close

Health

Health

Cemas Karena COVID-19 Hingga Sulit Tidur? Berikut yang Bisa Dilakukan

LANGITKU NETWORKS – Apakah rasa khawatir mengenai COVID-19 membuat Anda menjadi sulit tidur? Berikut sejumlah panduan yang membantu Anda tidur nyenyak.

Batasi berita, terutama sebelum tidur

Menurut konsultan ganggaun tidur, Maryanne Taylor, menghentikan kebiasaan melihat layar gawai sebelum tidur menjadi kunci untuk istirahat lebih nyenyak. Selain karena efek stimulasi dari cahaya biru, kita juga merasa kewalahan karena membaca berita buruk. Membaca berita sebelum tidur dapat menyebabkan lonjakan adrenalin yang akan menghambat tidur.

Penting untuk tetap mengikuti informasi, tapi dilakukan sewajarnya saja, kata Taylor. Hindari membaca berita di malam hari karena dapat menjadi sumber kekhawatiran yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak.

Kosongkan pikiran

Jika Anda menonton TV di malam hari, ahli tidur Katie Fischer menyarankan untuk beralih ke acara komedi karena dapat “menjauhkan pikiran cemas”.

Selain itu, Taylor menyarankan agar Anda meluangkan waktu untuk menulis sebelum tidur. Ini bisa membantu menjernihkan pikiran Anda. “Pikiran buruk, kecemasan, kekhawatiran, tuliskan di atas kertas,” ujar Taylor.

Siapkan “sarang” Anda

Jika Anda kesulitan untuk tidur, atau sering terbangun di malam hari, jangan berbaring lama di sana. Buat “sarang” di ruangan lain yang membantu Anda lebih rileks, dilengkapi dengan buku, podcast, atau musik yang menenangkan (tidak ada TV atau telepon).

“Ketika mulai merasa sedikit lebih mengantuk, barulah Anda kembali ke tempat tidur,” saran Taylor.

Atur pernapasan Anda

Fischer mengatakan, pernapasan perut dapat meringankan gejala kecemasan yang meliputi pikiran sibuk, otot tegang, detak jantung yang lebih cepat atau napas yang dangkal. Salah satu teknik sederhana adalah “sama vritti”, atau “pernapasan yang sama”.

Cara melakukannya: berbaring telentang dengan satu tangan di atas perut dan satu tangan di hati, biarkan pundak dan pinggul rileks. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung Anda selama empat hingga enam hitungan, isi perut Anda, kemudian tulang rusuk, lalu dada bagian atas, seolah-olah melebarkan balon.

Saat paru-paru Anda penuh, diam sejenak, lalu buang napas melalui hidung dengan panjang dan halus. Berhentilah lagi ketika paru-paru Anda dikosongkan. Ulangi ini selama lima hingga 10 menit atau sampai Anda merasa siap untuk tidur.

Atur jadwal 

Sebelumnya, kata Taylor, hambatan terbesar untuk tidur adalah stres yang tak henti-hentinya. Menyusun hari-hari Anda dengan rutinitas bangun dan bersantai dan waktu rutin untuk bekerja, makan, dan berolahraga akan membantu Anda tetap fokus.

Source : The Guardian
Penulis : 1
Editor : Gita Laras Widyaningrum
Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Terlalu Banyak Konsumsi Garam Dapat Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

LANGITKU NETWORKS – Mengonsumsi terlalu banyak garam yang kita dapatkan dari keripik, keju, sereal, popcorn, maupun makanan berat lainnya, secara signifikan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini tentu bukanlah kabar baik bagi tubuh di tengah maraknya virus corona. Untuk penelitian tersebut, para peneliti di University Hospital Bonn di Jerman memberi makan manusia dan tikus dengan diet tinggi garam selama seminggu.
Para peserta yang mengonsumsi enam gram garam tambahan setiap hari menunjukkan penurunan kekebalan tubuh yang nyata. Sederhananya, terlalu banyak garam dapat memicu ginjal dan memicu penumpukan hormon yang disebut glukokortikoid, yang dapat merusak sel kekebalan yang ada dalam darah yang dikenal sebagai granulosit. Ini membuat tubuh lebih sulit untuk memerangi bakteri secara efektif. kemudian, bahwa tikus berakhir dengan infeksi bakteri yang parah. “Dalam limpa dan hati hewan-hewan ini, kami menghitung 100 hingga 1.000 kali jumlah patogen penyebab penyakit,” kata penulis utama Katarzyna Jobin. Selain itu, kasus ISK sembuh jauh lebih lambat ketika tikus makan lebih banyak garam. Itu menimbulkan pertanyaan, berapa banyak sebenarnya garam yang harus kita makan? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (alias, WHO), 5 gram garam per hari, itu setara dengan sekitar satu sendok teh, meskipun makanan olahan juga sering mengandung sodium yang tinggi.

Penulis : Dian Reinis Kumampung
Editor : Bestari Kumala Dewi / kompas.com

read more
Health

5 Kondisi Ini Akan Terjadi Pada tubuh Saat Kamu Berhenti Minum Kopi

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Bagi pencinta kopi yang akan berhenti bersiaplah akan perubahan pada kondisi tubuh. Turun berat badan hingga sulit konsentrasi.

Kopi merupakan salah satu minuman favorit banyak orang. Rasanya yang pahit dan aromanya yang sedap membuat banyak orang tidak bisa melewatkan hari tanpa minum kopi.

Kopi juga dikenal mengandung kafein yang tinggi. Kafein membantu seseorang mendapatkan asupan antioksidan harian mereka sehingga metabolisme pada tubuh akan meningkat.

Bagi pencinta kopi sulit rasanya untuk mengurangi konsumsi kopi harian mereka. Setidaknya mereka akan mengonsumsi kopi satu cangkir per hari. Bisa diminum saat sarapan, siang hari saat tubuh mulai lelah, atau malam hari.

Lalu bagaimana jika mereka tidak mengonsumsi kopi lagi? Dilansir dari Bright Side (28/3), berikut 5 kondisi tubuh yang akan terjadi saat kamu tidak lagi minum kopi.

1. Berat Badan Naik

Kopi dikenal dengan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein ini dapat membantu meningkatkan metabolisme pada tubuh. Artinya tubuh akan membakar kalori lebih efisien.

Terutama bagi mereka yang mengonsumsi kopi hitam setiap harinya. Yang tadinya tubuh dapat membakar lemak dengan mengonsumsi kopi kini tidak lagi terjadi. Karena itu kenaikan berat badan dapat terjadi.

Tapi efek positif didapat mereka yang terbiasa minum kopi dengan campuran susu atau lemak lainnya seperti cappuccino, frappuccino, kopi susu, dan lainnya. Berhenti minum kopi tersebut akan membuat kamu kehilangan berat badan karena tidak lagi mengonsumsi banyak kalori.

2. Lebih Sulit Konsentrasi

Kopi yang kandungan kafeinnya tinggi ini sering disebut dapat menghilangkan rasa kantuk. Tak heran banyak yang mengonsumsinya pada siang atau malam hari. Kopi juga dikonsumsi untuk menambah semangat dalam menjalani hari.

Karena saat meminum kopi akan membuat orang lebih terjaga. Ini akan merangsang pelepasan dopamin dan adrenalin sehingga dapat meningkatkan aktivitas otak dan meningkatkan tekanan darah.

Karenanya saat kamu berhenti minum kopi, kamu akan lebih sulit dalam berkonsentrasi. Kamu juga akan lebih mudah ngantuk. Ini dikarenakan otak kamu tidak lagi distimulasi seperti dulu.

3. Akan Alami Tremor

Tremor adalah gerakan yang tidak terkendali pada satu atau lebih dari bagian tubuh. Hal ini dapat terjadi karena bagian otak yang mengontrol mengalami masalah. Bagian tubuh yang sering mengalami tremor adalah tangan.

Tremor dapat terjadi bagi yang sedang mengurangi atau berhenti minum kopi. Ini karena kafein yang merupakan sumber stimulasi kuat untuk sistem saraf pusat (otak) berhenti memberi asupan. Namun tak perlu khawatir karena ini adalah gejala biasa.

Gejala tremor pada tangan atau bagian tubuh akan dialami selama 9 hari sejak kamu memutuskan berhenti untuk minum kopi. Tak hanya terjadi bagi yang berhenti minum kopi saja, ini juga dapat terjadi pada mereka yang kecanduan kafein.

4. Kecemasan dan Sakit Kepala Akan Muncul

Kecemasan dapat terjadi pada siapa saja. Sekalipun mereka yang masih tetap meminum kopi. Namun saat kamu berhenti minum kopi, rasa cemas akan lebih meningkat.

Ini terjadi karena ketidakseimbangan kimia di otak yang disebabkan oleh pasokan kafein yang tidak tercukupi. Selain kecemasan, sakit kepala juga akan sering muncul jika kamu berhenti minum kopi.

Saat kamu kekurangan asupan kafein, ini akan membuat pembukaan pada pembuluh darah. Sehingga meningkatkan sirkulasi darah ke otak. Namun setelah tubuh kamu dapat beradaptasi dengan peningkatan aliran darah tersebut, perlahan sakit kepala akan memudar.

5. Akan Mudah Lelah

Salah satu alasan bagi setiap orang mengonsumsi kopi adalah agar lebih bersemangat menjalani hari. Maka itu kopi sering dijadikan teman untuk menyantap sarapan. Karena meminum kopi di pagi hari dipercaya dapat meningkatkan energi harian.

Efek energi tersebut akan berlangsung selama 5 jam pertama. Setelahnya kamu akan merasa lelah dan akan meminum kopi lagi. Kopi ini juga akan membantu kamu mendapatkan fokus dalam bekerja.

Saat kamu sudah kecanduan kafein, akan terasa sulit saat menghentikan konsumsi kafein. Tubuh akan terasa mudah lelah dan kamu lebih cepat kehilangan konsentrasi.

Yenny Mustika Sari – detikFood

read more
Health

Bagaimana Menjaga Kesehatan Mental dalam Masa Wabah COVID-19?

LANGITKU NETWORKS – Masyarakat Indonesia tengah berperang melawan wabah. Kebijakan untuk mengisolasi mandiri di rumah mungkin bukan hal yang mudah untuk sebagian orang. Wajar untuk merasakan stres, cemas, sedih, dan kekhawatiran selama pandemi ini terjadi.

Semua orang bisa punya respon yang berbeda dalam menanggapi momen ini. Menjaga kesehatan mental selama keadaan darurat akan membantu Anda berpikir jernih dan bereaksi tepat terhadap kebutuhan mendesak untuk melindungi diri sendiri dan keluarga Anda.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam menjaga kesehatan mental selama masa darurat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC):

Jaga kesehatan tubuh

Konsumsi makanan sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur, dan banyak beristirahat. Hindari alkohol, rokok, dan obat-obatan lainnya.

Terhubung dengan orang lain

Bagikan kekhawatiran dan ungkapkan perasaan Anda dengan teman atau anggota keluarga. Pertahankan hubungan yang sehat, dan bangun support system atau relasi yang kuat.

Beristirahat

Coba tarik napas dalam-dalam dan luangkan waktu untuk bersantai. Lakukan kegiatan yang biasanya Anda nikmati, seperti menonton drama, membaca majalah, atau sekadar membereskan lemari baju.

Tetap cari tahu informasi

Ketika merasa kehilangan informasi, Anda mungkin menjadi lebih stres atau gelisah. Tonton, dengarkan, atau baca berita untuk mendapat update dari sumber terpercaya. Sadarilah bahwa mungkin ada rumor atau hoaks selama krisis, terutama di media sosial. Oleh sebab itu, dapatkan informasi dari sumber berita yang terpercaya.

Kurangi menonton berita

Meski harus tetap mendapat informasi, tapi sebaiknya jangan terlalu sering menonton atau membaca berita. Cobalah untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan dan kembali ke kehidupan normal sebanyak mungkin dan periksa update informasi di antara waktu istirahat.

Mencari bantuan saat dibutuhkan

Jika wabah COVID-19 cukup mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat Anda tidak nyaman, coba bicarakan dengan pemuka agama, penasihat, dokter, atau psikolog.

Source : CDC
Penulis : 1
Editor : Gita Laras Widyaningrum
Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Studi: Mengonsumsi Cabai Mengurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke

LANGITKU NETWORKS – Selama bertahun-tahun, cabai telah dipuji karena sifat terapeutiknya. Kini, para peneliti menemukan fakta bahwa makan cabai secara teratur dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

Dilakukan di Italia, di mana cabai adalah bahan masakan yang umum dipakai, penelitian ini membandingkan risiko kematian pada 23 ribu orang. Beberapa di antaranya kerap makan cabai dan yang lain tidak.

Status kesehatan dan kebiasaan makan partisipan dipantau selama delapan tahun. Hasil studi yang dipublikasikan pada Journal of American College of Cardiology tersebut, menunjukkan bahwa risiko kematian akibat serangan jantung 40% lebih rendah pada mereka yang mengonsumsi cabai setidaknya empat kali per minggu.

“Dengan kata lain, seseorang dapat mengikuti diet Mediterania yang sehat, tetapi bagi mereka semua cabai memiliki efek perlindungan,” kata Marialaura Bonaccio, pemimpin penelitian sekaligus ahli epidemiologi di Mediterranean Neurological Institute (Neuromed).

Licia Iacoviello, direktur departemen epidemiologi dan pencegahan di Neuromed yang juga seorang profesor di Universitas Insubria di Varese, menjelaskan bahwa khasiat cabai telah diturunkan melalui budaya makanan Italia.

“Dan sekarang, seperti yang telah diamati di Tiongkok dan di Amerika Serikat, kita tahu bahwa berbagai tanaman dari spesies capsicum–meskipun dikonsumsi dengan cara yang berbeda di seluruh dunia–dapat mengerahkan tindakan perlindungan terhadap kesehatan kita,” kata Iacoviello.

Saat ini, para peneliti berencana menyelidiki mekanisme biokimia seperti apa yang membuat cabai baik bagi kesehatan manusia.

Ian Johnson, seorang ahli nutrisi di Quadram Institute Bioscience di Norwich, Inggris, memuji studi tersebut sebagai “penelitian observasional berkualitas tinggi” untuk “metode yang kuat.”

Namun, ia mengatakan, tidak ada mekanisme perlindungan yang diidentifikasi. Para ilmuwan juga tidak menemukan bahwa makan lebih banyak cabai memberikan manfaat kesehatan tambahan.

“Jenis hubungan ini menunjukkan bahwa cabai mungkin hanya penanda untuk beberapa faktor diet atau gaya hidup lain yang belum diperhitungkan tetapi, untuk bersikap adil, ketidakpastian semacam ini biasanya hadir dalam studi epidemiologi, dan penulis mengakui hal ini,” kata Johnson.

Source : CNN
Penulis : 1
Editor  : Gita Laras Widyaningrum
Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Benarkah Mandi dengan Air Hangat Lebih Baik untuk Kesehatan Jantung?

LANGITKU NETWORKS – Mandi dengan air hangat mungkin menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mengakhiri hari. Selain membuat tubuh menjadi lebih rileks, sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa mandi air hangat juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebuah studi yang diunggah di jurnal Heart menemukan fakta bahwa mandi air hangat setiap hari dikaitkan dengan 28% risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung dan 26% stroke. Para peneliti mengatakan, ini mungkin karena mandi juga berkaitan dengan penurunan tekanan darah.

Mereka mendapatkan hasil ini setelah melacak kebiasaan mandi dan risiko penyakit kardiovaskular pada lebih dari 61.000 orang dewasa Jepang selama 20 tahun.

“Kami menemukan bahwa sering mandi (di bath-up) dapat secara signifikan berkaitan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. Juga memberikan efek menguntungkan pada rendahnya risiko (penyakit kardiovaskular) sehingga menurun juga kemungkinan pengembangan hipertensi,” ungkap para peneliti dalam siaran pers.

Partisipan berusia 40 hingga 59 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung diteliti dari tahun 1990 hingga 2009. Pada awal riset, mereka dipisahkan menjadi kelompok-kelompok berdasarkan seberapa sering mereka mandi di bak: kurang dari sekali seminggu, satu hingga dua kali per minggu, hampir setiap hari atau setiap hari.

Para peneliti juga mengumpulkan informasi tentang faktor-faktor yang berpotensi berpengaruh, seperti berat badan peserta, status merokok, seberapa sering mereka berolahraga, konsumsi alkohol, status pekerjaan, pendidikan, berapa lama mereka tidur, tekanan mental yang dirasakan, dan kenikmatan hidup.

Berdasarkan deskripsi peserta, suhu air juga amat penting. Mereka menemukan bahwa semakin banyak peserta mandi dengan air hangat, semakin rendah risiko mereka untuk penyakit kardiovaskular. Risiko 26% lebih rendah untuk penyakit jantung dan 35% untuk penyakit kardiovaskular bila mandi dengan air hangat.

Kenapa mandi bisa menyehatkan jantung?

Bak mandi atau bathup dianggap memiliki efek pencegahan terhadap penyakit jantung dengan meningkatkan apa yang disebut “fungsi hemodinamik,” sebut laporan tersebut. Ini menggambarkan cara darah dipompa secara efisien melalui tubuh, kata Dr. Eric Brandt, seorang ahli jantung dan lipidologis di Rumah Sakit Yale New Haven.

Fungsi hemodinamik yang baik akan berarti bahwa jantung mampu memompa darah secara efisien tanpa harus berjuang melawan kondisi seperti tekanan darah tinggi.

“Fungsi hemodinamik yang baik diterjemahkan menjadi tekanan darah rendah atau keadaan tekanan darah normal, di mana jantung mampu memompa secara efisien dan mendapatkan darah ke semua organ,” kata Brandt.

“Hemodinamik yang buruk adalah kondisi tekanan darah tinggi atau rendah yang ekstrem di mana jantung harus bekerja lebih keras.”

“Sepertinya mandi di bak mirip dengan olahraga karena meningkatkan kerja jantung, (tetapi) melakukannya dengan merelaksasi pembuluh darah dan memompa darah ke bagian lain dari tubuh. Jadi itu menciptakan pekerjaan sementara yang ekstra untuk jantung, tapi bukan konsekuensi negatif,” paparnya.

Faktor-faktor lain untuk dipertimbangkan

Sementara penelitian menunjukkan bahwa mandi setiap hari dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, itu bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan.

Lebih sedikit mandi juga belum tentu menjadi penyebab risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Studi ini tidak menanyakan kepada peserta alasan mereka mandi lebih jarang yang sebetulnya bisa mengungkapkan kondisi kesehatan.

Brandt tidak yakin bahwa mandi adalah satu-satunya faktor utama untuk temuan studi ini dimana risiko penyakit jantung lebih rendah; itu lebih mungkin, katanya, bahwa secara teratur mandi air hangat atau panas “dapat memiliki perubahan fisiologis sementara, yang mirip dengan olahraga,” dan faktor-faktor gaya hidup sehat lainnya ikut berperan.

Orang-orang di Amerika, di mana penyakit jantung adalah pembunuh nomor 1, mungkin tidak menemukan manfaat yang sama dengan yang ada dalam penelitian ini karena penyakit pada orang Amerika didominasi faktor gaya hidup, kata Brandt.

“Populasi kami sangat berbeda dari Jepang, dan gaya hidup khususnya,” kata Brandt. “Risikonya mungkin berbeda untuk orang Amerika dibandingkan dengan Jepang dalam konteks di mana kami membawa beban yang lebih berat dari penyakit kronis yang berhubungan dengan gaya hidup. Saya akan mengatakan bahwa di antara pasien di mana ini bisa diterapkan adalah di antara orang-orang hingga usia 70-an, dengan mandi di bak mandi. Setidaknya tidak ada sinyal dalam studi tentang kerusakan kardiovaskular. ”

Penelitian sebelumnya yang melibatkan paparan panas telah menemukan hubungan yang serupa dengan yang ada dalam studi saat ini: Sebuah studi tahun 1999 pada delapan orang dengan diabetes menemukan mandi menyebabkan glukosa darah puasa lebih rendah, dan mandi sauna telah dikaitkan dengan penurunan kematian jantung mendadak dan risiko penyakit jantung.

Meskipun hanya ada hubungan antara mandi dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah, mandi kemungkinan tidak menyebabkan bahaya kardiovaskular jika dilakukan dengan aman, kata Brandt.

Source : CNN
Penulis : 1
Editor : Gita Laras Widyaningrum Nationalgeographic.co.id
read more
Health

Viral Jam 10 Waktu Terbaik untuk Berjemur, Ini Tips Agar Tidak Gosong

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Berjemur di sekitar jam 10 pagi disebut memberikan manfaat optimal bagi kesehatan. Informasi yang beredar dalam sebuah pesan viral ini memang ada benarnya, tetapi apa nggak gosong kalau kepanasan?

Ahli kanker dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM, berjemur tidak serta merta memicu kecenderungan kanker kulit. Ada banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk kadar pigmen melanin atau warna kulit.

“Orang-orang dengan kadar melanin rendah seperti orang Eropa biasanya lebih rentan,” jelasnya.

Dalam kaitannya dengan peningkatan imunitas tubuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berjemur agar manfaatnya optimal.

1. Jam 8-11 adalah waktu ideal

Untuk wilayah tropis, menurut dr Andhika, paparan provitamin D pada waktu-waktu tersebut lebih dominan dibanding ultraviolet. Di atas jam 11, kadar sinar ultraviolet akan semakin tinggi.

“Kalau seperti di Eropa tentu teriknya berbeda,” jelasnya.

Selain itu, pengidap gangguan autoimun seperti lupus juga perlu menghindari berjemur di atas jam 11 pagi. Pada beberapa kasus, berjemur terlalu siang bisa memicu flare up atau kekambuhan.

2. Durasi 30 menit

Lamanya berjemur tentu dipengaruhi banyak hal, termasuk kondisi cuaca. Tapi umumnya, 30 menit sudah cukup memberikan manfaat.

3. Paparan 60 persen permukaan tubuh

Menurut dr Andhika, manfaat berjemur akan optimal jika paparan sinar matahari mengenai 60 persen luas permukaan tubuh. Kisaran tersebut bisa dicapai misalnya dengan mengenakan baju lengan pendek, celana kolor, tanpa penutup kepala atau payung.

“Ada yang sampai membuka punggung, itu sebenarnya tidak perlu. Apalagi sampai nude (telanjang),” saran dr Andhika.

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

read more
Health

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama di Rumah Saja

LANGITKU NETWORKS – Terus meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi virus corona pasti membuat kita merasa cemas. Meski begitu, kita tetap bisa melindungi diri dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan, serta membatasi aktivitas di luar rumah.

Menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan perlu dilakukan mulai dari diri sendiri dan di lingkungan terkecil, yaitu rumah. Melalui beragam perangkat rumah tangga saat ini, kita bisa menerapkan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh meningkat.

Menurut penjelasan dokter spesialis gizi klinik Diana F Suganda, untuk memperkuat imunitas tubuh, tentu kita harus disiplin dalam memilih asupan.

“Asupan yang baik bukan hanya dari buah dan sayur, tetapi juga protein. Protein khususnya dibutuhkan untuk orang yang ingin menaikkan kekebalan tubuhnya,” kata Diana dalam siaran pers yang dikirimkan oleh Beko Indonesia.

Selalu sediakan makanan sehat seperti buah, sayuran, dan juga sumber protein seperti telur atau daging sebagai stok makanan di rumah.

Karena bahan makanan ini mudah layu atau busuk, sehingga kandungan nutrisinya ikut hilang, sebaiknya simpan dalam lemari es secara benar.

Menurut Country General Manager Beko Indonesia, saat ini sudah ada teknologi dalam lemari es yang mampu menjaga kesegaran makanan hingga 30 hari. Termasuk juga fitur untuk melumpuhkan bakteri, virus, dan partikel, yang menyebabkan bau tidak sedap.

“Dalam lemari es terbaru Beko, sudah ada teknologi HarvestFresh yang menstimulasikan siklus matahari melalui LED 3 warna dan periode gelap guna menjaga kandungan vitamin dalam buah dan sayur terjaga baik,” katanya.

Saat menghidangkan makanan untuk keluarga, pastikan agar semua sudah dimasak dengan tingkat kematangan sempurna sehingga semua virus dan bakteri benar-benar mati.

Selain menjaga kesehatan tubuh dari dalam, penting juga menjaga kesehatan diri dari luar dengan cara rutin mencuci tangan, serta membersihkan diri atau mandi minimal dua kali sehari.

Ganti pakaian setiap kali kita baru pulang dari luar rumah, termasuk memastikan handuk dikeringkan setelah dipakai. Handuk yang lembab merupakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri dan mikroorganisme lain untuk tumbuh.


Kebersihan rumah

Untuk memudahkan menjaga kebersihan rumah, kita juga bisa memanfaatkan teknologi modern seperti vacuum cleaner. Pilih produk yang memiliki daya isap besar sehingga semua kotoran dan partikel dapat terisap sempurna, terutama untuk sofa, karpet, hingga tempat tidur.

Jika di rumah ada anggota keluarga yang menderita alergi, maka membersihkan area tersebut harus rutin dilakukan.

Perhatikan pula kebersihan pendingin udara (AC) dengan membersihkannya secara berkala. Cara lain adalah dengan memilih produk yang mampu menyaring partikel debu sangat kecil, sehingga udara yang dihasilkan tetap bersih dan segar.

Editor: Lusia Kus Anna

read more
Health

Kenali Kebutuhan Nutrisi Anak Sesuai Usia Pertumbuhan

LANGITKU NETWORKS

Jakarta – Mengiringi pertumbuhan buah hati merupakan kebahagiaan tersendiri. Apalagi ketika nanti melihatnya tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat.

Nah, pemberian nutrisi kepada anak perlu disesuaikan dengan usianya. Bagi yang berharap buah hatinya tumbuh cerdas, maka harus memaksimalkan pemberian nutrisi perkembangan otak pada usia 1-3 tahun.

Dilansir dari Child Care Resource Center, pada saat menginjak usia 1-2 tahun, bayi mulai memperhatikan perilaku diri sendiri dan orang lain di sekitar serta belajar berkomunikasi. Sedangkan ketika berusia 2-3 tahun, bayi akan mengalami perubahan besar dalam kemampuan sosial, intelektual, dan emosional.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, usia 1 tahun merupakan usia saat si kecil mulai bicara, bereksplorasi, dan melakukan banyak hal. Melalui pancainderanya si kecil mengeksplorasi dunia sekitar dan jika ia berhasil melakukannya, ia akan mengulangi berkali-kali.

“Dengan matanya ia akan melihat dan mengamati sekitarnya, tetapi belum paham apa yang dilihatnya, kecuali yang tiap hari ditemuinya. Dengan mulutnya dia sudah mengucapkan kata-kata sederhana dan mengulang-ulangnya dia mulai berusaha berkomunikasi,” terang dr. Muliaman kepada detikHealth, baru-baru ini.

Ketika usia 2-3 tahun, lanjut dr Muliaman, si kecil mulai senang bermain-main dengan anak seusianya. Namun belum mau berbagi dengan temannya, karena ia masih posesif dan egois.

Emosi anak usia 2-3 tahun sangat tergantung dengan orang dewasa yang ia lihat. Ketika orang dewasa tertawa, maka ia akan tertawa. Pada usia ini ada kemungkinan ia merasa takut akibat ditinggalkan, misalnya ditinggal orang terdekat termasuk saat akan tidur.

“Sebagai orang tua/pengasuh, sebaiknya, jangan tinggalkan dia diam-diam agar ia mulai belajar percaya kepada Anda,” ucapnya.

Sangat penting untuk memberi nutrisi yang lengkap pada anak usia 1-3 tahun agar ia tumbuh sehat dan cerdas. Menurut dr Muliaman, ada dua macam nutrisi yang dibutuhkan oleh otak si kecil yaitu nutrisi makro dan mikro.

Nutrisi makro dibutuhkan untuk pembentukan sel otak dan saraf seperti laktosa, whey protein alfa laktalbumin, asam lemak esensial omega 3, 6, AA/DHA, dan fosfolipid. Sedangkan nutrisi mikro dibutuhkan untuk membantu sel saraf terhubung antara lain vitamin dan mineral seperti folat, kolin, zat besi, dan iodium.

Pemberian nutrisi pada tahap ini sangat penting agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat serta cerdas. dr Muliaman menyebut sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil tersedia pada buah-buahan, sayur, daging, dan susu. Maka dari itu, penting untuk mengatur pola makan lengkap si kecil.

Selain itu, pemberian nutrisi pada si kecil dapat didukung dengan Morinaga Child Kid susu pertumbuhan usia 1-3 tahun sebagai nutrisi tepat dari Faktor Kecerdasan Multitalenta, Faktor Pertahanan Tubuh Ganda dan Faktor Tumbuh Kembang Optimal agar tumbuh sehat cerdas.

Abu Ubaidillah – detikHealth

read more
Health

5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari demi Kesehatan Kulit

LANGITKU NETWORKS -Kulit merupakan salah satu bagian yang paling penting di tubuh. Faktanya, kulit adalah bagian yang paling besar yang dilihat oleh semua orang.

Keadaan tubuh akan jelas tercermin dari kulit. Jadi ketika kamu makan makanan yang tidak sehat dan kurang tidur, kulitmu akan langsung terlihat kusam.

Di sisi lain, ketika kamu makan makanan sehat, olahraga cukup dan istiahat cukup, maka kulit secara otomatis akan bersinar dan menunjukkan bahwa kamu sehat secara internal.

Di bawah ini beberapa daftar makanan yang tidak sehat untuk kulitmu yang akan membuatnya terlihat buruk dan seperti bermasalah, dikutip dari Mag For Women.

1. Makanan olahan

Makanan kaleng memang mempermudah kita untuk memasak makanan. Namun, sudah saatnya kamu menyadari bahwa sebagian besar makanan olahan mengandung zat aditif dan pengawet dengan jumlah tinggi, yang bisa meningkatkan kadar gula dalam tubuh dan menyebabkan hormon menghasilkan lebih banyak minyak, sehingga menyebabkan jerawat muncul.

Bahkan, jika makanan yang kamu iawetkan juga akan dapat membuat kulit kita tampak kusam dan tidak bernyawa karena kekurangan nutrisi di dalamnya.

2. Kafein

Meskipun banyak orang mengatakan bahwa minum kopi pada pagi hari dapat mengurangi mata bengkak dan membuat merasa segar. Namun, ternyata mengkonsumsi kafein setiap hari sebenarnya bukanlah hal yang baik untuk kulitmu.

Hal ini membuat kulitmu menjadi kering. Bahkan lebih dari itu, membuat kulitmu terlihat sangat kusam dan seperti tidak segar.

3. Gula

Mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan keseimbangan tubuh menjadi rusak dan munculnya jerawat pada kulit.

Kamu harus mengurangi mengkonsumsi gula jika ingin kulit terlihat bagus. Jika kamu menyukai manis, maka gantilah gula dengan bahan alami seperti buah-buahan, kurma, jus, air kelapa, dan lainnya.

4. keripik dan makanan kemasan

Jika terlalu banyak mengonsumsi garam, bahan pengawet dalam keripik, dan makanan ringan kemasan akan menyebabkan retensi air dalam tubuh, tidak hanya membuat kamu kembung dan bengkak, tetapi akan menyebabkan masalah keriput dan jerawat.

Hindari mengkonsumsi makanan secara berlebih, terutama garam karena tidak sehat untuk dikonsumsi dan tidak mendukung keseimbangan pada tubuh.

5. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji seperti pasta, pizza, kentang goreng, dan lainnya membuat karbohidrat menumpuk di dalam tubuh dan akan memperlambat metabolisme.

Hal tersebut tidak hanya akan menambah berat badan, tetapi juga akan menyebabkan kadar kolesterol meningkat.

Akibatnya, kulit kamu tidak akan mendapatkan suplai darah yang sehat dan justru menjadi berminyak yang memunculkan berbagai masalah kulit.

(up/up)

Ayunda Septiani – detikHealth

read more
1 11 12 13 14
Page 13 of 14