close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Silaturahim Dengan BKPRMI, Plt Gubernur Dorong Sinergitas Program

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Ketua dan Pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Selatan menggelar silaturahim dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Ahad (14/3/2021).

Dalam silaturahim tersebut, Ketua BKPRMI Sulawesi Selatan Hasid Hasan Palogai melaporkan agenda pelaksanaan Musyawarah Wilayah BKPRMI Sulsel yang rencananya digelar hari ini.

Hasid juga menyampaikan peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membantu program kerja BKPRMI Sulsel bagi peningkatan kualitas masyarakat.

“Hubungan kami senantiasa melakukan program kerja yang bersinergi dengan program-program pemerintah provinsi. Salah satunya dengan program tali kasih kepada 2500 orang guru mengaji,”

Hal serupa disampaikan Sekertaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BKPRMI Ahmad Rizkan menyampaikan beberapa program aktivitas BKPRMI sudah bersentuhan dengan program aktivitas pemerintah.

Ahmad pun berharap sinergitas program antara pemerintah dan BKPRMI bisa tetap dilanjutkan dan berjalan lebih baik lagi untuk beberapa program kedepannya.

“Adalagi program kedepan, seperti seribu rumah Tahfiz, 10 ribu guru mengaji, dan tentu ini sangat bersentuhan dengan program BKPRMI. Makanya, kami berharap DPW BKPRMI bisa jaga kebersamaan kekompakan dan membangun BKPRMI lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, banyak program pemerintah yang bisa disinergikan dengan BKPRMI.

“Memang banyak program kami di pemerintahan termasuk program Tahfidz, program Satu Hafidz Satu Desa. Itu jadi stimulan untuk kita bagaimana mendorong dan berkontribusi,” tegasnya.

read more
DaerahNews

Wakil ketua PKK Sulsel Bawa Bantuan dan Berinteraksi Korban Banjir di Batua

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, menyerahkan bantuan bagi korban terdampak banjir di RW 03 Swadaya, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sabtu, 13 Maret 2021.

Naoemi menyerahkan bantuan di tempat pengungsian di Masjid At-Thoyyibah. Bantuan berasal dari Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sulsel.

Adapun bantuan berupa masker, handsanitezer, sabun, vitamin, makanan siap saji, makanan anak, selimut, matras, sarung, susu dan tikar. Selain itu bantuan dari Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI), Biro Kesra Sulsel, Darma Wanita Sulsel dan PKK Sulsel dan Andalan Mengaji.

Didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, Naoemi Octarina turut berinteraksi dengan masyarakat yang sedang mengungsi akibat rumah masih tergenang air.

“Jadi kita semua bekerja sama untuk membantu warga,” kata Naoemi.

Istri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini mengharapkan agar peristiwa banjir yang telah terjadi diambil hikmahnya. Mengapa bisa terjadi banjir dan seperti apa solusi penanganannya.

“Jadi ke depan dibutuhkan sinergitas antara Pemprov dan Pemkot bagaimana mengatasi banjir,” sebutnya.

Adapun bagi masyarakat yang terdampak banjir, ia meminta agar tidak melupakan protokol kesehatan.

Lurah Batua, Jufri, mengatakan, bantuan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan dinantikan dengan antusias. Wilayah Kota Makassar diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi sejak Senin (8/3). Warga sempat bertahan di rumah hingga dua hari sebelum mengungsi ke masjid. Sebanyak 200 warga terdampak di RT5/RW3.

“Karena curah hujan yang berturut-turut deras sekali sehingga mau tidak mau, harus ditinggalkan rumahnya. Dua hari bertahan di rumah kemudian ke sini (masjid). Sekarang sudah surut,” sebut Jufri.

Lanjutnya, wilayah yang dipimpinnya diharapkan mendapatkan bantuan infrastruktur. Menurut Jufri, Batua setengah wilayahnya berada di wilayah rendah.

Adapun untuk dapur umum telah disiapkan oleh Dinsos Kota Makassar sejak Kamis Siang (11/3). Dinsos membuka dapur umum, sebanyak 20 orang Tagana dan relawan bertugas secara bergantian.

“Tagana sudah ada sejak Kamis, kami sebanyak 20 orang bertugas bergantian melayani untuk 203 orang,” tutur Relawan Tagana Makassar, Hikmah.(jalu)

read more
DaerahNews

Resmikan LTSA-PMI, Plt Gubernur Sulsel : Pelayanan Satu Atap, Sudah Terintegrasi

LANGITKU NETWORKS, Parepare – Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman meresmikan Kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jalan Karaengborane Kota Parepare, Sabtu (13/3/2021). Dilanjutkan meninjau fasilitas di gedung LTSA-PMI.

LTSA-PMI di Kota Parepare berfungsi memberikan pelayanan kepada pekerja migran yang diproses dalam satu atap. Hal tersebut untuk mempermudah PMI dalam pengurusan hingga pemberangkatan. Mulai dari pelayaman kartu kuning, penerbitan kartu kerja luar negeri, verifikasi kartu ID Calon PMI yang keluar negeri, BPJS, Disdukcapil untuk verifikasi dokumen dasar seperti KK dan KTP, imigrasi.

Tujuan terbentuknya PMI yakni, mewujudkan efektifitas penyelenggaraan pelayanan penempatan dan perlindungan PMI. Memberikan efisiensi dan transparansi dalam pengurusan dokumen, mempercepat peningkatan kualitas pelayanan PMI. Dikesempatan itu, dilakukan penandatanganan MoU antara Pemprov Sulsel dan Pemkot Parepare tentang pelayanan pekerja migran Indonesia

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengakui, hadirnya LTSA-PMI ini atas kerjasama berbagai pihak. “Ketika yang mengurus (PMI) harus mengurus ke tujuh tempat (instansi). Rumit prosesnya, sekarang sudah terpadu satu atap. Sudah terintegrasi,” jelasnya.

Ia pun berharap, dengan hadirnya LTSA-PMI ini bisa menjadikan PMI sebagai tenaga kerja yang legal. Andi Sudirman pun bercerita pengalamannya bekerja sebagai profesional di luar negeri. Ia pun berharap pihak perusahaan maupun Pemerintah bersama untuk melakukan pelatihan untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja.

“Yang paling penting dalam bekerja, trust (kepercayaan), menjaga komitmen yang terdepan,” pintanya.

Ia pun mengaku, jika jangan melihat sesuatu hal dari bentuk gedungnya. Namun bagaimana menjaga pelayanan dengan keramahan yang baik. “Kami berharap kedepan dapat mendorong sistem green economy yang berkelanjutan, sistem untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial dengan kearifan lokal, dan tetap bisa diwariskan,” pungkasnya.

Walikota Parepare, Taufan Pawe mengaku senang hadirnya LTSA-PMI di Kota Parepare. “Saya yakin Parepare bisa menjadi wajah terdepan di Sulsel. Kami sangat berkomitmen kuat dan bangga. (Dengan LTSA-PMI) bisa tekan agar semua sesuai prosedur. Apalagi disupport dengan kehadiran bapak Plt Gubernur,” katanya.

Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Kementerian Tenaga Kerja, suhartono mengatakan, bahwa persoalan TKI perlu ditangani sekitar 16 instansi. Ia menuturkan, bahwa perlunya memberdayakan dan melatih peningkatan kompetensi bagi pencari kerja.

“Bukan hanya koordinasi, perlu berkolaborasi. Pemerintah harus bisa memberikan ruang informasi lowongan pekerjaan kepada pencaker (pencari kerja). Harus memperlihatkan sejauh mana negara hadir untuk memberikan akses lowongan kerja. Ini jadi tugas bersama,” bebernya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel Andi Darmawan Bintang mengatakan, bahwa salah satu wilayah penyumbang terbesar tenaga kerja di luar negeri adalah dari Sulsel. Apalagi di Parepare ada pintu keluar masuk pelabuhan.

read more
DaerahNews

61 Tahun Parepare, Plt Gubernur Ibaratkan Singapura Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Parepare – Dengan tema “Bersinergi Pulihkan Ekonomi”, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka Hari Jadi ke-61 Kota Parepare, Sabtu (13/3/2021).

Paripurna yang dibuka oleh Ketua DPRD Parepare, Andi Nurhatina, turut dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sulsel; Walikota dan Wakil Walikota Parepare; unsur Forkopimda, segenap Anggota DPRD Parepare; dan Kepala OPD Lingkup Pemkot Parepare.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, Parepare menjadi salah satu fokus Pemprov Sulsel. “Hal itu karena melihat potensi. Dan ini atas dukungan dan support dari DPRD,” jelasnya.

Ia pun mendorong sistem pendidikan dan kesehatan dengan kemandirian. “Harus disiasatkan. Mendorong Puskesmas kembalikan marwahnya sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat. Kita butuh kerjasama Kabupaten/Kota untuk menurunkan promotor kesehatan,” ujarnya.

Untuk Refocussing Anggaran, dirinya menekankan berfokus pada pemulihan ekonomi nasional (PEN), kemiskinan, perkebunan, stunting, bangkitkan padat karya. Ia pun menegaskan, untuk tidak menyentuh anggaran pada sektor pertanian.

“Parepare modelnya seperti Singapura. Sudah tepat harus menjadi Kota Jasa. Pelayanan barang dan jasa. Kami membutuhkan Parepare, sesuai yang kami harapkan. Menjadi ujung tombak di Utara. Mari menjaga sinergitas kita bersama. Saya bersama bapak Gubernur satu visi misi,” bebernya.

Terlebih lagi, di Kota Kelahiran Presiden RI Ketiga ini akan dibangun Institut Teknologi Habibie serta Rumah Sakit dengan fasilitas kesehatan yang memadai.

Lebih lanjut, “terus berinovasi. Pastikan uang negara, untuk masyarakat dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kami selalu terbuka, menerima untuk membahas kepentingan masyarakat banyak. Mari memulai dengan pembahasan/wacana, untuk menatap Sulsel jauh lebih baik,” pungkasnya.

Walikota Parepare, Taufan Pawe berharap, “semoga di usia 61 tahun ini, akan semakin mendorong upaya untuk meningkatkan kemampuan dalam pembangunan di Kota Parepare,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Pemprov Sulawesi Selatan atas dukungan dan bantuan dalam penanganan Covid-19. Dibantu dukungan masyarakat dalam mensosialisasikan protokol kesehatan. Ia pun membeberkan kondisi dan upaya yang dilakukan dalam penanganan pandemi Covid-19. Per 11 Maret 2021, kasus positif sebanyak 1.411 dan sudah 1.330 orang yang sembuh.

Taufan menyampaikan, rencana untuk pembangunan Covid Centre RSUD Andi Makkasau, yang akan dibangun tahun 2021 ini dari DID. Ia pula menyampaikan rencana pembangunan Institut Teknologi Habibie dan rencana Masjid terapung dengan nama Masjid B.J. Habibie.

read more
NasionalNews

PLN Bisa Hemat 30% Usai Batu Bara Dihapus dari Daftar B3

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – PT PLN (Persero) berpotensi mengurangi biaya pengelolaan limbah usai pemerintah mengeluarkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). FABA merupakan limbah padat yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap PLTU, boiler, dan tungku industri untuk bahan baku atau keperluan sektor konstruksi.

“Sampai dengan 30 persen dari biaya pengelolaan (limbah) awal,” ujar Vice President Public Relations PLN Arsyadani Ghana Akmalaputri, Sabtu (12/3).

Kebijakan itu tertuang dalam PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan aturan turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Lewat aturan itu, lanjutnya, limbah batu bara tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan baku infrastruktur. Misalnya, produk beton non konstruksi seperti slab (pelat) beton, kanstin, pemecah gelombang, beton blok, dan sebagainya.
Selain itu, FABA juga bisa dimanfaatkan untuk produk semi beton ringan seperti batako, paving, sekat pagar, serta bahan campuran pengeras jalan (road base), dan lainnya.

Arsyadani menyatakan semua produk tersebut telah memenuhi persyaratan kualitas produk atau Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Dampaknya PLN bisa mengoptimalkan penyerapan pemanfaatan, mendorong FABA digunakan sebagai sumber daya material, dan menekan pengeluaran anggaran,” terangnya.

Untuk itu, PLN akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR serata BUMN karya agar FABA bisa dimanfaatkan secara maksimal setelah dikeluarkan dari limbah beracun.

“Berharapnya manajemen pengelolaan FABA di lapangan akan semakin mudah dan murah,” ucapnya.

Pembangkit listrik milik PLN sendiri saat ini memang masih didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.

Berdasarkan data dari bahan paparan PLN kepada Komisi VII DPR pada November 2020 lalu, disebutkan bahwa porsi PLTU masih mayoritas yakni 50,4 persen atau kapasitas 31.827 MW.

Disusul oleh pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 12,6 persen atau kapasitas 7.992 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) sebesar 10,7 persen atau kapasitas 12.137 MW.

Namun, perusahaan setrum itu berencana meningkatkan porsi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), dan sebaliknya menurunkan pembangkit energi fosil.

Tercatat, periode 2000-2019 pertumbuhan pembangkit fosil 6,6 persen. Namun, pada 2020-2029 targetnya bisa diturunkan menjadi hanya 3,6 persen.

Sebaliknya, pengembangan pembangkit EBT dari 2000-2019 tumbuh 7,1 persen. Rencana ke depan, jumlah pembangkit EBT ditargetkan bisa naik 12.7 persen pada 2020-2029.

 

 

 

source : cnnindonesia

read more
DaerahNews

Naoemi Octarina Apresiasi Raihan Prestasi PKK Sulsel di Tingkat Nasional

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, menyatakan kegembiraannya atas prestasi Tim Penggerak PKK Kota Makassar dan Kabupaten Enrekang pada tingkat Nasional.

Hal itu atas prestasi pada Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Lomba Kegiatan PKK Tahun 2020, yang diumumkan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX PKK Tahun 2021.

Dalam Rakernas itu, Wakil Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina mengikuti secara virtual dari Rujab Wagub Sulsel.

Adapun raihan prestasi, sebagai Pelaksana terbaik tertib administrasi PKK Kategori Kota, yakni Kelurahan Laikang, Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makassar berada pada posisi kedua; dan sebagai pelaksana terbaik pola asuh anak dan remaja (PAAR) dengan penuh cinta dan kasih sayang kategori Kabupaten, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang yang turut berada di posisi kedua.

Naoemi Octarina berharap, para jajaran Tim Penggerak PKK Sulsel bisa terus berinovasi untuk berkontribusi positif dan aktif untuk memberdayakan masyarakat.

read more
DaerahNews

Wakil Ketua PKK Sulsel dan Dinsos Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Selatan turut menyambangi pengungsi korban banjir di Kota Makassar, Kamis (11/3/2021).

Untuk diketahui, intensitas hujan yang tinggi pada Rabu (10/3/2021) kemarin, membuat beberapa titik mengalami banjir di Sulsel, salah satunya di Makassar. Beberapa lokasi di Makassar pun banjir yang membuat warga mengungsi akibat genangan air yang tinggi.

Kondisi itu pun membuat Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel melalui Dinas Sosial terkait bantuan logistik untuk korban pengungsian.

Kamis (11/3/2021), beberapa kader PKK Sulsel dibantu tim Dinas Sosial Sulsel dan tim Andalan Mengaji menyalurkan bantuan di beberapa titik pengungsian. Menuju ke titik lokasi pengungsian, melewati genangan air, karena beberapa wilayah belum sepenuhnya surut.

Titik pertama mengunjungi pengungsian di Masjid Ar-Rahman. Pengungsi berasal dari lingkungan setempat di permukiman Kodam 3, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Di sana sebanyak 42 KK atau berjumlah 180 jiwa pengungsi.

Perjalanan PKK Sulsel berlanjut di Masjid AL-Muttaqin, Jalan Ujung Bori, Manggala, Kecamatan Manggala. Di pengungsian ini terdapat 80 KK yang sedang mengungsi.

Masyarakat yang masih mengungsi di sana pun tampak senang atas kehadiran dan bantuan yang dibawa oleh Tim Penggerak PKK Sulsel. Bahkan menitipkan salam dan doa untuk Wakil Ketua PKK Sulsel, Naoemi Octarina dan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

“Terima kasih ibu atas bantuannya. Tentu ini sangat bermanfaat untuk saat ini bagi kami,” kata seorang ibu-ibu pengungsi.

Adapun bantuan yang diberikan berupa terpal, bahan makanan, serta masker. Andalan Mengaji turut menyalurkan bantuan mukenah untuk ibu-ibu pengungsi di dua lokasi itu. Bahkan Dinsos Sulsel menyiapkan dapur umum, salah satunya di Antang dan di Paccerakkang.

Sementara itu, Amelia mewakili TP PKK Sulsel menyampaikan, “Alhamdulillah, hari ini atas arahan ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, kita meninjau beberapa lokasi pengungsi. Bersama Dinas Sosial kami menyalurkan bantuan, serta melihat langsung kondisi warga. Kami berharap para korban pengungsi terus bersabar dan mendapatkan hikmah baik dibalik musibah banjir ini,” katanya.

read more
DaerahNews

Plt Gubernur Sulsel Arahkan Tim Bersama Dinkes Cek Pelayanan Kesehatan di Lokasi Pengungsian Banjir

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bertindak cepat dalam melakukan penanganan terhadap banjir di Kota Makassar.

Intensitas hujan yang tinggi pada Rabu (10/3/2021) kemarin, membuat beberapa titik mengalami banjir di Sulsel, salah satunya di Makassar. Beberapa lokasi di Makassar pun banjir yang membuat warga mengungsi akibat genangan air yang tinggi.

Atas arahan dari Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menurunkan timnya bersama komunitas Andalan Sulsel Peduli dan Dinas kesehatan untuk meninjau dan mengecek pelayanan kesehatan untuk warga di beberapa titik pengungsian, Kamis (11/3/2021).

Lokasi pertama posko pengungsian di Masjid Grand Rahmani, Kelurahan Katimbang, kecamatan Biringkanaya. Di sana, Dinkes Sulsel pun mengecek langsung Posko Kesehatan Puskesmas Paccerakkang. Di posko itu, pengungsi dari Komplek Kodam 3 berjumlah 32 KK atau 132 jiwa, dengan 6 orang bayi/balita dan 3 orang lansia; dan ada pula pengungsi dari Komplek Buka Mata dengan 4 KK atau 21 jiwa, yang diantaranya ada seorang balita.

Berpindah ke lokasi pengungsian kedua, di sana Tim Plt Gubernur Sulsel, Andalan Sulsel Peduli dan Dinkes menuju di Masjid Jabal Nur di Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. Di pengungsian ini, sebanyak 51 KK atau 195 jiwa, yang diantaranya ada 5 ibu hamil, 19 balita dan 3 bayi.

Sekretaris Dinkes Sulsel, Bachtiar Baso yang ikut turun langsung memantau menyampaikan, bahwa pengungsi memiliki keluhan gatal-gatal dan ISPA.

“Kami juga mencatat kebutuhan para pengungsi dan akan segera membawakan bantuan,” ujar Bachtiar Baso.

Pihaknya berencana akan melanjutkan peninjauan di lokasi pengungsian di Batua dan perumahan Bung.

“Bapak Plt Gubernur (Andi Sudirman Sulaiman) memberikan kami arahan agar penanganan banjir sebaiknya diintegrasikan dengan OPD-OPD terkait, agar tidak terulang terus-menerus. Dinkes akan selalu stand by dan mengawal segala kebutuhan menyangkut penanganan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak banjir,” jelasnya.

Tim Andalan Sulsel Peduli, Rusdi menyampaikan, “Alhamdulillah, Dinkes telah turun lapangan, kami mendampingi Dinkes untuk
memastikan adanya pelayanan kesehatan di posko pengungsian. selain itu, kami membagikan masker di lokasi dan Alhamdulillah disambut baik oleh masyarakat, bahkan anak-anak antusias mengenakan masker,” ujarnya.

read more
NasionalNews

Jokowi Yakin Dunia Musik Indonesia Makin Kreatif Usai Pandemi

HARI MUSIK NASIONAL

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung nasib para musikus selama satu tahun pandemi Covid-19 dalam memperingati Hari Musik Nasional 2021.

Jokowi menyadari pandemi menghalangi para musikus menggelar pertunjukan, sehingga kesempatan mereka untuk menampilkan karya berkurang.
“Tak ada pertunjukan, konser, tur, sampai festival musik di sepanjang satu tahun ini. Tapi saya tahu, pemusik-pemusik Indonesia adalah insan kreatif yang tidak mudah patah semangat,” kata Jokowi di akun Instagram @jokowi, Selasa (9/3).

Mantan wali kota Solo itu mengatakan pandemi mendorong musikus membuat terobosan. Mereka menggunakan wahana digital untuk tetap berkarya dan menjangkau para penikmat musik.

Jokowi berharap para musisi terus berkarya di tengah pandemi. Ia meyakini nasib baik menanti para musikus pascapandemi.

“Saya percaya, selepas pandemi ini, dunia musik di tanah air akan berubah. Semakin inovatif. Semakin kreatif,” ujarnya.

Setiap tanggal 9 Maret, Indonesia memperingati Hari Musik Nasional. Tanggal ini merujuk pada hari lahir W.R. Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kajian penetapan Hari Musik Nasional sudah dilakukan sejak 2003, era Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun, Hari Musik Nasional baru disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepuluh tahun kemudian lewat Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.

 

 

 

source : cnnindonesia

 

read more
DaerahNews

Plt Gubernur Sulsel Apresiasi Agenda Strategi Nasional Pencegahan Korupsi di Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi agenda Strategi Nasional Pencegahan Korupsi di Sulsel.

Hal ini di sampaikan Plt Gubernur Sulsel saat rapat bersama Ketua Harian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Herda Helmi Jaya di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Kamis, 4 Maret 2021.

Plt Gubernur Sulsel mengatakan pencegahan korupsi merupakan ikhtiar bersama,meski saat ini tahap beradaptasi.

“Meskipun saat ini tahap beradaptasi, akan tetapi langkah ini merupakan ikhtiar,”ungkapnya.

Andi Sudirman Sulaiman mengingat harapan Nurdin Abdullah perihal e-katalog dan e-marketplace.

“Pak Nurdin Abdullah dulu berharap, bagaimana infrastruktur jalan  jika memiliki kebutuhan pembangunan dapat diklik saja. Kami kedepan meminta arahan kepada KPK untuk membentuk sebuah sistem yang lebih baik,”ucapnya.

Menurutnya, saat ini ada peningkatan signifikan antara jalan dan jembatan,dan bisa dilihat grafiknya.

“Banyak harapan kami, ada hal yang perlu diperhatikan, yang menjadi hal yang penting untuk efektivitas kerja pemerintahan,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Strategi Nasional Pencegahan korupsi KPK, Herda Helmi Jaya mengatakan KPK akan senantiasa mendampingi pemerintah daerah dalam melakukan berbagai perbaikan

” Pertemuan ini merupakan rapat tindak lanjut penerapan katalog elektronik lokal dan e-marketplace di Sulsel.Dan KPK akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam memperbaiki pelayanan.”ungkapnya.

Herda juga mengaku, KPK membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, jika ini sudah bisa diterapkan. Ia berharap, persoalan paling krusial yaitu mark up harga bisa terselesaikan.

“Sulawesi Selatan akan menjadi contoh buat provinsi lain, terutama di wilayah Sulawesi,” tegasnya.

Ia menambahkan penerapan pencegahan korupsi ini tertuang dalam Perpres No 4 Tahun 2018. Ada tiga aspek yang akan diperbaiki. Antara lain, aspek perizinan, keuangan negara, reformasi birokrasi dan penegakan hukum.

“Pertemuan kali ini terkait fokus pada aspek keuangan negara terkait dengan sistem pengadaan,”tutupnya.

 

 

 

 

source : sulselprov

read more
1 184 185 186 187 188 227
Page 186 of 227