close
Sains & Techno

Mengapa Masa Depan Mengarah ke Kamera Full Frame?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Meskipun masih dalam kondisi pandemi global, dalam tiga bulan terakhir (Juli-September 2020), perusahaan kamera sangat aktif dalam meluncurkan kamera baru. Tujuh kamera baru yang diluncurkan bersensor full frame, dan dua diantaranya micro four thirds.

Kamera tersebut adalah Canon EOS R5 & 6, Nikon Z5, Sony A7S IV & A7C, Lumix S5, Leica M10-R, dan kamera micro four thirds adalah Lumix G100 dan Olympus OMD EM10 IV.

Pertama, membuat kamera dengan sensor besar dapat memperoleh profit margin yang lebih besar daripada membuat sensor yang lebih kecil. Fotografer sepertinya akan lebih bisa menerima membayar lebih untuk kamera bersensor besar daripada kamera bersensor APS-C.Melihat pola ini saya jadi berpikir, apa kabar kamera bersensor APS-C? Mengapa semua pabrikan tidak hanya membuat kamera mirrorless tapi juga bersensor full frame belakangan ini? Alasan melakukannya bisa bermacam-macam, dua perkiraan saya antara lain:

Di benak konsumen ada perasaan bahwa kamera bersensor APS-C seharusnya memiliki harga antara Rp 5 – 15 juta, sedangkan untuk kamera full frame, konsumen sudah terbiasa menerima bahwa kamera full frame memiliki harga sekitar 15-50 juta atau bisa juga lebih sesuai kinerja kameranya.

Dengan pasar kamera yang makin menyusut, tentunya membuat dan menjual kamera APS-C dengan harga rendah akan semakin sulit untuk pabrikan kamera saat ini dan ke depannya.

Kedua, dengan berkembangnya kamera mirrorless, kamera dengan sensor full frame bisa dibuat jauh lebih compact dibandingkan dalam bentuk kamera DSLR karena ketiadaan kotak cermin (mirror box SLR) dan jendela bidik optik. Dengan ukuran kamera yang lebih compact, kamera full frame jadi lebih menarik bagi fotografer enthusiasts dan profesional.

Meskipun kamera full frame sudah bisa dibuat compact, bahkan lebih compact dan ringan dari kamera bersensor APS-C, tapi lensa-lensa full frame masih agak besar, terutama lensa zoom yang berkualitas tinggi atau lensa fix berbukaan besar, f/1.4 misalnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, fotografer bisa menggunakan lensa yang lebih kecil, yang ditujukan untuk sensor APS-C, karena sebagian besar pabrikan kamera mengadopsi sistem one mount, artinya kamera APS-C dan full frame mereka memiliki mount lensa yang sama, sehingga kita bisa memasang lensa APS-C ke kamera full frame dan sebaliknya, memasang lensa full frame ke kamera APS-C.

Dengan memasang lensa APS-C yang berdiameter lebih kecil ke kamera full frame, bukannya itu merupakan kerugian? APS-C crop akan menurunkan resolusi foto, misalnya kamera full frame 61 MP akan mendapat 26MP, 45MP akan mendapat 20MP, dan 24MP akan mendapatkan 10MP. Memang hal ini merupakan ketidakoptimalan.

Tapi jika melihat kamera full frame sudah ada yang mencapai 61MP (Sony A7R IV) dan APS-C Cropnya 26MP (setara dengan kamera Fuji X-T4 yang sensornya APS-C), dan ke depannya mungkin yang lain akan menyusul atau bahkan di masa depan akan ada kamera full frame dengan sensor 80 atau 100MP, yang mana APS-Crop-nya menghasilkan sekitar 41 dan 33MP.

Di lain pihak, pengembangan teknologi sensor untuk kamera APS-C atau micro four thirds lebih pelan perkembangannya dan sepertinya jika melihat penyusutan volume penjualan kamera, maka pengembangannya akan lebih lambat dan tergantung dari pengembangan sensor full frame.

Dengan munculnya beberapa kamera full frame mirrorless baru yang makin terjangkau dan good value seperti Nikon Z5 (Rp 22 juta), Sony A7C (Rp 26 juta) dan Lumix S5 (Rp 30 juta), saya memprediksikan akan semakin banyak kamera mirrorless full frame yang akan dirilis di beberapa tahun ke depan.

Bagaimana dengan APS-C atau sensor micro four thirds? Beberapa pabrikan kamera akan tetap membuatnya tapi tidak dalam jumlah besar dan tiap kameranya mungkin punya desain/kelebihan khusus yang tidak dimiliki oleh kamera lain seperti Fuji X-PRO, kamera Ricoh GR, dan seri Lumix GH yang unggul di video.

 

source : Enche Tjin, – detikInet

read more
DaerahNews

Tim lembaga perlindungan saksi dan korban Temui Wagub Andi Sudirman Sulaiman

LANGITKU NETWORKS, Makassar –  Livia Istania DF Iskandar menemui Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Rujab Wagub Sulsel, Kamis (24/9/2020).

Livia merupakan Wakil Ketua Lembaga perlindungan saksi dan korban Indonesia.

Dengan tujuan bersilaturahmi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Livia menyampaikan kasus kekerasan yang terjadi di Sulawesi Selatan

“Setiap ada kasus atau berbagai macam kasus kami dampingi. LPSK juga melakukan pendampingan kepada korban dan keluarganya,” jelasnya.

Kami menyampaikan dan bersilaturahmi kepada Wagub Andi Sudirman Sulaiman guna berharap dukungan dari Pemerintah daerah sangat di perlukan.

“Perlu diberikan intervensi khusus oleh Pemerintah Pusat dan Daerah untuk melindungi para korban kekerasan,” lanjutnya.

Berdiskusi panjang bersama Wakil Ketua LPSK tersebut, Wagub Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi langkah perlindungan di Sulawesi Selatan.

Ia merespon, dan meminta data para korban kekerasan di Sulawesi Selatan, dan berharap seluruh pihak dapat memberikan solusi yang terbaik untuk para korban.

“Ini perlu perhatian khusus, jika ada kasus di lapangan, kami butuh data dan bantuan komunikasi dari LPKS, sehingga solusi bisa kami berikan kepada korban,” tegasnya.

Di Sulawesi Selatan penanganan seperti hal tersebut terus di lakukan. Salah satunya dengan penanganan kasus stunting.

“Penurunan kasus stunting di Sulsel dapat dicapai dengan adanya sejumlah program strategis, salah satunya dengan intervensi anggaran kepada sejumlah kabupaten/kota dan pilot project,” ungkapnya.

“Kami melakukan intervensi dan menurun, Tahun ini kami melakukan intervensi anggaran khusus untuk stunting. Kami berdiskusi dengan beliau program apa saja yang harus disinergikan untuk ditindaklanjuti” tambahnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar Kunjungi SD Negeri Borong

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Drs Andi Irwan Bangsawan, M.Pd, mengunjungi SD Negeri Borong dan SD Inpres Borong, yang berada satu kompleks di Jalan Borong Raya, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Makassar, Rabu, 23 September 2020.

Begitu tiba, Andi Irwan Bangsawan langsung ke SD Inpres Borong melihat-lihat beberapa ruang kelas dari luar kaca jendela karena kelas dalam keadaan terkunci. Setelah itu, dia menuju ke perpustakaan SD Inpres Borong lalu lanjut masuk ke ruang kelas 5 SD Negeri Borong yang letaknya memang bersebelahan.

Dari situ, Andi Irwan Bangsawan yang didampingi Kabid Pendidikan Dasar, Ahmad Hidayat, S.Pd, M.Pd, dan beberapa staf, menuju ke perpustakaan SD Negeri Borong, sambil melihat kelas-kelas yang dilaluinya. Saat kunjungan, Kadis Pendidikan Kota Makassar dan rombongan diterima Kepala UPT SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, beberapa guru dan pustakawan SD Negeri Borong, Saparuddin Numa, S.I.P.

Dalam kunjungan itu, Kadis Pendidikan menjanjikan pengadaan satu set meja dan kursi sebanyak satu kelas untuk tahun 2020 ini. Sedangkan untuk buku-buku bagi perpustakaan SD Negeri Borong, akan diberikan pada tahun anggaran 2021.

Andi Irwan Bangsawan mengapresiasi perpustakaan SD Negeri Borong karena punya inovasi berupa perpustakaan online. Selain itu, penataan perpustakaan yang baru berdiri sekira 2 tahun itu juga dinilai cukup baik.

Saat berada di ruang kantor SD Negeri Borong, Saparuddin, sempat memperlihatkan webside sekolah dan cara kerja perpustakaan online yang baru dikembangkan. Disampaikan tentang kendala pengelolaan perpustakaan online karena harus memiliki buku-buku berformat pdf. Sedangkan, untuk menjadikan sebuah buku ke naskah pdf, syaratnya harus memiliki hak cipta, baru bisa dipublikasikan.

SD Negeri Borong, kata Hendriati Sabir, bertekad untuk terus menata perpustakaan agar bisa memberi layanan bukan hanya kepada murid-muridnya tapi juga bisa diakses orang lain. Dia berharap, ke depan perpustakaan sekolahnya dapat meraih Akreditasi A, melalui aktivitas rutin dan inovasi yang dilakukan.(jalu)

read more
DaerahNews

Prof Rudy Bantu Produk Lokal Masuk Swalayan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin tengah fokus membantu peningkatan kualitas produk lokal untuk bisa tembus di swalayan-swalayan ternama, baik yang ada di Makassar maupun di Kota lain. Upaya pemberdayaan usaha kecil menengah ini dilakukan agar bisa survive di masa pandemi ini. Hal ini dijelaskan Prof Rudy saat berbicara dengan pengurus Badan Promosi Parawisata Daerah (BPPD) Propinsi Sulawesi Selatan Di Rumah jabatan Walikota Makassar, Rabu (23/9/2020).

“Saat ini kita sudah bentuk tim evaluasi kesiapan produk-produk UMKM kita agar bisa Go To Market. Kita juga sedang membangun komunikasi dengan seluruh manajer swalayan termasuk hotel yang memiliki outlet agar menyiapkan etalase khusus untuk produk yang dihasilkan oleh UMKM kita” ujar Prof Rudy.

Menurutnya, potensi ekonomi kreatif dan UKM yang dikelola warga meruoakan aset yang besar untuk menjadikan icon dan mempunyai nilai jual bagi sektor wisata di Makassar

‘Kata kuncinya hanya dua kata yakni memuaskan wisatwan yang berkunjung dan memiliki daya tarik, sehingga wisatawan tersebut dapat mempromosikan secara langsung dinegaranya untuk mengunjungi Makassar. Jangan harap turis mau datang kalau tidak ada daya tarik ditempat tujuan wisata yang dikunjungi,” terang Prof Rudy.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Parawisata Makassar (BPPM) Andi Rahmat Manggabarani mengatakan bahwa pitensi ekonomi krearif dan UKM Di Makassar saat ini sangat besar dan perlu untuk mendapat support khususnya terkait pengembangannya hingga mampu bersaing secara global.

“Apalagi jika kita mampu tembus ke pasar manca negara, otomatis akan memberi informasi positif tentang Kota Makassar. Ini sekaligus menjadi ajang promosi dalam menarik wisatawan untuk datang ke kota Makassar, sekaligus menstimulus pergerakan ekonomi warga dari sisi pariwisata,” ucap A. Rahmat.

Sementara itu Direktur Eksekutif Badan Promosi Parawisata Daerah (BPPD) Propinsi Sulsel Irham Samad mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan konsolidasi di 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan, Karena menurutnya pintu masuknya pariwisata di Sulsel ada di kota Makassar, sehingga Kota Makassar harus memperkuat penyampaian informasi yang menarik bagi wisatawan yang akan berkunjung.

“Sebagai pintu masuk pariwisata di Sulsel Informasi pariwisata harus ada dan berpusat di kota Makassar Kedepan makassar harus lengkap informasi tempat wisata di 24 kab / Kota di Sulsel,” ujarnya.

Irham berharap Ikon Kota Makassar tidak hanya menonjol dari sektor kuliner, namun juga ikon budaya, termasuk bangunan-bangunan bersejarah yang dimiliki kota Makassar.

Pada kesempatan itu pengurus baru BPPM yang sudah dibentuk mengundang Prof Rudy Untuk mengukuhkan dan melantik pengurusan BPPM yang rencananya akan dilangsungkan pada bulan Oktober mendatang.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Prof Rudy Dorong Smart City Makassar Berorientasi Wisata dan Ramah Investasi

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mendorong pengembangan Smart City Kota Makassar berorientasi wisata dan ramah terhadap investasi. Menurutnya, pemaknaan kota cerdas untuk Kota Makassar harus menunjukkan efisiensi dan kenyamanan bagi warga saat melakukan aktifitas. Hal tersebut ditegaskan saat berbicara pada saat berlangsung pertemuan secara daring dengan tim Asian Development Bank, tim dari Universitas Hasanuddin, serta tim dari ASEAN Australia Smart Cities Trust Fund di Rumah Jabatan Walikota Makassar, Rabu (23/9/2020).

“Saya yakin hampir semua warga menginginkan layanan publik yang cerdas dan efisien. Makanya kita ingin menghasilkan kota yang smart dengan beberapa langkah strategis, termasuk mengintegrasikan teknologi dan komunikasi sebagai perangkat pendukung. Jadi tidak hanya berbasis slogan saja, tapi harus berkelanjutan, termasuk membantu dari segi tata kelola pemerintahan yang cerdas” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Prof Rudy memberi apresiasi kepada seluruh tim yang telah berkolaborasi dalam menyusun konsep, serta ikut membantu mengimplementasikan seluruh program Smart City di Kota Makassar.


Sementara itu, Prof. Dr. Ir Ananto Yudono, M.Eng selaku Deputy Task Team Leader Urban Planner Universitas Hasanuddin mengatakan bahwa pihaknya ikut membantu dalam meningkatkan sejumlah inisiatif dan rencana dalam kerangka program Smart City yang dibangun oleh Pemkot Makassar.

“Tentu saja kita banyak melakukan kajian termasuk dalam melihat pertumbuhan populasi yang tinggi di Kota Makassar, serta ikut mensinkronkan dengan program-program yang terbangun di tingkat Propinsi maupun nasional” ujarnya.

Sementara itu, Mr. Joris van Etten, Senior Urban Development Specialist at the Asian Development Bank (ADB) dalam diskusi daring tersebut mengatakan bahwa sejumlah faktor dalam konsep Smart City di Kota Makassar meliputi Smart Mobility, Smart People, Smart Livability, Smart Economy, Smart Government serta Smart Environment.

“Bagi IDB, Pengembangan smart city Makassar sebagai pilot project memiliki nilai strategis untuk diimplementasikan secara serius dan terukur. Tentu saja ukurannya yang akan kita gunakan yakni tingkat kebahagiaan warga saat berada di Makassar termasuk ketersedian fasilitas yang efisien dan efektif” ujarnya.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Teliti Kinerja Smart City Makassar, Ismail Hajiali Raih Gelar Doktor

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Ismail Hajiali berhasil meraih gelar Doktor usai mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Eksternal, Kapabilitas unik, terhadap inovasi dan kinerja pengelola Smart City di Kota Makassar.

Pada saat berlangsung Ujian Promosi Doktor yang digelar secara daring oleh Program Studi Ilmu Manajemen, Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia, Rabu (23/9/2020), Ismail Hajiali dinyatakan lulus sangat memuaskan dengan predikat Summa Cum Laude dan mendapatkan IPK 3,8.

Saat mempertahankan disertasinya didepan penguji yang dipimpin oleh Prof Dr. H. Basri Modding, SE,M.Si selaku Ketua Sidang, Ismail menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh kepemimpinan, lingkungan eksternal, kapabilitas unik terhadap inovasi dan kinerja Smart City di Kota Makassar.

“Kami menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode kualitatif serta mengkombinasikan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif (penelitian eksplanatory dengan memakai data primer melalui kuisioner sebanyak 215 responden. Tekhnik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian dilakukan mulai bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020. Data dianalisis menggunakan program SEM AMOS” ujar Ismail yang juga merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar.

Menurutnya, hasil penelitian yang telah di lakukan menunjukkan bahwa faktor kepemimpinan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi, namun disisi lain kepemimpinan mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap peningkatan kinerja pengelola. Lingkungan eksternal mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap inovasi namun lingkungan eksternal mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pengelola. Sementara itu kapabilitas unik mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi dan kinerja pengelola, sedangkan Inovasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengelola.

Dalam Ujian Promosi Doktor ini, tampil sebagai Tim Promotor yakni, Prof. Dr. H. Mahfudnurnajamuddin,SE,MM selaku Promotor, Prof Dr. Baharuddin Semmaila,SE,M.Si selaku Ko-Promotor, serta Dr.Mukhlis Sufri,SE,M.Si selaku Ko-Promotor. Sementara itu, Tim Penguji yakni Prof Dr.H.Achmad Gani,SE,M.Si, Prof.Dr.H. Syahrir Mallongi,SE,M.SI, DR.Masruhi Kamidin,SE,M.Si, Dr.Amiruddin Husain,SE,M.Si. Sementara itu, hadir juga Prof.Dr.H.M.Djabir Hamzah,MA selaku penguji eksternal dan Prof.Dr.H.Hambali Thalib,SH,MH selaku penguji lintas disiplin ilmu.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Rusdin Tompo Serahkan Buku Puisi “Kata Sebagai Senjata” Kepada Kepala DPK Provinsi Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Rusdin Tompo menyerahkan buku kumpulan puisi terbarunya berjudul “Kata Sebagai Senjata” kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Mohammad Hasan, SH, MH. Buku terbitan Rayhan Intermedia ini, merupakan antologi puisi tunggal kelima dari penulis yang juga dikenal sebagai pemerhati anak tersebut.

“Ini wujud kewajiban saya sebagai penulis untuk menyetor setiap buku yang merupakan karya cetak kepada perpustakaan,” kata Rusdin Tompo.

Penyerahan buku dilakukan sebelum acara Seminar/Bedah Buku Terbitan Daerah Sulawesi Selatan berjudul “Kelong Pannyaleori” karya Dr Hj Kembong Daeng, M.Hum, di Hotel Mercure, Makassar, Rabu, 23 September 2020.

Undang-Undang tentang Karya Cetak dan Karya Rekam memang memerintahkan penyerahan buku kepada Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Umum Provinsi.

Rusdin Tompo memang rutin menyerahkan buku-bukunya, setiap kali bukunya diterbitkan. Untuk penyerahan buku ke Perpustakaan Nasional RI biasanya dilakukan melalui penerbit, sedangkan ke Perpustakaan Umum Provinsi, biasanya langsung diserahkan oleh dirinya.

Buku “Kata Sebagai Senjata” diterbitkan bulan September 2020 dan diikutkan dalam kegiatan Sayembara Buku Antologi Puisi dalam rangka Anugerah Hari Puisi Indonesia 2020.

Kepala DPK Provinsi Sulawesi Selatan, Mohammad Hasan, mengapresiasi penyerahan buku yang dilakukan setiap penulis. Karena, menurutnya, akan menambah koleksi perpustakaan dan memperkaya ragam bacaan sastra, khususnya puisi.

Mohammad Hasan menambahkan, instansinya sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan para penulis untuk memperkuat gerakan literasi di Sulsel. Dia juga bertekad menjadikan perpustakaan sebagai rumah baca rakyat yang ramah dan setiap saat dapat diakses masyarakat Sulawesi Selatan.

“Perpustakaan kini tidak lagi dibatasi dinding dan rak buku saja, tapi telah bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial, menjadi pusat informasi, pusat belajar dan berkegiatan masyarakat,” pungkasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Di BPSDM Wagub Sulsel Tegaskan Tupoksi Seorang Kasubag Program

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Badan pengembangan sumberdaya manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar pelatihan berbasis perencanaan.

Pelatihan ini di ikuti oleh 53 peserta, yang berlatar belakang jabatan sebagai Kasubag program dari tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel.

Tiba di Kampus 1 BPSDM Sulsel, Jln. Alauddin. Wagub Andi Sudirman Sulaiman di sambut Kepala BPSDM Sulsel Asri Sahrun Said.

Dengan tema “Pelatihan peningkatan akuntabilitas dan kinerja OPD berbasis perencanaan badan pengembangan sumber daya manusia”, Pelatihan di buka oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Wagub Sulsel dalam arahannya menyampaikan bagaimana idealnya sebuah sistem yang di jalankan oleh seorang Kasubag Program.

“Seorang Kasubag program merupakan project planner. Banyak hal yang harus di kuasai oleh Kasubag program, oleh karena itu, dibutuhkan keahlian dalam menterjemahkan Visi Misi ke dalam format program. Harus banyak menerima input dari para kepada ahli” Imbuh Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (23/9/2020).

Dihadapan para Kasubag, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya menguasai sebuah sofeware.

“Kasubag program harus punya software sendiri seperti MS Project atau Primavera sehingga dapat membantu membuat sebuah struktur perencanaan serta pelaporan” lanjutnya.

Diakhir sambutan, Wagub Andi Sudirman Sulaiman memberikan motivasi kepada para Kasubag program agar terus mengutamakan rasionalitas dalam bekerja.

“Kasubag program harus bekerja team work, lakukan yang terbaik, anda harus lebih baik dari apa yang saya harapkan, pakai kacamata rasional, kolaborasi dengan Tim Ahli dan Expert di lingkup masing-masing” tegasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Bersama Mahasiswa dan OKP di Halaman Rujab, Wagub Sulsel Imbau Santun Dalam Pergerakan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Mahasiswa berkumpul di Rujab Wagub Sulsel, Selasa (22/9/2020).

Silaturahmi ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Dengan setiap peserta menggunakan masker berstandar aman, penyemprotan disinfektan perorangan, tiap peserta yang masuk wajib dilakukan pengecekan suhu tubuh. Pertemuan di ruang terbuka ini pun tetap ada pembatasan peserta yang hadir dengab menjaga jarak dan wajib penggunaan masker.

Organisasi tersebut terdiri dari GMKI Sulsel, GMKI Kota Makassar, KAMMI Sulsel, HMI Maktim, Badko HMI Sulselbar, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan pelajar Muhammadiyah, Kerukunan Mahasiswa Pelajar Simbuang-Mappak, Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI), PMKRI, Nasyiatul Aisyiyah, Ipmil Luwu Raya, PMII.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel Elly Oscar menyampaikan bahwa silaturahmi antara Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sangat baik dan produktif.

“Silahturahim antara Pemerintah Daerah SulSel dengan OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) mengadakan Silaturahim dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan antara mahasiswa pemuda, ini adalah bagian dari menjaga dinamika di Sulsel,” jelasnya.

Pemuda dan Mahasiswa adalah garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi, kita harus bahu membahu juga dalam memberikan edukasi terkait covid-19.

“Menerapkan Protokoler kesehatan mesti dikampanyekan oleh kaum muda. Silaturrahim ini juga sangat penting, karena hadir mahasiswa dari berbagai etnis dan latar belakang kultur yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Selain itu, tanggapan positif juga dikemukakan oleh ketua HMI Cabang Makassar Timur, drg.Ardiansyah.

‘Ini contoh pertemuan silaturrahim yg konstruktif dimasa Pandemi, sambil berdialog santai, para peserta merasa tenang dengan penerapan protokol kesehatan ketat sebelum dan selama diskusi berlangsung. Ini contoh pertemuan umum dimasa pandemi yg bisa jadi rujukan. Pak wagub terlihat begitu concern menerapkan protokok kesehatan di acara ini. Sambil kita semua berdoa agar pandemi covid segera berlalu, kami dari elemen pemuda dan mahasiswa berharap silaturahmi seperti ini bisa menjadi agenda rutin yg positif,” ujar Dokter Ardi, Sapaan akrab dokter yg sekaligus Ketua HMI Maktim ini.

Sangat senang bagi Wagub Andi Sudirman Sulaiman dapat menerima Mahasiswa dan pemuda.

Dalam kesempatan ini, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menyempatkan berdiskusi bersama mahasiswa dengan membahas permasalahan yang di hadapi masyarakat dan pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan kembali kepada Mahasiswa dan pemuda agar santun dalam pergerakan.

“Silahkan tetap aktif, silahkan tetap kritis dengan cara cara yang arif dengan menjaga budaya lokal ketimuran kita. menjaga idealisme dengan cara kita. Kita menegur dan memberikan solusi yang baik, jangan menegur saja tapi tidak ada solusi yang baik,” tegasnya.(jalu)

read more
Health

Nasi atau Roti, Mana yang Lebih Sehat?

Salah satu jenis karbohidrat yang jamak dikonsumsi adalah nasi dan roti.

Manfaat karbohidrat bagi tubuh yang utama adalah menyediakan sumber energi.

Tanpa karbohidrat memadai, organ tubuh tidak bisa berfungsi secara optimal.

Baik nasi maupun roti, keduanya sama-sama berasal dari biji-bijian dan menyediakan zat gizi dengan takaran yang berbeda. Berikut perbandingannya:

Makronutrien

Roti dan nasi sama-sama merupakan sumber karbohidrat, namun komposisi nutrisinya bisa berlainan.

Melansir SFGate, nasi putih dan roti putih memiliki jumlah kalori, lemak, karbohidrat, dan protein dengan jumlah yang tidak jauh berbeda.

Sedangkan roti gandum memiliki kalori lebih rendah ketimbang nasi merah.

Satu porsi nasi merah mengandung 108 kalori, 3 gram protein, 1 gram lemak, dan 22 gram karbohidrat.

Sedangkan sepotong roti gandum memiliki 69 kalori, 4 gram protein, 1 gram lemak, dan 12 gram karbohidrat.

Serat

Kandungan serat di antara nasi putih, nasi merah, roti putih, dan roti gandum juga bisa berlainan.

Satu porsi nasi merah bisa menyediakan 2 gram serat, sedangkan nasi putih hanya mengandung 0,3 gram serat.

Sementara itu, sepotong roti gandum memiliki 2 gram serat, sedangkan roti putih hanya menyediakan 0,4 gram serat.

Serat adalah zat gizi penting yang membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mencegah penyakit jantung, serta menjaga berat badan tetap ideal.

Demi manfaat kesehatan, wanita disarankan mengonsumsi serat sebanyak 25 gram per hari dan pria membutuhkan serat sebanyak 38 gram per hari.

Vitamin Folat

Baik roti maupun nasi memiliki vitamin, akan tetapi jumlahnya tidak signifikan.

Satu porsi nasi putih menyediakan 77 mikrogram folat atau setara 19 persen dari kebutuhan folat harian kebanyakan orang.

Sedangkan satu potong roti putih mengandung 43 mikrogram atau setara 11 persen kebuthan folat harian kebanyakan orang.

Sementara itu, nasi merah dan roti gandum umumnya tidak memberikan pasokan vitamin yang signifikan untuk tubuh.

Mineral magnesium

Nasi merah menyediakan mineral magnesium paling banyak ketimbang nasi putih, roti gandum, atau roti putih.

Seporsi nasi merah mengandung 42 miligram magnesium, atau setara 11 persen kebutuhan magnesium per hari.

Manfaat magnesium untuk memperkuat tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga detak jantung tetap stabil.

Nasi putih, roti gandum, maupun roti putih juga memiliki mineral esensial, namun takarannya kecil.

Zat Besi

Kandungan zat besi dalam roti gandum paling tinggi jika dibandingkan nasi merah, nasi putih, atau roti putih.

Melansir Live Strong, seporsi atau dua ons roti gandum mengandung 1,39 miligram zat besi.

Asupan tersebut dapat menyediakan delapan persen kebutuhan zat besi untuk wanita dan 18 persen kebutuhan zat besi pria.

Kandungan zat besi lebih banyak berarti membantu tubuh mengangkut dan menyimpan lebih banyak oksigen.

Mana yang lebih sehat?

Antara nasi merah, nasi putih, roti gandum, atau roti putih memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika Anda mencari yang kalorinya paling rendah dan memiliki zat besi paling banyak, opsi terbaik adalah roti gandum.

Apabila ingin mendapatkan asupan serat paling banyak, pilihan terbaik adalah roti gandum atau beras merah.

Jika ingin menambah asupan folat, nasi putih paling banyak memasok folat ketimbang tiga jenis karbohidrat lainnya.

Sedangkan nasi merah menyediakan mineral magnesium paling banyak ketimbang nasi putih, roti gandum, atau roti putih.

 

 

source : LiveStrong,SFGATE

editor : Mahardini Nur Afifah

Kompas.com

read more
1 224 225 226 227 228 272
Page 226 of 272