close

Daerah

berita yang mencakup kota Makassar dan Sulawesi Selatan

DaerahNews

PUG untuk Maksimalkan Peran Perempuan dalam Pembangunan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Pengarusutamaan gender (PUG), bertujuan untuk menurunkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam mengakses dan memanfaatkan pembangunan. Juga untuk meningkatkan partisipasi serta peran perempuan dalam mengontrol pembangunan. PUG mendorong kesetaraan dan menjamin pemenuhan hak-hak perempuan, yang merupakan hak asasi manusia (HAM).

“Perda tentang PUG ini bagian dari wujud dukungan kebijakan untuk menghapus diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan. PUG ini untuk memaksimalkan peran perempuan dalam pembangunan,” jelas Sri Rahmi, anggota DPRD Provinsi Sulsel, periode 2019-2024.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Provinsi Sulsel itu berbicara di hadapan warga dalam Program Penyebarluasan Produk Hukum Daerah yang diadakan oleh DPRD Provinsi Sulsel. Kali ini, dia mensosialisasikan Perda Provinsi Sulsel Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.

Sosialisasi Perda tersebut diadakan di dua lokasi berbeda pada Jumat, 4 Desember 2020. Pada pagi hari, kegiatan berlangsung di Wisma Latobang, Jln. Andi Mappaoddang, dengan peserta dari Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate. Sedangkan pada sore hari, kegiatan diadakan di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel, Jln. Dr. Sam Ratulangi, Makassar, menghadirkan peserta dari Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang.

Kegiatan ini dihadiri antara lain oleh Ketua DPC PKS Tamalate, Muhammad Anwar, Ketua DPC PKS Mamajang, Sudirman, Lurah Barang Baru, Hari Muharram Amral, SE, tokoh masyarakat, tokoh agama dan beberapa Ketua RT dan Ketua RW.

Secara terbuka Sri Rahmi mengakui bahwa ada banyak aturan di provinsi tapi tidak disosialisasikan. Padahal aturan-aturan itu mengikat masyarakat. Bila masyarakat mengetahui keberadaan aturan tersebut, mereka bisa mengambil peran. Jangan sampai masyarakat baru tersadar bahwa ada aturannya begitu terkena dampak dan sanksi.

Sehingga, dia dan anggota dewan lainnya turun ke dapil masing-masing untuk sosialisasikan Perda PUG ini, biar perempuan dan laki-laki saling dukung, saling bersinergi bagi kemajuan Sulsel. Menariknya, kata perempuan yang akrab disapa Bunda itu, karena Perda ini menganut asas sipakatau, sipakalebbi dan sipakainga, yang merupakan nilai budaya masyarakat Sulsel

“Tugas kami di DPRD Sulsel adalah memastikan bahwa kebijakan, program dan anggaran harus berperspektif gender, di mana perempuan berperan serta, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi,” tegasnya.

Aktivis perempuan, Ida Rustam, mencoba mengubah paradigma peserta dengan menjelaskan tentang perbedaan gender dan kodrat. Disampaikan, ada salah kaprah di masyarakat tentang kodrat perempuan, seolah aktivitas domestik, seperti memasak, mencuci, mengasuh anak dan sebagainya, merupakan kodrat. Padahal kodrat perempuan itu hanya rahim, menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui, yang tidak dimiliki atau tidak bisa dilakukan laki-laki.

Inilah, lanjutnya, jenis kelamin yang membedakan perempuan dengan laki-laki. Ini kodrat yang tidak bisa dipertukarkan, sedangkan gender itu bisa dipertukarkan. Jadi, tambahnya, gender merupakan konstruksi sosial akibat pengaruh budaya, khususnya budaya patriarki.

Ida Rustam, yang pernah menjadi Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan, juga memaparkan tentang bentuk-bentuk ketidakadilan gender. Yakni marginalisasi, subordinasi, beban ganda, stereotipe/pelabelan, dan kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun ekonomi.

Menurut Rusdin Tompo, internalisasi nilai-nilai gender yang berakibat pada peran gender, diperkenalkan oleh orangtua (keluarga), masyarakat, lewat pendidikan (kurikulum), juga media massa, bahkan melalui kebijakan negara yang dalam tataran tertentu masih bias dan belum adil gender.

Karena itu, peran serta masyarakat diperlukan. Apalagi Perda PUG menjamin masyarakat terlibat dalam penyelenggaraan PUG, mulai dari penetapan kebijakan, peningkatan kualitas SDM, penyediaan anggaran, hingga penyediaan fasilitas untuk PUG.(jalu)

read more
DaerahNews

Dinilai Mencapai Standard of Excellence in Quality, KOSPERMINDO Dianugerahi Sidhakarya oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

LANGITKU NETWORKS, Makassar  — Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan Penganugerahan Produktivitas Siddhakarya tahun 2020 kepada 6 usaha kategori kecil dan menengah yang dilaksanakan di Makassar, Rabu (2/12).

Penghargaan ini diberikan kepada Usaha kecil dan menengah yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas sampai mencapai standard of excellence in quality.

“Saya mengucapkan selamat kepada pemenang dan mudah-mudahan kemenangan ini bukan hanya tujuan semata tetapi meningkatkan produktivitaslah yang utama,” kata Andi Sudirman Sulaiman

Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan penghargaan ini merupakan bentuk nyata dari keterlibatan pemerintah daerah dalam upaya mendukung kemajuan pelaku usaha yang ada di Sulsel

“Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah agar UMKM dapat terus produktif, menyerap tenaga kerja dan memajuhkan daerah,” ujarnya. Menurutnya saat ini banyak usaha kecil dan menengah bisa survive ditengah krisis pandemi.

Wagub berharap perusahaan peraih penghargaan Siddhakarya ini dapat melanjutkan tren positifnya hingga ke tingkat nasional.

“Perlombaan ini akan diteruskan ke tingkat nasional dan mudah-mudahan pemenang ini dapat menang di tingkat nasional,” harap Andi Sudirman Sulaiman.

“Peran umkm sangat penting, potensi UMKM harus di gali, kedaulatan usaha dalam negeri bagaimana kita bisa menciptakan kekuatan ekonomi mandiri dari dalam Negeri,” tambahnya.

Arman Arfah, Ketua Kospermindo

Sementara itu dari 6 UMKM yang mendapatkan penghargaan tersebut, Kospermindo salah satunya. Ketua Kospermindo, Arman Arfah mengatakan bahwa Kospermindo sebagai salah satu wadah koperasi berperan penting dalam aspek pengembangan budidaya rumput laut, sekaligus pada aspek penguatan daya saing produk olahan rumput laut.

Penganugrahan sidhakaya kepada Kospermindo sebagai bentuk apresiasi pemerintah dalam mendorong aspek produktivitas kerja dan sekaligus dorongan untuk untuk peningkatan nilai tambah olahan produk rumput laut, sehingga melalui anugerah sidhakaya diharapkan kospermindo dapat lebih meningkatkan standar mutu produk budidaya dan olahan agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global.

“Kami sangat senang Kospermindo dianugerahi Sidhakarya, ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada kami sebagai salah satu wadah koperasi yang berperan penting dalam pengembangan budidaya rumput laut” ujar Arman Arfah. (jalu)

read more
DaerahNews

Wagub : Sulsel Bisa Survive Selama Pandemi Melalui Sektor Pangan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dengan Tema “Bersinergi Menjaga Optimisme dan Momentum Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan”, pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Kamis (3/12/2020).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan beragam progress yang telah dilakukan Pemprov Sulsel selama kurun waktu 2 tahun kepemimpinannya bersama Gubernur, Nurdin Abdullah.

“Komitmen kami bersama untuk fokus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Triwulan pertama Tahun 2020, penyerapan anggaran secara Nasional, Sulawesi Selatan tertinggi. hal itu atas langkah Pemprov Sulsel ke percepatan kontrak pada infrastruktur sehingga ekonomi berpengaruh hingga di pelosok.

Ekonomi di Sulsel, kata dia, melakukan langkah survive pada kondisi pandemi ini. Salah satunya, atas langkah cepat Pemprov Sulsel dalam penanganan Covid-19 melalui hadirnya program Wisata Covid-19. Terobosan ini pun, menjadi rujukan Nasional hingga WHO.

“Kami menyepakati adanya wisata Covid-19. Melihat masyarakat dominan pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang dilakukan di daerah. Sehingga kita intervensi Wisata Covid-19, sehingga hasil pertanian dan laut bisa terjamin. Sulawesi Selatan memiliki karakteristik sebagai suplai pangan di 27 Provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Wagub Andalan menyampaikan, bahwa Pemprov Sulsel berupaya dalam menfokuskan program. Yang semula 6.000-an, di tahun 2019 terlaksana 4.000an menyusul 2020 menjadi 2000-an program kegiatan. Bahkan di tahun 2021 memfokuskan kurang dari 500 program. Langkah itupun berdampak pada program lebih menyentuh ke masyarakat, salah satunya infrastruktur dan irigasi bisa dianggarkan hingga triliunan serta memberikan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota sejumlah Rp 500 miliar.

Selain itu, Pemprov Sulsel telah membuka jalur ekspor langsung (direct call), tanpa harus transit.


Pada APBD tahun 2020 Pemprov Sulsel refokusing dan realokasi dilakukan pada sektor kesehatan dan jaring pengaman sosial. “Alhamdulillah kita tetap bisa melakukan intervensi penanganan covid melalui realokasi anggaran 2020. Kita juga sedang proses perubahan RPJMD untuk menyeseuaikan perubahan struktur SKPD sekaligus mempertajam program perioritas serta selaraskan langkah pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan,”

Pemerintah Pusat, kata dia, memberikan bantuan dengan menghadirkan Bandara Buntu Kunik di Toraja. Olehnya itu, Pemprov Sulsel bersama kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara memberikan intervensi dalam subsidi tiket. “Sehingga wisata dan ekonomi bisa menggeliatkan. (Terciptanya) sinergitas untuk proses percepatan ekonomi daerah” ujarnya.

“Alhamdulillah, inflasi memuaskan bagi kita. Terima kasih untuk tim TPID dalam mendukung dan memberikan pendampingan agar bisa sejalan dengan kebijakan kita,” ungkapnya.

Dirinya mengakui bahwa, dalam pandemi ini Sulsel bisa survive melalui sektor pangan. “Pandemi mengajarkan kita bagaimana reformasi birokrasi, mengajarkan kita digitalisasi. Yang membuat kita memaksa untuk berubah bahwa digitalisasi tidak bisa dihindari. Namun perlu di ingat bahwa ada sektor yang tidak bisa digital seperti pertanian dan kelautan. Akan tetapi digital bisa menjadi pendukung tools untuk meningkatkan produksi,”

Wagub Sulsel menekankan bahwa, apa yang dilakukannya ini sebagai bentuk implementasi sila kelima Pancasila. Pemerataan yang berkeadilan. Ia pun mengajak untuk selalu bersinergi untuk pertumbuhan ekonomi di Sulsel.(jalu)

read more
DaerahNews

Di LPK Simbuang-Mappak, Wagub Sulsel : Jadilah Orang Yang Berintegritas

LANGITKU NETWORKS, Tana Toraja – Latihan pengembangan kepemimpinan menjadi fokus utama dalam proses belajar di oraganisasi daerah Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak.

Dengan tema “Mengaktualisasi karakter kader yang berintegritas pada kepemimpinan”, kegiatan tahunan tersebut di laksanakan di gedung Aptisi, 1-3 Desember 2020.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman yang juga dikenal sangat memperhatikan wilayah pedalaman di Sulsel salah satunya Simbuang Mappak menghadiri secara virtual.

Diketahui, Wagub Sulsel saat ini sedang melakukan kunjungan kerja di Tana Toraja dan Toraja Utara.

“Kemarin kita sudah melaksanakan kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Sulsel dihadiri oleh Bawaslu RI dan seluruh Bawaslu Se Sulsel,” kata Andi Sudirman Sulaiman dalam sebuah video, Selasa 1 Desember 2020.

Itu dia sampaikan kepada mahasiswa untuk mengingatkan kembali tanggung jawab menjaga idealis.

“Partisipasi Mahasiswa dalam pemilihan sebagai pemilih yang muda, tentu harus sangat detail dalam memilih kepala daerah. Saya yakin adik adik mencari pemimpin yang berintegritas,” sambungnya.

Pemimpin lahir selalu mengawali proses proses yang baik. Proses yang baik itu adalah proses pilkada.

“Mahasiswa harus turut mengedukasi kepada seluruh paslon dan masyarakat bahwa mereka harus menjadi contoh yang baik termasuk dalam politik atau pilkada. Tidak melakukan politik uang dan kecurangan lainnya. Ajaklah para paslon calon pemimpin untuk adu program yang realistis dikerjakan dan dibutuhkan masyarakat” jelasnya.

Dia berharap, agar kegiatan latihan dasar kepemimpinan terus di galakkan. Sehingga mampu menumbuhkan rasa integritas.

“Integritas tidak hanya di terapkan saat menjadi Mahasiswa, juga setelah selesai bahkan ketika menjadi pejabat nantinya, tokoh masyarakat, jadilah orang-orang yang berintegritas,” pesan Andi Sudirman Sulaiman kepada seluruh peserta.(jalu)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Ingin Wujudkan Selayar Daerah Wisata Andalan

LANGITKU NETWORKS, Selayar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen untuk kemajuan Kabupaten Kepulauan Selayar. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan sambutannya secara virtual pada 415 Kabupaten Kepulauan Selayar, Minggu, 29 November 2020.

Peringatan itu melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Selayar yang dipimpin oleh Ketua DPRD Selayar, Mappatunru, yang juga dihadiri oleh Pjs. Bupati Kepulauan Selayar, Asriady Sulaiman; Sekda; Anggota DPRD, Anggota DPR RI, Rapsel Ali; Seluruh OPD. Hari jadi Kabupaten Kepulauan Selayar kali ini mengangkat tema “Mewujudkan Selayar Sebagai Daerah Kunjungan Wisata Andalan Sulawesi Selatan”.

Wagub Andalan akronim dari nama Andi Sudirman Sulaiman hadir secara virtual dengan mengenakan pakaian adat Bugis Makassar. Menurut Wagub Sulsel, bahwa Selayar merupakan wilayah kepulauan dengan potensi yang besar. Bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata menuju destinasi wisata andalan Sulsel.

Ia menegaskan komitmen bersama terus memajukan Selayar dengan menjadikan sebagai bagian dari program strategis Provinsi.

“Provinsi terus membangun Infrastruktur Jalan, Pertanian Jeruk Khas Selayar, Perikanan dan Kelautan, Kebutuhan Dasar Kepulauan dan Wisata termasuk menggodok Selayar dalam penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sinergitas terus akan terbangun demi Selayar yang maju dan lebih baik,” ungkapnya.

“Program Ekonomi khusus di Kepulauan Selayar sementara dikaji dan semoga prosesnya dapat berjalan cepat. Program salah satunya yang saya inginkan dapat mewujudkan Selayar sebagai lokasi wisata Andalan Sulsel,” kata Andi Sudirman Sulaiman

Pemerintah Sulawesi Selatan terus mendesak dan mendorong masalah yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Sementara itu, listrik di Kepulauan, saat ini kami memprogram kembali program listrik di Kepulauan Selayar.

“Pemerataan Keadilan pembangunan harus ditegakkan sesuai sila ke 5 Pancasila. Pelayanan dasar di kepulauan harus terjamin terutama pendidikan dan kesehatan,” tegas Andi Sudirman Sulaiman.

Dirinya bersama Gubernur Sulsel terus mendorong bagaimama masyarakat Kepulauan selayar harus mendapatkan prioritas pelayanan dasar. Pelayanan dasar kelistrikan, mendorong telekomunikasi, sistem air minum yang ada di kepulauan.

Program harus fokus dan tajam ke masyarakat, seperti halnya di Pemprov Sulsel. Program telah dirampingkan, sehingga program menjadi efektif dan efesien.

“Komunikatif dan bersinergi antar seluruh pemangku kebijakan sangat diperlukan untuk mewujudkan keadilan pembangunan bagi Masyarakat Selayar. 415 tahun bukan umur yang sangat singkat, dengan umur tersebut harus mampu memajukan Kabupaten Kepulauan Selayar,” tambahnya

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Kepulauan Selayar, Asriady Sulaiman melaporkan kondisi dan potensi Kabupaten Kepulauan Selayar. Mencermati kondisi dan potensi wilayah tersebut, Asriady mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan diperhadapkan terhadap berbagai tantangan sekaligus sebagai peluang untuk dikembangkan wilayah yang dihuni oleh penduduk yang tersebar di setiap pulau.

Dikemukakan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sulsel, serta berangkat dari ketersediaan potensi sumber daya alam yang mumpuni, maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah memilih bidang kepariwisataan dan bidang kelautan serta perikanan sebagai lokomotif pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Pengembangan bidang ini diharapkan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat. Sedangkan untuk jangka menengah dan jangka panjang diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi, baik pada tingkat Provinsi Sulsel maupun pada tingkat nasional.

Menyinggung soal RPJMD Sulsel, KEK Pariwisata Selayar diproyeksikan dapat menjadi salah satu pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel, yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect economi dan memberikan kontribusi peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah dan provinsi.(jalu)

read more
DaerahNews

Program 1 Desa 1 Tahfidz Angkatan IV Dibuka Langsung Wagub Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Makassar — Program 1 Desa 1 Tahfidz Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali di gelar setelah menamatkan 3 angkatan.

Biro Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel bekerja sama dengan pesantren melakukan penyelenggaraan program yang telah sampai di angkatan ke IV ini berlangsung di Pondok pesantren Tahfidzhul Quran Al-Imam Ashim,

Kali ini, pengembangan Tahfidz Al-Quran program 1 Hafidz 1 Desa angkatan IV di buka oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Kepala biro kesra Pemprov Sulsel selaku ketua panitia menyampaikan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas penghapal Al-Quran di Sulsel

“200 orang pembinaan kepada Tahfidz dari angkatan pertama hingga ketiga,” kata H. Suherman.

Pada angkatan IV yang akan di laksanakan ini, Peserta di ikuti sebanyak 50 orang berasal dari 24 Kabupaten/Kota Se- Sulawesi Selatan.

“Peserta akan mengikuti pembinaan selama 20 hari yang dibimbing oleh para pelatih,” sambungnya.

Sementara itu, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa Program 1 Desa 1 Tahfidz akan terus kita lakukan.

Baginya, program tersebut ini merupakan langkah awal, sebagai pemicu untuk dilaksanakan di daerah.

“Kita harus terus menunjukkan karakter bahwa Islam memiliki Al-Quran, kitab yang sempurna sehingga kita perlu mendekatkan para generasi kita dengan Al-Quran sebagai perisai dalam benteng karakter akhlak. Salah satu dengan menghapal Al-Quran,” tegasnya.

Melalui program ini juga, diharapkan peserta dapat mendekatkan diri kembali kepada Al-Quran melalui penghapal Al-Quran, mengamalkan Al-Quran sebaik baiknya.

“Ketika kita dekat dengan Al-Quran, pastikan diri kita tidak jauh dari Allah Subhanahu Wataala. Kita tunjukkan bahwa agama ini agama Rahmatan Lil Alamin yang dalam berlaku adil bagi semua pemeluk” sambungnya.

Wagub bercerita pengalaman belajar membaca Al-Quran saat kecil. Begitu berat godaan dalam mengamalkan Al-Quran.

Ketika SDM digenjot dengan Al-Quran, maka generasi akan memiliki moral dan landasan agama yang baik, itu menjadi investasi generasi masa depan yang baik.

“Kita mau membentuk moral kepemimpinan yang baik. Orang yang akhlaknya baik, profesional dan amanah,” jelasnya.

Lebih baik menghadapi orang rendah kemampuaannya tapi memiliki integritas yang baik, dibanding orang cerdas tetapi memiliki integritas yang rendah.

“Korgah KPK Korwil 8 juga tadi mengungkapkan bahwa kita ini butuh pemimpin dengan integritas tinggi. Karena sehebat apapun system tapi kalo pimpinan integritas rendah maka system akan kalah”.(jalu)

read more
DaerahNews

Sinergitas Pemprov Sulsel Dan KPK Terlihat Saat Monev MCP Tahun 2020

LANGITKU NETWORKS, Makassar — Di Moderatori Roro Wide, KPK mengadakan Rapat Koordinasi Monitoring Control for Prevention (MCP) Sulsel Tahun 2020.

Pertemuan ini di tekankan pada monitoring dan evaluasi. Dilaksanakan secara virtual, pertemuan ini dihadiri Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kamis 26 November 2020.

Kasatgas Wilayah 8 Korsupgah KPK (Dian Patria) memyampaikan beberapa hal mengenai pencegahan korupsi.

Dari hasil kajian KPK, kondisi sebuah wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah cenderung berkembang lebih lambat dari pada wilayah yang sumber daya alam terbatas.

“Penyebab utama integritas kepala daerah yang rendah, yang dipicu oleh pemberian izin sebagai balas jasa dukungan selama pilkada,” kata Dian Patria.

Dari segi administratif, pencapaian lebih pada pemenuhan aspek administratif, masih terbatas pada aspek subtansial.

“Sulawesi Selatan sendiri berada di utrutan 13 skor MCP Pemda per 9 November 2020,” sambungnya.

Netralitas masih sangat menjadi penting dalam pencegahan korupsi, dikarenakan salah satunya penyebab korupsi lingkup Pemerintah disebabkan oleh pemilihan pejabat pengawasan APIP dan manajemen ASN tergantung selera pembuat kebijakan.

“Juga Confict Of Interest, pemberian izin pengadaan barang dab jasa, oengelolaan pajak daerah dan manajemen aset tersandera kepentingan tertentu. Problem mimicry, melakukan perbaikan pada saat ada tekanan dari instansi terkait,” jelasnya.

3 persoalan bangsa, orang serakah bersatu, pemerintah lemah, masyarakat membiarkan. 3 solusi bangsa, orang baik harus bersatu, perjuangan yang konsisten, berfikir kedalam sebelum menyalahkan orang lain.

Wakil Gubernur Sulsel mengapresiasi peran KPK dalam memberantas korupsi di daerah. Hal itu dia sampaikan saat mengikuti Rapat monitoring dan evaluasi MCP di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel.

“Kami berterima kasih bahwa KPK siap mendampingi kami untuk memonitoring dan evaluasi. Semoga ini terus berjalan progressive dan termonitor dengan baik,” ujar Andi Sudirman.

“Kehadiran KPK artinya siap bersinergi dalam rangka penciptaan system birokrasi yang profesional, bersih dan melayani sesuai dengan visi misi Pemerintah Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kordinator wilayah 8 KPK RI ( Kumbul Kusdiwijanto) Bupati/Walikota Se Sulsel, Sekda Se Sulsel, Inspektorat daerah.(jalu)

read more
DaerahNews

Hadir di Bulukumba, wagub sulsel beri motivasi peserta jambore SDM PKH

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Sekitar 300 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengikuti Jambore SDM PKH III di Pantai Bira, Kabupaten Bulukumba.

Mereka dari Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Sulawesi Selatan Wilayah III dari Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Kepulauan Selayar.

Didampingi Bupati Bulukumba, A. Sukri Sappewali, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Jambore SDM PKH Sulsel III, Jum’at (20/11/2020) malam.

Di lokasi lapang itu, Andi Sudirman memberikan motivasi kepada para pendamping PKH dari wilayah Selatan di Sulsel.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa kehadirannya ini sebagai bentuk apresiasi dan semangat bagi pendamping PKH.

“Bagi saya ini suatu hal yang beda. Tidak lain, karena kita tidak bisa dihindarkan oleh pekerjaan persoalan kemanusiaan,” katanya.

Baginya, para pendamping PKH ini adalah pekerjaan yang mulia. Karena memberikan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Kementerian Sosial itu.

“Pekerjaan kalian sangat mulia. Kalian pejuang terdepan untuk melihat (mendata dan mendampingi) masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.

Ia pun mengaku, bahwa dirinya akan selalu hadir untuk membantu Koorditor dan pendamping PKH. Dirinya pun mengajak untuk selalu membangun komunikasi yang baik, bahkan mengajak mengunjungi Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

“Apa yang saya bisa sebagai Wakil Gubernur dan untuk Sulsel, manfaatkan saya apa yang bisa saya bantu. Potensi (aset Pemprov) bisa digunakan pakai saja, saya hanya bekerja profesional, tidak akan menggunakan untuk kepentingan politik. Syaratnya, untuk kepentingan orang banyak dan untuk masyarakat yang membutuhkan,” bebernya.

Sebagai pendamping PKH, Andi Sudirman mengingatkan, bahwa ini menjadi pembelajaran dan motivasi untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan.

Wagub Sulsel yang dikenal tinggi jiwa kemanusiaannya ini, menyampaikan prinsipnya. Bahwa terkadang setiap orang, ada radikal dalam dirinya. “Untuk menjauhkan itu, maka harus dekatkan dengan pemahaman Al-Qur’an,” pungkasnya.

Bupati Bulukumba, A. Sukri Sappewali memberikan arahan, untuk bekerja maksimal serta meningkatkan solidaritas.(jalu)

read more
DaerahNews

Halim HD: “Ini Bukan Festival” Wujud Kerja Jejaring dan Pengorganisasian Berkeseniaan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Halim HD, Networking Kebudayaan, mengapresiasi penyelenggaraan “Ini Bukan Festival” yang diadakan oleh kolaborasi lintas seniman di Sulawesi Selatan. Disampaikan bahwa kegiatan berkesenian itu perlu diorganisasikan dan terus dibangun jejaringnya.

“Inilah yang membuat saya tertarik datang ke Makassar, sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan “Ini Bukan Festival”,” katanya dihadapan peserta workshop bertema Komunitas Sebagai Basis Sistem Produksi.

Ditambahkan, materi workshop yang diprint satu lembar, yang dipegang oleh peserta, sama dengan yang dia ajarkan untuk mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selain Komunitas Sebagai Basis Sistem Produksi, materi lainnya yakni Pengembangan Komunitas dan Jaringan Kerja Kebudayaan serta Komunitas Sebagai Jaringan Distribusi Kreatif.

Selain memberi materi workshop, Halim HD juga jadi pembicara dalam Dialog Mengenang Karya Andi Ummu Tunru. Dia jadi pembicara bersama Andi Redo dari Batara Gowa dan Dr Halilintar Latief, yang dipandu Dr Asia Ramli Prapanca. Sebelum sesi dialog dilakukan pertunjukan Ma’lino Dance, In Memoriam Andi Ummu Tunru oleh Batara Gowa.

Gelaran “Ini Bukan Festival” menampilkan seniman lintas generasi dari beberapa daerah, seperti Makassar, Gowa, Maros, Bulukumba, dan Barru. Perhelatan yang menampilkakn seni tari, musik, rupa, teater, dan sastra ini diselenggarakan di Etika Studio, Jln Tamalate I Makassar, mulai 15-21 November 2020.

Selama kegiatan, pengunjung tak hanya dihibur oleh pertunjukan kesenian tapi juga mendapat edukasi melalui diskusi yang menghadirkan pelaku kesenian maupun akademisi. Selain itu, pengunjung bisa membeli kerajinan unik, kaos dan kuliner di area pasar, yang menghadirkan pelaku UMKM. Di antaranya ada Egg Box, nasi kuning Berkah, Circle Eleven dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro (ASPPUK) Maros, Pangkep dan Barru.

Salah satu yang kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah bedah buku Sanja Mangkasara “Attayang Ri Masunggua” karya Syahril Patakaki Dg Nassa, yang menghadirkan Dr Kembong Daeng, sebagai pembahas dan Dr Asis Nojeng, sebagai moderator.

Acara bedah buku dan pembacaan karya sastra ini dihadiri antara lain oleh antropolog dan budayawan, Dr Halilintar Latief, aktivis LSM, Asmin Amin, serta sejumlah penulis dan penyair. Kembong Daeng, menyebut puisi bebas dalam bahasa Makassar ini merupakan pengembangan sastra Makassar.

Selama ini sastra Makassar hanya mengenal, antara lain royong, doangang, kelong-kelong, sinrilik, pakacaping, tulikiama, dondo dan toeng bambo. Dia menyebut, kelebihan dari buku yang ditulis Syahril Patakaki karena disertai aksara lontarak.

Secara keseluruhan, saya sangat terharu terhadap isi buku puisi ini. Karena banyak kosa kata yang digunakan sudah jarang dipakai, baik dalam penuturan maupun penulisan,” kata Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah JBSI-FBS UNM tersebut.

Di panggung “Ini Bukan Festival” juga tampil mahasiswa Unismuh Makassar, yang tergabung dalam Bengkel Seni, Bahasa dan Sastra Indonesia (BASSI). Mereka menampilkan musik akustik dan monolog “Bertarung dalam Sarung” karya Alfian Dipahatang.

Juga ada pertunjukan monolog “Opo” karya Bahar Merdhu yang dibawakan Arzety dari Maros. Sementara dari Grisbon menampilkan musik milenial dan pertunjukan teater “Anak-anak yang Bermain Teater”. Usai pertunjukan, dilanjutkan dengan diskusi yang menampilkan Bahar Merdhu, penulis dan sutradara teater dan Moch Hasymi Ibrahim, budayawan Sulsel.

Dr Halilintar Latief, salut atas penyelenggaraan event ini yang mengindikasikan antusiasme orang berkesenian. Namun event ini juga mengingatkan bahwa warga membutuhkan gedung kesenian yang representatif.

“Karena kalau kota ini mau jadi kota dunia, indikatornya hanya tiga, yakni museum, perpustakaan dan gedung kesenian, bukan mal dan pusat-pusat perbelanjaan,” pungkasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel jadi keynote speaker Seminar Sambut Hari Guru Oleh Formaster Sulselbar-Malang

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan selamat atas pelantikan Pengurus Forum Mahasiswa Magister Sulselbar-Malang Periode 2020-2021.

Hal itu disampaikan saat Andi Sudirman menjadi pembicara utama (keynote speaker) pada kegiatan Pelantikan Pengurus Forum Mahasiswa Magister Sulselbar-Malang Periode 2020-2021 yang juga Seminar Sambut Hari Guru. Dengan tema yakni “Gerak Langkah Generasi ‘Tabe’ Menuju Indonesia Emas”, Rabu, 18 November 2020.

“Jadilah orang-orang yang amanah, memiliki integritas, moral akhlak yang baik. Bagaimana menjadi mahasiswa sebagai generasi muda atau bangsa yang memiliki moral kepemimpinan. Kita tidak kekurangan orang cerdas dan pintar, tapi kita krisis moral kepemimpinan,” ungkapnya.

“Yang kita tunggu adalah generasi terbaik, yang jauh lebih baik dari kami, yang bersinar di depan untuk masa depan bangsa,” akunya.

Sebagai perkumpulan jenjang pendidikan Strata-2, pastinya memiliki tingkatan pendidikannya jauh lebih baik. “Oleh karena itu kita harus menjadi panutan, memberikan kontribusi positif kepada daerah khususnya Sulawesi Selatan, bahkan seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Dirinya mengajak Formaster Sulselbar-Malang, untuk menciptakan solusi produktif, inovasi untuk kemaslahatan orang banyak, dan menjadi agen perubahan untuk pola pemikiran dengan pendekatan teknologi dan kearifan lokal.

“Jadilah pelopor pendidikan digital, pendidikan berbasis kearifan lokal dan memberikan solusi kepada adik-adik kita sekalian dan memberikan pendampingan bagi pemerintahan kita,” tetangnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, selalu ingin berkolaborasi terlebih untuk kemaslahatan orang banyak. Khususnya yang bisa meningkatkan perekonomian.

“Buatlah kegiatan yang memberikan harapan untuk masyarakat. Berikan inovasi, masukan serta pemikiran dan karya-karya yang langsung dinikmati oleh masyarakat yang bisa memberikan efek langsung ke masyarakat,” imbuhnya.

Seperti yang saat ini dirasakan dalam kondisi pandemi Covid-19, kata dia, masih ada masalah dalam pembelajaran online.

“Ada masalah digital yang tidak bisa menjangkau daerah terpencil, ciptakanlah inovasi bagi mereka agar bisa belajar tanpa harus menabrak aturan protokol kesehatan. Kami menunggu karya-karya adik-adik,” pintanya.(jalu)

read more
1 163 164 165 166 167 198
Page 165 of 198