close

Daerah

berita yang mencakup kota Makassar dan Sulawesi Selatan

DaerahNews

Prof Rudy Dorong Smart City Makassar Berorientasi Wisata dan Ramah Investasi

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mendorong pengembangan Smart City Kota Makassar berorientasi wisata dan ramah terhadap investasi. Menurutnya, pemaknaan kota cerdas untuk Kota Makassar harus menunjukkan efisiensi dan kenyamanan bagi warga saat melakukan aktifitas. Hal tersebut ditegaskan saat berbicara pada saat berlangsung pertemuan secara daring dengan tim Asian Development Bank, tim dari Universitas Hasanuddin, serta tim dari ASEAN Australia Smart Cities Trust Fund di Rumah Jabatan Walikota Makassar, Rabu (23/9/2020).

“Saya yakin hampir semua warga menginginkan layanan publik yang cerdas dan efisien. Makanya kita ingin menghasilkan kota yang smart dengan beberapa langkah strategis, termasuk mengintegrasikan teknologi dan komunikasi sebagai perangkat pendukung. Jadi tidak hanya berbasis slogan saja, tapi harus berkelanjutan, termasuk membantu dari segi tata kelola pemerintahan yang cerdas” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Prof Rudy memberi apresiasi kepada seluruh tim yang telah berkolaborasi dalam menyusun konsep, serta ikut membantu mengimplementasikan seluruh program Smart City di Kota Makassar.


Sementara itu, Prof. Dr. Ir Ananto Yudono, M.Eng selaku Deputy Task Team Leader Urban Planner Universitas Hasanuddin mengatakan bahwa pihaknya ikut membantu dalam meningkatkan sejumlah inisiatif dan rencana dalam kerangka program Smart City yang dibangun oleh Pemkot Makassar.

“Tentu saja kita banyak melakukan kajian termasuk dalam melihat pertumbuhan populasi yang tinggi di Kota Makassar, serta ikut mensinkronkan dengan program-program yang terbangun di tingkat Propinsi maupun nasional” ujarnya.

Sementara itu, Mr. Joris van Etten, Senior Urban Development Specialist at the Asian Development Bank (ADB) dalam diskusi daring tersebut mengatakan bahwa sejumlah faktor dalam konsep Smart City di Kota Makassar meliputi Smart Mobility, Smart People, Smart Livability, Smart Economy, Smart Government serta Smart Environment.

“Bagi IDB, Pengembangan smart city Makassar sebagai pilot project memiliki nilai strategis untuk diimplementasikan secara serius dan terukur. Tentu saja ukurannya yang akan kita gunakan yakni tingkat kebahagiaan warga saat berada di Makassar termasuk ketersedian fasilitas yang efisien dan efektif” ujarnya.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Teliti Kinerja Smart City Makassar, Ismail Hajiali Raih Gelar Doktor

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Ismail Hajiali berhasil meraih gelar Doktor usai mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Eksternal, Kapabilitas unik, terhadap inovasi dan kinerja pengelola Smart City di Kota Makassar.

Pada saat berlangsung Ujian Promosi Doktor yang digelar secara daring oleh Program Studi Ilmu Manajemen, Pasca Sarjana Universitas Muslim Indonesia, Rabu (23/9/2020), Ismail Hajiali dinyatakan lulus sangat memuaskan dengan predikat Summa Cum Laude dan mendapatkan IPK 3,8.

Saat mempertahankan disertasinya didepan penguji yang dipimpin oleh Prof Dr. H. Basri Modding, SE,M.Si selaku Ketua Sidang, Ismail menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh kepemimpinan, lingkungan eksternal, kapabilitas unik terhadap inovasi dan kinerja Smart City di Kota Makassar.

“Kami menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode kualitatif serta mengkombinasikan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif (penelitian eksplanatory dengan memakai data primer melalui kuisioner sebanyak 215 responden. Tekhnik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian dilakukan mulai bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020. Data dianalisis menggunakan program SEM AMOS” ujar Ismail yang juga merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar.

Menurutnya, hasil penelitian yang telah di lakukan menunjukkan bahwa faktor kepemimpinan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi, namun disisi lain kepemimpinan mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap peningkatan kinerja pengelola. Lingkungan eksternal mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap inovasi namun lingkungan eksternal mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pengelola. Sementara itu kapabilitas unik mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi dan kinerja pengelola, sedangkan Inovasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengelola.

Dalam Ujian Promosi Doktor ini, tampil sebagai Tim Promotor yakni, Prof. Dr. H. Mahfudnurnajamuddin,SE,MM selaku Promotor, Prof Dr. Baharuddin Semmaila,SE,M.Si selaku Ko-Promotor, serta Dr.Mukhlis Sufri,SE,M.Si selaku Ko-Promotor. Sementara itu, Tim Penguji yakni Prof Dr.H.Achmad Gani,SE,M.Si, Prof.Dr.H. Syahrir Mallongi,SE,M.SI, DR.Masruhi Kamidin,SE,M.Si, Dr.Amiruddin Husain,SE,M.Si. Sementara itu, hadir juga Prof.Dr.H.M.Djabir Hamzah,MA selaku penguji eksternal dan Prof.Dr.H.Hambali Thalib,SH,MH selaku penguji lintas disiplin ilmu.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Rusdin Tompo Serahkan Buku Puisi “Kata Sebagai Senjata” Kepada Kepala DPK Provinsi Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Rusdin Tompo menyerahkan buku kumpulan puisi terbarunya berjudul “Kata Sebagai Senjata” kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Mohammad Hasan, SH, MH. Buku terbitan Rayhan Intermedia ini, merupakan antologi puisi tunggal kelima dari penulis yang juga dikenal sebagai pemerhati anak tersebut.

“Ini wujud kewajiban saya sebagai penulis untuk menyetor setiap buku yang merupakan karya cetak kepada perpustakaan,” kata Rusdin Tompo.

Penyerahan buku dilakukan sebelum acara Seminar/Bedah Buku Terbitan Daerah Sulawesi Selatan berjudul “Kelong Pannyaleori” karya Dr Hj Kembong Daeng, M.Hum, di Hotel Mercure, Makassar, Rabu, 23 September 2020.

Undang-Undang tentang Karya Cetak dan Karya Rekam memang memerintahkan penyerahan buku kepada Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Umum Provinsi.

Rusdin Tompo memang rutin menyerahkan buku-bukunya, setiap kali bukunya diterbitkan. Untuk penyerahan buku ke Perpustakaan Nasional RI biasanya dilakukan melalui penerbit, sedangkan ke Perpustakaan Umum Provinsi, biasanya langsung diserahkan oleh dirinya.

Buku “Kata Sebagai Senjata” diterbitkan bulan September 2020 dan diikutkan dalam kegiatan Sayembara Buku Antologi Puisi dalam rangka Anugerah Hari Puisi Indonesia 2020.

Kepala DPK Provinsi Sulawesi Selatan, Mohammad Hasan, mengapresiasi penyerahan buku yang dilakukan setiap penulis. Karena, menurutnya, akan menambah koleksi perpustakaan dan memperkaya ragam bacaan sastra, khususnya puisi.

Mohammad Hasan menambahkan, instansinya sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan para penulis untuk memperkuat gerakan literasi di Sulsel. Dia juga bertekad menjadikan perpustakaan sebagai rumah baca rakyat yang ramah dan setiap saat dapat diakses masyarakat Sulawesi Selatan.

“Perpustakaan kini tidak lagi dibatasi dinding dan rak buku saja, tapi telah bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial, menjadi pusat informasi, pusat belajar dan berkegiatan masyarakat,” pungkasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Di BPSDM Wagub Sulsel Tegaskan Tupoksi Seorang Kasubag Program

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Badan pengembangan sumberdaya manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar pelatihan berbasis perencanaan.

Pelatihan ini di ikuti oleh 53 peserta, yang berlatar belakang jabatan sebagai Kasubag program dari tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel.

Tiba di Kampus 1 BPSDM Sulsel, Jln. Alauddin. Wagub Andi Sudirman Sulaiman di sambut Kepala BPSDM Sulsel Asri Sahrun Said.

Dengan tema “Pelatihan peningkatan akuntabilitas dan kinerja OPD berbasis perencanaan badan pengembangan sumber daya manusia”, Pelatihan di buka oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Wagub Sulsel dalam arahannya menyampaikan bagaimana idealnya sebuah sistem yang di jalankan oleh seorang Kasubag Program.

“Seorang Kasubag program merupakan project planner. Banyak hal yang harus di kuasai oleh Kasubag program, oleh karena itu, dibutuhkan keahlian dalam menterjemahkan Visi Misi ke dalam format program. Harus banyak menerima input dari para kepada ahli” Imbuh Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (23/9/2020).

Dihadapan para Kasubag, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya menguasai sebuah sofeware.

“Kasubag program harus punya software sendiri seperti MS Project atau Primavera sehingga dapat membantu membuat sebuah struktur perencanaan serta pelaporan” lanjutnya.

Diakhir sambutan, Wagub Andi Sudirman Sulaiman memberikan motivasi kepada para Kasubag program agar terus mengutamakan rasionalitas dalam bekerja.

“Kasubag program harus bekerja team work, lakukan yang terbaik, anda harus lebih baik dari apa yang saya harapkan, pakai kacamata rasional, kolaborasi dengan Tim Ahli dan Expert di lingkup masing-masing” tegasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Bersama Mahasiswa dan OKP di Halaman Rujab, Wagub Sulsel Imbau Santun Dalam Pergerakan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Mahasiswa berkumpul di Rujab Wagub Sulsel, Selasa (22/9/2020).

Silaturahmi ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Dengan setiap peserta menggunakan masker berstandar aman, penyemprotan disinfektan perorangan, tiap peserta yang masuk wajib dilakukan pengecekan suhu tubuh. Pertemuan di ruang terbuka ini pun tetap ada pembatasan peserta yang hadir dengab menjaga jarak dan wajib penggunaan masker.

Organisasi tersebut terdiri dari GMKI Sulsel, GMKI Kota Makassar, KAMMI Sulsel, HMI Maktim, Badko HMI Sulselbar, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan pelajar Muhammadiyah, Kerukunan Mahasiswa Pelajar Simbuang-Mappak, Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI), PMKRI, Nasyiatul Aisyiyah, Ipmil Luwu Raya, PMII.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel Elly Oscar menyampaikan bahwa silaturahmi antara Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan sangat baik dan produktif.

“Silahturahim antara Pemerintah Daerah SulSel dengan OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) mengadakan Silaturahim dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan antara mahasiswa pemuda, ini adalah bagian dari menjaga dinamika di Sulsel,” jelasnya.

Pemuda dan Mahasiswa adalah garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi, kita harus bahu membahu juga dalam memberikan edukasi terkait covid-19.

“Menerapkan Protokoler kesehatan mesti dikampanyekan oleh kaum muda. Silaturrahim ini juga sangat penting, karena hadir mahasiswa dari berbagai etnis dan latar belakang kultur yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Selain itu, tanggapan positif juga dikemukakan oleh ketua HMI Cabang Makassar Timur, drg.Ardiansyah.

‘Ini contoh pertemuan silaturrahim yg konstruktif dimasa Pandemi, sambil berdialog santai, para peserta merasa tenang dengan penerapan protokol kesehatan ketat sebelum dan selama diskusi berlangsung. Ini contoh pertemuan umum dimasa pandemi yg bisa jadi rujukan. Pak wagub terlihat begitu concern menerapkan protokok kesehatan di acara ini. Sambil kita semua berdoa agar pandemi covid segera berlalu, kami dari elemen pemuda dan mahasiswa berharap silaturahmi seperti ini bisa menjadi agenda rutin yg positif,” ujar Dokter Ardi, Sapaan akrab dokter yg sekaligus Ketua HMI Maktim ini.

Sangat senang bagi Wagub Andi Sudirman Sulaiman dapat menerima Mahasiswa dan pemuda.

Dalam kesempatan ini, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menyempatkan berdiskusi bersama mahasiswa dengan membahas permasalahan yang di hadapi masyarakat dan pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan kembali kepada Mahasiswa dan pemuda agar santun dalam pergerakan.

“Silahkan tetap aktif, silahkan tetap kritis dengan cara cara yang arif dengan menjaga budaya lokal ketimuran kita. menjaga idealisme dengan cara kita. Kita menegur dan memberikan solusi yang baik, jangan menegur saja tapi tidak ada solusi yang baik,” tegasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Temui Prof Rudy di Posko Covid-19 Makassar, Nurdin Abdullah Minta Sinergi di Perkuat

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah meminta seluruh struktur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar lebih memperkuat sinergi hingga ke tingkatan paling terbawah. Menurutnya, jika persoalan Pandemi bisa teratasi di Makassar, maka 90 persen persoalan Covid-19 dinyatakan selesai di Sulawesi Selatan. Hal ini diungkapkan Nurdin saat menemui Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, Senin (21/9/2020).

“Jika seluruh struktur penanganan Covid-19 bekerja maksimal, memperkuat sinergi baik di jajaran Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), termasuk Polsek, binmas, babinsa, hingga tingkat RT RW, saya begitu yakin ini tidak begitu sulit untuk kita kendalikan. Contoh penggunaan masker saja, jika itu mampu kita massifkan penggunaannya hingga angka 90 persen oleh warga kita, itu pasti akan membawa perubahan yang sangat besar dari segi penurunan angka yang terpapar” tegas Prof Nurdin saat berbicara didepan sejumlah jajaran pejabat lingkup kota Makassar, termasuk seluruh camat se Kota Makassar.


Ditempat ini, Nurdin menyempatkan berbincang dengan sejumlah petugas Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar sekaligus mendengarkan pemaparan angka-angka terbaru penyebaran virus di Kota Makassar oleh Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Makassar dari Universitas Hasanuddin, Ansariadi.

Sementara itu, Pj Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih massif melakukan tracing dan testing dengan Swab massal disejumlah titik yang dianggap memiliki pola penyebaran virus yang cukup tinggi.

“Kita sudah lakukan tes PCR secara massal di enam kecamatan episentrum dengan jumlah 2500 tes. Ini terus kita lanjutkan hingga mencapai jumlah 5000 tes. Tujuannya untuk mendapatkan peta data berupa tingkat positive rate. Alhamdulillah, dari angka tes 2500 yang kita lakukan kemarin itu, tingkat positive rate kita itu rata-rata berkisar di angka empat hingga lima persen” ujarnya.

Grafik kenaikan angka yang terpapar Covid-19 akhir-akhir ini diakui oleh Prof Rudy diakibatkan karena beberapa ruang aktifitas warga yang dibuka, termasuk Cafe dan pesta pernikahan dimana masih terdapat sejumlah pelanggaran dari aspek protokol kesehatan.

“Mestinya memang, jika tingkat keterpaparan virus semakin menurun, protokol kesehatan diterapkan lebih ketat. Apalagi saat ini kita sudah memasuki tahapan Pilkada, perkumpulan-perkumpulan massa kembali terlihat, seperti pada tahap pendaftaran kemarin. Kita berharap itu tidak terulang pada tahapan berikutnya” lanjutnya.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Kepala Sekolah se Makassar akan Jalani Kursus Bahasa Inggris

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Seluruh kepala sekolah se Kota Makassar akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris dengan metode cepat. Sistem pelatihan cepat ini berlangsung selama tiga hari dengan menekankan pada kemampuan Speaking para kepala sekolah. Rencana peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparat Sipil Negara (ASN) tersebut menjadi fokus pembicaraan Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin dengan tim Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di rumah jabatan Wakil Walikota Makassar, Sabtu (19/9/2020).

“Di era globalisasi saat ini, bahasa Inggris itu sangat penting, khususnya dalam konteks membangun koneksitas secara Internasional, baik itu di sektor ekonomi, teknologi maupun pembangunan. Makanya, kita akan memprioritaskan peningkatan Kemampuan berbahasa Inggris untuk tenaga pendidik, khususnya kepala sekolah” ujar Prof Rudy.


Kedepannya menurut Prof Rudy, syarat untuk menjadi kepala sekolah harus melewati uji kompetensi kemampuan berbahasa Inggris.

Rencana, tim dari APKASI akan memfasilitasi peningkatan kemampuan para kepala sekolah dalam bahasa Inggris dengan metode cepat dengan menekankan pada kemampuan Speaking para kepala sekolah.

“Jika metode ini berhasil, tentu kita akan lebih memperluas ke seluruh tenaga ASN kita agar kedepan kita semakin mudah membangun kolaborasi dengan stakholder dari luar” ujarnya.

Sementara itu, Staf ahli APKASI bidang pendidikan dan kesehatan, Himmatul Hasanah, M.Pt mengatakan bahwa program pengembangan SDM akan menargetkan kepala sekolah SD dan SMP agar memiliki kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.

“Bahasa Inggris sudah menjadi tuntutan untuk aaat ini, meski terlambat tapi peningkatan SDM ini tetap lebih bagus dibanding tidak sama sekali” ujarnya.

Menurut Himmatul Hasanah, selama ini pembelajaran di bangku sekolah banyak terjebak pada belenggu metode, sehingga ragu-ragu saat melakukan speaking. Makanya, metode cepat ini untuk mempermudah orang melakukan speaking tanpa melanggar metode yang sudah ada” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, juga dihadiri sejumlah pejabat lingkup kota Makassar, diantaranya Kadis Kesehatan, Naisah Tun Azikin, Kadis Kominfo, Ismail Hajiali, Plt Kadis Pendidikan, Andi Irwan Bangsawan, serta Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rakhman.(Jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Prof Rudy : Jika mengancam Keselamatan Warga, Kita Bisa Usulkan Penundaan Pilwali

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar menegaskan akan mengusulkan penundaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar tahun 2020 jika terdapat banyak pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh pasangan calon pada setiap pelaksanaan tahapan Pilwali berlangsung. Hal tersebut ditegaskan Prof Rudy saat berlangsung Rapat Koordinasi Pemilu dan Peningkatan Disiplin serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 kota Makassar di Posko Gugus Tugas Kota Makassar, jalan Nikel Raya, Sabtu (19/9/2020).

“Pemerintah pusat mengizinkan digelar Pilkada, tapi dengan syarat tidak mengancam kesehatan dan ekonomi masyarakat. Jika pada saat proses pelaksanaannya ternyata mengancam keselamatan warga, bisa saja kita mengusulkan untuk dilakukan penundaan” tegasnya.

Menurut Prof Rudy, semua pihak harus memiliki komitmen untuk mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Paslon jangan hanya pintar membuat jargon-jargon yang kedengarannya bagus tapi fakta dilapangan tidak sesuai. Wujud nyata kecintaan terhadap masyarakat itu terlihat dari cara kita menerapkan protokol kesehatan, bukan pada jargon yang kedengarannya bagus tapi dilapangan justru membahayakan keselamatan warga” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut hadir sejumlah pemangku kepentingan, diantaranya Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan, Dandim 1408/BS Kolonel Kav Dwi Irbaya, Ketua KPU Kota Makassar, M Farid Wajdi, serta Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari. Selain itu, dua pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar juga terlihat hadir, yakni Pasangan Syamsu Rizal dan Dr Fadli Ananda dan pasangan Munafri Arifuddin dan Abdul Rahman Bando. Sementara itu, Pasangan Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi dan pasangan Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun Nurdin Halid masing-masing dihadiri oleh perwakilan.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Makassar, M Farid Wajdi saat berbicara mengatakan bahwa dalam waktu dekat ada tiga hari yang akan menjadi momentum berat bagi KPU Makassar selaku penyelenggara Pilwali di Kota Makassar.

“Yang pertama itu penetapan pasangan calon pada tanggal 23 September 2020. Selanjutnya pengundian nomor urut pada tanggal 24 September 2020 serta masa kampanye yang dimulai pada tanggal 26 September 2020. Kita sudah melakukan kordinasi, baik itu lokasi termasuk pertimbangan keamanan dan protokol kesehatan. Kami sudah minta tidak ada arak-arakan di jalan termasuk juga pembatasan jumlah orang yang bisa masuk kedalam ruangan tempat acara” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari mengatakan bahwa inti dari pertemuan tersebut adalah terciptanya komitmen untuk menjadikan Makassar sebagai pilot project pelaksanaan Pilkada tanpa ada korban akibat pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksanaan tahapan Pilkada.

“Tidak ada alasan untuk tidak patuh pada protokol kesehatan. Regulasi sudah mengatur nya sedemikian rupa, termasuk sanksi administrasi jika terbukti ada pelanggaran. Teman-teman satgas sudah membuat analisis, termasuk membuat opsi rekomendasi penundaan jika dianggap itu dibutuhkan. Pada prinsipnya, kita ingin Pilwali Makassar berlangsung sukses, aman, jujur dan adil, serta jauh dari klaster Pilkada” tegasnya.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

PJ Wali Kota Makassar Tegaskan Pelaksanaan Pilwalkot Harus Mengikuti Protokol Kesehatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin menegaskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kota Makassar akan tetap berjalan sesuai dengan tahapan dengan catatan harus mengikuti protokol kesehatan. Hal tersebut di utarakannya usai menghadiri rapat koordinasi penegakan hukum pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 di masa pandemi secara during di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (18/9/2020).

Rapat yang di pimpin oleh Menkopulhukam RI, Mahfud MD ini membahas bagaimana peranan seluruh stakeholder dalam mensukseskan jalannya pilkada di masa pandemi, aturan serta sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan kesehatan sebagai sanksi administratif.

Di lakukan secara online dan di hadiri oleh semua pemangku kebijakan di masing-masing Provinsi dan Kabupaten, pilkada serentak ini di harapkan dapat berjalan damai, jujur, dan mengedepankan misi kemanusiaan.

Mahfud MD meminta seluruh kepala daerah agar mengingatkan seluruh Paslon untuk tertib dalam tiap tahapan. Mengurangi bahkan meniadakan euforia berlebihan yang di takutkan akan memicu hadirnya klaster baru.

Pendaftaran para paslon sudah di lakukan dan tanggal 23 September mendatang sudah ada penetapan yang lolos melaju ke tahapan selanjutnya. Selanjutnya di tanggal 25 September memasuki masa kampanye yang di khawatirkan bisa memicu terjadinya penularan virus jika protokol kesehatan di abaikan.

PJ Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin yang turut hadir bersama jajaran Forkopimda Kota Makassar, diantaranya Sekda Kota Makassar, Ansar,
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Sundari, serta Dandim 1408/BS Kolonel Kav Dwi Irbaya. Selain itu juga hadir Ketua KPU Kota Makassar, M Farid Wajdi, serta Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari.

Dalam rapat tersebut sepakat untuk melakukan rapat koordinasi daerah bersama seluruh partai pendukung serta simpatisan untuk membahas hal ini.

“Senin mendatang kami agendakan untuk mengundang semua partai pendukung, simpatisan, serta para Paslon untuk hadir membahas aturan pilkada di masa pandemi. Saya kira kita semua harus menyadari bahwa keselamatan itu utama. Jangan sampai larut dalam nuansa politik namun abai pada situasi yang kini di alami bangsa kita”, ujar Prof Rudy saat dikonfirmasi usai mengikuti rakor.

Meskipun Pilkada digelar ditengah pandemi, Prof Rudy tetap meminta agar masyarakat Kota Makassar menggunakan hak pilihnya dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Inilah sejarah baru yang akan kembali terukir. Makassar akan mendapatkan pemimpin baru. Mari gunakan hak pilih secara sadar dan tidak ada paksaan dari siapapun. Masa depan Makassar tergantung pilihan warga saat ini. Tapi tolong karena kita masih dalam suasana pandemi, jangan abai dalam penggunaan masker, cuci tangan juga jaga jarak”,tambahnya.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Dua OPD Raih Predikat A Implementasi SAKIP, Wagub Sulsel Harap Bisa Sharing

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Organisasi melaksanakan coaching clinic (klinik bimbingan) percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) dan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Pendampingan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ini diikuti Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beserta Kabupaten/Kota Parepare, Palopo, Jeneponto, Bone, Luwu, dan Kepulauan Selayar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Jum’at (18/9/2020) dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Yang turut dihadiri oleh Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN-RB , Jufri Rahman

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pencapaian target Reformasi Birokrasi (RB) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), maka diperlukan peningkatan pemahaman dan kemampuan aparat setiap perangkat daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Asisten III Bidang Administrasi Setda Sulsel, Tautoto Tanaranggina menyampaikan laporan panitia pelaksana kegiatan. Kegiatan ini, dikatakan, bahwa berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 18-20 September 2020.

Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN-RB , Jufri Rahman memaparkan terkait kebijakan dan strategi percepatan reformasi birokrasi

“Ini merupakan pra-evaluasi dalam bentuk pendampingan untuk upaya pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) dan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) lebih baik,” ungkapnya.

Terlebih, kata dia, hasil penilaian SAKIP ini, bisa mendapat Dana Insentif Daerah (DID).

Ia pun mengaku, apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan atas komitmen untuk optimis meraih predikat A pada SAKIP selanjutnya.

Manajemen kinerja SAKIP, kata dia, dilaksanakan untuk memastikan bahwa program dan kegiatan yang dilaksanakan telah memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa Pemprov Sulsel terus melakukan perbaikan yang lebih baik serta mengikuti arahan Kementerian PAN-RB. Terlebih Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan memiliki program untuk reformasi birokrasi yakni ‘Sulsel Bersih Melayani’.

Dirinya memaparkan beberapa tindak lanjut hasil evaluasi RB dan SAKIP Tahun sebelumnya; pelaksanaan reformasi birokrasi implementasi SAKIP terkait pandemi covid-19; serta progres reform yang telah dilakukan.

Ia pun menyampaikan, bahwa penilaian SAKIP tahun 2019, ada dua OPD Lingkup Pemprov Sulsel yang meraih predikat A. Ia pun berharap Pemprov Sulsel bisa meraih predikat A. serta mendorong OPD lainnya dan Kabupaten/Kota untuk meraih predikat lebih baik.

“Ada peningkatan (SAKIP). Dua OPD di Provinsi dapat nilai A, yaitu BKAD dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Kepala Dinasnya mau berbagi, saling bertukar pikiran, sharing dengan OPD lainnya,” ucapnya.

Dirinya berharap, TPP masuk dalam faktor penilaian SAKIP. Dengan penerimaan TPP bagi ASN disesuaikan dengan beban kerja dan resiko kerja, sehingga dilakukan penilaian kinerja ASN. Andi Sudirman menyampaikan bagaimana sistem dalam perusahaan korporasi. salah satunya dalam hal appraisal (penilaian) kinerja yang dilakukan dalam setahun dua kali.

“Kami bersama bapak Gubernur, semua program atau planning dan keuangan atau costing ada kontrolnya. Program kontrolnya semua di Bappelitbangda dan keuangan kontrolnya di BKAD,” jelasnya.(jalu)

read more
1 171 172 173 174 175 198
Page 173 of 198