close

Health

Health

Bagaimana Menjaga Kesehatan Mental dalam Masa Wabah COVID-19?

LANGITKU NETWORKS – Masyarakat Indonesia tengah berperang melawan wabah. Kebijakan untuk mengisolasi mandiri di rumah mungkin bukan hal yang mudah untuk sebagian orang. Wajar untuk merasakan stres, cemas, sedih, dan kekhawatiran selama pandemi ini terjadi.

Semua orang bisa punya respon yang berbeda dalam menanggapi momen ini. Menjaga kesehatan mental selama keadaan darurat akan membantu Anda berpikir jernih dan bereaksi tepat terhadap kebutuhan mendesak untuk melindungi diri sendiri dan keluarga Anda.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam menjaga kesehatan mental selama masa darurat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC):

Jaga kesehatan tubuh

Konsumsi makanan sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur, dan banyak beristirahat. Hindari alkohol, rokok, dan obat-obatan lainnya.

Terhubung dengan orang lain

Bagikan kekhawatiran dan ungkapkan perasaan Anda dengan teman atau anggota keluarga. Pertahankan hubungan yang sehat, dan bangun support system atau relasi yang kuat.

Beristirahat

Coba tarik napas dalam-dalam dan luangkan waktu untuk bersantai. Lakukan kegiatan yang biasanya Anda nikmati, seperti menonton drama, membaca majalah, atau sekadar membereskan lemari baju.

Tetap cari tahu informasi

Ketika merasa kehilangan informasi, Anda mungkin menjadi lebih stres atau gelisah. Tonton, dengarkan, atau baca berita untuk mendapat update dari sumber terpercaya. Sadarilah bahwa mungkin ada rumor atau hoaks selama krisis, terutama di media sosial. Oleh sebab itu, dapatkan informasi dari sumber berita yang terpercaya.

Kurangi menonton berita

Meski harus tetap mendapat informasi, tapi sebaiknya jangan terlalu sering menonton atau membaca berita. Cobalah untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan dan kembali ke kehidupan normal sebanyak mungkin dan periksa update informasi di antara waktu istirahat.

Mencari bantuan saat dibutuhkan

Jika wabah COVID-19 cukup mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat Anda tidak nyaman, coba bicarakan dengan pemuka agama, penasihat, dokter, atau psikolog.

Source : CDC
Penulis : 1
Editor : Gita Laras Widyaningrum
Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Studi: Mengonsumsi Cabai Mengurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke

LANGITKU NETWORKS – Selama bertahun-tahun, cabai telah dipuji karena sifat terapeutiknya. Kini, para peneliti menemukan fakta bahwa makan cabai secara teratur dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

Dilakukan di Italia, di mana cabai adalah bahan masakan yang umum dipakai, penelitian ini membandingkan risiko kematian pada 23 ribu orang. Beberapa di antaranya kerap makan cabai dan yang lain tidak.

Status kesehatan dan kebiasaan makan partisipan dipantau selama delapan tahun. Hasil studi yang dipublikasikan pada Journal of American College of Cardiology tersebut, menunjukkan bahwa risiko kematian akibat serangan jantung 40% lebih rendah pada mereka yang mengonsumsi cabai setidaknya empat kali per minggu.

“Dengan kata lain, seseorang dapat mengikuti diet Mediterania yang sehat, tetapi bagi mereka semua cabai memiliki efek perlindungan,” kata Marialaura Bonaccio, pemimpin penelitian sekaligus ahli epidemiologi di Mediterranean Neurological Institute (Neuromed).

Licia Iacoviello, direktur departemen epidemiologi dan pencegahan di Neuromed yang juga seorang profesor di Universitas Insubria di Varese, menjelaskan bahwa khasiat cabai telah diturunkan melalui budaya makanan Italia.

“Dan sekarang, seperti yang telah diamati di Tiongkok dan di Amerika Serikat, kita tahu bahwa berbagai tanaman dari spesies capsicum–meskipun dikonsumsi dengan cara yang berbeda di seluruh dunia–dapat mengerahkan tindakan perlindungan terhadap kesehatan kita,” kata Iacoviello.

Saat ini, para peneliti berencana menyelidiki mekanisme biokimia seperti apa yang membuat cabai baik bagi kesehatan manusia.

Ian Johnson, seorang ahli nutrisi di Quadram Institute Bioscience di Norwich, Inggris, memuji studi tersebut sebagai “penelitian observasional berkualitas tinggi” untuk “metode yang kuat.”

Namun, ia mengatakan, tidak ada mekanisme perlindungan yang diidentifikasi. Para ilmuwan juga tidak menemukan bahwa makan lebih banyak cabai memberikan manfaat kesehatan tambahan.

“Jenis hubungan ini menunjukkan bahwa cabai mungkin hanya penanda untuk beberapa faktor diet atau gaya hidup lain yang belum diperhitungkan tetapi, untuk bersikap adil, ketidakpastian semacam ini biasanya hadir dalam studi epidemiologi, dan penulis mengakui hal ini,” kata Johnson.

Source : CNN
Penulis : 1
Editor  : Gita Laras Widyaningrum
Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Benarkah Mandi dengan Air Hangat Lebih Baik untuk Kesehatan Jantung?

LANGITKU NETWORKS – Mandi dengan air hangat mungkin menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mengakhiri hari. Selain membuat tubuh menjadi lebih rileks, sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa mandi air hangat juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebuah studi yang diunggah di jurnal Heart menemukan fakta bahwa mandi air hangat setiap hari dikaitkan dengan 28% risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung dan 26% stroke. Para peneliti mengatakan, ini mungkin karena mandi juga berkaitan dengan penurunan tekanan darah.

Mereka mendapatkan hasil ini setelah melacak kebiasaan mandi dan risiko penyakit kardiovaskular pada lebih dari 61.000 orang dewasa Jepang selama 20 tahun.

“Kami menemukan bahwa sering mandi (di bath-up) dapat secara signifikan berkaitan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. Juga memberikan efek menguntungkan pada rendahnya risiko (penyakit kardiovaskular) sehingga menurun juga kemungkinan pengembangan hipertensi,” ungkap para peneliti dalam siaran pers.

Partisipan berusia 40 hingga 59 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung diteliti dari tahun 1990 hingga 2009. Pada awal riset, mereka dipisahkan menjadi kelompok-kelompok berdasarkan seberapa sering mereka mandi di bak: kurang dari sekali seminggu, satu hingga dua kali per minggu, hampir setiap hari atau setiap hari.

Para peneliti juga mengumpulkan informasi tentang faktor-faktor yang berpotensi berpengaruh, seperti berat badan peserta, status merokok, seberapa sering mereka berolahraga, konsumsi alkohol, status pekerjaan, pendidikan, berapa lama mereka tidur, tekanan mental yang dirasakan, dan kenikmatan hidup.

Berdasarkan deskripsi peserta, suhu air juga amat penting. Mereka menemukan bahwa semakin banyak peserta mandi dengan air hangat, semakin rendah risiko mereka untuk penyakit kardiovaskular. Risiko 26% lebih rendah untuk penyakit jantung dan 35% untuk penyakit kardiovaskular bila mandi dengan air hangat.

Kenapa mandi bisa menyehatkan jantung?

Bak mandi atau bathup dianggap memiliki efek pencegahan terhadap penyakit jantung dengan meningkatkan apa yang disebut “fungsi hemodinamik,” sebut laporan tersebut. Ini menggambarkan cara darah dipompa secara efisien melalui tubuh, kata Dr. Eric Brandt, seorang ahli jantung dan lipidologis di Rumah Sakit Yale New Haven.

Fungsi hemodinamik yang baik akan berarti bahwa jantung mampu memompa darah secara efisien tanpa harus berjuang melawan kondisi seperti tekanan darah tinggi.

“Fungsi hemodinamik yang baik diterjemahkan menjadi tekanan darah rendah atau keadaan tekanan darah normal, di mana jantung mampu memompa secara efisien dan mendapatkan darah ke semua organ,” kata Brandt.

“Hemodinamik yang buruk adalah kondisi tekanan darah tinggi atau rendah yang ekstrem di mana jantung harus bekerja lebih keras.”

“Sepertinya mandi di bak mirip dengan olahraga karena meningkatkan kerja jantung, (tetapi) melakukannya dengan merelaksasi pembuluh darah dan memompa darah ke bagian lain dari tubuh. Jadi itu menciptakan pekerjaan sementara yang ekstra untuk jantung, tapi bukan konsekuensi negatif,” paparnya.

Faktor-faktor lain untuk dipertimbangkan

Sementara penelitian menunjukkan bahwa mandi setiap hari dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, itu bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan.

Lebih sedikit mandi juga belum tentu menjadi penyebab risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Studi ini tidak menanyakan kepada peserta alasan mereka mandi lebih jarang yang sebetulnya bisa mengungkapkan kondisi kesehatan.

Brandt tidak yakin bahwa mandi adalah satu-satunya faktor utama untuk temuan studi ini dimana risiko penyakit jantung lebih rendah; itu lebih mungkin, katanya, bahwa secara teratur mandi air hangat atau panas “dapat memiliki perubahan fisiologis sementara, yang mirip dengan olahraga,” dan faktor-faktor gaya hidup sehat lainnya ikut berperan.

Orang-orang di Amerika, di mana penyakit jantung adalah pembunuh nomor 1, mungkin tidak menemukan manfaat yang sama dengan yang ada dalam penelitian ini karena penyakit pada orang Amerika didominasi faktor gaya hidup, kata Brandt.

“Populasi kami sangat berbeda dari Jepang, dan gaya hidup khususnya,” kata Brandt. “Risikonya mungkin berbeda untuk orang Amerika dibandingkan dengan Jepang dalam konteks di mana kami membawa beban yang lebih berat dari penyakit kronis yang berhubungan dengan gaya hidup. Saya akan mengatakan bahwa di antara pasien di mana ini bisa diterapkan adalah di antara orang-orang hingga usia 70-an, dengan mandi di bak mandi. Setidaknya tidak ada sinyal dalam studi tentang kerusakan kardiovaskular. ”

Penelitian sebelumnya yang melibatkan paparan panas telah menemukan hubungan yang serupa dengan yang ada dalam studi saat ini: Sebuah studi tahun 1999 pada delapan orang dengan diabetes menemukan mandi menyebabkan glukosa darah puasa lebih rendah, dan mandi sauna telah dikaitkan dengan penurunan kematian jantung mendadak dan risiko penyakit jantung.

Meskipun hanya ada hubungan antara mandi dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah, mandi kemungkinan tidak menyebabkan bahaya kardiovaskular jika dilakukan dengan aman, kata Brandt.

Source : CNN
Penulis : 1
Editor : Gita Laras Widyaningrum Nationalgeographic.co.id
read more
Health

Viral Jam 10 Waktu Terbaik untuk Berjemur, Ini Tips Agar Tidak Gosong

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Berjemur di sekitar jam 10 pagi disebut memberikan manfaat optimal bagi kesehatan. Informasi yang beredar dalam sebuah pesan viral ini memang ada benarnya, tetapi apa nggak gosong kalau kepanasan?

Ahli kanker dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM, berjemur tidak serta merta memicu kecenderungan kanker kulit. Ada banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk kadar pigmen melanin atau warna kulit.

“Orang-orang dengan kadar melanin rendah seperti orang Eropa biasanya lebih rentan,” jelasnya.

Dalam kaitannya dengan peningkatan imunitas tubuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berjemur agar manfaatnya optimal.

1. Jam 8-11 adalah waktu ideal

Untuk wilayah tropis, menurut dr Andhika, paparan provitamin D pada waktu-waktu tersebut lebih dominan dibanding ultraviolet. Di atas jam 11, kadar sinar ultraviolet akan semakin tinggi.

“Kalau seperti di Eropa tentu teriknya berbeda,” jelasnya.

Selain itu, pengidap gangguan autoimun seperti lupus juga perlu menghindari berjemur di atas jam 11 pagi. Pada beberapa kasus, berjemur terlalu siang bisa memicu flare up atau kekambuhan.

2. Durasi 30 menit

Lamanya berjemur tentu dipengaruhi banyak hal, termasuk kondisi cuaca. Tapi umumnya, 30 menit sudah cukup memberikan manfaat.

3. Paparan 60 persen permukaan tubuh

Menurut dr Andhika, manfaat berjemur akan optimal jika paparan sinar matahari mengenai 60 persen luas permukaan tubuh. Kisaran tersebut bisa dicapai misalnya dengan mengenakan baju lengan pendek, celana kolor, tanpa penutup kepala atau payung.

“Ada yang sampai membuka punggung, itu sebenarnya tidak perlu. Apalagi sampai nude (telanjang),” saran dr Andhika.

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

read more
Health

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama di Rumah Saja

LANGITKU NETWORKS – Terus meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi virus corona pasti membuat kita merasa cemas. Meski begitu, kita tetap bisa melindungi diri dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan, serta membatasi aktivitas di luar rumah.

Menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan perlu dilakukan mulai dari diri sendiri dan di lingkungan terkecil, yaitu rumah. Melalui beragam perangkat rumah tangga saat ini, kita bisa menerapkan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh meningkat.

Menurut penjelasan dokter spesialis gizi klinik Diana F Suganda, untuk memperkuat imunitas tubuh, tentu kita harus disiplin dalam memilih asupan.

“Asupan yang baik bukan hanya dari buah dan sayur, tetapi juga protein. Protein khususnya dibutuhkan untuk orang yang ingin menaikkan kekebalan tubuhnya,” kata Diana dalam siaran pers yang dikirimkan oleh Beko Indonesia.

Selalu sediakan makanan sehat seperti buah, sayuran, dan juga sumber protein seperti telur atau daging sebagai stok makanan di rumah.

Karena bahan makanan ini mudah layu atau busuk, sehingga kandungan nutrisinya ikut hilang, sebaiknya simpan dalam lemari es secara benar.

Menurut Country General Manager Beko Indonesia, saat ini sudah ada teknologi dalam lemari es yang mampu menjaga kesegaran makanan hingga 30 hari. Termasuk juga fitur untuk melumpuhkan bakteri, virus, dan partikel, yang menyebabkan bau tidak sedap.

“Dalam lemari es terbaru Beko, sudah ada teknologi HarvestFresh yang menstimulasikan siklus matahari melalui LED 3 warna dan periode gelap guna menjaga kandungan vitamin dalam buah dan sayur terjaga baik,” katanya.

Saat menghidangkan makanan untuk keluarga, pastikan agar semua sudah dimasak dengan tingkat kematangan sempurna sehingga semua virus dan bakteri benar-benar mati.

Selain menjaga kesehatan tubuh dari dalam, penting juga menjaga kesehatan diri dari luar dengan cara rutin mencuci tangan, serta membersihkan diri atau mandi minimal dua kali sehari.

Ganti pakaian setiap kali kita baru pulang dari luar rumah, termasuk memastikan handuk dikeringkan setelah dipakai. Handuk yang lembab merupakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri dan mikroorganisme lain untuk tumbuh.


Kebersihan rumah

Untuk memudahkan menjaga kebersihan rumah, kita juga bisa memanfaatkan teknologi modern seperti vacuum cleaner. Pilih produk yang memiliki daya isap besar sehingga semua kotoran dan partikel dapat terisap sempurna, terutama untuk sofa, karpet, hingga tempat tidur.

Jika di rumah ada anggota keluarga yang menderita alergi, maka membersihkan area tersebut harus rutin dilakukan.

Perhatikan pula kebersihan pendingin udara (AC) dengan membersihkannya secara berkala. Cara lain adalah dengan memilih produk yang mampu menyaring partikel debu sangat kecil, sehingga udara yang dihasilkan tetap bersih dan segar.

Editor: Lusia Kus Anna

read more
Health

Kenali Kebutuhan Nutrisi Anak Sesuai Usia Pertumbuhan

LANGITKU NETWORKS

Jakarta – Mengiringi pertumbuhan buah hati merupakan kebahagiaan tersendiri. Apalagi ketika nanti melihatnya tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat.

Nah, pemberian nutrisi kepada anak perlu disesuaikan dengan usianya. Bagi yang berharap buah hatinya tumbuh cerdas, maka harus memaksimalkan pemberian nutrisi perkembangan otak pada usia 1-3 tahun.

Dilansir dari Child Care Resource Center, pada saat menginjak usia 1-2 tahun, bayi mulai memperhatikan perilaku diri sendiri dan orang lain di sekitar serta belajar berkomunikasi. Sedangkan ketika berusia 2-3 tahun, bayi akan mengalami perubahan besar dalam kemampuan sosial, intelektual, dan emosional.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, usia 1 tahun merupakan usia saat si kecil mulai bicara, bereksplorasi, dan melakukan banyak hal. Melalui pancainderanya si kecil mengeksplorasi dunia sekitar dan jika ia berhasil melakukannya, ia akan mengulangi berkali-kali.

“Dengan matanya ia akan melihat dan mengamati sekitarnya, tetapi belum paham apa yang dilihatnya, kecuali yang tiap hari ditemuinya. Dengan mulutnya dia sudah mengucapkan kata-kata sederhana dan mengulang-ulangnya dia mulai berusaha berkomunikasi,” terang dr. Muliaman kepada detikHealth, baru-baru ini.

Ketika usia 2-3 tahun, lanjut dr Muliaman, si kecil mulai senang bermain-main dengan anak seusianya. Namun belum mau berbagi dengan temannya, karena ia masih posesif dan egois.

Emosi anak usia 2-3 tahun sangat tergantung dengan orang dewasa yang ia lihat. Ketika orang dewasa tertawa, maka ia akan tertawa. Pada usia ini ada kemungkinan ia merasa takut akibat ditinggalkan, misalnya ditinggal orang terdekat termasuk saat akan tidur.

“Sebagai orang tua/pengasuh, sebaiknya, jangan tinggalkan dia diam-diam agar ia mulai belajar percaya kepada Anda,” ucapnya.

Sangat penting untuk memberi nutrisi yang lengkap pada anak usia 1-3 tahun agar ia tumbuh sehat dan cerdas. Menurut dr Muliaman, ada dua macam nutrisi yang dibutuhkan oleh otak si kecil yaitu nutrisi makro dan mikro.

Nutrisi makro dibutuhkan untuk pembentukan sel otak dan saraf seperti laktosa, whey protein alfa laktalbumin, asam lemak esensial omega 3, 6, AA/DHA, dan fosfolipid. Sedangkan nutrisi mikro dibutuhkan untuk membantu sel saraf terhubung antara lain vitamin dan mineral seperti folat, kolin, zat besi, dan iodium.

Pemberian nutrisi pada tahap ini sangat penting agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat serta cerdas. dr Muliaman menyebut sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil tersedia pada buah-buahan, sayur, daging, dan susu. Maka dari itu, penting untuk mengatur pola makan lengkap si kecil.

Selain itu, pemberian nutrisi pada si kecil dapat didukung dengan Morinaga Child Kid susu pertumbuhan usia 1-3 tahun sebagai nutrisi tepat dari Faktor Kecerdasan Multitalenta, Faktor Pertahanan Tubuh Ganda dan Faktor Tumbuh Kembang Optimal agar tumbuh sehat cerdas.

Abu Ubaidillah – detikHealth

read more
Health

5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari demi Kesehatan Kulit

LANGITKU NETWORKS -Kulit merupakan salah satu bagian yang paling penting di tubuh. Faktanya, kulit adalah bagian yang paling besar yang dilihat oleh semua orang.

Keadaan tubuh akan jelas tercermin dari kulit. Jadi ketika kamu makan makanan yang tidak sehat dan kurang tidur, kulitmu akan langsung terlihat kusam.

Di sisi lain, ketika kamu makan makanan sehat, olahraga cukup dan istiahat cukup, maka kulit secara otomatis akan bersinar dan menunjukkan bahwa kamu sehat secara internal.

Di bawah ini beberapa daftar makanan yang tidak sehat untuk kulitmu yang akan membuatnya terlihat buruk dan seperti bermasalah, dikutip dari Mag For Women.

1. Makanan olahan

Makanan kaleng memang mempermudah kita untuk memasak makanan. Namun, sudah saatnya kamu menyadari bahwa sebagian besar makanan olahan mengandung zat aditif dan pengawet dengan jumlah tinggi, yang bisa meningkatkan kadar gula dalam tubuh dan menyebabkan hormon menghasilkan lebih banyak minyak, sehingga menyebabkan jerawat muncul.

Bahkan, jika makanan yang kamu iawetkan juga akan dapat membuat kulit kita tampak kusam dan tidak bernyawa karena kekurangan nutrisi di dalamnya.

2. Kafein

Meskipun banyak orang mengatakan bahwa minum kopi pada pagi hari dapat mengurangi mata bengkak dan membuat merasa segar. Namun, ternyata mengkonsumsi kafein setiap hari sebenarnya bukanlah hal yang baik untuk kulitmu.

Hal ini membuat kulitmu menjadi kering. Bahkan lebih dari itu, membuat kulitmu terlihat sangat kusam dan seperti tidak segar.

3. Gula

Mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan keseimbangan tubuh menjadi rusak dan munculnya jerawat pada kulit.

Kamu harus mengurangi mengkonsumsi gula jika ingin kulit terlihat bagus. Jika kamu menyukai manis, maka gantilah gula dengan bahan alami seperti buah-buahan, kurma, jus, air kelapa, dan lainnya.

4. keripik dan makanan kemasan

Jika terlalu banyak mengonsumsi garam, bahan pengawet dalam keripik, dan makanan ringan kemasan akan menyebabkan retensi air dalam tubuh, tidak hanya membuat kamu kembung dan bengkak, tetapi akan menyebabkan masalah keriput dan jerawat.

Hindari mengkonsumsi makanan secara berlebih, terutama garam karena tidak sehat untuk dikonsumsi dan tidak mendukung keseimbangan pada tubuh.

5. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji seperti pasta, pizza, kentang goreng, dan lainnya membuat karbohidrat menumpuk di dalam tubuh dan akan memperlambat metabolisme.

Hal tersebut tidak hanya akan menambah berat badan, tetapi juga akan menyebabkan kadar kolesterol meningkat.

Akibatnya, kulit kamu tidak akan mendapatkan suplai darah yang sehat dan justru menjadi berminyak yang memunculkan berbagai masalah kulit.

(up/up)

Ayunda Septiani – detikHealth

read more
Health

Jaga Daya Tahan Tubuh, Seberapa Banyak Asupan Vitamin C Per Hari?

Akfa Nasrulhak – detikHealth

Jakarta – Vitamin C adalah nutrisi yang larut dalam air dengan banyak fungsi vital dalam tubuh. Selain untuk membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, vitamin C juga dapat membantu produksi kolagen dan penyembuhan luka, dan bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas.

Manfaat vitamin C juga diperlukan untuk membantu melindungi sel-sel tubuh melawan beberapa jenis virus. Terkait dengan virus Corona COVID-19 yang kini sudah merebak di wilayah Indonesia, menjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu langkah pencegahan agar tidak tertular.

“Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan membantu fungsi berbagai enzim dalam tubuh. Beberapa penelitian membuktikan konsumsi vitamin C secara rutin terbukti meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan saat sakit, hingga menurunkan risiko penyakit jantung koroner,” ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma dr Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth baru-baru ini.

Menurut dr Helmin, tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C dan tidak dapat menyimpan vitamin C, sehingga harus didapatkan dari asupan makanan atau suplemen setiap hari. Lalu, untuk konsumsi harian, berapa sih jumlah vitamin C yang dianjurkan?

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), pada anak di bawah usia 9 tahun, membutuhkan asupan vitamin C sebanyak 40-50 mg. Sedangkan remaja usia di atas 12 tahun memerlukan vitamin C paling tidak 50-90 mg per hari. Sementara bagi orang dewasa di atas 18 tahun, kebutuhan vitamin C harian bisa mencapai 75-90 mg setiap hari. Ibu hamil dan menyusui akan membutuhkan lebih banyak vitamin C dengan dosis tambahan mencapai 85-120 mg per hari.

Asupan vitamin C sebaiknya tidak berlebihan karena dosis yang berlebihan hanya akan sia-sia masuk ke tubuh dan akan dibuang melalui urine bahkan bisa mengganggu fungsi tubuh. Menurut dr Helmin, jika asupan vitamin C terlalu berlebihan, dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada ginjal seperti batu ginjal terutama jika tidak diikuti dengan minum air putih yang banyak.

“Pada penderita sakit maag dapat memicu kambuhnya sakit maag, dan akibatnya timbul gejala-gejala sakit maag seperti mual dan nyeri ulu hati,” tambahnya.

Biasanya, sumber vitamin C terbaik adalah buah dan sayuran. Namun jika Anda tak dapat memenuhi asupan vitamin C dari makanan tersebut, bantu dengan tambahan suplemen.

Salah satu tablet hisap vitamin C yang berfungsi untuk membantu memenuhi kekurangan vitamin C dalam tubuh yang bisa dipilih yaitu XonCe. Mengonsumsi XonCe dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Tubuh akan lebih kebal terhadap berbagai penyakit yang menyerang.

(akn/ega)

read more
Health

“Tips Menjaga Berat Badan Ideal saat Kerja di Rumah”,

Penulis Ariska Puspita Anggraini | Editor Ariska Puspita Anggraini KOMPAS.com – Sebagian besar karyawan diminta untuk bekerja dari rumah untuk menghambat penyebaran virus corona jenis baru yang sedang menjadi pandemi saat ini. Yah, bekerja dari rumah memang terlihat menyenangkan. Namun, jika dilakukan dalam waktu lama, hal ini akan menyebabkan berbagai masalah, termasuk pertambahan berat badan. Apalagi, selama bekerja dari rumah para karyawan juga diminta untuk lebih banyak berdiam diri di rumah dan melakukan social distancing.

Tentunya, ini membuat ruang gerak menjadi terbatas sehingga sulit untuk melakukan aktivitas fisik. Menurut ahli gizi Jaclyn Reutens, terbatasnya ruang gerak juga cenderung membuat nafsu makan melonjak karena kondisi lingkungan memiliki pengaruh besar pada pilihan makanan kita. Oleh karena itu, orang-orang yang bekerja dari rumah cenderung memilih asupan makanan yang tak sehat. Hal ini pula yang berpengaruh pada berat badan. “Kecuali jika Anda tinggal di sebuah rumah yang besar, bekerja dari rumah tentu bukan masalah besar,” tambah Reutens, dilansir dari cnalifestyle.channelnewsasia. Bekerja sembari menyantap camilan memang terlihat menyenangkan. Banyak karyawan kantoran yang melakukan hal ini saat bekerja.

Menurut Reutens, kebiasaan ini bisa berlanjut meski mereka bekerja dari rumah. “Rumah adalah zona aman dan nyaman. Berada di rumah tentu membuat kita lebih mudah menjangkau makanan,” ucap dia.

Terlalu lama berada di rumah juga mendatangkan rasa bosan. Banyak orang mengalihkan rasa bosan dengan mengunyah camilan tak sehat. “Mulut kita terus mencari tekstur dan rasa untuk meningkatkan suasana hati, terutama ketika kita perlu istirahat dari rutinitas membosankan yang kita lakukan saat terlalu lama berada di rumah,” kata Reutens.

Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini? Selain tetap aktif berolahraga, fokus pada pilihan makanan sehat adalah cara terbaik untuk menjaga berat badan meski kita harus bekerja di rumah. Selain itu, kita juga bisa melakukan tips berikut ini agar berat badan tetap terjaga meski harus bekerja dari rumah:

Beri jeda setiap satu jam kerja untuk melakukan peregangan selama lima menit. Minum air lebih banyak untuk merangsang keinginan buang air kecil, jadi kita akan lebih banyak jalan kaki untuk menuju kamar mandi. Gunakan standing desk atau meja kerja berdiri Saat beristirahat, gunakan waktu tersebut untuk push up atau melakukan gerakan lunges daripada menyantap camilan tak sehat.

Sumber www.channelnewsasia.com

read more
Health

Kiat-kiat Agar Sistem Pencernaan Si Kecil Kuat

Akfa Nasrulhak – detikHealth

Jakarta – Memiliki pencernaan yang sehat menjadi salah satu pendukung optimalisasi tumbuh kembang anak. Namun, saluran cerna anak rentan dan sensitif terhadap gangguan. Karena itu jangan sepelekan masalah pencernaan karena bisa menghambat perkembangan anak.

Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur mengatakan seringkali anak-anak mengalami gangguan pencernaan seperti infeksi, sakit perut kolik, susah makan, diare, sembelit, hingga susah BAB.

“Biasanya pada anak yang diare dan sembelit, sering muntah, sakit perut, dan rasa tidak tuntas saat BAB. Keluhan ini yang seringkali membuat orang tua datang ke dokter, penyebabnya adalah hubungan saluran cerna dan otak. Jika saraf antara saluran cerna dan otak terganggu, maka anak akan merasakan sensasi nyeri dan kembung,” jelas dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.

dr Muliaman mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan saluran pencernaan si Kecil, Mulai dari kematangan sistem imun di saluran cerna, dimana sel-sel saluran cerna belum siap menerima benda asing dari luar.

“Sementara untuk diare, yang terganggu adalah motilitas atau gerakan saluran cernanya. Kalau terlalu lambat dan lemah bisa menyebabkan sembelit, sedangkan pergerakan saluran cerna yang cepat dapat menyebabkan diare. Faktor yang terakhir adalah mikroflora (atau bakteri baik) yang tidak seimbang di saluran cerna si kecil,” jelasnya.

Pencernaan tentu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Banyak studi yang menghubungkan keduanya mulai dari jenis asupan nutrisi yang dimakan termasuk juga hubungan mikroflora yang ditambahkan (probiotik) di saluran cerna si kecil yang akan mempengaruhi penyerapan nutrisi, dengan pertumbuhan badan si kecil.

Untuk membangun sistem pencernaan yang kuat, bisa dilakukan dengan pemenuhan makanan berserat serta tercukupinya kebutuhan cairan. Namun, seringkali masalah anak adalah susah makan. Si Kecil tidak mau makan apa yang disajikan oleh orang tua sebagai makanan keluarga.

“Tentunya konsekuensinya adalah anak tidak akan mendapatkan gizi yang baik. Sarannya adalah buat pola makan yang lebih atraktif untuk anak, sesuaikan rasa dan konsistensinya dengan anak, dan buat suasana makan segembira mungkin,” ucapnya.

Selain asupan nutrisi yang baik, anak juga disarankan untuk berolahraga. Menurut dr Muliaman, tidak ada olahraga khusus untuk saluran cerna si kecil, tapi pada saat si kecil mengalami susah air besar sering para dokter menganjurkan untuk berolahraga atau beraktivitas seperti berjalan atau berlari.

“Selain itu, banyak minum dan mulai makan buah dan sayur untuk mendorong BAB yang belum turun ke bawah,” tambah dr Muliaman.

Selain itu, agar anak berkembang dengan baik dan tidak terserang gangguan pencernaan, konsumsi susu yang mengandung laktoferin seperti susu formula terbaik Morinaga Chil Kid Platinum dan Morinaga Chil School Platinum. Susu tersebut mengandung pro-prebiotik agar si kecil tak mudah diare serta telah teruji klinis sebagai bakteri baik oleh Morinaga Research Center di Jepang.

(akn/ega)

read more
1 11 12 13 14
Page 13 of 14