close

Daerah

berita yang mencakup kota Makassar dan Sulawesi Selatan

DaerahNews

Silaturahmi Bersama Prof Rudy, Perbanas Sulsel Dukung Program Pemkot Makassar

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pengurus Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas) Sulawesi Selatan melakukan kunjungan silaturahmi bersama Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, di Balaikota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kamis (9/7/20).

Kunjungan silaturahmi tersebut dipimpin Penasehat Perbanas Sulsel, Andi Hudli Huduri dan Ketua Perbanas Sulsel, Harry Edward bersama beberapa pengurus Perbanas Sulsel lainnya.

Penasehat Perbanas Sulsel, Andi Hudli Huduri mengatakan Perbanas Sulsel mendukung program pemerintah Kota Makassar dalam hal menangani pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

“Seperti kita ketahui Makassar dapat dikatakan zona merah, sehingga ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Perbanas akan berusaha semaksimal mungkin agar ekonomi terus bergerak,” jelas Hudli.

Berbicara soal ekonomi dimasa Pandemi ini, Hudli menjelaskan bahwa Perbanas Sulsel akan berusaha untuk memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Menjadi catatan penting bagi kami, bagaimana bisa menghidupkan kembali UMKM khususnya di Kota Makassar ini,” jelas Hudli.

Ketua Perbanas Sulsel, Harry Edward melaporkan bahwa penting bagi dunia perbankan memberikan edukasi kepada nasabah untuk mencegah Covid-19. Bank-bank di Sulsel telah menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

“Kami terus memperketat dan meningkatkan protokol kesehatan di instansi masing-masing. Dan berpartisipasi dalam hal kontribusi memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Makassar,” tandas Harry.

Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyambut hangat pertemuan bersama pengurus Perbanas Sulsel dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menjelaskan Perwali Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Makassar.

“Kita sosialisasikan lebih dulu perwali ini. Setelah itu baru kita masuk pada tahapan uji coba pada hari jumat, kami berharap sabtu kita mulai terapkan,” ujar Prof Rudy.

Mengenai mekanisme pembatasan masuk wilayah kota Makassar, Rudy menjelaskan bahwa intinya pemerintah kota makassar tidak melarang warga daerah lain memasuki kota Makassar selama mereka bersyarat yakni memiliki surat keterangan bebas covid.

“Intinya kita tidak melarang warga dari daerah lain memasuki kota Makassar selama warga tersebut dapat menunjukkan surat tugas dari instansi mereka, termasuk pegawai bank yang bekerja di Kota Makassar,” pungkasnya. (*)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Pemerintah Kota Makassar dan KPU Lakukan Tanda Tangan Adendum NPHD

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Menjelang pilkada serentak, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Pemerintah Kota Makassar melakukan tanda tangan Addendum Nota Perjanjian Hiba Daerah (NPHD) untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2020. Tanda tangan NPHD ini berlangsung di ruang kerja Walikota,Kamis (9/7/20).

Dalam addendum tersebut, Pemerintah Kota setempat melakukan penambahan anggaran sebesar Rp 6,2 miliar.

Sebelumnya Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar 78 miliar, sehingga total anggaran pelaksanaan Pilwalkot tahun 2020 sebesar Rp 84 miliar.

Setelah penandatangann, Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota yang telah bersedia mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan tahun 2020.

 

Anggaran tersebut kata dia, akan digunakan semaksimal mungkin untuk kesuksesan pelaksanaan Pilwali 2020.

“Terimakasih kepada Penjabat Wali Kota makassar. Karena mendukung penuh terlaksananya agenda pilkada ini. Walaipun pandemi corona belum berakhir. Ini kami akan gunakan semaksimal mungkin agar bisa wewujudkan pilkada yang aman dan damai,” sebutnya.

Sementara, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan adendum ini dilaksanakan karena penyesuaian pelaksanaan Pilkada dalam suasana Pandemi COVID 19.

Dengan demikian anggaran Pilkada yang berasal dari hibah tetapi pelaksanaan percepatan penandatanganan adendum ini memang harus segera dilaksanakan.

“Kita sebagai wilayah yang patuh akan regulasi. Bagaimanapun kita tetap beranjak dari petunjuk Pemerintah Pusat”, jelasnya. (*).

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Prof Rudy: warga yang bandel tidak pake masker di tempat umum akan di rapid test

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Usaha melandaikan penyebaran Virus Covid-19 di Kota Makassar semakin massif dilakukan. Selain pembatasan pergerakan antar wilayah, Pemerintah Kota Makassar juga berencana melakukan Random Rapid Test kepada warga yang masih membandel tidak menggunakan masker di tempat-tempat umum. Hal ini diungkapkan Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin saat bertemu dengan Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Makassar, Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Markas Komando Lantamal VI Makassar, di Jalan Yos Sudarso, Kamis (9/7/2020).

“Menyelesaikan Covid-19 ini harus di prioritaskan pada hulunya. Sebanyak apapun rumah sakit disiapkan tidak akan selesai jika hulunya tidak perhatikan. Makanya itu kita massifkan edukasi, preventif dan pengawasan. Kita tidak bisa salahkan masyarakat hanya karena kurang edukasi. Makanya kita ingin tegas supaya tercipta kesadaran. Warga Makassar memiliki karakter yang gigih jika memperjuangkan sesuatu. Jika ini di kelola dengan edukasi yang baik, maka secara otomatis akan tercipta kedisiplinan yang kuat yang bermuara pada perubahan kebiasaan, dan akhirnya menjadi budaya sehari-hari” ujar Prof Rudy.

Selain Pembatasan pergerakan antar wilayah, Prof Rudy juga menyebut rencananya melakukan Rapid Test di tempat kepada warga yang ditemukan tidak menggunakan masker di tempat umum. Sikap tegas ini bagian dari pengawasan yang nantinya perlahan-lahan akan mengubah kebiasaan orang untuk selalu menggunakan masker.

“Tim kita akan bergerak keruang-ruang publik, baik itu di pasar, di mall, di taman-taman kota, termasuk dikawasan pemukiman. Jika ada warga kita yang ditemukan tidak menggunakan masker, maka akan kita lakukan Random Rapid Test sambil membagikan masker. Ini juga bagian dari pengawasan kita agar tercipta kepatuhan untuk kebaikan bersama” lanjutnya.

Selain membahas sejumlah metode penerapan Perwali 36 tahun 2020 tentang Percepatan penanganan Covid-19, Prof Rudy bersama Hanarko Djodi juga melakukan sosialisasi langsung penggunaan masker di Kompleks Perumahan Angkatan Laut Dewa kembar. Sambil berjalan memasuki area kompleks, Prof Rudy menemui sejumlah warga dan mengingatkan pentingnya menggunakan masker. Bukan hanya warga dewasa, Rudy bersama Hanarko Djodi juga menemui sekelompok anak-anak yang tengah bermain disekitar kompleks dan mengajaknya berbincang tentang Virus Covid-19. Sambil memberikan edukasi, anak-anak ini juga di berikan masker untuk digunakan saat bermain bersama teman-temannya.

Di tempat ini pula, Prof Rudy memberikan apresiasi terhadap inovasi jajaran Lantamal VI Makassar yang memberlakukan penggunaan gelang warna-warni sebagai identifikasi resiko terpapar COVID-19. Penggunaan gelang ini mempermudah para personel dan penghuni kompleks ketika berada di lingkungan rumah atau kerja. Menurut Hanarko Djodi, penggunaan gelang ini berlaku pada jam kerja maupun di luar jam kerja yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko terpapar berdasarkan mapping lokasi tempat tinggal dan lingkungan tempat kerja.

“Untuk gelang berwarna hijau itu artinya beresiko rendah dan digunakan oleh personil dan keluarga yang tinggal di kompleks, mess, rumah jabatan Lantamal VI. Sedang gelang berwarna kuning artinya beresiko sedang, digunakan oleh personil dan keluarga yang tinggal di luar kompleks Lantamal VI. Sedangkan gelang warna merah itu digunakan oleh personil dan penghuni kompleks yang berinteraksi langsung dengan masyarakat umum atau pasien COVID-19  seperti personel rumah sakit, Dinas Kesehatan, personil dalam kategori ODP, PDP, pegawai koperasi, dan aktifitas sejenisnya” ujar Hanarko Djodi.

Prof Rudy berharap, kelompok masyarakat lainnya juga menciptakan inovasi yang tujuannya untuk memotong mata rantai penyebaran virus ini.

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Mendagri Launching GSM di Gowa, Wagub Apreasiasi Bupati beserta Jajarannya.

LANGITKU NETWORKS, Gowa – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman apresiasi Gerakan Sejuta Masker (GSM) Kabupaten Gowa.

Hal itu diungkapkan saat menghadiri launching Gerakan Sejuta Masker di Gedung Haji Bate Sungguminasa, Rabu (8/7/2020). Wagub sulsel, Andi Sudirman Sulaiman turut memberikan apresiasi kepada Bupati Gowa beserta jajarannya atas Gerakan Sejuta Masker yang diresmikan Pemkab Gowa.

“Luar biasa, Bupati Gowa sangat-sangat aktif dan agresivitasnya tinggi,” akunya.

Peraturan daerah terkait wajib penggunaan masker, kata dia, dibutuhkan. Namun tidak memberatkan masyarakat, misalnya dengan kurungan penjara. “Masyarakat sudah susah (tidak bisa beli masker), jangan ditambah susah lagi,” katanya.

Dihadapan Mendagri, Ia pun melaporkan, jika aparat TNI-Polri aktif turun patroli masker di lapangan.

“Kemarin saya ke Pasar Terong. TNI-Polri rutin di pos-pos patroli masyarakat yang tidak pakai masker dihentikan. Terima kasih TNI-Polri,” ujarnya.

Saat ini, kata Andi Sudirman, dibutuhkan strong leadership (kepemimpinan yang kuat) dalam menangani kondisi pandemi covid-19.

Ia pun mengaku, bahwa Sulsel tengah massif testing dalam rapid tes dan swab tes. Bahkan Sulsel tertinggi nasional dalam melakukan tes swab hampir mencapai 50 persen atau 50an Ribu dari kurang lebih 80-100ribuan dipersyaratkan menurut pakar epidemilogi.

“Lebih baik ketahuan, supaya bisa ditangani. Kita kalo mau liat banyak angka ya aktif agresif test karena banyak OTG. Sekiranya ada positif kemudian dikarantina, kita contact tracking dan tracing selama dua pekan terakhir untuk kemudian isolasi. Kita juga berharap Pak Menteri bisa membantu kerjasama telkomsel dan indosat untuk melacak hp ODP yang pernah dekat dengan pemilik hp positif. Cara ini biasa dilakukan Polri dalam melacak kasus Bom teroris dan kasus tabrak lari dll”. ungkapnya.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyampaikan, bahwa gerakan sejuta masker ini digagas oleh Mendagri.

“Lalu menjadi tantangan bagi kami tindaklanjuti di Kabupaten Gowa. Terima kasih kepada bapak Menteri yang menunjuk sebagai Kabupaten pertama yang melaksanakan launchingnya. Kabupaten Gowa akan menjadi contoh kedisiplinan masyarakat untuk pakai masker,” bebernya.

Hal ini dilakukan, guna mencegah penularan Covid-19. Ia pun melaporkan, bahwa Pemkab Gowa telah menyerahkan Ranperda wajib masker untuk masyarakat ke DPRD Gowa.

Mendagri, Tito Karnavian mengaku, gerakan sejuta masker ini sudah menjadi idenya yang lama. Namun baru pertama kali diikuti oleh Kabupaten Gowa.

Menurutnya, ada tiga metode penularan Covid-19 yakni percikan lendir (droplet), kontak fisik langsung atau melalui objek, aerosol (penyebaran udara).

“Sehingga salah satu metode pencegahan dengan penggunaan masker. droplet kita tertahan oleh masker,” tuturnya.

Ia pun mengaku, bahwa sosialisasi penggunaan masker sudah lumayan. “Untuk apa (tujuan) pakai masker belum sampai ke bawah. Yang dibutuhkan aksinya, tidak semua masyarakat bisa beli masker. Sehingga perlu intervensi pemerintah untuk menggalakkan bagi masker. Introspeksi kebijakan publik, harus bagi masker. Jangan cuma bilang pakai masker, tapi tidak ada yang bagikan,” imbuhnya.

Ia pun berharap, dengan gerakan sejuta masker ini bisa membuat masyarakat membuat masker dan hand sanitizer yang menjadi bagian hidup setiap orang ditengah pandemi covid-19.

Gerakan Sejuta Masker itu diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian didampingi Wagub Sulsel dan Bupati Gowa.

Dirangkaikan dengan peresmian lapangan Syekh Yusuf Kabupaten Gowa oleh Mendagri, Wagub Sulsel dan Bupati Gowa.

Museum Rekor Dunia Indonesia pun memberikan penghargaan kepada Kabupaten Gowa “Pembagian Masker Terbanyak pada Tingkat Kabupaten”. Serta kepada Mendagri yang menggagas Gerakan Sejuta Masker ini.

read more
DaerahNews

terapkan perwali 36, Prof Rudy minta aparat perbatasan tidak sulitkan masyarakat

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin meminta aparat perbatasan untuk tidak menyulitkan masyarakat pada saat penerapan pembatasan pergerakan lintas antar daerah pada hari Jumat mendatang. Menurutnya, metode pemeriksaan dokumen harus berlangsung mudah dan cepat sehingga tidak menimbulkan antrean kendaraan panjang yang memicu terjadinya kemacetan.

“Hari ini kita sosialisasikan, Insya Allah besok hingga lusa kita uji coba. Mudah-mudahan tidak ada kendala hingga penerapan di hari Sabtu nanti. Saat ini Tim Tugas Penegakan Disiplin di bawah pimpinan Pak Sabri (Asisten Pemerintahan) terus bekerja berkordinasi dengan seluruh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah). Kemarin saya juga menemui Pak Bupati Maros dan Pak Bupati Gowa terkait rencana penerapan Perwali yang nantinya tentu berdampak pada daerah tetangga kita. Namun yang paling penting saya ingin tekankan kepada aparat di perbatasan agar jangan menyulitkan masyarakat kita, bikin metode agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, cukup periksa dokumen yang diperlukan saja, serta memperbanyak titik pemeriksaan sehingga antrian tidak panjang” ujar Prof Rudy saat diwawancara sejumlah wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, rencana penerapan Peraturan Walikota Makassar nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan penanganan Covid-19 merupakan strategi dalam mengendalikan Covid-19 dengan tetap mempertahankan denyut ekonomi masyarakat. Olehnya itu, kelompok masyarakat yang bekerja di kota Makassar diberi pengecualian, meskipun tetap akan dilakukan Sampling Random Rapid Test.

“Kita tidak ingin mentrasnfer penularan kedaerah, kita tidak hanya menangani kota Makassar, tapi kita juga harus melindungi daerah sekitar. Makassar ini kan ibukota Provinsi, kota penyanggah nasional, makanya harus kita jaga kestabilannya. Kita jangan bawa penularan keluar, warga Makassar yang mau keluar harus kita pastikan tidak menularkan virus di luar, inilah esensi dari pembatasan pergerakan antar daerah ini” lanjutnya.

Rudy berada di Kantor Gubernur Sulsel untuk mengikuti Rapat kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang membahas tentang persiapan Pilkada serentak Tahun 2020 serta Percepatan Penanganan Covid-19 di Sulsel.

Rapat kunjungan kerja ini dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdulllah, serta sejumlah kepala daerah yang akan melangsungkan Pilkada serentak pada bulan Desember mendatang. Saat memberikan keterangan Pers, Tito Karnavian mengatakan pemeriksaan spesimen di Sulsel mengalami peningkatan sehingga angka positif Covid-19 juga meningkat.

“Sebenarnya pemeriksaan sampel secara massif itu membuat kita semakin mudah meminimalkan transmisi penularan, jauh lebih baik dibanding fenomena gunung es, kelihatan angkanya kecil namun yang tidak terdeteksi jauh lebih banyak. Yang kita butuhkan adalah edukasi ke masyarakat, mari kita gunakan semua pendekatan, baik formal maupun informal. Libatkan semua tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, pihak-pihak yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Tito juga membagikan buku yang berisi hasil riset kesehatan yang dilakukan sejumlah negara tentang metode penanganan pandemi Covid-19.

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Sejumlah Seniman Jadi Juri Lomba Festival Aksara Lontaraq 2020

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Sejumlah seniman senior akan jadi juri lomba yang dihelat sekaitan dengan penyelenggaraan Festival Aksara Lontaraq 2020. Serangkaian lomba diadakan bukan saja untuk memeriahkan Festival Aksara Lontaraq, tapi sekaligus sebagai cara memasyarakatkan aksara lontaraq untuk berbagai segmen usia dan jenjang pendidikan.

“Lomba-lomba yang nanti kita adakan adalah cara mendekatkan kembali aksara lontaraq ke masyarakat. Karena itu kita mengajak para seniman dan budayawan untuk bersama-sama dalam gerakan ini,” jelas Mohammad Hasan, SH, MH, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, saat rapat panitia di Lantai 2 Gedung Perpustkaan dan Kearsipan Provinis Sulsel, Selasa, 7 Juli 2020.

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Upi Asmaradhana, yang merupakan Founder dan CEO KGINetwork. Rapat dihadiri sejumlah seniman yang akan memberikan penilaian terhadap lomba-lomba yang diadakan. Mereka yang hadir, yakni penulis dan sutradara teater Yudhistira Sukatanya, sutradara teater, Bahar Merdhu, pelukis tanah liat, Zaenal Beta, sastrawan Idwar Anwar, penulis buku Rusdin Tompo, penulis dan pendidik Labbiri, penerjemah lontaraq Mullar, akademisi dan peneliti royong Dr Asis Nojeng, serta pekerja buku Nasrul Djajariah. Hadir pula pustakawan senior dan staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, antara lain Syahruddin Umar, Heri Rusmana, dan Nilma Maddi. Di jajaran tim juri juga tercatat nama Rimba, perupa, Chaeruddin Hakim, peneliti kelong, Muhammad Idris dan Jumadi Mappanganro, jurnalis.

Dalam rapat itu, panitia dan dewan juri membahas syarat-syarat dan teknis lomba, form pendaftaran serta cara pengiriman hasil lomba. Proses dan tahapan perlombaan akan dimulai 11 hingga 30 Juli 2020. Adapun lomba yang akan diadakan adalah lomba kaligrafi, lomba menulis aksara lontaraq, lomba membaca cerita, lomba menulis esai, dan lomba stand up comedy, yang kesemuanya berkaitan dengan pengenalan, penanaman pemahaman serta pemaknaan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sulawesi Selatan.

Ketua Dewan Juri, Yudhistira Sukatanya, menjelaskan bahwa masing-masing segmen lomba punya tujuan dan target tertentu. Katanya, tujuan lomba untuk masing-masing tingkatan adalah untuk tingkat SD, yakni mengenalkan dan lebih mendekatkan tradisi lontaraq sejak dini kepada anak-anak. Untuk tingkat SMP bertujuan untuk mengaktualisasikan kembali pembelajaran lontaraq. Sedangkan tingkat SMA/SMK, bertujuan untuk mendorong peserta mulai mendalami lontaraq (pendalaman). Sedangkan untuk tingkat mahasiswa dan umum tujuannya untuk mengajak peserta lebih mengapresiasi dan mengambil peran dalam gerakan literasi lontaraq.

Zaenal Beta mengaku senang bisa mengambil peran dalam kegiatan yang biasa diistilahkan sebagai gotong royong kebudayaan ini. Menurutnya, sangat jarang teman-teman seniman berada dalam satu even bersama.

“Ini kegiatan menarik, karena mampu diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, dengan cara yang kreatif,” akunya.

Panitia dan dewan juri menggaransi penilaian untuk setiap mata lomba akan dilakukan secara fair sesuai kriteria yang dipersyaratkan. Para seniman dengan nama besarnya ini tentu akan menjaga integritasnya sebagai juri.

“Karena kita tidak hanya hendak menyukseskan lomba tapi juga menjaga muruah pelaksanaan Festival Aksara Lontaraq,” tegas Yudhistira Sukatanya.(*)

read more
DaerahNews

Segera Terapkan Pembatasan Pergerakan Wilayah, Pj Walikota Makassar Temui Bupati Gowa dan Bupati Maros

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin akan segera menerapkan memberlakukan pembatasan pergerakan lintas antar daerah. Aturan yang tertuang di Peraturan Walikota Nomor 36 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 tersebut rencananya memasuki tahap sosialisasi pada hari Rabu, kemudian tahap uji coba pada hari Kamis Jumat.

“Insya Allah, Sabtu nanti kita sudah lakukan penerapan. Kenapa Sabtu, karena dianggap pergerakan orang dihari Sabtu lebih minimalis, sehingga kita lebih mudah untuk melakukan evaluasi agar pelaksanaan di hari berikutnya lebih lancar. Pada prinsipnya kita ingin pastikan orang yang keluar atau masuk dari Makassar bukan Carrier atau pembawa virus sehingga potensi memaparkan ke daerah lain itu bisa di antisipasi. Apalagi saat ini beberapa warga di daerah diketahui terpapar setelah berkunjung ke Makassar” ujar Rudy saat diwawancara oleh wartawan di Balaikota Makassar, Selasa (7/7/2020).

Pada pasal lima di Perwali tersebut, menjelaskan bahwa setiap orang yang keluar masuk ke kota Makassar wajib melengkapi diri dengan surat keterangan rekomendasi Covid-19 dari gugus tugas, rumah sakit atau puskesmas dari daerah asal dan berlaku selama 14 hari sejak diberlakukannya.

“Hanya saja kita akan kecualikan terhadap pihak yang berperan sebagai penggerak ekonomi di Makassar, misalnya pedagang, tukang batu, anggota TNI, anggota Polri, Aparat Sipil Negara, buruh, termasuk warga Mamminasata yang bekerja di Makassar. Namun tetap saja kita akan berlakukan Sampling Random Rapid Test kepada mereka” lanjut Prof Rudy.

Dalam menerapkan kebijakan ini, Prof Rudy juga melakukan kordinasi langsung dengan Bupati Maros, HM Hatta Rahman di Kantor Bupati Maros, dan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di Kantor Bupati Gowa.

Dalam pertemuan ditempat berbeda itu, kedua Kepala Daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar tersebut mendukung langkah preventif yang dilakukan Pemkot Makassar dalam melandaikan penyebaran virus Covid-19.

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Temui Prof Rudy, IDI Apresiasi Gerakan Bersama Lawan Covid-19

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap Pencanangan gerakan bersama percepatan penanganan Covid-19 yang di inisiasi oleh Pemerintah Kota Makassar. Sekertaris IDI Kota Makassar dr. Nur Ashari, M.Kes. Sp.GK berharap gerakan edukasi massif ini berjalan sistematis hingga ke tingkat RTRW, sehingga kepatuhan terhadap protokol kesehatan semakin tercipta dari waktu ke waktu.

“Kami mendukung gerakan ini, makanya harus digaungkan terus agar semakin banyak yang peduli, apalagi semangatnya untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga tercipta solidaritas dan menjadikan Covid-19 sebagai tanggungjawab bersama. Edukasi massif dan juga langkah preventif yang dilakukan Pemkot Makassar sudah sangat tepat, termasuk rencana pembatasan akses masuk dan keluar Makassar sebagai episentrum penularan virus, kami berharap daerah juga melakukannya” ujar dr. Nur Ashari saat berbicara dengan Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin di Balaikota Makassar, Selasa (7/7/2020).

Hal senada diungkapkan Dr dr Andi Muh Takdir Musba SpAn KMN, delegasi IDI Makassar yang juga merupakan Dokter anestesi. Menurutnya, eduksi sangat penting demi melawan informasi hoax yang berpotensi meruntuhkan moral tenaga medis.

“Ibarat main bola, tenaga kesehatan ini layaknya kiper yang menjadi pertahanan terakhir. jika ini bobol maka segala yang dilakukan di hulu menjadi sia-sia. Saat ini banyak dokter yang terpapar, sehingga penanganan di hulu sudah sangat penting dilakukan. Makanya gerakan bersama ini harus terealisasi hingga kelapisan terbawah masyarakat kita. Jika kita massif satu bulan ini, maka peluang kita melandaikan tingkat pemaparan sangat terbuka” ujarnya.

Sementara itu, Prof Rudy Djamaluddin mengatakan gerakan pencanangan bersama percepatan penanganan Covid-19 merupakan hasil pengamatan dilapangan, diskusi, buku, serta laporan-laporan ilmiah di internet tentang pola penanganan Covid-19 yang lebih efisien.

“Di seluruh dunia, semua masih bergulat menemukan formula hang tepat. Makanya tentu saja masih ada eror disana sini, Malang yang kita lakukan adalah Learning by doing, bekerja sambil terus belajar. Ibarat air yang mengalir, kunci penanganan bukan menyiapkan wadah, tapi menjadikan air mengalir sekecil kecilnya dengan mengendalikan di hulu. Makanya kita harus memastikan semua orang menggunakan masker, karena masker menghambat penularan hingga 98,5. Selebihnya itu ditutupi dengan jaga jarak dan rajin cuci tangan” ujar Rudy.

Ada tiga langkah yang menurut Rudy sedang massif dilakukan yakni edukasi massif, preventif massal, dan pengawasan massif.

“Edukasi massif sedang kita lakukan termasuk pengawasan dengan melibatkan seribu tim gabungan TNI Polri dan Pemkot Makassar. Perwali 36 tentang percepatan penangan Covid juga sedang di finalisasi, mudah-Mudah2an ini perwali terakhir yang bisa melandaikan virus ini” ujarnya.

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Terapkan Standar Covid – 19, Sekda Makassar Angkat Sumpah 461 PNS

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar M Ansar mengangkat sumpah 461 PNS (Pegawai Negeri Sipil) Lingkup Pemkot (Pemerintah Kota) Makassar di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota, Selasa (7/07/2020).

Kegiatan seremonial ini dihelat dengan menerapkan standar atau protokol Covid – 19 di mana hanya ada 14 PNS yang hadir di Ruang Sipakalebbi, sementara 447 lainnya mengikuti penyumpahan secara daring (dalam jaringan). Mereka mengikuti prosesi penyumpahan dengan khidmat.

PNS yang diangkat sumpahnya hari ini merupakan formasi tahun 2018 tahun anggaran 2020 dengan tiga kelompok keahlian yaitu tenaga teknis 50 orang, tenaga kesehatan 55 orang, dan tenaga pendidik 357 orang yang 18 orang diantaranya lulus melalui jalur K2, dari 461 PNS yang diangkat sumpahnya, ada 431 orang golongan III, dan 31 orang golongan II.

Sekda M Ansar mengingatkan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan kepada PNS tidaklah mudah yang harus dijalankan dengan semangat pengabdian yang tinggi, berpegang teguh pada prinsip, nilai dasar, serta kode etik dan perilaku PNS.

“Saya berharap prosesi ini tidak hanya sebatas tahapan awal sumpah atau janji PNS tetapi lebih kepada menjadi jati diri sebagai aparatur yang konsisten dalam menerapkan kedisiplinan, jiwa pengabdian, dan meningkatkan prestasi kerja serta menjunjung tinggi etika pelayanan publik sebagai abdi negara, dan abdi masyarakat,” pesan Sekda M Ansar.

Pengangkatan sumpah dan janji PNS merupakan amanat Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2015 tentang ASN, dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 jo Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS yang mensyaratkan CPNS sebelum diangkat sebagai PNS wajib mengangkat sumpah atau janji PNS. (innang)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Festival Aksara Lontara 2020 Dimulai, 7 Negara Berpartisipasi

LANGITKU NETWORKS, Makassar, Festival Aksara Lontara 2020, resmi dilaunching, Kamis (25/06/2020). Peresmian festival tahunan ini dilakukan secara virtual, di tengah situasi pandemi covid-19.

Peluncuran Festival Aksara Lontaraq yang pertama ini ditandai dengan peluncuran logo secara virtual yang diringi pukulan gendang Tunrung Pakanjjara oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando, di dampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh Hasan Sijaya dan Founder CEO KGI Network Upi Asmaradhana.

Festival Aksara lontaraq Tahun 2020 lewat virtual dengan aplikasi zoom, ini digelar di Lt. 2 Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, dipandu MC komika Baba Ong dan Duta Baca Sulsel Rezky Amalia Syafiin dan diikuti sekitar tiga puluh undangan yang hadir di lokasi acara serta ratusan peserta dari sejumlah negara, diantaranya: Belanda, Malasyia, Singapura, Australia, Selandia Baru dan Rusia.

Acara yang dikemas dalam protokol kesehatan Covid-19 ini juga diikuti Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Abdul Hayat Gani, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari, Prof. Dr. Nurhayati Rahman (Pakar Filologi dan Naskah La Galigo), Sharyn Graham Davies, PhD (Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru), Alwi bin Daud, MA, cand., PhD, (University Malaya, Malasyia) dan Dr. Kathryn Wellen (Researchers di KITLV Leiden University, Belanda).
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh budayawan, akademisi serta masyarakat peduli lontaraq antara lain: Yudistira Sukatanya, Rusdin Tompo mantan Ketua KPID Sulsel, penulis sekaligus novelis Idwar Anwar, Pustakawan senior Syahrudin Umar dan Heri Rusmana,

Panitia Festival Aksara Lontaraq 2020, Upi Asmaradhana (Founder dan CEO KGINetwork) dalam sambutannya mengatakan, festival ini adalah sebuah gerakan kebudayaan yang disebutnya sebagai gerakan gotong royong. Aksara lontaraq, merupakan aset terbesar yang dimiliki sulsel, bisa menjadikan identitas budaya sulsel di masa-masa yang akan datang.

“Gagasan dari festival ini, untuk menjaga anak-anak dan budaya kita. Kita juga berharap, festival ini bisa menjadi event tahunan ke depannya,” sambung Upi.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Hasan Sijaya, di awal sambutannya dengan aksen dan tutur bahasa Makassar mengatakan, Pappasang battu ri mangkasara, salama ki kepada peserta.

Pada abad 16 sampai 20 Masehi, aksara ini masih di jajaran Sulsel, namun penerapannya terbatas dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang menarik disini, leluhur kita dulu, sebelum memberikan pesan ke anak-cucunya, ketika ingin merantau ke suatu daerah, pesannya adalah jaga hartkat dan martabatmu, melalui pappasang aksara lontaraq,” lanjut Kadis yang juga hobby menyanyi lagu daerah Sulsel.

Dewan Pengarah Panitia Festival Prof Nurhayati Rahman, menilai festival ini adalah sebuah gerakan budaya yang mesti didukung semua pihak. “Ini sebuah momentum yang luar biasa. Selama berpuluh-puluh tahun kita baru bisa menggelar acara seperti ini lagi,” kata peneliti naskah kuno I LagaLigo ini.

Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Ia juga berjanji akan bekerjasama dan membantu panitia dan masyarakat untuk menjadikan aksara Lontaraq sebagai bagian dari kelembagaan pemerintah.

“Kita merespon baik gagasan ini. Insya Allah saya dan DPRD Sulsel siap berkontribusi dan bekerjasama,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani mengatakan, era globalisasi ini merupakan tantangan bersama bagaimana produk budaya tetap dicintai dan digunakan oleh anak bangsa. Resistensi terjadi, pengaruh dari luar juga demikian, sehingga budaya yang dimiliki harus dikembalikan agar berjaya di tanah sendiri.

“Tentu, kita ingin mengembalikan kejayaan ini. Bagaimana adat kita rawat dan jaga dengan baik,” kata Abdul Hayat Gani.

Ia mengapresiasi langkah penyelenggara serta para penggiat budaya. Pemprov Sulsel mengapresiasi proses-proses yang terjadi dalam festival ini dan upaya pelestarian aksara Lontaraq.

Langkah lainnya, yakni memperkuat sistem pendidikan yang ada. Terutama hadirnya sekolah atau institusi pendidikan budaya seperti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulsel.

“Sehingga apa yang kita lakukan ini merupakan pembangunan untuk kejayaan Provinsi Sulawesi Selatan,” sebutnya.

Festival Aksara Lontaraq ini sendiri akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan sejak dimulai 25 Juni 2020. Tanggal 11 hinggga 30 Juli, lomba aksana lontaraq tingkat SD hingga universitas dan masyarakat umum. Tanggal 29 Agustus 2020 mendatang, menyelenggarakan Konferensi dan Seminar Internasional Aksara Lontaraq. Dalam acara launching ini juga tampil penyanyi dari Pangkep yaitu duo Arman Pio dan Andi Putri Ananda Ahmad yang terkenal dengan lagu-lagu bugisnya serta Muhammad Alifi musisi dari jeneponto yang konsisten mempopulerkan lagu-lagu berbahasa Makassar. (jalu)

read more
1 178 179 180 181 182 192
Page 180 of 192