close
Lifestyle

6 Masalah Makan pada Balita dan Cara Mengatasinya

LANITKU NETWORKS, Jakarta – Apakah si kecil memilih kabur saat waktunya makan? Atau dia cenderung memainkan makanannya? Waktu makan memang kerap kali membuat orangtua kewalahan. Sebagai orangtua, kita tentu ingin anak makan dengan lahap dan duduk dengan rapi. Namun sayangnya harapan kerap kali tak sesuai dengan kenyataan.

Berikut adalah enam masalah makan pada balita dan cara mengatasinya:

1. Ada lebih banyak makanan di lantai daripada di mulutnya

Saat si kecil belajar untuk makan sendiri, tentu sisa makanan akan berserakan, entah itu di lantai atau di meja makannya. Memang berantakan, tapi hal ini perlu dilakukan agar anak bisa melatih koordinasi antara tangan dan mulutnya. Solusinya, tetaplah bersabar. Bersihkan kekacauan tanpa menegurnya atau mengeluh.

2. Saat makan, anak lebih suka lari-larian

Jadikan setiap waktu makan sebagai pengalaman yang menyenangkan. Jika waktu makan itu menyenangkan, anak akan duduk dengan gembira di meja tanpa ingin meninggalkan kursinya. Ciptakan suasana santai, duduk di sampingnya dan ngobrol dengannya sambil membiarkannya makan sendiri.

3. Anak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan makanannya

Hentikan makan setelah waktu yang ditentukan. Untuk memastikan bahwa makan tidak menjadi aktivitas bermain yang panjang, bereskan piringnya setelah waktu yang sudah kita tentukan (katakanlah, 15 menit) dan peringatkan dia sebelumnya ketika batas waktu itu mendekat. Ini membuat dia tidak membuang banyak waktu dan bermain-main dengan makanannya.

4. Anak adalah pemilih makanan dan tak mau makan sayurannya

Beri dia sedikit makanan di sebuah piring yang besar. Pasalnya, anak-anak mungkin merasa akan terlalu kenyang saat melihat piring kecilnya penuh dengan makanan. Padahal, porsinya tentu sudah pas dengan perutnya. Kamu juga bisa membiasakan anak dengan rasa sayuran dengan mencampurkannya dengan makanan yang kamu tahu dia sukai. Seperti, memasukkan wortel ke dalam kue favorit anak. Atau mencampurkan brokoli ke dalam nugget ayam buatanmu sendiri.

5. Anak berjuang untuk memegang sendok atau garpu dengan kuat di tangannya

Pastikan peralatan makan ramah anak. Tangan anak tentu masih kecil, jadi berikan sendok dengan pegangan yang ukuran dan bentuknya tepat untuk digenggam oleh jari-jari kecil itu dan tunjukkan padanya cara menggenggam gagang dengan benar.

6. Anak terus minta disuapi

Saat kontrol tangannya membaik, kurangi menyuapinya makanan. Dorong dia untuk memegang sendok sendiri, bahkan jika dia meminta bantuanmu. Patikan anggota keluarga lain seperti, kakek, nenek, ataupun pengasuh melakukan hal yang sama. Semakin dia berusaha makan sendiri, semakin dia tidak membutuhkan kamu untuk membantunya.

 

source : youngparents.com.sg
Kompas.com
Penulis Dian Reinis Kumampung | Editor Bestari Kumala Dewi

 

read more
Health

Sering Gowes Malam Bisa Picu Angin Duduk? Ini Kata Dokter Jantung

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Seiring meningkatnya tren sepeda, makin ramai orang-orang gowes di malam hari. Bersamaan dengan itu kerap muncul informasi yang menyebut kebiasaan gowes sepeda di malam hari bisa bikin seseorang kena penyakit angin duduk. Benarkah?

“Semua pada main sepeda. Sampai jam segini di Bulungan masih main sepeda. Sehat enggak, angin duduk iya,” kata satu pengguna Twitter.

“Maksudnya apa ya main sepeda jam 10 malam di jalan raya??? Lu mau nyari mati yah? Belum tau kena angin duduk yah? Masa muda lw terlalu egois vroh,” komentar pengguna lainnya.

Istilah angin duduk sering dipakai untuk menggambarkan kondisi seperti masuk angin dan muntah akibat rasa sakit hebat di dada. Para ahli menjelaskan hal tersebut sebetulnya bisa jadi gejala serangan jantung, seperti sesak napas, dada terasa tertekan, keluar keringat, hingga mual.

Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito A. Damay, SpJP(K), MKes, FIHA, FICA, FAsCC, dari Siloam Hospital Lippo Village menjelaskan anggapan gowes sepeda di malam hari berisiko bisa menyebabkan angin duduk keliru. ‘Angin duduk’ yang merupakan tanda serangan jantung bisa terjadi kapan saja bila seseorang sudah memiliki risiko.

“Kalau angin duduk yang dimaksud adalah serangan jantung, maka itu bisa terjadi baik pagi atau malam hari kalau memang punya sudah penyakit jantung,” kata dr Vito pada detkcom, Senin (13/7/2020).

“Malam atau pagi itu hanya masalah waktu. Memang sih malam hari kondisi mungkin lelah fisik atau psikis karena siang habis kerja, tambah lagi malam sepedaan membebani fisik pada orang yang sebenarnya tidak sehat atau punya penyakit sehingga bisa saja memicu ‘angin duduk’ serangan jantung di malam hari,” lanjutnya.

dr Vito mengatakan seringnya orang-orang tidak menyadari memiliki penyakit jantung sebelum olahraga. Ini karena sebagian besar beranggapan tidak pernah punya masalah atau keluhan berarti bebas dari riwayat penyakit jantung.

“Jadi kalau pasien tidak punya riwayat penyakit jantung kadang artinya dia tidak mengetahui. Bukan tidak punya,” kata dr Vito.

Bila memang ingin gowes sepeda di malam hari, disarankan periksa kesehatan diri terlebih dahulu untuk memastikan kebugaran tubuh. Setelah itu dr Vito juga mengingatkan jangan lupa perlengkapan tambahan seperti lampu.

“Ingat kalau malam gowes pakai lampu, atau perlengkapan khusus apabila di jalan agar terlihat oleh orang lain. Nanti bukannya angin duduk malah bisa kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.(fds/up)

 

 

source : Firdaus Anwar – detikHealth

read more
DaerahNews

Hari Pertama Penerapan Perwali 36, Prof Rudy Keliling Perbatasan Kota Makassar

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin berkeliling disejumlah posko perbatasan kota untuk melihat secara langsung implementasi penerapan Pembatasan Pergerakan lintas Wilayah yang diatur didalam Peraturan Walikota Makassar Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Virus Covid-19 di Kota Makassar yang efektif diberlakukan hari ini, Senin (13/7/2020).

Tidak kurang delapan pos jaga yang terletak di daerah yang berbatas langsung dengan kabupaten tetangga didatangi oleh Prof Rudy diantaranya perbatasan Makassar-Gowa di Jalan Sultan Alauddin, posko Makassar-Takalar di Jalan Barombong, posko Makassar-Maros di Jalan Perintis Kemerdekaan, serta posko Makassar – Gowa di Samata.

Di masing-masing pos jaga ini, terlihat sejumlah personil gabungan yang terdiri atas anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, serta Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas baik yang hendak masuk ke Kota Makassar maupun sebaliknya. Masing-masing pengendara baik roda dua maupun roda empat di minta berhenti untuk di ukur suhu tubuhnya dan dimintai surat keterangan bebas Covid-19. Untuk pengendara yang tidak menggunakan masker diminta turun dari kendaraan untuk diberi teguran dan masker. Tidak sedikit dari mereka di beri hukuman push Up sebelum diminta melanjutkan perjalanannya. Bahkan, diperbatasan Makassar-Maros, petugas terlihat menghentikan sejumlah pengendara yang tidak menggunakan masker untuk kemudian di giring ke bawah tenda untuk dilakukan Rapid Test.

“Di hari pertama ini, kita masih memberi toleransi kepada warga yang melanggar, yang tidak menggunakan masker kita berikan masker untuk di pakai. Meskipun di beberapa tempat seperti di perbatasan Makassar-Maros kita berikan hukuman Rapid Test secara random bagi yang melanggar. Beberapa metode kita coba terapkan agar tidak terjadi antrian kendaraan yang panjang. Insya Allah dihari berikutnya, sanksi sosial yang lebih tegas akan kita terapkan agar kedisplinan masyarakat smakin bertambah” ujar Prof Rudy kepada Wartawan.

Ia juga meminta maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan.

“Kami memohon kesabaran dan jiwa besar semuanya. Yang kita lakukan ini adalah demi untuk kepentingan bersama. Jika Makassar ini mampu kita landaikan penyebaran virusnya, maka itu bisa dikatakan delapan puluh persen masalah Covid-19 selesai di Sulawesi Selatan” lanjutnya.

Menurut Prof Rudy, Pembatasan Pergerakan lintas wilayah hanyalah bagian kecil dari usaha untuk melandaikan kurva penyebaran Covid di Makassar. Pihaknya juga berencana untuk melakukan pengecekan di tempat-tempat usaha, baik itu rumah makan, Cafe, mal, pasar tradisional, termasuk juga di pemukiman-pemukiman warga.

“7.950 Personil gabungan yang kita siapkan tidak hanya bertugas di wilayah perbatasan kota, namun juga bekerja untuk memastikan seluruh protokol kesehatan dijalankan di semua tempat-tempat umum. Kita ingin seluruh warga kota Makassar menggunakan masker saat berada di luar rumah” lanjutnya.

Sepeti yang diatur di dalam perwali 36, Pembatasan Pergerakan antar Wilayah mengharuskan warga yang keluar masuk wilayah Makassar untuk memperlihatkan surat keterangan bebas Covid-19.

Beberapa kelompok warga yang dikecualikan dari aturan ini diantaranya ASN/TNI/Polri dan pegawai swasta dengan menunjukkan bukti diri bahwa benar bekerja di Makassar. Buruh dan pedagang yang bekerja di Kota Makassar dengan menunjukkan keterangan dari Lurah/ kepala desa asal bahwa benar bekerja di Makassar.

Untuk penduduk Makassar-Maros-Gowa-Takalar (Mamminasata) yang bekerja di Makassar diminta untuk menunjukkan bukti diri bahwa bekerja di Makassar dan KTP bahwa benar penduduk menetap di Mamminasata.

Pengecualian juga diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang mendaftar di Makassar dengan menunjukkan kartu peserta tes atau pendaftaran. Juga untuk orang sakit yang dirujuk ke Makassar dengan menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit daerah asal, serta hal-hal lainnya yang dianggap penting dan darurat.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Tinjau Perbatasan, Rudy : Kita Upayakan Pengawasan 24 Jam

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Permberlakuan Perwali Nomor 36 resmi diberlakukan besok, Senin, 13 Juli 2020. Setiap perbatasan Kota Makassar akan diawasi ketat oleh para personil gabungan.

Sebanyak sebelas posko perbatasan serta empat posko penindakan di siapkan untuk mengawal pelaksanaan Pembatasan Pergerakan antar wilayah, baik akses keluar maupun akses masuk ke Kota Makassar.

Terkait hal tersebut, Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin meninjau langsung kesiapan dan melakukan simulasi di salah satu perbatasan Alauddin- Gowa, Minggu, (12/7/20).

Pada peninjauan ini, Rudy mengecek sejumlah skema dan cara kerja para petugas dilapangan dalam melakukan edukasi, pengawasan dan penindakan terhadap warga yang melintas di perbatasan. Persiapan sudah kita matangkan, termasuk kesiapan 7.950 personil gabungan, baik itu TNI Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, camat lurah, termasuk sejumlah elemen masyarakat yang akan ikut menjadi edukator terhadap warga kita.

“ Kita mengecek kesiapannya dilapangan, dan meminta kepada seluruh petugas agar mengedepankan sikap humanis, lakukan pendekatan persuasif. Dengan usaha bersama yang kita lakukan ini, mudah-Mudahan dalam waktu yang tidak lama kurva penyebaran Virus Covid-19 ini dapat kita landaikan, khususnya di Kota Makassar” ujar Rudy.

Dalam simulasi tersebut, petugas gabungan yang terdiri atas TNI Polri, Dishub, Satpol,BPBD, serta Dinas Kesehatan menemukan sejumlah penggunakan jalan yang melintas tidak menggunakan masker untuk kemudian diberhentikan dan di beri edukasi secara langsung.

“Kita beri edukasi tentang pentingnya menggunakan masker ditengah pandemi ini. Kenapa pembatasan ini kita lakukan, tidak lain untuk mempersempit peluang penyebaran Covid-19. Ingat, Kota Makassar itu adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan barometer ekonomi Sulawesi Selatan. Sehingga kita tidak ingin daerah luar yang sudah bersih dan sudah hijau, berkunjung ke Makassar, lantas pulang dari Makassar membawa virus korona,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, bagi warga yang punya keperluan masuk Makassar agar menyertakan surat keterangan bebas Covid-19 di terbitkan rumah sakit atau puskesmas di daerah asalnya.

“Begitu juga yang mau keluar Makassar, kita batasi juga. Persiapan terbut hari ini, kami bersama Pak Dandim dan Pak Wakapolres memastikan kesiapan dilapangan. Insya Allah besok pagi, aturan Perwali ini kita berlakukan secara efektif,” jelasnya.

Rudy berharap proses pemeriksaan diperbatasan berlangsung cepat sehingga tidak membuat pengfuna jalan tidak terganggu. Namun ia juga berharap masyarakat bisa memahami bahwa proses ini bagian dari upaya untuk melindungi warga dari pandemi yang kini masih mewabah.

Target utama dari Perwali 36 ini menurutnya untuk mempercepat pengendalian wabah Covid-19 di Kota Makassar secara khusus.

“Sebisa mungkin tidak prosesnya tidak menghambat aktivitas masyarakat. Kita akan melakukan pemeriksaan dibeberapa titik dan kita upayakan pemeriksaan dilakukan selama 24 jam,” tegasnya.

Dalam mengawal Perwali ini, sebanyak 7.950 personil gabungan yang terdiri atas anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Camat Lurah, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya akan bekerja di lapangan dan memastikan seluruh aturan dijalankan oleh seluruh warga Kota Makassar. (jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
Health

Benarkah Sereal Tidak Baik untuk Sarapan?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sereal merupakan bahan yang terbuat dari biji-bijian olahan yang biasanya dimakan dengan susu, yogurt, atau buah. Proses pengolahan biji-bijian tersebut seringkali menggunakan bahan yang mengandung gula dan karbohidrat tambahan sehingga mengkonsumsi sereal di pagi hari akan meningkatkan kadar gula darah dan insulin.

Selain itu, konsumsi gula terlalu banyak dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Anak-anak biasanya memilih serial karena kemasan, bentuk dan warnanya yang menarik. Justru kandungan gula yang tinggi berasal dari warna dan bentuk-bentuk sereal seperti bola,bintang, atau persegi panjang. lho

“Seseorang yang mengonsumsi satu porsi rata-rata sereal anak-anak biasanya akan mengkonsumsi lebih dari 10 pon (setara 4,5 kg) gula setahun,” kata pakar nutrisi, Chelsey Amer, MS, RDN, CDN.

Penelitian mengatakan bahwa 34 persen kalori dalam sereal berasal dari gula. Dari 1.556 sereal yang diteliti, satu porsi 40 sereal melebihi 60 persen dari jumlah harian gula yang seharusnya dikonsumsi oleh manusia.

Lalu bagaimana memilih sereal yang memang baik untuk dikonsumsi?

Disarankan memilih sereal sarapan dengan gula di bawah 5 gram per saji karena dapat mengandung setidaknya 3 gram serat per porsi hal ini cukup optimal untuk kesehatan tubuh.(up/up)

 

 

source : Defara Millenia Romadhona – detikHealth

 

read more
DaerahNews

Masyarakat Berperan Menegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

LANGITKU NETWORKS, Makassar – “Tabe, jangan ki pindahkan kursi ta’ karena kita harus tetap jaga jarak sesuai protokol kesehatan,” begitu kata seorang panitia, mengingatkan peserta Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok, di Jalan Sunu 1A Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu, 11 Juli 2020.

Kegiatan ini merupakan program DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menghadirkan Sri Rahmi, S.A.P., M.ADM.K.P.. anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, periode 2019-2024. Narasumber lain yakni Rusdin Tompo dan Susi Smita Patisahusiwa. Hadir dalam acara ini Lurah Suangga, Aharuddin, S.Sos, Ketua RT 2/RW 3, Asdar Darwis, dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Sri Rahmi menyampaikan bahwa bersamaan dengan kegiatan ini, sebanyak 85 anggota DPRD turun ke daerah pemilihan (dapil) mereka untuk menyosialisasikan produk hukum daerah. Katanya, sosialisasi ini bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota dewan agar Perda yang dihasilkan DPRD dan pemprov diketahui masyarakat.

“Sosialisasi ini agar masyarakat tahu bahwa ada aturan tentang Kawasan Tanpa Rokok. Jangan sampai begitu diberi sanksi, masyarakat kaget karena belum tahu ada aturannya,” jelas perempuan yang akrab disapa Bunda itu.

Ditambahkan bahwa dirinya dan anggota dewan lainnya melakukan sosialiaasi agar masyarakat tergerak berperan serta. Masyarakat, menurutnya, mesti jadi mata dan telinga, dalam hal implementasi dan pengawasan, supaya bisa diketahui sejauh mana efektif Perda ini. Termasuk melihat, apakah masih banyak yang melanggar atau semakin dipatuhi. Sri Rahmi memberi apresiasi kepada Pemkot Makassar karena mendorong hadirnya lorong bebas rokok di setiap kelurahan.

Susi Smita, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah duduk di parlemen, mengajak warga untuk tidak ragu menegur orang yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR), menurutnya, sikap tegas dengan menegur para perokok yang merokok di sembarang tempat itu merupakan bagian dari peran serta masyarakat. Peran lain, jelasnya, bisa juga dimulai dari rumah dan lingkungan tempat tinggal.

“Kalau kita tenang-tenang saja sementara ada orang merokok di situ maka kita membiarkan diri kita menghirup asap rokok yang penuh racun berbahaya. Padahal, sebagai perokok pasif, kitalah yang paling rentan terserang penyakit akibat asap rokok,” papar Susi Smita meyakinkan warga.

Sementara Rusdin Tompo, aktivis perlindungan anak yang merupakan alumni Fakultas Hukum Unhas, menjelaskan aspek hukum kehadiran sebuah regulasi. Katanya, ada fiksi hukum yang mengasumsikan bahwa semua warga negara mengetahui suatu peraturan begitu peraturan itu dicatat di lembaran negara kalau dalam bentuk undang-undang atau dicatat di lembaran daerah kalau itu berupa perda. Jadi sosialisasi Perda ini bermaksud agar jelas dan terang bagi warga mengetahui apa saja yang diatur dalam Perda KTR itu dengan cara sederhana.

Kehadiran Perda KTR itu, lanjutnya, untuk mengubah dan mengatur perilaku masyarakat agar tidak boleh perokok pada beberapa area atau kawasan. Yakni, pada fasilitas layanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, rumah ibadah, fasilitas olah raga tertutup, angkutan umum, tempat kerja serta fasilitas umum lainnya, seperti bandara dan terminal.

Kehadiran Perda KTR, jelasnya, akan memberikan kemanfaatan bagi orang banyak, sekakigus menghadirkan keadilan bagi mereka yang selama ini kurang terlindungi akibat paparan asap rokok. Jika Perda ditegakkan dengan menjatuhkan sanksi bagi setiap pelanggar maka akan memberikan kepastian hukum bagi semua orang.

“Sifat dari hukum itu mengatur dan memaksa,” imbuhnya.

Kegiatan ini dilakukan dalam situasi kenormalan baru sehingga harus sesuai protokol kesehatan. Sehingga kegiatan dilakukan sebanyak 4 sesi di mana pada setiap sesi hanya diikuti 35 orang, dan mereka patuh menjaga jarak sesuai imbauan pemerintah. Setiap orang yang hadir juga mesti memastikan diri dalam keadaan sehat dengan menggunakan masker selama acara.(jalu)

read more
DaerahNews

sebanyak 7.950 personil gabungan, siap kawal penerapan perwali 36 di kota Makassar

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Peraturan Walikota Makassar Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 efektif diberlakukan hari Senin (13/7/2020) mendatang. Sebanyak sebelas posko perbatasan serta empat posko penindakan di siapkan untuk mengawal pelaksanaan Pembatasan Pergerakan antar wilayah, baik akses keluar maupun akses masuk ke Kota Makassar. Dalam mengawal Perwali ini, sebanyak 7.950 personil gabungan akan bekerja di lapangan dan memastikan seluruh aturan dijalankan oleh seluruh warga Kota Makassar. Pada saat memimpin rapat persiapan penerapan Perwali 36 di Posko Gugus Tugas Kota Makassar, Sabtu (11/7/2020), Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin menyampaikan bahwa Perwali akan ditegakkan dengan pendekatan persuasif. Menurutnya, dalam implementasi aturan ini tidak menutup terjadi dinamika dilapangan, sehingga Rudy meminta kepada seluruh personil bekerja dengan pendekatan humanis, serta meminta camat serta lurah untuk mengoptimalkan tokoh-tokoh masyarakat di wilayahnya sebagai edukator.

“Insya Allah besok (Minggu) kita akan melakukan simulasi di beberapa titik perbatasan kota. Akan kita cek dilapangan, jika misalnya ada antrian maka kita cari metode supaya tidak antri. Prinsipnya kita tidak ingin menyusahkan warga kita, namun justru kita ingin menyelamatkan semuanya. Untuk operasional dilapangan, saya minta agar jangan ada tindakan represif, lakukan secara persuasif, gunakan pendekatan humanis, jika ada yang masih membandel agar di bujuk dan diberikan masker untuk digunakan” ujar Prof Rudy saat berbicara.


Dalam rapat tersebut, sejumlah aturan tekhnis yang akan diberlakukan pada di perbatasan kota, termasuk upaya memastikan seluruh warga kota menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

“Untuk di perbatasan, warga yang bekerja di Makassar cukup memperlihatkan surat keterangan dari kantor tempatnya bekerja, atau menunjukkan ID Card yang dikeluarkan secara resmi ditempatnya bekerja. Namun tetap dilakukan pemeriksaan suhu badan termasuk Random Rapid test. Demikian pula bagi yang hendak keluar dari Kota Makassar tetap harus menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19. Ini untuk memastikan bahwa yang bersangkutan bukan Carrier yang berpotensi membawa virus dan menularkannya di daerah lain” lanjut Rudy.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Makassar, Sabri menyampaikan sebanyak 7.950 personil gabungan yang terdiri atas anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Camat Lurah, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya akan bekerja mengawal pelaksanaan perwali 36 Tahun 2020.

“Kita sudah siapkan patroli wilayah yang akan menyisir setiap wilayah selama tiga kali Sehari. Untuk pos kecamatan dsiapkan tim edukasi, penindakan dan pengawasan, termasuk tim kesehatan yang akan melakukan rapid test ditempat. Intinya, setiap camat harus memastikan seluruh warganya menggunakan masker saat keluar dari rumah. Termasuk juga pasar tradisional dan pasar darurat, rumah makan, mal dan tempat usaha lainnya. Masing-masing pengelolanya yang bertanggungjawab untuk memastikan seluruh pengunjung menggunakan masker” ujar Sabri. Dalam rapat ini hadir sejumlah kepala dinas, perwakilan TNI Polri, serta camat se Kota Makassar.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Pj Walikota Makassar dan Bupati Gowa saling Bersinergi Landaikan Covid-19

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dua pemimpin wilayah, Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin dan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saling bersinergi dalam usaha melandaikan tingkat penyebaran wabah Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Kolaborasi ini terlihat saat keduanya saling bertemu di Kantor Balaikota Makassar, Jumat (10/7/2020).

Berbagai jenis kebijakan mereka rembukkan, termasuk sejumlah langkah-langkah bersama yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Secara spesifik, Adnan Purichta Ichsan mendukung penerapan Peraturan Walikota Makassar Nomor 36 tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Covid-19 yang mengatur tentang poin-poin penting mengenai edukasi, preventif serta pengawasan secara massif demi memulihkan Kota Makassar dari pandemi.

Demikian pula sebaliknya, Prof Rudy juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiasi kebijakan Adnan Purichta Ichsan yang mencanangkan Gerakan Sejuta Masker yang dianggapnya terobosan positif.

“Tidak bisa selesai Covid ini jika ditangani secara parsial. Makanya kita bangun gerakan solidaritas bersama, seperti hari ini kita berkordinasi dengan Pak Bupati Gowa menyelaraskan berbagai kebijakan. Penanganan Covid ini kan terkait meminimalisasi pergerakan orang dari satu tempat ketempat lain, dari satu wilayah ke wilayah yang lain, apalagi Makassar ini sebagai episentrum penularan. Makanya pergerakan ini kita atur, utamanya wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan Makassar” ujar Prof Rudy.

Pada kesempatan ini, Adnan menyerahkan bantuan 150 ribu masker sebagai bentuk dukungan kepada Pemkot Makassar dalam mengendalikan Covid , dan sebaliknya pula Prof Rudy juga memberikan bantuan 700 alat Rapid Test untuk dimanfaatkan, khususnya bagi warga Gowa yang ingin ke Kota Makassar.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
Health

Tak Sengaja Menelan Obat Kumur, Apa Bahayanya?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Pada umumnya, obat kumur seringkali menjadi opsi pertama dalam upaya membersihkan area dalam mulut. Obat kumur pun dipercaya dapat membunuh berbagai jenis kuman yang terdapat di dalam mulut.

Akan tetapi, seringkali kita tidak sengaja menelan obat kumur. Hal ini membuat rasa tidak nyaman di tenggorokan dan menimbulkan kecemasan tersendiri mengenai dampak dari sering menelan obat kumur.

Menurut Dr dr Rustamadji, MKes, menelan obat kumur tidak memiliki efek berbahaya jika hanya 1-2 ml saja. Hal ini dikarenakan dosis yang sedikit tidak akan mempengaruhi kondisi tubuh.

“Jika hanya tertelan 1-2 ml, tidak mempengaruhi. Iodin yang dikeluarkan oleh tubuh dan tidak menyebabkan gangguan”, ujar dr Rustamadji, Rabu (9/8/2020).

Akan tetapi, ia tetap mengingatkan untuk berhati-hati. Bagaimanapun kalau terus-terusan tertelan dapat berpengaruh buruk pada kesehatan tubuh. Hal ini bisa memberikan efek pada kenaikan gangguan natrium, dan gagal ginjal.(up/up)

 

source : Elsa Himawan – detikHealth

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Tinjau Lokasi Pembangunan Pengaman Abrasi Pantai di Takalar

LANGITKU NETWORKS, Takalar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman lakukan kunjungan kerjanya di Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Kamis (9/7/2020). Didampingi Bupati Takalar, Syamsari Kitta, Andi Sudirman meninjau proyek Kementerian PUPR pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan.

Lengkap dengan safety first, Andi Sudirman turun langsung berjalan diatas jalanan berpasir melihat pekerjaan pembangunan pengaman abrasi Pantai Kabupaten Takalar. Proyek ini dengan nilai kontrak Rp 10.884.879.000.

Ia pun sempat memasuki pos titik kumpul. Melihat rancangan proyek pengaman abrasi pantai Takalar.

“Alhamdulillah progress sudah 39% pembangunan pengaman abrasi di Galesong Takalar,” ujar Andi Sudirman.

“Perencanaan selesai (sekitar) 400an meter hingga akhir tahun 2019. Insya Allah tahap kedua akan dilanjutkan, usulan 2x anggaran 2020 sudah diusulkan untuk 2021,” ungkapnya.

Sebelum dikerjakan, lokasi abrasi pesisir itu berdampak ke masyarakat di Desa Sampulungan. Rumah warga bahkan pekuburan terkikis hingga kain kafan terlihat menyembul. Abrasi sudah terjadi sejak tahun 2018 juga pernah membuat tanah pekuburan amblas. Abrasi di pesisir pantai Takalar terjadi di tiga dusun, yakni Dusun Sampulungan, Sampulungan Caddi, dan Sampulungan Lompo.(jalu)

read more
1 241 242 243 244 245 272
Page 243 of 272