close
Sains & Techno

Ini Drone Terbesar Sejagat, Beratnya 28 Ton

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ini bukan drone biasa. Ukurannya merupakan yang terbesar di dunia dan fungsinya pun khusus, yaitu untuk melesatkan satelit menuju ke orbit Bumi.

Drone bernama Ravn X ini adalah buatan startup Aevum yang berbasis di Amerika Serikat. Panjangnya mencapai 24 meter. Ia dapat terbang dari manapun asalkan ada lintasan setidaknya sejauh 1,6 kilometer.

Bodi Ravn X dapat menggendong roket dan satelit. Begitu drone yang dapat beroperasi secara otomatis ini sudah mengangkasa dan berada di ketinggian yang tepat, maka roket yang dibawanya itu akan dilepaskan dan kemudian meluncurkan satelit kecil menuju orbit rendah Bumi.

Ravn X lebarnya 18 meter dan tingginya sekitar 5,4 meter, serta beratnya mencapai 28 ton. Angkatan Udara Amerika Serikat telah menjadi klien mereka untuk menerbangkan satelit senilai USD 4,9 juta di tahun 2021.

Jay Skylus selaku pendiri dan CEO Aevum menyatakan drone buatan mereka sebenarnya cukup mirip dengan pesawat tradisional dan dayanya berasal dari bahan bakar. Hanya saja bentuk dan operasionalnya memang seperti drone.

“Kami tidak memerlukan lokasi peluncuran. Semua yang dibutuhkan adalah landasan yang sepanjang 1,6 kilometer serta hanggar,” kata Skylus yang dikutip dari Independent.

Maka peluncuran satelit dengan drone ini dikatakan bisa lebih efisien, terlebih jumlah staff yang diperlukan hanya 10% dari penerbangan satelit konvensional. Banyak operasi juga bisa dilakukan secara otomatis dengan software.

“Apa yang kami buktikan adalah kelincahan, fleksibilitas, responsif dan juga operasional yang efisien,” klaim Skylus.

Ia menambahkan bahwa drone Ravn X merupakan kendaraan yang benar-benar jenis baru dan belum pernah ada sebelumnya. Skylus sendiri mendirikan perusahaan Aevum pada tahun 2016. Dia sebelumnya bekerja di NASA dan beberapa perusahaan antariksa komersial.

 

 

 

 

 

source : Fino Yurio Kristo – detikInet

read more
DaerahNews

Rampung, Wagub Sulsel tinjau jembatan sungai watu di bone

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Tiba di Rujab Bupati Bone Pukul 07.31 Wita Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sukaiman diterima langsung Bupati Andi Fashar Padjalangi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bone.

Kedua pemimpin tersebut bersama-sama akan mengunjungi jembatan Sungai Watu, Kecamatan Cenrana, Bone.

Ini kunjungan ke dua Wagub Andi Sudirman Sulaiman di jembatan yang menghubungkan Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo tersebut.

Sebelumnya di tanggal 22 Juli 2020, ia melaksanakan kunjungan saat proses pembangunan jembatan masih tahap awal.

“Pembangunan jembatan ini asas manfaatnya sangat besar,” tegas Kepala Desa Nagauleng, Hamzah Mappasere, Minggu 6 Desember 2020.

Lanjutnya ia menyampaikan segala hasil pertanian, perikanan, dan perkembunan masyarakat melalui akses jalan ini.

“Manfaatnya bagi masyarajat karena akses ini sangat vital, sangat bermanfaat dibidang ekonomi menentukan ekonomi kecamatan cenrana khususnya, dan kabupaten bone,” lanjutnya.

Saat berkunjung dan bejalan di atas jembatan ini. Wagub tidak hentinya bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan yang telah belasan tahun hanya jembatan kayu dan besi.

“Alhamdulillah pengerjaan jembatan sungai watu telah memasuki selesai. Pengerjaan jembatan ini merupakan bantuan keuangan dari Provinsi,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman

Bagi Andi Sudirman, ini merupakan wujud sinergitas antar Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

“Kami mengapresiasi Bupati Bone dan jajarannya yang telah berani dan tuntas menyelesaikan jembatan sungai watu ini,”

Hal itu ia sampaikan sebab banyak bantuan keuangan yang diserahkan ke Kabupaten dari Pemerintah Provinsi yang tidak dapat di manfaatkan lalu dikembalikan ke Pemprov.(jalu)

read more
DaerahNews

PUG untuk Maksimalkan Peran Perempuan dalam Pembangunan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pengarusutamaan gender (PUG), bertujuan untuk menurunkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam mengakses dan memanfaatkan pembangunan. Juga untuk meningkatkan partisipasi serta peran perempuan dalam mengontrol pembangunan. PUG mendorong kesetaraan dan menjamin pemenuhan hak-hak perempuan, yang merupakan hak asasi manusia (HAM).

“Perda tentang PUG ini bagian dari wujud dukungan kebijakan untuk menghapus diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan. PUG ini untuk memaksimalkan peran perempuan dalam pembangunan,” jelas Sri Rahmi, anggota DPRD Provinsi Sulsel, periode 2019-2024.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Provinsi Sulsel itu berbicara di hadapan warga dalam Program Penyebarluasan Produk Hukum Daerah yang diadakan oleh DPRD Provinsi Sulsel. Kali ini, dia mensosialisasikan Perda Provinsi Sulsel Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.

Sosialisasi Perda tersebut diadakan di dua lokasi berbeda pada Jumat, 4 Desember 2020. Pada pagi hari, kegiatan berlangsung di Wisma Latobang, Jln. Andi Mappaoddang, dengan peserta dari Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate. Sedangkan pada sore hari, kegiatan diadakan di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel, Jln. Dr. Sam Ratulangi, Makassar, menghadirkan peserta dari Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang.

Kegiatan ini dihadiri antara lain oleh Ketua DPC PKS Tamalate, Muhammad Anwar, Ketua DPC PKS Mamajang, Sudirman, Lurah Barang Baru, Hari Muharram Amral, SE, tokoh masyarakat, tokoh agama dan beberapa Ketua RT dan Ketua RW.

Secara terbuka Sri Rahmi mengakui bahwa ada banyak aturan di provinsi tapi tidak disosialisasikan. Padahal aturan-aturan itu mengikat masyarakat. Bila masyarakat mengetahui keberadaan aturan tersebut, mereka bisa mengambil peran. Jangan sampai masyarakat baru tersadar bahwa ada aturannya begitu terkena dampak dan sanksi.

Sehingga, dia dan anggota dewan lainnya turun ke dapil masing-masing untuk sosialisasikan Perda PUG ini, biar perempuan dan laki-laki saling dukung, saling bersinergi bagi kemajuan Sulsel. Menariknya, kata perempuan yang akrab disapa Bunda itu, karena Perda ini menganut asas sipakatau, sipakalebbi dan sipakainga, yang merupakan nilai budaya masyarakat Sulsel

“Tugas kami di DPRD Sulsel adalah memastikan bahwa kebijakan, program dan anggaran harus berperspektif gender, di mana perempuan berperan serta, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi,” tegasnya.

Aktivis perempuan, Ida Rustam, mencoba mengubah paradigma peserta dengan menjelaskan tentang perbedaan gender dan kodrat. Disampaikan, ada salah kaprah di masyarakat tentang kodrat perempuan, seolah aktivitas domestik, seperti memasak, mencuci, mengasuh anak dan sebagainya, merupakan kodrat. Padahal kodrat perempuan itu hanya rahim, menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui, yang tidak dimiliki atau tidak bisa dilakukan laki-laki.

Inilah, lanjutnya, jenis kelamin yang membedakan perempuan dengan laki-laki. Ini kodrat yang tidak bisa dipertukarkan, sedangkan gender itu bisa dipertukarkan. Jadi, tambahnya, gender merupakan konstruksi sosial akibat pengaruh budaya, khususnya budaya patriarki.

Ida Rustam, yang pernah menjadi Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan, juga memaparkan tentang bentuk-bentuk ketidakadilan gender. Yakni marginalisasi, subordinasi, beban ganda, stereotipe/pelabelan, dan kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun ekonomi.

Menurut Rusdin Tompo, internalisasi nilai-nilai gender yang berakibat pada peran gender, diperkenalkan oleh orangtua (keluarga), masyarakat, lewat pendidikan (kurikulum), juga media massa, bahkan melalui kebijakan negara yang dalam tataran tertentu masih bias dan belum adil gender.

Karena itu, peran serta masyarakat diperlukan. Apalagi Perda PUG menjamin masyarakat terlibat dalam penyelenggaraan PUG, mulai dari penetapan kebijakan, peningkatan kualitas SDM, penyediaan anggaran, hingga penyediaan fasilitas untuk PUG.(jalu)

read more
DaerahNews

Dinilai Mencapai Standard of Excellence in Quality, KOSPERMINDO Dianugerahi Sidhakarya oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar  — Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan Penganugerahan Produktivitas Siddhakarya tahun 2020 kepada 6 usaha kategori kecil dan menengah yang dilaksanakan di Makassar, Rabu (2/12).

Penghargaan ini diberikan kepada Usaha kecil dan menengah yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas sampai mencapai standard of excellence in quality.

“Saya mengucapkan selamat kepada pemenang dan mudah-mudahan kemenangan ini bukan hanya tujuan semata tetapi meningkatkan produktivitaslah yang utama,” kata Andi Sudirman Sulaiman

Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan penghargaan ini merupakan bentuk nyata dari keterlibatan pemerintah daerah dalam upaya mendukung kemajuan pelaku usaha yang ada di Sulsel

“Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah agar UMKM dapat terus produktif, menyerap tenaga kerja dan memajuhkan daerah,” ujarnya. Menurutnya saat ini banyak usaha kecil dan menengah bisa survive ditengah krisis pandemi.

Wagub berharap perusahaan peraih penghargaan Siddhakarya ini dapat melanjutkan tren positifnya hingga ke tingkat nasional.

“Perlombaan ini akan diteruskan ke tingkat nasional dan mudah-mudahan pemenang ini dapat menang di tingkat nasional,” harap Andi Sudirman Sulaiman.

“Peran umkm sangat penting, potensi UMKM harus di gali, kedaulatan usaha dalam negeri bagaimana kita bisa menciptakan kekuatan ekonomi mandiri dari dalam Negeri,” tambahnya.

Arman Arfah, Ketua Kospermindo

Sementara itu dari 6 UMKM yang mendapatkan penghargaan tersebut, Kospermindo salah satunya. Ketua Kospermindo, Arman Arfah mengatakan bahwa Kospermindo sebagai salah satu wadah koperasi berperan penting dalam aspek pengembangan budidaya rumput laut, sekaligus pada aspek penguatan daya saing produk olahan rumput laut.

Penganugrahan sidhakaya kepada Kospermindo sebagai bentuk apresiasi pemerintah dalam mendorong aspek produktivitas kerja dan sekaligus dorongan untuk untuk peningkatan nilai tambah olahan produk rumput laut, sehingga melalui anugerah sidhakaya diharapkan kospermindo dapat lebih meningkatkan standar mutu produk budidaya dan olahan agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global.

“Kami sangat senang Kospermindo dianugerahi Sidhakarya, ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada kami sebagai salah satu wadah koperasi yang berperan penting dalam pengembangan budidaya rumput laut” ujar Arman Arfah. (jalu)

read more
DaerahNews

Wagub : Sulsel Bisa Survive Selama Pandemi Melalui Sektor Pangan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dengan Tema “Bersinergi Menjaga Optimisme dan Momentum Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan”, pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Kamis (3/12/2020).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan beragam progress yang telah dilakukan Pemprov Sulsel selama kurun waktu 2 tahun kepemimpinannya bersama Gubernur, Nurdin Abdullah.

“Komitmen kami bersama untuk fokus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Triwulan pertama Tahun 2020, penyerapan anggaran secara Nasional, Sulawesi Selatan tertinggi. hal itu atas langkah Pemprov Sulsel ke percepatan kontrak pada infrastruktur sehingga ekonomi berpengaruh hingga di pelosok.

Ekonomi di Sulsel, kata dia, melakukan langkah survive pada kondisi pandemi ini. Salah satunya, atas langkah cepat Pemprov Sulsel dalam penanganan Covid-19 melalui hadirnya program Wisata Covid-19. Terobosan ini pun, menjadi rujukan Nasional hingga WHO.

“Kami menyepakati adanya wisata Covid-19. Melihat masyarakat dominan pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang dilakukan di daerah. Sehingga kita intervensi Wisata Covid-19, sehingga hasil pertanian dan laut bisa terjamin. Sulawesi Selatan memiliki karakteristik sebagai suplai pangan di 27 Provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Wagub Andalan menyampaikan, bahwa Pemprov Sulsel berupaya dalam menfokuskan program. Yang semula 6.000-an, di tahun 2019 terlaksana 4.000an menyusul 2020 menjadi 2000-an program kegiatan. Bahkan di tahun 2021 memfokuskan kurang dari 500 program. Langkah itupun berdampak pada program lebih menyentuh ke masyarakat, salah satunya infrastruktur dan irigasi bisa dianggarkan hingga triliunan serta memberikan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota sejumlah Rp 500 miliar.

Selain itu, Pemprov Sulsel telah membuka jalur ekspor langsung (direct call), tanpa harus transit.


Pada APBD tahun 2020 Pemprov Sulsel refokusing dan realokasi dilakukan pada sektor kesehatan dan jaring pengaman sosial. “Alhamdulillah kita tetap bisa melakukan intervensi penanganan covid melalui realokasi anggaran 2020. Kita juga sedang proses perubahan RPJMD untuk menyeseuaikan perubahan struktur SKPD sekaligus mempertajam program perioritas serta selaraskan langkah pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan,”

Pemerintah Pusat, kata dia, memberikan bantuan dengan menghadirkan Bandara Buntu Kunik di Toraja. Olehnya itu, Pemprov Sulsel bersama kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara memberikan intervensi dalam subsidi tiket. “Sehingga wisata dan ekonomi bisa menggeliatkan. (Terciptanya) sinergitas untuk proses percepatan ekonomi daerah” ujarnya.

“Alhamdulillah, inflasi memuaskan bagi kita. Terima kasih untuk tim TPID dalam mendukung dan memberikan pendampingan agar bisa sejalan dengan kebijakan kita,” ungkapnya.

Dirinya mengakui bahwa, dalam pandemi ini Sulsel bisa survive melalui sektor pangan. “Pandemi mengajarkan kita bagaimana reformasi birokrasi, mengajarkan kita digitalisasi. Yang membuat kita memaksa untuk berubah bahwa digitalisasi tidak bisa dihindari. Namun perlu di ingat bahwa ada sektor yang tidak bisa digital seperti pertanian dan kelautan. Akan tetapi digital bisa menjadi pendukung tools untuk meningkatkan produksi,”

Wagub Sulsel menekankan bahwa, apa yang dilakukannya ini sebagai bentuk implementasi sila kelima Pancasila. Pemerataan yang berkeadilan. Ia pun mengajak untuk selalu bersinergi untuk pertumbuhan ekonomi di Sulsel.(jalu)

read more
Health

Sering Dijadikan Pemanis Buatan, Ini Bahaya Sirup Jagung

LANGITKU NETWORKS – Sirup jagung seringkalimenjadi pemanis tambahan pada makanan. Selain harganya murah, sirup jagung juga memiliki citarasa manis yang lebih tinggi daripada pemanis buatan lainnya.

Sayangnya, mengonsumsi terlalu banyak sirup jagung tinggi fruktosa juga bisa menyebabkan resistensi insulin, obeistas, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.

Pakar pengobatan fungsional dari Cleveland Clinic, Mark Hyman, juga mengatakan sirup jagung tinggi fruktosa memiliki efek buruk untuk tubuh.

Pasalnya, sirup jagung mengandung glukosa yang tinggi. Fruktosa memang memiliki indeks glikemik yang rendah.

Akan tetapi, hanya sel hati yang dapat memproses fruktosa. Kondisi inilah yang memicu masalah kesehatan.

“Saat dikonsumsi, fruktosa diolah menjadi lemak oleh hati. Hal ini memicu produksi trigiliserida dan kolesterol,” ucap Hyman.

Jika dikonsumsi berlebihan, fruktosa juga bisa memicu lubang kecil di lapisan usus, yang membuat protein asing makanan dan bakteri masuk ke aliran darah.

Kondisi ini bisa memicu peradangan, yang semakin memperparah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Memicu obesitas

Riset juga menunjukan sirup jagung tinggi fruktosa dapat memicu nafsu makan yang turut meningkatkan risiko obesitas.

“Sirup jagung tinggi fruktosa juga berkontribusi terhadap diabetes, peradangan, trigliserida tinggi, dan sesuatu yang kami sebut penyakit hati berlemak non-alkohol,” kata Dr. Hyman.

Tak hanyaitu, sirup jagung tinggi fruktosa juga bisa menyebabkan sirosis.

Adakah pemanis makanan yang menyehatkan?

Hyman merekomendasikan kita untuk menghindari sirup jagung sebagai pemanis makanan.

Sebaiknya, kita memilih makanan yang benar-benar mengandung pemanis alami, seperti buah-buahan.

Jika ingin mengonsumsi makanan kemasan, sebaiknya baca label kemasan terlebih dahulu.

“Seringkali makanan kemasan mengandung sirup jagung hampir 80 persen. Jadi, baca label kemasan sebelum membelinya,” saran Hyman.

 

 

source : health.clevelandclinic.org
Editor: Ariska Puspita Anggraini

kompas.com

read more
Lifestyle

Sehat Dulu Baru Cari Uang atau Cari Uang Buat Sehat?

LANGITKU NETWORKS, Sebetulnya ini bukan pertanyaan yang layak dijadikan polemik. Apalagi jika didompleng suatu kepentingan yang ‘maksa’.

Di tengah zaman yang penuh hingar bingar informasi seputar jurus sehat yang bikin pusing kepala (dan akhirnya tetap tidak sehat juga) lalu publik menjadi apatis – dan memilih hidup seadanya, yang penting kantong tak kering.

Dan dengan kantung penuh banyak orang menganggap semua bisa dibeli, termasuk obat paling mahal dan layanan rumah sakit berkelas.

Saya jadi teringat pembicaraan sekian belas tahun yang lalu dengan salah seorang taipan di Singapura – negri yang membanggakan kualitas layanan kesehatannya.

Ia berkata,”Tidak apa-apa kita nikmati hidup di masa muda, sepuas-puasnya selagi bisa, biar tidak menyesal di hari tua. Dan di masa muda itu cari uang juga sebanyak-banyaknya, selain buat bersenang-senang juga tabungan jika sakit nanti. Lihat orang yang tak punya uang: sudah hidupnya susah, mau mati pun susah!”.

Saya tercenung cukup lama saat itu. Tak lama kemudian salah seorang kerabat menertawakan pekerjaan saya yang dianggapnya seperti memindahkan air laut dengan sendok.

Ia sama sekali tak merasa perlu repot-repot memikirkan apa yang dimakannya sehat atau tidak. Menurutnya, jatuh sakit ibarat nasib. Tak perlu pula utak atik statistik.

Ada orang yang seumur hidupnya berusaha keras ‘ hidup sehat’ faktanya tidak bahagia, bahkan tersisih dari pergaulan, karena cara makan yang aneh dan tidur ‘kepagian’, sementara orang lain masih menikmati hiburan malam.

Dan, ia menambahkan – semua orang pasti mati – dan ‘saya tidak mau jadi mayat paling sehat di kuburan’.

Barangkali orang-orang seperti itu hanya melihat lingkaran kecil dalam hidupnya. Bahkan ‘kenikmatan’ jangka pendek, sependek pemahamannya tentang ‘urip sing murup’ – istilah Jawa tentang hidup bernyala penuh dengan gairah dan semangat.

Mencari uang dengan gairah dan semangat justru bisa terjadi jika orangnya sehat. Sehat bukan hanya sekadar bebas dari penyakit, tapi juga literasinya, pemahamannya, perilakunya.

Alhasil uang yang didapatkan pun dapat digunakan untuk meneruskan hidup yang lebih bermanfaat sekaligus hemat, karena rongrongan penyakit tidak menempati pos pengeluaran yang terbesar dalam keluarga.

Peluang mencari uang tanpa dimulai dari hidup yang sehat, berpusar menciptakan lingkaran setan.

Seperti dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik 2020, rata-rata pengeluaran kelompok makanan per kapita per bulan ranking tertinggi dikuasai makanan dan minuman jadi 17.26% (naik dari 14.14%), urutan ke dua dengan amat mengejutkan direbut rokok (6.05%) dan posisi ketiga baru padi-padian (5.57%) – yang justru menurun dibanding 2016 (6.82%). Apakah orang Indonesia lebih mementingkan merokok ketimbang memenuhi makanan pokoknya?

Sangat ironis bila kita amati konsumsi rokok ini hampir dua kali lipat ketimbang konsumsi sayuran (3.25%) dan ikan (3.89%).

Saat rokok naik peringkat, mirisnya belanja sayur justru menurun dibanding 2016 (3.65%).

Beberapa fakta angka seperti ini, akan semakin mengerikan apabila pendapatan kian meningkat.

Kemampuan menghasilkan uang tidak sebanding dengan derajat kesehatan yang sama sekali tidak diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang.

Orang menghabiskan uangnya untuk produk-produk konsumsi yang sama sekali tak dibutuhkan tubuh, kecuali demi pamer bisa makan sesuai tren.

“Duo mematikan” kian mengerikan saat peningkatan penghasilan dihadapkan rayuan iklan.

Apabila pemerintah juga tidak meletakkan derajat kesehatan sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan atau salah kaprah menilai makna ‘derajat kesehatan’ hanya sekadar canggihnya fasilitas kesehatan, maka pembangunan manusia seutuhnya akan menuju jurang krisis.

Tidak banyak orang menyadari, bahwa orang tua yang terpapar edukasi adalah mereka yang mampu memilih bahan pangan yang baik, meracik dengan benar, dan mengolah dengan cara yang sehat.

Bukan memilih daftar menu jasa layanan antar atau tinggal memanaskan produk ajaib yang katanya tinggi protein dan serat.

Sudah waktunya Indonesia belajar dari negara-negara lain yang sempat mengalami jatuh bangun menata pola konsumsi rakyatnya dan harga mahal yang harus dibayar, saat murid SD mengira saus tomat adalah kategori sayur (karena ngotot ada kata ‘tomat’nya).

Begitu pula ketika kita mendorong masyarakat meningkatkan asupan sayur dan buah, apabila tidak disertai pemahaman dan kontruksi cara berpikir yang masuk akal, maka konsumsi sayur dan buah akan menjadi kebiasaan mewah, karena hidup sehat diandaikan perlu berlangganan jus untuk proses ‘detoks’ atau menyisipkan aneka ‘superfood’ impor ke dalam blenderan.

Padahal, sayur dan buah sudah sempurna tercipta seperti apa adanya. Dan tidak ada kurikulum ‘manajemen detoks’ di program studi ilmu gizi maupun fakultas kedokteran di mana pun.

Mengondisikan masyarakat hidup sehat sehingga mereka bisa cari uang yang akan bermanfaat untuk kehidupan yang lebih baik (bukannya diboroskan lagi untuk ‘menambal’ tubuh yang didera penyakit akibat gaya hidup ngawur), ibaratnya seperti memulihkan seorang anak yang menderita infeksi cacing sebelum mengejar keterlambatan tumbuh kembangnya.

Merupakan tindakan sia-sia menjejali anak cacingan dengan segala sumber nutrisi, sementara parasitnya belum ditangani.

Alih-alih sang anak menjadi sehat, berbagai asupan pangan dan suplemennya justru menjadi penyubur koloni cacing dalam ususnya.

Pentahelix yang terdiri dari pemerintah, masyarakat, akademisi, media dan pelaku industri sebagai upaya penanggulangan masalah gizi belum menampilkan hasil signifikan yang secara nasional bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan.

Pelibatan pelaku industri dan pebisnis terlalu sulit untuk benar-benar bisa disebut ‘bersih’ dari kepentingan, minimal dengan pencantuman logo, yang akhirnya menjadi iklan terselubung yang dengan mudah dikenali publik sebagai benang merah produk yang iklannya tanpa kendali mengalir, ketimbang edukasi sesungguhnya yang memberdayakan masyarakat dengan segala kekayaan lokalnya.

Sungguh, begitu banyak pekerjaan rumah yang masih menumpuk terbengkalai atau butuh revisi akibat lalai.

Perlu kerjasama yang tujuan satu-satunya demi kepentingan rakyat Indonesia. Mengendorkan nafsu mencari untung, ibaratnya memberi kesempatan orang lain menabung.

Sehingga, keluarga Indonesia menemukan otentisitas makna sehat sesungguhnya, bangga akan kearifan lokalnya, dengan demikian sehat dan berdaya bukan lagi mimpi.

 

 

 

source : Kompas.com
Penulis: DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum
Editor: Bestari Kumal Dewi

 

 

read more
DaerahNews

Di LPK Simbuang-Mappak, Wagub Sulsel : Jadilah Orang Yang Berintegritas

LANGITKU NETWORKS, Tana Toraja – Latihan pengembangan kepemimpinan menjadi fokus utama dalam proses belajar di oraganisasi daerah Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak.

Dengan tema “Mengaktualisasi karakter kader yang berintegritas pada kepemimpinan”, kegiatan tahunan tersebut di laksanakan di gedung Aptisi, 1-3 Desember 2020.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman yang juga dikenal sangat memperhatikan wilayah pedalaman di Sulsel salah satunya Simbuang Mappak menghadiri secara virtual.

Diketahui, Wagub Sulsel saat ini sedang melakukan kunjungan kerja di Tana Toraja dan Toraja Utara.

“Kemarin kita sudah melaksanakan kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Sulsel dihadiri oleh Bawaslu RI dan seluruh Bawaslu Se Sulsel,” kata Andi Sudirman Sulaiman dalam sebuah video, Selasa 1 Desember 2020.

Itu dia sampaikan kepada mahasiswa untuk mengingatkan kembali tanggung jawab menjaga idealis.

“Partisipasi Mahasiswa dalam pemilihan sebagai pemilih yang muda, tentu harus sangat detail dalam memilih kepala daerah. Saya yakin adik adik mencari pemimpin yang berintegritas,” sambungnya.

Pemimpin lahir selalu mengawali proses proses yang baik. Proses yang baik itu adalah proses pilkada.

“Mahasiswa harus turut mengedukasi kepada seluruh paslon dan masyarakat bahwa mereka harus menjadi contoh yang baik termasuk dalam politik atau pilkada. Tidak melakukan politik uang dan kecurangan lainnya. Ajaklah para paslon calon pemimpin untuk adu program yang realistis dikerjakan dan dibutuhkan masyarakat” jelasnya.

Dia berharap, agar kegiatan latihan dasar kepemimpinan terus di galakkan. Sehingga mampu menumbuhkan rasa integritas.

“Integritas tidak hanya di terapkan saat menjadi Mahasiswa, juga setelah selesai bahkan ketika menjadi pejabat nantinya, tokoh masyarakat, jadilah orang-orang yang berintegritas,” pesan Andi Sudirman Sulaiman kepada seluruh peserta.(jalu)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Ingin Wujudkan Selayar Daerah Wisata Andalan

LANGITKU NETWORKS, Selayar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen untuk kemajuan Kabupaten Kepulauan Selayar. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan sambutannya secara virtual pada 415 Kabupaten Kepulauan Selayar, Minggu, 29 November 2020.

Peringatan itu melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Selayar yang dipimpin oleh Ketua DPRD Selayar, Mappatunru, yang juga dihadiri oleh Pjs. Bupati Kepulauan Selayar, Asriady Sulaiman; Sekda; Anggota DPRD, Anggota DPR RI, Rapsel Ali; Seluruh OPD. Hari jadi Kabupaten Kepulauan Selayar kali ini mengangkat tema “Mewujudkan Selayar Sebagai Daerah Kunjungan Wisata Andalan Sulawesi Selatan”.

Wagub Andalan akronim dari nama Andi Sudirman Sulaiman hadir secara virtual dengan mengenakan pakaian adat Bugis Makassar. Menurut Wagub Sulsel, bahwa Selayar merupakan wilayah kepulauan dengan potensi yang besar. Bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata menuju destinasi wisata andalan Sulsel.

Ia menegaskan komitmen bersama terus memajukan Selayar dengan menjadikan sebagai bagian dari program strategis Provinsi.

“Provinsi terus membangun Infrastruktur Jalan, Pertanian Jeruk Khas Selayar, Perikanan dan Kelautan, Kebutuhan Dasar Kepulauan dan Wisata termasuk menggodok Selayar dalam penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sinergitas terus akan terbangun demi Selayar yang maju dan lebih baik,” ungkapnya.

“Program Ekonomi khusus di Kepulauan Selayar sementara dikaji dan semoga prosesnya dapat berjalan cepat. Program salah satunya yang saya inginkan dapat mewujudkan Selayar sebagai lokasi wisata Andalan Sulsel,” kata Andi Sudirman Sulaiman

Pemerintah Sulawesi Selatan terus mendesak dan mendorong masalah yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Sementara itu, listrik di Kepulauan, saat ini kami memprogram kembali program listrik di Kepulauan Selayar.

“Pemerataan Keadilan pembangunan harus ditegakkan sesuai sila ke 5 Pancasila. Pelayanan dasar di kepulauan harus terjamin terutama pendidikan dan kesehatan,” tegas Andi Sudirman Sulaiman.

Dirinya bersama Gubernur Sulsel terus mendorong bagaimama masyarakat Kepulauan selayar harus mendapatkan prioritas pelayanan dasar. Pelayanan dasar kelistrikan, mendorong telekomunikasi, sistem air minum yang ada di kepulauan.

Program harus fokus dan tajam ke masyarakat, seperti halnya di Pemprov Sulsel. Program telah dirampingkan, sehingga program menjadi efektif dan efesien.

“Komunikatif dan bersinergi antar seluruh pemangku kebijakan sangat diperlukan untuk mewujudkan keadilan pembangunan bagi Masyarakat Selayar. 415 tahun bukan umur yang sangat singkat, dengan umur tersebut harus mampu memajukan Kabupaten Kepulauan Selayar,” tambahnya

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Kepulauan Selayar, Asriady Sulaiman melaporkan kondisi dan potensi Kabupaten Kepulauan Selayar. Mencermati kondisi dan potensi wilayah tersebut, Asriady mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan diperhadapkan terhadap berbagai tantangan sekaligus sebagai peluang untuk dikembangkan wilayah yang dihuni oleh penduduk yang tersebar di setiap pulau.

Dikemukakan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sulsel, serta berangkat dari ketersediaan potensi sumber daya alam yang mumpuni, maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah memilih bidang kepariwisataan dan bidang kelautan serta perikanan sebagai lokomotif pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Pengembangan bidang ini diharapkan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat. Sedangkan untuk jangka menengah dan jangka panjang diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi, baik pada tingkat Provinsi Sulsel maupun pada tingkat nasional.

Menyinggung soal RPJMD Sulsel, KEK Pariwisata Selayar diproyeksikan dapat menjadi salah satu pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel, yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect economi dan memberikan kontribusi peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah dan provinsi.(jalu)

read more
Sains & Techno

Siap-siap, Batas Umur Minimal Pengguna Medsos 17 Tahun

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Pemerintah berencana untuk menerapkan pembatasan usia penggunaan layanan media sosial (medsos) mulai dari Facebook, Twitter, maupun Instagram. Bila diterapkan, maka pengguna medsos tersebut harus berada di usia minimal 17 tahun.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengusulkan pembatasan usia pengguna medsos itu dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang saat ini masih dalam pembahasan antara pemerintah dan Komisi I DPR RI.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, bila melihat regulasi General Data Protection Regulation (GDPR) itu batasan di usia 16 tahun, tetapi nanti Indonesia akan lebih tinggi lagi.

“Batas usia ini memang peran orangtua itu penting dalam pemanfaatan teknologi digital. Contohnya saat anak saya waktu itu masih SMP dan belum 13 tahun, tapi teman-temannya sudah punya (akun medsos). Setelah 13 tahun, boleh punya akun Facebook tapi orangtua jadi teman pertamanya,” tutur Semual dalam diskusi virtual “Melindungi Jejak Digital dan Mengamankan Data Pribadi”.

“Nah, di RUU nanti batasannya bukan hanya 13 tahun. Kalau kita lihat GDPR itu batasannya 16 tahun, di Amerika juga. Di Indonesia dalam RUU PDP ini mengusulkan batasannya 17 tahun, di bawah 17 tahun harus ada consent dari orangtua,” sambungnya.

Dirjen Aptika menekankan bahwa peran orangtua terhadap anak yang memiliki akun medsos itu sangat penting. Sehingga persetujuan orangtua semacam ‘restu’ agar anak yang usianya di bawah persyaratan bisa membukan akun medsos.

“Memang ini akan menyulitkan. Kenapa harus dilakukan demikian? kalau tidak, nanti akan terputus hubungan anak dengan orangtua. Anak buat dunia sendiri, orangtua buat dunia sendiri. Ini bahaya, padahal (keluarga) itu unit terkecil yang perlu kita bina,” tutur mantan Ketua Umum APJII ini.

Berbicara sejauh mana sekarang pembahasanRUU PDP, Dirjen Aptika menyebutkan bahwa rancangan aturan tersebut sudah mencapai

“Kami sudah lakukan pembahasan dengan DPR dari 300 DIM, sudah terselesaikan separuhnya. Diharapkan segera dituntaskan tahun ini, kalau tidak awal tahun depan,” kata pria yang disapa Semmy ini.

 

 

source : Agus Tri Haryanto – detikInet

read more
1 213 214 215 216 217 272
Page 215 of 272