close

Health

Health

Kenapa Mulut Terasa Pahit Saat Sakit?

LANGITKU NETWORKS, Banyak orang yang sedang tidak enak badan atau sakit merasakan mulutnya terasa pahit.

Rasa pahit atau tak enak di mulut ini terkadang membuat penderita tidak nafsu makan saat sakit.

Pasalnya, semua asupan yang masuk ke mulut rasanya akan berubah jadi pahit, hambar, sampai aneh seperti logam.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai dysgeusia atau perubahan indra perasa.

Melansir Bustle, penyebab mulut terasa pahitbisa disebabkan sakit karena infeksi kuman seperti pilek, flu, atau gangguan tenggorokan.

Selain itu, mulut terasa pahit juga bisa muncul saat hamil sampai efek samping kemoterapi.

Kenapa mulut terasa pahit saat sakit?

Sebuah penelitian pada 2015 dari Monell Chemical Senses Center di AS berhasil memecahkan teka-teki kenapa mulut terasa pahit saat sakit.

Para ahli menyimpulkan, perubahan indra perasa saat sakit dipengaruhi protein dari sistem daya tahan tubuh bernama tumour necrosis factor (TNF).

Seperti diketahui, tubuh akan melepaskan zat kimia yang disebut sitokin saat terjadi infeksi dan peradangan.

Sitokin atau protein yang membantu sel daya tahan tubuh ini membantu tubuh melawan penyakit.

Pelepasan protein TNF dapat meningkatkan kepekaan rasa, sehingga terkadang mulut terasa lebih pahit saat sakit.

Selain itu, penyebab mulut terasa pahit saat sakit juga disebabkan imbas indra penciuman kurang peka saat tidak enak badan.

Penyakit tertentu membuat penderitanya jadi tidak peka bau. Mengingat indra penciuman dan indra pengecap saling berhubungan, saat salah satu indra ini bermasalah, indra yang lain turut terpengaruh.

Jadi, jika Anda tidak bisa mencium bau; besar kemungkinan segala rasa di mulut berubah hambar, jadi pahit, atau tidak enak.

Mulut terasa pahit saat sakit umumnya berlangsung selama beberapa hari dan tak memerlukan perawatan khusus.

Anda tak perlu repot menjajal cara mengatasi mulut pahit saat sakit karena masalah kesehatan ini bisa sembuh sendiri seiring kondisi tubuh yang berangsur-angsur membaik.

 

 

 

 

source : Nature,Bustle

Editor: Mahardini Nur Afifah

kompas.com

read more
Health

4 Bahaya Susu Sapi Jika Dikonsumsi Berlebihan

LANGITKU NETWORKS – Susu sapi banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada masakan, diolah menjadi produk lain, atau dikonsumsi secara langsung.

Susu sapi memang kaya akan gizi yang berguna bagi tubuh. Menurut data Healthline, susu sapi megandung selenium, vitamin B6, Vitamin K, niasin, thiamin, dan riboflavin.

Mengonsumsi susu sapi juga telah terbukti membantu pertumbuhan tulang dan gigi, menjaga kesehatan jantung, dan mencegah diabetes.

Akan tetapi, konsumsi susu sapi berlebihan juga bisa memicu berbagai efek samping berikut:

1. Jerawat

Riset 2016 menemukan minum susu rendah lemak atau skim berlebihan bisa memicu jerawat, terutama di kalangan remaja.

Paslanya, susu bisamemengaruhi hormon tertentudalam tubuh, termasuk insulin dan faktor pertumbuhan mirip insulin-1 (IGF-1).

2. Alergi

Alergi susu terjadi karena tubuh bereaksi terhadap protein yang ada di dalamnya.

Alergi susu sapi bisa menyebabkan gejala seperti, asma, sesak naoas, diare, muntah, dan gangguan pencernaan.

Dalam kasus parah, alergi susu juga bisa menyebabkan anafilaksis yang mengancam nyawa.

3. Meningkatkan risiko patah tulang

Konsumsi tiga gelas susu sapi atau lebih bisa meningkatkan risiko patah tulang.

Pasalnya, protein hewani pada susu sapi menghasilkan asam saat dipecah.

Untuk menetralkan dan membuang asam, tubuh harus menggunakan kalsium yang dikandung susu serta simpanan kalsium dalam tubuh.

Itu sebabnya, konsumsi susu sapi berlebihan bisa meningkatkan risiko patah tulang.

4. Mengandung residu hormon dan antibiotik

Susu sapi biasanya mengandung residu hormon dan antibiotik, serta dioksin dan polychlorinated biphenyls (PCBs).

Zat residu ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia, antara lain berdampak buruk pada sistem saraf, sistem reproduksi, dan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini juga berpotensi meningkatkan risiko jenis kanker tertentu.

 

 

source : Healthline,Medical News Today

editor : Ariska Puspita Anggraini

Kompas.com

read more
Health

Sakit Leher saat Bangun Tidur, Begini Solusinya

LANGITKU NETWORKS – Pernakah Anda merasa sakit di bagian leher setelah bangun dari tidur? Jika pernah, bisa jadi hal itu karena bantal atau posisi tidur kita yang keliru. Menurut chiropraktor dari Cleveland Clinic, Andrew Bang, jenis bantal dan cara kita memposisikan diri menjelang tidur juga bisa memengaruhi kondisi tubuh saat bangun. “Memilih bantal yang tepat, menghilangkan beberapa kebiasaan tidur yang buruk, dan mengetahui cara terbaik untuk memposisikan diri di tempat tidur bisa membantu meningkatkan kualitas tidur kita,” ucapnya.

Penyebab sakit leher Sakit leher bisa terjadi karena kebiasaan yang buruk, seperti membungkuk saat duduk atau postur tubuh keliru saat berjalan. Apalagi, kebiasaan bermain ponsel atau komputer juga bisa memengaruhi kondisi leher. “Tidur dengan posisi dagu ke dada dapat membuat otot leher tegang karena sebagian besar aktivitas kita sehari-hari dilakukan dengan cara itu,” ucap Bang. Selain itu, tidur miring dengan kepala ditekuk atau tidur tengkurap dengan kepala miring juga bisa menyebabkan hal yang sama.

Lalu bagaimana cara mencegahnya?

Menurut laporan Harvard Medical School, ada dua posisi tidur terbaik untuk mencegah sakit leher, yaitu tidur miring dan telentang.

– Tidur telentang

Jika memilih posisi tidur telentang, pilih bantal berbentuk bulat untuk menopang lekuk alami leher.Gunakan pula bantal yang lebih rata sebagai bantalam kepala. Hindari penggunaan bantal yang terlalu tinggi atau kaku agar leher tidak tertekuk dan memicu nyeri.

– Tidur miring

Jika memilih tidur miring, jaga agar tulang belakang tetap lurus dengan menggunakan bantal yang tinggi atau padat agar posisi leher dan kepala sejajar. Salah satu cara terbaik untuk mencegah sakit leher adalah memilih bantal yang tepat untuk tidur.

Posisi tidur yang harus dihindari

Hindari tidur dalam posisi tengkurang karena membuat punggung melengkung dan leher miring ke samping. Selain memicu sakit leher, tidur telentang juga bisa memicu ketegangan di area tulang belakang. Tulang belakang adalah saluran saraf. Tekanan di area tersebut bisa memicu rasa sakit di sekujur tubuh. Alhasil, kita juga bisa mengalami kesemutan dan mati rasa.

 

 

 

source : Kompas.com

Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

read more
Health

Sering Dijadikan Pemanis Buatan, Ini Bahaya Sirup Jagung

LANGITKU NETWORKS – Sirup jagung seringkalimenjadi pemanis tambahan pada makanan. Selain harganya murah, sirup jagung juga memiliki citarasa manis yang lebih tinggi daripada pemanis buatan lainnya.

Sayangnya, mengonsumsi terlalu banyak sirup jagung tinggi fruktosa juga bisa menyebabkan resistensi insulin, obeistas, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.

Pakar pengobatan fungsional dari Cleveland Clinic, Mark Hyman, juga mengatakan sirup jagung tinggi fruktosa memiliki efek buruk untuk tubuh.

Pasalnya, sirup jagung mengandung glukosa yang tinggi. Fruktosa memang memiliki indeks glikemik yang rendah.

Akan tetapi, hanya sel hati yang dapat memproses fruktosa. Kondisi inilah yang memicu masalah kesehatan.

“Saat dikonsumsi, fruktosa diolah menjadi lemak oleh hati. Hal ini memicu produksi trigiliserida dan kolesterol,” ucap Hyman.

Jika dikonsumsi berlebihan, fruktosa juga bisa memicu lubang kecil di lapisan usus, yang membuat protein asing makanan dan bakteri masuk ke aliran darah.

Kondisi ini bisa memicu peradangan, yang semakin memperparah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Memicu obesitas

Riset juga menunjukan sirup jagung tinggi fruktosa dapat memicu nafsu makan yang turut meningkatkan risiko obesitas.

“Sirup jagung tinggi fruktosa juga berkontribusi terhadap diabetes, peradangan, trigliserida tinggi, dan sesuatu yang kami sebut penyakit hati berlemak non-alkohol,” kata Dr. Hyman.

Tak hanyaitu, sirup jagung tinggi fruktosa juga bisa menyebabkan sirosis.

Adakah pemanis makanan yang menyehatkan?

Hyman merekomendasikan kita untuk menghindari sirup jagung sebagai pemanis makanan.

Sebaiknya, kita memilih makanan yang benar-benar mengandung pemanis alami, seperti buah-buahan.

Jika ingin mengonsumsi makanan kemasan, sebaiknya baca label kemasan terlebih dahulu.

“Seringkali makanan kemasan mengandung sirup jagung hampir 80 persen. Jadi, baca label kemasan sebelum membelinya,” saran Hyman.

 

 

source : health.clevelandclinic.org
Editor: Ariska Puspita Anggraini

kompas.com

read more
Health

Ini Manfaat Rebusan Serai bagi Kesehatan

LANGITKU NETWORKS,  – Serai atau sereh merupakan tanaman yang umumnya digunakan untuk memasak atau dibuat minuman.

Salah satu cara memanfaatkan serai adalah dengan mengonsumsi air rebusannya, yang juga disebut sebagai teh serai.

Manfaat rebusan serai terdapat pada senyawa antioksidan dan antiradang yang terkandung di dalamnya.

Berikut ini manfaat rebusan serai bagi kesehatan yang telah banyak digunakan di berbagai negara.

1. Meningkatkan kesehatan gigi dan mulut

2. Meredakan kecemasan

3. Mengatasi kembung

4. Mencegah infeksi

5. Menurunkan kolesterol

6. Meningkatkan jumlah sel darah merah

7. Mengatasi diare

Cara membuat rebusan serai

Cara membuat rebusan serai sangat mudah dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikut:

  • Siapkan sebatang serai dan segelas air
  • Potong-potong batang serai dengan ukuran 2,5-5 cm
  • Panaskan air dan biarkan hingga mendidih
  • Siramkan air panas pada wadah tempat potongan batang serai
  • Biarkan rendaman batang serai setidaknya selama 5 menit
  • Saring air seduhan batang serai dan tuangkan ke dalam gelas.

Air rebusan serai dapat diminum panas atau dingin. Kita juga bisa menambahkan es batu untuk membuat minuman ini menjadi lebih segar.

Belum ada dosis yang pasti mengenai penggunaan serai untuk kesehatan. Kita disarankan untuk memulainya dengan meminum satu gelas satu hari. Apabila telah terbiasa, baru dapat meningkatkan jumlahnya sesuai keinginan.

Konsumsi rebusan serai cenderung aman, tapi ibu hamil dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya.

Meski belum ada bukti kasus atau penelitian yang mengungkapkan bahaya rebusan serai bagi kehamilan, manfaat rebusan serai yang dapat melancarkan menstruasi, dikhawatirkan dapat berdampak pada kehamilan hingga menyebabkan risiko keguguran.

 

 

Kompas.com

source :

read more
Health

Kiat Mengatasi Leher Kaku Ketika Bangun Tidur

LANGITKU NETWORKS, Leher yang kaku di pagi hari tentu bukan skenario yang menyenangkan.

Apalagi, seringkali pagi hari kita menentukan seberapa baik sisa hari tersebut, bukan?

Jika kamu mengalaminya, tak perlu khawatir karena masalah ini ternyata cukup umum terjadi.

“Bangun dengan leher kaku adalah pengalaman yang sangat umum,” ungkap spesialis pengobatan dan rehabilitasi fisik di Rumah Sakit Pusat Pengobatan Northwestern DuPage, Dr. Beth Froese, MD, kepada Popsugar.

Menurut Froese, kebiasaan umum sering dilakukan banyak orang secara berulang, yang pada akhirnya menyebabkan leher kaku di pagi hari, di antaranya:

1. Kesalahan posisi tidur
Salah satu kebiasaan yang menyebabkan leher kaku ketika bangun di pagi hari adalah posisi tidur, terutama pada posisi tengkurap.

Menurut Froese, tengkurap menyebabkan rotasi ekstrik di leher.

Kondisi ini bisa menyebabkan kekakuan atau nyeri di pagi hari.

Untuk mengurangi kemungkinan terbangun dengan rasa sakit dan leher yang kaku, cobalah tidur telentang atau menyamping.

2. Bantal kebesaran
Mungkin sedikit dari kita yang menyangka faktor ini ternyata bisa menyebabkan leher kaku di pagi hari.

Bantal yang terlalu besar ternyata dapat menyebabkan leher terlipat secara ekstrim, yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Selain disarankan untuk tidur telentang atau menyamping, belilah kasur berkualitas yang tidak mengendur seiring bertambahnya waktu pemakaian, dan gunakan bantal yang mendukung kelengkungan di leher.

Froese mengatakan, bantal tidak boleh diletakkan pada posisi tepat di bawah kepala atau di bawah leher, melainkan seimbang.

Bantal juga tidak boleh terlalu datar, terlalu keras, atau terlalu besar.

“Bantal serviks dapat membantu menjaga kesejajaran ketika kita tidur telentang,” ujar Froese.

Jika kamu tidak memiliki bantal serviks, cobalah menggulung handuk dan taruh di sarung bantal untuk mempertahankan lengkungan alami di leher.

Pilihan lainnya adalah bantal busa memori (memory foam) atau bantal yang sesuai dengan lekuk kepala dan leher kita.

3. Cara tidur
Kebiasaan di siang hari ternyata juga berpengaruh terhadap leher kaku di pagi hari.

Posisi ergonomis yang buruk saat bekerja atau penggunaan telepon yang berlebihan dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher dan cakram.

Terlebih lagi, stres dan kecemasan yang berlangsung setiap hari dapat membuat otot menjadi kaku.

Mengatasi leher kaku
Ada beberapa tindakan yang bisa kamu lakukan jika mengalami leher kaku di pagi hari, di antaranya:

  • Mandi air panas untuk mengendurkan otot yang kaku.
  • Pijat.
  • Es untuk meredakan peradangan.

Obat-obatan tertentu dapat meredakan rasa sakit, namun dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu untuk menganalisa risiko dan menemukan solusi yang tepat.

Pertahankan postur tubuh yang baik dan jangan membungkuk.

Cobalah bermeditasi atau latihan peregangan ringan untuk membantu mengatasi ketegangan dan meningkatkan relaksasi otot.

source : Popsugar
Editor: Nabilla Tashandra
kompas.com

read more
Health

Buah-Sayuran Ini Lebih Bermanfaat Jika Dikonsumsi dengan Kulitnya

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Mengonsumsi buah dan sayuran dengan atau tanpa kulit seringkali menyebabkan perdebatan. Kulit buah seringkali dibuang untuk menghilangkan sisa-sisa perstisida atau sebagai kebiasaan saja. Namun, membuang kulit dapat menghilangkan salah satu bagian makanan yang kaya nutrisi.

Kulit yang dikupas bisa saja mengandung nutrisi yang bermanfaat. Jumlah nutrisi yang terkandung tergantung jenis buah dan sayuran. Secara umum, makanan yang tidak dikupas cenderung mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat dibandingkan makanan yang dikupas.

Faktanya, apel mentah dengan kulit mengandung lebih banyak vitamin K, vitamin A, vitamun C, kalsium, hingga kalium dibandingkan apel yang sudah dikupas. Kulit sayur juga mengandung lebih banyak serat dan antioksidan dari jumlah serat dalam sayuran itu sendiri. Oleh karena itu, makan buah dan sayur-sayuran tanpa mengupas kulitnya dapat meningkatkan asupan gizi kita.

Selain itu, kulit buah dan sayuran dapat membantu mengurangi rasa lapar dan membantu kita merasa lebih kenyang karena mengandung serat yang tinggi. Serat tersebut berupa serat kental yang efektif untuk mengurangi nafsu makan.

Buah dan sayur mengandung antioksidan yang dapat menguragi risiko beberapa penyakit. Para peneliti percaya bahwa antioksidan dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan jenis kanker tertentu. Sayuran dan buah-buahan tertentu dapat mencegah penyakit saraf seperti alzheimer.

Beberapa kulit buah dan sayuran memang sulit untuk dikonsumsi atau tidak bisa dimakan, misalnya kulit alpukat, melon, jeruk, nanas, dan pisang memiliki tekstur yang keras sehingga sulit untuk dikunyah. Ada juga buah atau sayuran yang bisa dimakan dengan kulitnya, namun harus dimasak agar tidak terasa pahit.

Selain itu, mencuci buah dengan kulitnya dapat membasmi pestisida yang masih menempel pada permukaan kulit buah. Tetapi, mengupasnya tetap menjadi pilihan terbaik agar terjami kebersihannya.

Dikutip dari Insider, berikut beberapa buah dan sayuran yang bisa dimakan dengan kulitnya:

  • Apel
  • Wortel
  • Ceri
  • Timun
  • Terong
  • Anggur
  • Kiwi
  • Pir
  • Kacang-kacangan
  • Kentang

 

 

 

 

source : Kanya Anindita – detikHealth

read more
Health

Pakai Masker Bikin Jerawatan? Ini Kata Dokter Kulit

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Memakai masker di luar rumah menjadi salah satu protokol kesehatan yang wajib dilakukan untuk melindungi diri di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Terkait itu, sebagian orang mengeluh pemakaian masker membuat wajah jadi lebih mudah berjerawat.

Spesialis kulit dr Walter J. Liszewski dari Northwestern Medicine Department of Dermatology menjelaskan memang masker dapat membuat kulit jadi lebih lembab. Dampaknya bakteri penyebab jerawat mudah berkembang dan menyebabkan masalah.

“Jerawat yang biasanya timbul karena masker ini bintik-bintik kecil, seperti rosacea,” kata Walter seperti dikutip dari Northwestern Medicine, Senin (2/10/2020).

 

 

 

source : Firdaus Anwar – detikHealth

read more
Health

Gula Rendah Kalori Ternyata Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

LANGITKU NETWORKS – Mengurangi minuman bersoda, jus, dan kopi mungkin bisa berpengaruh bagi kesehatan jantung.

Namun -ternyata, risiko justru muncul jika kita mencari pengganti rasa manis itu dari gula rendah kalori.

Sebuah hasil penelitian terbaru menemukan, orang-orang yang mengonsumsi minuman dengan gula rendah kalori memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology.

Dalam riset ini, para peneliti melihat data asupan makanan, aktivitas fisik, dan status kesehatan dari 104.760 peserta.

Dari sana para ilmuwan menemukan, para responden yang mengonsumsi minuman manis memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
Kendati demikian, responden yang mengonsumsi minuman dengan gula rendah kalori (mengandung zat seperti aspartam, stevia, dan sucralose) pun memiliki risiko serupa yang sama tingginya.

“Studi kami menunjukkan, minuman yang dimaniskan secara artifisial mungkin bukan pengganti yang sehat untuk minuman manis,” kata pemimpin peneliti di University of Paris North, Eloi Chazelas.

“Data ini dapat memberikan argumen tambahan untuk mengatur pelabelan dan regulasi minuman manis baik yang menggunakan gula biasa ataupun gula rendah kalori,” lanjut dia.

Memang, kata Chazelas, dalam jumlah sedang, gula rendah kalori dapat digunakan untuk mengurangi kalori bagi mereka yang mencoba menurunkan berat badan, atau pun penderita diabetes.

Tetapi, alternatif ini ternyata tidak sepenuhnya sehat, dan bahkan mungkin memiliki beberapa risiko lainnya.

Berdasarkan laporan terakhir dari laman Insider, ada beberapa bukti yang mengungkap, gula rendah kalori ternyata meningkatkan nafsu makan dan mengganggu pencernaan.

Lalu, produk ini pun ternyata mendorong keinginan yang lebih kuat untuk mengonsumsi makanan manis.

Jadi, meskipun minuman manis rendah kaloribanyak digemari untuk menurunkan berat badan atau mengelola diabetes, namun produk itu bukan pengganti yang ideal.

Para ahli gizi menyarankan agar lebih baik kita banyak mengonsumsi air putih atau minuman lain tanpa gula sama sekali, demi kesehatan.

 

 

source : The Insider
Penulis: Ryan Sara Pratiwi
Editor: Glori K. Wadrianto

kompas.com

read more
Health

Ini Dia Manfaat Berjalan Kaki yang Perlu Kita Ketahui!

LANGITKU NETWORKS – Berjalan kaki nampaknya menjadi aktivitas fisik yang paling mudah dan menyenangkan untuk dilakukan jika ingin menurunkan berat badan. Lebih dari itu, ternyata berjalan kaki juga bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

Untuk lebih memahaminya, kepala di bidang nutrisi untuk Nucific, dr. Amy Lee akan memaparkan manfaat-manfaatnya sebagai berikut ini, yang dilansir dari laman Eat This Not That.

1. Meningkatkan kesehatan mental

Menurut Lee, memiliki jadwal berjalan kaki yang rutin itu sangat baik untuk kesehatan mental.

Dia juga merekomendasikan kita untuk memiliki teman berjalan dengan waktu yang teratur.

“Kita bisa menurunkan stres dan membiarkan tubuh mengeluarkan endorfin alami yang merupakan hormon yang memberikan perasaan senang,” katanya.

Hal yang hebat adalah, endorfin dari jalan-jalan membantu kita merasa sedikit lebih berenergi dan memiliki pola pikir yang lebih baik.

2. Menjaga berat badan

Berjalan kaki membantu menjaga berat badan dan tetap sehat, terutama jika kita melakukan jumlah langkah yang tepat setiap hari.

“Data menunjukkan, bahwa ada manfaat bagi kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan jika kita bisa melakukan 10.000 langkah sehari,” ungkapnya.

“Itu setara dengan jarak sekitar 5 mil, tergantung pada panjang dan langkah kaki,” sambung dia.

Jarak standar dan jumlah langkah yang dianggap bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran adalah sekitar 10.000 langkah, termasuk berjalan dari mobil di tempat parkir, naik dan turun tangga di tempat kerja, atau berkeliling untuk melakukan pekerjaan rumah.

3. Menurunkan berat badan

Jika ingin benar-benar menurunkan berat badan, penelitian menunjukkan, bahwa kita harus berjalan setidaknya 15.000 langkah sehari.

Kita juga dapat mencoba beberapa trik dengan mengaktifkan otot dalam rutinitas berjalan yang akan mengubahnya menjadi olahraga yang baik.

Misalnya, berjalan kaki dengan lebih cepat, berjalan lebih keras, berjalan di tanjakan, dan berjalan lebih jauh jaraknya.

4. Mencegah risiko penyakit

Menurut Mayo Clinic, berjalan kaki secara teratur tidak hanya membantu menjaga berat badan yang sehat.

Bahkan, dapat membantu untuk mencegah atau mengelola berbagai kondisi penyakit, seperti jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.

5. Menjaga kekuatan otot

Berjalan kaki dapat membantu menjaga kekuatan tulang dan otot yang sangat penting untuk mobilitas seiring bertambahnya usia.

Lee juga menyebutkan, berjalan adalah olahraga yang biasanya dia rekomendasikan untuk orang-orang yang semakin tua, serta para penyandang disabilitas.

 

source : kompas.com
Penulis: Ryan Sara Pratiwi
Editor: Lusia Kus Anna

read more
1 3 4 5 6 7 15
Page 5 of 15