi berharap laporan ini dapat memberikan gambaran utuh terkait efektivitas penggunaan anggaran oleh Pemerintah Kota Makassar, sekaligus memastikan tidak ada anggaran yang terbuang sia-sia.

Menurutnya, setiap alokasi anggaran diarahkan untuk mendukung pembangunan yang berdampak langsung, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkup pemerintah kota.

“Kami berharap seluruh anggaran yang digunakan benar-benar bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dampak nyata,” harap orang nomor satu Kota Mkassar itu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyerahan LKPD ini juga menjadi langkah awal dalam proses pemeriksaan oleh BPK, sebelum nantinya dipertanggungjawabkan kepada DPRD.

“Laporan ini memberikan gambaran bagaimana tata kelola keuangan di pemerintah kota. Nantinya akan diperiksa oleh BPK apakah sudah sesuai dengan sistem dan prosedur. Jika sesuai, tentu kita berharap mendapatkan opini WTP,” jelasnya.

Ia menambahkan, capaian penyampaian laporan tepat waktu bahkan lebih cepat dari batas yang ditentukan menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar, dalam menjaga akuntabilitas.

“Kami menyelesaikan ini lebih cepat sebagai bagian dari kebiasaan baik, agar proses pemeriksaan bisa segera berjalan sebelum nantinya dipertanggungjawabkan di DPRD,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Appi menyampaikan apresiasi kepada BPK Perwakilan Sulawesi Selatan yang selama ini terus memberikan arahan dan masukan dalam proses pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah.

“Kami berterima kasih kepada BPK yang senantiasa memberikan arahan dalam penyusunan laporan, sehingga kami bisa memaksimalkan proses pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara baik,” ucapnya.

Sedangkan, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Winner Franky Halomoan Manalu, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas ketepatan waktu dalam penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 (unaudited).

Ia menyampaikan, sesuai ketentuan perundang-undangan, batas akhir penyerahan laporan keuangan daerah adalah 31 Maret setelah tahun anggaran berakhir. Namun, Pemerintah Kota Makassar telah menyerahkan laporan tersebut lebih awal, yakni pada 26 Maret 2026.

“Secara aturan, paling lambat penyerahan laporan itu tanggal 31 Maret. Dan Pemkot Makassar telah menyerahkan pada tanggal 26 Maret. Ini menjadi yang pertama dari 25 entitas yang diaudit BPK di Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Winner juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar beserta jajaran atas komitmen dalam menyelesaikan laporan keuangan sebelum nantinya disampaikan kepada DPRD, setelah melalui proses audit oleh BPK.

Dia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 tentang Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK memiliki waktu dua bulan untuk melakukan pemeriksaan sejak laporan diterima.

“Sejak laporan ini kami terima, maka waktu pemeriksaan sudah mulai berjalan. Kami harus mempersiapkan pemeriksaan terinci karena waktunya sangat terbatas,” jelasnya.

Dalam proses pemeriksaan tersebut, BPK berharap Pemerintah Kota Makassar dapat kooperatif, khususnya dalam penyediaan data dan informasi yang dibutuhkan tim auditor agar hasil pemeriksaan dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Winner menegaskan, penilaian opini atas laporan keuangan didasarkan pada empat kriteria utama, yakni kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kecukupan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), serta efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI).

“Keempat kriteria ini yang akan kami uji. Kami berharap Pemerintah Kota Makassar dapat mempertahankan opini WTP yang sebelumnya telah diraih,” katanya.

Ia menambahkan, secara prinsip, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan standar yang seharusnya dicapai dalam pengelolaan keuangan negara.

“Opini WTP itu sebenarnya default. Artinya, kalau tidak WTP berarti ada permasalahan dalam pengelolaan keuangan,” tegasnya.

Untuk itu, BPK menekankan pentingnya kerja sama seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar selama proses pemeriksaan berlangsung, baik dalam penyediaan data, komunikasi, maupun dukungan terhadap tim pemeriksa.

“Kami berharap proses pemeriksaan ini berjalan lancar, menghasilkan Laporan Hasil Pemeriksaan yang bermanfaat luas, serta menjadi motivasi untuk terus memperbaiki pengelolaan dan pertanggungjawaban APBD di Kota Makassar,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Munafri turut didampingi oleh sejumlah pejabat strategis lingkup Pemerintah Kota Makassar, di antaranya Plh Sekretaris Daerah yang juga Kepala Bappeda, Dahyal.

Kepala Inspektorat Kota Makassar, Andi Asma Zulistia Ekayanti, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Andi Asminullah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Muhammad Dakhlan. (*)

read more
DaerahNews

Munafri–Melinda Sowan ke JK, Rawat Silaturahmi di Momentum Idulfitri

LANGITKU.NET, Makassar – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, dimanfaatkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, untuk merawat dan mempererat silaturahmi dengan tokoh nasional sekaligus Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan khas Lebaran, Appi bersama Melinda yang memiliki kedekatan sebagai anak/ponakan, bertandang ke kediaman Jusuf Kalla selaku sosok orang tua, di Jalan Haji Bau, Makassar, Minggu (22/3/2026) malam.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang berbagi pandangan dan meminta wejangan dari JK selaku negarawan, guna memperkuat arah dan strategi pembangunan Kota Makassar ke depan.

Menurut Appi, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi tradisi Lebaran, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyerap pandangan dan nasihat dari sosok yang telah berpengalaman dalam pemerintahan dan pembangunan.

“Ini setiap tahun, kami ke rumah Pak JK silaturahmi dalam momentum Idulfitri. Pak JK sebagai orang tua, kami wajib meminta pandangan dan mendengarkan nasihatnya,” ujar Munafri.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Munafri dan Melinda Aksa tampak duduk mendengarkan nasihat dari Jusuf Kalla, yang turut didampingi sang istri, Mufidah Jusuf Kalla.

Nuansa Idulfitri yang hangat semakin terasa, mencerminkan eratnya hubungan kekeluargaan sekaligus sinergi antara pemerintah Kota dan tokoh bangsa dalam semangat membangun Makassar yang lebih maju.

Appi menilai, Hari Raya Idulfitri merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat komunikasi lintas kepemimpinan, termasuk JK selaku tokoh bangsa yang pernah memimpin Republik Indonesia.

Appi menuturkan, wejangan dari JK, akan dijalankan agar pembangunan Kota Makassar dapat semakin terarah, berkelanjutan, dan mampu menjawab berbagai tantangan ke depan.

“Ada hal perlu kami terus lakukan untuk pembangunan Kota ini, sehingga momentum hari raya ini penting untuk menjaga silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan orang tua kami pak JK,” tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Munafri bersama Melinda Aksa selaku Ketua TP PKK Makassar, bersilaturahmi di kediaman mantan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, melanjutkan ke kediaman mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), di Kompleks PDAM Ratulangi, Kecamatan Ujung Pandang, Sabtu (21/3/2026) malam.

Setelah itu, Appi dna Melinda juga silaturahmi ke kediaman mantan Wali Kota Makassar lainnya, Andi Herry Iskandar, yang berlokasi di Jalan Sungai Lariang, Kecamatan Ujung Pandang. (*)

read more
Showbiz

Kolaborasi Al Markaz dan Bank Mega Syariah Hadirkan Festival Bedug Ramadhan 2026

LANGITKU.NET, Makassar – Festival Bedug Ramadhan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar resmi digelar pada tanggal 18–19 Maret 2026 di panggung utama Plaza Al Markaz Al Islami. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda “Kemilau Ramadhan” yang menghadirkan nuansa religi dengan sentuhan seni budaya khas Islam, sekaligus menjadi ruang silaturahmi masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi
Selatan.

Selain Festival Bedug, panitia juga menyelenggarakan lomba Senandung Asmaul Husna antar Majelis Taklim. Kedua kegiatan ini menjadi daya tarik utama karena tidak hanya menampilkan kreativitas peserta, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual melalui lantunan dzikir dan irama bedug yang khas.

Festival Bedug diikuti oleh enam peserta yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar. Sementara itu, lomba Senandung Asmaul Husna diikuti oleh delapan Majelis Taklim yang juga mewakili berbagai wilayah di
Sulawesi Selatan, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan.

Panitia kegiatan dari Darul Aqsa menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk menghidupkan syiar Islam dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjadi wadah ekspresi seni religi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Mega Syariah sebagai sponsor utama. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah bagi para pemenang lomba. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung kegiatan positif berbasis syariah dan pemberdayaan umat,” ungkap perwakilan Bank Mega Syariah.

Kolaborasi antara Masjid Al Markaz Al Islami dan Bank Mega Syariah mencerminkan kesamaan visi dalam mengembangkan syiar Islam melalui pendekatan seni dan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan industri kreatif di Sulawesi Selatan, dengan tetap merangkul inovasi digital serta melibatkan berbagai komunitas lokal.

Dengan terselenggaranya Festival Bedug dan lomba Senandung Asmaul Husna ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam semakin tumbuh di tengah masyarakat. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas (*).

read more
1 2 3 4 274
Page 2 of 274