close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Mualem Bertemu Mentan Amran di Jakarta, Perkuat Dukungan Pangan untuk Aceh

LANGITKU NET, Jakarta – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediaman resmi Menteri Pertanian di Jakarta, Senin (22/12/2025). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah pascabencana yang melanda Aceh.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas langkah strategis pemulihan sektor pertanian serta pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Aceh. Mentan Amran menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk mendukung penuh perbaikan lahan sawah rusak, pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, serta penguatan produksi pangan daerah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa bantuan beras sebesar 10 ribu ton yang diajukan Pemerintah Aceh telah direalisasikan. Selain itu, bantuan senilai Rp75 miliar untuk provinsi terdampak bencana juga telah disalurkan, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk Aceh.
Ia menambahkan, sekitar 89 ribu hektare sawah di Aceh menjadi fokus program pemulihan dan pembangunan kembali. Tim Kementerian Pertanian dijadwalkan turun langsung ke lapangan mulai Januari mendatang, termasuk untuk meninjau program cetak sawah dan menyiapkan sarana produksi pertanian.

Sementara itu, Gubernur Aceh Mualem menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian. Menurutnya, dukungan logistik berupa pangan dan sembako sangat membantu masyarakat Aceh dalam kondisi darurat saat ini.

Meski demikian, Mualem mengungkapkan masih terdapat kebutuhan lanjutan, seperti obat-obatan, selimut, dan perlengkapan sekolah bagi siswa. Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran memastikan pemerintah pusat akan terus menyiapkan stok bantuan dan menyalurkannya sesuai kebutuhan daerah, sebagai bagian dari arahan Presiden untuk membantu masyarakat terdampak.

read more
DaerahNews

Munafri Realisasikan Janji Kampanye, Pete-pete Laut Layani Pulau Secara Gratis

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerataan pembangunan tidak lagi berhenti di daratan Kota Makassar. Dalam momentum Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham kembali menegaskan komitmennya menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan dan pulau terluar.

Melalui layanan transportasi laut antarpulau bertajuk Pete-pete Laut, pasangan bertagline MULIA menghadirkan solusi konektivitas yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat pulau.

Program ini tidak hanya menjadi realisasi janji politik, tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjembatani akses sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik bagi warga kepulauan Kota Makassar.

Hadirnya Pete-pete Laut yang beroperasi secara gratis menjadi langkah strategis dalam memperkuat mobilitas antarpulau, memangkas kesenjangan layanan, serta membuka ruang percepatan pembangunan di wilayah yang selama ini tergolong terluar, terpencil, dan terjauh (3T).

Dengan konektivitas yang semakin baik, pemerintah berharap denyut pembangunan dapat dirasakan secara merata, dari pusat kota hingga pulau-pulau terluar Makassar.

Kapal tersebut, bagian dari janji politik pasangan Tagline MULIA itu, sehingga direalisasikan. Kini transportasi laut kapal antar pulau yang disebut “Pete-pete Laut” sudah ada dan siap beroperasi antar pulau di wilayah Kota Makassar, ini juga bagian dari janji politik Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin pada kampanye 2024 lalu.

Dari tiga kapal akan disiapkan, kini satu unit siap beroperasi secara gratis, memenuhi harapan warga pulau. Adapun rute kapal sejis kayu tersebut menyusuri beberapa pulau untuk melayani kebutuhan masyarakat di Kecamatan Pulau Sangkarang, diantaranya, Lae-lae, Pulau Barrang Caddi.
Pulau Barrang Lompo.

Dan juga empat pulau terluar lainya yakni Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Bone Tambu. Jarak pulau-pulau tersebut sangat jauh dari daratan Kota Makassar, bahkan beberapa di antaranya termasuk kategori pulau terluar, terpencil, dan terjauh (3T).

Sehingga peningkatan konektivitas menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di kepulauan ini.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, menyatakan siap menjalankan program prioritas Wali Kota Makassar, terkait layanan angkutan laut antarpulau bertajuk Pete-pete Laut, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat kepulauan secara gratis.

Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Makassar, Jusman, mengatakan bahwa bantuan kapal tersebut sangat strategis dan dibutuhkan oleh masyarakat pulau, khususnya di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarang.

Menurutnya, layanan ini menjadi solusi nyata dalam meningkatkan konektivitas antarpulau yang selama ini masih terbatas.

“Program Pete-pete Laut ini merupakan program prioritas Wali Kota Makassar (pak Munafri), dan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di pulau. Karena itu, kapalnya sudah ada, siap beroperasi tahun ini,” ujar Jusman, Senin (/22/2025).

Saat ini, Dishub Makassar telah menyiapkan satu unit kapal kayu bernama “KM Banawa Nusantara 27”, dengan kapasitas angkut sekitar 20 hingga 25 penumpang.

Kapal tersebut telah dinyatakan siap beroperasi dan mendukung tahap awal pelaksanaan layanan transportasi laut antarpulau. Hadirnya kapal. Sebagai manifestasi pembuktian kinerja Munafri Arifuddin pemerataan dan pemberdayaan pembangunan di Pulau.

Jusman menjelaskan, untuk tahap awal, Dishub Makassar merencanakan pelayanan ke enam pulau, dengan pembagian rute atau trip berdasarkan jarak dan kapasitas kapal.

Rute pertama atau trip satu dirancang melayani jalur Pelabuhan Kayu Bangkoa ke Pulau Lae-lae, kemudian Pulau Kodingareng selanjutnya Pulau Barrang Caddi dan Pulau Barrang Lompo, kemudian kembali ke Makassar melalui jalur yang sama daratan Kota.

“Trip pertama ini menjadi fokus uji coba awal karena jaraknya relatif dekat dan sesuai dengan kapasitas kapal. Rute ini direncanakan dapat beroperasi setiap hari,” jelasnya.

Sementara itu, trip kedua direncanakan untuk menjangkau wilayah pulau yang lebih jauh dan masuk kategori pulau terluar, yakni dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, hingga Pulau Bone Tambu, sebelum kembali ke Barrang Lompo dan Makassar.

Namun demikian, Jusman menegaskan bahwa untuk tahap awal operasional, kapal KM Banawa Nusantara 27 akan difokuskan terlebih dahulu pada trip satu, sambil menunggu hasil kajian lanjutan terkait kondisi jalur, waktu tempuh, serta faktor keselamatan pelayaran.

“Karena kapasitas kapal masih terbatas, maka untuk sementara kami fokuskan pada track satu sebagai uji coba awal,” tuturnya.

“Untuk jadwal dan jam operasional, saat ini masih dalam tahap pengkajian, yang pasti kapal sudah ada, jika ada izin bisa jalan,” sambung Jusman.

Dengan hadirnya layanan Pete-pete Laut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menghadirkan transportasi laut yang aman, terjangkau, dan merata, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintahan MULIA dalam membangun Makassar dari darat hingga wilayah kepulauan terdekat dna terluar.

Dishub Makassar juga, akan melakukan survei lapangan secara menyeluruh, termasuk survei teritorial dan survei jalur pelayaran, guna memastikan tidak ada hambatan teknis serta mengetahui secara pasti waktu tempuh antarpulau.

“Kami akan melakukan survei real, menghitung berapa menit kapal menyeberang dari satu pulau ke pulau lain, dan berapa jam waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke Makassar. Semua ini untuk memastikan layanan berjalan aman dan efektif,” tambah Jusman.

Terkait jumlah armada, Jusman menyebutkan bahwa tahun ini baru satu unit kapal yang disiapkan untuk operasional.

Namun, Pemerintah Kota Makassar telah menganggarkan penambahan dua unit kapal pada tahun 2026, sehingga total armada Pete-pete Laut nantinya menjadi tiga unit kapal.

“Kalau realisasinya sesuai rencana, totalnya nanti ada tiga kapal. Ini tentu akan sangat membantu meningkatkan frekuensi dan jangkauan layanan ke pulau-pulau,” ungkapnya.

read more
News

Kejurnas Tenis TDP Yunior dan Senior Piala Wali Kota Makassar 2025 Resmi Digelar di Lapangan Karebosi

LANGITKU.NET, Makassar – Kejurnas Tenis TDP Yunior Piala Wali Kota Makassar resmi digelar pada 5–12 Desember 2025. Kejuaraan nasional ini berlangsung di Lapangan Tenis Karebosi, Makassar, dan menjadi ajang bergengsi bagi pembinaan serta pencarian bibit atlet tenis muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kelompok umur yunior, mulai dari tunggal putra dan putri kelompok usia 10, 12, 14, 16, hingga 18 tahun. Selain nomor tunggal, panitia juga menggelar nomor ganda putra dan putri untuk seluruh kelompok umur tersebut, sehingga memberikan kesempatan bertanding yang lebih luas bagi para atlet muda.

Ketua Panitia Kejurnas Tenis TDP Yunior Piala Wali Kota Makassar, Dr. Yusnadi, Sp.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembinaan jangka panjang. “Kejurnas ini kami rancang sebagai wadah pembinaan atlet usia dini hingga remaja, sekaligus sebagai sarana evaluasi hasil latihan para atlet di daerah,” ujarnya.

Para pemenang Kejurnas TDP Yunior Piala Walikota 2025

Selain kategori yunior, kejuaraan ini juga mempertandingkan kelompok senior. Untuk kategori senior putra, kejuaraan diikuti oleh 26 atlet, sementara pada kategori senior putri diikuti oleh 20 atlet. Kehadiran atlet senior diharapkan dapat menambah daya tarik sekaligus kualitas pertandingan selama kejuaraan berlangsung.

Dr. Yusnadi menambahkan bahwa penyelenggaraan Kejurnas ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga tenis di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. “Kami berharap Makassar dapat terus menjadi tuan rumah event nasional, karena selain meningkatkan prestasi atlet, kegiatan ini juga berdampak positif bagi daerah,” katanya.

Dengan terselenggaranya Kejurnas Tenis TDP Yunior Piala Wali Kota Makassar 2025, panitia berharap lahir atlet-atlet tenis berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kejuaraan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memajukan olahraga tenis Indonesia, khususnya melalui pembinaan usia dini yang berkelanjutan.

read more
DaerahNews

Panen Perdana di Maccini Sombala, Wali Kota Makassar Harap Budidaya Berkelanjutan di Makassar

LANGITKU.NET, Makassar – Ketahanan pangan bukan sekadar wacana, tetapi kerja nyata yang tumbuh dari masyarakat dan didukung penuh oleh pemerintah Kota.

Komitmen itu kembali terlihat saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri panen perdana Pokdakan Mapan, wujud swadaya keramba masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.

Kegiatan panen yang berlangsung di Kelurahan Maccini Sombala, Danau Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Sabtu (20/12/2025), menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kelompok pembudidaya, pemerintah kelurahan, dan dukungan lintas sektor mampu menghasilkan dampak nyata.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan apresiasi tinggi kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mapan yang berhasil memanfaatkan ruang yang selama ini kurang mendapat perhatian menjadi kawasan produktif melalui budidaya ikan.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kelompok pembudidaya disini, inilah ruang yang mungkin selama ini tidak terlirik, alhamdulillah bisa dimanfaatkan dengan baik dan menghasilkan,” ujarnya.

“Tentu, ini adalah salah satu cara kita memberi perhatian sekaligus mendapatkan hasil yang lebih maksimal melalui kegiatan budidaya ikan seperti yang kita saksikan hari ini,” sambung Munafri.

Diketahui, sebanyak 25.000 ekor ikan berhasil dipanen setelah melalui proses pembibitan berkelanjutan selama kurang lebih tiga bulan, dengan hasil yang menggembirakan.

Keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif kelompok pembudidaya yang konsisten, dukungan Balai melalui bantuan pupuk, serta kepekaan pemerintah kelurahan dalam melihat potensi wilayah.

Di lokasi ini, pihak pembudidaya pun komitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam produksi perikanan, tetapi juga dalam menggerakkan agenda pembangunan dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Panen perdana ini menjadi awal dari harapan besar, bahwa dari danau, dari kerja kolektif warga, ketahanan pangan Makassar dapat terus tumbuh, mandiri, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Appi menegaskan, bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebatas seremonial semata. Yang terpenting, kata dia, adalah keberlanjutan dan konsistensi dalam menjaga serta mengembangkan program budidaya agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung satu atau dua kali lalu berhenti. Yang paling penting adalah bagaimana kelanjutannya dan bagaimana menjaganya dengan baik.

“Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat,” tegasnya.

Munafri juga mendorong masyarakat untuk melihat peluang ekonomi lain setelah keberhasilan budidaya ikan. Menurutnya, ketahanan pangan harus dibangun secara terintegrasi agar menciptakan sirkulasi ekonomi yang sehat di tingkat lokal.

” Kalau sudah ada ikannya, kita harus melihat peluang lain. Jangan semua fokus ke ikan saja. Ada juga yang dibutuhkan masyarakat seperti sayur-mayur dan lauk lainnya,” tuturnya.

“Ini bisa dikombinasikan, ada kelompok yang fokus ikan, ada yang menyiapkan sayur. Dari sinilah akan terbentuk sirkulasi ekonomi yang baik,” lanjutanya.

Menutup sambutannya, Munafri berpesan kepada pemerintah kelurahan dan kelompok pembudidaya agar terus menjaga dan mengelola program ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat, khususnya warga Kelurahan Maccini Sombala.

Lebih jauh, ia berharap kawasan budidaya ini ke depan tidak hanya menjadi pusat produksi pangan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi, di mana pengunjung dapat menikmati ikan langsung dari lokasi budidaya.

“Ke depan, tempat ini bukan hanya untuk pembudidayaan, tapi juga bisa menjadi lokasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin datang dan menikmati hasil budidaya langsung dari sumbernya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pemilihan RT/RW di Kelurahan Maccini Sombala.

“Saya berharap RT dan RW yang terpilih adalah orang-orang yang mau bekerja, mau melayani, dan siap menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyukseskan pembangunan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh warga, termasuk yang tidak terpilih dalam pemilihan RT/RW, untuk kembali bersatu dan tidak lagi mengkotak-kotakkan diri.

“Pemilihan sudah selesai. Jangan ada lagi sekat-sekat. Mari kita bersatu membangun Kota Makassar, membantu saudara-saudara kita, dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat,” pungkas Munafri.

read more
DaerahNews

Sekda Sulsel Buka LPS Warna dari Timur, Perkenalkan Wastra Sulsel ke Panggung Nasional

LANGITKU.NET, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, membuka event LPS Warna dari Timur yang diselenggarakan oleh Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua) di Atrium Mall Ratu Indah Makassar, Sabtu malam, 20 Desember 2025.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar peragaan busana. “Tetapi lebih dari itu, Warna dari Timur adalah pernyataan identitas, bahwa Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia memiliki kekayaan budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi yang besar serta layak tampil di panggung nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atas inisiatif cerdas dan komitmennya dalam mendukung ekosistem kreatif, sekaligus memperkuat literasi dan kepercayaan publik terhadap sektor keuangan nasional melalui pendekatan yang inovatif dan berbudaya, terutama dalam mendorong kemajuan UMKM di Sulawesi Selatan.

Melalui kegiatan ini dilakukan fashion show yang memperkenalkan wastra Sulawesi Selatan.

“Fashion adalah bahasa universal. Melalui fashion, kita tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga nilai, sejarah, dan jati diri daerah. Busana-busana yang ditampilkan malam ini merupakan wujud kolaborasi antara tradisi dan modernitas, antara kearifan lokal dan selera global,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.

“Kami percaya, ketika sektor keuangan, industri kreatif, dan pemerintah berjalan seiring, maka akan lahir inovasi, lapangan kerja, serta daya saing daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lanjutnya, “Melalui kegiatan ini, saya berharap terbangunnya sinergi yang semakin kuat antara LPS, dunia usaha, dan pelaku kreatif, muncul ruang promosi yang lebih luas bagi karya-karya anak bangsa dari kawasan timur, serta semakin meningkatnya kebanggaan terhadap produk dan budaya lokal Sulawesi Selatan,” pintanya.

Kepala LPS Kantor Wilayah III Sulampua, Fuad Zaen, menyampaikan bahwa LPS turut hadir melalui LPS Peduli dalam membantu masyarakat yang terkena musibah, terutama di wilayah Sumatera dan Aceh.

Menurutnya, rangkaian LPS Warna dari Timur merupakan wujud dukungan terhadap produk lokal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Festival LPS Warna dari Timur dihadirkan sebagai ruang publik yang penuh semangat kebersamaan sekaligus sarana edukasi keuangan yang menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan ini juga bertujuan semakin mendekatkan LPS dengan tugas dan fungsinya di bidang penjaminan simpanan dan resolusi bank kepada masyarakat, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan serta wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua pada umumnya.

“LPS sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan bersama dengan lembaga keuangan terkait, yaitu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), senantiasa berupaya memberikan pemahaman keuangan, terutama bahwa uang yang disimpan masyarakat di bank aman dan dijamin oleh LPS,” jelasnya.

Dengan menabung di bank, masyarakat juga dapat berkontribusi bagi perekonomian. Hal ini karena bank sebagai lembaga intermediasi tidak hanya menghimpun dana masyarakat, tetapi juga menyalurkannya ke usaha produktif dan kegiatan pembangunan yang menggerakkan perekonomian. (*)

read more
DaerahNews

Gubernur Sulsel Bertemu Pramono Anung, Bahas Investasi Pangan dan Penguatan BUMD

LANGITKU.NET, Jakarta – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan kunjungan ke Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, untuk membahas penguatan kerja sama antardaerah bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Jumat, 19 Desember 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Sudirman menyampaikan pentingnya membangun kerja sama jangka panjang, khususnya dalam penguatan sektor pangan serta peningkatan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, sinergi antardaerah sangat diperlukan untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan, baik dari sisi ketahanan pangan, birokrasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi.

“Kami membahas kerja sama antardaerah yang berkelanjutan, mulai dari penguatan sektor pangan hingga jangka panjang. Termasuk kolaborasi di bidang birokrasi, pertanian, peternakan, IT, BUMD, serta pengembangan sistem aplikasi pemerintahan,” ujarnya.

Ia menilai, Sulawesi Selatan memiliki keunggulan komparatif sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sementara DKI Jakarta memiliki kekuatan pada aspek manajemen, pembiayaan, dan teknologi.

“Kami berharap Kolaborasi ini mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang saling melengkapi dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Pramono Anung menyambut baik kunjungan Gubernur Sulsel beserta jajaran. Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta untuk membuka ruang kerja sama dan pengembangan berbagai sektor strategis bersama Sulawesi Selatan.

“Hari ini saya menerima Bapak Gubernur Sulawesi Selatan dengan jajaran, dalam rangka untuk bekerja sama dan mengembangkan beberapa hal yang saling menguntungkan bagi kedua daerah. Terutama di bidang kepegawaian, birokrasi, pertanian, dan peternakan,” kata Pramono.

Pramono juga mengakui besarnya potensi Sulawesi Selatan, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang investasi sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang yang berorientasi pada ketahanan pangan nasional.

“Kita mengetahui bersama bahwa Sulawesi Selatan memiliki produksi ikan dan pertanian yang luar biasa. Saya sudah meminta Biro Kerja Sama untuk mendalami peluang tersebut dan jika memungkinkan, seperti daerah lain, Pemerintah DKI Jakarta bersedia untuk berinvestasi di sektor tersebut,” pungkasnya. (*)

read more
DaerahNews

Wali Kota Makassar Anugerahkan Satyalancana Karya Satya kepada 830 PNS

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Makassar, di Tribun Lapangan Karebosi, Jumat (19/12/2025).

Sebanyak 830 Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima tanda kehormatan yang merupakan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia. Dengan rincian,166 PNS masa pengabdian 30 Tahun, 107 PNS untuk masa 20 Tahun, dan 557 PNS 10 Tahun pengabdian.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh penerima Satyalancana Karya Satya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun kepada negara dan Pemerintah Kota Makassar.

“Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya merupakan penghargaan negara kepada PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas secara terus-menerus selama 10, 20, hingga 30 tahun,” ujar Munafri.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi para penerima dan keluarganya, tetapi juga diharapkan menjadi teladan serta motivasi bagi seluruh ASN Pemkot Makassar untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam bekerja.

Munafri juga mengingatkan bahwa pemberian Satyalancana Karya Satya bukan hanya soal tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Tapi seiring masa pengabdian, Munafri menekankan pentingnya integritas moral dan keteladanan.

“Semoga penghargaan ini semakin meneguhkan semangat pengabdian dan menjadi pendorong untuk terus berkontribusi secara positif dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” tuturnya.

Munafri berharap seluruh ASN dapat menjadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa dedikasi, loyalitas, dan kerja keras merupakan nilai utama dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani.

Upacara penganugerahan ini turut dihadiri unsur Ketua TP PKK Kota Makassar, Forkopimda Kota Makassar, Sekretaris Daerah Kota Makassar, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah Kota Makassar, serta seluruh penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya Tahun 2025.(*)

read more
DaerahNews

Munafri Resmi Luncurkan Calendar of Event 2026, Makassar Siap Jadi Kota Event Sepanjang Tahun

LANGITKU.NET, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) Makassar 2026 sebagai langkah strategis menjadikan Makassar kota tujuan wisata dan event sepanjang tahun.

Diluncurkannya Calendar of Event Makassar 2026 menegaskan posisi kota daeng sebagai kota event, kota budaya, dan kota kolaborasi, yang siap menyambut wisatawan sepanjang tahun dengan pengalaman yang autentik dan berkelas.

Launching di Novotel Makassar, Jumat (19/12/2025), ditandai dengan penarikan layar Phinisi secara simbolis, merepresentasikan semangat pelayaran Makassar menuju pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Peluncuran CoE Makassar 2026 dilakukan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, bersama Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif RI Iman Santosa, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.

Munafri menjelaskan bahwa bahwa kehadiran kalender event ini merupakan peta jalan pariwisata Kota Makassar selama satu tahun penuh kedepan, di 2026.

“Kita ingin setiap bulan di Makassar selalu ada alasan untuk didatangi. Bukan memilih bulan, tapi memilih event apa yang ingin disaksikan di Makassar,” tegas Wali Kota.

Diketahui, CoE Makassar 2026 memuat total 15 Big event dengan Festival Muara yang digagas Munafri akan hadir sebagai Top Event di CoE Makassar 2025 bersama 14 event berskala besar lainnya.

Sebanyak 72 Event Pendukung akan tersebar di sepanjang tahun 2026. Beberapa agenda budaya seperti Attayang Sunset dan Pagelaran Kesenian akan hadir hampir setiap bulan sebagai kalender budaya tetap Kota Makassar.

Munafri menekankan bahwa setiap event harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sanggar seni, event organizer, hingga industri perhotelan dan pariwisata pendukung.

“Kita ingin event ini berdampak langsung, bukan hanya dinikmati segelintir orang, tapi menggerakkan ekonomi lokal secara merata,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas layanan pariwisata, termasuk kebersihan fasilitas umum, keramahan warga, serta bebas dari pungutan liar.

Ia juga mendorong kolaborasi luas dengan anak muda, komunitas kreatif, dan pelaku industri untuk memperbesar event yang sudah ada, bukan sekadar menciptakan event baru tanpa karakter.

Untuk itu, Munafri menegaskan dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap industri kreatif dan promosi pariwisata.

Ia membuka ruang selebar-lebarnya bagi pelaku industri kreatif, termasuk musik, film, dan seni pertunjukan, bahkan menantang hadirnya konser artis nasional dan produksi film besar di Makassar.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh stakeholder agar event-event di Makassar benar-benar membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya.

read more
DaerahNews

Munafri Pimpin Rakor Revitalisasi Taman Macan, Tekankan Perlindungan RTH dan Integrasi Kawasan

LANGITKU.NET, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memimpin rapat koordinasi rencana revitalisasi dan pengelolaan kawasan Taman Macan dan Taman Pattimura sebagai ruang terbuka hijau (RTH) terpadu yang berfungsi ekologis, sosial, dan kultural.

Rakor tersebut dihelat bersama mitra perencana H20farm Indonesia, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta jajaran SKPD terkait, di Balai Kota Makassar, Rabu (17/12/2025).

Founder H20farm, Benjamin Martinez, memaparkan konsep penataan kawasan yang mengusung pendekatan Culture–Nature–Nurture, yakni integrasi identitas budaya lokal, respons terhadap kondisi alam, serta fungsi ruang publik yang mendukung aktivitas dan interaksi sosial masyarakat.

“Konsep ini tidak sekadar menghadirkan taman sebagai ruang rekreasi, tetapi sebagai ruang hidup yang beridentitas, berkelanjutan, dan memberi pengalaman ruang yang menenangkan sekaligus produktif,” ujar Ben.

Pendekatan yang diterapkan menitikberatkan pada lanskap organik, pemanfaatan material ramah lingkungan yang mampu menyerap air, serta desain berlapis (multi-layer) yang mengikuti kontur dan keberadaan pohon eksisting.

Penataan ruang dibagi dalam beberapa zona, antara lain zona sosial dan interaksi, zona kontemplatif, serta zona monumental. Dengan beberapa fasilitas yang direncanakan meliputi area patung, amphiteater, area bermain anak, outdoor gym, area duduk, area komersial terbatas, multifunction hall, hingga area parkir VIP.

“Seluruh penataan dirancang tanpa menebang pohon eksisting dan justru memperkuat fungsi vegetasi sebagai peneduh dan penyangga ekologis,” jelasnya.

Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa kebijakan utama Pemerintah Kota Makassar dalam revitalisasi taman kota adalah tidak berkurangnya nilai RTH, baik dari sisi vegetasi maupun dari aspek fisik bangunan.

Munafri juga menyampaikan kebijakan terkait konektivitas kawasan Taman Macan dan Taman Pattimura. Ia menilai penggabungan kawasan sebaiknya dilakukan secara langsung tanpa pembangunan skybridge, melalui pengaturan ulang sirkulasi jalan agar luas taman semakin optimal.

“Kita tidak usah pakai skybridge. Kita gabungkan langsung dengan mengambil jalannya, supaya luas tamannya lebih besar dan menyatu,” ujarnya.

Menurutnya, pola tersebut akan membentuk alur pergerakan pengunjung yang lebih natural, sekaligus mendorong masyarakat menikmati seluruh kawasan taman sebagai satu kesatuan ruang publik.

Selain perlindungan RTH dan integrasi kawasan, Munafri menegaskan ketersediaan area parkir menjadi salah satu isu paling krusial dalam pengelolaan taman kota.

“Kita mau menghadirkan orang, tapi parkirnya harus jelas. Karakter masyarakat kita masih point-to-point, jadi ini harus dipikirkan sejak awal,” kata Munafri.

Ia membuka peluang penjajakan lahan di sekitar Jalan Pattimura, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan building parking di luar kawasan taman.

Munafri juga meminta agar desain revitalisasi Taman Macan dapat menyatu secara visual dan fungsional dengan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berada tepat di depannya.

“Ada gradasi desain supaya taman ini menjadi bagian dari gedung pelayanan publik,” jelasnya.

Ia menambahkan, seiring penyelesaian gedung MPP yang ditargetkan rampung dan batas-batas pagar konstruksi dibuka penuh pada 2026, kawasan taman diharapkan menjadi ruang publik pendukung yang representatif dan nyaman.

Sementara itu, finalisasi konsep dan design akan disepakati setelah mematangkan soal kesesuaian regulasi bangunan diatas RTH, pemanfaatan ruang komersial dan skema kerja sama pengelolaan yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.(*)

read more
DaerahNews

Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang Selama Tanggap Darurat

LANGITKU.NET, Makassar – Tim Medis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatat telah melayani 2.177 pasien selama masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Pelayanan kesehatan dilakukan secara intensif melalui posko-posko kesehatan lapangan serta dukungan pelayanan di rumah sakit rujukan di wilayah setempat.

Koordinator Tim Medis Pemprov Sulsel, dr Arman Bausat, mengungkapkan sejak 12 hingga 15 Desember 2025, jumlah pasien yang ditangani di posko-posko kesehatan lapangan mencapai 1.936 orang.

Angka tersebut merupakan hasil akumulasi pelayanan medis langsung di lapangan dan belum termasuk pasien yang dirujuk maupun yang mendapatkan penanganan di rumah sakit.

“Pada tanggal 12 Desember kami melayani 207 pasien, kemudian meningkat signifikan pada 13 Desember sebanyak 778 pasien. Selanjutnya pada 14 Desember tercatat 740 pasien, dan pada 15 Desember sebanyak 211 pasien,” ungkap dr Arman dalam keterangannya, Rabu, 17 Desember 2025.

Ia mengatakan data tersebut merupakan pasien yang dilayani di posko-posko kesehatan di Aceh Tamiang. Sementara itu, jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit masih dalam proses pendataan terpisah.

“Ini baru data pasien di posko-posko. Belum termasuk laporan pasien yang ditangani di rumah sakit. Jadi total pasien yang kami layani selama bertugas di Aceh Tamiang jumlahnya 2.177 orang,” jelasnya.

Berdasarkan data tambahan, jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit selama periode 12 hingga 14 Desember 2025 tercatat sebanyak 241 pasien. Dengan demikian, total keseluruhan pasien yang dilayani Tim Medis Pemprov Sulsel bersama relawan di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 2.177 orang.

dr Arman menambahkan, mayoritas keluhan pasien meliputi penyakit infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, penyakit kulit, serta kelelahan akibat kondisi pascabencana.

Kata dia, Tim Medis Pemprov Sulsel terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan pendekatan cepat, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.

“Sesuai arahan dari Bapak Gubernur (Andi Sudirman Sulaiman) kami hadir untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dan masyarakat mendapatkan penanganan medis yang layak di tengah situasi darurat,” pungkasnya. (*)

read more
1 3 4 5 6 7 222
Page 5 of 222