close

Health

Health

6 Manfaat Jus Bayam untuk Kesehatan, Baik Dikonsumsi Rutin

LANGITKU.NET, Jakarta – Bayam termasuk jenis sayuran hijau yang dapat dinikmati dalam berbagai cara, termasuk dijadikan minuman sehat yang baik untuk dikonsumsi secara rutin.

Jus bayam kini cukup populer di kalangan pencinta pola makan sehat karena cukup mudah diolah dan banyak mengandung nutrisi penting.

Jenis sayuran ini pun menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari mengontrol gula darah hingga mencegah kanker.

Manfaat konsumsi jus bayam

Meminum jus bayam secara rutin rupanya mampu memenuhi asupan protein, vitamin serta mineral harian.

Berikut adalah sejumlah manfaat dari meminum jus bayam secara rutin, seperti dikutip dari laman Antara.

1. Mengontrol gula darah

Bayam merupakan salah satu sumber antioksidan yang sempurna, terutama karena kandungan alpha-lipoic acid yang membantu meningkatkan kadar insulin tubuh.

Jika dikonsumsi secara rutin, sayuran ini mampu mengurangi risiko pengembangan neuropati perifer serta menurunkan kadar glukosa dalam darah.

2. Menjaga kesehatan mata

Mengonsumsi jus bayam secara rutin mampu meningkatkan kinerja penglihatan seseorang, karena sayuran ini banyak mengandung beta karoten, lutein, dan zeaxanthin.

Ketiga komponen tersebut masing-masing berperan dalam perkembangan penglihatan khususnya perkembangan makula. Makula membantu mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke mata, sehingga mampu menurunkan risiko degenerasi mata.

3. Bebas jerawat

Rutin mengonsumsi jus bayam dapat membantu memperbarui sel-sel tubuh, terutama rambut dan kulit karena terhidrasi dengan baik.

Jus bayam yang kaya akan antioksidan mampu membuat kulit menjadi lebih sehat.

4. Mendukung pertumbuhan rambut

Tingginya kadar vitamin A, B, C yang dikandung bayam membantu merangsang pertumbuhan rambut.

Orang dengan masalah rambut rontok bisa mendapatkan manfaat yang signifikan ketika rutin mengonsumsi jus bayam.

5. Mencegah kanker

Kanker berasal dari beberapa faktor, termasuk efek karsinogenik dari amino heterosiklik. Karsinogen ini berasal dari area terbakar pada makanan yang dipanggang dengan suhu tinggi.

Tingginya klorofil yang terkandung dalam jus bayam, secara efektif mampu menghambat amino yang dapat menyebabkan kelainan pada sel yang kemudian berkembang menjadi kanker.

6. Tidak mudah lelah

Tingginya kandungan vitamin dan mineral dalam jus bayam dapat membantu tubuh beregenerasi dan bangkit kembali meskipun telah melakukan pekerjaan rumah atau beberapa aktivitas yang biasanya melelahkan. Keseimbangan tubuh secara keseluruhan terjaga 100 persen berkat komponen jus bayam seperti magnesium dan folat.

read more
Health

Jangan Makan Kebanyakan! 5 Makanan Ini Merusak Otak

LANGITKU.NET, Jakarta – Kesehatan otak perlu dijaga dengan konsumsi makanan yang tepat. Hindari terlalu banyak konsumsi 5 makanan ini karena merusak otak.
Pola makan begitu mempengaruhi kesehatan organ tubuh, termasuk otak. Beberapa jenis makanan diketahui dapat meningkatkan fungsi otak, seperti dark chocolate, alpukat, dan brokoli.

Namun selain itu, beberapa makanan memiliki efek sebaliknya. Konsumsi makanan ini dapat merusak otak dalam cara melemahkan kecerdasan, mempengaruhi daya ingat, dan suasana hati.

Karenanya batasi konsumsi makanan-makanan yang bersifat merusak otak. Berikut makanan yang merusak otak:

1. Makanan yang digoreng

Ayam goreng dan kentang goreng tidak hanya akan memperlebar lingkar pinggang Anda, tapi juga bisa berdampak buruk bagi otak Anda.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2016 di Journal of Nutritional Science, orang yang mengonsumsi banyak gorengan mendapat nilai buruk pada tes kognitif yang mengevaluasi pembelajaran, memori, dan fungsi otak. Sebaliknya, mereka yang mengonsumsi lebih banyak makanan nabati mendapat skor lebih tinggi.

“Para ilmuwan berpendapat hal ini mungkin ada hubungannya dengan peradangan dan pengurangan ukuran jaringan otak,” kata ahli gizi Kristin Kirkpatrick dikutip dari The Healthy.

“Saat Anda melihat aspek dari salah satu penelitian otak yang hebat-diet MIND-dengan jelas terlihat makanan mana yang dapat menyebabkan atau mengurangi peradangan di otak.

2. Gula tambahan

Gula tambahan termasuk berbagai minuman manis dan minuman kemasan.

Anda mungkin tahu untuk menjauhi minuman ringan, minuman karbonasi dan lainnya. Namun jauhi juga mewaspadai minuman jus buah kemasan, minuman berenergi, dan teh manis kemasan.

Alasan yang sama mengapa soda termasuk makanan buruk bagi otak Anda: gula.

“Gula dalam jumlah tinggi menyebabkan kerusakan saraf” karena memicu peradangan, kata Wesley Delbridge, ahli gizi dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 di Alzheimer’s & Dementia mendukung hal tersebut. Para peneliti menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi minuman manis cenderung memiliki daya ingat yang lebih buruk, volume otak keseluruhan yang lebih kecil, dan hipokampus yang jauh lebih kecil-bagian otak yang penting untuk pembelajaran dan memori-dibandingkan mereka yang tidak. Hindari minuman yang dimaniskan dengan gula. Daripada jus buah atau teh manis, cobalah air manis atau teh dengan irisan jeruk, lemon, atau limau.

3. Karbohidrat olahan

Nasi putih, roti putih, pasta putih, dan makanan olahan lainnya dengan indeks glikemik tinggi tidak hanya menyebabkan lonjakan besar gula darah, tetapi juga termasuk makanan buruk bagi otak Anda. Secara khusus, makanan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental Anda.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 di The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan risiko depresi pada wanita pascamenopause. Sebaliknya, wanita yang mengonsumsi lebih banyak laktosa, serat, buah, dan sayuran menunjukkan penurunan gejala depresi secara signifikan.

Tukar karbohidrat putih dengan karbohidrat kompleks seperti roti gandum, beras merah, quinoa, barley, dan farro. Semua makanan ini mengandung serat, yang memelihara bakteri usus dan mengatur peradangan-semuanya baik untuk kesehatan otak Anda.

4. Daging olahan dan daging proses

Jika suka makan daging olahan, Anda mungkin berisiko lebih besar terkena demensia, menurut sebuah penelitian pada bulan April 2020 yang diterbitkan di Neurology. Ini juga menjadi salah satu makanan merusak otak.

Meskipun penelitian tersebut tidak membuktikan sebab dan akibat, para peneliti menemukan bahwa demensia lebih sering terjadi pada partisipan yang mengonsumsi daging olahan, seperti sosis, daging yang diawetkan, dan pâté. Orang tanpa demensia lebih cenderung mengonsumsi makanan yang beragam, termasuk buah-buahan, sayur-sayuran, makanan laut, dan unggas, menurut temuan tersebut.

“Meskipun data tentang lemak jenuhnya beragam, makanan olahan adalah cerita lain dan kemungkinan besar menjadi penyebab utama hasil (ini),” kata Kirkpatrick, seraya menambahkan bahwa hasil tersebut kemungkinan besar “terkait dengan pengurangan ukuran jaringan otak dan peradangan, yang mana berdampak pada kesehatan otak.”

5. Makanan cepat saji

Sebagai permulaan, tingginya kadar lemak jenuh yang ditemukan dalam burger dan kentang goreng berminyak dapat mempersulit melawan plak penyebab Alzheimer.

Ditambah lagi, kadar natrium yang ditemukan pada rata-rata makanan cepat saji dapat menyebabkan kabut otak.

Tekanan darah tinggi, sering kali disebabkan oleh terlalu banyak makan makanan asin, dapat membatasi aliran darah ke otak dan berdampak negatif pada fokus, keterampilan organisasi, dan memori, menurut tinjauan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2016 di Hypertension.

Untuk menghentikan kebiasaan makan cepat saji, Kirkpatrick menyarankan trik ini: “Mulailah dengan mengubah apa yang Anda pesan,” katanya.

“Hindari pilihan yang digoreng dan pilihlah lebih banyak biji-bijian dan tanaman. Kemudian ubah jumlah hari Anda pergi (untuk makanan cepat saji) menjadi setengahnya.”

 

 

 

 

 

 

source : food.detik.com

read more
Health

Main Piano Bisa Tingkatkan Memori dan Fungsi Otak

LANGITKU.NET, Jakarta – Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Geriatric Psychiatry menunjukkan bahwa menyanyi dan memainkan alat musik, khususnya piano, dikaitkan dengan peningkatan memori dan fungsi eksekutif otak.

Dikutip laman Medical Daily, Selasa 30 Januari 2024, terlibat dalam musik membantu seseorang mengatasi stres, kecemasan, dan tekanan darah serta dapat meningkatkan kualitas tidur, suasana hati, dan kewaspadaan mental.

Para peneliti di balik penelitian berskala besar juga mengatakan bahwa paparan musik seumur hidup dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kesehatan otak seseorang di usia tua. “Menjaga otak tetap aktif selama hidup telah dikaitkan dengan peningkatan cadangan kognitif, sehingga mengurangi risiko kerusakan kognitif di usia tua. Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi hubungan potensial antara musikalitas dan kognisi,” tulis para peneliti.

Penelitian ini merupakan bagian dari Protect, sebuah kelompok studi online di Inggris yang meneliti bagaimana otak yang sehat menua dan mengapa orang terkena demensia. Untuk penelitian saat ini, para ahli meneliti lebih dari seribu orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun untuk memperkirakan manfaat kesehatan otak dari memainkan alat musik dan bernyanyi dalam paduan suara.

Manfaat menyanyi bagi kesehatan otak juga bisa disebabkan oleh faktor sosial menjadi bagian dari paduan suara atau kelompok, kata para peneliti. “Secara keseluruhan, kami berpendapat bahwa bermusik dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak, menjadi cara untuk memanfaatkan ketangkasan dan ketahanan otak, yang dikenal sebagai cadangan kognitif,” kata profesor penelitian demensia di Universitas Exeter Anne Corbett, dalam siaran persnya.

Corbett menambahkan meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki hubungan ini, temuan ini menunjukkan bahwa mempromosikan pendidikan musik akan menjadi bagian berharga dari inisiatif kesehatan masyarakat untuk mempromosikan gaya hidup yang melindungi kesehatan otak, seperti halnya mendorong orang lanjut usia untuk kembali ke musik di kemudian hari.

Kegiatan grup musik bagi penderita demensia merupakan bukti besar dan pendekatan ini dapat diperluas sebagai bagian dari paket penuaan yang sehat bagi orang lanjut usia agar mereka dapat secara proaktif mengurangi risiko dan meningkatkan kesehatan otak.

 

 

 

 

source : cantika.com

read more
Health

Kalori atau Karbohidrat, Mana yang Bikin Gemuk?

LANGITKU.NET, Jakarta – Apa sebenarnya yang bikin gemuk, kalori atau karbohidrat?
Umumnya, karbohidrat selalu dianggap jadi biang kerok kenaikan berat badan. Dengan hipotesa itu, maka berarti untuk menurunkannya, Anda perlu memangkas asupan karbohidrat. Misalnya, dengan asal saja tidak mengonsumsi nasi.

Tapi, ada juga nasehat yang menyebut bahwa cara tercepat menurunkan berat badan adalah menghitung dan memangkas kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Mengutip Scientific American, gemuk, obesitas, atau kelebihan berat badan bisa terjadi karena ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang dikeluarkan.

Sederhananya, Anda makan terlalu banyak dan jarang bergerak. Artinya, kalori dari protein, karbohidrat, atau bahkan lemak yang dimakan tidak dicerna dengan baik. Kondisi ini bisa memicu kenaikan berat badan.

Hal ini dicontohkan misalnya dengan saran untuk mengonsumsi makanan rendah kalori saat sedang menjalankan program diet.

Sementara karbohidrat, meski kerap dikaitkan dengan kadar lemak, namun tak bisa secara langsung bertanggung jawab sepenuhnya atas penurunan berat badan.

Kendati demikian, Anda tetap dipersilakan jika ingin mengurangi asupan karbohidrat dalam batas wajar seperti mengurangi konsumsi nasi.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa baik karbohidrat dan kalori punya peran penting untuk proses penurunan berat badan. Saat dikonsumsi berlebih, keduanya bisa menaikkan berat badan.

Satu-satunya cara untuk mencegah penambahan berat badan adalah dengan membakar kalori setidaknya sebanyak yang Anda makan.

Rata-rata wanita membakar sekitar 2 ribu kalori per hari melalui fungsi tubuh dan aktivitas fisik. Sedangkan rata-rata pria membakar sekitar 2.500 kalori per hari.

Pasalnya, saat jumlah yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada yang dibakar, kalori akan menumpuk sebagai lemak.

Demikian penjelasan mengenai apa yang bikin gemuk, kalori atau karbohidrat. Semoga membantu.

 

 

 

 

source : cnnindonesia.com

read more
Health

Hindari Makan Pisang Sebelum Tidur, Ini Efek Buruknya

LANGITKU.NET, Jakarta – Pisang terkenal sebagai buah ideal untuk dikonsumsi kapan pun. Namun ternyata mengonsumsinya sebelum tidur tidak disarankan pakar karena alasan ini.
Membicarakan buah praktis, enak, dan penuh nutrisi, tak bisa meninggalkan pisang yang jadi favorit banyak orang. Pisang bahkan jadi buah andalan pelaku hidup sehat saat ingin melahap camilan bernutrisi.

Mengonsumsi pisang ternyata ada aturannya untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Salah satunya tidak makan pisang tepat sebelum ingin tidur.

Seperti dikutip dari Mirror UK (16/5), pakar tidur dari sleepjunkie.com menjelaskan pisang memang bisa dikonsumsi kapan pun, tapi memakannya dekat dengan waktu tidur bisa memicu tidur tak nyenyak dan mimpi buruk.

Menurut pakar tidur, hal itu karena kandungan melatonin pada pisang. “Pisang mengandung magnesium dalam jumlah tinggi yang bantu membuat otot relaks dan menenangkan tubuh. Banyak orang pun merasakan efek menenangkan itu pada malam hari. Namun, pisang juga memproduksi banyak melatonin yang bisa memicu efek berlawanan,” kata pakar tidur di sleepjunkie.com

adi, pakar tidur yang pro akan teori ini, lebih memilih makan pisang satu sampai dua jam sebelum tidur. Hal ini agar ritme sirkadian tidak terganggu dan imajinasi seseorang tidak aktif yang berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Meskipun begitu, pakar kesehatan lain ada yang tidak terlalu meyakini teori tersebut. Salah satunya Fergus Smithers selaku pimpinan divisi makanan dari layanan resep nabati, Grubby.

Menurutnya pisang ideal dikonsumsi sebelum tidur, begitu pun dengan kiwi. “Kiwi penuh kandungan serotonin, neurotransmitter yang mengatur siklus tidur, membuat Anda tidur lebih nyenyak,” katanya.

“Demikian pula dengan pisang yang mengandung magnesium, potasium, dan triptofan, yang membantu relaksasi otot dan meningkatkan kualitas tidur. Pisang juga sangat tinggi serat, membuat Anda merasa kenyang dan puas sebelum tidur,” tutup Smithers.

 

 

 

 

source : food.detik.com

read more
Health

Kurangi Asupan Garam Belum Tentu Ampuh Atasi Hipertensi, Ini Wanti-wanti Dokter

LANGITKU.NET, Jakarta – Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit mematikan yang dianggap ‘silent killer’ karena sering dialami tanpa keluhan. Dalam banyak kasus, hipertensi juga menjadi penyebab penyakit mematikan lain seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke.
Salah satu penyebab tekanan darah tinggi pada seseorang adalah tingkat konsumsi garam harian yang berlebihan. Anjuran konsumsi garam harian per orang adalah 5 gram.

Namun kini yang menjadi pertanyaan adalah apakah membatasi konsumsi garam sudah cukup untuk mencegah penyakit hipertensi? Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH mengatakan bahwa membatasi jumlah konsumsi garam tidak cukup untuk mencegah hipertensi.

“Jadi dengan hanya membatasi konsumsi garam itu tidak cukup untuk mencegah penyakit hipertensi. Karena banyak faktor yang harus diperhatikan,” ucap dr Tunggul.

dr Tunggul menjelaskan ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hipertensi. Di antaranya, kondisi berat badan berlebihan dan jarang berolahraga.

“Memiliki keluarga yang mengidap hipertensi juga meningkatkan risiko. Jadi harus memperhatikan keseluruhannya. Kalau misalnya gemuk, jadi bukan hanya garam saja. Perlu rutin olahraga juga salah satu pencegahannya,” bebernya.

Adapun lebih lanjut, dr Tunggul menekankan bahwa hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah. Ia meminta masyarakat terus melakukan gaya hidup sehat agar hipertensi tidak berdampak lebih parah bagi kesehatan.

“Harus disadari hipertensi itu bisa dicegah. Kalau dia sudah didiagnosis, hipertensi itu bisa dikendalikan. Kendalikan tekanan darahmu sebelum hipertensi yang mengendalikan,” ujar dr Tunggul.

“Bila tak ditangani, hipertensi bisa merusak pada pembuluh darah, jantung, ginjal, otak, mata semua kena kalau sudah hipertensi. Kalau sudah kena, mengembalikannya pasti susah,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

source : health.detik.com

read more
Health

Kolesterol Nanjak Tapi Pengin Makan Udang? Boleh Saja, Begini Tipsnya

LANGITKU.NET, Jakarta – Penggemar makanan laut kadang tidak bisa meredam keinginannya untuk mengonsumsi beragam makanan yang tinggi kolesterol. Di samping kaya akan kandungan gizi seperti omega-3, seafood seperti beberapa jenis ikan dan udang memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi.
Namun tak perlu khawatir, pengidap kolesterol tinggi juga boleh-boleh saja makan udang. Tapi harus memperhatikan cara memasak dan porsi makannya.

“Kalau mau makan udang, sekali seminggu boleh. Kalau kolesterol tinggi, masaknya jangan yang digoreng. Ambil yang ditumis aja tapi jangan sausnya ditaruh di nasi ya,” ujar spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF.

Dikutip dari laman P2PTM Kemenkes RI, udang adalah salah satu makanan tinggi kolesterol yang konsumsinya harus dibatasi. Udang diketahui memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Setidaknya 195 mg kolesterol terkandung dalam setiap 100 mg udang.

Kandungan kolesterol dalam satu ons udang setidaknya ada 55 mg dan satu ekor udang yang cukup besar memiliki kandungan kolesterol sekitar 11 mg.

Saat ingin mengonsumsi makanan laut, jangan lupa juga untuk memesan makanan berserat sebagai pendamping hidangan seafood kamu. Serat dapat membantu menurunkan kolesterol dengan mengikat asam empedu.

Selain itu, berikut beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan kolesterol pasca makan seafood:

  • Biji-bijian gandum dan berbagai jenis serelia dengan kulit ari yang masih utuh.
  • Kacang-kacangan seperti kacang merah dan almond.
  • Buah apel, anggur, dan jeruk yang kaya kandungan pektin, sebagai serat larut yang menekan LDL.
  • Mengonsumsi kedelai dan produk olahan dari kedelai, seperti tempe, tahu dan susu kedelai.
read more
Health

Cara Mengurangi Mata Minus yang Efektif

LANGITKU.NET, Jakarta – Penggunaan gawai secara terus menerus menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mata minus. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehingga membuat Anda tidak nyaman.
Untuk mengurangi mata minus sebenarnya dapat dilakukan dengan tindakan medis atau alami. Mau tahu bagaimana caranya? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Mata Minus?

Dikutip dari American Optometric Association, mata minus atau miopi adalah sebuah kelainan refraktif mata berupa citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika mata tidak dalam keadaan akomodasi. Miopia dapat terjadi karena bola mata yang terlalu panjang atau karena kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram.

Mata minus biasanya dapat terjadi karena beberapa faktor, baik dari faktor genetik, penggunaan elektronik, dan faktor lainnya. Beberapa orang akan merogoh kocek lebih dalam untuk tindakan medis seperti operasi. Namun mata minus juga dapat disembuhkan dengan cara alami.

Cara Mengurangi Mata Minus
Mata minus sebenarnya tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, ada tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengurangi mata minus agar tidak semakin parah.

Dilansir dari American Optometric Association, tindakan medis yang dapat dilakukan untuk mengurangi mata minus sebagai berikut.

1. Menggunakan Lensa Korektif
Anda dapat memilih dua macam lensa korektif yaitu, kacamata atau lensa kontak. Alat bantu penglihatan ini tanpa harus melalui prosedur pembedahan.

Lensa kontak digunakan langsung pada selaput mata, sedangkan kacamata digunakan pada bagian luar. Lensa khusus tersebut bekerja dengan mengarahkan fokus cahaya agar jatuh tepat di retina. Dengan begitu, penglihatan pengguna lensa korektif ini jadi lebih jelas.

2. Operasi
Saat kacamata atau lensa kontak dinilai kurang efektif pada tingkat mata minus yang tinggi. Operasi bisa jadi pilihan untuk mengurangi mata minus.

alah satu jenis operasi yang paling umum untuk mengurangi minus mata adalah LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis). Pada prosedur ini, dokter terlebih dulu akan membuat sayatan kecil di kornea mata pasien. Lalu lapisan tipis yang berada di tengah kornea akan diangkat menggunakan laser, agar bentuk kornea kembali normal dan penglihatan pun membaik.

Cara Merawat Mata Minus Secara Alami
Cara yang paling efektif untuk menyembuhkan kondisi mata minus sebenarnya hanya dengan tindakan medis lasik atau sejenisnya. Namun, kamu bisa menjaga kondisi mata agar tidak makin parah dengan beberapa cara alami berikut.

1. Konsumsi Wortel
Sudah rahasia umum jika wortel memiliki kandungan vitamin A yang berguna untuk menjaga kesehatan mata. Tapi jangan berharap jika sayuran ini bisa mengurangi minus mata.

“Kalau makan wortel sehari satu kilo, bola matanya berubah atau tidak? ya nggak. Jadi tidak ada hubungan antara makanan dan gangguan kacamata,” kata dr Setiyo Budi Riyanto, spesialis mata dari Jakarta Eye Center.

“Mau tiap hari makan wortel, pasti tetap berkacamata kalau tidak dibenahi,” sambungnya.

2. Latihan Fokus Menggunakan Telunjuk
memfokuskan penglihatan mata pada suatu titik untuk menjaga mata minus tidak semakin parah. Gunakan jari telunjuk sebagai fokus titik penglihatan kemudian alihkan fokus ke objek yang jauh di belakang telunjuk.

Lakukan cara ini tanpa melirik arah lain dan menggeser kepala. Ulangi hingga 10 kali sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam merawat mata.

Itulah beberapa cara mengurangi mata minus secara efektif. Jika ragu, silahkan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

 

 

 

 

 

sumber : Hanif Hawari – detikHealth

read more
Health

Anak Kos Merapat! Sahur Pakai Mi Instan Boleh-boleh Saja, Asal…

LANGITKU.NET, Jakarta – Mi instan adalah makanan yang sering dikonsumsi banyak orang. Mi instan menghasilkan banyak kalori yang membuat orang cepat kenyang. Mi instan pun turut menjadi salah satu menu sahur. Ada hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi mi instan kala sahur. Apa saja?

Spesialis gizi dr Christopher Andrian, M Gizi, SpGK dari RS Siloam TB Simatupang menjelaskan komposisi yang dominan dalam sebungkus mi instan adalah karbohidrat dan lemak. Kalori yang dihasilkan mi instan cukup besar, yaitu 300-400 kalori.

“Kalau kita sudah tahu komposisi yang tinggi itu karbohidrat dan lemak, yang kurang apa? Protein dan serat. Itu yang harus kita lengkapi,” ujar dr Christopher.

Orang boleh saja mengonsumsi mi instan saat sahur, terlebih dalam keadaan mendesak. Namun, sebaiknya mi instan tidak dikonsumsi rutin setiap hari.

“Kalau kemarin sudah mi instan, ya sahur hari ini jangan mi instan lagi. Kalau mi instan lagi gimana? Makannya jangan 1 porsi untuk sumber karbohidrat. Bagi 2 deh 1 bungkus. Tambahin sumber protein, sayuran. Balance nggak? Tetap balance karena mi itu pengganti nasi. Selama jangan makan nasi pakai mi. Berat badan naik. Kolesterol pasti naik kalau itu,” terangnya.

Lebih lanjut, dr Christopher mengungkapkan selama bulan puasa asupan kalori harian harus tetap sama seperti tidak puasa agar total kebutuhan gizi harian terpenuhi. Hal yang membedakan hanya jam makan saja. Sebelum Ramadan, biasanya orang sarapan, makan siang, makan malam, dan disertai cemilan. Sementara itu, selama Ramadan makan hanya pagi (sahur) dan malam (buka puasa).

“Bagaimana caranya kita tetap memenuhi kebutuhan harian total dalam 2 kali makan itu? Setiap kali makan besar sahur disarankan untuk makan yang proper dengan porsi yang seimbang. Ada karbohidrat, protein, lemak, serat sama seperti makan saat berbuka puasa. Jadi komposisinya komplit,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

source : health.detik.com

read more
Health

Asam Lambung alias GERD Lagi Kumat, Harus Gimana? Ini Saran Profesor

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) merupakan kondisi yang terjadi saat asam lambung naik kembali ke saluran yang menghubungkan antara mulut dan perut yaitu kerongkongan atau esofagus. GERD ditandai dengan sensasi nyeri dan juga rasa terbakar (heartburn) pada dada dan mulut terasa pahit.
Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, dokter spesialis gastroenterologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) menjelaskan bahwa GERD atau asam lambung bisa disembuhkan apabila pasien melakukan perubahan gaya hidup dan menghindari faktor risiko GERD.

“Beberapa faktor risiko yang memang dapat meningkatkan risiko terjadinya GERD adalah obesitas, hernia hiatal, kehamilan, pengosongan lambung yang terlambat dan skleroderma,” kata dr Ari dalam virtual media briefing, Kamis (10/2/2022).

“Kekambuhan dari GERD juga dapat dipicu oleh beberapa aktivitas seperti merokok, mengkonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus, makan di waktu yang terlalu larut, mengkonsumsi makanan yang berlemak atau digoreng, mengkonsumsi minuman atau makanan berkafein, serta mengkonsumsi obat tertentu seperti aspirin,” sambungnya.

Lebih lanjut, dr Ari menjelaskan tindakan pertolongan pertama pada pasien GERD atau asam lambung apabila gangguannya sedang kambuh.

1. Tetap tenang
Tetap tenang memungkinkan pasien tidak berisiko jatuh atau mengalami kecelakaan lain saat menahan perasaan tidak sakit dan tidak nyaman. Pasien bisa duduk atau memilih posisi lain yang memudahkannya tetap rileks dan tenang, diikuti dengan menarik napas.

2. Minum air hangat
Mengonsumsi air sebaiknya tidak bersuhu terlalu panas atau dingin. Air bersuhu hangat bisa membantu menimbulkan rasa nyaman di perut saat GERD kambuh.

3. Minum air gula
Air gula bermanfaat untuk penyakit GERD atau asam lambung karena dapat membantu dalam mengatasi kondisi naiknya asam lambung tersebut, sehingga tidak menyebabkan kondisi yang lebih berbahaya lagi. Caranya cukup meminum larutan air gula jawa atau air gula aren yang memiliki kandungan riboflavin.

4. Konsumsi obat antasida
Menurut dr. Ari obat antasida yang dijual bebas di warung misalnya, bisa dikonsumsi saat asam lambung atau GERD sedang kambuh. Obat ini bersifat menetralkan asam yang bisa mengurangi gejala gangguan tersebut.

5. Pilih makanan yang lembut dengan rasa netral
Yang dimaksud rasa netral adalah makanan yang tidak terlalu asam, asin, atau pedas dengan tekstur yang lembut. Rasa yang cenderung netral dapat menurunkan risiko peningkatan produksi asam lambung. Sebelum makan sebaiknya konsumsi obat anti sekresi yang menghambat produksi asam lambung.

 

 

 

 

 

 

source : detik health

read more
1 2 3 4 14
Page 2 of 14