close

Health

Health

5 Manfaat Tempe, dari Atasi Pencernaan hingga Kurangi Stres

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Tanggal 6 Juni ditetapkan sebagai hari tempe sedunia. Tempe merupakan makanan Indonesia dan berbahan dasar kedelai. Tempe terbuat dari kacang kedelai yang telah difermentasi atau dipecah oleh mikroorganisme.
Selain kedelai, tempe juga dapat dibuat dari varietas kacang lainnya, gandum atau campuran kedelai dan gandum. Tempe memiliki tekstur kering dan keras tetapi kenyal. Dapat digoreng dikukus, ditumis, atau dipanggang. Sama seperti sumber protein tanpa daging lainnya, seperti tahu tempe terkenal di kalangan vegan dan vegetarian karena gizinya. Tempe memiliki banyak gizi seperti protein, vitamin, dan mineral tetapi rendah sodium dan karbohidrat.

Berikut manfaat tempe :

1. Membantu Pencernaan dan Mengurangi Peradangan

Tempe mengandung prebiotik, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi mengurangi peradangan. Fermentasi adalah proses yang melibatkan pemecahan gula oleh bakteri dan ragi. Melalui fermentasi, asam fitat yang ditemukan dalam kedelai dipecah, lalu membantu meningkatkan pencernaan dan penyerapan. Makanan fermentasi yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung probiotik, yang merupakan bakteri menguntungkan yang dapat memberikan manfaat kesehatan saat dimakan. Namun, tempe tampaknya kaya akan prebiotik-jenis serat yang meningkatkan pertumbuhan bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan Anda. Studi telah menemukan bahwa prebiotik meningkatkan pembentukan asam lemak rantai pendek di usus besar. Ini termasuk butyrate yang merupakan sumber energi utama untuk sel-sel yang melapisi usus besar Anda.

2. Tinggi Protein

Tempe mengandung banyak protein. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet kaya protein dapat menstimulasi termogenesis, yang mengarah pada peningkatan metabolisme dan membantu tubuh Anda membakar lebih banyak kalori setelah setiap kali makan. Diet tinggi protein pada tempe dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Satu studi menemukan bahwa makanan ringan kedelai protein tinggi memberikan rasa kenyang dibandingkan dengan makanan ringan tinggi lemak.

3. Mengurangi Kolesterol

Tempe secara tradisional dibuat dari kedelai, yang mengandung senyawa tumbuhan alami yang disebut isoflavon. Isoflavon kedelai telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol. Satu ulasan mengamati 11 studi dan menemukan bahwa isoflavon kedelai mampu secara signifikan menurunkan kolesterol total dan LDL. Studi lain melihat efek protein kedelai pada kadar kolesterol dan trigliserida. 42 peserta diberi diet yang mengandung protein kedelai atau protein hewani selama periode enam minggu.

Dibandingkan dengan protein hewani, protein kedelai menurunkan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) 5,7% dan kolesterol total 4,4%. Ini juga menurunkan trigliserida sebesar 13,3% (21 Sumber terpercaya).

4. Mengurangi Stres

Studi menunjukkan bahwa isoflavon kedelai juga memiliki sifat antioksidan dan dapat mengurangi stres oksidatif. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas, atom yang sangat tidak stabil, dan dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit kronis.

Akumulasi radikal bebas berbahaya telah dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa isoflavon dapat mengurangi penanda stres oksidatif dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh. Studi lain telah menemukan bahwa suplemen dengan isoflavon kedelai memiliki efek yang menguntungkan pada beberapa penyakit yang terkait dengan stres oksidatif.

5. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Tempe adalah sumber kalsium yang baik dan mineral yang bertanggung jawab menjaga tulang kuat dan padat. Asupan kalsium yang memadai dapat mencegah perkembangan osteoporosis, suatu kondisi yang berhubungan dengan keropos tulang. Walaupun produk susu adalah sumber kalsium yang paling umum, penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam tempe diserap sebaik kalsium dalam susu. Sehingga menjadikan tempe pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan asupan kalsium. Namun beberapa orang mempertimbangkan untuk membatasi asupan tempe mereka. Mereka yang alergi kedelai harus menghindari tempe sama sekali. Makan tempe dapat memicu respons alergi bagi mereka yang alergi terhadap kedelai, yang dapat mencakup gejala seperti gatal-gatal, pembengkakan atau kesulitan bernapas.

Selain itu, kedelai dianggap sebagai goitrogen, suatu zat yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa asupan kedelai memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada fungsi tiroid, namun mereka yang mengalami gangguan fungsi tiroid membatasi mengonsumsi tempe.(nwy/erd)

source : Tim detikhealth – detikHealth

read more
Health

Manakah Posisi Tidur yang Baik, Telentang atau Tengkurap?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Saat tidur, pasti setiap orang punya posisi nyamannya masing-masing. Ada yang lebih suka telentang, tengkurap, miring, bahkan meringkuk. Tahukah kamu selain durasi tidur, posisi juga bisa mempengaruhi kesehatan kita di pagi harinya?

Masing-masing posisi tidur punya manfaat sampai dampak terburuknya juga untuk kesehatan. Dikutip dari Health, berikut perbandingan posisi tidur yang paling baik untuk kesehatan.

1. Telentang

Posisi tidur telentang mungkin yang paling jadi favorit banyak orang setelah lelah beraktivitas. Tak hanya itu, telentang juga ternyata baik untuk mencegah nyeri di bagian leher dan punggung karena keduanya berada pada posisi yang netral.

Selain itu, posisi ini juga bisa mengurangi refluks asam, mengurangi keriput, dan menjaga kekencangan payudara. Tapi, buat kamu yang suka mendengkur harus hati-hati dengan posisi ini, karena bisa memperparahnya. Pilih bantal yang empuk dan nyaman agar kepala dan leher berada pada posisi yang baik.

2. Menyamping

Tidur menyamping juga ternyata baik lho buat kesehatan, terutama mengurangi dengkuran. Selain itu, posisi ini juga bisa mencegah nyeri di leher dan punggung serta refluks asam.

Tapi, posisi menyamping ini bisa membuat kamu lebih cepat keriput di satu sisi wajah saja. Untuk wanita, posisi ini juga bisa menyebabkan payudara melorot, karena saat menyamping salah satu payudara akan menggantung dan meregangkan ligamennya.

3. Meringkuk

Tidur meringkuk termasuk posisi yang kurang ideal. Jika tidur meringkuk semalaman, punggung dan sendi tubuh akan terasa nyeri di pagi harinya. Tak hanya itu, posisi ini bisa mengganggu pernapasan diafragma, meningkatkan risiko keriput di wajah, dan payudara yang menurun.

Jika kamu lebih suka dan nyaman dengan posisi ini, bisa diusahakan dengan memposisikan punggung agar tidak terlalu membungkuk.

4. Tengkurap

Saat lelah, sebagian orang sering tertidur dengan posisi tengkurap. Tapi, posisi ini adalah yang paling buruk dari posisi tidur lainnya. Ini karena sulit membuat tulang punggung sejajar, sehingga memberikan tekanan berlebih pada sendi dan otot yang mengakibatkan iritasi saraf.

Efek yang muncul akan terasa sakit, mati rasa, dan kesemutan. Pada posisi ini, kepala pasti akan berada pada satu sisi dalam waktu yang lama. Dampak baiknya, posisi ini bisa mengurangi dengkuran karena saluran pernapasan bagian atas terbuka dengan baik.(sao/up)

source : Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

read more
Health

Tidur Berperan dalam Menjaga Kekebalan Tubuh, Ini 3 Cara Agar Tidur Nyenyak

LANGITKU NETWORKS – Selama bekerja dari rumah, batas hari kerja dan akhir pekan perlahan-lahan semakin memudar—yang pada akhirnya memengaruhi jam tidur. Selain itu, kecemasan dan stres di tengah pandemi juga memengaruhi kualitas tidur yang berperan pada sistem kekebalan tubuh kita.

Nicole Avena, Ph.D, seorang ahli saraf, membagikan beberapa kebiasaan yang mendukung tidur nyenyak, pada situasi yang tidak menentu:

1. Membuat jadwal yang konsisten

Jika bekerja dari rumah tiba-tiba menambah waktu ekstra di pagi hari, artinya Anda tidak boleh tidur terlalu malam sebelumnya. Gunakan waktu yang biasanya digunakan di perjalanan untuk berolahraga, meditasi, atau membuat sarapan sehat. Memiliki rutinitas setiap harinya dapat memudahkan tidur lebih cepat.

2. Atur jam tidur

Menciptakan jam tidur setiap malam dapat membantu ‘memisahkan’ jam kerja Anda. Rutinitas ini tidak hanya menyediakan kenormalan di tengah masa yang tak jelas, tapi juga membantu kita tidur berkualitas. Rileks tubuh dan pikiran sesaat sebelum terlelap.

3. Hindari makanan berat dan manis sebelum tidur

Menurut Avena, makanan ‘berat’ dan terlalu manis dapat membuat kita sulit tidur. Jika Anda merasa lapar di malam hari, konsumsi camilan bergizi atau minum tek chamomile.

Selain itu, jangan konsumsi alkohol dekat dengan waktu tidur. “Itu mungkin bisa membuat lebih rileks, tapi akan mengganggu kualitas tidur sehingga Anda akan terbangun dalam keadaan lelah keesokan harinya,” ungkap Avena.

Bagaimana jika terlalu stres sehingga tidak bisa tidur? 

Jika stres akibat COVID-19 membuat Anda terjaga di malam hari, cobalah mendengarkan audio meditasi untuk membantu melepaskan stres. Bisa juga dengan mengonsumsi suplemen yang mengurangi kecemasan dan membantu tidur lebih cepat.

Terlepas dari memastikan Anda bisa bangun lebih pagi dan produktif menjalani hari esok, mendapatkan tidur berkualitas sangat penting agar tetap sehat.

“Ketika kurang tidur, sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik. Padahal, di tengah pandemi seperti ini, menjaga sistem imun menjadi prioritas kita saat ini,” pungkas Avena.

source : Mind Body Green

editor : Gita Laras Widyaningrum

Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Tips Agar Tubuh Tetap Sehat di Era New Normal

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Setelah dua bulan lebih menerapkan anjuran stay at home, pemerintah akhirnya mulai memberlakukan fase new normal. Adapun fase new normal sendiri merupakan fase dimana masyarakat akan hidup berdampingan dengan virus hingga ditemukannya vaksin COVID-19. Hal ini dilakukan demi menjaga perekonomian dan bisnis di Indonesia.

Memasuki fase new normal tentunya menuntut masyarakat untuk selalu hidup sehat dan bersih. Selain mengikuti protocol kesehatan seperti cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, masyarakat juga harus menjaga daya tahan tubuhnya masing-masing. Dilansir dari Business Inquirer, berikut beberapa tips untuk menjaga tubuh agar tetap sehat selama beradaptasi di era new normal.

Sistem kekebalan adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap mikroorganisme dan virus penyebab penyakit. Itulah mengapa kamu perlu menjaga sistem imun yaitu dengan menjaga keseimbangan nutrisi dan gaya hidup yang sehat. Pasalnya, tubuh tidak dapat secara alami menghasilkan semua vitamin dan mineral yang diperlukan. Kamu bisa mulai dengan mempertahankan diet seimbang dan hindari makanan yang kaya akan pengawet atau gula gula. Jangan lupa juga untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, istirahat cukup, dan tidur di malam hari.

Konsumsi Vitamin dan Suplemen

Vitamin dan mineral merupakan kunci lain untuk hidup sehat. Tanpa vitamin, sistem kekebalan tubuh tentu tidak akan berfungsi dengan baik. Sumber vitamin terbaik adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, kamu bisa dapatkan nutrisi dari makanan segar dan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi multivitamin sebagai pelengkap.

Jaga Kebersihan

Menjaga kebersihan sangat lah penting dalam menjalani kehidupan new normal. Selain dengan rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah beraktivitas, pastikan juga kebersihan lingkungan rumah kamu terjaga. Jangan lupa untuk selalu membersihkan rumah dengan cairan desinfektan. Selain itu, pastikan kamu untuk selalu membawa hand sanitizer kemanapun kamu pergi.

Olahraga Secara Teratur

Memasuki fase new normal tentu memberi rasa cemas tersendiri untuk beberapa orang. Agar terhindar dari stress yang berlebih, lakukanlah olahraga ringan sekitar 20 hingga 30 menit per hari. Kamu bisa lakukan olahraga seperti yoga, jogging, atau bersepeda. Selain bisa mengurangi stress, olahraga juga bisa menstabilkan sistem kekebalan tubuh.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan guna beradaptasi dengan kehidupan new normal. Jika sistem imun kamu terjaga, maka kamu bisa tetap terus sehat dan beraktivitas sehari-hari di tengah era new normal ini. Selain itu, pastikan juga untuk menggunakan masker setiap keluar rumah.(ega/ega)

Inkana Putri – detikHealth

read more
Health

3 Tips Atur Pola Makan Sehat Saat WFH

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Bekerja di rumah saja kadang memang membosankan. Rasa bosan tersebut mendukung sebagian orang untuk memilih makanan sebagai pendamping mereka untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja.

Namun jangan sembarangan makan, jika tak menjaga pola makan, maka kesehatan tubuh akan mudah turun. Oleh karena itu selalu utamakanlah untuk mengonsumsi makanan yang menyehatkan.

Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, kegiatan yang mengurangi aktivitas fisik dan paparan sinar matahari memberikan efek yang kurang baik karena bisa membuat pembakaran kalori menurun dan akan mengganggu metabolisme yang mengakibatkan peningkatan berat badan.

“Apalagi jika selama WFH terus mengkonsumsi makanan kalori & lemak tinggi yang akan makin tertimbun di dalam tubuh Anda. Oleh karena itu untuk mengantisipasi sensasi ingin mengunyah dan membantu mempertahankan rasa kenyang, pastinya harus konsumsi makanan cukup gizi yg mengandung karbohidrat lepas lambat, protein, juga lemak baik serta juga asupan serat,” ujar dr Adeline kepada detikHealth baru-baru ini.

Bila masih susah membiasakan diri, cobalah beberapa tips untuk menghindari asal makan dan mengantisipasi sensasi ingin mengunyah terus seperti dilansir dari Cleveland Clinic berikut.

1.Hindari Bekerja di Dekat Dapur

Bila bekerja di dekat dapur, Anda mungkin akan lebih mudah tergoda untuk bolak-balik memeriksa lemari es mencari makanan. Cobalah untuk mengatur area kerja Anda, misalnya di dalam kamar, ruang tamu, atau area khusus yang nyaman lainnya.

2. Minum Banyak Air

Dehidrasi bisa menyebabkan sakit kepala dan kelelahan, keduanya tidak baik untuk produktivitas Anda. Sedangkan kelelahan memicu Anda untuk ingin memperbanyak makan. Maka dari itu, selalu sediakan botol air di samping meja kerja Anda di rumah.

3. Rencanakan Waktu Makan dan Camilan Anda

Sama seperti merencanakan jadwal bangun, olahraga, dan mandi, Anda juga harus menentukan kapan Anda makan. Jika Anda suka makan siang sekitar tengah hari, rencanakan untuk itu. Bila Anda suka makan makanan ringan di sore hari, rencanakan pula untuk itu.

“Untuk cemilan disarankan untuk memilih camilan rendah kalori yang mengandung multigrain atau karbohidrat lepas lambat, rendah lemak, rendah gula, kaya akan nutrisi, tanpa pengawet maupun pewarna sehingga aman untuk tubuh kita,” lanjut dr Adeline.

Agar tetap sehat, Anda bisa memilih Fitbar sebagai snack untuk temani kegiatan WFH yang mengandung multigrain dengan ingredients yang terbuat dari Australian Oats dan California Raisin dengan kalori hanya 90 kkal per barnya.

Fitbar dapat dikonsumsi sebelum makan maupun sesudah makan, jika dikonsumsi sebelum makan tentu diharapkan dapat memberikan efek mengenyangkan sehingga porsi makan yang berlebih dapat dihindari.Kandungannya dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda.(akn/ega)

Abu Ubaidillah – detikHealth

read more
Health

Tidur Terlalu Larut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ternyata waktu tidur juga bisa berpengaruh pada kesehatan, seperti imunitas, emosional, hingga penyakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan tidur lebih lambat satu menit saja bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Para ahli menemukan bahwa tidur malam yang lebih lambat 1-30 menit dari biasanya bisa meningkatkan denyut jantung istirahat atau resting heart rate (RHR). Hal ini karena tidur larut malam adalah salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskular dan masalah kesehatan jantung.

Semakin malam kamu tidur, maka semakin tinggi juga peningkatan RHR. Mereka akan mengalami peningkatan detak jantung sepanjang malam, hingga keesokan harinya. Bahkan jika tidur 30 menit lebih cepat pun punya efek negatif juga.

“Jika kamu tidak tidur tepat pada waktunya tiap malam, detak jantung akan terus meningkat bahkan saat tidur, hingga keesokan harinya,” kata Dr Nitesh Chawla, dari Universitas Notre Dame di Indiana, dikutip dari The Sun.

Agar hal ini tidak terjadi, Dr Chawla terus mengingatkan untuk tetap menjaga waktu tidur tiap harinya sesuai dengan waktunya. Ini menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan jantung.(sao/up)

Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

read more
Health

Tips Sajikan Sop Buah untuk Buka Puasa Agar Tetap Sehat dan Kaya Nutrisi

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sop buah menjadi salah satu menu favorit orang berbuka puasa. Rasanya yang manis dan segar membuat banyak orang memilih menyantapnya setelah berpuasa seharian. Terlebih berbagai macam buah dapat dikreasikan dalam satu mangkok sop buah agar semakin membuat cita rasanya semakin menyegarkan.

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) dan Konsultan Gizi Royal Sport Performance Center Senayan City, Dr Rita Ramayulis, DCN, MKes, merekomendasikan mengkonsumsi sop buah saat berbuka namun dengan penambahan pemanis yang tidak berlebihan.

“Jadi sop buah tetap direkomendasikan untuk berbuka puasa dengan catatan penambahan krimer kental manis, gula dan sirupnya terbatas,” ujar Dr Rita. Buah yang disarankan untuk pembuatan sop buah menurut Dr Rita harus yang mengandung banyak air. Beberapa buah banyak memiliki kandungan air yang tinggi seperti semangka, blewah, jeruk, stroberi, dan melon. Kandungan ini, baik untuk proses rehidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.

“Sebenarnya sih bahan untuk buah dipakai di dalam sop buah itu yang kandungan airnya tinggi. Makanya digunakan apel kemudian melon, sebenarnya itu udah cocok,” kata Dr Rita.

Namun ia kembali mengingatkan untuk mengurangi penambahan pemanis berlebihan pada sop buah. Konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan berbagai risiko buruk pada tubuh semisal obesitas dan diabetes.(kna/kna)

Muhammad Anjar Mahardhika – detikHealth

read more
Health

3 Alasan Hindari Junk Food Saat Sahur

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Praktis menjadi alasan sebagian orang mengkonsumsi junk food baik saat sahur. Padahal, junk food merupakan makanan yang diolah dengan teknik ‘deep frying’ yang bisa meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh. Mengonsumsi junk food dalam jumlah berlebihan dapat membuat Anda merasakan nyeri dan tidak nyaman pada bagian abdomen. Junk food juga memiliki kandungan lemak tinggi yang dapat meningkatkan berat badan.

Dikutip dari laman Boldsky, berikut dampak buruk yang ditimbulkan bila terlalu sering mengkonsumsi junk food:

1. Mag

Bagi orang dengan riwayat mag, bisa timbul keluhan tersebut bila terlalu sering mengkonsumsi junk food. Konsumsi rutin dapat menyebabkan rasa terbakar pada bagian dada dan abdomen. Jika Anda telah memiliki masalah mag maka gejalanya dapat menjadi lebih buruk.

2. Tukak Lambung

Luka pada perut atau intestine dapat menyebabkan tukak lambung. Hal tersebut disebabkan karena bakteri Pylori. Konsumsi junk food menyebabkan keasamanan dan luka di lambung anda.

3. Sembelit

Rasa tidak nyaman pada bagian abdomen merupakan salah satu gejala penyakit ini. Sembelit merupakan salah satu isu umum yang sering terjadi. Hal ini disebabkan karena lemak makanan yang terlalu asam dan berat di dalam perut.

Konsumsi junk food berlebihan dapat menyebabkan masalah lain seperti gastritis. Anda dapat mencegahnya dengan membatasi konsumsi junk food.

Gantilah konsumsi junk food dengan makanan yang dipanggang, bakar atau rebus. Konsumsilah makanan sehat seperti bayam, brokoli dan lainnya untuk memenuhi asupan nutrisi Anda. (up/up)

Ayunda Septiani – detikHealth

read more
Health

Alasan Kamu Bisa Sakit Kepala dan Mual karena Lihat Layar Seharian

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ketika sedang puasa atau karantina selama pandemi COVID-19, smartphone sudah seperti saudara kembar kita — kemana-mana selalu dibawa. Terkadang, ini bisa sampai membuat kamu merasa pusing atau bahkan mual. Pernah mengalaminya?

Mual atau mabuk dalam perjalanan adalah hal yang umum, ini dikarenakan sepanjang hari, tubuh merasakan terlalu banyak gerak sensorik. Hal ini ada miripnya dengan kebiasaan scrolling layar.

Berhubungan dengan cyber sickness, mata menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan dengan ini karena dipaksa untuk terus bergerak. Namun, telinga bagian dalam dan reseptor lain di tubuh tidak mendapatkan isyarat bahwa gerakan mata ini akan terjadi.

Sistem saraf pusat pun mendapat pesan yang saling bertentangan (cognitive dissonance), sehingga menimbulkan respons stres fisik dari otak.

“Ini adalah masalah mendasar yang sebenarnya ada dalam industri teknologi. Ini adalah respon alami terhadap sesuatu yang lingkungan yang tidak biasa,” kata Cyriel Diels, Cognitive Psychologist and Human Factors Researcher at Coventry University’s Centre for Mobility and Transport kepada New York Times.

Salah satu rekomendasi untuk menghindari mata yang lelah adalah dengan mempraktikkan ‘jurus’ 20-20-20. Jadi, setiap 20 menit, kamu harus jeda melihat layar selama 20 detik dengan jarak pandang 20 kaki atau setara 6 meter.

Yang bisa dilakukan lainnya adalah mengunyah permen karet karena gerakan rahang yang aktif bisa membantu otak menghindari konflik sinyal yang diterima. Demikian dikutip dari Lumes. (ask/fay)

Aisyah Kamaliah – detikInet

 

read more
Health

3 Buah Kaya Air, Bantu Tetap Terhidrasi Selama Puasa

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Memastikan tubuh tetap terhidrasi merupakan salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh tetap terjaga. Pada saat berpuasa di bulan Ramadhan, menghidrasi tubuh bisa dilakukan pada saat sahur dan berbuka.

Selain dengan minum air mineral, agar tubuh tetap terhidrasi juga bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi buah yang kaya akan air. Dilansir dari NDTV, mengonsumsi 3 buah kaya akan air berikut bisa membantu tubuh terhindar dari dehidrasi.

1. Semangka
Anda bisa mengonsumsi semangka dan menjadikannya cemilan saat berbuka maupun makanan pencuci mulut setelah makan malam. Semangka merupakan salah satu buah yang paling kaya akan air dan dapat membuat hari Anda selalu terhidrasi.

2. Melon
Buah melon juga merupakan buah yang kaya akan air. Menikmati buah melon secara langsung ketika sahur dan berbuka selain bisa membantu memenuhi cairan tubuh, juga dapat mengatur tekanan darah Anda.

3. Anggur
Anggur sebenarnya buah yang sangat baik untuk kesehatan jantung, namun kandungan air yang banyak di dalamnya juga dapat membuat anggur menjadi camilan pencuci mulut yang bisa membantu proses hidrasi tubuh.

Itulah ketiga buah kaya air yang bisa membantu Anda terhidrasi sepanjang hari selama bulan Ramadhan. Bisa dikonsumsi langsung maupun dijadikan olahan seperti manisan, jus, dan sebagainya.

Untuk mendapatkan buah-buahan segar Anda cukup memesannya secara online melalui fitur Groceries pada aplikasi Grab. Groceries menyediakan berbagai macam buah segar dari supermarket pilihan di Indonesia.

Tinggal pesan dari rumah, mitra pengantar Grab akan membawa buah segar pesanan Anda sampai ke depan rumah. (ega/ega)

Abu Ubaidillah – detikHealth

read more
1 9 10 11 12 13 15
Page 11 of 15