close

Daerah

berita yang mencakup kota Makassar dan Sulawesi Selatan

DaerahNews

BKN Terbitkan Edaran Penggunaan Batik Korpri Setiap Kamis, Pemprov Sulsel Tunggu Sinkronisasi BKN dan Kemendagri

LANGITKU.NET, Makassar – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang penggunaan seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) pada instansi pusat dan daerah yang salah satu isinya meminta ASN menggunakan seragam batik Korpri pada setiap hari Kamis.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Organisasi Pemprov Sulawesi Selatan, Jayady mengatakan, sampai saat ini Pemprov Sulsel belum memastikan untuk menerapkan aturan atau Surat Edaran dari BKN tersebut.

Selain itu, lanjutnya, Pemprov Sulsel juga masih harus menunggu sinkronisasi aturan dari Surat Edaran tersebut dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pakaian Dinas ASN di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah yang selama ini menjadi pedoman ASN.

“Kami (Pemprov Sulsel) pada prinsipnya melihat perkembangan dulu karena dalam Permendagri Nomor 10 Tshun 2024, sebagai pedoman kita Pemerintah Daerah itu diatur bahwa hari Kamis itu ASN menggunakan pakaian batik,” ucapnya, saat dihubungi, Selasa 28 Januari 2026.

Meski begitu, lanjutnya, jika sudah ada hasil koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan BKN untuk menerapkan aturan baru tersebut ke tingkat daerah, maka pihaknya harus melaporkan dulu hasil koordinasi tersebut ke Gubernur Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.

“Pada prinsipnya kita di Pemprov menunggu perkembangan hasil koordinasi (antara BKN dengan Kemendagri). Itu saja,” tegasnya. (*)

read more
DaerahNews

Wali Kota Makassar Bahas Penguatan APBD dan Regulasi BUMD Bersama Dirjen Keuda Kemendagri

LANGITKU.NET, Jakarta – Upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong kemajuan daerah melalui penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat terus diwujudkan secara konsisten melalui langkah-langkah nyata dan terukur.

Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang melanjutkan rangkaian agenda strategisnya dengan melakukan pertemuan langsung bersama Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Drs. Agus Fatoni.

Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar terus aktif membangun komunikasi intensif dengan kementerian dan lembaga strategis guna memastikan setiap kebijakan daerah sejalan dengan regulasi nasional serta mampu menjawab tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.

Wali Kota Munafri menekankan bahwa pertemuan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sinergi kebijakan fiskal antara pemerintah daerah dan pusat.

“Kami bertemu dengan Pak Agus Fatoni (Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri) RI, untuk mendiskusikan beberapa hal strategis keberlanjutan pembangunan kota,” ujar Munafri Rabu (28/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, orang nomor satu Kota Makassar ini, didampingi Kepala Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kota Makassar, Andi Ardi Rahadian, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah.

Kehadiran jajaran perangkat daerah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kota Makassar, dalam memperkuat tata kelola pendapatan dan keuangan daerah sebagai fondasi utama pembangunan yang berdaya saing dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Munafri menyampaikan bahwa diskusi bersama Ditjen Bina Keuangan Daerah membahas sejumlah isu penting yang berkaitan langsung dengan konektivitas kebijakan pusat dan daerah, serta dukungan fiskal Pemerintah Pusat terhadap pembangunan Kota Makassar.

“Kami membahas bagaimana menjaga keuangan daerah. Khususnya dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, berkelanjutan, dan berpihak pada percepatan pembangunan di Kota Makassar,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pembahasan pertama difokuskan pada sistem dan skema keuangan daerah ke depan. Hal ini bertujuan untuk memastikan alokasi anggaran dapat tepat sasaran, selaras dengan kebutuhan riil daerah, serta mendukung program prioritas pembangunan.

Lebih lanjut, Munafri menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Pusat pada tahun anggaran 2026.

Menurutnya, menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi Pemerintah Kota Makassar, untuk semakin mengoptimalkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada saat ini.

“Dengan kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, kami di daerah dituntut untuk lebih cermat, efektif, dan inovatif dalam mengelola APBD agar tetap mampu mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas mekanisme perubahan nama Perusahaan Daerah (Perseroda) milik Pemerintah Kota Makassar, termasuk skema keuangan dan penyertaan modal yang akan diterapkan ke depan.

Pembahasan ini dilakukan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi serta mendukung penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Agenda penting lainnya adalah undangan resmi kepada Dirjen Bina Keuangan Daerah untuk berkunjung ke Kota Makassar.

Munafri berharap Agus Fatoni dapat secara langsung memberikan arahan dan pembekalan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Makassar terkait pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja.

“Kami meminta waktu kesediaan pak Dirjen Keuangan untuk berkunjung ke Makassar, berikan pemahaman dan penguatan bagi ASN dalam hal pengelolaan keuangan daerah,” tuturnya.

Tak hanya itu, Wali Kota Makassar juga meminta arahan dan pandangan terkait pengelolaan serta penataan direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sebagai salah satu BUMD strategis yang berperan penting dalam pelayanan dasar kepada masyarakat.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus memperkuat tata kelola keuangan daerah, meningkatkan kemandirian fiskal, serta memastikan setiap kebijakan pembangunan berjalan seiring dengan arah kebijakan nasional.

“Alhamdulillah respon pak Dirjen baik, tentu akan terus berkoordinasi dan komunikasi terkait hal kami butuhkan,” tutup Appi.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Drs. Agus Fatoni, merespons positif berbagai hal yang disampaikan Pemerintah Kota Makassar dalam pertemuan bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemkot Makassar dalam mengoptimalkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna memperkuat kapasitas fiskal daerah.

“Kami mendukung upaya optimalisasi APBD, termasuk melalui skema pemanfaatan aset daerah, BUMD, sepanjang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Agus Fatoni.

Agus Fatoni menegaskan bahwa optimalisasi APBD dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan strategis, termasuk mendorong kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan sektor-sektor potensial.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak lain dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi belanja daerah sekaligus peningkatan PAD),” sambung dia.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, juga telah melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Cheka Virgowansyah, di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Rangkaian pertemuan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat, memastikan kebijakan daerah sejalan dengan regulasi nasional.

Guna mendorong tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)

read more
DaerahNews

BPSDM dan OPD Pemprov Sulsel Matangkan Persiapan Pekan Leadership Spiritual ASN Ber-AKHLAK

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai mematangkan persiapan Pekan Leadership Spiritual ASN Ber-AKHLAK yang akan digelar pada 22–28 Februari 2026.

Kegiatan penguatan kapasitas aparatur ini dirancang lintas sektor dengan melibatkan 900 peserta dari berbagai perangkat daerah serta narasumber eksternal.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemprov Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah aspek krusial yang harus dipersiapkan secara terkoordinasi oleh seluruh perangkat daerah terkait.

Fokus persiapan meliputi pengelolaan keuangan, pengadaan barang dan jasa, pendidikan karakter, serta penguatan wawasan kebangsaan.

“Panitia kerja ditetapkan hari ini, dan pelaksanaan kegiatan akan melibatkan sekitar 900 peserta,” ujar Prof. Jufri dalam rapat koordinasi persiapan kegiatan.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan menghadirkan narasumber eksternal dari Polda Sulsel, Kejaksaan Tinggi, Kodam, serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna memperkuat materi substantif yang disampaikan kepada peserta.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Sulsel, Irwan, ST, menegaskan bahwa penyusunan pemateri sangat bergantung pada rundown kegiatan yang telah dirancang secara sistematis.

Menurutnya, terdapat enam klaster materi utama yang akan diberikan selama pelaksanaan kegiatan.

“Ini bukan hanya menghadirkan pemateri, tetapi juga modul pembelajaran yang terstruktur,” katanya.

Enam materi tersebut meliputi keuangan dan perbendaharaan, pengadaan barang dan jasa, aspek hukum dan antikorupsi, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter dan akhlak, hingga hafalan Juz 30 sebagai penguatan spiritual ASN.

Dari sisi pengamanan, Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwin Azis, memastikan seluruh peserta akan berada dalam pengawasan ketat selama kegiatan berlangsung.

Satpol PP akan mengatur sistem keluar-masuk lokasi kegiatan secara terbatas.

“Kami pastikan tidak ada peserta yang meninggalkan kegiatan tanpa pengawasan dan izin,” tegasnya.

Sementara itu, kesiapan layanan kesehatan disampaikan oleh Perwakilan Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel, Aradadi.

Sebanyak delapan rumah sakit milik Pemprov Sulsel disiapkan untuk mendukung kegiatan, dengan tambahan rumah sakit rujukan terdekat seperti RS Pertamina, RS Sayang Rakyat, RS Daya, dan RS Wahidin untuk penanganan kondisi darurat.

Dukungan penyebarluasan informasi juga disampaikan oleh Kabid Humas Dinas Kominfo-SP Pemprov Sulsel, Fitra.

Menurutnya, publikasi kegiatan akan dilakukan secara berkelanjutan selama pelaksanaan.

“Ini kegiatan InsyaAllah setiap saat akan disampaikan kepada khalayak,” tuturnya.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai perangkat daerah, antara lain Badan Keuangan dan Aset Daerah, Inspektorat Daerah, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Biro Kesejahteraan Rakyat, Biro Umum, Dinas Kominfo SP, Dinas Pendidikan, Kesbangpol, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan, serta dihadiri Staf Khusus Gubernur Sulsel Rahmat Hidayat, Irwan, ST, dan Haerudin Nurman. (*)

read more
DaerahNews

Wali Kota Munafri Hadir di APCAT Summit, Perkuat Posisi Makassar dalam Isu Kesehatan Global

LANGITKU.NET, Jakarta – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir pada pada ajang internasional The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit. Appi dijadwalkan meparkan materi terkait kawan bebas rokok di forum tersebut.

Forum strategis yang mengusung tema “Together We Bring Health Solutions”, ini menjadi ruang penting bagi para pemimpin kota di kawasan Asia Pasifik untuk berbagi gagasan, inovasi, serta praktik terbaik dalam menjawab tantangan pembangunan kesehatan perkotaan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel JW Marriott, Jalan Ide Anak Agung Gde Agung, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (26/1/2026), dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Kehadiran para pemangku kebijakan nasional tersebut menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sedangkan, Wali Kota Makassar turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, serta Kepala Bagian Protokol Setda Kota Makassar, Andi Ardi Rahadian.

“Partisipasi ini, menjadi penegasan posisi Kota Makassar sebagai salah satu kota yang aktif mengambil peran dalam percakapan regional dan global terkait pengembangan solusi kesehatan perkotaan,” singkat Wali Kota Munafri, sebelum dimulai kegiatan.

Pada kesempatan ini, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memerangi pengaruh korporasi yang terbukti merusak kualitas hidup masyarakat, khususnya industri tembakau.

Di hadapan para perwakilan kepala daerah dan anggota The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit, dari berbagai negara, Bima Arya secara terbuka menyoroti agresivitas industri tembakau yang dinilainya terus mengancam masa depan generasi muda.

Ia memaparkan data terbaru yang menunjukkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kelima dunia dalam prevalensi perokok, dengan angka yang terus meningkat hingga mencapai 38,2 persen pada tahun 2026.

“Argumen mengenai dampak mematikan rokok bukan lagi sekadar opini, melainkan fakta ilmiah yang tidak terbantahkan,” katnaya.

Oleh karena itu, penyampaian dan perjuangan terhadap data-data terbaru mengenai bahaya kesehatan akibat rokok harus terus dilakukan secara konsisten demi melindungi masa depan generasi bangsa.

Wamendagri juga mengingatkan bahwa strategi industri tembakau telah mengalami pergeseran signifikan. Jika dahulu promosi dilakukan secara vulgar melalui iklan terbuka, kini pendekatannya berubah menjadi pesan-pesan subliminal yang menyerupai iklan produk konsumsi sehari-hari.

Dalam konteks tersebut, Bima Arya mengingatkan para kepala daerah agar tidak lengah dan tetap konsisten dalam kebijakan pengendalian tembakau.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tergoda oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) industri rokok yang nilainya jauh dari sebanding dengan beban kesehatan dan biaya sosial yang harus ditanggung masyarakat akibat konsumsi tembakau.

“Pengendalian tembakau membutuhkan komitmen yang kuat dan keberanian untuk berkata tidak terhadap pengaruh industri. Ini bukan sekadar kebijakan kesehatan, tetapi soal keberpihakan pada keselamatan dan kualitas hidup warga,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bima Arya menyampaikan tiga pesan kunci yang dinilainya penting bagi keberlanjutan gerakan APCAT ke depan, yakni inovasi, co-creation, dan regenerasi.

Inovasi diperlukan untuk memperkuat riset serta kampanye yang relevan dengan karakter generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Y.

Sementara itu, co-creation ditekankan sebagai model kemitraan yang setara antara pemerintah, korporasi, dan komunitas dalam merumuskan solusi bersama.

Adapun regenerasi kepemimpinan dinilai penting agar gerakan pengendalian tembakau tetap hidup, berkelanjutan, dan terus diperbarui semangatnya oleh generasi penerus.

“Saya berharap APCAT dapat terus menjadi motor penggerak kolaborasi lintas kota dan lintas negara dalam melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk industri tembakau,” tukasnya. (*)

read more
DaerahNews

Dr.Muhammad Roem Alumni Australia asal Makassar raih Emerging Leader Award dari Pemerintah Australia

LANGITKU.NET, Makassar – Alumni Australia asal Makassar, Dr. Muhammad Roem, S.STP., M.Si., meraih Emerging Leader Award.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Australian Alumni Gala Dinner yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Australia di Hotel Rinra Makassar, Jumat (24/1) dalam rangka memperingati 10 tahun Konsulat Jenderal Australia di Makassar.

Acara tersebut dihadiri ratusan alumni Australia, perwakilan pelaku bisnis Australia, anggota Australia-Indonesia Youth Association, serta Indonesia Youth Diplomacy.

Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk pengakuan atas kontribusi nyata para alumni Australia, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur.

Dr. Muhammad Roem, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, dinobatkan sebagai Winner of the Emerging Leader Award atas dedikasi, kepemimpinan, dan kiprahnya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kehidupan profesional saya sangat terbantu. Saya mendapatkan jejaring, kepercayaan, dan kesempatan berkolaborasi dengan banyak orang hebat dari berbagai negara. Hubungan-hubungan itu hingga hari ini terus hidup dan memberi dampak nyata dalam pekerjaan dan pengabdian saya.Terima kasih kepada Pemerintah Australia, khususnya Konsulat Jenderal Australia di Makassar, atas penghargaan ini. Apresiasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkembang dan membangun jejaring,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar ini.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan sesama alumni Australia diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan Kota Makassar ke depan.

“Penghargaan ini sangat berarti bagi saya. Mengikuti program tersebut bukan hanya tentang belajar, tetapi tentang perubahan, cara berpikir, cara bekerja, dan cara memaknai peran saya untuk melayani masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, menyampaikan apresiasi terhadap peran alumni Australia, termasuk Muhammad Roem, yang dinilai mewakili generasi pemimpin muda dengan dampak signifikan bagi masyarakat.

“Saya bangga karena lebih dari 600 warga Sulawesi Selatan pernah menempuh pendidikan di Australia. Kini mereka berkontribusi besar bagi pembangunan Sulsel melalui berbagai posisi strategis di pemerintahan, akademisi, masyarakat sipil, dan dunia usaha,” kata Dias.

Penghargaan Emerging Leader Award diberikan kepada Muhammad Roem atas perannya sebagai alumni yang aktif berkontribusi, menunjukkan kepemimpinan, serta menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan studi ke Australia.

Selain penganugerahan penghargaan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para alumni untuk mempresentasikan usaha mereka, memperluas jejaring profesional, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

read more
DaerahNews

Pemprov Sulsel Optimistis Hadapi 2026 Lewat Infrastruktur dan Ekonomi Digital

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian global pada tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Outlook Ekonomi 2026 yang digelar Herald Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Jumat malam (23/1/2026).

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulawesi Selatan yang diwakili Sekretaris Diskominfo-SP Sulsel, Sultan Rakib, saat membuka secara resmi forum tersebut. Ia membacakan sambutan Kepala Diskominfo-SP Sulsel, Andi Winarno Eka Putra.

Dalam sambutannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi kepada Herald Indonesia atas penyelenggaraan forum Outlook Ekonomi 2026 yang dinilai relevan dan strategis, serta sejalan dengan agenda pembangunan daerah maupun nasional.

Sultan Rakib menegaskan bahwa Sulawesi Selatan terus memperkuat perannya sebagai lokomotif ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. Namun, tantangan ke depan dinilai tidak ringan, mengingat ketidakpastian global yang terjadi bersamaan dengan terbukanya peluang besar di sektor ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

“Saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, serta rumah sakit regional provinsi dengan skema multiyears. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulsel untuk mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah,” ujar Sultan Rakib.

Pembangunan infrastruktur tersebut mencakup peningkatan kualitas jalan dan jembatan pada ruas dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi, wilayah terisolasi, serta kondisi jalan rusak.

Program ini juga diarahkan untuk memperkuat jalur utama transportasi barang dan jasa yang menghubungkan antarwilayah, kawasan wisata, serta kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan bandara.

Selain konektivitas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman juga fokus pada pembangunan sektor pertanian melalui pembangunan jaringan irigasi baru seluas 54.000 hektare. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas petani, serta memperluas areal pertanian beririgasi teknis.

Melalui forum Outlook Ekonomi 2026, Sultan Rakib berharap lahir gagasan-gagasan segar serta kolaborasi lintas sektor yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi daerah dan nasional. Ia juga memberikan apresiasi kepada Herald.id yang dinilai berperan strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terkait kebijakan ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, Sultan Rakib turut menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan dalam rangkaian Herald Award 2026. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemantik semangat bagi tokoh, institusi, dan pelaku usaha untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Forum Outlook Ekonomi Herald 2026 menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof. Marsuki, DEA, perwakilan Kadin Sulsel Sulaiman Andi Loeloe, serta perwakilan IWAPI Ainun Jariah, yang memaparkan pandangan strategis terkait arah dan prospek ekonomi ke depan. (*)

read more
DaerahNews

Sejak Juli 2025, 49.209 KK Warga Makassar Nikmati Iuran Sampah Gratis, Program Unggulan Munafri

LANGITKU NET, Makassar – Program unggulan yang menjadi bagian dari janji politik Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Makassar.

Salah satu kebijakan pro-rakyat tersebut adalah pembebasan iuran sampah bagi warga miskin dan kurang mampu, yang mulai diterapkan sejak Juli 2025 melalui Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 13 Tahun 2025 tentang Retribusi Sampah.

Kebijakan ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret pemerintah kota dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. Data menunjukkan, penerima manfaat iuran sampah gratis untuk kategori rumah tangga dengan daya listrik R1/450 VA di seluruh kecamatan se-Kota Makassar mencapai 11.487 kepala keluarga atau lebih dari 11 ribu rumah tangga.

Sementara itu, kategori rumah tangga dengan daya listrik R1/900 VA tercatat sebanyak 37.722 kepala keluarga atau lebih dari 37 ribu rumah tangga turut menikmati program unggulan ini.

Dengan demikian, total warga Kota Makassar dari kategori miskin dan kurang mampu yang merasakan langsung manfaat program Munafri–Aliyah terkait pembebasan iuran sampah mencapai 49.209 kepala keluarga berdasarkan data tahun 2025.

Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah pada tahun 2026, seiring dengan penguatan kebijakan dan perluasan cakupan program yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Program diterapkan lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tujuanya, pembebasan dan keringanan retribusi sampah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa syarat utama penerima iuran sampah gratis adalah warga miskin yang tergolong rumah tangga dengan daya listrik 450 VA hingga 900 VA.

Menurutnya, sesuai regulasi Perwali. Kelompok ini dibebaskan sepenuhnya dari kewajiban membayar retribusi sampah.

“Pembebasan ini diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah, dengan indikator utama daya listrik rumah tangga 450 VA dan 900 VA. Penetapannya dilakukan berdasarkan data resmi yang telah diverifikasi,” ujar Helmy, Sabtu (24/1/2026).

Ini menjawab opini liar berkembang, di tengah berbagai spekulasi yang beredar di ruang publik, penting untuk menempatkan fakta sebagai pijakan utama.

Berdasarkan data penerima manfaat, program iuran sampah gratis untuk kategori rumah tangga dengan daya listrik R1/450 VA tersebar di 14 kecamatan se-Kota Makassar dengan total 11.487 kepala keluarga.

Kecamatan Biringkanaya menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 2.607 KK, disusul Manggala sebanyak 1.687 KK dan Tamalanrea 1.520 KK.

Sementara kecamatan lainnya seperti Rappocini, Panakkukang, Mariso, Bontoala, hingga wilayah pesisir dan pusat kota seperti Ujung Tanah, Ujung Pandang, dan Wajo juga turut menikmati manfaat program ini sesuai karakteristik dan kondisi sosial masing-masing wilayah.

Selain itu, penerima iuran sampah gratis untuk kategori rumah tangga dengan daya listrik R1/900 VA tercatat lebih besar, yakni mencapai 37.722 kepala keluarga yang tersebar merata di seluruh kecamatan.

Kemudian, Kecamatan Manggala mencatat jumlah tertinggi dengan 5.696 KK, diikuti Rappocini sebanyak 4.808 KK, Tamalate 4.143 KK, serta Panakkukang dan Mariso yang masing-masing di atas 3.000 KK.

Data ini menunjukkan bahwa kebijakan pembebasan iuran sampah tidak hanya menyasar wilayah pinggiran, tetapi juga menjangkau kawasan padat penduduk di pusat kota.

Program iuran sampah gratis yang digagas Wali Kota Makassar bukanlah janji kosong, melainkan kebijakan yang nyata dan telah dirasakan langsung oleh warga, khususnya masyarakat kurang mampu, kini dinikmati warga miskin.

Oleh seba itu, Helmy menegaskan jika program ini berjalan dan memberi manfaat, sehingga tudingan adanya program tidak jalan, terbatahkan.

“Namun faktanya, layanan iuran sampah gratis tetap berjalan dan menjadi bentuk komitmen pemerintah kota (Pak Wali Kota) dalam menghadirkan keadilan sosial serta pelayanan dasar yang berpihak kepada rakyat,” tutur Helmy.

Ia menegaskan, proses verifikasi dilakukan secara ketat dengan mengacu pada data ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan dan sandang.

Data tersebut bersumber dari basis data resmi pemerintah yang telah disinkronkan lintas perangkat daerah.
Sebagai bentuk pengendalian dan kejelasan di lapangan, rumah tangga yang telah dinyatakan lolos verifikasi akan diberikan tanda pengenal berupa stiker dan barcode khusus.

Tanda ini berfungsi sebagai penanda resmi bagi petugas kebersihan saat melakukan pelayanan pengangkutan sampah.

“Stiker dan barcode ini menjadi identitas resmi penerima manfaat, sehingga petugas kebersihan dapat dengan mudah mengenali rumah tangga yang mendapat pembebasan retribusi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Helmy menambahkan bahwa dasar hukum kebijakan ini juga diperkuat oleh Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Khususnya Pasal 80, yang memberikan ruang pengaturan pembebasan dan keringanan retribusi berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Selain pembebasan penuh, Pemkot Makassar juga memberikan keringanan tarif retribusi sampah bagi rumah tangga dengan daya listrik 1.300 VA hingga 2.200 VA.

Namun demikian, kelompok ini tidak termasuk dalam kategori penerima pembebasan penuh, melainkan hanya mendapat pengurangan besaran tarif.

“Keringanan diberikan bagi pelanggan daya listrik 1.300 VA sampai 2.200 VA, tetapi bukan pembebasan total. Skemanya sudah diatur sesuai ketentuan Perda,” tambah Helmy.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan pelayanan kebersihan yang lebih berkeadilan, inklusif, dan berpihak pada masyarakat rentan.

“Tujuan utama program ini adalah meringankan beban warga miskin sekaligus memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal dan merata di seluruh wilayah Kota Makassar,” tutup Helmy. (*)

read more
DaerahNews

Gelombang Tinggi Disertai Angin Kencang, Wali Kota Makassar Perhatian Penuh, Minta SKPD Fokus Warga Pulau

LANGITKU.NET, Makassar – Kota Makassar, kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari genangan banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga di wilayah pesisir serta kepulauan.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali mengingatkan seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah dan berkendara di tengah cuaca buruk.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir.

“Pemerintah Kota Makassar, sudah menetapkan status siaga demi mengantisipasi potensi dampak yang lebih luas. Ini juga keselamatan warga,” jelas Munafri, kepada awak media di kantor Balai Kota Makassar, Rabu (21/1/2026), waktu petang.

Munafri mengatakan, intensitas cuaca ekstrem yang terjadi saat ini tergolong berbahaya. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pohon tumbang yang tidak hanya patah, tetapi tercabut hingga ke akar.

“Cuaca saat ini relatif ekstrem. Kalau kita lihat, pohon-pohon yang tumbang itu bukan hanya patah, tapi terangkat sampai akar-akarnya,” tuturnya.

“Ini artinya kita butuh kewaspadaan ekstra. Hari ini Makassar berada dalam posisi siaga,” sambung Munafri.

Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak memaksakan keluar rumah di tengah cuaca yang sangat ekstrem demi keselamatan bersama,” imbuh politisi Golkar itu.

Pemerintah Kota Makassar juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk tetap siaga, terutama di titik-titik rawan seperti genangan banjir, abrasi, dan potensi pohon tumbang, guna meminimalkan risiko bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, orang nomor satu Kota Makassar itu, menekankan pentingnya kehati-hatian guna menghindari potensi kecelakaan lalu lintas maupun kejadian yang tidak diinginkan akibat jalan licin, jarak pandang terbatas, serta terpaan angin kencang.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengatur aktivitas harian di tengah cuaca hujan yang disertai angin kencang, khususnya dengan menghindari area yang berpotensi mengalami pohon tumbang,” saran Appi.

Imbauan ini disampaikan menyusul informasi dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa wilayah Kota Makassar dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Munafri juga meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kewilayahan, khususnya camat dan lurah, untuk tetap aktif memantau dan memperhatikan kondisi di wilayah masing-masing.

“Langkah antisipatif ini penting, guna memastikan respons cepat apabila terjadi genangan banjir, pohon tumbang, maupun kondisi darurat lainnya yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan warga,” tuturnya.

Selain itu, Wali Kota Makassar menginstruksikan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar meningkatkan kesiapsiagaan dan siaga penuh di titik-titik rawan.

Termasuk kawasan yang kerap mengalami genangan air, saluran drainase bermasalah, serta area dengan potensi pohon tumbang.

Tidak hanya untuk wilayah daratan, perhatian khusus juga diberikan kepada kawasan pesisir dan kepulauan.

Munafri mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di laut, agar lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan melaut maupun penyeberangan antar pulau dan daratan.

Hal tersebut mengingat kondisi perairan Selat Makassar yang saat ini dilaporkan mengalami gelombang cukup tinggi dan cuaca ekstrem, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran dan aktivitas transportasi laut.

Pemerintah Kota Makassar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan dampak cuaca ekstrem, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi cuaca dari BMKG serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi darurat di lingkungan sekitar.

Terkait laporan kondisi wilayah kepulauan, Munafri memastikan Pemerintah Kota Makassar terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan aparat wilayah.

“Iya, kami akan memastikan laporan dari wilayah, termasuk Pak Camat dan Pak Lurah di Pulau. Kami perlu melihat apa yang harus dilakukan segera kepentingan keselamatan masyarakat,” tukasnya. (*)

read more
DaerahNews

Gubernur Andi Sudirman Resmikan Rehab 136 Sekolah, Program Terbesar Sarana Pendidikan di Sulsel

LANGITKU.NET, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan rehabilitasi 136 unit sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB se-Sulawesi Selatan dengan total anggaran mencapai Rp484 miliar pada tahun anggaran 2025.

Peresmian tersebut dipusatkan di SLB Negeri 2 Makassar sekaligus meresmikan Aula Sipakatau, di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Selasa (20/1/2026).

Andi Sudirman menyampaikan program rehabilitasi tersebut merupakan yang terbanyak sepanjang pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menyebut komitmen Pemprov untuk menghadirkan lingkungan belajar yang layak dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

“Bismillah, hari ini kita meresmikan rehabilitasi 136 unit sekolah SMA, SMK dan SLB se-Sulsel. Ini adalah program rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan terbanyak yang pernah kita lakukan,” ujar Andi Sudirman.

Andi Sudirman menjelaskan, program ini sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Sekolah serta Digitalisasi Pembelajaran.

Dirinya pun berharap rehabilitasi sekolah tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Fasilitas yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang prestasi dan kenyamanan siswa maupun tenaga pendidik.

“Kami berharap mudah-mudahan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan siswa se-Sulsel. Program ini secara bertahap dilakukan untuk menyisir sekolah-sekolah dengan kondisi rusak parah dan sedang yang kemudian dilakukan perbaikan,” cetusnya. (*)

read more
DaerahNews

Pemkot Makassar Percepat Layanan KUA di Wilayah Kepulauan

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi Kementerian Agama Kota Makassar, dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong penguatan layanan keagamaan hingga menjangkau wilayah kepulauan, agar seluruh warga memperoleh pelayanan yang adil dan merata.

Pernyataan tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat menghadiri Ramah Tamah Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, yang digelar oleh Kementerian Agama Kota Makassar, di Jalan Rappocini Raya, Makassar, Rabu (21/1/2026).

“Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan peran strategis Kantor Kementerian Agama Kota Makassar dalam memperkuat kehidupan keagamaan serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Hadir pada kesmepatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, Kepala Kemenag Kota Makassar, H. Muhammad, Kabag Kesra Kota Makassar, Muhammad Syarif, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar, Evy Aprialti.

Lebih lanjut, Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendukung peningkatan layanan keagamaan, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar telah mendorong percepatan penyediaan lahan dan penguatan sistem pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

“Saya mengapresiasi hadirnya Kantor Kementerian Agama Kota Makassar. Saya berharap tahun ini penyediaan lahan dan sistem pelayanan di Kepulauan Sangkarrang dapat kita resmikan bersama,” katnaya.

Dengan perluasan dan layanan KUA di kepulauan, sehingga masyarakat pulau yang jauh dari pusat kota juga dapat menikmati layanan keagamaan secara maksimal,” tambah pria yang akrab diapa Appi itu.

Mantan Bos PSM itu menilai, Kementerian Agama merupakan lembaga yang sangat vital, karena mengatur bukan hanya kehidupan sosial dan administrasi umat beragama, tetapi juga menyentuh aspek moral dan spiritual masyarakat.

Menurutnya, salah satu tugas paling berat adalah tugas Kementerian Agama. Bukan hanya mengurus kehidupan duniawi, tetapi juga kehidupan beragama umat.

“Menyatukan perbedaan, melakukan pengawasan, serta mengelola urusan umat di tengah tantangan zaman bukanlah hal yang mudah,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam mendukung Kementerian Agama, terutama dalam menjaga stabilitas kehidupan beragama di tengah maraknya penyalahgunaan isu agama yang berpotensi memicu konflik sosial.

“Jika kita semua berjalan sesuai aturan dan norma agama, semuanya akan berjalan dengan baik tanpa perselisihan,” ujarnya.

Munafri juga menekankan pentingnya membangun arsitektur toleransi dan kebersamaan secara sistematis, bukan sekadar jargon.

Menurutnya, toleransi harus dibangun melalui kebijakan, program, dan aksi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Lanjut dia, keberagaman adalah pilar. Toleransi harus menjadi menara yang menyatukan.

“Semua itu tidak muncul begitu saja, tetapi harus dibangun dengan perencanaan yang matang agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri memaparkan sejumlah program Pemerintah Kota Makassar di sektor sosial dan keagamaan.

Salah satunya adalah perluasan jaminan sosial bagi masyarakat, termasuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta penambahan jaminan hari tua bagi 41.000 orang tahun 2026 bagi warga Kota Makassar yang dibiayai melalui APBD.

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberdayakan masyarakat dan unsur keagamaan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Pesantren, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan akhlak generasi muda.

“Percuma anak-anak kita cerdas secara akademik tetapi tidak berakhlak. Pendidikan akhlak dan etika harus diperkuat sejak dini melalui kurikulum yang tepat,” tegas Munafri.

Selain itu, Munafri mengungkapkan dukungan terhadap percepatan sertifikasi tanah wakaf di Kota Makassar, bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), guna memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kesejahteraan umat.

“Insya Allah tahun ini sertifikasi tanah wakaf dapat berjalan lebih baik. Ini menjadi bagian dari upaya kita menghadirkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Pada kesmepatan ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menyampaikan apresiasi atas kinerja dan kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, khususnya dalam memperkuat layanan keagamaan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Ali Yafid menilai, di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen nyata dalam memperluas akses layanan keagamaan.

Salah satu capaian yang diapresiasi adalah kehadiran Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, yang menurutnya menjadi bukti perhatian pemerintah kota terhadap wilayah kepulauan.

“Layanan keagamaan di Kota Makassar cukup luar biasa. Kehadiran KUA di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang adalah bukti bahwa pemerintah kota benar-benar hadir melayani masyarakat, termasuk di wilayah terluar,” ujar Ali Yafid.

Ia menyebut, Makassar layak menjadi contoh bagi daerah lain karena mampu membangun kekompakan, kebersamaan, serta suasana kekeluargaan antara pemerintah, Kementerian Agama, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kota Makassar menunjukkan energi kebersamaan yang kuat. Sinergi ini menjadi modal penting dalam memajukan kehidupan keagamaan. Tanpa kebersamaan, program apa pun tidak akan berjalan optimal,” ungkapnya.

Ali Yafid juga menegaskan dukungan penuh Kementerian Agama terhadap seluruh program keagamaan yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar.

Dia bahkan meminta agar setiap agenda keagamaan yang melibatkan Pemkot Makassar dapat dikoordinasikan dengan Kemenag untuk ditindaklanjuti bersama.

“Kalau ada kegiatan keagamaan di Kota Makassar, silakan sampaikan. Kementerian Agama siap mendukung dan mempraktikkan langsung di lapangan, apalagi jika itu berkaitan dengan program pemerintah kota,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yafid menyebutkan, peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di mana Makassar berhasil meraih juara umum dalam berbagai kategori lomba dan pembinaan keagamaan.

“Dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Makassar terbukti tampil sebagai juara umum. Ini menunjukkan bahwa pembinaan dan pembelajaran keagamaan di Makassar berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk terus menjaga persatuan.

Serta saling mengingatkan, serta mengedepankan nilai-nilai kebaikan dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.

“Yang perlu kita tonjolkan adalah kebaikan, karena itulah yang membangun rasa cinta, persatuan, dan kekuatan kita bersama,” pungkas Ali Yafid. (*)

read more
1 4 5 6 7 8 198
Page 6 of 198