close

Daerah

berita yang mencakup kota Makassar dan Sulawesi Selatan

DaerahNews

Dandim 1408/BS Makassar Serahkan Bantuan 3.000 APD ke Posko Induk Covid 19 Makassar

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dandim 1408/BS Makassar Kol (Inf) Andriyanto menyerahkan bantuan 3.000 APD (Alat Pelindung Diri) dari pemerintah pusat kepada Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb di Posko Induk Covid 19 Kota Makassar, Sabtu (2/5/2020).

Bantuan APD ini akan memberikan rasa aman, dan memudahkan tenaga medis dalam menangani pasien baik yang berstatus ODP, PDP, dan positif Covid 19.

“Bantuan over all APD sekali pakai. Begitu selesai langsung disposal. Satuan TNI mendukung distribusinya,” kata Dandim 1408/BS Makassar Kol (Inf) Andriyanto.

Ia melanjutkan, bantuan APD untuk wilayah Kodam XIV Hasanuddin, Sulawesi Selatan tiba sejak kemarin di Makassar, dan hari ini diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar untuk diteruskan ke tenaga medis yang membutuhkan.

“Kodim 1408/BS mendukung semaksimal mungkin upaya Pemkot Makassar menjalankan PSBB melalui sosialisasi maupun penindakan masyarakat yang masih melanggar aturan PSBB. Dalam bertugas kami memberikan bantuan kekuatan kepada Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan, dan Pemkot Makassar,” tegasnya.

Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menyampaikan penghargaan kepada aparat TNI khususnya Kodim 1408/BS yang mendukung penuh langkah Pemkot Makassar dalam penerapan PSBB yang telah memasuki hari ke delapan.

“Bantuan APD ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis yang berada di garis terdepan dalam penanganan Covid 19. Kita berharap bantuan ini semakin menguatkan semangat kawan – kawan dalam berjuang menuntaskan pandemi Covid 19,” sebut Iqbal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Naisyahtun Azikin menyebutkan bantuan 3.000 APD itu akan didistribusikan ke Puskesmas yang ada di Makassar, dan RSUD Daya yang saat ini dipersiapkan sebagai rumah sakit yang menangani pasien Covid 19.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar (2 Mei 2020, Pukul 11.00 Wita), jumlah ODP sebanyak 939 orang (229 proses pemantauan, dan 710 selesai pemantauan). 397 PDP (168 masih dirawat, 175 pulang dan sehat, 54 meninggal). 393 positif (259 dirawat, 103 sembuh, dan 31 meninggal). Luar kota Makassar (0 ODP, 9 PDP, dan 109 positif). 109 pasien positif Covid 19 dari luar kota Makassar, 92 diantaranya dari KM Lambelu, dan 17 pasien berasal dari berbagai daerah di luar Makassar.

Tiga kecamatan dengan tingkat sebaran tertinggi yakni kecamatan Tamalate (87 ODP, 39 PDP, dan 53 positif), Panakukang (98 ODP, 53 PDP, dan 39 positif), Rappocini (206 ODP, 56 PDP, dan 38 positif). (innang)

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Iqbal Tegaskan Tidak Ada Toleransi Berkumpul Di Rumah Ibadah selama masa PSBB

LANGITKU NETWOTKS, Makassar  – Memasuki minggu kedua pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar, Pj Wali Kota Makassar M. Iqbal Suhaeb secara tegas menyampaikan akan semakin tegas melakukan kontrol di lapangan. Selama PSBB ini, dan selama virus corona masih menyebar di kota Makassar ini, Iqbal mengatakan tidak ada toleransi untuk berkumpul, termasuk di rumah-rumah ibadah.

“Tidak ada toleransi untuk berkumpul. Termasuk di rumah-rumah ibadah. Baik di tepi jalan, di kompleks-kompleks maupun yang berada di pemukiman-pemukiman padat. Ini kami pertegas lagi menyusul rapid test semalam di salah satu masjid di daerah Tamalate. Ternyata ada tiga jemaah yang positif. Dan itu pertanda hati-hati, bahwa di tempat tersebut sudah ada beredar virus corona,” ucapnya di Posko Induk Covid-19 Pemkot Makassar di Jl. Nikel, Jumat (1/5).

Iqbal menjelaskan tidak pernah memberi statemen yang menganulir PSBB dengan memperbolehkan salat tarwih di masjid-mesjid di dalam komplek atau Lorong yang bukan tepi jalan umum. Karena menurut dia setiap tempat berkumpul akan mengakibatkan potensi penyebaran virus corona yang sama besarnya. Hanya, dikatakannya bahwa masjid yang di dalam kompleks dan jauh dari jalan umum, jika ada yang tertular dan positif covid-19 akan lebih mudah di tracing karena jamaahnya tentu berada dari sekitar kompleks itu saja.

Namun tetap tidak ada toleransi sama sekali dan untuk semua tempat-tempat ibadah agar ditutup untuk sementara. Untuk menghindari terjadinya transmisi lokal perpindahan virus corona tersebut. Karena tidak pernah ada yang tahu siapa yang merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan siapa yang merupakan carrier yang bisa saja datang ke tempat tersebut dan akhirnya bisa menjakiti semua.

Contoh kasus, Hasil rapid test di salah satu masjid di Tamalate terhadap 59 jemaahnya, semalam menurut Iqbal ditemukan 3 orang positif Covid-19.

“Oleh karena itu, baik di masjid, di gereja, di pura, Wihara dan lain-lain segala aktivitas ibadah kami minta dihentikan sementara ini. Di minggu kedua ini kami akan semakin tegas sebab kita tidak mau (PSBB) ini harus diperpanjang. Jadi kita usahakan akan tegas sepanjang minggu kedua ini. Supaya tidak ada lagi kejadian transmisi-transmisi lokal,” pungkasnya.

Namun yang paling penting kata Iqbal agar masyarakat tetap taat dan kalau bisa tidak ada kontak antara satu dan yang lainnya dan tetap di rumah. ”Jika kita taat, PSBB ini insya Allah akan berhasil,” katanya lagi.

Iqbal menambahkan selama PSBB minggu pertama ini banyak hal yang menjadi bahan evaluasi. Antara lain akan mengevaluasi perlunya diperkuat lagi pengawasan di dalam kota. “Ternyata selama ini check point yang ada di perbatasan-perbatasan itu sudah efektif. Nah di dalam kota juga yang harus di perbanyak lagi,” terang Iqbal.

Masih ada satu dua yang terlihat tidak menggunakan masker dan kadang-kadang juga masih ada yang berboncengan motor. Hal ini akan lebih dipertegas lagi di check point yang ada dengan harapan ke depan masyarakat bisa lebih taat lagi.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Kepala BIN Sulsel: kerja gugus tugas covid 19 Makassar makin baik

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Kepala Badan Inteligent Negara Daerah (Kabinda) Prov Sulsel, Brigjen TNI Wing Handoko mendatangi Posko Covid-19 Makassar di jalan Nikel Raya sekaligus menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar, Rabu (29/4/2020).

“Kerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Makassar semakin hari semakin baik, dan itu terus dilakukan evaluasi. Setiap kekurangan terus dibenahi dan itu sangat lumrah. Salah satu yang kami apresiasi yakni penanganan Covid-19 di bulan Ramadhan ini, dimana kita tahu antusiasme warga kita untuk beribadah di masjid sangat tinggi, namun dengan pendekatan yang bagus dan luwes oleh Tim Gugus Tugas Makassar, akhirnya sebagian besar warga kita mengerti dan paham serta patuh untuk sementara beribadah di rumah saja. Kami senang dengan pendekatannya menemui langsung pengurus-pengurus masjid hingga tercipta kesepahaman dan kesepakatan, pendekatan ini sangat tepat, menyelesaikan masalah tanpa masalah” ujar Wing Handoko kepada wartawan.

Ditempat ini, Wing Handoko juga menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) serta masker kepada warga Makassar dan diterima langsung oleh Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb.

“Hari ini kita menyerahkan APD dan masker untuk masyarakat yang paling membutuhkan, mungkin jumlahnya tidak seberapa tetapi kami berharap bantuan ini dapat memberi arti, sebagai wujud kepedulian kami membantu masyarakat serta satuan- satuan gugus tugas yang ada di kota Makassar dan kabupaten lainnya,” ujar Handoko. Pemberian APD menjadi salah satu misi dari BINDA Sulsel untuk mendukung upaya percepatan pemutusan rantai Covid 19.


Wing Handoko juga menyampaikan harapannya terkait penanganan virus Covid-19 di Indonesia. “Kita harapkan terjadi penurunan statistik pada saat Ramadhan ini, sehingga diharapkan setelah lebaran terlihat kurva penurunan dan diharapkan pada bulan Juni atau Juli Covid-19 akan berakhir di Indonesia” ujarnya. Meski demikian, Kabinda Sulsel mengharapkan kepada seluruh warga untuk tetap disiplin, dan tidak hanya mengandalkan petugas saja.

“Percepatan ini menjadi tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Tidak bisa jika hanya mengandalkan petugas, hanya mengandalkan tim Gugus Tugas saja, ini tanggungjawab seluruh komponen, aparat, tim medis dan seluruh masyarakat” lanjutnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb memberikan apresiasi atas perhatian yang diperlihatkan Badan Inteligent Negara Daerah Sulsel yang telah ikut memberikan kepedulian yang besar atas wabah ini.

“Ini tentu tambahan semangat untuk kami di Gugus Tugas, dan Insya Allah bantuannya akan sangat berarti bagi warga kami yang paling membutuhkan” ujar Iqbal Suhaeb.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Iqbal semangati tim yang jaga perbatasan kota

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb berkeliling menemui para petugas gabungan yang berjaga di sejumlah perbatasan kota Makassar. Kegiatan ini intens dilakukan setiap malam sejak penerapan Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) diterapkan di Kota Makassar. Di malam kelima, giliran perbatasan Makassar Gowa di jalan hertasning serta pos perbatasan di jalan Tamangapa Kecamatan Manggala di datangi malam-malam oleh Iqbal. Di dua posko perbatasan ini, Iqbal menemui sekaligus memberikan semangat para aparat yang bertugas, baik itu anggota TNI, Polri, maupun dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

“Terima kasih sudah bekerja dengan baik. Sampaikan salam saya sama keluarga di rumah. Kerja kita kali ini bukan kerja rutin biasa, tapi ini adalah perjuangan menyelamatkan populasi kita dari wabah yang berbahaya. Ini adalah pengabdian kemanusiaan yang membutuhkan pengorbanan dari kita semua. Insya Allah kerja-kerja yang kita lakukan memiliki nilai ibadah di sisi Allah” ujar Iqbal saat berberkah semangat kepada seluruh tim yang berjaga.

Kepada para tim yang bertugas, Iqbal juga membagi-bagikan sejumlah kebutuhan untuk menambah stamina, baik itu susu, vitamin, kurma dan lain-lainnya. “Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan, diberi perlindungan dari wabah ini hingga saatnya nanti kita sampai pada titik kemenangan. Insya Allah, jika semua disiplin menajalan aturan PSBB, kita optimis bisa menghentikan penyebaran virus dengan cepat” lanjut Iqbal.


Selain di dua tersebut, Iqbal juga menyambangi pos perbatasan Makassar Takalar di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate. Ditempat ini, para aparat gabungan masih terlihat semangat bekerja menahan dan memeriksa setiap kendaraan yang melintas. Para pengendara yang tidak memenuhi aturan PSBB di beri pemahaman dan diminta putar haluan.

“Menjaga perbatasan demi meminimalisir pergerakan virus merupakan tugas yang berat. Ini salah satu kunci keberhasilan PSBB. Makanya kita mendatangi mereka satu bersatu dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Ini bukan pekerjaan mudah, mereka mengorbankan banyak hal demi suksesnya PSBB. Mari menghargai kerja keras mereka dengan tinggal dirumah, bersama-sama melawan virus dengan mengunci pergerakannya untuk menyebar” lanjut Iqbal.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Iqbal blusukan hingga ke lorong minta agar warga tetap di rumah

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb keliling kota malam-malam temui warga untuk meminta dan mejelaskan alasan utama kenapa lebih baik tinggal dirumah dan alasan kenapa Pembatasan Sosial Berskala Besar di terapkan di Makassar.

Bertempat di sebelah kantor Lurah Mangasa, Kecamatan Tamalate, disebuah pos pertemuan warga disebuah Lorong di jalan Sultan Alauddin, Senin malam (27/4/2020) Iqbal bercengkrama dengan sejumlah warga dan menceritakan banyak hal fenomena Virus Covid-19 yang kini menjadi pandemi dunia. Dengan Panjang lebar, Iqbal menceritakan kisah sejumlah negara maju yang kini ketar-ketir menghadapi keganasan virus ini dengan jumlah korban jiwa yang begitu banyak.

“Mereka adalah negara maju dengan sistem kesehatan yang jauh lebih canggih dari kita. Namun toh mereka tetap saja kewalahan dan tidak siap menghadapi serangan wabah ini. Virus yang ada disana tentu tidak jauh berbeda dengan virus yang ada disini. Ini sangat penting untuk kita pahami bersama sehingga tercipta solidaritas yang besar untuk kita lawan bersama-sama dengan cara mematuhi aturan PSBB yang sudah kita jalankan” ujar Iqbal Suhaeb yang diamini sejumlah warga yang hadir.


Ditempat tersebut, Iqbal juga menjelaskan kenapa aktifitas ibadah dimasjid harus dihentikan untuk sementara waktu. “Saya sangat paham mengenai perasaan saudara-saudara semuanya. Siapa sih yang tidak ingin berlomba-lomba bersujud dimasjid, apalagi dibulan penuh berkah ini.Kita semua ingin bertarawih berjamaah, bertadarrus serta amalan-amalan ibadah lainnya di bulan Ramadhan. Kita semua tidak menginginkan pembatasan ini, namun untuk sementara inilah yang terbaik, belum ada obat yang bisa mematikan virus tersebut. Olehnya itu cara terbaik yakni kuatkan imun dan tinggal dirumah. Alhamdulillah saat ini sudah banyak saudara kita yang terkena virus dan akhirnya sembuh, jumlah yang meninggal juga relatif menurun. Mudah-mudahan ini tanda baik seiring dengan semakin patuhnya kita menjalankan aturan” lanjutnya.

Selain menemui warga di Lorong-lorong, Iqbal juga mendatangi sejumlah pos perbatasan dan menemui aparat yang setia berjaga hingga malam.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan pengorbanan mereka, berjaga disini hingga malam, meninggalkan keluarga dirumah demi melawan pandemi. Mudah-mudahan saja ini semua bernilai ibadah dan mari semua menghargai jerih payah para petugas yang terus bekerja siang malam, baik itu aparat TNI, polisi, Satpol PP, pamadam kebakaran, perhubungan dan semua yang telah mengorbankan waktu dan tenaganya” lanjut Iqbal saat berada di posko pertigaan Pettarani Alauddin. Ditempat ini, Iqbal membagikan susu, kurma dan vitamin kepada para petugas yang bekerja. Sebelumnya Iqbal juga menemui para petugas diperbatasan Makassar Gowa dan melihat proses pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Gubernur temui Pj Walikota di Posko Covid 19 Makassar

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mendatangi Posko Covid-19 Kota Makassar, jalan Nikel Raya, Makassar, Selasa (28/4/2020). Kehadiran Nurdin di sambut langsung Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb bersama Sekkot Makassar, M Ansar serta Kadis Kesehatan, Naisyah Tun Azikin. Nurdin mengecek sejumlah aktiftas didalam posko dan menanyakan sejumlah perkembangan data yang terpampang di monitor data.

“Kita ingin memastikan seluruh warga yang berstatus OTG dan ODP yang ada di Makassar agar dikarantina di hotel yang sudah kita siapkan. Sebelum melakukan transmisi ke orang yang sehat, kita harus segera bisa hentikan pergerakannya dengan cara karantina, karena walaupun di isolasi dirumah, itu masih tetap memungkinkan untuk keluar dan berinteraksi dengan yang lain, inikan berbahaya. Jauh lebih efektif jika karantina di hotel, kita berikan gizi yang lebih bagus, kita tingkatkan imunnya agar virus bisa segera di kalahkan”ujar Nurdin Abdullah saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media.

Menurut Nurdin, pihaknya saat ini mempersiapkan sejumlah hotel bagi pasien OTG dan ODP untuk karantina, termasuk hotel untuk para tenaga medis.

“Saat ini kami siapkan Hotel SwissBell dan juga Sheraton untuk pasien OTG dan ODP. Sedangkan untuk dokter dan tenaga medis lainnya kita persiapkan Hotel Grand Sayang untuk di tempati. Tadi saya sudah minta Pak Wali (Iqbal Suhaeb) agar segera yang berstatus OTG dan ODP untuk di masukkan dalam daftar karantina di hotel. Jadi jangan dianggap penyakit ini sebagai aib, karena yang ingin kita karantina itu virusnya agar cepat hilang dan tidak bisa menyebar lagi” jelasnya.


Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan saat ini terdapat delapan puluh orang yang dinyatakan positif berdasarkan hasil Rapid test massal yang dilakukan beberapa waktu lalu diseluruh puskesmas yang ada di Kota Makassar.

“Sesuai arahan Pak Gubernur, kita akan upayakan segera warga kita yang selama ini melakukan isolasi mandiri dirumahnya untuk di pindahkan ke hotel yang sudah disiapkan. Termasuk juga yang dinyatakan positif saat Rapid test kemarin akan kita lanjutkan dengan Swab, dan jika masih positif langsung kita arahkan untuk karantina di hotel. Kita juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang sebagian besar sudah menunjukkan kepatuhannya menjalankan aturan PSBB hingga hari ini. Bahkan dimasjid-masjid yang awalnya dilaporkan masih melakukan aktiftas ibadah berjamaah juga sudah menghentikan untuk sementara waktu. Kita akan terus mengoptimalkan penegakan PSBB secara represif demi menghentikan virus ini di Makassar sesuai harapan Pak Gubernur agar Sulsel bisa menjadi yang pertama terbebas dari Covid-19” ujar Iqbal.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Pengurus masjid di Makassar terancam pidana jika gelar tarwih

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar menyatakan sikap tegas terhadap penerapan aturan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya aktifitas di rumah ibadah. Kapolrestabes Makassar, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan menegaskan akan melakukan upaya hukum terhadap pengurus rumah ibadah yang masih bersikeras menggelar kegiatan di rumah ibadah masing-masing.

“Dalam UU karantina hingga perwali tentang PSBB sangat jelas aturannya terkait penghentian kegiatan keagamaan, baik itu di masjid, gereja, Pura, Vihara, klenteng. Terkait pelaksanaan tarawih, mengingat ini bulan Ramadhan, kita akan tegas memberikan surat teguran kepada pengurus masjid yang masih menggelar aktiftas di masjid, baik tarawih dan lainnya. Di dalam surat teguran sudah kita cantumkan jenis sanksi jika masih dilakukan kegiatan” ujar Kombes Pol. Yudhiawan usai mengikuti rapat evaluasi PSBB terkait aktifitas di bulan Ramadhan di Posko Covid-19 Kota Makassar, Minggu (26/4/2020).

Yudhiawan yang juga merupakan Wakil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar memaparkan jenis hukuman pidana terhadap pelanggar aturan PSBB di Makassar.

“Sanksi pidananya jelas, penjara maksimal satu tahun, serta denda seratus juta rupiah. Jadi tindakan pertama yakni teguran, kemudian jika masih dilaksanakan akan dipanggil pengurusnya dan kami proses sesuai aturan hukum yang berlaku” tegas Yudhiawan. Pihaknya juga mengaku akan memberikan tindakan tegas kepada pengguna jalan yang masih melanggar, termasuk konvoi kendaraan dan balapan liar.


Sementara itu dalam rapat evaluasi PSBB yang dipimpin Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb bersama para camat se kota Makassar serta pengurus organisasi keagamaan Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Wahdah, DMI disepakati untuk tidak lagi menggelar aktifitas ibadah di masjid selama pemberlakukan PSBB di Kota Makassar.

“Alhamdulillah semua tadi sepakat bahwa tidak ada lagi aktifitas ibadah dimasjid selama PSBB, daan akan dilakukan tindakan hukum bagi yang masih melanggar. Kita juga meminta kepada seluruh ASN di Pemkot Makassar yang saat ini melakukan WFH agar aktif menyampaikan ke tetangganya terkait pelaksanaan aturan-aturan PSBB sehingga sosialisasi yang dilakukan bisa lebih terjangkau diseluruh kantong-kantong masyarakat”jelas Iqbal.

Dihari ketiga pelaksanaan PSBB, Iqbal menyebut tingkat kedisiplinan warga telah mencapai 75 persen dan akan terus dilakukan tindakan-tindakan tegas dilapangan jika ada yang melanggar. “Terkait kesalahpahaman terhadap izin salah satu toko aksesoris handphone, itu sudah kita perbaiki. Rupanya kemarin ada tim kita yang mempersepsikan itu bagian dari yang dikecualikan, sehingga dikeluarkan izin. Surat pencabutan izinnya sudah saya tantatangani, jadi sudah tidak boleh lagi beroperasi” tegas Iqbal.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Iqbal Suhaeb turun temui warga agar tarwih di rumah

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb terus berkeliling menemui warga untuk meminta mematuhi seluruh aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar. Seperti yang terlihat di Posko Covid-19 Kecamatan Ujung Tanah, Sabtu Malam, 25 (4/2020), Iqbal terlihat menemui para pengurus masjid diwilayah tersebut untuk memberikan penjelasan mengenai esensi pelarangan sementara untuk tidak melakukan aktifitas Shalat Tarawih berjamaah di masjid dan dipindahkan dirumah masing-masing .

“Sebagai seorang muslim, tentu saja saya juga memiliki keinginan yang begitu besar untuk datang shalat berjamaah di masjid, apalagi di bulan Ramadhan seperti ini. Namun Islam juga meminta kita untuk mengutamakan keselamatan jiwa kita semua. Kita tentu tidak ingin situasi ini berlarut-larut, makanya kita harus lawan dengan menghentikan penyebarannya dengan cara tinggal dirumah saja dulu, beribadah dirumah, Insya Allah pahalanya tidak akan berkurang. Kurangi pergerakan diluar rumah, kurangi melakukan interaksi secara fisik, itulah sebenarnya esensi terdalam PSBB yang kita terapkan ini. Jika kita masih saja berkumpul, berjamaah di masjid, maka semua pengorbanan yang kita lakukan selama ini akan sia-sia. Virus akan semakin mudah menyebar ketika kita berkumpul. Insya Allah, jika pandemi ini telah berlalu di kota kita, maka kehidupan sehari-hari tentu akan normal kembali, termasuk beribadah secara berjamaah di masjid” ujar Iqbal saat berbicara.

Tudang Sipulung yang digelar tersebut merupakan langkah persuasi yang dilakukan Iqbal bersama dengan sejumlah pengurus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Makassar. Selain Iqbal juga hadri Komandan Kodim 1408/BS Makassar Kol (Inf) Andriyanto SE, Camat Ujung Tanah Andi Unru, serta sejumlah lurah diwilayah tersebut.

Sementara itu ditempat yang sama, Camat Ujung Tanah Andi Unru mengaku terus bekerja menemui pengurus-pengurus masjid untuk meminta agar sementara waktu tidak melakukan aktifitas ibadah Tarawih di masjid masing-masing dan meminta kepada warganya untuk beribadah di rumah saja selama virus Covid-19 masih mewabah di Kota Makassar.

“Memang masih ada beberapa yang melakukan shalat Tarawih di masjid, makanya ini yang kita datangi dan mengajaknya untuk mematuhi aturan PSBB. Alhamdulillah tadi sejumlah pengurus masjid sudah menyatakan komitmennya untuk mematuhi aturan ini dan untuk sementara tidak melaksanakan ibdah Tarawih di masjidnya masing-masing. Sebagai muslim, saya sangat paham ini tidak mudah, namun dalam Islam pun kita diminta untuk menghindari hal yang bisa membahayakan jiwa saudara-saudara kita. Insya Allah, jika kita melakukan disiplin secara bersama mematuhi aturan PSBB, yakinlah penyebaran virus ini akan bisa kita hentikan” jelasnya.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Sehari jelang PSBB, pemkot Makassar lakukan rapid test massal

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar rapid test massal di seluruh Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar, Kamis (23/4/2020). Tes ini dilakukan sehari sebelum pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu lamanya. Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb melakukan pemantauan secara langsung di dua Puskesmas berbeda, yakni Puskesmas Makkasau dan Puskesmas Jongaya. Dalam pemantauan tersebut, Iqbal menyapa sejumlah warga yang antri menunggu giliran untuk dilakukan pengambilan sampel darah.

“Kami siapkan sepuluh ribu alat Rapid test di seluruh puskesmas kita secara gratis. Kami persilahkan kepada warga yang merasa pernah melakukan kontak dengan penderita, PDP atau pernah melakukan perjalanan jauh akhir-akhir ini. Silahkan datang me, yang positif ada temannya, keluarganya, termasuk yang selama ini merasa ragu-ragu apakah terjangkit atau tidak, silahkan datang ke puskesmas untuk diperiksa” ujar Iqbal kepada sejumlah wartawan.

Menurut Iqbal, tes ini dilakukan sehari sebelum Ramadhan mengingat kecenderungan warga yang biasanya ragu melakukan pemeriksaan darah saat sedang menjalankan ibadah puasa.

“Ini kita lakukan untuk mengidentifikasi lebih cepat warga kita yang telah terpapar agar bisa segera dilakukan isolasi. Saat ini penyebaran yang banyak terjadi adalah Local Transmission yang dilakukan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG). Ini yang berbahaya jika tidak segera kita temukan untuk diisolasi”jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin menjelaskan bahwa Rapid test itu merupakan hasil pengadaan yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Kota Makassar tahun 2020.

“Kita sudah melakukan pengadaan rapid Test sebanyak 7200 buah untuk tahap pertama dari total 25 ribu yang akan kita adakan. Selain itu, kita juga telah mendapat bantuan dari Pemerintah Propinsi Sulsel sebanyak 3000 buah. Inilah yang kita gunakan untuk melakukan pemeriksaan hari ini” jelas Naisah.

Dalam pemantauan di dua puskesmas, terlihat antusiasme warga yang datang mengantri untuk melakukan pemeriksaan. Mereka cukup memperlihatkan KTP untuk diregistrasi serta nomor telepon untuk dihubungi saat hasil tes telah keluar.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Lintasarta Bantu Warga Yang Terdampak Covid 19

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Lintasarta yang merupakan perusahaan penyedia jasa komunikasi data, internet dan IT Services di Indonesia ikut memberikan kepeduliannya dengan menyumbangkan kebutuhan pokok, masker dan Alat Pelindung Diri (ADP) kepada warga Makassar yang paling terdampak. Selain itu, Lintasarta juga memberikan fasilitas internet gratis disejumlah ruang publik, termasuk pusat pelayanan, baik itu di Posko Covid-19 Kota Makassar, termasuk juga layanan internet dan CCTV di ruang perawatan pasien Covid-19 di RSUD Kota Makassar.

Bantuan ini diserahkan langsung Senior Manager Sulawesi Maluku Papua, Baginda PH Simbolon kepada PJ Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb di Posko Covid-19 Kota Makassar di jalan Nikel Makassar, Rabu (22/4/2020).

“Ini bentuk kepedulian Lintasarta kepada warga kita yang kini sedang berjuang bersama melawan Virus Covid-19 di Makassar. Tentu saja bantuannya sangat kami apresiasi dan memang sangat dibutuhkan oleh warga kita. Bukan hanya itu, selama ini Lintasarta sudah banyak mendukung perjuangan kita khususnya dalam menyiapkan fasilitas-fasilitas teknologi yang mendukung kerja-kerja di gugus tugas, baik itu internet disejumlah tempat termasuk fasilitas CCTV disetiap ruangan pasien Covid-19 di RSUD Daya”ujar Iqbal kepada wartawan usia menerima bantuan.

Sementara itu ditempat yang sama, Senior Manager Sulawesi Maluku Papua, Baginda PH Simbolon mengatakan bahwa pihaknya merasa berkewajiban untuk meringankan beban warga yang sedang kesulitan.

“Kita tahu saat ini semua dalam situasi sulit. Namun itu jangan membuat kita pesimis. Virus ini harus kita kalahkan. Kami mengambil peran sesuai kapasitas yang kami miliki, baik itu supporting internet, termasuk fasilitas teknologi lainnya demi membantu kerja-kerja penanganan Covid-19 di Kota Makassar. Selain itu, kami memberi ruang perhatian yang besar terhadap warga kita yang kurang mampu dengan menyiapkan sejumlah kebutuhan poko, termasuk masker yang selama ini masih sangat langka di tengah masyarakat” jelasnya.

Lintasarta telah hadir di Makassar sejak tahun 2010 memberikan layanan teknologi terhadap sejumlah perusahaan di Kota Makassar. Secara nasional, perusahaan ini sudah eksis sejak 32 tahun lalu hingga sekarang.

sumber : Humas Pemkot Makassar

read more
1 194 195 196 197 198 199
Page 196 of 199