close
Sains & Techno

Susul Google, Huawei Mobile Service Gaet Makin Banyak Apps Developer

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Google Mobile Service harus mulai bersiap dengan gerakan Huawei Mobile Service (HMS) yang makin kuat dalam pemasaran. Mulai active monthly user hingga aplikasi makin bertambah untuk HMS.

“Huawei Mobile Service adalah software capabilities untuk membangun community, karena Huawei tidak hanya membawa hardware ekosistem tapi juga mengembangkan digital software ekosistem,” kata Lo Khing Seng Deputy Country Director Huawei Device Indonesia di kanal YouTube Huawei Mobile Indonesia, Selasa (9/5/2020).

HMS sendiri sudah ada di 170 negara dan digunakan oleh 400 juta monthly users. Lo Khing Seng menambahkan sudah ada 1,3 juta developer dan partner yang mengembangkan HMS. Ia juga makin pede mengingat chipset Kirin, device, dan cloud base capability yang telah dibuat Huawei sendiri.

“Capability developer nomor 1 yang sudah mereka kembangkan lebih dari waktu 10 tahun sudah kita capai dalam waktu singkat ini, seluruh kit, grow analytics dan monitizing, sudah tersedia sehingga apps developer bisa mengembangkan apps-nya dengan dengan kapabilitas yang sudah lengkap,” sambungnya.

Semua ini kemudian tergabung dengan app galery sebagai aplikasi ekosistem. Huawei bekerja secara global dan dengan pendekatan lokal untuk menentukan top apps dari kategori seperti game, shopping, komunikasi dan media entertainment. Ini menunjukkan, kata Lo Khing Seng, bahwa strategi Huawei tidak mengejar quantity melainkan quality.

“Karena dari jutaan apps yang ada setiap orang hanya meng-install maksimal 80 apps. Dan sekarang kita sudah memiliki lebih dari 55 ribu apps yang sudah digabung. Kamu mengundang semua top apps yang belom bergabung dengan App Gallery untuk bergabung karena kami berkomitmen, dan kami akan bantu promosikan app Anda sehingga lebih populer dan digunakan Huawei users di Indonesia,” tandasnya.(ask/fay)

source : Aisyah Kamaliah – detikInet

read more
DaerahNews

Yusran Jusuf Ajak HIKMA Sukseskan Gerakan Makassar Sehat

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Walikota Makassar Prof. Yusran Jusuf menggelar Halal Bi Halal dalam rangka menyambut Idul Fitri 1441 H bersama seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Keluarga Massenrempulu (DPW Hikma) Sulawesi Selatan secara virtual via aplikasi Zoom Rabu (10/6/2020) di Posko gugus depan Covid 19 Kota Makassar

Kesempatan Halal Bi Halal tersebut dipergunakan Prof Yusran untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri Mohon maaf lahir dan bathin serta menyampaikan apresiasinya kepada segenap anggota dan pengurus DPW DPC Hikma yang selama ini telah banyak memberikan andil terhadap pembangunan kota Makassar.

“Sebenarnya hakekat Idul Fitri adalah kembali kefitrah kita masing masing salah satunya adalah dengan meningkatkan rasa empati kita kepada warga yang berdampak langsung dengan adanya Covid 19,” ucap Yusran.

Yusran berharap seluruh masyarakat Masserenpulu untuk saling bahu membahu menghadapi pandemi covid 19 yang melanda hampir seluruh dunia dengan menerapkan protokol kesehatan dalam beraktifitas.

“Makassar sedang massif menggalakkan gerakan Makassar sehat dengan tagline Low Contact High Immunity. Selain menjalankan protokol kesehatan, kita juga mengajak warga untuk meningkatkan imun dengan olahraga serta mengkomsumsi makanan bernutrisi yang bersumber dari kekayaan tanaman lokal kita. Kita berharap seluruh keluarga besar Hikma khususnya yang bermukim di Makassar untuk ikut menyukseskan program ini” ujar Yusran.

Sementara itu Ketua Umum DPP Hikma H Iqbal Latanro juga mengucapkan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Masserenpulu yang tersebar di berbagai daerah, baik di Indonesia maupun yang sementara berada di luar negeri.

Masyarakat Masserenpulu saat ini anggotanya telah berjumlah 250 ribu yang tersebar diseluruh indonesia maupun di luar negeri, kita berharap Hikma kedepan tetap saling membantu, bahu membahu mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Keluarga Massenrempulu DPW Hikma Muh.Ansar mengatakan halal bi halal diselenggarakan oleh DPP Hikma merupakan agenda rutin setiap tahun.

“Walaupun acara ini diselelnggarakan tidak seperti biasanya diakibatkan adanya pandemi covid 19. hubungan antar sesama tetap terus terjalin,” terang Anshar.

Halal Bi Halal melalui Virtual Meeting dihadiri sejumlah pengurus DPP dan DPW Hikma serta tokoh tokoh masyarakat dan pemerintah kabupaten Enrekang. (jalu)

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

PJ Yusran Pimpin Rakor Camat Dan Lurah, Aktifkan Piket 24 Jam

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf mengumpulkan seluruh camat dan lurah di Balaikota Makassar, Selasa (9/6/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Yusran memerintahkan agar seluruh camat dan lurah mengaktifkan kembali piket 24 jam sebagai bentuk deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi konflik di masyarakat.

Hal ini dilakukan menyusul terjadinya kisruh penolakan warga terhadap pelaksanaan Rapid Test serta pengambilan jenazah secara paksa di sejumlah rumah sakit.

“Lurah jangan takut untuk bertemu warga, justru tugas ta’ untuk menenangkan kekisruhan ini dan memberi edukasi. Komunikasikan ki, Kerjasamaki sama camat, LPM dan RT/RW ta. Ajakki bertemu tapi tetap terapkan protokol kesehatan,” ucap Yusran.

Di tempat ini, Yusran juga memerintahkan seluruh lurah melakukan pertemuan dengan RT/RW, LPM, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda untuk berkordinasi mencegah konflik, serta terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai penerapan protokol kesehatan.

“Hari ini saya minta semua lurah melaporkan hasil pertemuannya” tegasnya.

Pihaknya juga menegaskan untuk lebih intens turun melakukan pemantauan dilapangan termasuk ikut memberi edukasi kepada warga mengenai pelaksanaan Rapid Test. Sejauh ini Pemkot Makassar telah melakukan Rapid Test massal di enam kecamatan dengan jumlah yang reaktif sebanyak 130an orang.

“Jauh menurun, sebelumnya Reproduction Number (RO) Covid-19 di Makassar 3,8 yang berarti satu pasien bisa menularkan 4 orang. Sekarang, ROnya kita 0,98. Itu artinya satu pasien hanya bisa menularkan ke satu orang, atau penularan lokal saja,” jelas Yusran.

Sementara itu kepada seluruh SKPD, Yusran meminta untuk membuat jadwal piket bergilir setiap hari, untuk ikut melakukan edukasi serta pencegahan dini terhadap potensi konflik yang terjadi di masyarakat.

“Lebih baik waspada dini, kasus dua hari ini cukup memprihatinkan, apalagi kita sudah mulai memasuki tahapan pilkada, tugas kita untuk mengantisipasi adanya konflik. Seluruh petugas yang bekerja di lapangan akan dilengkapi dengan APD sesuai protokol kesehatan” tegasnya.

Yusran juga tengah menyiapkan “Inspektur Covid”, yakni petugas Satpol PP yang akan berkeliling ditempat-tempat umum dan memberikan edukasi kepada warga.

“Kemarin kan protokolnya hanya tiga poin, Cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Sekarang kita tambah dua yaitu rajin berolahraga dan makan-makan gizi seimbang,” pungkasnya.

source : Humas Pemkot Makassar

read more
Lifestyle

Tiga Cara Agar Konferensi Video Daring Jadi Tidak Terlalu Melelahkan

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Dari sekian banyak istilah baru yang muncul selama pandemi COVID-19, salah satunya adalah “Zoom Fatigue”. Itu mengacu pada kelelahan mental yang dirasakan setelah melakukan konferensi video daring. Kita dapat mengubah cara kita berinteraksi di panggilan video dengan mengatur waktu lebih pendek. Namun, teori menyatakan bahwa yang kerap menyebabkan kelelahan adalah apa yang kita dengarkan. Suara-suara yang ditransmisikan melalui internet secara real time tidak diedit sehingga terdengar kasar di telinga kita. Itulah sebabnya kita dapat menghabiskan satu jam mendengarkan wawancara podcast tetapi merasa lelah setelah video call—bahkan ketika kita tidak harus menjadi pembicara. Kabar baiknya, kita dapat melakukan sesuatu untuk mengurangi “Zoom Fatigue”. Berikut di antaranya:

Jangan menciptakan noise

Suara-suara tidak alami, tak terduga, dan menjengkelkan, memunculkan respons dalam otak dan memaksa kita berkonsentrasi padanya. Saat melakukan panggilan video, suara kita diubah oleh mikrofon. Frekuensi nada tinggi akan diperkuat dan menimbulkan suara melengking. Tidak hanya itu, bahkan suara halus seperti ketukan di layar dan suara menelan akan tertangkap dan diperkuat melalui sistem. Masalahnya, setiap orang sulit membatasi efek negatif suaranya karena mereka tidak tahu suara seperti apa yang muncul di perangkat lain. Saat tatap muka, kita dapat mendengar suara kita sendiri, sama dengan yang didengar audiens, sehingga dapat menyesuaikannya. Namun, itu sulit dilakukan saat konferensi daring.

Untuk mengurangi noise, mulai dari diri sendiri dulu. Sebab, sesuatu yang sederhana seperi menyesuaikan posisi, jarak, atau arah mikrofon dapat memberikan perbedaan besar. Beralih dari audio internal laptop ke mikrofon headphone dapat menutupi banyak kebisingan lingkungan sekitar seperti mengklik keyboard atau gema ruangan.

Ruang percakapan sosial yang baru

Meskipun konten dan topik perbincangan mungkin masih sama, tapi ada kendala teknologi. Mendengarkan obrolan konferensi daring bisa jadi lebih melelahkan karena menunggu giliran untuk memberi umpan balik. Keterlambatan jaringan juga dapat membingungkan audiens dan mengganggu alur percakapan. Selain itu, gangguan internet memberikan dampak pada kejelasan suara. Hilangnya “data” pada umpan audio menyebabkan suara terdengar tidak wajar dan tersendat. Otak kita perlu melakukan pekerjaan ekstra untuk mengisi kekosongan tersebut. Pada akhirnya, kita menggunakan energi untuk berkonsentrasi pada perubahan suara yang tidak wajar dibanding memahami pesan.

Ilustrasi video call (pressfoto/freepik)

Kita harus menerima batasan teknis obrolan video dan beradaptasi dengan membuat etika percakapan baru. Nonaktifkan mikrofon Anda setelah menyapa dan gunakan obrolan teks untuk menyisipkan atau mengajukan pertanyaan dalam percakapan grup. Artikulasikan ucapan Anda dengan jelas (jangan bergumam) dan pastikan orang lain di rumah tidak menggunakan semua bandwidth saat Anda sedang melakukan konferensi video untuk mencegah kelambatan jaringan.

Atur ruangan Anda

Percakapan yang dilakukan di kantor dapat dengan mudah disaring secara tidak sadar oleh otak kita karena kemampuannya memisahkan suara berdasarkan lokasi atau arahnya. Ini menjadi salah satu alasan mengapa percakapan yang dilakukan secara paralel dengan diskusi utama tidak berfungsi dengan baik pada konferensi video. Tanpa bantuan latar belakang tempat, suara atau pidato terdengar lebih mengganggu. Selain itu, kamar di rumah dapat menghasilkan gema yang dapat mengurangi kemampuan untuk memahami pembicaraan. Untuk membuat lingkungan rumah lebih akomodatif, tutup pintu untuk setidaknya mengusir hewan peliharaan. Juga mencegah anak-anak masuk ke dalam ruangan.

Anda mungkin sulit mengubah ruang tamu menjadi studio, tapi setidaknya Anda dapat membuatnya menjadi lebih “ramah suara” dengan mengurangi gema. Sama seperti jarak sosial, meningkatkan kualitas pengalaman panggilan video Anda bergantung pada upaya komunitas. Kebanyakan dari kita mungkin tidak akan kembali ke kantor untuk waktu yang lama. Oleh sebab itu, semuanya harus bekerja sama untuk mengurangi “Zoom Fatigue” kelelahan Zoom akibat konferensi video daring.

source : The Conversation

editor : Gita Laras Widyaningrum

Nationalgeographic.co.id

read more
Health

5 Manfaat Tempe, dari Atasi Pencernaan hingga Kurangi Stres

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Tanggal 6 Juni ditetapkan sebagai hari tempe sedunia. Tempe merupakan makanan Indonesia dan berbahan dasar kedelai. Tempe terbuat dari kacang kedelai yang telah difermentasi atau dipecah oleh mikroorganisme.
Selain kedelai, tempe juga dapat dibuat dari varietas kacang lainnya, gandum atau campuran kedelai dan gandum. Tempe memiliki tekstur kering dan keras tetapi kenyal. Dapat digoreng dikukus, ditumis, atau dipanggang. Sama seperti sumber protein tanpa daging lainnya, seperti tahu tempe terkenal di kalangan vegan dan vegetarian karena gizinya. Tempe memiliki banyak gizi seperti protein, vitamin, dan mineral tetapi rendah sodium dan karbohidrat.

Berikut manfaat tempe :

1. Membantu Pencernaan dan Mengurangi Peradangan

Tempe mengandung prebiotik, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi mengurangi peradangan. Fermentasi adalah proses yang melibatkan pemecahan gula oleh bakteri dan ragi. Melalui fermentasi, asam fitat yang ditemukan dalam kedelai dipecah, lalu membantu meningkatkan pencernaan dan penyerapan. Makanan fermentasi yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung probiotik, yang merupakan bakteri menguntungkan yang dapat memberikan manfaat kesehatan saat dimakan. Namun, tempe tampaknya kaya akan prebiotik-jenis serat yang meningkatkan pertumbuhan bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan Anda. Studi telah menemukan bahwa prebiotik meningkatkan pembentukan asam lemak rantai pendek di usus besar. Ini termasuk butyrate yang merupakan sumber energi utama untuk sel-sel yang melapisi usus besar Anda.

2. Tinggi Protein

Tempe mengandung banyak protein. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet kaya protein dapat menstimulasi termogenesis, yang mengarah pada peningkatan metabolisme dan membantu tubuh Anda membakar lebih banyak kalori setelah setiap kali makan. Diet tinggi protein pada tempe dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Satu studi menemukan bahwa makanan ringan kedelai protein tinggi memberikan rasa kenyang dibandingkan dengan makanan ringan tinggi lemak.

3. Mengurangi Kolesterol

Tempe secara tradisional dibuat dari kedelai, yang mengandung senyawa tumbuhan alami yang disebut isoflavon. Isoflavon kedelai telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol. Satu ulasan mengamati 11 studi dan menemukan bahwa isoflavon kedelai mampu secara signifikan menurunkan kolesterol total dan LDL. Studi lain melihat efek protein kedelai pada kadar kolesterol dan trigliserida. 42 peserta diberi diet yang mengandung protein kedelai atau protein hewani selama periode enam minggu.

Dibandingkan dengan protein hewani, protein kedelai menurunkan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) 5,7% dan kolesterol total 4,4%. Ini juga menurunkan trigliserida sebesar 13,3% (21 Sumber terpercaya).

4. Mengurangi Stres

Studi menunjukkan bahwa isoflavon kedelai juga memiliki sifat antioksidan dan dapat mengurangi stres oksidatif. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas, atom yang sangat tidak stabil, dan dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kronis.

Akumulasi radikal bebas berbahaya telah dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa isoflavon dapat mengurangi penanda stres oksidatif dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh. Studi lain telah menemukan bahwa suplemen dengan isoflavon kedelai memiliki efek yang menguntungkan pada beberapa penyakit yang terkait dengan stres oksidatif.

5. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Tempe adalah sumber kalsium yang baik dan mineral yang bertanggung jawab menjaga tulang kuat dan padat. Asupan kalsium yang memadai dapat mencegah perkembangan osteoporosis, suatu kondisi yang berhubungan dengan keropos tulang. Walaupun produk susu adalah sumber kalsium yang paling umum, penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam tempe diserap sebaik kalsium dalam susu. Sehingga menjadikan tempe pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan asupan kalsium. Namun beberapa orang mempertimbangkan untuk membatasi asupan tempe mereka. Mereka yang alergi kedelai harus menghindari tempe sama sekali. Makan tempe dapat memicu respons alergi bagi mereka yang alergi terhadap kedelai, yang dapat mencakup gejala seperti gatal-gatal, pembengkakan atau kesulitan bernapas.

Selain itu, kedelai dianggap sebagai goitrogen, suatu zat yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa asupan kedelai memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada fungsi tiroid, namun mereka yang mengalami gangguan fungsi tiroid membatasi mengonsumsi tempe.(nwy/erd)

source : Tim detikhealth – detikHealth

read more
Health

Manakah Posisi Tidur yang Baik, Telentang atau Tengkurap?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Saat tidur, pasti setiap orang punya posisi nyamannya masing-masing. Ada yang lebih suka telentang, tengkurap, miring, bahkan meringkuk. Tahukah kamu selain durasi tidur, posisi juga bisa mempengaruhi kesehatan kita di pagi harinya?

Masing-masing posisi tidur punya manfaat sampai dampak terburuknya juga untuk kesehatan. Dikutip dari Health, berikut perbandingan posisi tidur yang paling baik untuk kesehatan.

1. Telentang

Posisi tidur telentang mungkin yang paling jadi favorit banyak orang setelah lelah beraktivitas. Tak hanya itu, telentang juga ternyata baik untuk mencegah nyeri di bagian leher dan punggung karena keduanya berada pada posisi yang netral.

Selain itu, posisi ini juga bisa mengurangi refluks asam, mengurangi keriput, dan menjaga kekencangan payudara. Tapi, buat kamu yang suka mendengkur harus hati-hati dengan posisi ini, karena bisa memperparahnya. Pilih bantal yang empuk dan nyaman agar kepala dan leher berada pada posisi yang baik.

2. Menyamping

Tidur menyamping juga ternyata baik lho buat kesehatan, terutama mengurangi dengkuran. Selain itu, posisi ini juga bisa mencegah nyeri di leher dan punggung serta refluks asam.

Tapi, posisi menyamping ini bisa membuat kamu lebih cepat keriput di satu sisi wajah saja. Untuk wanita, posisi ini juga bisa menyebabkan payudara melorot, karena saat menyamping salah satu payudara akan menggantung dan meregangkan ligamennya.

3. Meringkuk

Tidur meringkuk termasuk posisi yang kurang ideal. Jika tidur meringkuk semalaman, punggung dan sendi tubuh akan terasa nyeri di pagi harinya. Tak hanya itu, posisi ini bisa mengganggu pernapasan diafragma, meningkatkan risiko keriput di wajah, dan payudara yang menurun.

Jika kamu lebih suka dan nyaman dengan posisi ini, bisa diusahakan dengan memposisikan punggung agar tidak terlalu membungkuk.

4. Tengkurap

Saat lelah, sebagian orang sering tertidur dengan posisi tengkurap. Tapi, posisi ini adalah yang paling buruk dari posisi tidur lainnya. Ini karena sulit membuat tulang punggung sejajar, sehingga memberikan tekanan berlebih pada sendi dan otot yang mengakibatkan iritasi saraf.

Efek yang muncul akan terasa sakit, mati rasa, dan kesemutan. Pada posisi ini, kepala pasti akan berada pada satu sisi dalam waktu yang lama. Dampak baiknya, posisi ini bisa mengurangi dengkuran karena saluran pernapasan bagian atas terbuka dengan baik.(sao/up)

source : Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

read more
Sains & Techno

iPad Air Bakal Adopsi USB Type C

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ada perubahan menarik yang akan dibawa iPad Air terbaru. Tablet ini disebut-sebut akan menanggalkan port lightning dan mengadopsi USB Type C.

Demikian diungkap laman asal Jepang, Mac Otokara. Mereka mengaku mendapat informasi tersebut dari pemasok asal China.

Disebutkan pula iPad Air terbaru akan mengacu pada iPad Pro 11. Informasi ini selaras dengan bocoran sebelumnya yang menyebut Apple tengah menggarap iPad Air berukuran 11 inch.

Perangkat tersebut bakal hadir tanpa ada tombol home. Meski begitu bukan FaceID yang akan dipakai untuk keamanan.

Apple akan memasang sensor sidik jari di layar. Ini dimungkinkan lantaran raksasa teknologi asal Cupertino itu penggunaan layar mini-LED.

Laman Mac Otakara menyakini iPad Air anyar bakal diumumkan paruh kedua tahun ini. Tablet tersebut akan melenggang berbarengan dengan iPad Mini yang berukuran 9 inch.(afr/fay)

source : Adi Fida Rahman – detikInet

read more
Lifestyle

Sempat Tak Suka Olahraga, Ariel Tatum Kini Tekuni Yoga

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Penerapan physical distancing karena virus Corona COVID-19 berdampak pada penutupan pusat-pusat kebugaran. Namun hal ini jangan kamu jadikan alasan untuk tidak melakukan olahraga ya detikers. Walaupun di rumah, kamu tetap bisa melakukannya guna menjaga kesehatan.

Ariel Tatum yang dulu mengaku tak suka melakukan aktivitas fisik pun sekarang ‘memaksakan diri’ untuk tetap berolahraga untuk mendapatkan kesehatan yang prima.

“Aku dulu nggak suka olahraga, karena mama aku nge-gym jadi aku mikir aku gak bisa olahraga deh. Tapi kita harus tau apa yang cocok buat kita, karena bukan berarti aku gak suka nge-gym terus aku gak suka olahraga, nggak,” kata Ariel Tatum di live Instagram, Jumat (29/5/2020).

“A long the way aku ketemu yoga, ada banyak banget jenis olahraga yang bisa lakukan kok,” lanjutnya.

Disamping itu, selama pandemi Corona Ariel tetap menjaga asupan nutrisi yang dikonsumsi demi kesehatan tubuhnya.

“Aku mencoba untuk tau betul apa yang aku makan, nggak kelebihan protein, nggak kekurangan lemak baik, jadi aku benar-benar ngurusin makan aku apa,” pungkasnya.(fds/fds)

source : Ayunda Septiani – detikHealth

read more
Lifestyle

Diet Han So Hee Saat Dituntut Langsing untuk ‘The World of The Married’

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Dituntut memiliki tubuh yang langsing saat berperan sebagai Da Kyung dalam drama ‘The World of The Married’, aktris Han So Hee menjalani diet.

Han So Hee dikenal sebagai aktris Korea yang telah membintangi beberapa judul drama. Namun namanya melejit ketika ia dipilih menjadi Da Kyung, pemeran pelakor dalam drama Korea berjudul ‘The World of The Married’.

Dara kelahiran 18 November 1994 ini membagikan pengalaman bagaimana ia telah bekerja keras untuk memainkan peran Da Kyung. Ia menyebut bahwa hal itu tidak mudah.

Han So Hee mengatakan bahwa karakter Da Kyung digambarkan sebagai perempuan yang cantik dan bertubuh langsing. Karenanya Han So Hee menjalani pola diet tertentu.

“Produser mengatakan kepada saya bahwa Yeo Da Kyung itu cantik. Jika tidak, akan sulit bagi penonton untuk bersimpati dengan cerita,” ungkap Han So Hee seperti yang dikutip dari Kstarlive (29/05).

Diet Han So Hee Foto: Istimewa

Han So Hee kemudian memberi perhatian ekstra pada penampilannya, termasuk soal bentuk tubuh dan berat badan. Sebelum berperan sebagai Da Kyung, ia memiliki bobot tubuh sekitar 47 kilogram.

“Saya biasanya menimbang sekitar 47 kilogram, tetapi berat badan saya turun menjadi 45 kilogram,” ujar Han So Hee.

Lebih lanjut, perempuan lulusan Ulsan Girls’ High School menyebut bahwa ia tetap harus menurunkan berat badan pada beberapa bagian tubuhnya. Untuk itu, ia melakukan diet.

Dalam pola diet yang dijalani itu, Han So Hee melewatkan sarapan. Sementara untuk makan malam, ia makan makanan tertentu.

“Kalau makan malam saya makan dada ayam berporsi kecil. Saya juga khawatir perut saya jadi buncit sehingga saya juga membatasi asupan air,” ungkap Han So Hee.(adr/adr)

Riska Fitria – detikFood

read more
1 249 250 251 252 253 272
Page 251 of 272