close

Health

Health

Tips Agar Tubuh Tetap Sehat di Era New Normal

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Setelah dua bulan lebih menerapkan anjuran stay at home, pemerintah akhirnya mulai memberlakukan fase new normal. Adapun fase new normal sendiri merupakan fase dimana masyarakat akan hidup berdampingan dengan virus hingga ditemukannya vaksin COVID-19. Hal ini dilakukan demi menjaga perekonomian dan bisnis di Indonesia.

Memasuki fase new normal tentunya menuntut masyarakat untuk selalu hidup sehat dan bersih. Selain mengikuti protocol kesehatan seperti cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, masyarakat juga harus menjaga daya tahan tubuhnya masing-masing. Dilansir dari Business Inquirer, berikut beberapa tips untuk menjaga tubuh agar tetap sehat selama beradaptasi di era new normal.

Sistem kekebalan adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap mikroorganisme dan virus penyebab penyakit. Itulah mengapa kamu perlu menjaga sistem imun yaitu dengan menjaga keseimbangan nutrisi dan gaya hidup yang sehat. Pasalnya, tubuh tidak dapat secara alami menghasilkan semua vitamin dan mineral yang diperlukan. Kamu bisa mulai dengan mempertahankan diet seimbang dan hindari makanan yang kaya akan pengawet atau gula gula. Jangan lupa juga untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, istirahat cukup, dan tidur di malam hari.

Konsumsi Vitamin dan Suplemen

Vitamin dan mineral merupakan kunci lain untuk hidup sehat. Tanpa vitamin, sistem kekebalan tubuh tentu tidak akan berfungsi dengan baik. Sumber vitamin terbaik adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, kamu bisa dapatkan nutrisi dari makanan segar dan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi multivitamin sebagai pelengkap.

Jaga Kebersihan

Menjaga kebersihan sangat lah penting dalam menjalani kehidupan new normal. Selain dengan rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah beraktivitas, pastikan juga kebersihan lingkungan rumah kamu terjaga. Jangan lupa untuk selalu membersihkan rumah dengan cairan desinfektan. Selain itu, pastikan kamu untuk selalu membawa hand sanitizer kemanapun kamu pergi.

Olahraga Secara Teratur

Memasuki fase new normal tentu memberi rasa cemas tersendiri untuk beberapa orang. Agar terhindar dari stress yang berlebih, lakukanlah olahraga ringan sekitar 20 hingga 30 menit per hari. Kamu bisa lakukan olahraga seperti yoga, jogging, atau bersepeda. Selain bisa mengurangi stress, olahraga juga bisa menstabilkan sistem kekebalan tubuh.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan guna beradaptasi dengan kehidupan new normal. Jika sistem imun kamu terjaga, maka kamu bisa tetap terus sehat dan beraktivitas sehari-hari di tengah era new normal ini. Selain itu, pastikan juga untuk menggunakan masker setiap keluar rumah.(ega/ega)

Inkana Putri – detikHealth

read more
Health

3 Tips Atur Pola Makan Sehat Saat WFH

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Bekerja di rumah saja kadang memang membosankan. Rasa bosan tersebut mendukung sebagian orang untuk memilih makanan sebagai pendamping mereka untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja.

Namun jangan sembarangan makan, jika tak menjaga pola makan, maka kesehatan tubuh akan mudah turun. Oleh karena itu selalu utamakanlah untuk mengonsumsi makanan yang menyehatkan.

Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, kegiatan yang mengurangi aktivitas fisik dan paparan sinar matahari memberikan efek yang kurang baik karena bisa membuat pembakaran kalori menurun dan akan mengganggu metabolisme yang mengakibatkan peningkatan berat badan.

“Apalagi jika selama WFH terus mengkonsumsi makanan kalori & lemak tinggi yang akan makin tertimbun di dalam tubuh Anda. Oleh karena itu untuk mengantisipasi sensasi ingin mengunyah dan membantu mempertahankan rasa kenyang, pastinya harus konsumsi makanan cukup gizi yg mengandung karbohidrat lepas lambat, protein, juga lemak baik serta juga asupan serat,” ujar dr Adeline kepada detikHealth baru-baru ini.

Bila masih susah membiasakan diri, cobalah beberapa tips untuk menghindari asal makan dan mengantisipasi sensasi ingin mengunyah terus seperti dilansir dari Cleveland Clinic berikut.

1.Hindari Bekerja di Dekat Dapur

Bila bekerja di dekat dapur, Anda mungkin akan lebih mudah tergoda untuk bolak-balik memeriksa lemari es mencari makanan. Cobalah untuk mengatur area kerja Anda, misalnya di dalam kamar, ruang tamu, atau area khusus yang nyaman lainnya.

2. Minum Banyak Air

Dehidrasi bisa menyebabkan sakit kepala dan kelelahan, keduanya tidak baik untuk produktivitas Anda. Sedangkan kelelahan memicu Anda untuk ingin memperbanyak makan. Maka dari itu, selalu sediakan botol air di samping meja kerja Anda di rumah.

3. Rencanakan Waktu Makan dan Camilan Anda

Sama seperti merencanakan jadwal bangun, olahraga, dan mandi, Anda juga harus menentukan kapan Anda makan. Jika Anda suka makan siang sekitar tengah hari, rencanakan untuk itu. Bila Anda suka makan makanan ringan di sore hari, rencanakan pula untuk itu.

“Untuk cemilan disarankan untuk memilih camilan rendah kalori yang mengandung multigrain atau karbohidrat lepas lambat, rendah lemak, rendah gula, kaya akan nutrisi, tanpa pengawet maupun pewarna sehingga aman untuk tubuh kita,” lanjut dr Adeline.

Agar tetap sehat, Anda bisa memilih Fitbar sebagai snack untuk temani kegiatan WFH yang mengandung multigrain dengan ingredients yang terbuat dari Australian Oats dan California Raisin dengan kalori hanya 90 kkal per barnya.

Fitbar dapat dikonsumsi sebelum makan maupun sesudah makan, jika dikonsumsi sebelum makan tentu diharapkan dapat memberikan efek mengenyangkan sehingga porsi makan yang berlebih dapat dihindari.Kandungannya dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda.(akn/ega)

Abu Ubaidillah – detikHealth

read more
Health

Tidur Terlalu Larut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ternyata waktu tidur juga bisa berpengaruh pada kesehatan, seperti imunitas, emosional, hingga penyakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan tidur lebih lambat satu menit saja bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Para ahli menemukan bahwa tidur malam yang lebih lambat 1-30 menit dari biasanya bisa meningkatkan denyut jantung istirahat atau resting heart rate (RHR). Hal ini karena tidur larut malam adalah salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskular dan masalah kesehatan jantung.

Semakin malam kamu tidur, maka semakin tinggi juga peningkatan RHR. Mereka akan mengalami peningkatan detak jantung sepanjang malam, hingga keesokan harinya. Bahkan jika tidur 30 menit lebih cepat pun punya efek negatif juga.

“Jika kamu tidak tidur tepat pada waktunya tiap malam, detak jantung akan terus meningkat bahkan saat tidur, hingga keesokan harinya,” kata Dr Nitesh Chawla, dari Universitas Notre Dame di Indiana, dikutip dari The Sun.

Agar hal ini tidak terjadi, Dr Chawla terus mengingatkan untuk tetap menjaga waktu tidur tiap harinya sesuai dengan waktunya. Ini menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan jantung.(sao/up)

Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

read more
Health

Tips Sajikan Sop Buah untuk Buka Puasa Agar Tetap Sehat dan Kaya Nutrisi

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sop buah menjadi salah satu menu favorit orang berbuka puasa. Rasanya yang manis dan segar membuat banyak orang memilih menyantapnya setelah berpuasa seharian. Terlebih berbagai macam buah dapat dikreasikan dalam satu mangkok sop buah agar semakin membuat cita rasanya semakin menyegarkan.

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) dan Konsultan Gizi Royal Sport Performance Center Senayan City, Dr Rita Ramayulis, DCN, MKes, merekomendasikan mengkonsumsi sop buah saat berbuka namun dengan penambahan pemanis yang tidak berlebihan.

“Jadi sop buah tetap direkomendasikan untuk berbuka puasa dengan catatan penambahan krimer kental manis, gula dan sirupnya terbatas,” ujar Dr Rita. Buah yang disarankan untuk pembuatan sop buah menurut Dr Rita harus yang mengandung banyak air. Beberapa buah banyak memiliki kandungan air yang tinggi seperti semangka, blewah, jeruk, stroberi, dan melon. Kandungan ini, baik untuk proses rehidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.

“Sebenarnya sih bahan untuk buah dipakai di dalam sop buah itu yang kandungan airnya tinggi. Makanya digunakan apel kemudian melon, sebenarnya itu udah cocok,” kata Dr Rita.

Namun ia kembali mengingatkan untuk mengurangi penambahan pemanis berlebihan pada sop buah. Konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan berbagai risiko buruk pada tubuh semisal obesitas dan diabetes.(kna/kna)

Muhammad Anjar Mahardhika – detikHealth

read more
Health

3 Alasan Hindari Junk Food Saat Sahur

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Praktis menjadi alasan sebagian orang mengkonsumsi junk food baik saat sahur. Padahal, junk food merupakan makanan yang diolah dengan teknik ‘deep frying’ yang bisa meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh. Mengonsumsi junk food dalam jumlah berlebihan dapat membuat Anda merasakan nyeri dan tidak nyaman pada bagian abdomen. Junk food juga memiliki kandungan lemak tinggi yang dapat meningkatkan berat badan.

Dikutip dari laman Boldsky, berikut dampak buruk yang ditimbulkan bila terlalu sering mengkonsumsi junk food:

1. Mag

Bagi orang dengan riwayat mag, bisa timbul keluhan tersebut bila terlalu sering mengkonsumsi junk food. Konsumsi rutin dapat menyebabkan rasa terbakar pada bagian dada dan abdomen. Jika Anda telah memiliki masalah mag maka gejalanya dapat menjadi lebih buruk.

2. Tukak Lambung

Luka pada perut atau intestine dapat menyebabkan tukak lambung. Hal tersebut disebabkan karena bakteri Pylori. Konsumsi junk food menyebabkan keasamanan dan luka di lambung anda.

3. Sembelit

Rasa tidak nyaman pada bagian abdomen merupakan salah satu gejala penyakit ini. Sembelit merupakan salah satu isu umum yang sering terjadi. Hal ini disebabkan karena lemak makanan yang terlalu asam dan berat di dalam perut.

Konsumsi junk food berlebihan dapat menyebabkan masalah lain seperti gastritis. Anda dapat mencegahnya dengan membatasi konsumsi junk food.

Gantilah konsumsi junk food dengan makanan yang dipanggang, bakar atau rebus. Konsumsilah makanan sehat seperti bayam, brokoli dan lainnya untuk memenuhi asupan nutrisi Anda. (up/up)

Ayunda Septiani – detikHealth

read more
Health

Alasan Kamu Bisa Sakit Kepala dan Mual karena Lihat Layar Seharian

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Ketika sedang puasa atau karantina selama pandemi COVID-19, smartphone sudah seperti saudara kembar kita — kemana-mana selalu dibawa. Terkadang, ini bisa sampai membuat kamu merasa pusing atau bahkan mual. Pernah mengalaminya?

Mual atau mabuk dalam perjalanan adalah hal yang umum, ini dikarenakan sepanjang hari, tubuh merasakan terlalu banyak gerak sensorik. Hal ini ada miripnya dengan kebiasaan scrolling layar.

Berhubungan dengan cyber sickness, mata menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan dengan ini karena dipaksa untuk terus bergerak. Namun, telinga bagian dalam dan reseptor lain di tubuh tidak mendapatkan isyarat bahwa gerakan mata ini akan terjadi.

Sistem saraf pusat pun mendapat pesan yang saling bertentangan (cognitive dissonance), sehingga menimbulkan respons stres fisik dari otak.

“Ini adalah masalah mendasar yang sebenarnya ada dalam industri teknologi. Ini adalah respon alami terhadap sesuatu yang lingkungan yang tidak biasa,” kata Cyriel Diels, Cognitive Psychologist and Human Factors Researcher at Coventry University’s Centre for Mobility and Transport kepada New York Times.

Salah satu rekomendasi untuk menghindari mata yang lelah adalah dengan mempraktikkan ‘jurus’ 20-20-20. Jadi, setiap 20 menit, kamu harus jeda melihat layar selama 20 detik dengan jarak pandang 20 kaki atau setara 6 meter.

Yang bisa dilakukan lainnya adalah mengunyah permen karet karena gerakan rahang yang aktif bisa membantu otak menghindari konflik sinyal yang diterima. Demikian dikutip dari Lumes. (ask/fay)

Aisyah Kamaliah – detikInet

 

read more
Health

3 Buah Kaya Air, Bantu Tetap Terhidrasi Selama Puasa

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Memastikan tubuh tetap terhidrasi merupakan salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh tetap terjaga. Pada saat berpuasa di bulan Ramadhan, menghidrasi tubuh bisa dilakukan pada saat sahur dan berbuka.

Selain dengan minum air mineral, agar tubuh tetap terhidrasi juga bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi buah yang kaya akan air. Dilansir dari NDTV, mengonsumsi 3 buah kaya akan air berikut bisa membantu tubuh terhindar dari dehidrasi.

1. Semangka
Anda bisa mengonsumsi semangka dan menjadikannya cemilan saat berbuka maupun makanan pencuci mulut setelah makan malam. Semangka merupakan salah satu buah yang paling kaya akan air dan dapat membuat hari Anda selalu terhidrasi.

2. Melon
Buah melon juga merupakan buah yang kaya akan air. Menikmati buah melon secara langsung ketika sahur dan berbuka selain bisa membantu memenuhi cairan tubuh, juga dapat mengatur tekanan darah Anda.

3. Anggur
Anggur sebenarnya buah yang sangat baik untuk kesehatan jantung, namun kandungan air yang banyak di dalamnya juga dapat membuat anggur menjadi camilan pencuci mulut yang bisa membantu proses hidrasi tubuh.

Itulah ketiga buah kaya air yang bisa membantu Anda terhidrasi sepanjang hari selama bulan Ramadhan. Bisa dikonsumsi langsung maupun dijadikan olahan seperti manisan, jus, dan sebagainya.

Untuk mendapatkan buah-buahan segar Anda cukup memesannya secara online melalui fitur Groceries pada aplikasi Grab. Groceries menyediakan berbagai macam buah segar dari supermarket pilihan di Indonesia.

Tinggal pesan dari rumah, mitra pengantar Grab akan membawa buah segar pesanan Anda sampai ke depan rumah. (ega/ega)

Abu Ubaidillah – detikHealth

read more
Health

Mana yang Lebih Baik untuk Buka Puasa, Teh Hangat atau Air Putih Dulu?

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Saat berbuka puasa, sebagian orang biasa membatalkannya dengan segelas teh hangat beserta kurma. Tetapi, banyak juga yang memilih untuk minum air putih terlebih dulu untuk mengawali buka puasa.

Sebenarnya, mana yang harus diminum lebih dulu saat berbuka?

Dikutip dari Livestrong, teh mengandung katekin atau antioksidan yang alami. Menurut America Journal of Clinic Nutrition, kandungan antioksidan ini berfungsi untuk melindungi dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit.

Meski baik, banyak yang menyarankan untuk tidak langsung meminumnya saat kondisi perut kosong. Teh juga mengandung kafein yang bisa memicu munculnya atau bahkan naiknya asam lambung.

Maka dari itu, lebih direkomendasikan untuk memenuhi cairan yang hilang selama sehari berpuasa dengan air putih. Mengutip dari Medlineplus, air putih merupakan sumber utama cairan untuk menghidrasi tubuh.

Menurut Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, SGz, RD, MPH, disarankan untuk tetap mengkonsumsi air sebanyak 8 gelas air dalam sehari.

“Itu bisa dilakukan dengan minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat buka, dan 4 gelas di malam hari,” jelasnya. (sao/fds)

Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

 

read more
Health

Bikin Segar! Ini ‘Takaran’ Sehat Minum Sirup Saat Buka Puasa dari Ahli Gizi

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sirup selalu menjadi pilihan banyak orang untuk dijadikan menu minuman saat berbuka puasa. Tetapi minuman segar ini memiliki kandungan gula yang cukup tinggi sehingga bisa berbahaya bagi kesehatan.

Lantas apakah ada ‘takaran’ khusus untuk meminum sirup saat berbuka puasa?

Menurut ahli gizi dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, jika ingin meminum sirup saat berbuka puasa, sebaiknya tidak lebih dari satu gelas.

“Dengan minum manis atau makan manis pada saat buka puasa, bisa itu gula, sirup, atau buah yang manis seperti kurma itu nggak apa-apa. Tetapi harus dijaga hanya pada saat buka puasa saja dan cukup satu porsi,” kata dr Fiastuti kepada detikcom, Kamis (30/4/2020).

“Fungsinya apa? Mengganti kadar glukosa kita yang sudah turun supaya kita segar lagi,” lanjutnya.

dr Fiastuti juga menjelaskan kandungan kalori yang tinggi pada sirup bisa berbahaya bagi tubuh bila diminum lebih dari satu gelas dalam sehari. Karena itu bisa menyebabkan risiko terkena obesitas dan juga diabetes.

“Kalau kita minum (sirup) gula itu cepat naik dan cepat turun jadi fluktuatif, jadi itu memicu timbulnya penyakit diabetes, obesitas, dan penyakit-penyakit lainnya,” tuturnya.

(kna/kna)

Achmad Reyhan Dwianto – detikHealth

read more
Health

Tips Mengatur Minum 8 Gelas Sehari Saat Puasa

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Menjaga fisik selama bulan puasa memang harus diperhatikan, salah satunya adalah cara menghindari dehidrasi saat berpuasa di bulan suci Ramadhan.

Tubuh mengandung sekitar 60 persen cairan yang harus terus dijaga setiap hari. Saat sedang berpuasa, kita diwajibkan menjaga rasa haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam yang membuat tubuh kadang merasa lemas.

“Untuk mencapai hidrasi sehat, tubuh harus dijaga dengan asupan air yang cukup sekurang-kurangnya 8 gelas per hari atau sekitar 2 liter air,” tutur Dietsien Instalasi Gizi RS Cipto Mangunkusumo, Triyani Kresnawan, DCN, MKes, RD, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Biasanya kita banyak minum di siang hari ketika matahari sedang terik-teriknya. Tapi kan pas puasa nggak bisa. Untuk itu, Triyani memberikan tips atur minum saat puasa agar cukup 8 gelas per hari:

  • 1 Gelas setelah adzan maghrib
  • 1 Gelas setelah sholat maghrib
  • 1 Gelas setelah makan
  • 1 Gelas sebelum sholat isya
  • 1 Gelas setelah sholat tarawih
  • 1 Gelas sebelum tidur
  • 1 Gelas setelah bangun tidur
  • 1 Gelas setelah makan sahur

“Saat sahur, tidak disarankan minum kopi, teh, atau soda karena memiliki efek diuretik yang menyebabkan tubuh akan mengeluarkan lebih banyak cairan,” pungkasnya.

Jadi jangan lupa ya untuk selalu menjaga tubuh agar tidak dehidrasi saat bulan puasa.

(up/up)

Ayunda Septiani – detikHealth

read more
1 9 10 11 12 13 14
Page 11 of 14