close

Daerah

berita yang mencakup kota Makassar dan Sulawesi Selatan

DaerahNews

Wagub : Sulsel Bisa Survive Selama Pandemi Melalui Sektor Pangan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Dengan Tema “Bersinergi Menjaga Optimisme dan Momentum Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan”, pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Kamis (3/12/2020).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan beragam progress yang telah dilakukan Pemprov Sulsel selama kurun waktu 2 tahun kepemimpinannya bersama Gubernur, Nurdin Abdullah.

“Komitmen kami bersama untuk fokus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Triwulan pertama Tahun 2020, penyerapan anggaran secara Nasional, Sulawesi Selatan tertinggi. hal itu atas langkah Pemprov Sulsel ke percepatan kontrak pada infrastruktur sehingga ekonomi berpengaruh hingga di pelosok.

Ekonomi di Sulsel, kata dia, melakukan langkah survive pada kondisi pandemi ini. Salah satunya, atas langkah cepat Pemprov Sulsel dalam penanganan Covid-19 melalui hadirnya program Wisata Covid-19. Terobosan ini pun, menjadi rujukan Nasional hingga WHO.

“Kami menyepakati adanya wisata Covid-19. Melihat masyarakat dominan pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang dilakukan di daerah. Sehingga kita intervensi Wisata Covid-19, sehingga hasil pertanian dan laut bisa terjamin. Sulawesi Selatan memiliki karakteristik sebagai suplai pangan di 27 Provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Wagub Andalan menyampaikan, bahwa Pemprov Sulsel berupaya dalam menfokuskan program. Yang semula 6.000-an, di tahun 2019 terlaksana 4.000an menyusul 2020 menjadi 2000-an program kegiatan. Bahkan di tahun 2021 memfokuskan kurang dari 500 program. Langkah itupun berdampak pada program lebih menyentuh ke masyarakat, salah satunya infrastruktur dan irigasi bisa dianggarkan hingga triliunan serta memberikan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota sejumlah Rp 500 miliar.

Selain itu, Pemprov Sulsel telah membuka jalur ekspor langsung (direct call), tanpa harus transit.


Pada APBD tahun 2020 Pemprov Sulsel refokusing dan realokasi dilakukan pada sektor kesehatan dan jaring pengaman sosial. “Alhamdulillah kita tetap bisa melakukan intervensi penanganan covid melalui realokasi anggaran 2020. Kita juga sedang proses perubahan RPJMD untuk menyeseuaikan perubahan struktur SKPD sekaligus mempertajam program perioritas serta selaraskan langkah pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan,”

Pemerintah Pusat, kata dia, memberikan bantuan dengan menghadirkan Bandara Buntu Kunik di Toraja. Olehnya itu, Pemprov Sulsel bersama kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara memberikan intervensi dalam subsidi tiket. “Sehingga wisata dan ekonomi bisa menggeliatkan. (Terciptanya) sinergitas untuk proses percepatan ekonomi daerah” ujarnya.

“Alhamdulillah, inflasi memuaskan bagi kita. Terima kasih untuk tim TPID dalam mendukung dan memberikan pendampingan agar bisa sejalan dengan kebijakan kita,” ungkapnya.

Dirinya mengakui bahwa, dalam pandemi ini Sulsel bisa survive melalui sektor pangan. “Pandemi mengajarkan kita bagaimana reformasi birokrasi, mengajarkan kita digitalisasi. Yang membuat kita memaksa untuk berubah bahwa digitalisasi tidak bisa dihindari. Namun perlu di ingat bahwa ada sektor yang tidak bisa digital seperti pertanian dan kelautan. Akan tetapi digital bisa menjadi pendukung tools untuk meningkatkan produksi,”

Wagub Sulsel menekankan bahwa, apa yang dilakukannya ini sebagai bentuk implementasi sila kelima Pancasila. Pemerataan yang berkeadilan. Ia pun mengajak untuk selalu bersinergi untuk pertumbuhan ekonomi di Sulsel.(jalu)

read more
DaerahNews

Di LPK Simbuang-Mappak, Wagub Sulsel : Jadilah Orang Yang Berintegritas

LANGITKU NETWORKS, Tana Toraja – Latihan pengembangan kepemimpinan menjadi fokus utama dalam proses belajar di oraganisasi daerah Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak.

Dengan tema “Mengaktualisasi karakter kader yang berintegritas pada kepemimpinan”, kegiatan tahunan tersebut di laksanakan di gedung Aptisi, 1-3 Desember 2020.

Wagub Andi Sudirman Sulaiman yang juga dikenal sangat memperhatikan wilayah pedalaman di Sulsel salah satunya Simbuang Mappak menghadiri secara virtual.

Diketahui, Wagub Sulsel saat ini sedang melakukan kunjungan kerja di Tana Toraja dan Toraja Utara.

“Kemarin kita sudah melaksanakan kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Sulsel dihadiri oleh Bawaslu RI dan seluruh Bawaslu Se Sulsel,” kata Andi Sudirman Sulaiman dalam sebuah video, Selasa 1 Desember 2020.

Itu dia sampaikan kepada mahasiswa untuk mengingatkan kembali tanggung jawab menjaga idealis.

“Partisipasi Mahasiswa dalam pemilihan sebagai pemilih yang muda, tentu harus sangat detail dalam memilih kepala daerah. Saya yakin adik adik mencari pemimpin yang berintegritas,” sambungnya.

Pemimpin lahir selalu mengawali proses proses yang baik. Proses yang baik itu adalah proses pilkada.

“Mahasiswa harus turut mengedukasi kepada seluruh paslon dan masyarakat bahwa mereka harus menjadi contoh yang baik termasuk dalam politik atau pilkada. Tidak melakukan politik uang dan kecurangan lainnya. Ajaklah para paslon calon pemimpin untuk adu program yang realistis dikerjakan dan dibutuhkan masyarakat” jelasnya.

Dia berharap, agar kegiatan latihan dasar kepemimpinan terus di galakkan. Sehingga mampu menumbuhkan rasa integritas.

“Integritas tidak hanya di terapkan saat menjadi Mahasiswa, juga setelah selesai bahkan ketika menjadi pejabat nantinya, tokoh masyarakat, jadilah orang-orang yang berintegritas,” pesan Andi Sudirman Sulaiman kepada seluruh peserta.(jalu)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel Ingin Wujudkan Selayar Daerah Wisata Andalan

LANGITKU NETWORKS, Selayar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen untuk kemajuan Kabupaten Kepulauan Selayar. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan sambutannya secara virtual pada 415 Kabupaten Kepulauan Selayar, Minggu, 29 November 2020.

Peringatan itu melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Selayar yang dipimpin oleh Ketua DPRD Selayar, Mappatunru, yang juga dihadiri oleh Pjs. Bupati Kepulauan Selayar, Asriady Sulaiman; Sekda; Anggota DPRD, Anggota DPR RI, Rapsel Ali; Seluruh OPD. Hari jadi Kabupaten Kepulauan Selayar kali ini mengangkat tema “Mewujudkan Selayar Sebagai Daerah Kunjungan Wisata Andalan Sulawesi Selatan”.

Wagub Andalan akronim dari nama Andi Sudirman Sulaiman hadir secara virtual dengan mengenakan pakaian adat Bugis Makassar. Menurut Wagub Sulsel, bahwa Selayar merupakan wilayah kepulauan dengan potensi yang besar. Bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata menuju destinasi wisata andalan Sulsel.

Ia menegaskan komitmen bersama terus memajukan Selayar dengan menjadikan sebagai bagian dari program strategis Provinsi.

“Provinsi terus membangun Infrastruktur Jalan, Pertanian Jeruk Khas Selayar, Perikanan dan Kelautan, Kebutuhan Dasar Kepulauan dan Wisata termasuk menggodok Selayar dalam penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sinergitas terus akan terbangun demi Selayar yang maju dan lebih baik,” ungkapnya.

“Program Ekonomi khusus di Kepulauan Selayar sementara dikaji dan semoga prosesnya dapat berjalan cepat. Program salah satunya yang saya inginkan dapat mewujudkan Selayar sebagai lokasi wisata Andalan Sulsel,” kata Andi Sudirman Sulaiman

Pemerintah Sulawesi Selatan terus mendesak dan mendorong masalah yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Sementara itu, listrik di Kepulauan, saat ini kami memprogram kembali program listrik di Kepulauan Selayar.

“Pemerataan Keadilan pembangunan harus ditegakkan sesuai sila ke 5 Pancasila. Pelayanan dasar di kepulauan harus terjamin terutama pendidikan dan kesehatan,” tegas Andi Sudirman Sulaiman.

Dirinya bersama Gubernur Sulsel terus mendorong bagaimama masyarakat Kepulauan selayar harus mendapatkan prioritas pelayanan dasar. Pelayanan dasar kelistrikan, mendorong telekomunikasi, sistem air minum yang ada di kepulauan.

Program harus fokus dan tajam ke masyarakat, seperti halnya di Pemprov Sulsel. Program telah dirampingkan, sehingga program menjadi efektif dan efesien.

“Komunikatif dan bersinergi antar seluruh pemangku kebijakan sangat diperlukan untuk mewujudkan keadilan pembangunan bagi Masyarakat Selayar. 415 tahun bukan umur yang sangat singkat, dengan umur tersebut harus mampu memajukan Kabupaten Kepulauan Selayar,” tambahnya

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Kepulauan Selayar, Asriady Sulaiman melaporkan kondisi dan potensi Kabupaten Kepulauan Selayar. Mencermati kondisi dan potensi wilayah tersebut, Asriady mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan diperhadapkan terhadap berbagai tantangan sekaligus sebagai peluang untuk dikembangkan wilayah yang dihuni oleh penduduk yang tersebar di setiap pulau.

Dikemukakan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sulsel, serta berangkat dari ketersediaan potensi sumber daya alam yang mumpuni, maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah memilih bidang kepariwisataan dan bidang kelautan serta perikanan sebagai lokomotif pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Pengembangan bidang ini diharapkan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat. Sedangkan untuk jangka menengah dan jangka panjang diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi, baik pada tingkat Provinsi Sulsel maupun pada tingkat nasional.

Menyinggung soal RPJMD Sulsel, KEK Pariwisata Selayar diproyeksikan dapat menjadi salah satu pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel, yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect economi dan memberikan kontribusi peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah dan provinsi.(jalu)

read more
DaerahNews

Program 1 Desa 1 Tahfidz Angkatan IV Dibuka Langsung Wagub Sulsel

LANGITKU NETWORKS, Makassar — Program 1 Desa 1 Tahfidz Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali di gelar setelah menamatkan 3 angkatan.

Biro Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel bekerja sama dengan pesantren melakukan penyelenggaraan program yang telah sampai di angkatan ke IV ini berlangsung di Pondok pesantren Tahfidzhul Quran Al-Imam Ashim,

Kali ini, pengembangan Tahfidz Al-Quran program 1 Hafidz 1 Desa angkatan IV di buka oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Kepala biro kesra Pemprov Sulsel selaku ketua panitia menyampaikan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas penghapal Al-Quran di Sulsel

“200 orang pembinaan kepada Tahfidz dari angkatan pertama hingga ketiga,” kata H. Suherman.

Pada angkatan IV yang akan di laksanakan ini, Peserta di ikuti sebanyak 50 orang berasal dari 24 Kabupaten/Kota Se- Sulawesi Selatan.

“Peserta akan mengikuti pembinaan selama 20 hari yang dibimbing oleh para pelatih,” sambungnya.

Sementara itu, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa Program 1 Desa 1 Tahfidz akan terus kita lakukan.

Baginya, program tersebut ini merupakan langkah awal, sebagai pemicu untuk dilaksanakan di daerah.

“Kita harus terus menunjukkan karakter bahwa Islam memiliki Al-Quran, kitab yang sempurna sehingga kita perlu mendekatkan para generasi kita dengan Al-Quran sebagai perisai dalam benteng karakter akhlak. Salah satu dengan menghapal Al-Quran,” tegasnya.

Melalui program ini juga, diharapkan peserta dapat mendekatkan diri kembali kepada Al-Quran melalui penghapal Al-Quran, mengamalkan Al-Quran sebaik baiknya.

“Ketika kita dekat dengan Al-Quran, pastikan diri kita tidak jauh dari Allah Subhanahu Wataala. Kita tunjukkan bahwa agama ini agama Rahmatan Lil Alamin yang dalam berlaku adil bagi semua pemeluk” sambungnya.

Wagub bercerita pengalaman belajar membaca Al-Quran saat kecil. Begitu berat godaan dalam mengamalkan Al-Quran.

Ketika SDM digenjot dengan Al-Quran, maka generasi akan memiliki moral dan landasan agama yang baik, itu menjadi investasi generasi masa depan yang baik.

“Kita mau membentuk moral kepemimpinan yang baik. Orang yang akhlaknya baik, profesional dan amanah,” jelasnya.

Lebih baik menghadapi orang rendah kemampuaannya tapi memiliki integritas yang baik, dibanding orang cerdas tetapi memiliki integritas yang rendah.

“Korgah KPK Korwil 8 juga tadi mengungkapkan bahwa kita ini butuh pemimpin dengan integritas tinggi. Karena sehebat apapun system tapi kalo pimpinan integritas rendah maka system akan kalah”.(jalu)

read more
DaerahNews

Sinergitas Pemprov Sulsel Dan KPK Terlihat Saat Monev MCP Tahun 2020

LANGITKU NETWORKS, Makassar — Di Moderatori Roro Wide, KPK mengadakan Rapat Koordinasi Monitoring Control for Prevention (MCP) Sulsel Tahun 2020.

Pertemuan ini di tekankan pada monitoring dan evaluasi. Dilaksanakan secara virtual, pertemuan ini dihadiri Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kamis 26 November 2020.

Kasatgas Wilayah 8 Korsupgah KPK (Dian Patria) memyampaikan beberapa hal mengenai pencegahan korupsi.

Dari hasil kajian KPK, kondisi sebuah wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah cenderung berkembang lebih lambat dari pada wilayah yang sumber daya alam terbatas.

“Penyebab utama integritas kepala daerah yang rendah, yang dipicu oleh pemberian izin sebagai balas jasa dukungan selama pilkada,” kata Dian Patria.

Dari segi administratif, pencapaian lebih pada pemenuhan aspek administratif, masih terbatas pada aspek subtansial.

“Sulawesi Selatan sendiri berada di utrutan 13 skor MCP Pemda per 9 November 2020,” sambungnya.

Netralitas masih sangat menjadi penting dalam pencegahan korupsi, dikarenakan salah satunya penyebab korupsi lingkup Pemerintah disebabkan oleh pemilihan pejabat pengawasan APIP dan manajemen ASN tergantung selera pembuat kebijakan.

“Juga Confict Of Interest, pemberian izin pengadaan barang dab jasa, oengelolaan pajak daerah dan manajemen aset tersandera kepentingan tertentu. Problem mimicry, melakukan perbaikan pada saat ada tekanan dari instansi terkait,” jelasnya.

3 persoalan bangsa, orang serakah bersatu, pemerintah lemah, masyarakat membiarkan. 3 solusi bangsa, orang baik harus bersatu, perjuangan yang konsisten, berfikir kedalam sebelum menyalahkan orang lain.

Wakil Gubernur Sulsel mengapresiasi peran KPK dalam memberantas korupsi di daerah. Hal itu dia sampaikan saat mengikuti Rapat monitoring dan evaluasi MCP di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel.

“Kami berterima kasih bahwa KPK siap mendampingi kami untuk memonitoring dan evaluasi. Semoga ini terus berjalan progressive dan termonitor dengan baik,” ujar Andi Sudirman.

“Kehadiran KPK artinya siap bersinergi dalam rangka penciptaan system birokrasi yang profesional, bersih dan melayani sesuai dengan visi misi Pemerintah Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kordinator wilayah 8 KPK RI ( Kumbul Kusdiwijanto) Bupati/Walikota Se Sulsel, Sekda Se Sulsel, Inspektorat daerah.(jalu)

read more
DaerahNews

Hadir di Bulukumba, wagub sulsel beri motivasi peserta jambore SDM PKH

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Sekitar 300 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengikuti Jambore SDM PKH III di Pantai Bira, Kabupaten Bulukumba.

Mereka dari Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Sulawesi Selatan Wilayah III dari Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Kepulauan Selayar.

Didampingi Bupati Bulukumba, A. Sukri Sappewali, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Jambore SDM PKH Sulsel III, Jum’at (20/11/2020) malam.

Di lokasi lapang itu, Andi Sudirman memberikan motivasi kepada para pendamping PKH dari wilayah Selatan di Sulsel.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa kehadirannya ini sebagai bentuk apresiasi dan semangat bagi pendamping PKH.

“Bagi saya ini suatu hal yang beda. Tidak lain, karena kita tidak bisa dihindarkan oleh pekerjaan persoalan kemanusiaan,” katanya.

Baginya, para pendamping PKH ini adalah pekerjaan yang mulia. Karena memberikan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Kementerian Sosial itu.

“Pekerjaan kalian sangat mulia. Kalian pejuang terdepan untuk melihat (mendata dan mendampingi) masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.

Ia pun mengaku, bahwa dirinya akan selalu hadir untuk membantu Koorditor dan pendamping PKH. Dirinya pun mengajak untuk selalu membangun komunikasi yang baik, bahkan mengajak mengunjungi Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

“Apa yang saya bisa sebagai Wakil Gubernur dan untuk Sulsel, manfaatkan saya apa yang bisa saya bantu. Potensi (aset Pemprov) bisa digunakan pakai saja, saya hanya bekerja profesional, tidak akan menggunakan untuk kepentingan politik. Syaratnya, untuk kepentingan orang banyak dan untuk masyarakat yang membutuhkan,” bebernya.

Sebagai pendamping PKH, Andi Sudirman mengingatkan, bahwa ini menjadi pembelajaran dan motivasi untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan.

Wagub Sulsel yang dikenal tinggi jiwa kemanusiaannya ini, menyampaikan prinsipnya. Bahwa terkadang setiap orang, ada radikal dalam dirinya. “Untuk menjauhkan itu, maka harus dekatkan dengan pemahaman Al-Qur’an,” pungkasnya.

Bupati Bulukumba, A. Sukri Sappewali memberikan arahan, untuk bekerja maksimal serta meningkatkan solidaritas.(jalu)

read more
DaerahNews

Halim HD: “Ini Bukan Festival” Wujud Kerja Jejaring dan Pengorganisasian Berkeseniaan

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Halim HD, Networking Kebudayaan, mengapresiasi penyelenggaraan “Ini Bukan Festival” yang diadakan oleh kolaborasi lintas seniman di Sulawesi Selatan. Disampaikan bahwa kegiatan berkesenian itu perlu diorganisasikan dan terus dibangun jejaringnya.

“Inilah yang membuat saya tertarik datang ke Makassar, sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan “Ini Bukan Festival”,” katanya dihadapan peserta workshop bertema Komunitas Sebagai Basis Sistem Produksi.

Ditambahkan, materi workshop yang diprint satu lembar, yang dipegang oleh peserta, sama dengan yang dia ajarkan untuk mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selain Komunitas Sebagai Basis Sistem Produksi, materi lainnya yakni Pengembangan Komunitas dan Jaringan Kerja Kebudayaan serta Komunitas Sebagai Jaringan Distribusi Kreatif.

Selain memberi materi workshop, Halim HD juga jadi pembicara dalam Dialog Mengenang Karya Andi Ummu Tunru. Dia jadi pembicara bersama Andi Redo dari Batara Gowa dan Dr Halilintar Latief, yang dipandu Dr Asia Ramli Prapanca. Sebelum sesi dialog dilakukan pertunjukan Ma’lino Dance, In Memoriam Andi Ummu Tunru oleh Batara Gowa.

Gelaran “Ini Bukan Festival” menampilkan seniman lintas generasi dari beberapa daerah, seperti Makassar, Gowa, Maros, Bulukumba, dan Barru. Perhelatan yang menampilkakn seni tari, musik, rupa, teater, dan sastra ini diselenggarakan di Etika Studio, Jln Tamalate I Makassar, mulai 15-21 November 2020.

Selama kegiatan, pengunjung tak hanya dihibur oleh pertunjukan kesenian tapi juga mendapat edukasi melalui diskusi yang menghadirkan pelaku kesenian maupun akademisi. Selain itu, pengunjung bisa membeli kerajinan unik, kaos dan kuliner di area pasar, yang menghadirkan pelaku UMKM. Di antaranya ada Egg Box, nasi kuning Berkah, Circle Eleven dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro (ASPPUK) Maros, Pangkep dan Barru.

Salah satu yang kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah bedah buku Sanja Mangkasara “Attayang Ri Masunggua” karya Syahril Patakaki Dg Nassa, yang menghadirkan Dr Kembong Daeng, sebagai pembahas dan Dr Asis Nojeng, sebagai moderator.

Acara bedah buku dan pembacaan karya sastra ini dihadiri antara lain oleh antropolog dan budayawan, Dr Halilintar Latief, aktivis LSM, Asmin Amin, serta sejumlah penulis dan penyair. Kembong Daeng, menyebut puisi bebas dalam bahasa Makassar ini merupakan pengembangan sastra Makassar.

Selama ini sastra Makassar hanya mengenal, antara lain royong, doangang, kelong-kelong, sinrilik, pakacaping, tulikiama, dondo dan toeng bambo. Dia menyebut, kelebihan dari buku yang ditulis Syahril Patakaki karena disertai aksara lontarak.

Secara keseluruhan, saya sangat terharu terhadap isi buku puisi ini. Karena banyak kosa kata yang digunakan sudah jarang dipakai, baik dalam penuturan maupun penulisan,” kata Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah JBSI-FBS UNM tersebut.

Di panggung “Ini Bukan Festival” juga tampil mahasiswa Unismuh Makassar, yang tergabung dalam Bengkel Seni, Bahasa dan Sastra Indonesia (BASSI). Mereka menampilkan musik akustik dan monolog “Bertarung dalam Sarung” karya Alfian Dipahatang.

Juga ada pertunjukan monolog “Opo” karya Bahar Merdhu yang dibawakan Arzety dari Maros. Sementara dari Grisbon menampilkan musik milenial dan pertunjukan teater “Anak-anak yang Bermain Teater”. Usai pertunjukan, dilanjutkan dengan diskusi yang menampilkan Bahar Merdhu, penulis dan sutradara teater dan Moch Hasymi Ibrahim, budayawan Sulsel.

Dr Halilintar Latief, salut atas penyelenggaraan event ini yang mengindikasikan antusiasme orang berkesenian. Namun event ini juga mengingatkan bahwa warga membutuhkan gedung kesenian yang representatif.

“Karena kalau kota ini mau jadi kota dunia, indikatornya hanya tiga, yakni museum, perpustakaan dan gedung kesenian, bukan mal dan pusat-pusat perbelanjaan,” pungkasnya.(jalu)

read more
DaerahNews

Wagub Sulsel jadi keynote speaker Seminar Sambut Hari Guru Oleh Formaster Sulselbar-Malang

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan selamat atas pelantikan Pengurus Forum Mahasiswa Magister Sulselbar-Malang Periode 2020-2021.

Hal itu disampaikan saat Andi Sudirman menjadi pembicara utama (keynote speaker) pada kegiatan Pelantikan Pengurus Forum Mahasiswa Magister Sulselbar-Malang Periode 2020-2021 yang juga Seminar Sambut Hari Guru. Dengan tema yakni “Gerak Langkah Generasi ‘Tabe’ Menuju Indonesia Emas”, Rabu, 18 November 2020.

“Jadilah orang-orang yang amanah, memiliki integritas, moral akhlak yang baik. Bagaimana menjadi mahasiswa sebagai generasi muda atau bangsa yang memiliki moral kepemimpinan. Kita tidak kekurangan orang cerdas dan pintar, tapi kita krisis moral kepemimpinan,” ungkapnya.

“Yang kita tunggu adalah generasi terbaik, yang jauh lebih baik dari kami, yang bersinar di depan untuk masa depan bangsa,” akunya.

Sebagai perkumpulan jenjang pendidikan Strata-2, pastinya memiliki tingkatan pendidikannya jauh lebih baik. “Oleh karena itu kita harus menjadi panutan, memberikan kontribusi positif kepada daerah khususnya Sulawesi Selatan, bahkan seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Dirinya mengajak Formaster Sulselbar-Malang, untuk menciptakan solusi produktif, inovasi untuk kemaslahatan orang banyak, dan menjadi agen perubahan untuk pola pemikiran dengan pendekatan teknologi dan kearifan lokal.

“Jadilah pelopor pendidikan digital, pendidikan berbasis kearifan lokal dan memberikan solusi kepada adik-adik kita sekalian dan memberikan pendampingan bagi pemerintahan kita,” tetangnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, selalu ingin berkolaborasi terlebih untuk kemaslahatan orang banyak. Khususnya yang bisa meningkatkan perekonomian.

“Buatlah kegiatan yang memberikan harapan untuk masyarakat. Berikan inovasi, masukan serta pemikiran dan karya-karya yang langsung dinikmati oleh masyarakat yang bisa memberikan efek langsung ke masyarakat,” imbuhnya.

Seperti yang saat ini dirasakan dalam kondisi pandemi Covid-19, kata dia, masih ada masalah dalam pembelajaran online.

“Ada masalah digital yang tidak bisa menjangkau daerah terpencil, ciptakanlah inovasi bagi mereka agar bisa belajar tanpa harus menabrak aturan protokol kesehatan. Kami menunggu karya-karya adik-adik,” pintanya.(jalu)

read more
DaerahNews

Anggota DPRD Prov Sulsel, Sri Rahmi Sosialisasikan Perda Sistem Perlindungan Anak

LANGITKU NETWORKS, Makassar – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Sri Rahmi, S.A.P, M.Adm.K.P, mengadakan kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 4 Tahun 2013 tentang Sistem Perlindungan Anak, di Makassar, pada Minggu, 15 November 2020.

Sri Rahmi, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, Perda ini mau memastikan bahwa setiap anak dijamin mendapat perlindungan.

Perlindungan Anak yang dimaksud, sesuai dengan apa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Menurut UU ini, perlindungan anak adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk menjamin dan melindungi anak serta hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berprestasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta dilindungi dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

“Keberadaan undang-undang maupun Perda, yakni agar ada kepastian hukum terhadap anak-anak kita,” kata Sri Rahmi, yang sudah dua periode duduk di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Di hadapan peserta sosialisasi, baik di Barombong maupun di Tammua, dia menyampaikan bahwa anak-anak korban kekerasan, bukan hanya berpotensi korban kekerasan fisik tapi juga psikis. Padahal, anak ini aset yang musti dijamin tumbuh kembangnya.

“Perda ini bernama Perda tentang Sistem Perlindungan Anak karena ada suatu tatanan yang diinginkan untuk diatur demi kepentingan terbaik anak,” lanjut perempuan yang akrab disapa Bunda ini.

Kegiatan penyebarluasan produk hukum daerah ini merupakan program rutin setiap anggota dewan untuk turun ke daerah pemilihannya masing-masing. Tujuannya agar produk hukum tersebut tersosialisasikan dan dapat dipahami warga.

Ditambahkan bahwa produk hukum daerah tentang perlindungan anak ini penting diketahui sehingga orangtua dan masyarakat mau berpartisipasi. Ditegaskan bahwa anak-anak itu milik kita semua. Bukan hanya anak sendiri yang dijaga tapi juga anak tetangga. Karena dampaknya juga akan terbawa ke anak kita.

Susy Smita Pattisahusiwa, yang hadir sebagai narasumber mengatakan, dalam banyak kasus anak-anak itu sebagai korban. Kerap kali, anak jadi korban dari situasi hubungan antar orangtua. Misalnya, ketika orangtua di PHK, kehilangan pekerjaan, dan berada pada persoalan tekanan ekonomi, bisa pelampiasannya ke anak.

Mantan anggota DPRD Privinsi Sulawesi Selatan itu mengingatkan bahwa ketika anak direndahkan harga dirinya maka akan membekas hingga dewasa dan mengakibatkan anak tersebut bermental lemah. Bagaimana dia bisa jadi pemimpin kalau tidak punya kepercayaan diri, harga dirinya hancur akibat kekerasan verbal yang dilakukan oleh orangtuanya sendiri.

Kegiatan yang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini, dihadiri sejumlah tokoh masyarakat setempat. Di Kelurahan Barombong hadir, antara lain Ketua LPM Barombong Dg. Ngawing dan Ketua DPC PKS Tamalate, Anwar. Sementara di Kelurahan Tammua, hadir Ketua RW 6, Andi Aksam Mappasoko, dan Ketua RW 1, Syarifuddin serta Ketua DPC PKS Tallo, Asdar.

Rusdin Tompo, yang juga diundang sebagai pembicara menyampaikan bahwa dalam Perda ini ada partisipasi dan tanggung jawab masyarakat. Bentuknya berupa upaya pencegahan, seperti antara lain sosialisasi di rumah ibadah, Puskesmas, kelompok pengajian dan kelompok PKK. Juga bisa dalam bentuk kampanye publik, seperti saat peringatan Hari Anak Nasional.

Rusdin Tompo, yang lama dikenal sebagai pemerhati anak itu menambahkan bahwa ada upaya lain yang bisa dilakukan masyarakat, berupa penangan kasus. Bentuknya bisa dengan membuat shelter warga, Tim Mediasi, maupun model sistem penanganan kasus anak berbasis masyarakat.(jalu)

read more
DaerahNews

700 Tahun Kabupaten Gowa, Wagub Ajak Kolaborasi Untuk Proyek Bendung Jenelata

LANGITKU NETWORKS, Gowa – Disambut tarian Pakkuru Sumange, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa Dalam Rangka Hari Jadi Gowa ke 700 Tahun 2020 dengan acara ‘Orasi Bupati Gowa’ di DPRD Kabupaten Gowa, Selasa (17/11/2020). Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Gowa, Rafiuddin Raping.

Menghadiri ini, Wagub Sulsel mengenakan jas tutup dipadukan penutup kepala Passapu. Ia berbeda dengan tetamu pria lainnya yang mengenakan songkok to bone.

Pada hari jadi Kabupaten Gowa ini mengangkat tema “Dengan Semangat Gowa Religius, Kita Perkuat Kolaborasi Dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Peningkatan Kualitas Demokrasi”.

Dalam orasinya, Pjs Bupati Gowa, Andi Aslam Patonangi menyampaikan, terima kasih atas kehadiran Wagub Sulsel pada Hari Jadi Kabupaten Gowa ke 700 Tahun. Ia pun memaparkan, beberapa capaian Kabupaten Gowa.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman menyampaikan bahwa tidak terasa Kabupaten Gowa yang berusia 700 tahun. Ia pun mengenang Gowa sebagai kerajaan yang besar. Terbukti lahirnya pahlawan-pahlawan Nasional dari Kabupaten Gowa.

Ia pun menyampaikan, bahwa Kabupaten Gowa mendapat Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan pembangunan bendungan Jenelata senilai Rp 4,4 Triliun. Hal itu berkat sinergitas Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Bendungan ini akan mengairi 26.773 Ha serta potensi listrik Hydro 7MW akan menasbihkan Gowa sebagai salah satu potensi lumbung pangan pertanian Sulsel dan Nasional.

“Fungsi utamanya untuk pengendali banjir dan kemampuan irigasi mengairi sekitar 26 ribu. Saat ini sudah mulai progresif untuk pembebasan lahan dan lelang fisik. Pembangunan ini akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, jika bendung Jenelata berkolaborasi dengan bendung Bili-Bili, maka akan menjadikan Gowa sebagai lumbung pangan. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk kedaulatan pangan. “Sinergitas dan kolaborasi Pusat, Provinsi dan Kabupaten akan menjadikan Gowa sebagai proyeksi rencana strategis unggulan wisata, pertanian dan pendidikan serta lainnya. Terus maju untuk Gowa Jaya Sulsel Jaya. Rewako Gowa!,” ungkapnya.

Ia pun memberikan apresiasi Kabupaten Gowa atas deklarasi Gerakan Sejuta Masker dan melahirkan Perda Wajib Masker dan Protokol Kesehatan.

Andi Sudirman berharap, Puskesmas bisa dimanfaatkan sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat dan tidak bergantung hanya pada Rumah Sakit. “Bagaimana Puskesmas betul-betul sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat menjadi promotor kesehatan untuk mendeteksi pencegahan dini. Kami harap, Gowa mulai lakukan agar Pusat Kesehatan ujung tombaknya di Puskesmas,” pungkasnya.

Yang dilakukan ini, kata dia, sebagai amanah yang telah diterimanya dari masyarakat dan akan dipertanggungjawabkan kelak.(jalu)

read more
1 168 169 170 171 172 202
Page 170 of 202