close

Health

Health

Penyebab Perih di Lambung dan Cara Mengatasinya

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Nyeri di perut dapat berasal dari kondisi yang mempengaruhi berbagai organ. Organ yang terpengaruh hingga menyebabkan perih dan panas adalah lambung. Selain perih dan panas, terdapat beberapa gangguan yang akan terjadi pada lambung seperti kembung, begah, mual, nyeri pada ulu hati, hingga cegukan.

Faktor yang membuat lambung menjadi perih dan panas adalah naiknya asam lambung, selain itu hal ini bisa menyebabkan iritasi pada kerongkongan. Selain itu konsumsi coklat, kafein, alkohol, dan rokok juga memberikan andil terhadap perut panas dan perih.

Salah satu penyakit lambung adalah gastroesophageal reflux disease (GERD). Menurut Healthline, penyakit ini terjadi ketika cincin otot paling bawah di kerongkongan tidak menutup sempurna setelah makanan masuk ke lambung. Hal ini membuat asam lambung naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan rasa perih dan panas pada perut. Orang yang biasa terkena GERD akan merasa perutnya panas dan perih, pahit di mulut bagian belakang, kesulitan menelan, hingga batuk dan asma.

Selain GERD, penyakit lainnnya adalah gastritis. Penyakit ini terjadi karena lemahnya lapisan perut sehingga cairan merusak hingga menyebabkan gastritis. Lapisan perut tipis dan rusak memiliki potensi terkena gastritis. Healthline juga menambahkan bahwa infeksi bakteri gastrointestinal juga dapat menyebabkan gastritis, infeksi biasanya ditularkan oleh orang ke orang dan bisa melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi. Orang yang memiliki gastritis biasanya akan merasa mual, perasaan kenyang di bagian perut atas setelah makan, dan gangguan pencernaan.

Untuk mengatasi beberapa penyakit lambung seperti GERD dan gastritis, ada baiknya mengkonsumsi beberapa makanan yang dapat jika sedang terkena penyakit lambung.

Berikut daftar makanan untuk atasi lambung perih:

1. Pisang

Dapat menetralisir asam lambung berkat kadar pHnya yang rendah. Melon, pir, papaya juga bisa menjadi pilihan alternatif selain pisang.

2. Sayuran Hijau

Brokoli, seledri, kol, bayam, dan lainnya bisa menjadi pilihan bagi penderita lambung. Karena sayuran ini memiliki asam yang rendah sehingga cocok menghilangkan gejala penyakit lambung.

3. Jahe

Komposisi jahe yang dibutuhkan hanya 1-2 gram dan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum makan. Sifat dari jahe adalah sebagai antiradang terhadap penyakit lambung

4. Daging Tanpa Lemak

Pilihan terbaik bagi mengurangi penyakit lambung, sebisa mungkin juga menghindari dengan cara menggoreng karena dapat memperburuk gejala lambung yang Anda miliki.

5. Yogurt

Asam laktat dalam yoghurt bisa menyembuhkan luka dan iritasi pada lambung bermasalah. Menurut American Journal of Clinical Nutritionjuga melaporkan bahwa yoghurt mengandung bakteri baik yang menguntungkan bagi penderita lambung bermasalah.

Muhammad Rifqie Putra
– detikHealth

read more
Health

5 Keluhan yang Muncul Akibat Kelamaan Work from Home

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Pandemi Corona membuat masa Work from Home (WFH) kembali diperpanjang. Berbagai perusahaan menerapkan sistem ini agar masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah, untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Berada di rumah seringkali malah membuat seseorang sering lupa untuk istirahat. Hampir satu hari penuh dihabiskan untuk bekerja.

Tanpa disadari, WFH ini membuat banyak perubahan pada tubuhmu. Dikutip dari HuffPost, berikut ini hal-hal yang bisa terjadi pada tubuhmu saat bekerja di rumah.

1. Nyeri leher dan bahu

Nyeri leher dan bahu akan mulai terasa sakit dan nyeri karena terlalu lama duduk dan menghabiskan waktu menghadap komputer atau laptop.

Untuk mencegahnya, letakkan posisi layar yang sejajar dengan mata. Tempatkan siku tangan sampai membentuk sudut 90 derajat.

Hindari juga untuk bekerja atau mengerjakan sesuatu dengan laptop dengan duduk di sofa. Itu akan menambah parah sakit dan nyeri tersebut.

Selain itu, coba lakukan peregangan sesekali agar tubuh tidak kaku dan jauh dari nyeri yang mengganggu.

2. Mata menjadi lelah

Terlalu lama menatap layar laptop atau komputer bisa menyebabkan mata kamu bekerja lebih keras. Hal itu bisa membuat mata menjadi mudah lelah.

Terlalu tegang menatap layar bisa menyebabkan mata sakit dan lah, yang ditandai dengan sakit kepala, penglihatan kabur, mata kering, nyeri leher dan bahu.

Untuk mengatasinya, istirahatkan mata sejenak saat bekerja. Menurut American Optometric Association, istirahatkan mata selama 20 detik, alihkan pandangan, dan lakukan itu perlu 20 menit sekali.

3. Kram pada kaki

Kram pada kaki yang terjadi berarti tanda bahwa sirkulasi darah tidak mengalir dengan lancar. Bisa jadi itu terjadi karena posisi tubuh saat bekerja tidak benar.

Selain itu, bisa jadi karena otot-otot pada tubuh terutama kaki aliran darahnya tidak lancar. Untuk mengatasinya, atur ketinggian kursi hingga kaki menyentuh lantai dengan posisi menapak rata.

Itu bisa membuat aliran darah pada kaki menjadi lancar, sehingga kram semakin minim terjadi.

4. Pinggul Kaku

Duduk terlalu tegap dan terlalu membungkuk saat WFH ternyata juga tidak baik lho. Itu bisa menyebabkan pinggul terasa kaku dan tidak nyaman.

Jika terus berasa pada posisi tersebut dalam waktu yang lama, membuat pinggul terasa lebih kaku bahkan sakit. Untuk mengatasinya, coba bersandar yang nyaman pada kursi, dan cari kursi yang fleksibel untuk membantunya.

5. Pergelangan tangan sakit

Jika saat WFH tangan tidak membentuk sudut 90 derajat dan tetap di posisi yang sama, bisa membuat pergelangan tangan sakit. Solusinya, jaga pergelangan tangan tetap lurus, tidak miring ke kanan atau kiri.

Usahakan tangan tetap membentuk sudut 90 derajat, saat kamu melakukan pekerjaan di depan laptop atau komputer sepanjang hari.

Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

read more
Health

Tidur Siang Bikin Badan Gampang Gemuk, Benarkah?

LANGITKU NETWORKS – Banyak dari kita yang mungkin tahu betul bagaimana rasanya ketika kantuk datang di siang hari, terlebih saat perut kenyang setelah makan siang. Rasa kantuk adalah hal yang normal dan terjadi karena penurunan kewaspadaan alami antara pukul 13.00-15.00. Meluangkan waktu sejenak untuk tidur siang sebetulnya memiliki banyak manfaat. Mulai dari memperbaiki suasana hati, meningkatkan memori otak, menurunkan level tekanan darah tinggi, hingga meningkatkan performa.

Juga masih ada manfaat menurunkan risiko penyakit jantung, dan mengurangi kelelahan, serta berbagai dampak lainnya. Waktu tidur siang biasanya sekitar satu jam 30 menit. Pada durasi tersebut kita akan mengalami tidur nyenyak selama sekitar satu jam. Lalu, pada setengah jam sisanya kita mengalami “tidur ayam”. Jika hanya punya waktu singkat, kita juga bisa melakukan power nap antara 10-15 menit. Meski singkat, power nap cukup untuk meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan performa kognitif, dan memperbaiki suasana hati ketika bangun. Melakukan power nap tidak akan membuat tubuh mengantuk atau lesu, karena selama durasi singkat tersebut tubuh tidak tidur terlalu nyenyak, tapi melakukan proses penyegaran pikiran dan tubuh. Meski bermanfaat, tidur siang yang terlalu lama atau lebih dari dua jam justru bisa membuat tubuh  lesu dan lebih mengantuk. Apalagi, jika tidur siang dilakukan setelah makan siang dalam jumlah besar.

Lantas, benarkah tidur siang terlalu lama bisa berdampak pada kenaikan berat badan? Nah, sebetulnya bukan tidur siangnya yang menyebabkan kenaikan berat badan, melainkan kebiasaan rebahan di atas tempat tidur yang dilakukan segera setelah makan siang. Tidur membakar sangat sedikit kalori daripada duduk atau berdiri. Namun, bukan berarti kita harus menghindari tidur karena kita tetap membutuhkan tidur minimal delapan jam setiap malamnya, demi menjaga organ tubuh berfungsi maksimal. Rebahan saat perut ada dalam kondisi kenyang atau penuh bisa mengganggu proses pencernaan dan menyebabkan acid reflux alias gangguan asam lambung. Ketika kita berbaring segera setelah makan siang dan tertidur, tubuh tidak mempunyai waktu cukup untuk melakukan proses pencernaan dan membakar lemak. Menurut para pakar kesehatan, setidaknya kita harus memberi jarak 1-2 jam antara waktu makan dan tidur siang untuk mencegah kenaikan berat badan. Sebab, dalam durasi tersebut tubuh akan mulai mencerna makanan dan membakar lemak, sehingga lemak tersebut tidak tersimpan di dalam tubuh, dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Selanjutnya, bagaimana agar kita tidak mengalami hal itu?

1. Tidurah antara pukul 14.00-15.00, sebab pada waktu ini energi tubuh sedang berada pada titik terendah.

2. Pastikan durasi tidur siang tidak melebihi 20-30 menit.

3. Pilih tempat yang nyaman dan bisa membuat kita mudah tertidur.

4. Jangan minum kafein sebelum tidur.

5. Bergerak terlebih dahulu setelah makan dan sebelum tidur siang. Misalnya dengan berjalan kaki di sekitar rumah. Jalan kaki bisa membantu membakar lemak, sehingga lemak tersebut tidak tertimbun ketika tidur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tidur Siang Bikin Badan Gampang Gemuk, Benarkah?”, https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/04/200000020/tidur-siang-bikin-badan-gampang-gemuk-benarkah-?page=all#page2.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Glori K. Wadrianto

read more
Health

Redakan Batuk dengan Konsumsi 5 Makanan Enak Ini

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Banyak orang yang khawatir dengan penyakit batuk karena menjadi salah satu gejala virus corona. Sebelum parah, obati batuk dengan makanan enak ini.

Gejala batuk seperti tenggorokan kering, sakit dan sulit menelan perlu segera diatasi. Tidak perlu menelan obat antibiotik tetapi cukup dengan konsumsi beberapa makanan enak yang menyehatkan dan efektif meredakan batuk secara alami. Karena selain memberi asupan nutrisi juga memiliki sifat antiinflamasi.

1. Ramuan Bawang Putih, Madu, Jahe dan Lemon

Untuk meredakan batuk kamu bisa mengonsumsi ramuan sehat ini. Terbuat dari campuran bawang putih madu, jahe, lemon yang diseduh dengan air hangat. Ramuan itu akan membantu untuk membersihkan tenggorokan yang sakit dalam hitungan jam.

Bawang putih, lemon dan jahe memiliki kandungan senyawa yang dapat menghalau bakteri penyebab sakit tenggorokan. Sementara madu berperan sebagai agen penyembuhan dengan membangun kembali lapisan tenggorokan yang rusak karena batuk.

2. Sup Ayam

Tak hanya lezat, sup ayam juga berperan sebagai obat batuk. Semangkuk sup ayam merupakan salah satu solusi paling menarik untuk membebaskan kamu dari rasa sakit luar biasa yang disebabkan oleh sakit tenggorokan.

Sup ayam tidak hanya memiliki sifat antiinflamasi, tetapi juga agen revitalisasi. Karena itu khasiatnya juga dapat menambah energi yang dapat membersihkan saluran pernapasan dan hidung karena mengandung bahan-bahan utama seperti bawang putih, bawang merah dan cabai.

3. Pisang

Pisang merupakan buah non-asam yang bertekstur lunak. Karena teksturnya itu pisang dapat melewati tenggorokan tanpa menimbulkan rasa sakit ketika dimakan. Buah berkulit kuning ini juga bisa dijadikan sebagai obat batuk karena memiliki kandungan nutrisi yang baik.

Seperti vitamin B6, kalium dan yang paling penting untuk meredakan batuk adalah vitamin C. Semua nutrisi baik tersebut berfungsi untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan di tenggorokan kamu setelah mengalami rasa sakit akibat batuk.

4. Wortel Rebus

Mengobati batuk parah bisa dengan mengonsumsi wortel yang direbus. Wortel merupakan solusi makanan yang paling berguna untuk mengobati sakit tenggorokan akibat batuk. Wortel mengandung banyak antioksidan dan vitamin C yang banyak memberikan manfaat.

Seperti memperbaiki jaringan yang rusak yang disebabkan karena sakit tenggorokan. Nah, untuk mengonsumsinya wortel dimasak dengan cara direbus terlebih dahulu. Agar teksturnya melembek sehingga tidak membuat sakit tenggorokan ketika dimakan.

5. Kol

Mengonsumsi sayuran kol dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit yang disebabkan karena batuk. Sayuran tersebut memiliki kandungan berupa antioksidan dalam jumlah yang banyak. Termasuk komponen bergizi seperti vitamin C dan vitamin K.

Untuk dapat manfaat tersebut, mengonsumsi kol disarankan dengan mencampur sedikit cuka sari apel. Tambahan tersebut akan sangat membantu untuk mengobati batuk dan sakit tenggorokan.

6. Telur Orak-arik

Telur orak-arik merupakan sumber protein yang sangat bergizi. Kandungan nutrisi tersebut akan membantu menurunkan peradangan yang disebabkan oleh batuk parah dan sakit tenggorokan.

Karenanya mengonsumsi telur orak-arik adalah solusi terbaik. Namun, saat meraciknya sebaiknya hindari penggunakan bumbu agar tidak terjadi iritasi pada tenggorokan.

7. Oatmeal

Makanan yang populer sebagai menu sarapan ini ternyata bisa dimanfaatkan sebagai obat batuk. Mengonsumsi oatmeal sangat membantu menyembuhkan sakit tenggorokan yang dialami. Itu karena oatmeal mengandung serat dan protein laut dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh.

Sehingga oatmeal dapat berperan untuk membantu memperkuat tenggorokan yang rapuh akibat batuk-batuk. Supaya lebih sehat, oatmeal dapat dikombinasikan dengan irisan pisang yang juga baik untuk menyembuhkan sakit batuk.

Riska Fitria – detikFood

 

read more
Health

Konsumsi Vitamin C Dosis Tinggi untuk Cegah Virus Corona Tak Berguna

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Sejauh ini tidak ada pil, suplemen, atau vaksin, yang bisa menyembuhkan penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona. Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan minat orang untuk memborong vitamin C dosis tinggi.

Seperti halnya ramuan rempah-rempah yang harganya langsung melambung karena dianggap bisa mencegah infeksi virus corona, saat ini vitamin C juga laris diburu masyarakat. Di Amerika Serikat saja, terjadi peningkatan penjualan vitamin C sampai 146 persen.

Di media sosial bertebaran anjuran untuk mengonsumsi vitamin C dosis tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan virus corona.

Tetapi, apakah vitamin C dosis tinggi itu memang efektif menangkal infeksi virus?

Vitamin C merupakan suplemen vitamin yang paling populer. Kaitan antara vitamin ini dengan kemampuannya melawan penyakit dibuat oleh peraih Novel Kimia, Linus Pauling, yang menulis buku Vitamin C and Common Cold. Dalam bukunya, Pauling merekomendasikan 3000 miligram vitamin C setiap hari.

Buku yang ditulis tahun 1970-an tersebut sangat laris dan dicetak ulang dengan klaim bahwa bisa mengatasi epidemi flu babi (swine flu).

Studi-studi ilmiah selanjutnya menunjukkan bahwa klaim Pauling itu tidak akurat. Ketika ia menyebutkan vitamin C bisa menyembuhkan kanker, ia kehilangan kredibilitasnya di komunitas ilmuwan.

Walau begitu, keyakinan bahwa vitamin C bisa menyembuhkan flu tetap bertahan di masyarakat. Angka penjualan suplemen vitamin ini pun selalu berada di urutan teratas.
Menurut National Institute of Health, vitamin C tidak mengurangi risiko tertular flu, tetapi mereka yang mengonsumsinya mungkin durasi sakitnya bisa dikurangi atau lebih ringan.

Ahli nutrisi Kamal Patel mengatakan, tidak benar jika vitamin C dosis tinggi dapat menjadi pendorong (booster) sistem imun. Ia mengibaratkan sistem imun seperti sistem misil yang bekerja untuk menghalau segala bahaya.

Jika sistem imun dibuat terlalu peka, maka yang timbul adalah reaksi autoimun. Sebaliknya, jika kurang peka maka seseorang akan lebih gampang tertular penyakit.

“Sistem imun sangat kompleks dan sangat sedikit yang sudah kita ketahui. Jadi, sayangnya kita tidak bisa menggunakan sesuatu yang disebut ‘booster’ untuk membuat sistem ini bekerja lebih baik,” kata Patel.

Pasien Covid-19 diberi vitamin C

Rumah sakit di New York dan juga Wuhan memang memberikan vitamin C dosis tinggi pada pasien yang dirawat karena Covid-19. Dosisnya 16 kali lebih tinggi dari pada dosis harian individu yang sehat.

Menurut Patel, pemberian vitamin C pada pasien itu masuk akal karena orang yang sangat sakit kadar vitamin C dalam tubuhnya jadi rendah dan butuh segera digantikan.

“Manusia adalah satu-satunya mamalia yang tubuhnya tidak bisa membuat sendiri vitamin C, mereka harus mengasupnya. Jadi, ketika menghadapi stres psikologis yang berat, pemberian vitamin C lewat infus merupakan cara untuk mendapatkan antioksidan dan anti-inflamasi,” paparnya.

Saat ini para dokter masih mempelajari efek pemberian vitamin C pada pasien Covid-19. Setidaknya ada dua penelitian klinis yang dilakukan yaitu di Italia dan China. Di Hubei, China, 140 pasien Covid-19 yang menderita pneumonia diberikan 12 gram vitamin C lewat infus untuk mengetahui apakah dosis itu bisa melawan penyakit.

Walau demikian, siapa pun tidak direkomendasikan untuk melakukan uji coba semacam itu sendiri. Mendapatkan vitamin C lewat infus sangat berbeda dengan konsumsi suplemen, bahkan kita pun seharusnya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengasup vitamin C dosis tinggi.

“Sejauh ini tidak ada riset yang menunjukkan vitamin C bisa melindungi tubuh dari virus corona,” kata profesor biologi Miryam Wahrman, seperti dikutip dari Insider.

Kekurangan vitamin C memang berdampak buruk bagi tubuh, tetapi kita juga jangan berlebihan mengonsumsinya. Apalagi kadar yang tinggi bisa memicu pembentukan batu ginjal.

Untuk memenuhi asupan vitamin tubuh, sebaiknya konsumsi makanan karena dapat diserap dan digunakan tubuh secara lebih baik ketimbang melalui suplemen.

Editor : Lusia Kus Anna

kompas.com

read more
Health

Terjawab! Waktu Terbaik untuk Berjemur adalah… Tidak Ada

LANGITKU NETWORKS – Perdebatan tentang waktu terbaik untuk berjemur seolah tak pernah mencapai titik temu. Broadcast-broadcast yang beredar di media sosial telah membuat netizen terbelah jadi 2 kubu: pendukung berjemur jam 10 ke atas, dan pendukung berjemur jam 10 ke bawah.

Sebelum latah ikut-ikutan bertengkar dan cakar-cakaran, yuk pelajari dulu teorinya. Dokter spesialis kulit dan staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNPAD/RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr R.M. Rendy Ariezal Effendi, SpDV, menjelaskan bahwa tujuan utama seseorang berjemur adalah untuk mendapatkan vitamin D yang baik untuk daya tahan tubuh.

“Kalau tujuannya untuk mendapatkan vitamin D, anjuran berjemur di atas jam 10 bisa saja dilakukan. Tapi dari sisi kesehatan kulit, ada risikonya,” kata dr Rendy dalam perbincangan dengan detikcom.

Berjemur di atas jam 10, di satu sisi dipercaya memberikan paparan ultraviolet B (UVB) paling maksimal. Paparan UVB itulah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Meskipun demikian, UV Index (UVI) umumnya sudah tinggi pada jam tersebut.

“Risikonya antara lain bisa flek atau tanning kalau tanpa pelindung seperti sunblock,” jelas dr Rendy.

“Selain itu, paparan sinar UVB yang terus menerus dan berlebihan tanpa proteksi dapat meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari,” tambahnya.

UV Index lebih menentukan

Menurut dr Rendy, tidak ada guideline yang secara spesifik menentukan waktu terbaik untuk berjemur. Banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya cuaca dan letak geografis. Jam 10 pagi di Jakarta misalnya, intensitas sinar mataharinya tentu berbeda dengan jam 10 pagi di Kopenhagen.

UV Index, disebutnya lebih relevan untuk dijadikan dipertimbangkan dalam memilih waktu terbaik untuk berjemur. Berjemur selama 15-30 menit ketika UV Index berada di angka 3-7, menurutnya cukup ideal dengan memperhitungkan rasio ‘risk and benefit’.

Bagaimana caranya mengetahui UV Index di suatu tempat? Ternyata gampang banget. Berbagai aplikasi perkiraan cuaca di smartphone umumnya sudah memberikan informasi cukup detail tentang berbagai indikator cuaca, termasuk UV Index.

Berarti mending berjemur pagi banget saat UV Index masih sangat rendah?

Nggak juga. Kalau terlalu pagi, intensitas UVB yang dibutuhkan oleh tubuh mungkin belum cukup. Butuh waktu lebih lama untuk mendapat manfaat yang sama, yang artinya makin lama pula terpapar ultraviolet lain yakni UVA.

“Untuk di negara tropis seperti Indonesia, berjemur sekitar pukul 9 pagi sudah cukup untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Berjemur cukup dilakukan sebanyak 3 kali seminggu, agar proses metabolisme vitamin D juga menjadi lebih efektif. Selain itu, sinar UVA memiliki gelombang yang lebih panjang dan dapat menembus lapisan kulit lebih dalam,” kata dr Rendy.

“Ultraviolet A ini yang menyebabkan penuaan dini atau photoaging” lanjutnya.

Tak cukup hanya dengan berjemur

Untuk mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, dr Rendy mengingatkan bahwa asupan nutrisi juga harus diperhatikan. Kebutuhan vitamin D, bagaimanapun tidak bisa dipenuhi hanya dengan berjemur.

Bahkan, ia tidak menganjurkan berjemur terlalu sering. Berjemur seminggu 3 kali menurutnya sudah cukup ideal, dengan syarat 60 persen permukaan tubuh terpapar, selama 15-30 menit, dan dengan kondisi UV Index di rentang 3-7. Jangan lupa, pakai sunblock agar kulit tidak terbakar.
AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

read more
Health

Bahan Alami yang Efektif untuk Mencuci Buah dan Sayur

LANGITKU NETWORKS – Fenomena merebaknya virus corona atau Covid-19 membuat masyarakat semakin waspada akan kebersihan diri dan lingkungan. Air dan sabun adalah senjata utama dalam memerangi Covid-19 masuk ke dalam tubuh.

Akan tetapi, bagaimana dengan kebersihan bahan makanan, seperti sayur atau buah, yang baru kita beli?

Haruskah kita mencucinya dengan sabun dan air layaknya kita mencuci tangan guna mencegah penyebaran virus corona?

Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, mencuci sayur dan buah sebelum dimasak atau disimpan adalah langkah penting untuk memastikan buah dan sayur aman dari pestisida dan bakteri, seperti salmonella, listeria, dan E. coli, yang biasa menempel pada buah dan sayuran.

Meminimalisir kontaminasi dari bahan makanan yang kita bawa dari luar rumah dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kita dan keluarga.

Cara paling umum untuk mencuci sayur dan buah adalah dengan mencucinya di bawah air mengalir.

Suatu penelitian membuktikan bahwa air mengalir terbukti mengurangi jumlah residu sembilan macam pestisida dari 12 pestisida yang diujikan.

Namun jika dibandingkan dengan air mengalir saja, studi tersebut juga mengungkapkan bahwa produk pembersih khusus terbukti lebih efektif dalam menghilangkan kontaminan.

Satu hal yang perlu kita perhatikan ketika membersihkan buah dan sayuran adalah jangan mencucinya dengan sabun yang biasa digunakan untuk mencuci tangan atau mandi.

Jangan pula menyemprotkannya dengan alkohol atau cairan disinfektan. Keduanya tidak aman untuk digunakan sebagai pembersih makanan karena bisa ikut termakan dan dapat mengakibatkan gangguan pencernaan hingga keracunan.

  1. Mencuci dengan sabun dan air boleh saja selama sabunnya bertaraf food grade yang bisa dilihat di kemasannya.

Status food grade menandakan bahan-bahan yang terkandung dalam sabun tersebut aman untuk digunakan langsung pada bahan makanan.

Tapi tahukah Anda, selain bahan kimia seperti sabun, bahan-bahan alami yang ada di dapur pun tak kalah efektif dalam membersihkan sayur dan buah dari kuman dan kotoran, lho.

Bahan-bahan alami untuk mencuci sayur dan buah

Kita dapat memanfaatkan beberapa bahan dapur berikut sebagai sabun alami untuk mencuci sayur dan buah yang baru dibeli,

1. Air cuka

  • Campurkan cuka ke dalam air dengan perbandingan 1 bagian cuka/3 bagian air. Contoh: 1 cangkir cuka dicampurkan ke dalam 3 cangkir air.
  • Rendam sayur dan buah selama 20 menit dalam larutan air cuka tersebut.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal penelitian Food Control, terbukti bahwa larutan air dan cuka yang dapat menghilangkan residu pestisida.

Menurut Dr. Floyd Woods dan DR. Joe Kemble, professor hotikultura di Auburn University, cuka aman digunakan untuk mensanitasi permukaaan buah dan sayur.

Akan tetapi, tingkat efektivitasnya dipengaruhi kadar cuka dalam larutan, suhu air, serta luas area sayur dan buah yang terkena larutan tersebut. Oleh karena itu, pastikan untuk mengikuti takaran dan waktu rendam yang telah disarankan.

2. Air garam

  • Campurkan garam ke dalam air dengan perbandingan 1 bagian garam/10 bagian air. Contoh: 1 sendok garam dicampurkan ke dalam 10 sendok air.
  • Rendam sayur dan buah selama 20 menit dalam larutan air garam tersebut.

Masih dari penelitian yang sama dari Food Control, para peneliti juga menguji larutan air garam 10 persen yang terbukti efektif untuk menghilangkan residu pestisida.

Di antara air mengalir dan larutan air cuka, larutan air garam 10 persen lebih efektif dalam membersihkan sayur dan buah, serta dianggap lebih murah secara biaya jika dibandingkan larutan air cuka.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari cara ini dan gunakan cara lainnya sebagai alternatif untuk membersihkan buah dan sayuran.

3. Air baking soda/soda kue

  • Campurkan 8,5 gr (sekitar 2 sendok teh) soda kue ke dalam 1 liter air
  • Rendam sayur dan buah selama 12-15 menit dalam larutan soda kue.

Sebuah jurnal dari Agriculture and Food Chemistry yang meneliti penggunaan air soda kue, mengungkapkan bahwa dibandingkan air keran dan cairan pemutih, soda kue terbukti paling efektif membersihkan buah dan sayurdari residu pestisida.

Pada buah seperti apel, soda kue bereaksi tak hanya di permukaan namun juga membersihkan hingga ke bawah kulit apel.

Mencuci buah dan sayur dapat menangkis corona?

Berdasarkan pernyataan Departemen Pertanian Amerika Serikat terkait virus corona dan makanan, belum ada laporan yang menyebutkan Covid-19 dapat ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan.

Oleh karena itu, meskipun terbukti efektif dalam mengurangi residu pestisida dan kelompok mikroorganisme tertentu, penelitian khusus mengenai efek mencuci sayur dan buah pada Covid-19 belum ada yang dilaporkan.

Sebagai alternatifnya, kita tetap disarankan untuk menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan setelah berbelanja dan memegang kemasan.

Pindahkan bahan makanan ke dalam kontainer yang ada di rumah dan pisahkan dari kemasannya.

Jangan lupa untuk kembali membersihkan tangan sebelum dan sesudah memasak, atau ketika akan makan dan sesudahnya.

Editor : Wisnubrata

Sumber : SehatQ

 

read more
Health

Cemas Karena COVID-19 Hingga Sulit Tidur? Berikut yang Bisa Dilakukan

LANGITKU NETWORKS – Apakah rasa khawatir mengenai COVID-19 membuat Anda menjadi sulit tidur? Berikut sejumlah panduan yang membantu Anda tidur nyenyak.

Batasi berita, terutama sebelum tidur

Menurut konsultan ganggaun tidur, Maryanne Taylor, menghentikan kebiasaan melihat layar gawai sebelum tidur menjadi kunci untuk istirahat lebih nyenyak. Selain karena efek stimulasi dari cahaya biru, kita juga merasa kewalahan karena membaca berita buruk. Membaca berita sebelum tidur dapat menyebabkan lonjakan adrenalin yang akan menghambat tidur.

Penting untuk tetap mengikuti informasi, tapi dilakukan sewajarnya saja, kata Taylor. Hindari membaca berita di malam hari karena dapat menjadi sumber kekhawatiran yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak.

Kosongkan pikiran

Jika Anda menonton TV di malam hari, ahli tidur Katie Fischer menyarankan untuk beralih ke acara komedi karena dapat “menjauhkan pikiran cemas”.

Selain itu, Taylor menyarankan agar Anda meluangkan waktu untuk menulis sebelum tidur. Ini bisa membantu menjernihkan pikiran Anda. “Pikiran buruk, kecemasan, kekhawatiran, tuliskan di atas kertas,” ujar Taylor.

Siapkan “sarang” Anda

Jika Anda kesulitan untuk tidur, atau sering terbangun di malam hari, jangan berbaring lama di sana. Buat “sarang” di ruangan lain yang membantu Anda lebih rileks, dilengkapi dengan buku, podcast, atau musik yang menenangkan (tidak ada TV atau telepon).

“Ketika mulai merasa sedikit lebih mengantuk, barulah Anda kembali ke tempat tidur,” saran Taylor.

Atur pernapasan Anda

Fischer mengatakan, pernapasan perut dapat meringankan gejala kecemasan yang meliputi pikiran sibuk, otot tegang, detak jantung yang lebih cepat atau napas yang dangkal. Salah satu teknik sederhana adalah “sama vritti”, atau “pernapasan yang sama”.

Cara melakukannya: berbaring telentang dengan satu tangan di atas perut dan satu tangan di hati, biarkan pundak dan pinggul rileks. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung Anda selama empat hingga enam hitungan, isi perut Anda, kemudian tulang rusuk, lalu dada bagian atas, seolah-olah melebarkan balon.

Saat paru-paru Anda penuh, diam sejenak, lalu buang napas melalui hidung dengan panjang dan halus. Berhentilah lagi ketika paru-paru Anda dikosongkan. Ulangi ini selama lima hingga 10 menit atau sampai Anda merasa siap untuk tidur.

Atur jadwal 

Sebelumnya, kata Taylor, hambatan terbesar untuk tidur adalah stres yang tak henti-hentinya. Menyusun hari-hari Anda dengan rutinitas bangun dan bersantai dan waktu rutin untuk bekerja, makan, dan berolahraga akan membantu Anda tetap fokus.

Source : The Guardian
Penulis : 1
Editor : Gita Laras Widyaningrum
Nationalgeographic.co.id

read more
Health

Terlalu Banyak Konsumsi Garam Dapat Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

LANGITKU NETWORKS – Mengonsumsi terlalu banyak garam yang kita dapatkan dari keripik, keju, sereal, popcorn, maupun makanan berat lainnya, secara signifikan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini tentu bukanlah kabar baik bagi tubuh di tengah maraknya virus corona. Untuk penelitian tersebut, para peneliti di University Hospital Bonn di Jerman memberi makan manusia dan tikus dengan diet tinggi garam selama seminggu.
Para peserta yang mengonsumsi enam gram garam tambahan setiap hari menunjukkan penurunan kekebalan tubuh yang nyata. Sederhananya, terlalu banyak garam dapat memicu ginjal dan memicu penumpukan hormon yang disebut glukokortikoid, yang dapat merusak sel kekebalan yang ada dalam darah yang dikenal sebagai granulosit. Ini membuat tubuh lebih sulit untuk memerangi bakteri secara efektif. kemudian, bahwa tikus berakhir dengan infeksi bakteri yang parah. “Dalam limpa dan hati hewan-hewan ini, kami menghitung 100 hingga 1.000 kali jumlah patogen penyebab penyakit,” kata penulis utama Katarzyna Jobin. Selain itu, kasus ISK sembuh jauh lebih lambat ketika tikus makan lebih banyak garam. Itu menimbulkan pertanyaan, berapa banyak sebenarnya garam yang harus kita makan? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (alias, WHO), 5 gram garam per hari, itu setara dengan sekitar satu sendok teh, meskipun makanan olahan juga sering mengandung sodium yang tinggi.

Penulis : Dian Reinis Kumampung
Editor : Bestari Kumala Dewi / kompas.com

read more
Health

5 Kondisi Ini Akan Terjadi Pada tubuh Saat Kamu Berhenti Minum Kopi

LANGITKU NETWORKS, Jakarta – Bagi pencinta kopi yang akan berhenti bersiaplah akan perubahan pada kondisi tubuh. Turun berat badan hingga sulit konsentrasi.

Kopi merupakan salah satu minuman favorit banyak orang. Rasanya yang pahit dan aromanya yang sedap membuat banyak orang tidak bisa melewatkan hari tanpa minum kopi.

Kopi juga dikenal mengandung kafein yang tinggi. Kafein membantu seseorang mendapatkan asupan antioksidan harian mereka sehingga metabolisme pada tubuh akan meningkat.

Bagi pencinta kopi sulit rasanya untuk mengurangi konsumsi kopi harian mereka. Setidaknya mereka akan mengonsumsi kopi satu cangkir per hari. Bisa diminum saat sarapan, siang hari saat tubuh mulai lelah, atau malam hari.

Lalu bagaimana jika mereka tidak mengonsumsi kopi lagi? Dilansir dari Bright Side (28/3), berikut 5 kondisi tubuh yang akan terjadi saat kamu tidak lagi minum kopi.

1. Berat Badan Naik

Kopi dikenal dengan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein ini dapat membantu meningkatkan metabolisme pada tubuh. Artinya tubuh akan membakar kalori lebih efisien.

Terutama bagi mereka yang mengonsumsi kopi hitam setiap harinya. Yang tadinya tubuh dapat membakar lemak dengan mengonsumsi kopi kini tidak lagi terjadi. Karena itu kenaikan berat badan dapat terjadi.

Tapi efek positif didapat mereka yang terbiasa minum kopi dengan campuran susu atau lemak lainnya seperti cappuccino, frappuccino, kopi susu, dan lainnya. Berhenti minum kopi tersebut akan membuat kamu kehilangan berat badan karena tidak lagi mengonsumsi banyak kalori.

2. Lebih Sulit Konsentrasi

Kopi yang kandungan kafeinnya tinggi ini sering disebut dapat menghilangkan rasa kantuk. Tak heran banyak yang mengonsumsinya pada siang atau malam hari. Kopi juga dikonsumsi untuk menambah semangat dalam menjalani hari.

Karena saat meminum kopi akan membuat orang lebih terjaga. Ini akan merangsang pelepasan dopamin dan adrenalin sehingga dapat meningkatkan aktivitas otak dan meningkatkan tekanan darah.

Karenanya saat kamu berhenti minum kopi, kamu akan lebih sulit dalam berkonsentrasi. Kamu juga akan lebih mudah ngantuk. Ini dikarenakan otak kamu tidak lagi distimulasi seperti dulu.

3. Akan Alami Tremor

Tremor adalah gerakan yang tidak terkendali pada satu atau lebih dari bagian tubuh. Hal ini dapat terjadi karena bagian otak yang mengontrol mengalami masalah. Bagian tubuh yang sering mengalami tremor adalah tangan.

Tremor dapat terjadi bagi yang sedang mengurangi atau berhenti minum kopi. Ini karena kafein yang merupakan sumber stimulasi kuat untuk sistem saraf pusat (otak) berhenti memberi asupan. Namun tak perlu khawatir karena ini adalah gejala biasa.

Gejala tremor pada tangan atau bagian tubuh akan dialami selama 9 hari sejak kamu memutuskan berhenti untuk minum kopi. Tak hanya terjadi bagi yang berhenti minum kopi saja, ini juga dapat terjadi pada mereka yang kecanduan kafein.

4. Kecemasan dan Sakit Kepala Akan Muncul

Kecemasan dapat terjadi pada siapa saja. Sekalipun mereka yang masih tetap meminum kopi. Namun saat kamu berhenti minum kopi, rasa cemas akan lebih meningkat.

Ini terjadi karena ketidakseimbangan kimia di otak yang disebabkan oleh pasokan kafein yang tidak tercukupi. Selain kecemasan, sakit kepala juga akan sering muncul jika kamu berhenti minum kopi.

Saat kamu kekurangan asupan kafein, ini akan membuat pembukaan pada pembuluh darah. Sehingga meningkatkan sirkulasi darah ke otak. Namun setelah tubuh kamu dapat beradaptasi dengan peningkatan aliran darah tersebut, perlahan sakit kepala akan memudar.

5. Akan Mudah Lelah

Salah satu alasan bagi setiap orang mengonsumsi kopi adalah agar lebih bersemangat menjalani hari. Maka itu kopi sering dijadikan teman untuk menyantap sarapan. Karena meminum kopi di pagi hari dipercaya dapat meningkatkan energi harian.

Efek energi tersebut akan berlangsung selama 5 jam pertama. Setelahnya kamu akan merasa lelah dan akan meminum kopi lagi. Kopi ini juga akan membantu kamu mendapatkan fokus dalam bekerja.

Saat kamu sudah kecanduan kafein, akan terasa sulit saat menghentikan konsumsi kafein. Tubuh akan terasa mudah lelah dan kamu lebih cepat kehilangan konsentrasi.

Yenny Mustika Sari – detikFood

read more
1 10 11 12 13 14
Page 12 of 14