close

Lifestyle

Lifestyle

Jangan Anggap Remeh, Ini 4 Manfaat Kesehatan Singkong

LANGITKU NETWORKS, Di Indonesia, singkong seringkali diolah menjadi makanan rakyat yang terkenal murah.

Meski demikian, singkong ternyata punya banyak manfaat kesehatan,loh.

Selain itu, singkong juga kaya karbohidrat yang bisa digunakan sebagai pengganti nasi.

Berikut berbagai manfaat singkong untuk kesehatan:

1. Menurunkan risiko sindrom metabolik

Sindrom metabolik merupakan sekumpulan gejala yang menunjukkan tingginya risiko diabetes dan penyakit jantung.

Sindrom metabolik biasanya ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan lingkar pinggang, di antara faktor-faktor lainnya.

Singkong kaya akan flavonoid dan serat yang melindungi diri dari perkembangan sindrom metabolik dan komplikasinya.

2. Mempercepat penyembuhan luka

Singkong kaya vitamin C, yakni sekitar 42,4 miligram per cangkir.

Jumlah tersebut telah memenushi sekitar 50 persen kebutuhan harian vitamin C bagi orang dewasa.

Vitamin C adalah prekursor penting untuk kolagen, yang merupakan komponen struktural dalam jaringan kulit.

Asupan vitamin C yang cukup juga membantu sel tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri sehingga luka cepat sembuh.

3. Mengurangi tekanan darah

Kalium dapat menurunkan tingkat tekanan darah dan dapat membantu menyeimbangkan asupan natrium yang meningkatkan tekanan darah.

Sementara itu, singkong mengandung kalium yang sangat tinggi.

Secangkir singkong mengandung sekitar 558 miligram kalium, menyediakan 16 persen hingga 21 persen dari rekomendasi harian.

4. Membantu mengontrol berat badan

Meskipun tinggi kalori, singkong juga kaya akan serat dan pati resisten yang meningkatkan kesehatan bakteri usus.

Penelitian menunjukkan bahwa serat dari umbi-umbian mengurangi keinginan akan konsumsi makanan asin, manis, dan tinggi lemak.

Serat dalam singkong juga berdampak positif pada mikrobioma usus, meningkatkan rasa kenyang.

 

 

 

 

source : kompas.com

read more
Lifestyle

5 Kandungan Lip Balm yang Bikin Bibir Pecah Semakin Parah

LANGITKU NETWORKS, Lip balm menjadi salah satu cara untuk membuat bibir tetap lembap. Namun, Anda perlu hati-hati, ada beberapa kandungan dalam lip balm yang justru berbahaya untuk bibir.

Bibir menjadi salah satu area wajah yang rentan. Tak heran, jika penggunaan produk kecantikan untuk bibir juga harus diperhatikan sebaik mungkin.

Terlebih saat kondisi bibir sedang tidak sehat dan pecah-pecah, perlu penanganan tepat agar tidak iritasi hingga infeksi.

Dalam kondisi demikian, biasanya Anda langsung meraih lip balm karena dianggap bakal langsung melembapkan. Padahal, tidak semua bahan pada lip balm baik untuk mengatasi bibir pecah. Ada beberapa bahan yang malah membuat kondisi bibir makin buruk, seperti berikut mengutip berbagai sumber.

1. Asam hyaluronat dan gliserin

Bahan yang bersifat humektan, termasuk asam hialuronat (hyaluronic acid) dan gliserin (glycerin), membuat kondisi bibir makin buruk. Mengutip dari Style Caster, dermatolog Leslie Baumann mengatakan, bahan-bahan ini akan menarik kelembapan dari kulit, terutama saat lingkungan kering. Bahan-bahan yang bersifat humektan harus dipadukan dengan yang bersifat oklusif seperti lilin lebah (beeswax) atau shea butter sehingga kelembapan terkunci.

2. Paraben

Sebagian produk kecantikan sama sekali tidak mengandung paraben seperti methylparaben dan butylparaben. Paraben memiliki kemampuan meniru estrogen meski lemah.

Bahan ini berkaitan dengan peningkatan sejumlah kasus kanker payudara. Mengutip dari Verily Mag, paraben ditemukan pada kanker payudara dan berkaitan dengan toksisitas reproduksi. Tak hanya itu, bahan methylparaben juga ditemukan mampu memblokir obat kanker payudara, Tamoxifen.

3. Pewangi dan perasa

Pewangi dan perasa membuat penggunaan produk kecantikan makin menyenangkan. Namun, pada pelembap bibir, keduanya jadi bahan kimia tersembunyi yang justru bisa berbahaya.

Jika diperhatikan, sebagian besar produk hanya mencantumkan ‘fragrance‘ alias wewangian tanpa benar-benar mencantumkan bahan yang digunakan. Mungkin lip balm Anda tidak menyebut atau mengandung bahan kimia tapi potensi ini tetap ada.

Untuk bibir yang sedang bermasalah, sebaiknya pilih lip balm dengan kandungan bahan alami.

4. Pewarna sintetis

Pewarna sintetis seperti coal, tar dan logam berat akan meninggalkan racun di tubuh. Pewarna ini akan memiliki kode tertentu, dan yang berbahaya termasuk FD&C Blue, Green 3, Yellow 5 dan 6, juga Red 33.

Tidak hanya iritasi dan meningkatkan sensitivitas kulit, pewarna sintetis menunjukkan sifat karsinogenik yang memicu pertumbuhan sel kanker.

5. Iritan lain

Sejumlah bahan lain berpotensi menjadi iritan buat bibir pecah-pecah. Sensasi dingin dari kamper (camphor), fenol (phenol), dan mentol seolah meredakan rasa tidak nyaman pada bibir.

Namun, mengutip dari Refinery29, dermatolog Joshua Zeichner berkata, dalam penggunaan jangka panjang, justru bahan ‘penenang’ ini bisa berpotensi jadi iritan.

Selain itu, ada pula tabir surya kimia. Beberapa produk lip balm mengandung SPF sebagai tabir surya. Namun, sebaiknya hindari lip balm dengan kandungan tabir surya kimia seperti oxybenzone, octinoxate, octisalate, octocrylene, avobenzone, padimate. Bahan kimia seperti oxybenzone dianggap mengganggu endokrin dan berkaitan dengan endometriosis pada perempuan.

Untuk perlindungan terhadap sinar matahari, sebaiknya pilih lip balm dengan kandungan non-nano zinc oxide.

 

 

 

source : cnn Indonesia

read more
Lifestyle

Tips dan Trik Membuat Pancake Anti-Lengket

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Salah satu tantangan membuat pancake adalah mudah lengket dan gosong jika tak dilakukan dengan benar. Berikut tips dan trik membuat pancake anti-lengket dan gosong.

Panekuk atau pancake merupakan salah satu camilan yang disukai selama pandemi Covid-19. Rasa yang nikmat dan cara membuatnya yang mudah membuat panekuk banyak diminati.

Ahli kue Ben Cullen yang terkenal dengan nama The Bake King membagikan sejumlah tips membuat panekuk anti lengket kepada Metro UK.

Berikut tips dan trik membuat pancake anti-lengket.

1. Gunakan wajan anti-lengket yang baru atau bersih. Wajan yang kotor atau tergores akan membuat hasil panekuk kurang sempurna.

2. Bersihkan wajan setiap selesai menggoreng panekuk. Cukup usap wajan dengan cepat dan tuangkan minyak segar di setiap panekuk.

3. Jangan membalik panekuk berlebihan. Cukup periksa bagian bawah panekuk dengan mengangkat salah satu tepinya. Jika terlihat sudah matang, lalu balikkan. Teknik ini membuat panekuk akan matang merata.

4. Gunakan dua wajan dengan jeda waktu yang berbeda akan memasak panekuk lebih banyak dengan lebih cepat.

Selain itu, hindari pula sejumlah kesalahan yang paling umum membuat panekuk lengket, gosong, dan gagal.

Berikut kesalahan yang kerap terjadi dalam membuat pancake.

1. Tidak memanaskan minyak atau butter saat memasak panekuk.

2. Terlalu berlebihan mengaduk adonan panekuk. Hal ini membuat panekuk gagal mengembang dan justru menjadi padat.

3. Membiarkan adonan terlalu lama sebelum memasaknya. Idealnya, untuk hasil terbaik, adonan hanya boleh dibiarkan maksimal 30 menit.

4. Salah membalikkan panekuk. Kesalahan ini dapat membuat tekstur pancakemenjadi berantakan.

Lakukan tips dan trik membuat pancakeanti-lengket dan gosong, serta hindari kesalahan dalam membuat pancake.

 

source : cnn Indonesia

read more
Lifestyle

5 Makanan Pereda Rasa Pedas: Kacang hingga Susu

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Rasa pedas bisa sangat mengganggu kenyamanan mulut. Usir rasa mulut terbakar dengan sederet makanan pereda rasa pedas.

Makanan pedas memang paling enak jika dijadikan camilan siang menuju sore. Camilan pedas membuat mata yang tadinya layu mengantuk kembali segar.

Namun, rasa yang terlalu pedas bisa membuat mulut terasa seperti terbakar. Mulut akan terasa panas dan sedikit perih.

Anda tak perlu khawatir. Ada beberapa makanan pereda rasa pedas yang bisa Anda konsumsi untuk mengusir rasa tak nyaman tersebut.

Berikut mengutip berbagai sumber.

1. Susu atau produk susu

Seteguk susu dingin atau sesendok yogurt akan menenangkan mulut dan menghilangkan sensasi terbakar yang dirasa.

Mengutip NDTV, protein dalam produk susu yang disebut kasein dapat membantu memecah capsaicin (senyawa pencipta rasa pedas) dan memberikan sedikit ketenangan.

2. Gula atau madu

Gula memang tak baik jika dikonsumsi terlalu banyak. Tapi, gula bisa memberikan ketenangan setelah Anda sibuk melawan rasa pedas di mulut.

Konsumsi 1/2 sdt gula atau madu setelah Anda mengonsumsi makanan pedas. Gula atau madu dapat menyerap capsaicin yang berbasis minyak, yang pada gilirannya dapat menghilangkan rasa pedas.

3. Roti atau nasi

Pati menjadi penghalang alami antara capsaicin dan mulut. Sama seperti gula, pati juga punya kemampuan menyerap capsaicin.

Selain roti atau nasi, Anda juga bisa mengonsumsi kentang rebus untuk melawan rasa pedas.

4. Cokelat

Sebatang cokelat berguna untuk mengurangi sensasi terbakar di mulut akibat makanan pedas.

Mengutip Medical Daily, kandungan lemak yang tinggi pada cokelat akan membantu mengeluarkan sebagian capsaicin dari mulut karena sifatnya yang lebih larut.

Cokelat susu akan memberikan manfaat yang lebih baik daripada dark chocolate karena kandungan lemak dan kasein yang lebih tinggi.

5. Selai kacang

Anda bisa mengonsumsi selai kacang untuk meredam rasa pedas. Mengutip Greatist, sama seperti cokelat, selai kacang memiliki kandungan lemak yang tinggi. Kandungan lemak dapat membantu mengeluarkan capsaicin dari mulut.

Lima daftar di atas merupakan makanan pereda rasa pedas yang bisa Anda gunakan. Anda disarankan untuk menghindari air putih, minuman beralkohol, dan minuman bersoda karena akan memperparah rasa pedas.

 

 

source : CNN Indonesia

read more
Lifestyle

Kelebihan dan Kekurangan Menggoreng Makanan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Menggoreng merupakan salah satu metode memasakyang yang sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Berikut kelebihan dan kekurangan menggoreng makanan.

Menggoreng merupakan cara mengolah makanan yang dilakukan dengan cara memasukkan bahan makanan dalam minyak panas dengan suhu udara sekitar 140-190 derajat Celcius.

“Menggoreng sudah digunakan sejak 1600 Sebelum Masehi dan masih digunakan sampai sekarang walaupun banyak pro dan kontra. Kenapa ini enggak mati dan tetap dipakai, karena ada kelebihannya,” kata dokter spesialis gizi klinis Maya Surjadjaja dalam konferensi pers Sasa, beberapa waktu lalu.

Berikut kelebihan dan kekurangan menggoreng makanan.

Kelebihan menggoreng makanan.

1. Kecepatan memasak

Menggoreng merupakan salah satu metode memasak yang tak membutuhkan waktu yang lama. Proses mengorek bisa berlangsung dalam hitungan menit saja tergantung bahan makanan yang digoreng.

Proses menggoreng cenderung lebih cepat dibandingkan metode lain seperti membakar, memanggang, atau mengukus yang dapat memakan waktu hingga berjam-jam.

2. Mudah dilakukan

Menggoreng juga cenderung mudah dilakukan dengan hanya bermodalkan kompor, penggorengan, serta minyak goreng. Dibandingkan dengan metode lain, menggoreng lebih terjangkau.

3. Aroma dan rasa yang unik

Proses penggorengan menghasilkan aroma unik dan rasa renyah yang tidak didapatkan dibandingkan cara memasak lain.

4. Membunuh mikroorganisme

Menggoreng dengan suhu yang tinggi dapat membunuh mikroorganisme seperti virus dan bakteri yang bersarang dalam makanan tersebut.

“Menggoreng memiliki keuntungan thermal destruction yaitu membunuh mikroorganisme yang jadi sumber penyakit,” kata Maya.

Kekurangan menggoreng makanan

1. Meningkatkan risiko obesitas

Proses memasak dengan menggoreng dapat meningkatkan jumlah lemak yang dikaitkan dengan kelebihan berat badan. Alhasil, makan makanan yang digoreng dapat meningkatkan risiko obesitas.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Makanan yang digoreng juga meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2. Makanan yang digoreng dikaitkan dengan peningkatan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah tinggi.

3. Meningkatkan penyakit jantung

Asupan makanan yang digoreng juga berhubungan dengan penyakit jantung dan kardiovaskular.

“Menggoreng dikaitkan dengan sejumlah penyakit metabolik seperti penyakit kardiovaskular,” ucap Maya.

4. Toksik dan karsinogenik

Proses menggoreng juga berisiko menghasilkan toksik dan karsinogenik yang dapat memicu kanker. Proses oksidasi dari menggoreng menciptakan proses kimia yang menghasilkan zat oksidasi yang dapat merusak sel.

Untuk mengatasi kekurangan menggoreng ini, Maya menyarankan agar menggoreng dapat dilakukan dengan cara yang sehat.

Seperti menggunakan minyak yang sehat seperti minyak kelapa dan minyak zaitun, menggunakan minyak sekali pakai, dan waktu menggoreng yang singkat.

Maya juga menyarankan agar setiap orang tidak mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan.

“Boleh-boleh saja asalkan jumlahnya sedang, jangan berlebihan,” kata Maya.

 

 

source : CNN Indonesia

read more
Lifestyle

4 Wisata Air Asyik di Sukabumi Buat Kamu yang Ingin Liburan

LANGITKU NETWORKS – Sukabumi terkenal akan wisata airnya. Tentunya tidak afdol kalau ke Sukabumi, tapi belum berkunjung ke 4 wisata air berupa danau dan pantai-pantai ini.

Berenang, berselancar, sampai sekadar menikmati pemandangan bisa dilakukan di Sukabumi. Dihimpun dari beberapa sumber, ini 4 wisata air di Sukabumi:

1. Pantai Ombak Tujuh

Dari namanya, pantai ini memiliki ombak berlapis tujuh yang sangat cocok untuk kegiatan selancar. Adapun tinggi ombak dapat mencapai ketinggian 6 meter. Traveler bisa ke pantai ini ketika musim kemarau karena arus ombaknya yang lebih aman.

Mengenai lokasi, Pantai Ombak Tujuh bisa dicapai sekitar 16 kilometer dari Pantai Pangumbahan atau 10 kilometer dari Desa Gunungbatu.

2. Danau Bacan

Kalau Traveler familiar dengan batu bacan, mungkin agak sedikit bingung atas penamaan danau ini. Dinamai Bacan, danau ini memantulkan warna hijau kebiruan layaknya batu bacan.

Dahulu merupakan tempat pertambangan, danau ini tidak dialirkan air dari sumber manapun. Seluruh air yang tertampung di danau adalah air curah hujan.

3. Pantai Cicaladi

Tidak seperti pantai biasanya, Pantai Cicaladi memiliki lanskap tebing-tebing tinggi dengan rerumputan hijau yang dilengkapi dengan pantai pasir putih.

Akan tetapi, Traveler dilarang untuk berenang di pantai ini karena ombaknya yang mencapai 15 meter dari permukaan laut.

4. Pantai Pangumbahan

Selain menikmati pemandangan sunset dan sunrise, Traveler bisa melihat penangkaran penyu hijau dan bahkan pelepasan penyu hijau ke laut. Unik banget bukan?

Selain itu, Traveler juga dapat berselancar di Pantai Pangumbahan dan terletak di kawasan Desa Gunungbatu juga.

 

 

 

SC : Caroline Siane – detikTravel

 

 

read more
Lifestyle

Pinterest Beberkan Tren Mode di 2021, Apa Saja?

LANGITKU NETWORKS,   Tren mode selalu berubah setiap tahunnya. Tahun ini, situasi pandemi rupanya juga memengaruhi prediksi tren di tahun mendatang.

Pinterest, melalui Pinterest Predicts, menyampaikan ulasan tentang prediksi tren di 2021, termasuk tren di bidang mode.

Tren ini disusun berdasarkan data pencarian internal Pinterest secara global, membandingkan pencarian dalam periode Oktober 2018 – September 2019 dan periode Oktober 2019 – September 2020.

Ada tiga tren mode yang diperkirakan akan mendominasi di tahun depan, apa saja tren yang dimaksud?

1. Athflow
Istilah athflow mengacu pada gaya berbusana yang santai, elegan, namun juga cocok untuk pribadi yang aktif.

Beberapa item yang masuk kategori athflow antara lain celana longgar, terusan kasual, hingga pakaian oversized, yang dinilai dapat menggantikan baju atletik sebagai pakaian santai andalan.

Meski bergaya santai, pakaian athflow juga cukup profesional untuk digunakan berkantor di rumah, cukup elastis untuk yoga dan nyaman untuk bersantai.

Sepanjang tahun, pencarian kata kunci pakaian lembut di Pinterest bahkan naik hingga 185 persen dan kata kunci terusan katun untuk wanita naik 160 persen.

Sementara kata kunci pakaian rumah wanita naik dua kali lipatnya dan pakaian oversized naik tiga kali lipatnya.

2. Busana rumahan multifungsi
Situasi pandemi memaksa kebanyakan dari kita untuk tetap berada di rumah. Oleh karena itu, pakaian yang nyaman kerap menjadi prioritas untuk beraktivitas.

Pencarian Pinterest setahun ke belakang juga menunjukkan tren serupa. Faktanya, pencarian kata kunci sweater kepompong naik hingga 155 persen.

Sementara pencarian sandal bulu naik 90 persen dan kaus kaki longgar naik 55 persen.

Meski mengutamakan kenyamanan, nyatanya sebagian orang tetap ingin tampil prima. Pencarian kata kunci pakaian estetis yang nyaman pun naik hingga dua kali lipatnya.

3. Pakaian bikinan sendiri
Di 2021 akan semakin banyak masyarakat yang senang berkreasi dengan pakaian sesuai dengan gaya sendiri, terutama untuk kelompok Gen Z.

Kreasi unik dilakukan mulai dari membuat lukisan di denim hingga jaket kaus crewneckkustom.

Bahkan, pencarian kata kunci hoodie custom naik hingga 130 persen dan kata kunci desain totebag kreasi sendiri naik 115 persen.

Sejumlah orang juga mencari ide desain denim di Pinterest, sehingga angka pencariannya naik hingga tiga kali lipat.

 

source : Kompas.com
Editor: Nabilla Tashandra

 

read more
Lifestyle

Sehat Dulu Baru Cari Uang atau Cari Uang Buat Sehat?

LANGITKU NETWORKS, Sebetulnya ini bukan pertanyaan yang layak dijadikan polemik. Apalagi jika didompleng suatu kepentingan yang ‘maksa’.

Di tengah zaman yang penuh hingar bingar informasi seputar jurus sehat yang bikin pusing kepala (dan akhirnya tetap tidak sehat juga) lalu publik menjadi apatis – dan memilih hidup seadanya, yang penting kantong tak kering.

Dan dengan kantung penuh banyak orang menganggap semua bisa dibeli, termasuk obat paling mahal dan layanan rumah sakit berkelas.

Saya jadi teringat pembicaraan sekian belas tahun yang lalu dengan salah seorang taipan di Singapura – negri yang membanggakan kualitas layanan kesehatannya.

Ia berkata,”Tidak apa-apa kita nikmati hidup di masa muda, sepuas-puasnya selagi bisa, biar tidak menyesal di hari tua. Dan di masa muda itu cari uang juga sebanyak-banyaknya, selain buat bersenang-senang juga tabungan jika sakit nanti. Lihat orang yang tak punya uang: sudah hidupnya susah, mau mati pun susah!”.

Saya tercenung cukup lama saat itu. Tak lama kemudian salah seorang kerabat menertawakan pekerjaan saya yang dianggapnya seperti memindahkan air laut dengan sendok.

Ia sama sekali tak merasa perlu repot-repot memikirkan apa yang dimakannya sehat atau tidak. Menurutnya, jatuh sakit ibarat nasib. Tak perlu pula utak atik statistik.

Ada orang yang seumur hidupnya berusaha keras ‘ hidup sehat’ faktanya tidak bahagia, bahkan tersisih dari pergaulan, karena cara makan yang aneh dan tidur ‘kepagian’, sementara orang lain masih menikmati hiburan malam.

Dan, ia menambahkan – semua orang pasti mati – dan ‘saya tidak mau jadi mayat paling sehat di kuburan’.

Barangkali orang-orang seperti itu hanya melihat lingkaran kecil dalam hidupnya. Bahkan ‘kenikmatan’ jangka pendek, sependek pemahamannya tentang ‘urip sing murup’ – istilah Jawa tentang hidup bernyala penuh dengan gairah dan semangat.

Mencari uang dengan gairah dan semangat justru bisa terjadi jika orangnya sehat. Sehat bukan hanya sekadar bebas dari penyakit, tapi juga literasinya, pemahamannya, perilakunya.

Alhasil uang yang didapatkan pun dapat digunakan untuk meneruskan hidup yang lebih bermanfaat sekaligus hemat, karena rongrongan penyakit tidak menempati pos pengeluaran yang terbesar dalam keluarga.

Peluang mencari uang tanpa dimulai dari hidup yang sehat, berpusar menciptakan lingkaran setan.

Seperti dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik 2020, rata-rata pengeluaran kelompok makanan per kapita per bulan ranking tertinggi dikuasai makanan dan minuman jadi 17.26% (naik dari 14.14%), urutan ke dua dengan amat mengejutkan direbut rokok (6.05%) dan posisi ketiga baru padi-padian (5.57%) – yang justru menurun dibanding 2016 (6.82%). Apakah orang Indonesia lebih mementingkan merokok ketimbang memenuhi makanan pokoknya?

Sangat ironis bila kita amati konsumsi rokok ini hampir dua kali lipat ketimbang konsumsi sayuran (3.25%) dan ikan (3.89%).

Saat rokok naik peringkat, mirisnya belanja sayur justru menurun dibanding 2016 (3.65%).

Beberapa fakta angka seperti ini, akan semakin mengerikan apabila pendapatan kian meningkat.

Kemampuan menghasilkan uang tidak sebanding dengan derajat kesehatan yang sama sekali tidak diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang.

Orang menghabiskan uangnya untuk produk-produk konsumsi yang sama sekali tak dibutuhkan tubuh, kecuali demi pamer bisa makan sesuai tren.

“Duo mematikan” kian mengerikan saat peningkatan penghasilan dihadapkan rayuan iklan.

Apabila pemerintah juga tidak meletakkan derajat kesehatan sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan atau salah kaprah menilai makna ‘derajat kesehatan’ hanya sekadar canggihnya fasilitas kesehatan, maka pembangunan manusia seutuhnya akan menuju jurang krisis.

Tidak banyak orang menyadari, bahwa orang tua yang terpapar edukasi adalah mereka yang mampu memilih bahan pangan yang baik, meracik dengan benar, dan mengolah dengan cara yang sehat.

Bukan memilih daftar menu jasa layanan antar atau tinggal memanaskan produk ajaib yang katanya tinggi protein dan serat.

Sudah waktunya Indonesia belajar dari negara-negara lain yang sempat mengalami jatuh bangun menata pola konsumsi rakyatnya dan harga mahal yang harus dibayar, saat murid SD mengira saus tomat adalah kategori sayur (karena ngotot ada kata ‘tomat’nya).

Begitu pula ketika kita mendorong masyarakat meningkatkan asupan sayur dan buah, apabila tidak disertai pemahaman dan kontruksi cara berpikir yang masuk akal, maka konsumsi sayur dan buah akan menjadi kebiasaan mewah, karena hidup sehat diandaikan perlu berlangganan jus untuk proses ‘detoks’ atau menyisipkan aneka ‘superfood’ impor ke dalam blenderan.

Padahal, sayur dan buah sudah sempurna tercipta seperti apa adanya. Dan tidak ada kurikulum ‘manajemen detoks’ di program studi ilmu gizi maupun fakultas kedokteran di mana pun.

Mengondisikan masyarakat hidup sehat sehingga mereka bisa cari uang yang akan bermanfaat untuk kehidupan yang lebih baik (bukannya diboroskan lagi untuk ‘menambal’ tubuh yang didera penyakit akibat gaya hidup ngawur), ibaratnya seperti memulihkan seorang anak yang menderita infeksi cacing sebelum mengejar keterlambatan tumbuh kembangnya.

Merupakan tindakan sia-sia menjejali anak cacingan dengan segala sumber nutrisi, sementara parasitnya belum ditangani.

Alih-alih sang anak menjadi sehat, berbagai asupan pangan dan suplemennya justru menjadi penyubur koloni cacing dalam ususnya.

Pentahelix yang terdiri dari pemerintah, masyarakat, akademisi, media dan pelaku industri sebagai upaya penanggulangan masalah gizi belum menampilkan hasil signifikan yang secara nasional bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan.

Pelibatan pelaku industri dan pebisnis terlalu sulit untuk benar-benar bisa disebut ‘bersih’ dari kepentingan, minimal dengan pencantuman logo, yang akhirnya menjadi iklan terselubung yang dengan mudah dikenali publik sebagai benang merah produk yang iklannya tanpa kendali mengalir, ketimbang edukasi sesungguhnya yang memberdayakan masyarakat dengan segala kekayaan lokalnya.

Sungguh, begitu banyak pekerjaan rumah yang masih menumpuk terbengkalai atau butuh revisi akibat lalai.

Perlu kerjasama yang tujuan satu-satunya demi kepentingan rakyat Indonesia. Mengendorkan nafsu mencari untung, ibaratnya memberi kesempatan orang lain menabung.

Sehingga, keluarga Indonesia menemukan otentisitas makna sehat sesungguhnya, bangga akan kearifan lokalnya, dengan demikian sehat dan berdaya bukan lagi mimpi.

 

 

 

source : Kompas.com
Penulis: DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum
Editor: Bestari Kumal Dewi

 

 

read more
Lifestyle

Musim Hujan Tiba, Ini Tips Bepergian dengan Aman dan Nyaman

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Musim hujan telah tiba, bagi Anda yang kerap bepergian keluar rumah, perjalanan bisa saja terganggu. Apalagi jika hujan tersebut mengakibatkan kerugian seperti genangan air atau bahkan banjir yang menyebabkan transportasi terhambat.

Selain itu, udara dingin di musim hujan juga bisa membawa berbagai penyakit. Untuk itu, demi keselamatan dan kenyamanan, Anda harus berhati-hati dalam melakukan perjalanan. Berikut ada beberapa tips yang bisa diperhatikan saat bepergian di musim hujan.

1. Update Perkiraan Cuaca
Sebelum bepergian, Anda bisa mencari berita terbaru tentang perkiraan cuaca, apakah akan ada hujan deras, gerimis, atau justru cuaca cerah-cerah saja di tempat yang ingin dituju.
Selain itu Anda juga bisa mempelajari pola turunnya hujan, mulai dari waktu hingga berapa lama hujan turun. Sebab secara umum hujan bisa diprediksi dan kejadiannya tidak berbeda dari hari-hari sebelumnya.

2. Siapkan Perlengkapan Hujan
Saat bepergian, jangan lupa untuk selalu sedia payung dan jas hujan. Dengan demikian perjalanan bisa dilakukan dengan lebih aman serta bisa dapat terhindar dari kehujanan.
Tanpa membawa kedua perlengkapan tersebut, perjalanan Anda bisa saja terganggu. Misalnya ketika menggunakan kendaraan umum dan harus berjalan kaki setelah sampai, hujan bisa membuat Anda harus meneduh di suatu tempat dan membuat perjalanan Anda terhambat.

3. Jaga Kondisi Kesehatan
Kesehatan juga bisa menjadi tips yang penting supaya bepergian tetap aman, terlebih musim hujan pada saat ini dibarengi dengan kondisi pandemi COVID-19.
Selain mengonsumsi vitamin secara rutin, masker, hand sanitizer, dan lain-lain juga penting dibawa pada saat bepergian ke mana saja.

4. Gunakan Kendaraan Pribadi
Terakhir, menggunakan kendaraan pribadi bisa menjadi opsi yang lebih nyaman dan aman. Salah satu keuntungannya adalah tak perlu berdesakan dengan banyak orang yang bisa berisiko menularkan COVID-19.
Selain itu penggunaan kendaraan pribadi juga menguntungkan karena Anda tak perlu khawatir dikejar-kejar waktu menunggu keberangkatan kendaraan umum. Jadi, Anda bisa lebih aman dan nyaman dalam berkendara bisa kapan saja.

 

 

 

source : Advertorial – detikNews

read more
Lifestyle

Berapa Banyak Kalori Harus Dibakar demi Menurunkan Berat Badan?

LANGITKU NETWORKS,  Apa pun tujuan kesehatanmu, olahraga bisa membantu mencapainya.

Olahraga membuat seseorang merasa lebih kuat, lebih berenergi, lebih bahagia, dan lainnya.

Jika salah satu tujuanmu adalah menurunkan berat badan, olahraga juga bisa membantu.

Namun, kamu mungkin bertanya-tanya, berapa banyak kalori yang harus dibakar pada setiap sesi olahraga untuk bisa menurunkan berat badan?

Dilansir CNET, jika tujuanmu adalah menurunkan berat badan dan melacak kalori, targetmu adalah membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi alias menciptakan defisit.

Untuk melakukannya, kamu harus memperhitungkan laju metabolisme basal (BMR) atau jumlah kalori yang dibakar tubuh saat istirahat.

Kemudian, perhitungkan berapa banyak kalori yang kamu makan per hari.

Setelah mendapatkan total kalori yang kamu bakar saat istirahat dan makan dalam seminggu, kamu dapat menyesuaikan asupan kalori dan latihan sehingga kamu membakar sekitar 2.000 kalori seminggu.

Angka tersebut adalah target yang biasanya diberikan oleh pelatih kebugaran tersertifikasi, Brooke Taylor, kepada sebagian besar kliennya.

“Menurunkan 0,5-1 kg per minggu adalah target yang sehat,” kata Taylor.

0,5 kg sama dengan 3.500 kalori, dan kamu bisa membaginya dengan menciptakan defisit kalori.

Taylor merekomendasikan membakar 2.000 kalori per minggu dengan berolahraga, dan kemudian memangkas 1.500 kalori seminggu dari total asupan harianmu, yang dipecah menjadi sekitar 214 kalori lebih sedikit per hari.

Aturan umumnya adalah menargetkan untuk membakar 400-500 kalori selama lima hari dalam seminggu lewat olahraga.

Ingat, jumlah kalori yang dibakar juga bergantung pada berat badan, jenis kelamin, usia, dan banyak faktor lainnya, tetapi angka ini adalah awal yang baik.

Misalnya, laki-laki dengan berat 90 kg akan membakar lebih banyak kalori dari pada perempuan dengan berat 59 kg, meskipun keduanya melakukan jenis latihan yang sama.

“Setiap orang berbeda, itulah mengapa sangat penting untuk bekerja dengan profesional untuk mempersonalisasi program untukmu, memantaunya, memberi saran, dan membuat perubahan jika diperlukan,” kata Taylor.

Cara mengukur kalori yang dibakar
Nah, kita sudah paham garis besar mengenai berapa banyak kalori yang harus dibakar jika ingin menurunkan berat badan.

Beberapa aplikasi pelacak kebugaran, seperti Fitbit, Apple Watch dan Whoop bisa membantumu mengetahui berapa banyak kalori yang sudah terbakar pada setiap sesi olahraga.

Penaksiran angka kalori tersebut dilakukan berdasarkan denyut jantungmu dan data-data pribadi yang dimasukkan, seperti berat badan, usia dan jenis kelamin.

Tidak ada alat yang paling akurat atau paling sempurna, pilihlah mana yang paling nyaman kamu gunakan.

Semuanya bisa cukup membantu dalam menaksir kalori yang dibakar.

Menurut Taylor, beberapa faktor utama yang menentukan berapa banyak kalori terbakar ketika olahraga, antara lain:

  • Denyut jantung saat olahraga.
  • Denyut jamtung alami ketika beristirahat.
  • Berat badan, dan
  • Jenis olahraga.

“Pilihlah rutinitas kebugaran yang menyeimbangkan latihan kardio dan kekuatan, meskipun latihan kekuatan tidak membakar kalori sebanyak latihan kardio.”

“Membentuk lebih banyak otot dari waktu ke waktu akan membantu lmu membakar lebih banyak kalori saat istirahat,” kata Taylor.

 

 

source : CNET

Editor: Nabilla Tashandra

kompas.com

read more
1 4 5 6 7 8 9
Page 6 of 9