close
Health

Redakan Batuk dengan Konsumsi 5 Makanan Enak Ini

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Banyak orang yang khawatir dengan penyakit batuk karena menjadi salah satu gejala virus corona. Sebelum parah, obati batuk dengan makanan enak ini.

Gejala batuk seperti tenggorokan kering, sakit dan sulit menelan perlu segera diatasi. Tidak perlu menelan obat antibiotik tetapi cukup dengan konsumsi beberapa makanan enak yang menyehatkan dan efektif meredakan batuk secara alami. Karena selain memberi asupan nutrisi juga memiliki sifat antiinflamasi.

1. Ramuan Bawang Putih, Madu, Jahe dan Lemon

Untuk meredakan batuk kamu bisa mengonsumsi ramuan sehat ini. Terbuat dari campuran bawang putih madu, jahe, lemon yang diseduh dengan air hangat. Ramuan itu akan membantu untuk membersihkan tenggorokan yang sakit dalam hitungan jam.

Bawang putih, lemon dan jahe memiliki kandungan senyawa yang dapat menghalau bakteri penyebab sakit tenggorokan. Sementara madu berperan sebagai agen penyembuhan dengan membangun kembali lapisan tenggorokan yang rusak karena batuk.

2. Sup Ayam

Tak hanya lezat, sup ayam juga berperan sebagai obat batuk. Semangkuk sup ayam merupakan salah satu solusi paling menarik untuk membebaskan kamu dari rasa sakit luar biasa yang disebabkan oleh sakit tenggorokan.

Sup ayam tidak hanya memiliki sifat antiinflamasi, tetapi juga agen revitalisasi. Karena itu khasiatnya juga dapat menambah energi yang dapat membersihkan saluran pernapasan dan hidung karena mengandung bahan-bahan utama seperti bawang putih, bawang merah dan cabai.

3. Pisang

Pisang merupakan buah non-asam yang bertekstur lunak. Karena teksturnya itu pisang dapat melewati tenggorokan tanpa menimbulkan rasa sakit ketika dimakan. Buah berkulit kuning ini juga bisa dijadikan sebagai obat batuk karena memiliki kandungan nutrisi yang baik.

Seperti vitamin B6, kalium dan yang paling penting untuk meredakan batuk adalah vitamin C. Semua nutrisi baik tersebut berfungsi untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan di tenggorokan kamu setelah mengalami rasa sakit akibat batuk.

4. Wortel Rebus

Mengobati batuk parah bisa dengan mengonsumsi wortel yang direbus. Wortel merupakan solusi makanan yang paling berguna untuk mengobati sakit tenggorokan akibat batuk. Wortel mengandung banyak antioksidan dan vitamin C yang banyak memberikan manfaat.

Seperti memperbaiki jaringan yang rusak yang disebabkan karena sakit tenggorokan. Nah, untuk mengonsumsinya wortel dimasak dengan cara direbus terlebih dahulu. Agar teksturnya melembek sehingga tidak membuat sakit tenggorokan ketika dimakan.

5. Kol

Mengonsumsi sayuran kol dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit yang disebabkan karena batuk. Sayuran tersebut memiliki kandungan berupa antioksidan dalam jumlah yang banyak. Termasuk komponen bergizi seperti vitamin C dan vitamin K.

Untuk dapat manfaat tersebut, mengonsumsi kol disarankan dengan mencampur sedikit cuka sari apel. Tambahan tersebut akan sangat membantu untuk mengobati batuk dan sakit tenggorokan.

6. Telur Orak-arik

Telur orak-arik merupakan sumber protein yang sangat bergizi. Kandungan nutrisi tersebut akan membantu menurunkan peradangan yang disebabkan oleh batuk parah dan sakit tenggorokan.

Karenanya mengonsumsi telur orak-arik adalah solusi terbaik. Namun, saat meraciknya sebaiknya hindari penggunakan bumbu agar tidak terjadi iritasi pada tenggorokan.

7. Oatmeal

Makanan yang populer sebagai menu sarapan ini ternyata bisa dimanfaatkan sebagai obat batuk. Mengonsumsi oatmeal sangat membantu menyembuhkan sakit tenggorokan yang dialami. Itu karena oatmeal mengandung serat dan protein laut dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh.

Sehingga oatmeal dapat berperan untuk membantu memperkuat tenggorokan yang rapuh akibat batuk-batuk. Supaya lebih sehat, oatmeal dapat dikombinasikan dengan irisan pisang yang juga baik untuk menyembuhkan sakit batuk.

Riska Fitria – detikFood

 

read more
Health

Konsumsi Vitamin C Dosis Tinggi untuk Cegah Virus Corona Tak Berguna

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sejauh ini tidak ada pil, suplemen, atau vaksin, yang bisa menyembuhkan penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona. Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan minat orang untuk memborong vitamin C dosis tinggi.

Seperti halnya ramuan rempah-rempah yang harganya langsung melambung karena dianggap bisa mencegah infeksi virus corona, saat ini vitamin C juga laris diburu masyarakat. Di Amerika Serikat saja, terjadi peningkatan penjualan vitamin C sampai 146 persen.

Di media sosial bertebaran anjuran untuk mengonsumsi vitamin C dosis tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan virus corona.

Tetapi, apakah vitamin C dosis tinggi itu memang efektif menangkal infeksi virus?

Vitamin C merupakan suplemen vitamin yang paling populer. Kaitan antara vitamin ini dengan kemampuannya melawan penyakit dibuat oleh peraih Novel Kimia, Linus Pauling, yang menulis buku Vitamin C and Common Cold. Dalam bukunya, Pauling merekomendasikan 3000 miligram vitamin C setiap hari.

Buku yang ditulis tahun 1970-an tersebut sangat laris dan dicetak ulang dengan klaim bahwa bisa mengatasi epidemi flu babi (swine flu).

Studi-studi ilmiah selanjutnya menunjukkan bahwa klaim Pauling itu tidak akurat. Ketika ia menyebutkan vitamin C bisa menyembuhkan kanker, ia kehilangan kredibilitasnya di komunitas ilmuwan.

Walau begitu, keyakinan bahwa vitamin C bisa menyembuhkan flu tetap bertahan di masyarakat. Angka penjualan suplemen vitamin ini pun selalu berada di urutan teratas.
Menurut National Institute of Health, vitamin C tidak mengurangi risiko tertular flu, tetapi mereka yang mengonsumsinya mungkin durasi sakitnya bisa dikurangi atau lebih ringan.

Ahli nutrisi Kamal Patel mengatakan, tidak benar jika vitamin C dosis tinggi dapat menjadi pendorong (booster) sistem imun. Ia mengibaratkan sistem imun seperti sistem misil yang bekerja untuk menghalau segala bahaya.

Jika sistem imun dibuat terlalu peka, maka yang timbul adalah reaksi autoimun. Sebaliknya, jika kurang peka maka seseorang akan lebih gampang tertular penyakit.

“Sistem imun sangat kompleks dan sangat sedikit yang sudah kita ketahui. Jadi, sayangnya kita tidak bisa menggunakan sesuatu yang disebut ‘booster’ untuk membuat sistem ini bekerja lebih baik,” kata Patel.

Pasien Covid-19 diberi vitamin C

Rumah sakit di New York dan juga Wuhan memang memberikan vitamin C dosis tinggi pada pasien yang dirawat karena Covid-19. Dosisnya 16 kali lebih tinggi dari pada dosis harian individu yang sehat.

Menurut Patel, pemberian vitamin C pada pasien itu masuk akal karena orang yang sangat sakit kadar vitamin C dalam tubuhnya jadi rendah dan butuh segera digantikan.

“Manusia adalah satu-satunya mamalia yang tubuhnya tidak bisa membuat sendiri vitamin C, mereka harus mengasupnya. Jadi, ketika menghadapi stres psikologis yang berat, pemberian vitamin C lewat infus merupakan cara untuk mendapatkan antioksidan dan anti-inflamasi,” paparnya.

Saat ini para dokter masih mempelajari efek pemberian vitamin C pada pasien Covid-19. Setidaknya ada dua penelitian klinis yang dilakukan yaitu di Italia dan China. Di Hubei, China, 140 pasien Covid-19 yang menderita pneumonia diberikan 12 gram vitamin C lewat infus untuk mengetahui apakah dosis itu bisa melawan penyakit.

Walau demikian, siapa pun tidak direkomendasikan untuk melakukan uji coba semacam itu sendiri. Mendapatkan vitamin C lewat infus sangat berbeda dengan konsumsi suplemen, bahkan kita pun seharusnya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengasup vitamin C dosis tinggi.

“Sejauh ini tidak ada riset yang menunjukkan vitamin C bisa melindungi tubuh dari virus corona,” kata profesor biologi Miryam Wahrman, seperti dikutip dari Insider.

Kekurangan vitamin C memang berdampak buruk bagi tubuh, tetapi kita juga jangan berlebihan mengonsumsinya. Apalagi kadar yang tinggi bisa memicu pembentukan batu ginjal.

Untuk memenuhi asupan vitamin tubuh, sebaiknya konsumsi makanan karena dapat diserap dan digunakan tubuh secara lebih baik ketimbang melalui suplemen.

Editor : Lusia Kus Anna

kompas.com

read more
DaerahNews

Jalur Masuk Makassar Dijaga Ketat, Suhu Tubuh Pendatang Diperiksa

LANGITKU NETWORKS, MAKASSAR, – Pemerintah Kota Makassar memperketat pengawasan terhadap mobilitas orang yang masuk dan keluar ke Kota Makassar. Sebanyak tujuh perbatasan yang menjadi pintu masuk jalur darat ke Kota Makassar dilakukan penjagaan ketat oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar.

Setiap pendatang yang hendak masuk atau keluar wilayah Makassar dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan alat thermoscan infrared serta penyemprotan desinfektan terhadap seluruh kendaraan yang melintas.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan bahwa langkah tegas ini dilakukan untuk mengecek dan memastikan orang yang masuk maupun yang keluar dalam kondisi normal.

“Kami lakukan pengecekan suhu badan, jika ada yang memiliki panas di atas normal kita langsung lakukan pemeriksaan sesuai SOP. Di setiap perbatasan kami siapkan tim medis untuk lakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengendara yang memiliki suhu badan di atas normal,” terang Iqbal Suhaeb saat melakukan pemantauan di Posko Covid-19 Barombong.

Dalam pemantauan tersebut, Iqbal terlihat ikut menyetop kendaraan yang melintas, dan langsung melakukan pengecekan suhu badan kepada seluruh penumpang kendaraan.

Sejumlah Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar terlihat ikut membantu proses pemeriksaan tersebut.

“Kita tidak lakukan lockdown karena itu kewenangan pemerintah pusat. Makanya kami terapkan sejumlah pembatasan, baik itu karantina wilayah yang menjadi episentrum penyebaran virus, pembatasan ketat untuk warga yang ingin masuk dan keluar pulau, termasuk yang kita lakukan hari ini, pengecekan secara menyeluruh satu persatu yang melintas di tujuh perbatasan yang menjadi akses darat masuk Kota Makassar,” lanjutnya.

Sementara itu, di tempat yang sama salah satu Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar yang juga merupakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Mario Said menjelaskan langkah yang dilakukan oleh jajarannya.

“Sebanyak 100 lebih personil kami turunkan untuk menjaga di tujuh pintu masuk melalui jalur darat Kota Makassar. Kami berkolaborasi teman-teman Satpol PP, BPBD, Damkar dan Dinas Kesehatan dalam pengawasan perbatasan ini. Selain itu kami juga melakukan penyemprotan disinfektan kepada seluruh kendaraan yang melintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar beliau

Menurutnya, ada tujuh wilayah perbatasan yang dilakukan pengawasan ketat yakni perbatasan Maros – Makassar di jalan Perintis Kemerdekaan, jalan Hertasning perbatasan Makassar – Gowa, Jalan Sultan Alauddin perbatasan Makassar – Gowa, Jalan Poros Barombong Tamalate perbatasan Makassar – Takalar, Terminal Malengkeri, Terminal Daya, serta Dermaga Kayu Bangkoa.

Sumber : 15m4r

read more
Sains & Techno

Begini Cara Membuat Google Form dengan Mudah

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Google Form adalah layanan pembuatan formulir atau kuesioner online yang disediakan Google. Layanan ini dapat diakses secara gratis.

Adanya Google Form dapat memudahkan seseorang dalam membuat dan mengumpulkan data yang dibutuhkan seperti data penelitian skripsi, formulir registrasi online, dan lain-lain. Selain itu, data formulir atau kuesioner yang dibuat pun dijamin keamanannya. Semua data yang dibuat akan otomatis tersimpan dalam Google Drive.

Berikut cara membuat Google Formdengan mudah dan cepat:

1. Pastikan kamu sudah memiliki akun Google Mail atau Gmail.

2. Akses situs Google Form yaitu https://docs.google.com/forms/. Pilih template formulir yang diinginkan atau sesuaikan dengan kebutuhan. Bisa juga dengan mengklik tanda “+” dengan nama Blank dan background putih.

3. Jika mengaksesnya dari Google Drive, klik menu New di sudut kiri atas lalu pilih More dan pilih Google Formulir. Di samping Google Formulir, arahkan ke panah kanan dan klik Formulir Kosong atau dari Template.

4. Jika sudah memilih template atau membuat template kosong, kamu akan melihat kolom Untitled Form. Klik kolom tersebut dan beri judul pada kuesioner yang akan kamu buat. Kemudian pada kolom Form Description, buat deskripsi yang jelas agar orang memahami maksud dari kuesioner yang kamu buat.

5. Buat pertanyaan yang kamu inginkan dan pilih jenis pertanyaannya. Misalnya Pilihan Ganda (Multiple Choice) untuk jawaban Ya, Tidak, Mungkin atau Lainnya. Kamu juga bisa memilih Jawaban Singkat atau Paragraf untuk jawaban yang membutuhkan deskripsi. Ada juga pilihan Kotak Centang (Checkboxes) dan Tarik-turun (Dropdown).

Untuk menambah pertanyaan, kamu bisa klik tanda “+” di sisi bagian kanan.

6. Kamu bisa membuat responden mengupload file seperti dokumen atau foto dengan menambahkan fitur-fitur yang ada di bagian kanan.

7. Jika sudah menyusun semua pertanyaan yang dibutuhkan, klik tombol Kirim di sudut kanan atas. Kemudian, bagikan link Google Form yang sudah kamu buat kepada responden yang dituju.

Kamu juga bisa memperpendek link Google Form yang dibuat dengan mengklik Perpendek URL dan langsung Copy link tersebut.

8. Untuk melihat hasil kuesioner atau formulir yang sudah dibuat, kamu bisa lihat pada bagian Tanggapan di sebelah kanan bagian Pertanyaan. Kamu akan lihat berapa banyak responden yang telah merespon.

Mega Wulandari – detikInet
read more
Lifestyle

3 Hal Asyik yang Bisa Dicoba dengan Smartphone Berkamera Megapiksel Besar

LANGITKU NETWORKS, Jakarta Smartphone sudah jadi salah satu item wajib dibawa ke mana pun pergi. Bukan hanya dibekali OS yang canggih, tapi juga kamera dengan megapiksel besar. Tak perlu khawatir mati gaya, banyak hal menarik yang bisa kamu coba dengan smartphone berkamera MP besar.

Motret makanan yang instagenic

Siapa bilang menghasilkan foto makanan yang instagenic harus pakai kamera digital yang canggih dan mahal? Bermodal smartphone pun bisa menghasilkan foto-foto makanan keren seperti yang selama ini berseliweran di media sosial. Begitu makanan tersaji di hadapanmu, pikirkan dulu angle yang bikin hasil foto tampak semenarik mungkin.

Gunakan cahaya alami dan pilih latar belakang yang netral sehingga pusat perhatian jatuh pada makanannya. Jangan lupa tambahkan ‘cerita’ ke dalam fotomu dengan menambahkan properti yang tepat, misalnya buku yang terbuka, genggaman tangan berdua atau cake yang sudah terpotong.

Untuk menangkap detil makanan, gunakan OPPO Reno3 yang punya fitur utama Ultra Clear 108MP dengan resolusi besar, detil yang tinggi dan warna yang tajam. Selain itu, fitur Super Macro 3cm bisa digunakan untuk memotret obyek makanan dengan sangat dekat namun tetap dengan detail yang tinggi. Saus, topping, hingga lembutnya tekstur makanan yang kamu jepret bisa tertangkap dengan sempurna.

Foto OOTD kece

Sebagai perempuan yang terus mengikuti tren fashion, nggak heran kalau banyak orang yang mengagumi gaya busanamu yang selalu up-to-date. Jangan hanya berpose di depan cermin, rekam momen cantikmu dalam balutan OOTD dengan smartphone yang dilengkapi kamera bermegapiksel besar.

Tak perlu sewa studio atau fotografer profesional, gunakan smartphone dan tripod atau bantuan sahabatmu untuk menangkap pose terbaikmu. Selain menggunakan kamar sebagai latar, jangan ragu untuk mencari lokasi seru buat berfoto, seperti café, taman kota, maupun jalanan yang bakal menunjang hasil foto kerenmu. Jangan sampai ketinggalan OPPO Reno3 yang punya fitur 5x Hybrid Zoom yang dapat mengabadikan momen fashion terbaikmu. Lewat fitur ini, pemotretan dari jarak jauh pun tetap terlihat tajam dan jernih, karena punya kemampuan 20x digital zoom.

Selfie super jernih di segala kondisi layaknya para selebriti

Hobi selfie ke mana pun pergi layaknya selebriti? Lagi nongkrong di café atau restoran, berlibur ke berbagai destinasi wisata, atau sekadar hangout bareng orang terdekat, selfie seakan jadi agenda wajib yang tak boleh dilewatkan. Sayangnya, kurangnya cahaya saat berada dalam ruangan atau di malam hari bikin hasil foto jadi tampak buram dan kurang jernih.

Walau bisa menggunakan aplikasi untuk edit hasil foto agar tampak lebih terang, tapi akan lebih baik jika sejak awal sudah memiliki hasil foto yang baik. Caranya, perhatikan sumber cahaya sebelum menggunakan smartphone untuk menjepret pose manis selfiemu. Sebaiknya gunakan cahaya alami dari sinar matahari atau manfaatkan lampu dalam ruangan yang cukup terang.

 

Penulis : Wuri Anggarini

Fimela.com

read more
Sains & Techno

Kemampuan Unik Perfect Pitch, Berhasil Tebak Nada Dalam Sekali Dengar

LANGITKU NETWORKS – Belum lama ini, muncul sebuah video yang memperlihatkan seorang produser sekaligus musisi dari grup Weird Genius bernama Gerald Gerald yang mampu menebak tangga nada hanya dalam sekali dengar saja.

Video berdurasi dua menit itu memperlihatkan teman Gerald yang sedang menantang sekaligus memperlihatkan aplikasi Tuner untuk mencocokan tebakan Gerald. Terlihat bahwa ia berhasil menebak semua nada yang dihasilkan–baik nada yang dikeluarkan oleh mulut, lagu, bahkan suara tiupan botol.

Tidak hanya itu, Gerald juga mampu mengulangi dan mampu meniru nada lagu dari Frad yang berjudul The Girl I Have a Crush On dengan ketukan keyboard.

Apa yang dilakukan oleh Gerald merupakan sebuah kemampuan musik langka yang disebut perfect pitch/absolut pitch.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Acoustical Society of America (Vol. 116, No. 4), perfect pitch adalah kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi nama huruf dari not yang terdengar. Sebuah kemampuan yang hanya dapat dilakukan 1 dari 10.000 orang Amerika Serikat.

Meski begitu, menurut studi Diana Deutsch, professor Psikologi dari University of California, sebetulnya semua orang memliki perfect pitch. Deutsch yakin, kemampuan seseorang mengenali sebuah nada musik hanya sekali dengar adalah efek samping dari kemampuan manusia sejak bayi.

Walaupun beberapa peneliti tidak sepakat dengan Deutsch yang mengatakan bahwa perfect pitch adalah efek samping, tapi ia yakin bahwa kemampuan tersebut dapat membantu seseorang untuk belajar bahasa asing dengan lebih mudah, contohnya Mandarin.

Orang dengan perfect pitch akan mudah mempelajari Bahasa Mandarin karena kata “ma” ketika diucapkan dengan nada tinggi artinya ibu. Sedangkan “ma” dengan nada rendah berarti rami (tumbuhan semak).

Namun, di sisi lain, penelitian baru tentang pengenalan nada bayi justru mendukung hipotesis Deutsch. Salah satunya ialah yang diterbitkan dalam Developmental Psychology (Vol. 37, No. 1).

Dalam penelitian tersebut, mereka menyatakan bahwa anak berusia 8 bulan dapat mengenali dan mengingat perfect pitch. Sementara, orang dewasa yang berbicara hanya mampu memperhatikan hubungan nada tanpa bisa mengingatnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa bayi yang tadinya mempunyai kemampuan perfect pitch pada satu titik tertentu akan kehilangan kemampuan tersebut, ungkap Jenny Saffran, Professor Psikologi dari University of Wisconsin-Madison.

Kesimpulan Saffran itu didapat dari hasil penelitian saat memperdengarkan serangkaian catatan novel menggunakan nada pada 20 anak yang berusia 8 bulan. Sekelompok bayi mendengarkan serangkaian nada yang sama dan kelompok bayi lainya mendengarkan rangkaian nada yang berbeda.

Bayi yang mendengar nada yang sama persis dari sebelumnya mampu mengenali nada lebih cepat satu detik dari kelompok bayi yang mendengarkan nada yang berbeda-beda.

Kemudian, bayi lebih memperhatikan suara yang dihasilkan dari catatan novel ketimbang suara lain yang baru mereka dengar. Oleh karena itu, didapatilah bahwa penelitian itu berkesimpulan bahwa bayi mengingat perfect pitch.

Di sisi lain, Saffran juga melakukan penelitian pada orang dewasa. Namun, mereka tidak bisa membedakan dan mengingat nada yang telah dibacakan. Dari sana, Saffran yakin bahwa di waktu bayi menuju dewasa, manusia akan berhenti memiliki kemampuan perfect pitch pada satu titik tertentu.

Professor Psikologi Universitas Bucknell Pennsylvania, Andrea R. Halpern tegas mengatakan bahwa memiliki kemampuan perfect pitch tidak menjamin seseorang menjadi seorang musisi yang baik.

Akan tetapi, catatan sejarah menunjukan bahwa J.S Bach, Ludwig Van Beethoven, dan Mozart memiliki kemampuan perfect pitch dan berhasil menjadi maestro.

Source : American Psychological Association
Penulis : 1
Editor : Gita Laras Widyaningrum
Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Terjawab! Waktu Terbaik untuk Berjemur adalah… Tidak Ada

LANGITKU NETWORKS – Perdebatan tentang waktu terbaik untuk berjemur seolah tak pernah mencapai titik temu. Broadcast-broadcast yang beredar di media sosial telah membuat netizen terbelah jadi 2 kubu: pendukung berjemur jam 10 ke atas, dan pendukung berjemur jam 10 ke bawah.

Sebelum latah ikut-ikutan bertengkar dan cakar-cakaran, yuk pelajari dulu teorinya. Dokter spesialis kulit dan staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNPAD/RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr R.M. Rendy Ariezal Effendi, SpDV, menjelaskan bahwa tujuan utama seseorang berjemur adalah untuk mendapatkan vitamin D yang baik untuk daya tahan tubuh.

“Kalau tujuannya untuk mendapatkan vitamin D, anjuran berjemur di atas jam 10 bisa saja dilakukan. Tapi dari sisi kesehatan kulit, ada risikonya,” kata dr Rendy dalam perbincangan dengan detikcom.

Berjemur di atas jam 10, di satu sisi dipercaya memberikan paparan ultraviolet B (UVB) paling maksimal. Paparan UVB itulah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Meskipun demikian, UV Index (UVI) umumnya sudah tinggi pada jam tersebut.

“Risikonya antara lain bisa flek atau tanning kalau tanpa pelindung seperti sunblock,” jelas dr Rendy.

“Selain itu, paparan sinar UVB yang terus menerus dan berlebihan tanpa proteksi dapat meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari,” tambahnya.

UV Index lebih menentukan

Menurut dr Rendy, tidak ada guideline yang secara spesifik menentukan waktu terbaik untuk berjemur. Banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya cuaca dan letak geografis. Jam 10 pagi di Jakarta misalnya, intensitas sinar mataharinya tentu berbeda dengan jam 10 pagi di Kopenhagen.

UV Index, disebutnya lebih relevan untuk dijadikan dipertimbangkan dalam memilih waktu terbaik untuk berjemur. Berjemur selama 15-30 menit ketika UV Index berada di angka 3-7, menurutnya cukup ideal dengan memperhitungkan rasio ‘risk and benefit’.

Bagaimana caranya mengetahui UV Index di suatu tempat? Ternyata gampang banget. Berbagai aplikasi perkiraan cuaca di smartphone umumnya sudah memberikan informasi cukup detail tentang berbagai indikator cuaca, termasuk UV Index.

Berarti mending berjemur pagi banget saat UV Index masih sangat rendah?

Nggak juga. Kalau terlalu pagi, intensitas UVB yang dibutuhkan oleh tubuh mungkin belum cukup. Butuh waktu lebih lama untuk mendapat manfaat yang sama, yang artinya makin lama pula terpapar ultraviolet lain yakni UVA.

“Untuk di negara tropis seperti Indonesia, berjemur sekitar pukul 9 pagi sudah cukup untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Berjemur cukup dilakukan sebanyak 3 kali seminggu, agar proses metabolisme vitamin D juga menjadi lebih efektif. Selain itu, sinar UVA memiliki gelombang yang lebih panjang dan dapat menembus lapisan kulit lebih dalam,” kata dr Rendy.

“Ultraviolet A ini yang menyebabkan penuaan dini atau photoaging” lanjutnya.

Tak cukup hanya dengan berjemur

Untuk mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, dr Rendy mengingatkan bahwa asupan nutrisi juga harus diperhatikan. Kebutuhan vitamin D, bagaimanapun tidak bisa dipenuhi hanya dengan berjemur.

Bahkan, ia tidak menganjurkan berjemur terlalu sering. Berjemur seminggu 3 kali menurutnya sudah cukup ideal, dengan syarat 60 persen permukaan tubuh terpapar, selama 15-30 menit, dan dengan kondisi UV Index di rentang 3-7. Jangan lupa, pakai sunblock agar kulit tidak terbakar.
AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

read more
DaerahNews

Pimpin Gugus Tugas Covid-19 Makassar Iqbal Suhaeb Turun Ke jalan Himbau Warga Tidak Berkerumun

LANGITKU NETWORKS, Makassar 

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar dipimpin  Penjabat Walikota Makassar Iqbal Suhaeb melakukan pemantauan sambil berkeliling di jalan-jalan protokol dalam wilayah kota Makassar.

Hal ini dilakukan guna memberikan himbauan kepada warga masyarakat agar tidak berkerumun dan segera pulang kerumah masing-masing. Didampingi  Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan beserta Komandan Kodim 1408/BS Makassar Kol (Inf) Andriyanto SE yang menjadi Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Makassar.

Sejumlah warung makan dan warung kopi yang terlihat ramai orang berkumpul di sambangi dan dihimbau  untuk segera kembali ke rumahnya masing-masing. Pemilik warung diminta hanya dibolehkan melayani pembelian “Take Away” saja dan tidak boleh lagi ada kursi dan meja yang disiapkan bagi pengunjung untuk tinggal berlama lama dan berkumpul.

“Tidak ada gunanya kita terapkan physical disgusting (Jaga jarak) selama ini, jika masih saja ada warga berkumpul di luar seperti ini. Makanya kita minta  warung makan boleh buka tapi hanya melayani pembelian “take away” saja, makanan nya di bungkus dan dimakan di rumah bersama keluarga. Demikian halnya dengan warung kopi, janganmi dulu memasang kursi dan meja untuk pembeli, kopinyakan bisa  dibungkus dan diminum di rumah” kata Iqbal usai memimpin patroli, Jumat Malam (3/4/2020).

Selama empat jalamanya Iqbal melakukan sosialisasi di sejumlah tempat keramaian dengan melibatkan personel gabungan, baik polisi, aparat TNI dan juga Satuan Polisi Pamong Praja Kota Makassar terlibat dalam sosialisasi ini.

Tokoh agama Ustad Heri juga ikut berkeliling bersama Iqbal  menyampaikan himbauan melalui pengeras suara meminta warga untuk segera pulang kerumah masing-masing.

Tidak hanya melakukan Sosialisasi himbauan untuk berkumpul Iqbal bersama timnya membagikan masker kepada warga di beberapa tempat. Sejumlah pejabat Pemkot Makassar juga terlihat hadir, yakni Kasatpol PP, Imam Hud, beserta Kabag Kesra, Aswis Badwi.

Sumber : Hidayat

 

 

 

read more
DaerahNews

Pemkot Makassar Gelar Rapid Test Massal

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar Rapid Test secara serentak di sejumlah Puskesmas dan delapan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Makassar. Penggunaan alat deteksi ini mulai dilakukan selama dua hari terakhir, khususnya wilayah yang dianggap rentang terjadinya penyebaran virus. Hal ini disampaikan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb saat berlangsung Virtual Meeting dengan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Amran Sulaiman di Posko Induk Info Covid-19 Makassar, Jumat (3/4/2020).

Menurut Iqbal, Sebanyak 1.300 alat Rapid test sudah terdistribusi ke puskesmas dan juga ke seluruh rumah sakit rujukan yang ada di Makassar. “Sejak kemarin alatnya sudah digunakan, dan terus berlanjut hingga hari ini. Kami petakan penggunaan alat ini berdasarkan prioritas kebutuhan, seperti untuk pasien ODP dan PDP yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, ini kita alokasikan sebanyak 700 an alat rapid test, dan selebihnya untuk petugas medis di puskesmas yang selama ini melakukan kontak dengan pasien, termasuk seluruh tenaga medis yang bekerja di ICU pada delapan rumah sakit rujukan” ujar Iqbal.

Sementara itu, terkait Alat Perlindungan Diri (APD) bagi para tenaga medis, Iqbal mengaku sudah mendatangkan sejumlah unit dan telah terdistribusi ke seluruh rumah sakit rujukan.

“Kami masih menunggu supply tambahan ADP dari Pemerintah Provinsi Sulsel sesuai yang telah di arahan pemerintah pusat terkait pemenuhan kebutuhan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19” lanjutnya.

Iqbal juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengalokasi anggaran pembelian Rapid Test di APBD 2020 sebanyak 25 ribu unit, masker sebanyak 3.500, alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis sebanyak 1.000 paket, serta Thermoscan infrared sebanyak 100 unit.

Adapun Rumah Sakit yang masuk rujukan pasien Covid-19 di Makassar yang mendapat suplai rapid test yakni RSUP Wahidin Sudirohusodo, RSU RS Universitas Hasanuddin, RSUD Labuang Baji, RS Tingkat II Pelamonia, RS Dr Tadjuddin Chalid, RSU Sayang Rakyat, RSU Dadi, serta RSU Haji.

Sumber : Hidayat

read more
Health

Bahan Alami yang Efektif untuk Mencuci Buah dan Sayur

LANGITKU NETWORKS – Fenomena merebaknya virus corona atau Covid-19 membuat masyarakat semakin waspada akan kebersihan diri dan lingkungan. Air dan sabun adalah senjata utama dalam memerangi Covid-19 masuk ke dalam tubuh.

Akan tetapi, bagaimana dengan kebersihan bahan makanan, seperti sayur atau buah, yang baru kita beli?

Haruskah kita mencucinya dengan sabun dan air layaknya kita mencuci tangan guna mencegah penyebaran virus corona?

Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, mencuci sayur dan buah sebelum dimasak atau disimpan adalah langkah penting untuk memastikan buah dan sayur aman dari pestisida dan bakteri, seperti salmonella, listeria, dan E. coli, yang biasa menempel pada buah dan sayuran.

Meminimalisir kontaminasi dari bahan makanan yang kita bawa dari luar rumah dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kita dan keluarga.

Cara paling umum untuk mencuci sayur dan buah adalah dengan mencucinya di bawah air mengalir.

Suatu penelitian membuktikan bahwa air mengalir terbukti mengurangi jumlah residu sembilan macam pestisida dari 12 pestisida yang diujikan.

Namun jika dibandingkan dengan air mengalir saja, studi tersebut juga mengungkapkan bahwa produk pembersih khusus terbukti lebih efektif dalam menghilangkan kontaminan.

Satu hal yang perlu kita perhatikan ketika membersihkan buah dan sayuran adalah jangan mencucinya dengan sabun yang biasa digunakan untuk mencuci tangan atau mandi.

Jangan pula menyemprotkannya dengan alkohol atau cairan disinfektan. Keduanya tidak aman untuk digunakan sebagai pembersih makanan karena bisa ikut termakan dan dapat mengakibatkan gangguan pencernaan hingga keracunan.

  1. Mencuci dengan sabun dan air boleh saja selama sabunnya bertaraf food grade yang bisa dilihat di kemasannya.

Status food grade menandakan bahan-bahan yang terkandung dalam sabun tersebut aman untuk digunakan langsung pada bahan makanan.

Tapi tahukah Anda, selain bahan kimia seperti sabun, bahan-bahan alami yang ada di dapur pun tak kalah efektif dalam membersihkan sayur dan buah dari kuman dan kotoran, lho.

Bahan-bahan alami untuk mencuci sayur dan buah

Kita dapat memanfaatkan beberapa bahan dapur berikut sebagai sabun alami untuk mencuci sayur dan buah yang baru dibeli,

1. Air cuka

  • Campurkan cuka ke dalam air dengan perbandingan 1 bagian cuka/3 bagian air. Contoh: 1 cangkir cuka dicampurkan ke dalam 3 cangkir air.
  • Rendam sayur dan buah selama 20 menit dalam larutan air cuka tersebut.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal penelitian Food Control, terbukti bahwa larutan air dan cuka yang dapat menghilangkan residu pestisida.

Menurut Dr. Floyd Woods dan DR. Joe Kemble, professor hotikultura di Auburn University, cuka aman digunakan untuk mensanitasi permukaaan buah dan sayur.

Akan tetapi, tingkat efektivitasnya dipengaruhi kadar cuka dalam larutan, suhu air, serta luas area sayur dan buah yang terkena larutan tersebut. Oleh karena itu, pastikan untuk mengikuti takaran dan waktu rendam yang telah disarankan.

2. Air garam

  • Campurkan garam ke dalam air dengan perbandingan 1 bagian garam/10 bagian air. Contoh: 1 sendok garam dicampurkan ke dalam 10 sendok air.
  • Rendam sayur dan buah selama 20 menit dalam larutan air garam tersebut.

Masih dari penelitian yang sama dari Food Control, para peneliti juga menguji larutan air garam 10 persen yang terbukti efektif untuk menghilangkan residu pestisida.

Di antara air mengalir dan larutan air cuka, larutan air garam 10 persen lebih efektif dalam membersihkan sayur dan buah, serta dianggap lebih murah secara biaya jika dibandingkan larutan air cuka.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari cara ini dan gunakan cara lainnya sebagai alternatif untuk membersihkan buah dan sayuran.

3. Air baking soda/soda kue

  • Campurkan 8,5 gr (sekitar 2 sendok teh) soda kue ke dalam 1 liter air
  • Rendam sayur dan buah selama 12-15 menit dalam larutan soda kue.

Sebuah jurnal dari Agriculture and Food Chemistry yang meneliti penggunaan air soda kue, mengungkapkan bahwa dibandingkan air keran dan cairan pemutih, soda kue terbukti paling efektif membersihkan buah dan sayurdari residu pestisida.

Pada buah seperti apel, soda kue bereaksi tak hanya di permukaan namun juga membersihkan hingga ke bawah kulit apel.

Mencuci buah dan sayur dapat menangkis corona?

Berdasarkan pernyataan Departemen Pertanian Amerika Serikat terkait virus corona dan makanan, belum ada laporan yang menyebutkan Covid-19 dapat ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan.

Oleh karena itu, meskipun terbukti efektif dalam mengurangi residu pestisida dan kelompok mikroorganisme tertentu, penelitian khusus mengenai efek mencuci sayur dan buah pada Covid-19 belum ada yang dilaporkan.

Sebagai alternatifnya, kita tetap disarankan untuk menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan setelah berbelanja dan memegang kemasan.

Pindahkan bahan makanan ke dalam kontainer yang ada di rumah dan pisahkan dari kemasannya.

Jangan lupa untuk kembali membersihkan tangan sebelum dan sesudah memasak, atau ketika akan makan dan sesudahnya.

Editor : Wisnubrata

Sumber : SehatQ

 

read more
1 261 262 263 264 265 272
Page 263 of 272