close

Health

Health

Kalori atau Karbohidrat, Mana yang Bikin Gemuk?

LANGITKU.NET, Jakarta – Apa sebenarnya yang bikin gemuk, kalori atau karbohidrat?
Umumnya, karbohidrat selalu dianggap jadi biang kerok kenaikan berat badan. Dengan hipotesa itu, maka berarti untuk menurunkannya, Anda perlu memangkas asupan karbohidrat. Misalnya, dengan asal saja tidak mengonsumsi nasi.

Tapi, ada juga nasehat yang menyebut bahwa cara tercepat menurunkan berat badan adalah menghitung dan memangkas kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Mengutip Scientific American, gemuk, obesitas, atau kelebihan berat badan bisa terjadi karena ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang dikeluarkan.

Sederhananya, Anda makan terlalu banyak dan jarang bergerak. Artinya, kalori dari protein, karbohidrat, atau bahkan lemak yang dimakan tidak dicerna dengan baik. Kondisi ini bisa memicu kenaikan berat badan.

Hal ini dicontohkan misalnya dengan saran untuk mengonsumsi makanan rendah kalori saat sedang menjalankan program diet.

Sementara karbohidrat, meski kerap dikaitkan dengan kadar lemak, namun tak bisa secara langsung bertanggung jawab sepenuhnya atas penurunan berat badan.

Kendati demikian, Anda tetap dipersilakan jika ingin mengurangi asupan karbohidrat dalam batas wajar seperti mengurangi konsumsi nasi.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa baik karbohidrat dan kalori punya peran penting untuk proses penurunan berat badan. Saat dikonsumsi berlebih, keduanya bisa menaikkan berat badan.

Satu-satunya cara untuk mencegah penambahan berat badan adalah dengan membakar kalori setidaknya sebanyak yang Anda makan.

Rata-rata wanita membakar sekitar 2 ribu kalori per hari melalui fungsi tubuh dan aktivitas fisik. Sedangkan rata-rata pria membakar sekitar 2.500 kalori per hari.

Pasalnya, saat jumlah yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada yang dibakar, kalori akan menumpuk sebagai lemak.

Demikian penjelasan mengenai apa yang bikin gemuk, kalori atau karbohidrat. Semoga membantu.

 

 

 

 

source : cnnindonesia.com

read more
Health

Hindari Makan Pisang Sebelum Tidur, Ini Efek Buruknya

LANGITKU.NET, Jakarta – Pisang terkenal sebagai buah ideal untuk dikonsumsi kapan pun. Namun ternyata mengonsumsinya sebelum tidur tidak disarankan pakar karena alasan ini.
Membicarakan buah praktis, enak, dan penuh nutrisi, tak bisa meninggalkan pisang yang jadi favorit banyak orang. Pisang bahkan jadi buah andalan pelaku hidup sehat saat ingin melahap camilan bernutrisi.

Mengonsumsi pisang ternyata ada aturannya untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Salah satunya tidak makan pisang tepat sebelum ingin tidur.

Seperti dikutip dari Mirror UK (16/5), pakar tidur dari sleepjunkie.com menjelaskan pisang memang bisa dikonsumsi kapan pun, tapi memakannya dekat dengan waktu tidur bisa memicu tidur tak nyenyak dan mimpi buruk.

Menurut pakar tidur, hal itu karena kandungan melatonin pada pisang. “Pisang mengandung magnesium dalam jumlah tinggi yang bantu membuat otot relaks dan menenangkan tubuh. Banyak orang pun merasakan efek menenangkan itu pada malam hari. Namun, pisang juga memproduksi banyak melatonin yang bisa memicu efek berlawanan,” kata pakar tidur di sleepjunkie.com

adi, pakar tidur yang pro akan teori ini, lebih memilih makan pisang satu sampai dua jam sebelum tidur. Hal ini agar ritme sirkadian tidak terganggu dan imajinasi seseorang tidak aktif yang berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Meskipun begitu, pakar kesehatan lain ada yang tidak terlalu meyakini teori tersebut. Salah satunya Fergus Smithers selaku pimpinan divisi makanan dari layanan resep nabati, Grubby.

Menurutnya pisang ideal dikonsumsi sebelum tidur, begitu pun dengan kiwi. “Kiwi penuh kandungan serotonin, neurotransmitter yang mengatur siklus tidur, membuat Anda tidur lebih nyenyak,” katanya.

“Demikian pula dengan pisang yang mengandung magnesium, potasium, dan triptofan, yang membantu relaksasi otot dan meningkatkan kualitas tidur. Pisang juga sangat tinggi serat, membuat Anda merasa kenyang dan puas sebelum tidur,” tutup Smithers.

 

 

 

 

source : food.detik.com

read more
Health

Kurangi Asupan Garam Belum Tentu Ampuh Atasi Hipertensi, Ini Wanti-wanti Dokter

LANGITKU.NET, Jakarta – Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit mematikan yang dianggap ‘silent killer’ karena sering dialami tanpa keluhan. Dalam banyak kasus, hipertensi juga menjadi penyebab penyakit mematikan lain seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke.
Salah satu penyebab tekanan darah tinggi pada seseorang adalah tingkat konsumsi garam harian yang berlebihan. Anjuran konsumsi garam harian per orang adalah 5 gram.

Namun kini yang menjadi pertanyaan adalah apakah membatasi konsumsi garam sudah cukup untuk mencegah penyakit hipertensi? Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH mengatakan bahwa membatasi jumlah konsumsi garam tidak cukup untuk mencegah hipertensi.

“Jadi dengan hanya membatasi konsumsi garam itu tidak cukup untuk mencegah penyakit hipertensi. Karena banyak faktor yang harus diperhatikan,” ucap dr Tunggul.

dr Tunggul menjelaskan ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hipertensi. Di antaranya, kondisi berat badan berlebihan dan jarang berolahraga.

“Memiliki keluarga yang mengidap hipertensi juga meningkatkan risiko. Jadi harus memperhatikan keseluruhannya. Kalau misalnya gemuk, jadi bukan hanya garam saja. Perlu rutin olahraga juga salah satu pencegahannya,” bebernya.

Adapun lebih lanjut, dr Tunggul menekankan bahwa hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah. Ia meminta masyarakat terus melakukan gaya hidup sehat agar hipertensi tidak berdampak lebih parah bagi kesehatan.

“Harus disadari hipertensi itu bisa dicegah. Kalau dia sudah didiagnosis, hipertensi itu bisa dikendalikan. Kendalikan tekanan darahmu sebelum hipertensi yang mengendalikan,” ujar dr Tunggul.

“Bila tak ditangani, hipertensi bisa merusak pada pembuluh darah, jantung, ginjal, otak, mata semua kena kalau sudah hipertensi. Kalau sudah kena, mengembalikannya pasti susah,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

source : health.detik.com

read more
Health

Kolesterol Nanjak Tapi Pengin Makan Udang? Boleh Saja, Begini Tipsnya

LANGITKU.NET, Jakarta – Penggemar makanan laut kadang tidak bisa meredam keinginannya untuk mengonsumsi beragam makanan yang tinggi kolesterol. Di samping kaya akan kandungan gizi seperti omega-3, seafood seperti beberapa jenis ikan dan udang memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi.
Namun tak perlu khawatir, pengidap kolesterol tinggi juga boleh-boleh saja makan udang. Tapi harus memperhatikan cara memasak dan porsi makannya.

“Kalau mau makan udang, sekali seminggu boleh. Kalau kolesterol tinggi, masaknya jangan yang digoreng. Ambil yang ditumis aja tapi jangan sausnya ditaruh di nasi ya,” ujar spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF.

Dikutip dari laman P2PTM Kemenkes RI, udang adalah salah satu makanan tinggi kolesterol yang konsumsinya harus dibatasi. Udang diketahui memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Setidaknya 195 mg kolesterol terkandung dalam setiap 100 mg udang.

Kandungan kolesterol dalam satu ons udang setidaknya ada 55 mg dan satu ekor udang yang cukup besar memiliki kandungan kolesterol sekitar 11 mg.

Saat ingin mengonsumsi makanan laut, jangan lupa juga untuk memesan makanan berserat sebagai pendamping hidangan seafood kamu. Serat dapat membantu menurunkan kolesterol dengan mengikat asam empedu.

Selain itu, berikut beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan kolesterol pasca makan seafood:

  • Biji-bijian gandum dan berbagai jenis serelia dengan kulit ari yang masih utuh.
  • Kacang-kacangan seperti kacang merah dan almond.
  • Buah apel, anggur, dan jeruk yang kaya kandungan pektin, sebagai serat larut yang menekan LDL.
  • Mengonsumsi kedelai dan produk olahan dari kedelai, seperti tempe, tahu dan susu kedelai.
read more
Health

Cara Mengurangi Mata Minus yang Efektif

LANGITKU.NET, Jakarta – Penggunaan gawai secara terus menerus menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mata minus. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehingga membuat Anda tidak nyaman.
Untuk mengurangi mata minus sebenarnya dapat dilakukan dengan tindakan medis atau alami. Mau tahu bagaimana caranya? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Mata Minus?

Dikutip dari American Optometric Association, mata minus atau miopi adalah sebuah kelainan refraktif mata berupa citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika mata tidak dalam keadaan akomodasi. Miopia dapat terjadi karena bola mata yang terlalu panjang atau karena kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram.

Mata minus biasanya dapat terjadi karena beberapa faktor, baik dari faktor genetik, penggunaan elektronik, dan faktor lainnya. Beberapa orang akan merogoh kocek lebih dalam untuk tindakan medis seperti operasi. Namun mata minus juga dapat disembuhkan dengan cara alami.

Cara Mengurangi Mata Minus
Mata minus sebenarnya tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, ada tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengurangi mata minus agar tidak semakin parah.

Dilansir dari American Optometric Association, tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengurangi mata minus sebagai berikut.

1. Menggunakan Lensa Korektif
Anda dapat memilih dua macam lensa korektif yaitu, kacamata atau lensa kontak. Alat bantu penglihatan ini tanpa harus melalui prosedur pembedahan.

Lensa kontak digunakan langsung pada selaput mata, sedangkan kacamata digunakan pada bagian luar. Lensa khusus tersebut bekerja dengan mengarahkan fokus cahaya agar jatuh tepat di retina. Dengan begitu, penglihatan pengguna lensa korektif ini jadi lebih jelas.

2. Operasi
Saat kacamata atau lensa kontak dinilai kurang efektif pada tingkat mata minus yang tinggi. Operasi bisa jadi pilihan untuk mengurangi mata minus.

alah satu jenis operasi yang paling umum untuk mengurangi minus mata adalah LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis). Pada prosedur ini, dokter terlebih dulu akan membuat sayatan kecil di kornea mata pasien. Lalu lapisan tipis yang berada di tengah kornea akan diangkat menggunakan laser, agar bentuk kornea kembali normal dan penglihatan pun membaik.

Cara Merawat Mata Minus Secara Alami
Cara yang paling efektif untuk menyembuhkan kondisi mata minus sebenarnya hanya dengan tindakan medis lasik atau sejenisnya. Namun, kamu bisa menjaga kondisi mata agar tidak makin parah dengan beberapa cara alami berikut.

1. Konsumsi Wortel
Sudah rahasia umum jika wortel memiliki kandungan vitamin A yang berguna untuk menjaga kesehatan mata. Tapi jangan berharap jika sayuran ini bisa mengurangi minus mata.

“Kalau makan wortel sehari satu kilo, bola matanya berubah atau tidak? ya nggak. Jadi tidak ada hubungan antara makanan dan gangguan kacamata,” kata dr Setiyo Budi Riyanto, spesialis mata dari Jakarta Eye Center.

“Mau tiap hari makan wortel, pasti tetap berkacamata kalau tidak dibenahi,” sambungnya.

2. Latihan Fokus Menggunakan Telunjuk
memfokuskan penglihatan mata pada suatu titik untuk menjaga mata minus tidak semakin parah. Gunakan jari telunjuk sebagai fokus titik penglihatan kemudian alihkan fokus ke objek yang jauh di belakang telunjuk.

Lakukan cara ini tanpa melirik arah lain dan menggeser kepala. Ulangi hingga 10 kali sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam merawat mata.

Itulah beberapa cara mengurangi mata minus secara efektif. Jika ragu, silahkan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

 

 

 

 

 

sumber : Hanif Hawari – detikHealth

read more
Health

Anak Kos Merapat! Sahur Pakai Mi Instan Boleh-boleh Saja, Asal…

LANGITKU.NET, Jakarta – Mi instan adalah makanan yang sering dikonsumsi banyak orang. Mi instan menghasilkan banyak kalori yang membuat orang cepat kenyang. Mi instan pun turut menjadi salah satu menu sahur. Ada hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi mi instan kala sahur. Apa saja?

Spesialis gizi dr Christopher Andrian, M Gizi, SpGK dari RS Siloam TB Simatupang menjelaskan komposisi yang dominan dalam sebungkus mi instan adalah karbohidrat dan lemak. Kalori yang dihasilkan mi instan cukup besar, yaitu 300-400 kalori.

“Kalau kita sudah tahu komposisi yang tinggi itu karbohidrat dan lemak, yang kurang apa? Protein dan serat. Itu yang harus kita lengkapi,” ujar dr Christopher.

Orang boleh saja mengonsumsi mi instan saat sahur, terlebih dalam keadaan mendesak. Namun, sebaiknya mi instan tidak dikonsumsi rutin setiap hari.

“Kalau kemarin sudah mi instan, ya sahur hari ini jangan mi instan lagi. Kalau mi instan lagi gimana? Makannya jangan 1 porsi untuk sumber karbohidrat. Bagi 2 deh 1 bungkus. Tambahin sumber protein, sayuran. Balance nggak? Tetap balance karena mi itu pengganti nasi. Selama jangan makan nasi pakai mi. Berat badan naik. Kolesterol pasti naik kalau itu,” terangnya.

Lebih lanjut, dr Christopher mengungkapkan selama bulan puasa asupan kalori harian harus tetap sama seperti tidak puasa agar total kebutuhan gizi harian terpenuhi. Hal yang membedakan hanya jam makan saja. Sebelum Ramadan, biasanya orang sarapan, makan siang, makan malam, dan disertai cemilan. Sementara itu, selama Ramadan makan hanya pagi (sahur) dan malam (buka puasa).

“Bagaimana caranya kita tetap memenuhi kebutuhan harian total dalam 2 kali makan itu? Setiap kali makan besar sahur disarankan untuk makan yang proper dengan porsi yang seimbang. Ada karbohidrat, protein, lemak, serat sama seperti makan saat berbuka puasa. Jadi komposisinya komplit,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

source : health.detik.com

read more
Health

Asam Lambung alias GERD Lagi Kumat, Harus Gimana? Ini Saran Profesor

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) merupakan kondisi yang terjadi saat asam lambung naik kembali ke saluran yang menghubungkan antara mulut dan perut yaitu kerongkongan atau esofagus. GERD ditandai dengan sensasi nyeri dan juga rasa terbakar (heartburn) pada dada dan mulut terasa pahit.
Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, dokter spesialis gastroenterologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) menjelaskan bahwa GERD atau asam lambung bisa disembuhkan apabila pasien melakukan perubahan gaya hidup dan menghindari faktor risiko GERD.

“Beberapa faktor risiko yang memang dapat meningkatkan risiko terjadinya GERD adalah obesitas, hernia hiatal, kehamilan, pengosongan lambung yang terlambat dan skleroderma,” kata dr Ari dalam virtual media briefing, Kamis (10/2/2022).

“Kekambuhan dari GERD juga dapat dipicu oleh beberapa aktivitas seperti merokok, mengkonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus, makan di waktu yang terlalu larut, mengkonsumsi makanan yang berlemak atau digoreng, mengkonsumsi minuman atau makanan berkafein, serta mengkonsumsi obat tertentu seperti aspirin,” sambungnya.

Lebih lanjut, dr Ari menjelaskan tindakan pertolongan pertama pada pasien GERD atau asam lambung apabila gangguannya sedang kambuh.

1. Tetap tenang
Tetap tenang memungkinkan pasien tidak berisiko jatuh atau mengalami kecelakaan lain saat menahan perasaan tidak sakit dan tidak nyaman. Pasien bisa duduk atau memilih posisi lain yang memudahkannya tetap rileks dan tenang, diikuti dengan menarik napas.

2. Minum air hangat
Mengonsumsi air sebaiknya tidak bersuhu terlalu panas atau dingin. Air bersuhu hangat bisa membantu menimbulkan rasa nyaman di perut saat GERD kambuh.

3. Minum air gula
Air gula bermanfaat untuk penyakit GERD atau asam lambung karena dapat membantu dalam mengatasi kondisi naiknya asam lambung tersebut, sehingga tidak menyebabkan kondisi yang lebih berbahaya lagi. Caranya cukup meminum larutan air gula jawa atau air gula aren yang memiliki kandungan riboflavin.

4. Konsumsi obat antasida
Menurut dr. Ari obat antasida yang dijual bebas di warung misalnya, bisa dikonsumsi saat asam lambung atau GERD sedang kambuh. Obat ini bersifat menetralkan asam yang bisa mengurangi gejala gangguan tersebut.

5. Pilih makanan yang lembut dengan rasa netral
Yang dimaksud rasa netral adalah makanan yang tidak terlalu asam, asin, atau pedas dengan tekstur yang lembut. Rasa yang cenderung netral dapat menurunkan risiko peningkatan produksi asam lambung. Sebelum makan sebaiknya konsumsi obat anti sekresi yang menghambat produksi asam lambung.

 

 

 

 

 

 

source : detik health

read more
Health

Asam Lambung Naik Bikin Sesak, Apa yang Harus Dilakukan?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ada kalanya, orang yang asam lambungnya sedang naik mengalami sesak napas.

Perlu diketahui, sesak napas merupakan salah satu gejala penyakit asam lambung kronis atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Untuk memahami kelindan antara dua masalah kesehatan yang saling berkaitan ini, simak penjelasan berikut.

Kenapa asam lambung naik bisa bikin sesak?

Dilansir dari Healthline, ada beberapa penyebab asam lambung bisa bikin sesak napas, antara lain:

  • Cairan asam lambung dari perut yang naik ke kerongkongan tanpa disengaja masuk ke paru-paru, biasanya saat tidur. Akibatnya, saluran udara di paru-paru. bengkak dan memicu asma atau pneumonia aspirasi. Karena saluran napas terganggu, asam lambung naik bikin sesak, batuk, dan mengi
  • Cairan asam lambung dari perut naik ke kerongkongan memicu refleks saraf. Hal itu membuat saluran udara menyempit, untuk mencegah cairan asam keluar. Kondisi ini juga bisa bikin penderita sesak napas.
  • Asam lambung naik juga bisa melukai lapisan tenggorokan, saluran pernapasan, dan paru-paru. Kondisi ini rentan menyebabkan asma pada penderita penyakit asam lambung yang sudah punya riwayat asma

Mengingat ada beberapa alasan kenapa asam lambung naik bisa bikin sesak, penting bagi setiap penderita untuk mengelola penyakitnya.

Apa yang harus dilakukan saat sesak karena asam lambung?

Melansir Medical News Today, cara mengatasi sesak napas akibat asam lambung memerlukan perubahan gaya hidup, menjaga pola makan sehat, dan minum obat. Di antaranya dengan:

  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Setop merokok
  • Tinggikan sandaran kepala saat tidur
  • Tidak menggunakan pakaian ketat, ikat pinggang, atau aksesori yang menekan bagian perut
  • Mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang
  • Tidak berbaring atau tidur dalam waktu kurang dari tiga jam setelah makan
  • Mengidentifikasi dan menghindari makanan pemicu asam lambung naik
  • Mengurangi atau menghindari alkohol, meminimalkan asupan kafein seperti teh dan kopi
  • Hindari makan besar, makan dengan porsi kecil tapi lebih sering
  • Minum obat asam lambung dengan opsi antasida, proton pump inhibitor (PPI), atau H2 receptor blocker
  • Kelola stres

Kapan perlu waspada dengan asam lambung naik bikin sesak?

Serangan sesak napas akibat asam lambung yang hanya muncul sekali atau dua kali umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Anda bisa berkonsultasi ke dokter saat ada jadwal kontrol rutin untuk mengatasi penyakit ini.

Namun, apabila gejala sesak ketika asam lambung naik memburuk, segera bawa penderita ke rumah sakit.

Apabila tidak mendapatkan penanganan medis tepat, sesak karena asam lambung naik juga dapat menyebabkan komplikasi gangguan pernapasan yang mengancam jiwa.

 

 

 

source : kompas.com

read more
Health

Minum Air Kelapa Setelah Vaksin Benarkah Hilangkan Efek Vaksin COVID-19?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Tak sedikit orang yang masih percaya minum air kelapa setelah vaksin dapat menghilangkan fungsi dari vaksin COVID-19. Perlu diketahui, vaksin bukanlah racun sehingga masyarakat tidak perlu takut.
Air kelapa sendiri kerap dianggap ampuh dalam menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Maka dari itu, mereka yang khawatir terhadap efek vaksin COVID-19 merekomendasikan minum air kelapa sebagai penetralisir.

“Jadi, fenomena ramai-ramai minum air kelapa untuk mencegah fungsi vaksin itu sebaiknya dihentikan, karena fungsi vaksin yang masuk ke dalam tubuh itu tetap ada,” ucap Edi Hidayat, dokter ahli penyakit dalam di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dikutip dari Antara.

Edi menjelaskan kandungan material di dalam vaksin COVID-19 adalah antigen yang bertujuan untuk membentuk antibodi, sehingga masyarakat dapat memiliki kekebalan terhadap virus Corona. “Jadi, jangan berpikir minum air kelapa untuk menetralisir racun. Vaksin itu bukan racun,” ujarnya.

Air kelapa memang memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Misalnya, 100 mililiter air kelapa mengandung sejumlah senyawa, seperti natrium, fosfor, kalsium, karbohidrat, dan vitamin yang dapat memperkuat kekebalan tubuh.

Oleh karenanya, minum air kelapa setelah vaksin tidak akan menghilangkan efek dari vaksin COVID-19. Justru air kelapa dan vaksin sama-sama dapat meningkatkan imunitas.

“Yang harus dipahami oleh masyarakat, kita divaksin supaya tidak terinfeksi COVID-19, sekaligus mencegah kematian. Kalaupun misalnya sudah divaksin terkena COVID-19, efeknya sangat kecil, karena imunitas tubuh kita sudah diperkuat,” jelas Edi.

Hal senada juga disampaikan oleh juru bicara vaksinasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia. Menurutnya, minum air kelapa setelah vaksin tidak akan berefek apa-apa, karena vaksin bukanlah racun.

“Vaksin ini disuntikkan masuk ke otot lengan, sedangkan air kelapa diminum masuk ke lambung, jadi tidak ada hubungannya,” ucap Lucia.

 

source :
Achmad Reyhan Dwianto – detikHealth

 

read more
Health

Catat! Ini Tips Bebas Diabetes ala Anak Muda

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Semua kebiasaan dan pola hidup sejak masih muda akan mempengaruhi kesehatan saat tua nanti, termasuk risiko diabetes. Jadi, penting menjalankan pola hidup sehat sejak masih muda untuk menekan risiko diabetes!

Salah satu pola hidup sehat yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes, adalah dengan menjaga berat badan dalam kisaran normal dan menurunkan berat badan kalau berlebih.

Sebuah data pada jurnal Diabetologia menunjukkan faktor berat badan berlebih ternyata berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes. Risiko diabetes 2 kali lipat lebih tinggi untuk mereka yang punya berat badan berlebih. Risiko diabetes lebih tinggi 5 kali lipat pada mereka yang menderita obesitas.

Untuk menjaga berat badan agar tetap ideal kuncinya adalah kombinasi pola makan sehat dan olahraga rutin minimal 150 menit per minggu. Pola makan sehat memang seringkali sulit dilaksanakan, belum lagi banyak godaan cemilan tinggi gula dan tinggi lemak ketika beraktivitas.

Lalu bagaimana menerapkan pola makan sehat untuk menjaga berat badan?

Konsumsi Buah & Sayur

Untuk menjaga berat badan ideal, cobalah untuk perbanyak mengonsumsi buah dan sayur, misalnya dengan menambahkan menu sayuran saat makan siang. Namun perhatikan juga penambahan bumbu salad yang relatif tinggi kalori dan tinggi lemak. Lengkapilah menu sarapan dengan 1 mangkuk buah, dan pastikan ½ piring makan terisi dengan buah dan sayur setiap kali makan besar.

Ubah Cara Memasak

Cara kedua adalah membuat olahan makanan yang menyehatkan, misalnya dengan mengurangi cara masak menggoreng, dan gantikan dengan tumis atau panggang. Bisa juga dengan menggunakan produk masak alternatif yang bebas gula dan rendah garam, serta gunakan minyak yang lebih rendah lemak jahat atau lemak jenuh, misalnya minyak jagung, minyak canola, atau minyak zaitun.

Batasi Porsi Makan

Caranya mudah yaitu dengan mengonsumsi segelas air sebelum waktu makan, gunakan peralatan makan yang lebih kecil agar makanan tampak lebih banyak, makan secara perlahan guna mencegah makan berlebihan, serta hindari tawaran promo upsize yang terasa menguntungkan namun akan menambah asupan kalori.

Mengurangi Minuman Tinggi Gula

Cobalah untuk mengurangi minuman manis yang tinggi gula; misalnya dengan membawa air minum sendiri setiap bepergian dan mengurangi minuman kekinian yang tinggi gula dan tinggi kalori.

Perhatikan Camilan

Waspada karena banyak cemilan yang tinggi kalori dan gula. Camilan yang tidak sehat seperti itu tidak hanya mengganggu kontrol berat badan, tapi juga dapat merusak kesehatan.

 

 

 

 

source : detikHealth

read more
1 2 3 4 14
Page 2 of 14