close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Disambut Wagub, Ketua Komisi IX DPR RI : Kami Apresiasi Inovasi Duta Wisata Covid-19 Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan kerja dari anggota DPR RI Komisi IX di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (14/12).

Anggota DPR RI Komisi IX yang hadir antara lain Felly Estelita sebagai Ketua Tim yang juga Ketua Komisi IX. Adapun anggota yang hadir Nihayatul Wafiroh, Krisdayanti, I Ketut Kariyasa, Ruskati Ali, Hasnah Syam, Haruna, Anwar Hafid, Aliyah Mustika Ilham, Dhevy Bijak, Ashabul Kahfi, dan Mesakh Mirin.

5 dari anggota DPR RI yang melakukan kunjungan kerja tersebut berasal dari Dapil Provinsi Sulawesi Selatan

Kunjungan kerja anggota Dewan itu di terima langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

Diawal sambutannya, Wagub menyapa satu per satu anggota Dewan dan juga mempekenalkan Kepala OPD yang hadir.

“Pemprov Sulsel mengapresiasi kunjungan Komisi IX yang terus aktif dan bekerja keras ditengah kondisi pandemi saat ini,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Tak lupa ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Pemerintah pusat baik legislatif maupun eksekutif dalam menghadapi pandemi Covid 19.

“Sinergitas Pemerintah sangat dibutuhkan untuk bisa menghadapi pandemi Covid 19. kita ketahui bersama dampak pendemi sangat luar biasa. Prioritas program di Sulsel saat ini lebih mengutamakan penanganan Covid dari Hulu ke Hilir,” katanya

Sulsel memiliki intervensi program, salah satunya program duta wisata covid, program itu merupakan terobosan penanganan dari hulu ke hilir memperbaiki infrastruktur kesehatan.

“Masyarakat sangat merasakan manfaat dari program duta wisata covid, sehingga program termasuk dalam daftar WHO sebagai program inovasi penanganan Covid 19,” sambungnya.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita menyampaikan tujuan kedatangannya ke Sulawesi Selatan.

“Adapun tujuan kunjungan kerja ini merupakan fungsi kinerja anggota DPR dan untuk mengetahui berbagai permasalahan khususnya bidang kesehatan, salah satunya kesediaan infrasturktur persiapan vaksin,” ungkap Anggota DPRI Dapil Sultra tersebut.

Berbagai masalah yang dihadapi saat ini akan di diskusikan bersama guna mencapai tujuan dan memberikan solusi.

“Pencapaian dari kunjungan ini diharapkan dapat memberi solusi kongkrit yang bisa di hasilkan atau ditindak lanjuti kepada Pemerintah pusat,” tuturnya

Ia memuji program penanganan Covid 19 di Sulsel, dimana Sulsel salah satu Provinsi yang terus berinovasi.

“Sulsel telah memberikan inovasi program yang menjadi contoh Nasional. Kami mendorong agar terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan secara masif. Kami mengajak untuk selalu mendoakan seluruh warga negara Indonesia yang meninggal dunia dan mengapresiasi tenaga medis dan seluruh petugas di garda terdepan menangani Covid 19. Taat protokol kesehatan, ini saatnya bekerja bersama, bergotong royong agar covid 19 bisa ditangani,” jelasnya.

Pertemuan itu dilanjutkan proses sesi tanya jawab dan diskusi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Anggota Komisi IX DPR RI.(jalu)

read more
DaerahNews

Covid-19 Meningkat, Pj Wali Kota Makassar Siapkan Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penyebaran virus covid-19 di Kota Makassar kembali meningkat. Meski sudah dinyatakan berstatus Orange, namun jumlah orang yang terpapar Covid-19 beberapa hari terakhir mengalami peningkatan yang signifikan.

Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar meminta kepada seluruh aparatnya untuk kembali meningkatkan pengawasan dan lebih mempertegas penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Hal ini diungkapkan saat memimpin rapat koordinasi satgas penanganan covid-19 di Baruga Anging Mammiri, Senin(14/12/2020).

Menurutnya, sejumlah faktor yang menjadikan angka penularan kembali meningkat yakni meningkatkan aktifitas ekonomi masyarakat, pelaksanaan Pilkada, lemahnya penerapan protokol kesehatan menyusul masuknya Makassar sebagai zona orange.

“Ada dua potensi peningkatan Covid-19 yang mungkin akan kita hadapi kedepan, yakni 14 hari setelah kegiatan Pilkada selesai serta 14 hari setelah natal dan tahun baru. Potensi merebaknya virus saat Natal dan tahun baru masih bisa di cegah dengan menghindari perayaan selain ibadah yang memicu potensi peningkatan Covid. Olehnya itu, ada dua hal yang harus kita pastikan berjalan, yakni pelaksanaan protokol kesehatan dan peningkatan kesadaran masyarakat” ujar Prof Rudy.

Selain itu, Prof Rudy juga menekankan kepada Satgas Covid Makassar untuk tidak mengeluarkan rekomendasi kumpul-kumpul selain kegiatan ibadah, termasuk meminta kepada seluruh pengelola hotel untuk tidak mengadakan acara menyambut tahun baru dalam bentuk pesta.

“Setiap hotel, restoran, dan sejenisnya akan ada pengawas yang memantau aktifitasnya. Bagi yang melanggar protokol kesehatan sesuai yang diatur di Perwali 51 dan 53 bisa diusulkan ke Polrestabes untuk di proses secara hukum. Prinsip kita, kesehatan di atas segalanya” lanjutnya.

Ditempat ini, Prof Rudy juga meminta kepada seluruh camat untuk lebih massif lagi melakukan pengawasan ditengah masyarakat dan berkordinasi dengan Satgas setiap terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Juga kepada Satpol (Satuan Polisi Pamong Praja) dalam hal penerapan perwali 51 dan 53. TNI dan Polri akan membantu dilapangan demi memastikan tidak ada pelanggaran” tegasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana yang juga turut hadir menghimbau agar semua pihak dapat saling mengedukasi agar tidak lagi terjadi lonjakan warga yang terpapar.

“Makassar masih menjadi episentrum penyebaran di Sulawesi Selatan. Seluruh klaster sebaran Covid ini sudah terbentuk diwilayah kita, baik itu klaster hotel, perkantoran, tempat ibadah, wisata, bahkan juga klaster keluarga. Semua kembali harus patuh pada protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak” ujarnya.

Ia juga mengaku telah melakukan evaluasi tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dimana pelanggaran terbesar terjadi pada tahapan kampanye Pilwali.

“Pelanggaran mulai dari tidak menggunakan masker, tidak jaga jarak dan melakukan kerumunan. Debat calon walikota semua dilakukan diluar Makassar itu semata-mata demi pencegahan” ujarnya.

Dalam rapat ini hadir, sejumlah pengusaha hotel yang tergabung dalam PHRI kota Makassar, Forkopimda, para camat, serta sejumlah pimpinan OPD Pemkot Makassar.(jalu)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Jadi Narasumber pada Webinar Peringatan Hari Disabilitas Internasional

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mendorong agar adanya ruang kesetaraan dan keadilan bagi penyandang disabilitas.

Hal itu diungkapkan pada Webinar Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Minggu, 13 Desember 2020. Dengan tema “Not All Disabilities Are Visible”, kegiatan ini digelar oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI) Sulawesi Papua.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 5 Tahun 2016 tentang perlindungan dan pelayanan bagi penyandang disabilitas.

“Sebagai Pemerintah, saya harus menjadi contoh bagaimana memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bisa bersaing, sejajar dan ada asas keadilan,” ungkapnya saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada Webinar ini.

Dirinya pun teringat dengan pertemuan penyandang disabilitas di kabupaten Enrekang. Sekumpulan pemuda dari Ikatan Difabel Enrekang (IDE) Institute itu bertemu sekaligus makan malam bersama Wagub Sulsel di Enrekang pada Agustus 2020 lalu.

“Kebahagiaan saya yang paling utama adalah mereka sangat akrab dan dekat dengan kita, mereka sangat ramah dan mereka memberikan masukan dan ide yang bukan hanya persoalan yang mereka hadapi juga bagaimana berkomunikasi untuk memberikan ruang saling berdiskusi dan memberikan kontribusi yang kita harapkan ke depan jauh lebih kuat lagi untuk Sulawesi Selatan ini,” tuturnya.

Dirinya pun bertekad sebagai Pemimpin harus memberikan contoh adanya asas kesetaraan dan keadilan bagi semua masyarakat.

Pria yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial mengakui, bahwa dirinya selalu terbuka menerima masukan ataupun keluhan masyarakat. “Kami selalu membuka ruang, Rujab (Wagub Sulsel) adalah milik masyarakat. Mereka bisa datang kapan saja, yang terpenting untuk keperluan orang banyak,” katanya.

Ia yang akrab disapa Wagub Andalan ini menyampaikan, bahwa Pemprov Sulsel menekankan dan memberikan instruksi untuk memberi ruang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, khususnya difabel.

“Bagaimana mendapat hak-hak, keadilan dan peluang serta kesempatan untuk berkarya dan bekerja. Bagaimana hidup normal seperti biasanya dan mereka bisa berbaur dengan kami tanpa harus memandang hal-hal yang beda,” harapnya.

Pemerintah, kata dia, selalu menekankan untuk setiap ruang atau fasilitas umum agar adanya akses khusus bagi disabilitas.

“Ketika mereka diberikan fasilitas yang sama, maka mereka bisa jauh lebih kuat dan memberikan kontribusi positif. Itulah yang kita inginkan bersama bahwa anak bangsa seluruhnya diberikan kesempatan yang sama untuk berkarya. Kita tidak bisa pungkiri, ke depan merek bisa menjadi pelopor perubahan di Sulawesi Selatan bahkan di Indonesia ini,” pungkasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Pimpin peringatan korban 40.000 jiwa, Wagub Sulsel: perjuangan kita sedang diuji covid 19

LANGITKU NETWORKS, Makassar — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman memimpin Upacara Korban 40.000 Jiwa Rakyat Sulsel ke-74 Th.

Upacara Korban 40.000 Jiwa Rakyat Sulsel ke-74 Th di laksanakan di Monumen Korban 40.000 Jiwa di Jalan Langgau, Kota Makassar, Jumat (11/12/2020).

Jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) hingga TNI-Polri turut hadir dalam acara tersebut. Letkol Wendy bahtiar bertindak sebagai komandan upacara.

Sesuai pembacaan sejarah, dahulu penjajah Belanda yang dipimpin Kapten Raymond Westerling membantai dan membunuh 40.000 jiwa rakyat Sulsel.

Para korban kemudian dikuburkan secara massal di sebuah lokasi yang kini menjadi Monumen Korban 40.000 Jiwa.

Andi Sudirman mengenang penjajahan Belanda tersebut, “Jika kita mengenang kembali peristiwa itu, tentu hal ini sangat menyayat hati, melihat begitu sadis dan begitu tidak berprikemanusiaan. Peringatan ke 74 th Korban 40.000 bukan momentum untuk balas dendam, tapi melanjutkan dalam bentuk lain, yaitu mendorong ekonomi semakin baik, masyarakat semakin sejahtera karena pembangunan merata dan berkeadilan,” kata Andi Sudirman

Dalam sebuah wawancara, Wagub Sulsel mengajak untuk berjuang bersama mencegah Covid 19.

“Para pahlawan telah mengorbankan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan salah satunya dengan cara bergotong royong. Tentu semangat bergotong royong ini kembali diuji di masa pandemi Covid 19 ini,” katanya.

Ia menyebutkan Bangsa Indonesia menghadapi persoalan kehidupan yang besar termasuk menghadapi Covid 19. “Semangat Perjuangan sedang diuji saat ini, bagaimana kita bekerja sama, bagaimana kita survive untuk menghadapi persoalan kehidupan bangsa termasuk menghadapi Covid 19,” sebutnya.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berpesan agar semangat momentum peringatan Korban 40.000 jiwa di Sulsel terus berkobar dan tidak ada lagi toleransi terhadap penjajahan. ” Jangan surut spirit kita, terus berjuang mengisi kemerdekaan dan tidak ada lagi toleransi terhadap penjajahan, termasuk bagaimana kita bersama memajukan Indonesia kedepan,” pungkasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Rampung, Wagub Sulsel tinjau jembatan sungai watu di bone

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Tiba di Rujab Bupati Bone Pukul 07.31 Wita Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sukaiman diterima langsung Bupati Andi Fashar Padjalangi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bone.

Kedua pemimpin tersebut bersama-sama akan mengunjungi jembatan Sungai Watu, Kecamatan Cenrana, Bone.

Ini kunjungan ke dua Wagub Andi Sudirman Sulaiman di jembatan yang menghubungkan Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo tersebut.

Sebelumnya di tanggal 22 Juli 2020, ia melaksanakan kunjungan saat proses pembangunan jembatan masih tahap awal.

“Pembangunan jembatan ini asas manfaatnya sangat besar,” tegas Kepala Desa Nagauleng, Hamzah Mappasere, Minggu 6 Desember 2020.

Lanjutnya ia menyampaikan segala hasil pertanian, perikanan, dan perkembunan masyarakat melalui akses jalan ini.

“Manfaatnya bagi masyarajat karena akses ini sangat vital, sangat bermanfaat dibidang ekonomi menentukan ekonomi kecamatan cenrana khususnya, dan kabupaten bone,” lanjutnya.

Saat berkunjung dan bejalan di atas jembatan ini. Wagub tidak hentinya bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan yang telah belasan tahun hanya jembatan kayu dan besi.

“Alhamdulillah pengerjaan jembatan sungai watu telah memasuki selesai. Pengerjaan jembatan ini merupakan bantuan keuangan dari Provinsi,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman

Bagi Andi Sudirman, ini merupakan wujud sinergitas antar Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

“Kami mengapresiasi Bupati Bone dan jajarannya yang telah berani dan tuntas menyelesaikan jembatan sungai watu ini,”

Hal itu ia sampaikan sebab banyak bantuan keuangan yang diserahkan ke Kabupaten dari Pemerintah Provinsi yang tidak dapat di manfaatkan lalu dikembalikan ke Pemprov.(jalu)

read more
DaerahNews

PUG untuk Maksimalkan Peran Perempuan dalam Pembangunan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pengarusutamaan gender (PUG), bertujuan untuk menurunkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam mengakses dan memanfaatkan pembangunan. Juga untuk meningkatkan partisipasi serta peran perempuan dalam mengontrol pembangunan. PUG mendorong kesetaraan dan menjamin pemenuhan hak-hak perempuan, yang merupakan hak asasi manusia (HAM).

“Perda tentang PUG ini bagian dari wujud dukungan kebijakan untuk menghapus diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan. PUG ini untuk memaksimalkan peran perempuan dalam pembangunan,” jelas Sri Rahmi, anggota DPRD Provinsi Sulsel, periode 2019-2024.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Provinsi Sulsel itu berbicara di hadapan warga dalam Program Penyebarluasan Produk Hukum Daerah yang diadakan oleh DPRD Provinsi Sulsel. Kali ini, dia mensosialisasikan Perda Provinsi Sulsel Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.

Sosialisasi Perda tersebut diadakan di dua lokasi berbeda pada Jumat, 4 Desember 2020. Pada pagi hari, kegiatan berlangsung di Wisma Latobang, Jln. Andi Mappaoddang, dengan peserta dari Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate. Sedangkan pada sore hari, kegiatan diadakan di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel, Jln. Dr. Sam Ratulangi, Makassar, menghadirkan peserta dari Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang.

Kegiatan ini dihadiri antara lain oleh Ketua DPC PKS Tamalate, Muhammad Anwar, Ketua DPC PKS Mamajang, Sudirman, Lurah Barang Baru, Hari Muharram Amral, SE, tokoh masyarakat, tokoh agama dan beberapa Ketua RT dan Ketua RW.

Secara terbuka Sri Rahmi mengakui bahwa ada banyak aturan di provinsi tapi tidak disosialisasikan. Padahal aturan-aturan itu mengikat masyarakat. Bila masyarakat mengetahui keberadaan aturan tersebut, mereka bisa mengambil peran. Jangan sampai masyarakat baru tersadar bahwa ada aturannya begitu terkena dampak dan sanksi.

Sehingga, dia dan anggota dewan lainnya turun ke dapil masing-masing untuk sosialisasikan Perda PUG ini, biar perempuan dan laki-laki saling dukung, saling bersinergi bagi kemajuan Sulsel. Menariknya, kata perempuan yang akrab disapa Bunda itu, karena Perda ini menganut asas sipakatau, sipakalebbi dan sipakainga, yang merupakan nilai budaya masyarakat Sulsel

“Tugas kami di DPRD Sulsel adalah memastikan bahwa kebijakan, program dan anggaran harus berperspektif gender, di mana perempuan berperan serta, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi,” tegasnya.

Aktivis perempuan, Ida Rustam, mencoba mengubah paradigma peserta dengan menjelaskan tentang perbedaan gender dan kodrat. Disampaikan, ada salah kaprah di masyarakat tentang kodrat perempuan, seolah aktivitas domestik, seperti memasak, mencuci, mengasuh anak dan sebagainya, merupakan kodrat. Padahal kodrat perempuan itu hanya rahim, menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui, yang tidak dimiliki atau tidak bisa dilakukan laki-laki.

Inilah, lanjutnya, jenis kelamin yang membedakan perempuan dengan laki-laki. Ini kodrat yang tidak bisa dipertukarkan, sedangkan gender itu bisa dipertukarkan. Jadi, tambahnya, gender merupakan konstruksi sosial akibat pengaruh budaya, khususnya budaya patriarki.

Ida Rustam, yang pernah menjadi Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan, juga memaparkan tentang bentuk-bentuk ketidakadilan gender. Yakni marginalisasi, subordinasi, beban ganda, stereotipe/pelabelan, dan kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun ekonomi.

Menurut Rusdin Tompo, internalisasi nilai-nilai gender yang berakibat pada peran gender, diperkenalkan oleh orangtua (keluarga), masyarakat, lewat pendidikan (kurikulum), juga media massa, bahkan melalui kebijakan negara yang dalam tataran tertentu masih bias dan belum adil gender.

Karena itu, peran serta masyarakat diperlukan. Apalagi Perda PUG menjamin masyarakat terlibat dalam penyelenggaraan PUG, mulai dari penetapan kebijakan, peningkatan kualitas SDM, penyediaan anggaran, hingga penyediaan fasilitas untuk PUG.(jalu)

read more
DaerahNews

Dinilai Mencapai Standard of Excellence in Quality, KOSPERMINDO Dianugerahi Sidhakarya oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar  — Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan Penganugerahan Produktivitas Siddhakarya tahun 2020 kepada 6 usaha kategori kecil dan menengah yang dilaksanakan di Makassar, Rabu (2/12).

Penghargaan ini diberikan kepada Usaha kecil dan menengah yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas sampai mencapai standard of excellence in quality.

“Saya mengucapkan selamat kepada pemenang dan mudah-mudahan kemenangan ini bukan hanya tujuan semata tetapi meningkatkan produktivitaslah yang utama,” kata Andi Sudirman Sulaiman

Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan penghargaan ini merupakan bentuk nyata dari keterlibatan pemerintah daerah dalam upaya mendukung kemajuan pelaku usaha yang ada di Sulsel

“Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah agar UMKM dapat terus produktif, menyerap tenaga kerja dan memajuhkan daerah,” ujarnya. Menurutnya saat ini banyak usaha kecil dan menengah bisa survive ditengah krisis pandemi.

Wagub berharap perusahaan peraih penghargaan Siddhakarya ini dapat melanjutkan tren positifnya hingga ke tingkat nasional.

“Perlombaan ini akan diteruskan ke tingkat nasional dan mudah-mudahan pemenang ini dapat menang di tingkat nasional,” harap Andi Sudirman Sulaiman.

“Peran umkm sangat penting, potensi UMKM harus di gali, kedaulatan usaha dalam negeri bagaimana kita bisa menciptakan kekuatan ekonomi mandiri dari dalam Negeri,” tambahnya.

Arman Arfah, Ketua Kospermindo

Sementara itu dari 6 UMKM yang mendapatkan penghargaan tersebut, Kospermindo salah satunya. Ketua Kospermindo, Arman Arfah mengatakan bahwa Kospermindo sebagai salah satu wadah koperasi berperan penting dalam aspek pengembangan budidaya rumput laut, sekaligus pada aspek penguatan daya saing produk olahan rumput laut.

Penganugrahan sidhakaya kepada Kospermindo sebagai bentuk apresiasi pemerintah dalam mendorong aspek produktivitas kerja dan sekaligus dorongan untuk untuk peningkatan nilai tambah olahan produk rumput laut, sehingga melalui anugerah sidhakaya diharapkan kospermindo dapat lebih meningkatkan standar mutu produk budidaya dan olahan agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global.

“Kami sangat senang Kospermindo dianugerahi Sidhakarya, ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada kami sebagai salah satu wadah koperasi yang berperan penting dalam pengembangan budidaya rumput laut” ujar Arman Arfah. (jalu)

read more
DaerahNews

Wagub : Sulsel Bisa Survive Selama Pandemi Melalui Sektor Pangan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dengan Tema “Bersinergi Menjaga Optimisme dan Momentum Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan”, pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Kamis (3/12/2020).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan beragam progress yang telah dilakukan Pemprov Sulsel selama kurun waktu 2 tahun kepemimpinannya bersama Gubernur, Nurdin Abdullah.

“Komitmen kami bersama untuk fokus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Triwulan pertama Tahun 2020, penyerapan anggaran secara Nasional, Sulawesi Selatan tertinggi. hal itu atas langkah Pemprov Sulsel ke percepatan kontrak pada infrastruktur sehingga ekonomi berpengaruh hingga di pelosok.

Ekonomi di Sulsel, kata dia, melakukan langkah survive pada kondisi pandemi ini. Salah satunya, atas langkah cepat Pemprov Sulsel dalam penanganan Covid-19 melalui hadirnya program Wisata Covid-19. Terobosan ini pun, menjadi rujukan Nasional hingga WHO.

“Kami menyepakati adanya wisata Covid-19. Melihat masyarakat dominan pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang dilakukan di daerah. Sehingga kita intervensi Wisata Covid-19, sehingga hasil pertanian dan laut bisa terjamin. Sulawesi Selatan memiliki karakteristik sebagai suplai pangan di 27 Provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Wagub Andalan menyampaikan, bahwa Pemprov Sulsel berupaya dalam menfokuskan program. Yang semula 6.000-an, di tahun 2019 terlaksana 4.000an menyusul 2020 menjadi 2000-an program kegiatan. Bahkan di tahun 2021 memfokuskan kurang dari 500 program. Langkah itupun berdampak pada program lebih menyentuh ke masyarakat, salah satunya infrastruktur dan irigasi bisa dianggarkan hingga triliunan serta memberikan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota sejumlah Rp 500 miliar.

Selain itu, Pemprov Sulsel telah membuka jalur ekspor langsung (direct call), tanpa harus transit.


Pada APBD tahun 2020 Pemprov Sulsel refokusing dan realokasi dilakukan pada sektor kesehatan dan jaring pengaman sosial. “Alhamdulillah kita tetap bisa melakukan intervensi penanganan covid melalui realokasi anggaran 2020. Kita juga sedang proses perubahan RPJMD untuk menyeseuaikan perubahan struktur SKPD sekaligus mempertajam program perioritas serta selaraskan langkah pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan,”

Pemerintah Pusat, kata dia, memberikan bantuan dengan menghadirkan Bandara Buntu Kunik di Toraja. Olehnya itu, Pemprov Sulsel bersama kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara memberikan intervensi dalam subsidi tiket. “Sehingga wisata dan ekonomi bisa menggeliatkan. (Terciptanya) sinergitas untuk proses percepatan ekonomi daerah” ujarnya.

“Alhamdulillah, inflasi memuaskan bagi kita. Terima kasih untuk tim TPID dalam mendukung dan memberikan pendampingan agar bisa sejalan dengan kebijakan kita,” ungkapnya.

Dirinya mengakui bahwa, dalam pandemi ini Sulsel bisa survive melalui sektor pangan. “Pandemi mengajarkan kita bagaimana reformasi birokrasi, mengajarkan kita digitalisasi. Yang membuat kita memaksa untuk berubah bahwa digitalisasi tidak bisa dihindari. Namun perlu di ingat bahwa ada sektor yang tidak bisa digital seperti pertanian dan kelautan. Akan tetapi digital bisa menjadi pendukung tools untuk meningkatkan produksi,”

Wagub Sulsel menekankan bahwa, apa yang dilakukannya ini sebagai bentuk implementasi sila kelima Pancasila. Pemerataan yang berkeadilan. Ia pun mengajak untuk selalu bersinergi untuk pertumbuhan ekonomi di Sulsel.(jalu)

read more
DaerahNews

Di LPK Simbuang-Mappak, Wagub Sulsel : Jadilah Orang Yang Berintegritas

LANGITKU NETWORKS, Tana Toraja – Latihan pengembangan kepemimpinan menjadi fokus utama dalam proses belajar di oraganisasi daerah Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak.

Dengan tema “Mengaktualisasi karakter kader yang berintegritas pada kepemimpinan”, kegiatan tahunan tersebut di laksanakan di gedung Aptisi, 1-3 Desember 2020.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman yang juga dikenal sangat memperhatikan wilayah pedalaman di Sulsel salah satunya Simbuang Mappak menghadiri secara virtual.

Diketahui, Wagub Sulsel saat ini sedang melakukan kunjungan kerja di Tana Toraja dan Toraja Utara.

“Kemarin kita sudah melaksanakan kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Sulsel dihadiri oleh Bawaslu RI dan seluruh Bawaslu Se Sulsel,” kata Andi Sudirman Sulaiman dalam sebuah video, Selasa 1 Desember 2020.

Itu dia sampaikan kepada mahasiswa untuk mengingatkan kembali tanggung jawab menjaga idealis.

“Partisipasi Mahasiswa dalam pemilihan sebagai pemilih yang muda, tentu harus sangat detail dalam memilih kepala daerah. Saya yakin adik adik mencari pemimpin yang berintegritas,” sambungnya.

Pemimpin lahir selalu mengawali proses proses yang baik. Proses yang baik itu adalah proses pilkada.

“Mahasiswa harus turut mengedukasi kepada seluruh paslon dan masyarakat bahwa mereka harus menjadi contoh yang baik termasuk dalam politik atau pilkada. Tidak melakukan politik uang dan kecurangan lainnya. Ajaklah para paslon calon pemimpin untuk adu program yang realistis dikerjakan dan dibutuhkan masyarakat” jelasnya.

Dia berharap, agar kegiatan latihan dasar kepemimpinan terus di galakkan. Sehingga mampu menumbuhkan rasa integritas.

“Integritas tidak hanya di terapkan saat menjadi Mahasiswa, juga setelah selesai bahkan ketika menjadi pejabat nantinya, tokoh masyarakat, jadilah orang-orang yang berintegritas,” pesan Andi Sudirman Sulaiman kepada seluruh peserta.(jalu)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Ingin Wujudkan Selayar Daerah Wisata Andalan

LANGITKU NETWORKS, Selayar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen untuk kemajuan Kabupaten Kepulauan Selayar. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan sambutannya secara virtual pada 415 Kabupaten Kepulauan Selayar, Minggu, 29 November 2020.

Peringatan itu melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Selayar yang dipimpin oleh Ketua DPRD Selayar, Mappatunru, yang juga dihadiri oleh Pjs. Bupati Kepulauan Selayar, Asriady Sulaiman; Sekda; Anggota DPRD, Anggota DPR RI, Rapsel Ali; Seluruh OPD. Hari jadi Kabupaten Kepulauan Selayar kali ini mengangkat tema “Mewujudkan Selayar Sebagai Daerah Kunjungan Wisata Andalan Sulawesi Selatan”.

Wagub Andalan akronim dari nama Andi Sudirman Sulaiman hadir secara virtual dengan mengenakan pakaian adat Bugis Makassar. Menurut Wagub Sulsel, bahwa Selayar merupakan wilayah kepulauan dengan potensi yang besar. Bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata menuju destinasi wisata andalan Sulsel.

Ia menegaskan komitmen bersama terus memajukan Selayar dengan menjadikan sebagai bagian dari program strategis Provinsi.

“Provinsi terus membangun Infrastruktur Jalan, Pertanian Jeruk Khas Selayar, Perikanan dan Kelautan, Kebutuhan Dasar Kepulauan dan Wisata termasuk menggodok Selayar dalam penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sinergitas terus akan terbangun demi Selayar yang maju dan lebih baik,” ungkapnya.

“Program Ekonomi khusus di Kepulauan Selayar sementara dikaji dan semoga prosesnya dapat berjalan cepat. Program salah satunya yang saya inginkan dapat mewujudkan Selayar sebagai lokasi wisata Andalan Sulsel,” kata Andi Sudirman Sulaiman

Pemerintah Sulawesi Selatan terus mendesak dan mendorong masalah yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Sementara itu, listrik di Kepulauan, saat ini kami memprogram kembali program listrik di Kepulauan Selayar.

“Pemerataan Keadilan pembangunan harus ditegakkan sesuai sila ke 5 Pancasila. Pelayanan dasar di kepulauan harus terjamin terutama pendidikan dan kesehatan,” tegas Andi Sudirman Sulaiman.

Dirinya bersama Gubernur Sulsel terus mendorong bagaimama masyarakat Kepulauan selayar harus mendapatkan prioritas pelayanan dasar. Pelayanan dasar kelistrikan, mendorong telekomunikasi, sistem air minum yang ada di kepulauan.

Program harus fokus dan tajam ke masyarakat, seperti halnya di Pemprov Sulsel. Program telah dirampingkan, sehingga program menjadi efektif dan efesien.

“Komunikatif dan bersinergi antar seluruh pemangku kebijakan sangat diperlukan untuk mewujudkan keadilan pembangunan bagi Masyarakat Selayar. 415 tahun bukan umur yang sangat singkat, dengan umur tersebut harus mampu memajukan Kabupaten Kepulauan Selayar,” tambahnya

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Kepulauan Selayar, Asriady Sulaiman melaporkan kondisi dan potensi Kabupaten Kepulauan Selayar. Mencermati kondisi dan potensi wilayah tersebut, Asriady mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan diperhadapkan terhadap berbagai tantangan sekaligus sebagai peluang untuk dikembangkan wilayah yang dihuni oleh penduduk yang tersebar di setiap pulau.

Dikemukakan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sulsel, serta berangkat dari ketersediaan potensi sumber daya alam yang mumpuni, maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah memilih bidang kepariwisataan dan bidang kelautan serta perikanan sebagai lokomotif pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Pengembangan bidang ini diharapkan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat. Sedangkan untuk jangka menengah dan jangka panjang diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi, baik pada tingkat Provinsi Sulsel maupun pada tingkat nasional.

Menyinggung soal RPJMD Sulsel, KEK Pariwisata Selayar diproyeksikan dapat menjadi salah satu pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel, yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect economi dan memberikan kontribusi peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah dan provinsi.(jalu)

read more
1 192 193 194 195 196 227
Page 194 of 227