close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Pastikan Ditangani dengan Baik, Rudy Kunjungi Lokasi Kebakaran di Kerung-Kerung

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin meninjau langsung lokasi kebakaran di Jl. Kerung-Kerung, Senin, (29/6).

Rudy mengatakan kehadirannya di tempat tersebut sebagai wujud kehadiran pemerintah, sekaligus memastikan segala kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi korban bisa terpenuhi sementara dan telah ditangani dengan baik.

“Tidak ada yang menghendaki musibah. Tapi mari kita mengambil hikmah di baliknya. Tujuan Kami di sini untuk memastikan dan memberi semangat keluarga kita yang sedang berduka dan memastikan kebutuhan-kebutuhan dasarnya itu bisa tercukupi untuk sementara,” ucapnya.

Rudy terlihat mengecek kesiapan dapur umum termasuk segala bahan makanan dan peralatannya. Selain itu ia juga tampak menyerahkan bantuan berupa sarung dan obat-obatan.

Kebakaran yang terjadi kemarin siang ini menghanguskan 7 rumah yang dihuni 16 kepala keluarga. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materil ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Camat Makassar Andi Ardi Zulham menyampaikan sejauh ini warga yang terdampak seluruhnya sudah dievakuasi. Mereka disiapkan tenda darurat di dua lokasi sekitar lokasi kebakaran dan di halaman Kantor Polsek Makassar.

“Sejak tadi malam bantuan masuk di posko lokasi kebakaran sudah ada baik itu dari warga maupun komunitas-komunitas masyarakat. Alhamdulillah masyarakat sangat berterima kasih hari ini Pak Wali juga masuk dan memberi bantuan bahan makanan, sarung, dan sebagainya,” jelasnya.

Dari laporan yang diterimanya, kebutuhan dasar korban hingga makanan sehari-hari menurut Ardi sudah tercukupi hingga saat ini.

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Harganas, Prof Rudy Dorong Edukasi Covid-19 Ikut dalam Program Penyuluh KB

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Tanggal 29 Juni telah ditetapkan sebagai hari Keluarga Nasional (Harganas). Penetapan ini dikuatkan dengan Keppres No. 39 2014 Tentang Hari Keluarga Nasioanal. Saat ini merupakan peringatan yang ke-27 yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB kota Makassar.

Melalui peringatan tersebut, Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin mendorong sosialisasi dan program edukasi masyarakat terkait Covid-19 diikutkan dalam kegiatan penyuluh KB.

“Tim penyuluh KB kita ada di semua titik. Jadi kami berharap ada tiga hal yang perlu kita tanamkan ke masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19 ini, kepatuhan, kejujuran, dan kebersamaan. Nah peran teman-teman yang bergerak di KB ini bisa terus menerus melakukan edukasi ke masyarakat untuk bisa patuh, pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan makan makanan bergisi,” terang Rudy.

Hal ini Ia tegaskan saat sambutan Harganas ke 27 tingkat kota Makassar yang dirangkakan dengan dimulainya pelayanan KB serentak sejuta akseptor di Kecamatan Tamalate, Senin (29/6).

Menurut Rudy, jika kader keluarga berencana terus bergerak bersama-sama semua kalangan dan dilakukan secara massif ia yakin masalah Covid dimakassar bisa dikendalikan dan ditangani sesegera mungkin.

Terkait pelayanan KB serentak sejuta akseptor, yang terpenting dari pengendalian penduduk, harapan Rudi bahwa bisa terbentuk keluarga-keluarga yang cerdas, keluarga-keluarga yang sehat, yang memiliki rasa sosial tinggi sehingga terbentuk keluarga bahagia sejahterah. Dengan demikian maka kota ini akan sejahterah dan negara ini akan maju.

Karena itulah, Rudi mengatakan kegiatan hari ini sangat strategis karena bagi dia keluarga adalah pilar utama membangun bangsa. Sejahterah dan Cerdasnya bangsa ini ditentukan oleh kondisi keluarga-keluarga yang ada di dalamnya.

Sementara itu, menurut Plt Kadis PP dan KB Makassar Sitti Isnaini bahwa hari ini merupakan hari puncak dimana dilakukan Pelayanan KB serentak sejuta akseptor. Beberapa rangkaian kegiatan telah dilaksanakan seperti, kerja bakti serentak di kampung KB di 14 kecamatan, dan juga penyuluh kader pada 26 Juni lalu.

“Kita juga melakukan komunikasi informasi dan edukasi mengenai pelayanan KB oleh penyuluh KB secara dor to dor. Pelayanan KB sejuta akseptor di Makassar ini adalah kegiatan nasional yang akan memecahkan rekor MURI sejuta akseptor di Indonesia,” ucapnya.

Adapun yang dimaksud akseptor KB adalah anggota masyarakat yang mengikuti gerakan KB dengan melaksanakan penggunaan alat kontrasepsi. akseptor KB menurut sasarannya terbagi menjadi tiga fase yaitu fase menunda atau mencegah kehamilan, fase penjarangan kehamilan dan fase menghentikan atau mengakhiri kehamilan atau kesuburan.

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Prof Rudy : Kedepan,Tidak Ada Lagi Warga yang Tidak Terdeteksi OTG atau ODP

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Saat ini, Makassar menjadi episentrum penularan Covid-19 di Sulawesi Selatan. Karena itulah Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin langsung melakukan langkah untuk kembali menekan arus keluar masuknya warga ke kota Makassar utamanya bagi mereka yang tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Tujuan pengendalian ini bukanlah untuk membatasi aktivitas masyarakat. Melainkan, untuk menekan warga yang tidak berkepentingan tidak usah dulu masuk Makassar, begitu pun sebaliknya orang yang tidak perlu keluar Makassar tidak usah dulu,” ucapnya tepat pada pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Senin, (29/6).

Menurut hemat Rudy, setiap daerah di Sulsel ini memiliki Gugus Tugas Pengendalian Covid-19. Artinya setiap pemerintah daerah mengetahui siapa saja warganya yang OTG maupun ODP termasuk yang berstatus positif dan negatif. Sehingga Pemda berkewajiban memberi surat keterangan kepada warganya.

Kehawatiran Rudy jangan sampai orang yang tidak memiliki gejala masuk di kota Makassar. Sementara, Kota Makassar yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 pun berkewajiban untuk melindungi daerah-daerah lain agar tidak terjangkit lebih luas.

Rudy tidak ingin ada wilayah di luar Makassar yang sudah berhasil menekan angka penularan Covid-19 namun kembali meningkat karena terpapar di Makassar.

Sebaliknya, juga dirinya tidak akan membiarkan peningkatan jumlah positif di Makassar semakin tidak terkendali karena masuknya warga dari luar Makassar yang positif Covid – 19.

Karenanya dalam waktu dekat, Rudy akan segera menerbitkan Perwali yang akan mengatur regulasi termasuk resiko utung rugi serta bagaimana implementasi dari aturan itu sendiri.

Namun Ia menegaskan, dengan kembalinya diperketat aturan dan penegakan disiplin protokol kesehatan di Makassar tidak akan mengganggu aktivitas utama masyarakat.

“Karena kita juga tidak ingin terlalu kencang menangani covid tapi ekonomi terpuruk. Kita akan ambil perimbangan yang paling baik. Covid terkendali, ekonomi juga jalan,” terang Rudy.

Olehnya itu, Rudy akan meminta RT/ RW untuk bergerak mengawasi warganya sehingga tidak adalagi warga Makassar yang tidak terdeteksi baik yang berstatus OTG maupn ODP.

“Ini yang kita batasi, jangan sampai orang Makassar bawa virus keluar. Jangan juga orang sehat datang di Makassar pulang sakit. Semua harus mengantongi surat keterangan dari gugus tugas bahwa yang bersangkutan bebas Covid. Opsi-opsi inilah yang sedang kita godok, kita ambil yang paling kecil pengaruhnya ke masyarakat tapi paling bagus manfaatnya untuk menangani Covid,” pungkasnya.

Perwali ini akan diberlakukan sesegera mungkin. Saat ini pihak Pemerintah kota Makassar tengah menggodok hal-hal yang dipandang urgen sekaitan dengan aturan yang akan diterapkan. Jika semua hal yang direncanakan sudah dapat diaplikasikan maka langsung diterapkan. Sehingga sesegera mungkin pandemi Covid-19 bisa dikendalikan. (*)

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Pj Wali Kota Makassar Akan Berlakukan Surat Keterangan Tanda Bebas Covid

LANGITKU NETWORKS, Makassar — Bertekad memutus rantai penyebaran virus Covid 19 secara cepat dan tepat, Penjabat (PJ) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin akan memberlakukan pemeriksaan surat keterangan bebas covid bagi warga luar kota yang ingin masuk ke Kota Makassar.

Hal itu disampaikan saat menggelar rapat Kordinasi (rakor) dengan jajaran Forkopimda Makassar, SKPD dan seluruh camat, di Posko Induk Covid 19, jalan Nikel Raya, Sabtu (27/6/20).

Surat keterangan bebas covid ini bertujuan untuk menekan transportasi penyebaran virus Covid 19.

“Jadi siapapun yang masuk di Kota Makassar harus punya surat keterangan bebas Covid. Kita tidak pernah tahu misal ada yang ke maros dari maros dia tidak mematuhi aturan protokol kesehatan entah terpapar dimana dan kembali ke Makassar membawa virus tanpa ada tanda-tanda. Nah, itu yang kita waspadai,” ujar Rudy yang juga merupakan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar.

Untuk penerapannya sendiri iya masih menggodok dan berkordinasi dengan pihak terkait seperti dinas perhubungan, dinas kesehatan, TNI dan Polri.

Selain itu, Rudy juga sementara membentuk tim percepatan dengan bermuara pada tiga konsep yakni unsur kepatuhan, unsur kejujuran dan saling pegang tangan untuk menyadarkan masyarakat.

Tiga unsur ini dinilai Rudy sangat penting karena jumlah pasien positif covid bertambah dikarenakan tidak patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan, tidak jujurnya masyarakat jika sedang merasakan gejala virus.

“Jadi kita panggil juga tim dari Unhas, tim epidemiologi yang memang mampu menggambarkan bagaimana status terhadap suatu pandemi atau penyakit yang berdampak pada suatu populasi di masyarakat,” ucapnya.

Tim ini yang nantinya akan melakukan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat yang masih belum paham tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan rapid test.

Tak hanya itu, ia meminta camat, lurah agar lebih massif berkomunikasi dengan RT/RW untuk selalu memantau warganya.

“Jadi nanti kita lihat di RT/RW mana yang jumlah positif warganya sudah tinggi akan kita akan lock down sementara atau kita bawa isolasi ke hotel,” jelasnya.

Rudy menargetkan dengan cara pendekatan persuasif seperti ini akan lebih cepat menekan angka penyebaran virus di Kota Makassar.

Sementara, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol, Yudhiawan menyatakan siap untuk terus membantu pemerintah Kota Makassar.

“Jadi saya bersama TNI menyasar beberapa tempat seperti cafe, masjid-masjid, pasar tradisional, warkop-warkop dan mall-mall. Yang tidak mematuhi protokol kesehatan kami langsung tegur ditempat. Ini massif kita lakukan,” jelasnya.

Ia mengaku khusus di pasar tradisional pendekatannya masih sulit. Oleh karenanya, ia dan jajarannya akan terus melakukan peringatan dan peneguran.

Rapat Kordinasi ini diharapkan dapat berjalan sesuai dengan target-target yang disasar. Begitupun harapan pemerintah kota Makassar agar masyarakatnya bisa lebih mematuhi protokol kesehatan untuk kepentingan bersama.

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Prof Rudy ajak MUI doakan Makasaar terbebas dari Pandemi Virus

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin secara simultan bergerak membangun kekuatan bersama mempercepat pengendalian penyebaran Virus Covid-19 di Kota Makassar. Seperti yang terlihat saat melakukan silaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia Kota Makassar di ruang Spakatau, Gedung Balaikota Makassar, Sabtu (27/6/2020).

Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah alim ulama, mubaligh, serta pengurus masjid se Kota Makassar tersebut, Prof Rudy mengajak seluruh tokoh agama untuk menjadi bagian dari gerakan solidaritas bersama untuk membebaskan Makassar dari wabah virus secara cepat.

“Majelis Ulama Indonesia adalah kumpulan orang-orang yang berpikiran positif, doa-doa nya Insya Allah di ijabah oleh Allah. Kita ingin penanganan Covid-19 ini bukan hanya disentuh dari sisi teknis saja, tapi juga melalui pendekatan spiritual keagamaan. Tentu masyarakat kita akan lebih memahami jika disampaikan lewat pendekatan keagamaan oleh para alim ulama dan mubaligh melalui ceramah-ceramah di masjid termasuk ikut mendoakan kota kita terbebas dari masalah ini. Pemerintah Kota akan melakukan backup setiap upaya para tokoh agama, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung dilapangan” ujarnya kepada sejumlah wartawan usai acara.

Menurut Rudy, jika semua elemen masyarakat ikut ambil bagian dan bergerak bersama sesuai dengan porsinya masing-masing, maka pandemi di Makassar akan tertangani lebih cepat.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Makassar, KH Baharuddin AS saat memberikan sambutan mengatakan bahwa silaturahmi ini bagian dari upaya untuk menjawab kegelisahan di tengah masyarakat menyusul hadirnya wabah yang belum jelas kapan akan berakhir. Untuk itu, sudah sepatutnya seluruh alim ulama untuk ikut ambil bagian dalam melawan musuh yang tidak terlihat ini.

“Alim ulama memiliki senjata yang bisa melawan musuh yang tidak terlihat itu. Senjata yang saya maksud bukan seperti yang dimiliki oleh tantara atau polisi, namun berupa hati yang bersih dalam melakukan komunikasi dengan ummat melalui sentuhan pesan-pesan keagamaan. Selain itu, doa dari kita semua kepada Allah agar bisa secepatnya diberi keselamatan dan di pulihkan dari cobaan ini” ujar KH Baharuddin AS .

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Cegah Corona, Prof Rudi Pimpin Apel Gabungan 3000 Pasukan Disinfektan Massal

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Dr Rudi Djamaluddin, ST, MEng membuktikan komitmennya untuk bekerja maksimal mengendalikan penyebaran Virus Covid-19 yang telah me-wabah sejak beberapa bulan terakhir. Di hari kedua setelah dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Prof Rudi langsung menurunkan 3000-an lebih tim gabungan yang akan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di pelosok-pelosok kota, khususnya daerah yang selama ini masuk kategori zona merah.

Dalam apel bersama di pelataran Pelabuhan Paotere, Sabtu pagi (27/6/2020), Prof Rudi memberikan penegasan mengenai tiga perilaku utama yang harus diwujudkan dalam mengendalikan pandemi di Makassar.

“Yang pertama yakni kepatuhan. Semua elemen masyarakat, siapapun itu harus patuh pada protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, baik menggunakan masker saat beraktivitas, rajin cuci tangan dan jaga jarak. Jika ini dipatuhi, maka Covid-19 di Makassar akan selesai. Yang kedua adalah kejujuran, makanya kita harus edukasi masyarakat kita untuk tidak perlu malu, covid itu bukan aib, masyarakat harus diajak jujur demi keselamatan bersama. Jika ada demam-demam, harusnya jujur dan sampaikan ke RT atau lurah agar diberi perhatian. Dan yang ketiga adalah kebersamaan. Dengan bersama tidak ada hal yang tidak bisa kita selesaian” ujar Prof Rudi.

Ditempat ini, Rudi mengajak seluruh satuan tugas lapangan, unsur pemerintahan, TNI dan aparat kepolisian, serta seluruh masyarakat untuk menjadikan Covid-19 sebagai musuh bersama.

“Jika ini kita lakukan, insya Allah dalam dua minggu hingga satu bulan kedepan, kita bisa melihat trend bahwa covid sudah bisa kita kendalikan, tidak ada lagi masyarakat kita yang harus meninggal karena covid, kita harapkan tidak ada lagi masyarakat kita yang masuk rumah sakit karena covid-19. Jika tubuh kita sehat, makan yang bergizi, dan menjadikan imun tubuh menjadi kuat, maka tidak perlu dirawat di rumah sakit. Lihatlah program Wisata Covid-19 yang dicanangkan Bapak Gubernur (Nurdin Abdullah). Program itu memperlihatkan begitu banyak orang sembuh tanpa harus kerumah sakit. Makanya usaha meningkatkan imun tubuh juga sangat penting. Kita tidak ingin terpapar covid dan terkapar secara ekonomi. Makanya kita harus bangkit dan kuat. Masyarakat Makassar berkarakter pejuang, pantang mundur, olehnya itu saya mengajak untuk bersama-sama lawan wabah ini, tegakkan protokol kesehatan dan jujur jika merasakan gejala” tegasnya.

Kepada tim gabungan yang akan melakukan disinfektan massal, Rudi berpesan agar bekerja dengan semangat kemanusian yang kuat, mengutamakan kesehatan sendiri dulu sebelum orang lain, bekerja dengan pendekatan humanis, sentuh masyarakat dengan baik, dan ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa covid-19 tidak perlu ditakuti.

“Kita akan kuatkan kordinasi bersama seluruh aparat camat, lurah hingga RT RW untuk bisa memonitor dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungannnya masing-masing. kita akan ukur kinerja camat lurah, siapa yang bekerja paling maksimal mengubah wilayahnya dari zona merah menjadi hijau, dan yang zona hijau tetap hijau” lanjutnya.

Rudi juga menyebut peran media massa sangat penting sebagai edukator, memberikan informasi yang mengedukasi, memberikan konten berita yang mengandung energi positif kepada masyarakat.

“Kitaa ingin secepat-cepatnya menyelesaikan masalah ini. Kalau bisa dua minggu atau satu bulan ini bisa kendalikan, kenapa tidak. Terkait masalah-masalah yang timbul, seperti penolakan Rapid Test itu hanya kurang edukasi, tidak ada yang menolak kebaikan. Makanya jika kita bergerak bersama, termasuk media massa, maka saya yakin bisa cepat. Jika ada yang memprovokasi warga, itu kita lawan dengan edukasi yang massif, saya sangat yakin warga Makassar itu cerdas” lanjutnya.

Acara pelepasan ini melibatkan tiga ribuan personil yang terdiri atas 400 orang dari Satpol PP (inspektur covid), 200 orang dari Dinas Perhubungan, 200 orang dari Dinas Pemadam Kebakaran, 50 orang dari BPBD, 168 orang Camat dan lurah, 153 orang LPM kelurahan, 30 orang PMI, 996 Ketua RW, dan selebihnya dari pihak TNI dan Polri. Sementara, kendaraan water gunner 8.000 liter yang bergerak sebanyak 14 unit, 6 unit untuk kapasitas 6.000 liter, disinfektan sprayer 2.500 unit, pemadam motor 800 liter 14 unit.

Hadir dalam acara ini yakni Asisten Pemerintahan Kota Makassar, Sabri, Kepala dinas kesehatan, Dr. NAisyah Tun Azikin, kepala dinas perhubungan, Mario Said, Kasatpol PP, Iman Hud, Kepala BPBD Makassar, Dr. Rusli, Plt Kadis Damkar, Taufiek Rachman, Camat Ujung Tanah, Andi Unru, dan jajaran lurah se kecamatan Ujung tanah.

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Yusran Umumkan Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun ini Dilakukan Secara Daring

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Situasi bencana nasional nonalam Covid-19 mengakibatkan proses pendidikan berlangsung tidak seperti biasanya. Sementara kalander pendidikan untuk tahun ajaran 2020 tetap berjalan. Olehnya itu, Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Jusuf mengumumkan secara resmi bahwa proses belajar mengajar selama Covid-19 ini, dari Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan secara Online atau Daring (dalam jaringan).

“Karena itu saya mengajak kepada putra-putri kota Makassar untuk mendaftar pada program Penerimaan Peserta Didik Baru secara daring yang dimulai 1 Juli 2020 dengan tetap menerakan protokol kesehatan. Semoga anak-anakku semua bisa menjadi anak yang cerdas dan menjadi harapan bangsa dan Negara,” ucapnya, di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (23/6).

Pernyataan Yusran tersebut dikuatkan oleh Plt. Kadis Pendidikan Hj. Amalia Malik. Menurutnya, PPDB tahun 2020-2021 dilaksanakan mulai 1-3 Juli 2020 untuk jalur non zonasi. Jalur ini terdiri dari tiga bagian yakni jalur prestasi, affirmasi, dan perpindahan.

Hasil pendaftaran tersebut akan diumumkan pada tanggal 4 Juli yang kemudian dilanjutkan pada tahapan pendaftaran ulang di tanggal 5-6 Juli 2020. Sementara untuk pendaftaran jalur non zonasi akan berlangsung pada tanggal 6-7 Juli dan diumumkan di 8 Juli 2020.

“Kegitan untuk PPDB ini dilaksanakan full daring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ada pun nantinya daerah-daerah tertentu khsusnya di pulau-pulau, mungkin agak kesulitan jaringan internetnya akan kita upayakan untuk bisa dilaksanakan secara luring atau off-line, tetapi kita lakukan secara bertahap dengan memperhatikan protokol kesehatan,” jelas Amalia.

Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi khusus yang bisa diakses di sekolah-sekolah maupun melalui web resmi dinas pendidikan kota Makassar www.disdik.makassar.go.id dengan link khusus PPDB untuk semua jenjang pendidikan dari TK, SD, hingga SMP.

Mengenai persyaratan administrasi, Amalia mengatakan untuk jalur zonasi calon peserta didik tingkat sekolah dasar harus mengunggah Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahirannya yang kemudian akan diverifikasi langsung ke Disdukcapil bahwa berkas yang bersangkutan betul telah terdaftar.

Sementara untuk jalur prestasi, selain persyaratan tersebut juga mereka harus mengunggah piagam-piagam penghargaan yang dimiliki disertai surat keterangan dari penyelenggara. Begitu pun untuk jalur affirmasi diharuskan mengunggah kartu prasejahterah yang sudah terdaftar di dinas sosial.

Selain itu, untuk jalur perpindahan calon peserta wajib menyertakan surat keterangan perpindahan orang tua atau guru bersangkutan.

“Proses belajar mengajar akan tetap dilakukan secara daring untuk tahun ajaran 2020-2021. Untuk saat ini tetap kebijakan pemerintah pusat bahwa dapat dilaksanakan pembelajaran tatap muka apabila area itu adalah zona hijau, tentu dengan beberapa persyaratan-persyaratan yang diberikan sesuai dengan kesepakatan empat kementerian. Jika tidak tetap proses belajar mengajar dilakukan dengan jarak jauh,” pungkasnya. (*)

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Disinfektan Massal Resmi Dimulai, Pemkot Makassar Libatkan Tiga Ribu Personil

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Prof. Yusran melepas ribuan personil gabungan untuk melakukan penyemprotan disinfektan massal serentak di area publik, Sabtu, (20/6/20).

Hadir dalam prosesi pelepasan tersebut Komandan Denpom XIV/4 Hasanuddin Makassar Letnan Kolonel (Letkol) CPM, Tabi Pasenggong, Asisten 1, M. Sabri, dan SKPD terkait.

Dalam sambutannya, Yusran mengatakan telah berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Makassar untuk memotong penyebaran rantai virus Covid 19. Salah satunya, dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal ini.

“Hari ini kita melaksanakan dua kegiatan besar. Disinfektan massal diseluruh area publik dan penegakan perwali 31 Kota Makassar. Kita hari ini mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Ini dilakukan sebulan penuh setiap sabtu dan minggu,” ucap Yusran.

Ada sekitar 3.000 personil yang tergabung yakni 400 orang dari Satpol PP (inspektur covid), 200 orang dari Dinas Perhubungan, 200 orang dari Dinas Pemadam Kebakaran, 50 orang dari BPBD, 168 orang Camat dan lurah, 153 orang LPM kelurahan, 30 orang PMI, 996 Ketua RW, dan selebihnya dari pihak TNI dan Polri.

Sementara, kendaraan water gunner 8.000 liter yang bergerak sebanyak 14 unit, 6 unit untuk kapasitas 6.000 liter, disinfektan sprayer 2.500 unit, pemadam motor 800 liter 14 unit.

Didepan para personil gabungan, Yusran mengapresiasi dan sangat berterima kasih atas keseriusan anggotanya untuk melawan virus Covid 19 ini.

Ia pun berharap agar sesama personil tetap menjaga kekompakan dan solidaritas hingga pandemi ini berakhir.

“Saya memberikan penghargaan tinggi untuk personil yang turun langsung. Semoga apa yang dilakukan ini dapat memotong rantai virus covid 19. Tetap jaga kesehatan,” harapnya.

Pelepasan pun ditandai dengan senam sehat bersama ala Satpol PP. Usai senam bersama Prof Yusran dan rombongan ikut berkeliling memantau jalannya penyemprotan massal.(jalu)

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Pemkot Makassar Gelar Desinfektan Massal Di Area Publik 20 Juni 2020

LANGITKU NETWORKS, Makassar — Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Penjabat Wali Kota Makassar berupaya penuh untuk menekan penyebaran virus Covid 19 yang angkanya semakin bertambah.

Saat ini ia menyiapkan berbagai strategi yang akan dilakukan. Salah satunya, akan melakukan penyemprotan massal disinfektan secara serentak pada tanggal 20-21 Juni.

Penyemprotan massal di 15 kecamatan ini akan dilakukan setiap sabtu minggu selama sebulan diseluruh titik di Kota Makassar.

Ada sekitar 3.000 personil yang tergabung yakni 400 orang dari Satpol PP, 200 orang dari Dinas Perhubungan, 200 orang dari Dinas Pemadam Kebakaran, 50 orang dari BPBD, 168 orang Camat dan lurah, 153 orang LPM kelurahan, 30 orang PMI, 996 Ketua RW, dan selebihnya dari pihak TNI dan Polri.

“Jadi mulai dari jam 9 pagi kita akan melakukan penyemprotan dengan menggunakan mobil damkar. Kita juga siapkan untuk penyemprotan di lorong- lorong,” ujarnya saat melakukan rapat kordinasi bersama para Forkopimda Kota Makassar, Sekda Kota Makassar, Asisten 1, SKPD dan Camat, di Posko Covid 19, Kamis (18/6/20).

Dalam rapat kordinasi itu juga menekankan akan memberi sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan.

“Kita tidak akan menyiram toko dan bahan makanan jualan orang tapi yang kita tindaki itu orangnya. Sanksinya itu kita akan tegur dulu semisal tidak pakai masker saat masuk mall inspektur covid kita akan menyuruh pulang dan kalau masih bandel ada sanksi tegas,” tegas Yusran.

Yusran berharap disinfektan massal ini memberikan hasil yang signifikan untuk menghentikan laju penyebaran virus Covid-19 di Makassar.

“Intinya kita mau virus cepat hilang. Kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan sangat penting, baik itu menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, makan bergizi dan berolahraga setiap hari,” harapnya. (jalu)

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Ikon Baru Kota Makassar, Prof Yusran Resmikan Ekowisata Mangrove Lantebung

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Prof. Yusran Jusuf meresmikan ekowisata mangrove Lantebung, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (18/6/20).

Didampingi Asisten Direktur BI Sulsel, Dedi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Majid, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Rahman Bando. Peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol bersamaan dengan Kepala perwakilan BI Sulsel, Bambang secara Virtual Meeting.

Ekowisata Mangrove Lantebung merupakan program sosial Bank Indonesia (BI) dalam mensupport perekonomian pariwisata di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar.

“Bagian ini sangat penting untuk mendorong pariwisata khususnya di Kota Makassar. Karena kita ketahui salah satu sektor yang terhambat ditengah pandemi ini yakni sektor pariwisata. Dan kita mendorong sektor ini untuk kembali bangkit minimal meminimalisirkan dampak covid terhadap sektor pariwisata,” ucap Prof Yusran.

Menurut, Yusran Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pertumbuhan di Kota Makassar.

“Sisi letak keindahan dari lantebung sangat baik. Dimana selain indah, kita juga bisa melestarikan mangrove ini. Saya sangat berterima kasih kepada BI Sulsel karena mensupport dan kita saling bahu membahu untuk menata potensi kepariwisataan yang ada,” jelasnya.

Sementara, Kepala BI Sulsel, Bambang menyebutkan program sosial BI ini merupakan bentuk kepedulian tinggi BI terhadap pelestarian Mangrove.

“Ini untuk mendorong juga aktivitas masyarakat setempat ditengah pandemi ini. Kita lihat selama pandemi respon masyarakat terhadap pariwisata paling tinggi yakni 22 persen. Dan khusus destinasi alam terbuka itu sebesar 24 persen makanya kita sasar ekowisata mangrove yang terlwtak di Kelurahan Bira Kecamatan Biringkanaya ini,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan ekowisata mangrove ini merupakan destinasi wisata yang dimana masyarakat perkotaan pun bisa mengaksesnya tanpa melihat jarak tempuh.

“Makanya kami bangun ini destinasi wisata. Kawasannya juga tidak jauh dari pusat perkotaan jadi bisa diakses kapan saja oleh wisatawan lokal. Diharapkan kerjasama yang baik dari dinas pariwisata untuk tetap menjaga dan memperhatikan ekowisata lantebung ini yang juga menjadi ikon Kota Makassar,” ujarnya.

Ia pun berharap ekowisata mangrove bisa menjadi daya tarik semua wisatawan dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat. (jalu)

source : Humas Pemkot Makassar

read more
1 210 211 212 213 214 222
Page 212 of 222