close

News

Berita yang sedang hangat diperbincangkan

DaerahNews

Prof Rudy : Jika mengancam Keselamatan Warga, Kita Bisa Usulkan Penundaan Pilwali

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar menegaskan akan mengusulkan penundaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar tahun 2020 jika terdapat banyak pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh pasangan calon pada setiap pelaksanaan tahapan Pilwali berlangsung. Hal tersebut ditegaskan Prof Rudy saat berlangsung Rapat Koordinasi Pemilu dan Peningkatan Disiplin serta Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 kota Makassar di Posko Gugus Tugas Kota Makassar, jalan Nikel Raya, Sabtu (19/9/2020).

“Pemerintah pusat mengizinkan digelar Pilkada, tapi dengan syarat tidak mengancam kesehatan dan ekonomi masyarakat. Jika pada saat proses pelaksanaannya ternyata mengancam keselamatan warga, bisa saja kita mengusulkan untuk dilakukan penundaan” tegasnya.

Menurut Prof Rudy, semua pihak harus memiliki komitmen untuk mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Paslon jangan hanya pintar membuat jargon-jargon yang kedengarannya bagus tapi fakta dilapangan tidak sesuai. Wujud nyata kecintaan terhadap masyarakat itu terlihat dari cara kita menerapkan protokol kesehatan, bukan pada jargon yang kedengarannya bagus tapi dilapangan justru membahayakan keselamatan warga” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut hadir sejumlah pemangku kepentingan, diantaranya Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan, Dandim 1408/BS Kolonel Kav Dwi Irbaya, Ketua KPU Kota Makassar, M Farid Wajdi, serta Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari. Selain itu, dua pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar juga terlihat hadir, yakni Pasangan Syamsu Rizal dan Dr Fadli Ananda dan pasangan Munafri Arifuddin dan Abdul Rahman Bando. Sementara itu, Pasangan Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi dan pasangan Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun Nurdin Halid masing-masing dihadiri oleh perwakilan.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Makassar, M Farid Wajdi saat berbicara mengatakan bahwa dalam waktu dekat ada tiga hari yang akan menjadi momentum berat bagi KPU Makassar selaku penyelenggara Pilwali di Kota Makassar.

“Yang pertama itu penetapan pasangan calon pada tanggal 23 September 2020. Selanjutnya pengundian nomor urut pada tanggal 24 September 2020 serta masa kampanye yang dimulai pada tanggal 26 September 2020. Kita sudah melakukan kordinasi, baik itu lokasi termasuk pertimbangan keamanan dan protokol kesehatan. Kami sudah minta tidak ada arak-arakan di jalan termasuk juga pembatasan jumlah orang yang bisa masuk kedalam ruangan tempat acara” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari mengatakan bahwa inti dari pertemuan tersebut adalah terciptanya komitmen untuk menjadikan Makassar sebagai pilot project pelaksanaan Pilkada tanpa ada korban akibat pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksanaan tahapan Pilkada.

“Tidak ada alasan untuk tidak patuh pada protokol kesehatan. Regulasi sudah mengatur nya sedemikian rupa, termasuk sanksi administrasi jika terbukti ada pelanggaran. Teman-teman satgas sudah membuat analisis, termasuk membuat opsi rekomendasi penundaan jika dianggap itu dibutuhkan. Pada prinsipnya, kita ingin Pilwali Makassar berlangsung sukses, aman, jujur dan adil, serta jauh dari klaster Pilkada” tegasnya.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

PJ Wali Kota Makassar Tegaskan Pelaksanaan Pilwalkot Harus Mengikuti Protokol Kesehatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin menegaskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kota Makassar akan tetap berjalan sesuai dengan tahapan dengan catatan harus mengikuti protokol kesehatan. Hal tersebut di utarakannya usai menghadiri rapat koordinasi penegakan hukum pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 di masa pandemi secara during di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (18/9/2020).

Rapat yang di pimpin oleh Menkopulhukam RI, Mahfud MD ini membahas bagaimana peranan seluruh stakeholder dalam mensukseskan jalannya pilkada di masa pandemi, aturan serta sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan kesehatan sebagai sanksi administratif.

Di lakukan secara online dan di hadiri oleh semua pemangku kebijakan di masing-masing Provinsi dan Kabupaten, pilkada serentak ini di harapkan dapat berjalan damai, jujur, dan mengedepankan misi kemanusiaan.

Mahfud MD meminta seluruh kepala daerah agar mengingatkan seluruh Paslon untuk tertib dalam tiap tahapan. Mengurangi bahkan meniadakan euforia berlebihan yang di takutkan akan memicu hadirnya klaster baru.

Pendaftaran para paslon sudah di lakukan dan tanggal 23 September mendatang sudah ada penetapan yang lolos melaju ke tahapan selanjutnya. Selanjutnya di tanggal 25 September memasuki masa kampanye yang di khawatirkan bisa memicu terjadinya penularan virus jika protokol kesehatan di abaikan.

PJ Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin yang turut hadir bersama jajaran Forkopimda Kota Makassar, diantaranya Sekda Kota Makassar, Ansar,
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Sundari, serta Dandim 1408/BS Kolonel Kav Dwi Irbaya. Selain itu juga hadir Ketua KPU Kota Makassar, M Farid Wajdi, serta Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari.

Dalam rapat tersebut sepakat untuk melakukan rapat koordinasi daerah bersama seluruh partai pendukung serta simpatisan untuk membahas hal ini.

“Senin mendatang kami agendakan untuk mengundang semua partai pendukung, simpatisan, serta para Paslon untuk hadir membahas aturan pilkada di masa pandemi. Saya kira kita semua harus menyadari bahwa keselamatan itu utama. Jangan sampai larut dalam nuansa politik namun abai pada situasi yang kini di alami bangsa kita”, ujar Prof Rudy saat dikonfirmasi usai mengikuti rakor.

Meskipun Pilkada digelar ditengah pandemi, Prof Rudy tetap meminta agar masyarakat Kota Makassar menggunakan hak pilihnya dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Inilah sejarah baru yang akan kembali terukir. Makassar akan mendapatkan pemimpin baru. Mari gunakan hak pilih secara sadar dan tidak ada paksaan dari siapapun. Masa depan Makassar tergantung pilihan warga saat ini. Tapi tolong karena kita masih dalam suasana pandemi, jangan abai dalam penggunaan masker, cuci tangan juga jaga jarak”,tambahnya.(jalu)

 

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Dua OPD Raih Predikat A Implementasi SAKIP, Wagub Sulsel Harap Bisa Sharing

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Organisasi melaksanakan coaching clinic (klinik bimbingan) percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) dan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Pendampingan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ini diikuti Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beserta Kabupaten/Kota Parepare, Palopo, Jeneponto, Bone, Luwu, dan Kepulauan Selayar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Jum’at (18/9/2020) dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Yang turut dihadiri oleh Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN-RB , Jufri Rahman

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pencapaian target Reformasi Birokrasi (RB) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), maka diperlukan peningkatan pemahaman dan kemampuan aparat setiap perangkat daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Asisten III Bidang Administrasi Setda Sulsel, Tautoto Tanaranggina menyampaikan laporan panitia pelaksana kegiatan. Kegiatan ini, dikatakan, bahwa berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 18-20 September 2020.

Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN-RB , Jufri Rahman memaparkan terkait kebijakan dan strategi percepatan reformasi birokrasi

“Ini merupakan pra-evaluasi dalam bentuk pendampingan untuk upaya pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) dan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) lebih baik,” ungkapnya.

Terlebih, kata dia, hasil penilaian SAKIP ini, bisa mendapat Dana Insentif Daerah (DID).

Ia pun mengaku, apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan atas komitmen untuk optimis meraih predikat A pada SAKIP selanjutnya.

Manajemen kinerja SAKIP, kata dia, dilaksanakan untuk memastikan bahwa program dan kegiatan yang dilaksanakan telah memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa Pemprov Sulsel terus melakukan perbaikan yang lebih baik serta mengikuti arahan Kementerian PAN-RB. Terlebih Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan memiliki program untuk reformasi birokrasi yakni ‘Sulsel Bersih Melayani’.

Dirinya memaparkan beberapa tindak lanjut hasil evaluasi RB dan SAKIP Tahun sebelumnya; pelaksanaan reformasi birokrasi implementasi SAKIP terkait pandemi covid-19; serta progres reform yang telah dilakukan.

Ia pun menyampaikan, bahwa penilaian SAKIP tahun 2019, ada dua OPD Lingkup Pemprov Sulsel yang meraih predikat A. Ia pun berharap Pemprov Sulsel bisa meraih predikat A. serta mendorong OPD lainnya dan Kabupaten/Kota untuk meraih predikat lebih baik.

“Ada peningkatan (SAKIP). Dua OPD di Provinsi dapat nilai A, yaitu BKAD dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Kepala Dinasnya mau berbagi, saling bertukar pikiran, sharing dengan OPD lainnya,” ucapnya.

Dirinya berharap, TPP masuk dalam faktor penilaian SAKIP. Dengan penerimaan TPP bagi ASN disesuaikan dengan beban kerja dan resiko kerja, sehingga dilakukan penilaian kinerja ASN. Andi Sudirman menyampaikan bagaimana sistem dalam perusahaan korporasi. salah satunya dalam hal appraisal (penilaian) kinerja yang dilakukan dalam setahun dua kali.

“Kami bersama bapak Gubernur, semua program atau planning dan keuangan atau costing ada kontrolnya. Program kontrolnya semua di Bappelitbangda dan keuangan kontrolnya di BKAD,” jelasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Bawa Bantuan, Prof Rudy Datangi Lokasi Kebakaran Maccini Sawah

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mendatangi lokasi kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Maccini Sawah, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Jumat (18/9/2020).

Selain menemui para korban, Prof Rudy juga membawakan bantuan berupa kebutuhan dasar untuk di gunakan selama masa pemulihan berlangsung.

“Semoga saja ini kejadian terakhir kalinya. Kami minta seluruh warga agar lebih hati-hati lagi, karena bencana kadang muncul bermula dari hal yang tidak kita perhitungkan. Kami prihatin dan berharap warga kita yang menjadi korban pada bencana kebakaran ini bisa bersabar dan kembali melakukan recovery terhadap tempat tinggal nya yang mengalami kerusakan” ujar Prof Rudy saat meninjau langsung lokasi kebakaran.

Ditempat ini, Prof Rudy juga menemui dan mengajak berbincang para korban sekaligus menyerahkan bantuan untuk digunakan selama masa pemulihan.

Sementara itu, Camat Makassar, Andi Ardhi Rahadian Sulham yang juga berapa di lokasi kebakaran menjelaskan sejumlah bantuan yang diserahkan oleh Prof Rudy kepada para korban.

“Sejumlah bantuan untuk kebutuhan dasar para korban tadi sudah diserahkan secara langsung oleh Pak Wali diantaranya terpal, selimut, peralatan bayi, dan sejumlah kebutuhan lainnya” ujar Andi Ardhi.

Menurutnya, pihak Pemkot Makassar juga sudah mendirikan dapur umum sejak kamis sore, termasuk juga kesiapan air bersih yang menjadi kebutuhan utama para korban.

“Saat ini sedang kita siapkan WC portabel dulu untuk sementara di sekitar lokasi rumah warga yang terbakar” jelasnya.

Kedatangan Prof Rudy tersebut, didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemkot Makassar, diantaranya Kadis Sosial, Mukhtar Tahir, serta Kepala BPBD, Dr. Rusli.

Selain Prof Rudy, sejumlah perwakilan Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Kota Makassar juga berada di lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan kepada para korban.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

5 Cara agar Kulit Tetap Terhidrasi Sepanjang Hari

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Kulit wajah yang kering dan dehidrasi menjadi permasalahan yang sering sekali timbul dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Guna mengatasi hal ini, tak jarang para wanita rela mencoba berbagai skincare agar bisa tampil percaya diri setiap saat. Namun, tahukah Anda bahwa kondisi kulit kering berbeda dengan kulit dehidrasi?

Melansir Healthline, kulit yang mengalami dehidrasi terjadi karena menurunnya kadar air pada kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, bahkan terlihat kusam. Meskipun kulit yang dehidrasi sering sekali terlihat kering, namun kondisi ini tetap berbeda dengan jenis kulit kering.

Kulit kering merupakan kondisi permanen yang terjadi karena faktor genetik sejak lahir. Orang dengan kulit kering memiliki lapisan minyak yang sedikit sehingga sulit untuk mempertahankan kelembapan kulit. Biasanya kulit kering memiliki gejala seperti kulit teras kasar, kering, mengelupas, gatal, dan kemerahan.

Sementara itu kulit dehidrasi disebabkan karena kondisi kulit yang kekurangan air, sering terpapar AC dan matahari, atau kurang tidur. Pada kondisi ini, skin barrier(lapisan pelindung kulit) tidak bisa berfungsi dengan optimal sehingga menimbulkan gejala seperti kulit kusam, sensitif, kering, kasar, berminyak, atau berisisik. Berbeda dengan kulit kering, kulit dehidrasi bersifat sementara dan bisa terjadi pada semua jenis kulit.

Meskipun terkesan biasa, kulit yang mengalami dehidrasi bisa menjadi sumber permasalahan kulit lainnya seperti iritasi dan jerawat. Untuk mengetahuinya, cobalah remas perlahan sebagian kecil kulit di area pipi. Jika terlihat ada kerutan, kulit Anda mungkin mengalami dehidrasi. Biar kulit terus terhidrasi setiap saat, yuk coba ikuti 5 tips yang dilansir dari bebeautiful.in berikut ini.

1. Perbanyak Minum Air

Salah satu hal yang perlu dilakukan saat ingin menghidrasi kulit adalah dengan perbanyak minum air putih. Dalam satu hari, pastikan untuk minum air setidaknya 8 gelas untuk memenuhi level cairan dalam tubuh. Sehingga kadar air pada kulit pun juga akan ikut terjaga.

2. Istirahat yang Cukup

Setelah beraktivitas seharian, tubuh tentu memerlukan waktu untuk relaksasi dan istirahat. Namun, sebagian orang sering sekali mengabaikan hal ini. Padahal, tubuh yang kekurangan waktu istirahat bisa membuat stres dan berdampak terhadap kesehatan kulit. Oleh karena itu, pastikan untuk tidur cukup minimal 6-8 jam setiap malamnya.

3. Makan Buah dan Sayur

Selain sebagai sumber serat, buah dan sayur juga merupakan makanan penuh nutrisi yang baik untuk tubuh. Di dalam sayur dan buah juga terdapat vitamin, mineral, dan air yang bagus untuk kesehatan kulit. Beberapa buah dan sayur yang bisa membantu menghidrasi kulit antara lain, semangka, jeruk, bayam, tomat, dan timun.

4. Rutin Olahraga

Nggak hanya menyehatkan tubuh, olahraga juga bisa membuat kulit menjadi sehat. Saat olahraga, detak jantung tentunya akan meningkat sehingga memompa lebih banyak darah. Dalam kondisi ini, aliran darah yang lancar akan meningkatkan sirkulasi oksigen serta nutrisi dalam tubuh, termasuk untuk kulit. Oleh karena itu, cobalah untuk rutin berolahraga 3-5 kali dalam seminggu. Beberapa olahraga ringan yang bisa dilakukan seperti jogging, bersepeda, jalan sehat, atau aerobik.

5. Gunakan Pelembap Wajah

Dehidrasi pada kulit wajah bisa juga diatasi dengan penggunaan pelembap. Namun, pastikan pelembap yang Anda gunakan memiliki nutrisi yang mampu menghidrasi kulit.

 

 

source : Advertorial – detikHealth

read more
DaerahNews

Paripurna Ranperda, Wagub tegaskan Pemprov Sulsel Bangun Tahap 2 Jalan Compong- Larompong di Tahun 2020

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Paripurna di kantor DPRD Sulsel jalan Urip Sumiharjo Makassar, Rabu (16/9/2020).

Rapat Paripurna ini dengan agenda Jawaban Gubernur Sulsel atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda masing-masing tentang : Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020; Rencana Tata Ruang Wilayah Prov. Sulsel Tahun 2020-2040; Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat.

Yang dilanjutkan dengan rapat agenda Tanggapan DPRD atas Pendapat Gubernur terhadap masing-masing tentang : Perlindungan Guru dan Siswa; Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.

Serta dirangkaikan dengan pembentukan 4 Pansus Pembahas Ranperda masing-masing tentang : Perlindungan Guru dan Siswa; Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi; Rencana Tata Ruang Wilayah Prov. Sulsel Tahun 2020-2040; Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat

Rapat paripurna ini, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif.

Dalam kesempatan itu, Wagub Sulsel, Andi Sudirman mewakili Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah membacakan jawaban atau penjelasan dihadapan para legislatif.

Menurutnya, kesemua saran maupun catatan dari para Fraksi itu sama pentingnya baik. Hal itu, kata dia, sebagai upaya bersama untuk Sulawesi Selatan yang lebih baik.

Andi Sudirman pun mengaku, bahwa Pemprov Sulsel mendukung upaya Pemerintah Pusat dalam hal Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ia pun memaparkan, beberapa langkah Pemprov Sulsel dalam menangani kondisi pandemi Covid-19.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memperhatikan untuk memperbaikinya pada waktu yang akan datang. Sekecil apapun saran, pendapat, maupun catatan yang disampaikan oleh dewan yang terhormat akan menjadi kewajiban Pemprov Sulsel untuk diperhatikan,” ujarnya.

Menjawab tanggapan dari Fraksi Nasdem terkait lanjutan jalan prioritas ruas Compong kabupaten Sidrap menuju ke Larompong Kabupaten Luwu sebagai program prioritas.

Wagub dalam kesempatan klarifikasi ini mempertegas, bahwa akan dilanjut di 2020 melalui bantuan keuangan dan sudah proses tahapan lelang.

“Terkait pertanyaan saudara dari Fraksi Nasdem mengenai lanjutan jalan ruas Compong (Sidrap)-Larompong (Luwu), Alhamdulillah tahap 2 tahun ini. Pemprov bangun melalui bantuan keuangan daerah bawahan ke Kabupaten Sidrap berikut jembatan lingkar SKPD-nya,” jelasnya.

Wagub Sulsel pun memberi masukan dalam kesempatan yang sama terkait 2 Ranperda inisiasi DPRD.

“Kami minta dalam pembahasan Ranperda terkait perlindungan Guru dan Siswa menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi keduanya dengan meminta masukan kepada NGO atau pegiat pendidikan. Kita ingin tidak ada lagi perlakuan siswa bersama Wali atau orang tua siswa tidak baik kepada guru juga sebaliknya siswa mendapatkan hak-hak termasuk perlindungan kekerasan dll yang sering terjadi oleh oknum Guru,” tuturnya.

Lebih lanjut, “terkait investasi terkhusus pihak asing agar ada perhatian akan lokal konten dimaksimalkan, durasi knowledge transfer, alih teknologi, isu kesejahteraan sosial sekitar, kemitraan lembaga lokal serta keseimbangan ekosistem,” pungkasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

DPK Provinsi Sulsel Apresiasi Layanan Perpustakaan Online SD Negeri Borong

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Perpustakaan sekolah harus berinovasi agar memudahkan akses layanannya, tak terbatas hanya pada murid-murid sekolah tersebut, tapi juga masyarakat luas. Apalagi di masa pandemi Covid-19, di mana murid-murid di rumahkan. Seperti inovasi layanan online yang ditunjukkan oleh perpustakaan SD Negeri Borong, yang mulai disosialisasikan bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, Senin, 14 September 2020.

Kepala UPT SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, mengatakan bahwa anak-anak antusias mau melihat sekolahnya sekaligus membaca di perpustakaan. Di hadapan belasan anak yang mewakili kelas I-VI, Bu Indri  begitu biasa dia disapa, mengatakan akan berusaha untuk memaksimalkan layanan perpustakaan sekolah, kalaupun tidak bisa secara fisik didatangi maka dapat dikunjungi secara online.

“Jadi, anak-anak silakan sampaikan ke teman, saudara, orangtua dan tetangga bahwa bisa berkunjung ke perpustakaan sekolah SD Negeri Borong,” ujarnya.

Kepada tamu-tamu yang berkunjung untuk memberikan asistensi terkait digitalisasi layanan perpustakaan, Bu Indri berharap, semoga momen kunjungan dari perpustakaan provinsi ini akan memberi nilai tambah dan motivasi bagi murid-murid dan sekolahnya.

Heri Rusmana, Pustakawan Madya pada DPK Provinsi Sulsel memberi apresiasi atas pengelolaan perpustakaan yang dilakukan SD Negeri Borong. Dikatakan bahwa meski tidak punya hubungan kemitraan langsung dengan sekolah-sekolah setingkat SD tapi sudah menjadi tanggung jawabnya untuk melihat perpustakaan maju dan beekembang.

“Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pembina perpustakaan di seluruh Sulsel. Sehingga jadi alasan kami datang ke SD Negeri Borong, tepat di Hari Kunjung Perpustakaan,” kata Heri Rusmana, yang baru saja menerbitkan buku berjudul “Enregi dan Inovasi Mohammad Hasan, dalam Foto dan Catatan” itu.

Sebagai pustakawan senior, hari itu, Heri Rusmana datang berbagi kiat tentang konsep perpustakaan berbasis layanan digital. Katanya, digitalisasi layanan peepustakaan itu berarti buku-buku koleksi kita harus bisa diakses, bukan hanya oleh murid-murid sekolah di SDN Borong tapi juga anak-anak dari sekolah lain, bahkan oleh masyarakat luas.

Berkaitan dengan kendala keterbatasan koleksi bacaan, tips dan solusi yang diberikan, yakni bisa melalui sistem droping atau peminjaman buku. Misalnya, buku-buku dengan tema dan judul-judul tertentu dititip di perpustakaan SDN Borong, nanti pada waktu tertentu dijemput lagi, setelah dibaca oleh anak-anak atau warga sekolah yang lain.

Bisa juga penambahan koleksi perpustakaan melalui gerakan wakaf buku, bantuan CSR atau sumbangan dari para relawan literasi.

Hadir dalam pertemuan terbatas yang diadakan secara sederhana karena situasi pandemi Covid-19 itu, selain Bu Indri dan Heri Rusmana, juga Bu Feby, Kasi Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Bu Nisfu, dan Bu Cory dari DPK Provinsi Sulsel, juga Rusdin Tompo, aktivis anak, dan Sapar, pustakawan SDN Borong.(jalu)

read more
DaerahNews

Prof Rudy Tantang Camat Buat Program Inovatif untuk Pulihkan Ekonomi Rakyat

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin menantang 15 camat dalam membuat program inovatif berkonsep pariwisata, demi memulihkan ekonomi masyarakat Kota Makassar. Syarat program tersebut harus memiliki nilai kepuasan dan daya tarik. Hal tersebut dikatakan saat memimpin rapat koordinasi bersama camat se Kota Makassar di Ruang Sipakalebbi, Balaikota Makassar, Rabu (16/9/2020).

“Saya tantang pak camat. Masing-masing buat satu program saja yang memuaskan orang dan memiliki daya tarik. Silahkan masukan programnya, kita akan berikan anggaran jika memang kita anggap inovatif. Terserah mau pilih sektor apa, sektor UMK bisa, lingkungan hidup, penataan kawasan, kuliner dan sektor-sektor lainnya,” kata Prof Rudy.

Prof Rudy menjelaskan, konsep pariwisata yang memuaskan dan memiliki daya tarik merupakan salah satu kunci untuk menggerakkan ekonomi masyarakat yang terganggu oleh adanya pandemi. Prof Rudy berharap Kota Makassar bisa meniru kesuksesan Singapura dalam membangun ekonominya dengan dua sektor, yakni pariwisata dan investasi.

“Begitu juga kalau kita membangun infrastruktur. Infrastruktur kalau kita bangun harus menjadi multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta program-program camat yang bersifat pencitraan dan eforia harus dihilangkan. Mengingat di tengah pendemi covid-19, program yang harus dipersiapkan bersifat memulihkan ekonomi masyarakat. Salah satunya memiliki daya tarik dan kepuasan orang.

“Jadi pak camat, saya minta satu saja untuk program yang bersifat memuaskan orang dan memiliki daya tarik. Kalau camat yang tidak inovatif dan kreatif pasti kesulitan. Saya tunggu satu minggu ini,” pungkasnya.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
DaerahNews

Menkomarves RI Pimpin Rakor 8 Provinsi, Wagub Sulsel Paparkan Penanganan Covid 19

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Presiden menginstruksikan untuk memprioritaskan penanganan wabah Covid 19 di 8 Provinsi. Dengan harapan Provinsi yang menjadi prioritas dan daerah dengan zona risiko tinggi serta sedang, terus menguatkan penerapan protokol kesehatan.

Presiden RI Joko Widodo meminta prioritas penekanan angka Covid 19 untuk 8 Provinsi dan akan melakukan evaluasi dalam waktu 14 hari ke depan.

Oleh karena itu, Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator maritim dan investasi menggelar Rapat Koordinasi.

Rapat tersebut di ikuti oleh Kepala Daerah 8 Provinsi, antara lain DKI Jakarta, Jatim, Jateng, Jabar, Sulsel, Kalsel, Bali, dan Sumut.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator maritim dan investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta kepada Pemerintah daerah, Kapolda, dan Pangdam melihat lokasi zona merah per titik bukan per Kabupaten/Kota.

“Pemerintah daerah, TNI, dan Polri perlu melakukan tindakan agresif penyisiran penerapan protokol kesehatan,” tegasnya

“Pemda bersama forkopimda akan menyiapkan titik pusat penyebaran berikut rencana aksi termasuk dalam trisula,” sambungnya.

Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang hadir memaparkan kondisi penanggulangan Covid 19 di Sulawesi Selatan.

“Kondisi Kasus Covid 19 telah melandai dalam bulan Juli dan Agustus, tetapi meningkat kembali dalam 1 pekan terakhir. Peningkatan diindikasi terjadi salah satunya dengan adanya libur dan kegiatan rapat umum terbuka pilkada,” jelas Andi Sudirman Sulaiman, Senin (15/9/2020).

Inovasi program guna memutus dan menanggulangi penyebaran Covid 19 di Sulawesi Selatan terus dilakukan.

“Sulsel sendiri memiliki program efektif Wisata Covid 19 untuk memisahkan pasien Covid dan warga yang sehat di Hotel. Selain itu, juga meningkatkan specimen swab test dengan lab lab yang dimiliki termasuk inovasi mobile PCR yang sangat mendukung, diakibatkan kondisi medan Sulsel yang berjauhan antar Kabupaten/Kota,” lanjutnya.

Wagub Sulsel dalam kesempatan ini menyampaikan kepada Pemerintah pusat dan KPU untuk terus mendukung langkah Pemerintah Sulsel dalam mengatasi Covid 19.

“Agar Pemerintah pusat untuk menambah armada mobile PCR serta kami menekankan kembali kepada KPU untuk menertibkan kegiatan proses Pilkada 2020. Mematuhi protokoler kesehatan yang ketat untuk menghindari cluster pilkada,” tambahnya.

Selain 8 Kepala Daerah, Rakor ini juga dihadiri Menkes, Menbumn, Kasad, Ka BNPB, Wakapolri, Pangdam 8 Provinsi, dan Kapolda 8 Provinsi.(Jalu)

read more
DaerahNews

Prof Rudy Apresiasi Kajari Makassar Tunjuk Kecamatan Biringkanayya Sebagai Mitra Binaan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Langkah-langkah kongrit Pemerintahkota Makassar untuk memulihkan ekonomi masyarakat terus dilakukan bersamaan dengan pemulihan kesehatan dimasa pandemi Covid 19.

Langkah pemulihan ekonomi diambil Pemerintah Kota Makassar bekerja sama Kejaksaan Tinggi Negeri Makassar dengan melakukan launching di Kecamatan Biringkanayya sebagai mitra binaan Kejaksaan Negeri Makassar.

Kepala Kejaksaan Negeri Makasar Andi Sundari mengatakan peresmian kecamatan biringkanayya sebagai mitra binaan Kajari Makassar berdasarkan petunjuk dan arahan dari Pimpinan Kejaksaan Agung sebagai langkah mendukung pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah kondisi pendemi Covid-19.

Saat ini pemerintah pusat melalui lembaga perbankan sedang menyiapkan Dana bantuan bunga rendah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp35,2 triliun.

“Saat ini pihak kejaksaan melakukan pengumpulan data data dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk medapatkan bantuan Modal usaha dari Perbankan. 10 UKM telah di rekomendasikan diajukan validasi dan verifikasi untuk mendapakan bantuan. Hal ini di sambut baik oleh BRI dan BJB untuk bisa bekerja sama merealisasikan program ini,” Ujarnya.

Menurutnya setelah ini terlaksana dengan baik pihak kajari Makassar akan terus melakukan pendampingan sehingga dapat meminimalisir penyimpangan penyaluran Modal usaha tersebut.

Kita terus memfasilitasi dan mendorong koperasi dan UKM untuk mendapat bantuan juga memberikan pengawasan, penyuluhan dan penerangan hukum sehingga dalam realisasi pelaksanaan tidak terjadi adanya mpenyimpangan,” jelas Prof Rudy di Kampung Nelayan Untia Biringkanayya Senin 14/9/2020.

Sementara itu Prof Rudy Djamaluddin mengatakan
saat ini kita menghadapi dua kondisi darurat yang harus segera diselesaikan pertama yakni menjaga kesehatan masyatakat terhadap potensi penularan Covid 19 dan yang kedua adalah masalah ekonomi yang harus di selesaikan secara simultan.

“Momentum ini sangat tepat disamping melaksanakan penanganan wabah Cobid 19 harus dibarengi langkah langkah strategis pemulihan ekonom.Kita harap stimulan perbaikan ekonomi bisa tepat sasaran sesuai regulasi yang ada,” terang Prof Rudy.(jalu)

 

source : Humas Pemkot Makassar

read more
1 203 204 205 206 207 229
Page 205 of 229