close
DaerahNews

Kunker Pansus DPRD Sulsel, Prof Rudy Berharap Rencana Tata Ruang Berorientasi Investasi

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin berharap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulawesi Sulawesi Selatan tahun 2020-2040 berorientasi investasi dan pariwisata. Menurutnya,

pertumbuhan sebuah wilayah sangat ditentukan oleh sistem konsep tata ruang yang ada di dalamnya. Hal ini disampaikan Prof Rudy saat menerima kunjungan kerja pansus DPRD sulsel, Ranperda Tata Ruang Sulsel 2020-2040 di Balaikota Makassar, Senin (5/10/2020).

“Tata ruang yang baik itu adaptif terhadap perubahan, mempermudah gerakan investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. RTRW juga merupakan basis data dalam mengambil kebijakan” ujar Prof Rudy.

Menurutnya, tata ruang Kota Makassar idealnya berwawasan investasi dan pariwisata sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Dinamika pembangunan Makassar tidak bisa berdiri sendiri, tapiterkait dengan isu-isu terkini mengenai arah pergerakan ekonomi global yang mempengaruhi sejumlah elemen seperti tata ruang. Sektor investasi dan pariwisata menjadi titik tolak dalam menyusun tata ruang” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Prof Rudy juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah tim pansus yang kini terus bekerja menghasilkan RTRW demi optimalisasi pembangunan di Sulsel, termasuk di Kota Makassar.

Sementara itu, Ketua pansus RTRW DPRD Sulsel, Rahman Pina mengatakan
sejumlah isu strategis yang menjadi titik perhatian di Makassar oleh tim pansus yang di pimpinnya yakni terkait reklamasi, pembangunan New Port, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir, pembangunan jalan Mamminasata, dan beberapa hal starategis lain.

“Makassar merupakan kiblat Sulawesi Selatan dan Indonesia timur. Olehnya rancangan RTRW tentu kita konsultasikan dulu dengan pemkot sebelum di tetapkan”
Ujar Rahman Pina.

Selain Rahman Pina, sejumlah tim Pansus RTRW Sulsel hadir yakni Fadriaty AS, John Rende Mangontan, Suwardi Haseng, Ady Ansar, Andre Prasetyo Tanta, H. Irwan dan lain-lainnya.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
Lifestyle

Alasan Sampo Perlu Digunakan Dua Kali Saat Keramas

LANGITKU NETWORKS – Keramas adalah aktivitas rutin yang kita lakukan untuk menjaga rambut dan kulit kepala tetap bersih.

Meski sudah menjadi aktivitas rutin seseorang sejak masih bayi, namun tak sedikit orang yang masih belum berkeramas dengan tepat.

Salah satunya adalah hanya melakukan satu kali proses sampo. Padahal, idealnya proses sampo dilakukan sebanyak dua kali setiap sesi keramas. Mengapa demikian?

“Dengan melakukan dua kali proses sampo setiap keramas, kita akan menjaga kulit kepala dan rambut bersih dan meminimalisir terkena masalah kulit kepala, seperti sensitif, ketombe dan berminyak.”

Demikian diungkapkan oleh Senior Education Manager Kérastase Indonesia, Sitoresmi pada peluncuran rangkaian peluncuran Chronologiste, belum lama ini.

Sitoresmi menjelaskan, proses sampo pertama berfungsi membersihkan sebum (minyak) dan polutan (debu) yang menempel di rambut dan permukaan kulit kepala.

Sementara proses sampo kedua berfungsi membersihkan sisa kotoran, polutan dan sebum yang menempel di pori-pori dan terjebak di kutikula batang rambut.
“Dengan begitu, kulit kepala dan rambut akan bersih optimal dan siap menerima perawatan selanjutnya,” kata dia.

Keramas sebetulnya bisa dilakukan dua hari sekali, namun kebutuhan keramas juga tergantung pada aktivitas yang dilakukan individu.

Seseorang yang sangat aktif atau sekadar ingin berkeramas setiap hari, sah saja melakukannya sebagai rutinitas harian.

Namun, selain melakukan dua kali proses sampo, lakukan pula tahap berikut untuk mengoptimalkan kebersihan kulit kepala dan rambut:

  • Gunakan conditioner setiap kali keramas untuk menutup kutikula rambut setelah proses shampoo, agar kutikula terawat, kuat, berkilau, serta menjadikan rambut tidak kusut dan mudah ditata.
  • Gunakan masker untuk kulit kepala atau rambut satu kali dalam seminggu untuk memberikan nutrisi tertinggi dan menjaga vitalitas kulit kepala dan rambut.

 

source : Kompas.com

Editor: Nabilla Tashandra

read more
DaerahNews

Hadiri Kalla Meet, Prof Rudy Minta Pengembangan Sektor Pariwisata

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin hadir dalam acara Kalla Meet (Mind, Education, Exhibition, Talks) yang di adakan oleh Kalla Development & Constructure di Mall Nipah Makassar, Sabtu (3/10/2020).

Kalla Meet ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengunjung mengenai produk dan jasa unit-unit bisnis yang berada di bawah naungan Kalla Development & Construction dengan menghadirkan beberapa stand perumahan yang di tawarkan di Kota Makassar.

Pj Wali Kota Makassar dalam sambutannya meminta agar pihak Kalla dapat bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama memperbaiki roda perekonomian dengan mengembangkan sektor pariwisata.

“Tugas kita saat ini menjaga diri agar tidak terpapar virus covid-19 dan juga tidak terkapar akibat perekonomian yang tidak berjalan. Mari bersama kita bangun Makassar dengan pengembangan pariwisata. Hadirkan inovasi yang bisa memikat para investor”,ungkapnya.

Usai memberikan sambutannya, nampak Prof Rudy Djamaluddin mengelilingi stand perumahan dan properti yang mengambil bagian dari acara tersebut sekaligus juga mengunjungi pameran hasil kerajinan tangan UMKM binaan Dekranasda Kota Makassar yang menghadirkan olahan enceng gondok juga kreasi perak.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Disambut Wagub Sulsel, Komisi VIII DPR RI Serap Masukan RUU Penanggulangan Bencana

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII DPR RI bidang Agama dan Sosial melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan. Rombongan Kunjungan kerja spesifik Panja Komisi VIII DPR RI mengenai RUU Tentang Penanggulangan Bencana.

Mereka terdiri dari Ketua Tim yang juga selaku Wakil Ketua Komisi, M. Ihsan Yunus dan Moekhlas Sidik beserta Anggota Komisi yakni John Kenedy Azis; Jefry Romdonny; Lisda Hendrajoni; Maman Imanul Haq; Buchori Yusuf; M. Ali Taher.

Dalam kunjungan kerja ini, berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jum’at (2/10/2020). Rombongan disambut oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Turut hadir dari Bappelitbangda, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan; beserta Lembaga Penyandang Disabilitas dan LSM.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, beberapa kasus bencana alam di Sulawesi Selatan. “Seperti bencana banjir bandang di Luwu Utara ada 14 ribu yang mengungsi; bencana di Kabupaten Jeneponto longsor dan menimbung rumah; dan Kabupaten Bantaeng terjadi banjir dan merusak infrastruktur. Di Luwu Utara kita buat hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara),” ujarnya.

Bencana-bencana alam ini, kata dia, tidak bisa diprediksi dan menjadi ujian yang harus diwaspadai dengan mitigasi bencana. Ia pun mengaku, bahwa kehadiran DPR RI ini sangat antusias, untuk membahas terkait masukan-masukan untuk pembahasan Rancangan Undang-undang penanggulangan bencana. Yang akan memperbaharui UU Nomor 24/2007, mengingat bencana non alam seperti pandemi Covid-19 belum termasuk dalam UU tersebut.

Andi Sudirman melaporkan, upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kondisi pandemi Covid-19. Upaya hulu dan hilir terus dilakukan intervensi Pemprov Sulsel. Mulai dari peningkatan RS rujukan Covid-19; massif tes; hadirkan laboratorium PCR di Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta menghadirkan program Duta Wisata Covid-19.

“Duta Wisata Covid-19 ini dilakukan karantina bagi ODP, OTG di Kabupaten/Kota untuk dibawa di Makassar di isolasi di hotel-hotel (program Duta Wisata Covid-19). Jadi dilakukan intervensi di hotel-hotel. Yang kami pikirkan di daerah harus pertahankan pangan dan menjaga zona hijau,” jelasnya.

Ia pun berharap Indonesia memiliki UU spesifik yang mengatur tentang kebencanaan.

“Diantaranya yang mengatur kriteria penerapan status darurat bencana alam dan non alam; kajian, Edukasi/Simulasi Fire drill Kebencanaan, Pencegahan, Mitigasi, Penanganan/Pemulihan, Alokasi/Realokasi anggaran, Pengadaan Barang dan Jasa, Perbendaharaan dll; SOP, Satgas dan Matrix Tupoksi dan Timeline; serta Inventaris dan sarana pendukung. Kita harap nantinya untuk masalah refocusing, jika terjadi bencana, maka Pemerintah bisa lakukan refocusing APBN/APBD jika dibutuhkan dan BTT (Bantuan tidak terduga) tidak mencukupi, bisa melakukan refocusing tanpa persetujuan DPR lagi,” pintanya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ihsan Yunus menyampaikan, bahwa kunjungan Panja Komisi VIII DPR RI ini untuk mendengarkan masukan-masukan dari OPD, serta lembaga-lembaga dan Civitas Akademika untuk RUU Penanggulangan Bencana.

“Ini penting diubah (revisi UU Nomor 24/2007), untuk disesuaikan dengan kondisi terkini. Seperti bencana non alam seperti pandemi covid-19, belum ada landasan hukumnya,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi inovasi Pemprov Sulsel. “Saya senang dengan Program Duta Wisata Covid-19. Baru saja dilakukan BNPB untuk memberikan fasilitas hotel untuk isolasi mandiri, ternyata Sulsel lebih duluan dan selalu terdepan,” ungkapnya.

Dirinya pun mengaku senang atas masukan-masukan dari semua pihak yang hadir. “Kehadiran kami untuk menggali informasi dan masukan dari seluruh lini masyarakat. Bisa jadi permulaan masukan kami untuk Undang-Undang yang akan kita rancang jadi kaya integral dan holistik. Kita berharap bisa segera disahkan menjadi Undang-undang,” imbuhnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Launching Gollata, Wagub Sulsel Ajak Cintai Produksi Lokal

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan launching Gollata di The Rinra Hotel Makassar, Jum’at (2/10/2020).

Gollata merupakan produk gula retail yang diproduksi oleh BUMN, PT. Perkebunan Nusantara XIV dari pabrik gula di Bone, Camming dan Takalar. Produk Gollata ini bertagline ‘Teman Manis Kita’ ini asli dari gula tebu dan sesuai standar SNI. Sehingga dijamin kehalalan, kemurnian dan kemanisannya. Disaksikan pula proses produksi Gollata, mulai dari pembibitan, perawatan tebu, tebang dan angkut sampai proses pengemasan. Untuk produksi awal sebanyak 1.500 ton.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Mohammad Abdul Ghani menyampaikan, jika hadirnya Gollata ini dilakukan mengingat gula menjadi salah satu kebutuhan dasar.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beserta Kabupaten/Kota dan lainnya yang membantu pelaksanaan dan mendukung upaya kontribusi bagi PT. Perkebunan Nusantara XIV,” ujarnya.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan harapannya, agar PT. Perkebunan Nusantara XIV turut memberikan bantuan dana Corporate Social and Responsibility (CSR) untuk masyarakat sekitar pabrik. Serta untuk memperhatikan pembangunan sekolah di sekitar pabrik, yang juga menjadi tempat sekolah bagi anak-anak pekerja di pabrik.

Ia pun mendukung hadirnya produksi gula dari Sulawesi Selatan. “Alhamdulillah, 100 persen saya sangat setuju. Luar biasa. Bagaimana kita mencintai produk sekitar kita,” pintanya.

Ia pun meminta, “PT. Perkebunan Nusantara XIV bisa juga menjadikan UMKM-UMKM sebagai distributor. Saya rasa, Pak Presiden akan mendukung dan suka ini,” ungkapnya

Ia pun mendorong Dinas Perdagangan agar ada potensi kerjasama untuk pemasaran Gollata.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung sekali. Jika ada yang dibutuhkan, datang saja,” ujarnya yang direspon baik para tetamu.

Ia pun mengajak masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan untuk mencintai produk lokal sendiri. “Saya berharap produk ini bisa dinikmati, khususnya di Sulawesi Selatan. Dan harganya bisa bersaing,” pungkasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Pembangunan Twin Tower Tidak Ingin Bermasalah, Prof Rudy Minta Tim Ahli RTRW Meninjau

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin meminta Tim Ahli Rencana Tata Ruanng Wilayah RTRW Kota Makassar melakukan peninjauan terhadap wilayah Center Point of Indonesia (CPI).

Pasalnya, Prof Rudy menginginkan adanya keterpaduan pembangunan dalam wilayah CPI khusus pembangunan Twin Tower antara Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel.

“Insyallah groundbreaking atau peletakan batu pertama Twin Tower di gelar akhir Oktober ini. Kita tidak ingin adanya polemik nanti yang bisa menghambat pembangunan ini,” kata Prof Rudy menerima Tim Ahli RTRW Kota Makassar, di Rujab Wali Kota Makassar, Kamis (1/10/2020).

Prof Rudy menjelaskan, Twin Tower atau Menara Kembar Pemprov Sulsel bakal menjadi icon baru Kota Makassar. Pasalnya gedung tersebut akan dibangun 36 lantai yang digadang-gadang menjadi gedung tertinggi di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Disana nanti wilayah perkantoran sepeti kantor Gubernur Sulsel dan DPRD Sulsel. Tak hanya itu disana juga nantinya ada mal dam hotel. Nantinya Twin Tower ini menjadi barometer pembangunan pemerintahan daerah di Indonesia,” jelasenya.

Sementara Koordinator Tim Ahli RTRW Kota Makassar, Prof Ananto mengatakan, pihaknya segera melakukan peninjauan kembali RTRW Twin Tower untuk melihan apakah pembangunan tersebut sesuai aturan baik yang berlaku secara nasional, provinsi, maupun pemerintahan daerah.

“Segera kita menggelar rapat. Semua pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, pihak swsata dan masyarakat kita akan panggil. Dari peninjauan itu, apakah ada revisi atau tidak,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan Twin Tower harus mendapatkan dukungan seluruh pihak. Mengingat, pembangunan Twin Tower bisa menjadi peningkatan ivestasi dan lapangan kerja di Kota Makassar .

“Kedepannya Kota Makassar bisa sesuai dengan visi dan misinya terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan investasi. Berati lebih banyak lapangan kerja. Namun yang paling penting juga tetap menjaga kualitas lingkungan hidup,” pungkasnya.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Prof Rudy : Pancasila Mempersatukan Kita Menghadapi Pandemi

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin menegaskan Pancasila wajib untuk dipertahankan sebagai ideologi bangsa Indonesia karena telah terbukti berhasil menyatukan seluruh perbedaan ditengah masyarakat Indonesia. Hal itu di sampaikan Prof Rudy kepada wartawan usai mengikuti upacara peringatan Kesaktian Pancasila secara daring yang di pimpin oleh Presiden RI Joko Widodo, di Baruga Anging Mamiri, Kamis (1/10/2020).

“Pancasila itu merupakan rumusan dari pendiri bangsa kita yang sudah final. Itu harga mati untuk kita pertahankan” ujarnya.

Menurutnya, momentum peringatan hari kesaktian Pancasila adalah ruang untuk memperkuat spirit Pancasila di hati nurani bangsa indoensia.

“Pancasila itu spirit kita dalam menggerakkan pembangunan yang berkeadilan. Termasuk di era pandemi saat ini. Kesaktian Pancasila harus kita gelorakan dalam memenangkan pertarungan menghadapi pandemi Covid-19, khususnya untuk menyatukan persaudaraan dalam gerak bersama menerapkan protokol kesehatan”lanjutnya.

Selain Prof Rudy, dalam upacara daring tersebut terlihat hadir Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sosial Kota Makassar, Sittiara, serta Kadis Perhubungan, Mario Said.

Sementara itu di waktu yang sama, Presiden RI Joko Widodo Bertindak selaku inspektur peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Adapun teks Pancasila dibacakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, teks Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 dibacakan Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti.

Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menandatangani Ikrar. Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy membacakan doa.

“Momentum kesaktian Pancasila membulatkan tekad kita untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila di segala bidang. Pancasila adalah sumber kekuatan menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan negara kesatuan RI” tegas Puan Maharani.(Jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Bersama Forkopimda Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Secara Daring

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 secara daring, Kamis, 1 Oktober 2020.

Upacara itu diikuti oleh segenap unsur Forkopimda Sulawesi Selatan serta Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Serta diikuti oleh Menteri, pimpinan lembaga negara, perwakilan Indonesia di luar negeri hingga kepala daerah di Indonesia wajib mengikuti upacara dari kantor masing-masing.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang dipusatkan di Monumen Pansasila Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Wagub Sulsel beserta Forkopimda yang mengikuti upacara daring ini tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila ini mengangkat tema yakni “Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila”.

Upacara diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan mengheningkan cipta untuk para pahlawan. Pembacaan Teks Pancasila oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Selanjutnya, pembacaan Naskah UUDNRI Tahun 1945 oleh Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Kemudian, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy membacakan doa.

Bagi Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, “momentum hari Kesaktian Pancasila ini untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang menjadi korban keganasan G30 S/PKI dengan selalu menjadi benteng keutuhan NKRI dalam dasar Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Ikuti Rapat Paripurna Penetapan Ranperda Perubahan APBD 2020

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Paripurna di Lantai 3 DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (30/9/2020).

Rapat paripurna ini dengan agenda Persetujuan Bersama Antara DPRD dan Gubernur Sulawesi Selatan terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020; dan
Penetapan Keputusan DPRD tentang Rencana Kerja (Renja) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syahruddin Alrif diikuti oleh Ketua DPRD Sulsel, Wakil Ketua, Anggota DPRD Sulsel, Sekretaris Daerah, Kepala OPD Lingkup Pemprov Sulsel.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga tetap memberlakukan protokoler kesehatan. Dengan mewajibkan penggunaan masker, jaga jarak dan pembatasan peserta. Sehingga Paripurna ini ada yang mengikuti melalui virtual.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel membacakan terkait Persetujuan Bersama Antara DPRD dan Gubernur Sulawesi Selatan terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020.

Saat dimintai pendapatnya, seluruh Fraksi DPRD Sulsel menyetujui Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020 ini.

Hal sama disampaikan oleh Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. “Pada intinya kita sudah dengarkan laporan dari Banggar dan ada beberapa masukan dari fraksi. Insya Allah, semangat kita bersama, kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan setuju untuk dilanjutkan dan disetujui sebagai Perda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020,” ucapnya.

Usai mendengarkan pendapat, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika melakukan penandatanganan naskah persejutuan Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020.

Dalam kesempatan itu, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman membacakan sambutan Gubernur, Nurdin Abdullah.

“Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020 sudah melalui proses pembahasan yang sungguh-sungguh dan telah menghasilkan banyak perbaikan dalam rangka penyempurnaan,” ungkapnya.

Ia pun menghanturkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. “Kepada Banggar, segenap Pimpinan DPRD Sulsel yang telah bekerja keras merampungkan pembahasan Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020 tepat pada waktu yang ditetapkan. Serta kepada tim Anggaran Pemerintah Daerah dan semua pihak terlibat, termasuk SKPD yang memberikan dukungan maksimal sehingga Ranperda dihasilkan dengan baik,” tuturnya.

Sebelum ditetapkan sebagai Perda, kata dia, Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020 ini melalui evaluasi Kementerian Dalam Negeri RI.

“Setelah ditetapkan jadi Perda, saya minta kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai pengguna anggaran agar melakukan langkah-langkah percepatan melalui dokumen pelaksanaan anggaran satker perangkat daerah masing. Sehingga dapat dilaksanakan dengan baik, cepat dan tepat serta tujuan harus efektif,” pungkasnya .

Ia pun meminta agar dilakukan perhatian dan berupaya maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.(jalu)

read more
DaerahNews

Keynote Speaker di Kuliah Umum STIA LAN, Wagub Sulsel Bagi Pengalaman Kepemimpinan di Tengah Pandemi Covid-19

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Prodi Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur (MSDMA) Politeknik STIA LAN Makassar menggelar Kuliah Umum secara virtual melalui Zoom, Rabu (30/9/2020).

Dengan mengangkat tema “Leadership During and Post Pandemic” artinya Kepemimpinan Selama dan Pasca Pandemi. Menghadirkan dua keynote speaker dalam kuliah umum ini. Yakni Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Mereka berbagi pengalaman menjalani kepemimpinan di masa pandemi dan berbagi inspirasi untuk para pemimpin di masa yang akan datang kepada peserta yang ada dari mahasiswa.

Diketahui, masa krisis adalah masa dimana kualitas sejati seorang pemimpin diuji, begitu pula Pandemi Covid-19 adalah momentum bagi para pemimpin daerah untuk membuktikan kualitas kepemimpinan mereka. Memimpin di masa Pandemi adalah pekerjaan yang tentu saja sangat sulit dan rumit, sehingga siapapun yang berhasil menunaikannya adalah pemimpin yang luar biasa.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengakui luar biasa atas topik dalam kuliah umum ini. Ia pun menyampaikan, jika dalam kondisi pandemi Covid-19, kepemimpinan sedang diuji.

“Kita harap lahir pemimpin-pemimpin yang jauh lebih baik, mencintai rakyatnya, dicintai oleh rakyatnya, surga selalu mengatakan benar jika benar dan salah jika itu salah atau tidak mengubah sesuatu hal,” pungkasnya.

Sejak munculnya pandemi Covid-19, kata Andi Sudirman, bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan refocusing anggaran APBD Tahun 2020 senilai Rp 500 Miliar untuk penanganan Covid-19.

Program Wisata Duta COVID-19 yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. “Kita support sektor hilir. Seperti belanja fisik infrastuktur rumah sakit, alat kesehatan, dan sebagainya. Maka sektor hulu juga kita intervensi,” pungkasnya.

Dalam sektor hulu dilakukan diantaranya pengetatan Protapkes di masyarakat; alat cuci tangan, face shield (pelindung wajah); operasional edukator/promotor kesehatan, keamanan penjaga Protapkes. Salah satu upaya Pemprov Sulsel guna menekan Covid-19 dengan hadirnya program duta wisata covid-19 dipusatkan di Makassar.

Ia pun bercerita, jika dirinya mengajukan kepada Gubernur agar memisahkan pasien yang bergejala dan orang yang pernah berinteraksi dengan pasien terkonfirmasi (positif) tanpa gejala (tidak sakit) dan Bapak Gubernur sambut baik idenya serta langsung diinstrukan untuk dikerjakan.

Disisi lain, melihat banyaknya bisnis hotel yang hampir tutup. Membuat Pemprov melakukan upaya isolasi pasien yang pernah kontak dengan positif maupun OTG. Sehingga tidak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit maupun dipisahkan dengan masyarakat yang tidak sakit. Selain membantu bisnis perhotelan, juga membantu usaha catering. Yang akan disiapkan untuk pasien dalam program wisata covid-19.

“Lahirlah wisata covid-19. Di hotel ini ada pendampingan medis, tenaga kesehatan, menjaga peningkatan imun, olahraga dan sebagainya,”w katanya.

Awal hadirnya program duta wisata covid-19, tidak populer. Namun Pemprov Sulsel melakukan dengan penuh keyakinan hingga saat ini, langkah itu diapresiasi oleh Pemerintah Pusat hingga WHO.

“Saya sempat diprotes, kenapa dibawa semua ke Makassar. Saya pikir ini untuk menyelamatkan pangan di daerah. Jadi pertarungan di Kabupaten/Kota lainnya hanya produksi pangan. Bagaimana menstabilkan perekonomian, harus survive (bertahan),” imbuhnya.

Ia menyampaikan, “sebuah kebijakan adalah pertarungan politik. Sebuah kebijakan yang baik, terkadang tidak populer,” akunya.

Ia pun kembali mengingatkan, untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Proteksi yang paling aktif saat ini, masker. Masker diperketat cara efektif untuk preventif,” ujarnya.

Ia pun meminta agar masyarakat jujur di tengah kondisi pandemi ini. Integritas dan kejujuran seseorang tidak dapat diukur dari tingginya sekolah. “Jangan datang kerja kalau sakit, karena bisa saja mencelakai orang lain. Kita kerja cari uang untuk sehat dan ibadah bukan untuk sakit,” akunya.

Ia pun berpesan kepada para mahasiswa yang mengikuti kuliah umum ini, agar memiliki salah satu bidang yang dikuasainya.

“Adik-adik jadi diharapkan jadi pemimpin-pemimpin yang tetap memiliki karakter pribadi,” tuturnya.

Dirinya sebagai Wakil Gubernur berupaya melakukan yang telah diamanahkan. “Saya maksimalkan pembangunan. Harus amalkan social justice (keadilan sosial). Saat ini kita tidak krisis orang-orang yang pintar, orang-orang yang cerdas. Tetapi kita butuh moral kepemimpinan, memiliki integritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, “saya ingin menggariskan sejarah, bahwa membangun Sulsel harus lebih hebat, pemimpin memiliki integritas dan tidak memiliki kepentingan didalamnya,” pungkasnya.

Ia pun berpesan agar menjadi pribadi diri sendiri, bersyukur dengan apa yang dimilikinya.(jalu)

read more
1 222 223 224 225 226 272
Page 224 of 272