close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Disaksikan Wagub Sulsel, BNPB Kerja Sama Unhas Dalam Pendampingan Ekonomi Pasca Bencana

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dalam rangka pembinaan pendampingan ekonomi di daerah pascabencana di wilayah Sulawesi Selatan, Badan penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Pusat penelitian bersama pengembangan (Puslitbang) Universitas Hasanuddin untuk meningkatkan perkembangan perekonomian di wilayah terdampak.

Di Sulawesi Selatan sendiri dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Gowa, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Wajo.

Kegiatan Pembinaan Pendampingan Ekonomi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok usaha masyarakat sehingga mampu memulihkan dan meningkatkan ekonomi, pendapatan serta kesejahteraan masyarakat di daerah pascabencana.

Melalui kegiatan tersebut, BNPB menyalurkan bantuan stimulan sejumlah Rp 999.000.000,- dalam bentuk berbagai peralatan dan bahan produksi masyarakat.

Penyerahan stimulan ini diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi BNPB kepada Pemerintah Provinsi Sulsel dan diteruskan langsung Wagub Sulsel kepada Kabupaten terkait.

“Tahapan yang dimaksud tersebut antara lain persiapan, koordinasi dan sosialisasi ke Pemerintah Daerah, bimbingan teknis, peningkatan kapasitas kelompok usaha masyarakat/bentuk studi banding, fasilitasi legalitas kelompok usaha, temu bisnis dan rapat koordinasi, dan hari ini merupakan tahap akhir yaitu ekspose laporan akhir kegiatan,” Jelas Rifai, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rabu 11 November 2020.

Lebih lanjut Rifai berharap, program ini dapat berjalan dengan berkesinambungan melalui peran serta pemerintah daerah terkait dan bantuan swasta demi peningkatan kapasitas masyarakat Sulawesi Selatan.

“Besar harapan kami agar program ini dapat menginspirasi Pemerintah Daerah, swasta, dan universitas dalam melaksanakan pemulihan dan peningkatan ekonomi di daerah lainnya,” tutup Rifai

BNPB berharap semua stakeholder dapat menindaklanjuti hasil rencana tindak lanjut tersebut sehingga kegiatan pemulihan ekonomi ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah dan stakeholder terkait memberikan dukungan pada kelompok yang sudah dibina BNPB.

Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa diperlukan Intervensi yang terkoneksi dari Pusat, Provinsi, dan Kabupaten terkait sistem perbendaharaan serta pemeriksaan setelah bencana.

“Dibutuhkan UU kebencanaan dari hulu sampai hilir yang lebih spesifik. Semua aturan harus mengacu pada sistem kebencanaan dari hulu sampai hilir,” pungkasnya.

Mitigasi bencana perlu di edukasi kepada masyarakat, “Diperlukan sistem edukasi kepada masyarakat mengenai kebencanaan, jika edukasi baik, korban bencana bisa di minimalisir,” sambungnya.

Bagi Wagub Andi Sudirman Sulaiman, program ini merupakan loncatan besar bagi BNPB juga Unhas.

“Peran perguruan tinggi dalam tri dharma perguruan tinggi tercapai dalam kerja sama ini dan BNPB melakukan loncatan luar biasa. Bantuan ini sangat tepat, program ini harus betul betul sampai kepada Masyarakat,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor 4 Unhas, Bupati Wajo, PJ Bupati Gowa, dan PJ Bupati Soppeng, dan Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA BNPB.(jalu)

read more
DaerahNews

Siapa Penemu Internet?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Kehadiran internet mengubah segalanya. Berkat internet kita bisa berkomunikasi dengan banyak orang yang mungkin belum pernah kita temui secara nyata dari belahan dunia yang belum pernah pula kita kunjungi. Hebat bukan? Tapi tahukah kamu siapa penemu internet?

Mengutip History, jauh sebelum teknologi hadir untuk membangun internet, sudah banyak ilmuwan yang mengantisipasi kehadiran jaringan luas yang menghubungkan orang-orang. Nikola Tesla menyebutnya sebagai ‘world wireless system’ pada awal tahun 1900-an. Kemudian, hadir Paul Otlet dan Vannecvar Bush yang memahami sistem penyimpanan buku dan media yang dapat ditelusuri dan dimekanisasi pada tahun 1930-an dan 1940-an.

Namun, skema praktis pertama untuk internet baru mulai hadir pada 1960-an, ketika J.C.R. Licklider mempopulerkan gagasan ‘Jaringan Antargalaksi’ komputer. Tak lama kemudian, ilmuwan komputer mengembangkan konsep ‘packet switching’, sebuah metode untuk mentransmisikan data elektronik secara efektif yang kemudian menjadi salah satu blok bangunan utama internet.
Prototipe internet pertama yang bisa diterapkan ditemukan pada akhir 1960-an dari kreasi Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET). ARPANET menggunakan pengalihan paket untuk memungkinkan banyak komputer berkomunikasi di satu jaringan. Proyek ini awalnya didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Pada tanggal 29 Oktober 1969, ARPANET menyampaikan pesan pertamanya: komunikasi ‘node-to-node’ dari satu komputer ke komputer lain. Komputer pertama terletak di laboratorium penelitian di UCLA dan yang kedua di Stanford, masing-masing berukuran sebesar rumah kecil. Pesannya adalah ‘LOGIN’ tetapi tetap saja kurang maksimal dikarenakan komputer Stanford hanya menerima dua huruf pertama pesan tersebut.

Teknologi ini terus berkembang pada tahun 1970-an setelah ilmuwan Robert Kahn dan Vinton Cerf mengembangkan Transmission Control Protocol and Internet Protocol, atau TCP / IP, model komunikasi yang menetapkan standar bagaimana data dapat ditransmisikan antara beberapa jaringan.

ARPANET mengadopsi TCP / IP pada tanggal 1 Januari 1983, dan dari sana para peneliti mulai merakit jaringan-jaringan yang menjadi internet modern yang kita kenal saat ini. Dunia online makin dikenal pada tahun 1990, ketika ilmuwan komputer Tim Berners-Lee menemukan World Wide Web.

Meskipun sering disalahartikan sebagai internet itu sendiri, web sebenarnya hanyalah sarana paling umum untuk mengakses data secara online dalam bentuk situs web dan hyperlink.

 

 

source : Aisyah Kamaliah – detikInet

read more
DaerahNews

Dengarkan Aspirasi Warga, Prof Rudy Keliling Kecamatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Walikota Makassar, Prof Rudy secara rutin mendatangi satu persatu kantor kecamatan yang ada di wilayah Kota Makassar. Dalam kunjungannya, Prof Rudy selalu mengecek langsung kondisi pelayanan yang diberikan aparat kecamatan kepada masyarakat. Selain itu, Ia juga melakukan dialog dengan seluruh aparat kecamatan, lurah, Tripika, pengurus LPM dan juga ketua RT/RW, sekaligus mendengar kondisi ril yang dihadapi masyarakat dilapangan.

“Esensi pemerintahan itu bukan hanya menghabiskan anggaran APBD, tapi harus betul-betul bisa merealisasikan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat. Ketika saya menerima amanah ini (Pj Walikota Makassar), tugas paling utama yang dititipkan kepada saya yakni penanganan Covid-19 secara cepat dan efisien. Ini yang membuat saya berpikir siang malam, bahkan tidur pun dikepala saya hanya Covid dan bagaimana cara mengendalikannya” ujar Prof Rudy saat berbicara.

Bahkan menurutnya, lembaran draf peraturan walikota yang di sodorkan kepadanya sempat mengalami mengalami beberapa kali revisi sebelum di berlakukan.

“Saya ingat waktu itu draf perwali 36 yang disodorkan panjang dan berlembar-lembar. Saya baca isinya dan kupikir itu terlalu rumit dan akan sulit untuk diterapkan dilapangan. Akhirnya saya susun ulang narasinya, saya ringkas menjadi beberapa lembar saja. Demikian pula perwali 51 dan 53” ujar Prof Rudy.

Ditempat ini, Prof Rudy juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh aparat kecamatan, Tripika, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah berjuang bersama melawan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

“Secara perlahan, kita mulai menggerakkan kembali ekonomi masyarakat, seiring penerapan protokol kesehatan tetap berjalan. Saat ini kita lihat jalan raya sudah mulai padat, pusat-pusat perbelanjaan juga sudah ramai di datangi oleh masyarakat, aktifitas perhotelan sudah berdenyut kembali. Jika Makassar berhasil melakukan penanganan, maka 80 persen Covid Sulsel tertangani. Dulu, Sulawesi Selatan selalu berada di empat besar tertinggi penyebaran Covid di Indonesia. Alhamdulillah, saat ini Sulsel sudah turun ke peringkat 23. Ini juga ditandai penurunan status Makassar dari merah ke orange” lanjutnya.

Ditempat ini, sejumlah masyarakat juga menyampaikan sejumlah keluhan layanan publik, termasuk kondisi pasar terong yang dianggapnya masih semrawut.

“Kami sudah mengecek kondisi sejumlah pasar tradisional kita, dan memang beberapa diantaranya kondisinya cukup memprihatinkan. Makanya kita akan melakukan evaluasi kinerja terhadap jajaran PD pasar, termasuk menyiapkan beberapa pasar percontohan yang terstandarisasi” lanjut Prof Rudy.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

“Ini Bukan Festival” Akan Hadirkan Pertunjukan dan Workshop untuk Anak-anak

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Ada beragam pertunjukan dan workshop dalam gelaran “Ini Bukan Festival” yang ditujukan kepada anak-anak. Para seniman yang terlibat dalam kegiatan ini memang sengaja merancang kegiatan kepada segmen anak-anak. Tak hanya agar mereka bisa menikmati pertunjukan tapi juga bisa belajar langsung dari para seniman. “Ini Bukan Festival” merupakan kolaborasi lintas seniman yang akan diadakan di Etika Studio, mulai 15-21 November 2020.

“Kami akan menampilkan anak-anak yang bermain teater serta workshop teater anak-anak untuk guru-guru SD dan SMP,” kata sutradara teater Bahar Merdu, Sabtu, 7 November 2020.


Bahar Merdu menambahkan akan ada diskusi teater untuk menggagas festival teater anak-anak. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Sandiwara Petta Puang dan Grisbon. Selain itu, juga ada kolaborasi dongeng dan royong yang dibawakan sejumlah pendongeng kawakan. Muliadi atau akrab disapa Kak Mul menyampaikan, anak-anak tak hanya mendengar dongeng tapi juga mendapatkan tips dan kiat praktis mendongeng.

“Jadi anak-anak dan gurunya tak hanya datang mrnonton tapi juga bisa belajar dan berdiskusi,” kata pendongeng yang tergabung dalam Komunitas Dongkel Dinas Perpustakaan Kota Makassar ini.

Para pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai agenda sastra, mulai dari diskusi buku hingga pembacaan puisi dari Komunitas Puisi (KoPi) Makassar. Juga akan ada pertunjukan sastra lisan dari Asosiasi Pemuda Pelestari Bahasa Daerah (APPBD), yang akan menampilkan royong (lantunan kelahiran), tulkiama (senandung kematian) dan sinrilik.

“Kami juga mengadakan diskusi dengan tema sastra lisan dan dinamika persoalannya di era kekinian,” jelas Dr Asis Nojeng dari APPBD.

Musisi Bahar Karca mengatakan, dia dan teman-temannya akan menampilkan pertunjukan musik milenial dari anak-anak Grisbon, serta ngamen dari Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Makassar.

Panitia, khususnya PIC Pertunjukan, juga akan menyuguhkan monolog dengan aktor Arzety dari Maros, Ma’lino Dance yang menampilkan karya dan mengenang karya-karya Andi Ummu Tunru, dan tari Spirit of Bahine Kajang, Alfarabi Squad Bulukumba. Bakal tampil juga
Sanggar Seni Irikung Daeng Kamase, Sanggar Seni Rupa Tau, Batara Gowa, serta Bengkel Seni Bahasa dan Sastra Indonesia (BASSI) Universitas Muhammadiyah, Makassar.

Halim HD mengapresiasi event “Ini Bukan Festival” yang dinilai sebagai bentuk dinamika masyarakat urban yang tercipta melalui komunitas dan keberagaman. Menurutnya, posisi dan fungsi komunitas begitu penting untuk tetap menjaga tatanan nilai kebudayaan dengan visi keberagamannya.

“Melalui keberagaman nilai-nilai itulah warga kota tumbuh dan berkembang menjadi warga sebuah republik,” tegasnya.

Halim HD, Networking Kebudayaan, akan tampil dalam workshop dalam 3 sesi dengan tema berbeda. Yakni pengembangan komunitas dan jaringan kerja kebudayaan, komunitas sebagai basis sistem produksi, dan komunitas sebagai jaringan distribusi kreatif.

Sementara itu, Adam Nugraha, Koordinator Pelaksana “Ini Bukan Festival”, memastikan acara akan berlangsung sesuai jadwal, yakni 15-21November 2020. Hal.itu karena para seniman, baik perseorangan maupun yang mewakili sanggar dan komunitas menyatakan kesiapannya. Yakni, dari Rumah Seni Kasumba, Grup Sandiwara Pettapuang, Photonesia, Narasi Art Space, Aco Dance Company, Grisbon, Asosiasi Pemuda Pelestari Sastra Daerah, Bilul Art Love Jakarta, Galery de Lamacca Art, Lembaga Seni Budaya Batara Gowa, Komunitas Puisi (KoPi) Makassar, dan #kakmullbercerita.

Penanggung Jawab event “Ini Bukan Festival”, Irfan Djauri, mengatakan pihaknya akan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Karena itu, setiap kegiatan pengunjungnya dibatasi hanya maksimal 100 orang. Demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung. Apalagi sejumlah kegiatan akan dihadiri oleh anak-anak.(*)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Bahas Kepemimpinan Di Hadapan Aggota Pramuka Sulawesi Selatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar — “Selamat datang kakak, terimalah sambutan kami yang ingin maju bersama sama”, itulah sapaan anggota Pramuka sembari bertepuk tangan saat menyambut kedatangan Wagub Andi Sudirman Sulaiman

Wagub Sulsel hadir dalam Latihan pengembangan kepemimpinan tingkat daerah Sulawesi Selatan di gelar Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman hadir menjadi pemateri dengan topik Kepemimpinan.

Dengan mengangkat tema “Berproses menuju tingkat yang lebih matang” kegiatan tahunan ini di laksanakan di Aula Kantor BPSDM 2 Sulsel.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman yang juga Wakil Ketua Majelis Pembimbing daerah Pramuka Sulawesi Selatan menyampaikan Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menciptakan pemimpin yang lebih baik darinya.

“Manusia harus bisa mengeluarkan kemampuannya dan terarah lebih baik, begitupun pemimpin,” katanya, Sabtu 7 November 2020

Kejujuran akan melahirkan kepercayaan dalam memimpin sebab saat ini Imdonesia krisis moral kepemimpinan.

Dalam mejalankan kepemimpinan, kita harus menggunakan kecerdasaan otak dan percaya diri lalu jangan pernah malu untuk bertanya.

“Selalu berfikir out of the box,” tegasnya.

Dia berharap dengan segala potensi sumber daya manusia yang ada di Sulawesi Selatan akan lahir pemimpin muda yang mampu melahirkan karya untuk masyarakat.

“Kedepan, saya berharap akan lahir pemimpin muda yang jauh lebih baik dan jauh memikirkan masyarakat banyak,” harapnya.

read more
DaerahNews

Di Gelar Sederhana, Sittiara Jelaskan arti Logo dan Tema HUT Makassar ke 413

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Perayaaan Hari jadi Kota Makassar yang ke 413 digelar sederhana dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan menyusul pandemi Covid-19 yang masih mewabah di hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Kota Makassar.

Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Kota Makassar yang ke 413, Sittiara Kinang mengatakan bahwa pelaksanaan tahun ini digelar secara berbeda menyusul pandemi Covid-19.

“Meskipun digelar sederhana, namun semangat kebangkitan ekonomi ditengah cobaan wabah virus Corona tetap kita gaungkan di momentum hari jadi Kota Makassar kali ini. Hal ini juga tergambar pada pemilihan logo dan tema, yakni Adaptasi baru menuju gerbang Investasi dan Pariwisata” ujar Sittiara saat berbicara pada acara Dialog Rutin Walikota Makassar yang di gelar oleh Bagian Humas Pemkot Makassar di Cafe Shoxx Coffee, Jumat (6/11/2020).

Menurutnya, adaptasi baru merupakan bagian dari strategi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

“Kita tentu masih ingat beberapa waktu lalu di saat pandemi mulai mewabah. PSBB diterapkan, aktifitas dibatasi, yang menyebabkan ekonomi kita hampir sama sekali tidak bisa bergerak. Banyak usaha yang berguguran, pekerja dirumahkan. Kemudian kita coba bangkit dengan mendisiplinkan masyarakat, penerapan protokol kesehatan yang disertai dengan upaya penggerakkan kembali sektor ekonomi melalui investasi dan pariwisata. Semangat itu yang ingin kita gelorakan ke masyarakat melalui logo dan tema yang kita pilih” lanjut Sittiara yang juga merupakan l Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Sosial Sekretariat Daerah Kota Makassar.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Ismail Hajiali menjelaskan sejumlah persiapan teknis yang dilakukan jelang hari H, 9 November 2020.

“Insya Allah persiapan kita sudah hampir rampung semuanya. Konsepnya kita kemas semi virtual, mengingat dimasa pandemi tidak boleh ada penumpukan orang dengan jumlah banyak. Makanya, puncak acara yang digelar dalam bentuk rapat paripurna dewan kita sebar luaskan secara daring. Seluruh kanal media elektronik kita gunakan untuk siaran langsung, baik itu televisi, radio, termasuk juga kanal sosial media seperti facebook, instagram, YouTube kita manfaatkan untuk siaran langsung. Ini kita lakukan agar seluruh masyarakat bisa mengikuti dan menyaksikan prosesi ini secara daring ditempatnya masing-masing tanpa harus datang ke gedung DPRD kota Makassar” ujar Dr. Ismail Hajiali.

Seperti diketahui, sejumlah rangkaian acara di hari jadi Kota Makassar ke 413 akan dihelat diantaranya, Launching Bus Wisata, nikah massal dengan jumlah 413 pasangan, kegiatan Makassar Sale, penyerahan bantuan hibah kepada UMKM serta lembaga usaha di Makassar, zikir, termasuk penggunaan baju adat secara massal baik di kantor pemerintahan maupun swasta.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Kedua Kalinya, Wagub Sulsel Pantau Progres Jalan Pintas Barru (Kamiri) – Soppeng (Lawo)

LANGITKU NETWORKS, Barru – Progres pengerjaan jalan Kamiri – Lawo yang menghubungkan Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng telah mencapai tahap akhir.

Jalan yang memangkas jarak tempuh 34 Km tersebut menjadi alternatif bagi pengguna jalan lintas Provinsi.

Setelah melaksanakan kunjungan pertama pada 2019. Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman kembali meninjau pembangunan jalan Kamiri – Lawo.

Didampingi Kepala Dinas PU Kabupaten Barru, Kepala Desa Kamiri, Desa Galung, Desa Lalabata, dan Kapolsek Bulusu Wagub memmantau pembangunan jalan.

“Masyarakat pada akhirnya bisa mengakses jalan, Jalan provinsi ini akan kita rintis, agar akses jalan terbuka,” Kata Andi Sudirman Sulaiman, Kamis 5 November 2020.

Melalui jalan ini, hanya 38 Km tempuh, sedangkan jika melalui jalur bulu dua sepanjang 74 Km.

“Wilayah ini sangat berpotensi, sebab dapat mempercepat jalur tempuh sehingga menjadikan jalan ini sebagai jalan pintas menuju wisata Air Panas Lejja Kabupaten Soppeng” sambungnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Gerakkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Prof Rudy Beri Bantuan ke Petani dan Nelayan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Potensi pertanian dan kelautan mampu menjadi penopang ekonomi ditengah pandemi Covid-19. Untuk itu, Pemerintah Kota Makassar memberikan perhatian khusus kepada kelompok tani dan nelayan khususnya dalam melengkapi sarana dasar yang menjadi kebutuhan dalam menunjang peningkatan produksi.

Upaya stimulus tersebut terlihat saat berlangsung Musyawarah Tani Abbulo sibatang yang digelar di Kelurahan Barombong, Kamis (5/11/2020). Selain berdialog, ditempat ini, Prof Rudy menyerahkan sejumlah bantuan ke petani dan nelayan berupa hansprayer untuk 16 kelompok tani dan power threser untuk 5 kelompok tani. Sementara untuk bidang perikanan di serahkan pakan, benih bandeng, benih udang, benih lele, benih nila, dan spinner. Sedangkan untuk bidang kelembagaan di serahkan jaring millenium untuk 17 kelompok.

“Petani dan nelayan kita harus lbh baik, mereka inilah penyanggah ekonomi ditengah pandemi. Tanpa eksistensi petani dan nelayan, tentu kita akan semakin sulit melewati masa Covid ini” ujar Prof Rudy.


Musyawarah Tani Abbulo sibatang merupakan forum bersama segenap pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, tim ahli serta para petani dan nelayan untuk menemukan titik temu dari sejumlah potensi masalah yang dihadapi di lapangan. Hasil dari musyarwarah ini akan menghasilkan rekomendasi untuk dilaksanakan secara bersama seluruh kelompok tani dan nelayan, termasuk juga menjadi pertimbangan pada musim tanam berikutnya.

Dalam dialog antara Prof Rudy dengan para kelompok tani dan nelayan, sejumlah persoalan disampaikan yang langsung dijawab dengan sejumlah sejumlah solusi yang segera akan dikerjakan oleh Pemkot Makassar.

Dalam pertemuan ini, juga dihadiri oleh Pakar Pertanian dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Laode Asrul sekaligus juga sebagai narasumber yang memberikan pertimbangan ilmiah dalam menghadapi musim tanam ini. Selain, juga hadir sejumlah pejabat dari Dinas ketahanan pangan dan holtikultura Propinsi Sulsel serta dari Dinas perikanan dan Pertanian Kota Makassar.(jalu)

 

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Dihadapan Penerima Beasiswa Bidik Misi, Wagub Tekankan Menjaga Moral Dan Akhlak

LANGITKU NETWORKS, Makassar — Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Shalat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Ittihad Kompleks Perumahan Pemprov Sulsel, Paccerakkang, Makassar, Rabu (4/11/2020).

Ada banyak pensiunan dan asn lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang juga hadir melaksanakan Shalat Subuh.

Agenda Wagub Andi Sudirman Sulaiman kali ini menghadiri dan memberikan tausiyah kepada Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Terlihat, dia di dampingi oleh Anggota DPRD Sulsel Adam Muhammad.

Dihadapan 31 orang penerima beasiswa yang tersebar di berbagai Kampus di Kota Makassar, Wagub Sulsel menceritakan perjuangannya selama kuliah.

“Saat kuliah, saya tidak ingin memberatkan orangtua. Itu yang menyebabkan saya terus mencari beasiswa sebagai solusi untuk tidak membebani orang tua,” ungkap Amdi Sudirman Sulaiman.

Ia mengingatkan agar penerima beasiswa dapat mempertahankan prestasi akademik.

“Penerima beasiswa harus mempertahankan prestasi akademik. Terus belajar, jangan sampai IPK turun,” sambungnya.

Selalu bersihkan hati disaat melakukan sesuatu, orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

“Orang pintar sudah banyak, orang cerdas sudah banyak, yang kita butuhkan sekarang orang yang memiliki moral kepemimpinan yang baik dan berakhlak,” tegasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Perkuat investasi pariwisata, Prof Rudy optimis makassar makin maju

LANGITKU NETWORKS,  Makassar – Salah satu faktor yang dapat mendongkrak perekonomian suatu daerah adalah jika mampu menghadirkan sejumlah potensi yang dapat di lirik investor. Hal ini di tegaskan Penjabat Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin saat berkunjung ke Kantor Kecamatan Ujung Pandang, Jalan Samiun No 15 Makassar, Rabu (4/11/2020).

Di hadapan Camat, Lurah, serta Seluruh RT/RW se-kecamatan Ujung Pandang, Prof Rudy meminta agar seluruh pemangku kebijakan dapat mengoptimalkan potensi daerahnya dan menghadirkan inovasi yang tepat sasaran.

“Banyak potensi serta kreativitas yang bisa di padukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di suatu daerah. Di sinilah peranan kita agar peka dan sigap mengambil peran. Harus berani melangkah untuk hasil yang luar biasa”,tegas Rudy.

Dialog yang berlangsung hangat ini juga mendengar beberapa saran,masukan,serta harapan para lurah juga RT/RW akan peningkatan wilayahnya.

Persoalan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat pindah dan hal lainnya yang berhubungan dengan Dukcapil juga di sampaikan warga. Selain itu jelang musim penghujan, perbaikan drainase juga menjadi harapan warga.

“Tolong di bantu pak wali drainase kami agar dapat lancar berhubung musim hujan sudah di depan mata”, ujar salah satu Ketua RT

Tak hanya itu, karena Kecamatan Ujung Pandang juga membawahi Pulau Lae-Lae, Lurah setempat juga memberikan informasi terkait kondisi jaringan internet yang menurutnya sangat memprihatikan apalagi di masa pandemi saat ini,dimana anak sekolah belajar secara during. Hal inipun langsung mendapat respon cepat dari Pj Walikota Makassar.

“Tolong pak di bantu warga saya di Pulau Lae-Lae itu kondisi jaringan di sana kurang bagus. Kasian para pelajar susah buat belajar”, ujar Prof Rudy saat menghubungi salah seorang perwakilan penyedia jaringan telekomunikasi di kawasan pulau. Respon cepat itu mendapat aplaus dan sambutan menggembirakan dari para hadirin.

Tidak ketinggalan juga soal dana kelurahan yang belakangan ramai di bahas dan menjadi salah satu harapan perangkat daerah di Kecamatan Ujung Pandang.

“Soal dana kelurahan itu harus di gunakan sebaik mungkin. Dana itu dapat membantu optimalisasi pembangunan dan dapat di manfaatkan oleh warga. Silahkan penuhi persyaratannya, dan gunakan secara bijak”, tambah Rudy.(jalu)

 

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
1 196 197 198 199 200 229
Page 198 of 229